Attention please :)


10

Berhubung blog ini kan sepi ff baru yang bisa dipublish..  maka aku (aishita) atas seijin Mitha Eonni, memutuskan akan membuka penerimaan author freelance, dan Onmithee ff membutuhkan banyak author tetap looh.., dan mulai hari ini kami akan membuka pendaftarannya ^^

syarat – syaratnya gampang kok, untuk menjadi author tetap sebagai berikut :

1. Memiliki akun WordPress.

2. Bertanggung jawab dan, ramah terhadap pengunjung.

Cara untuk bergabung adalah isi form:

Nama author/blog:

Email yang di gunakan pada wordpress:

contoh:

Nama author/blog: aishitaworld.wordpress.com

Email yang di gunakan pada wordpress: aishita.choi@gmail.com

berminat? silahkan komen pada box komentar maka admin akan segera menginvite kalian.

Mr. Cho and Mrs. Cho [Chapter 1]


Title: Mr. Cho and Mrs. Cho

Author: luhanwifey

Main cast: Bae Suzy (Miss A) | Cho Kyuhyun (SuJu)

Support Cast: Kim Myungsoo (Infinite) | Byun Baekhyun a.k.a Bae Baekhyun (EXO) | Choi Sulli f(x)

Genre: romance, comedy

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Disclaimer: the story is pure mine. the cast not mine. i’m just borrow it.

Credit Poster: Suzy Dream World Art

Author’s note: luhanwifey is here! I’m bring new request fanfiction from necha45. Thanks for request necha45. This fanfiction specially i made for you. Sorry if there is no comedy in here, but i’m surely make comedy in. By the way, i will continue this fanfiction if necha45 comment and like it. If she wouldn’t, i don’t think to continue it. Except, i’m in good mood to continue this fanfiction =) #PleaseIgnoreMyGrammar

Btw, sebelumnya fanfic ini pernah aku publish disini , disini dan di WP Pribadi. Selain disana, author gapernah publish fanfic ini. Dikedua tempat itu juga masih on going ^^

 

“I am Mr. Cho and you are Mrs. Cho”

 

Suzy POV

“Suzy-ah, ppali ireona!” seseorang mengguncang-guncangkan tubuhku sambil berteriak kepadaku. Tak lain dan tak bukan, orang itu adalah eommaku.

“10 menit lagi” jawabku akhirnya.

“mwoya? sekarang sudah jam 7 pagi, bukankah kau masuk sekolah jam 8? kau ini sudah kelas 3 SMA tapi kelakuanmu masih seperti anak umur 7 tahun” omel eomma panjang lebar.

Aku pun berusaha bangkit dari tempat tidurku yang sangat nyaman “aku mandi dulu” ujarku. Lalu, aku segera masuk ke kamar mandi yang ada didalam kamarku. Tapi, dikamar mandi, aku hanya gosok gigi dan mencuci wajahku. Setelah itu, aku memasang baju seragamku dengan terburu-buru. Tak lupa, aku menyemprotkan parfum sebanyak mungkin ketubuhku agar bau badanku bisa tertutupi.

“woah….. noona cepat sekali bersiap-siap! padahal tak sampai 10 menit yang lalu, eomma berusaha membangunkan noona” ucap adikku, Baekhyun.

“tentu saja! aku kan tidak lemot sepertimu” balasku sambil mengoleskan selai kacang diatas rotiku.

“hmmm… jangan-jangan noona tidak mandi ya?” tuduh Baekhyun. Sebenarnya, yang diucapkan Baekhyun bukanlah tuduhan karena kenyataannya adalah aku memang tidak mandi.

“yaaaak! sembarangan saja kalau bicara! mana mungkin yeoja secantik dan seanggun aku tidak mandi! aku tidak percaya punya adik sepertimu” aku memarahi Baekhyun. Aku berusaha tidak kelihatan gugup didepannya karena bisa-bisa ia tahu kejadian sebenarnya.

“aku juga tidak percaya kalau aku adalah adik dari yeoja secantik dan seanggun noona” Baekhyun membalikkan kata-kataku. Sekilas kata-katanya itu seperti pujian untukku, tapi jika diresapi sebenarnya kata-kata itu adalah cibiran.

“YA!” aku mengambil gelas didekatku lalu bersiap-siap melemparkannya pada Baekhyun, tapi eomma segera menahanku.

“sudahlah, Suzy-ah! Baekhyun adikmu hanya anak berusia dua belas tahun. Biarkan saja dia berkata seperti itu, lagipula dia juga tak terlalu mengerti kalau yang ia katakan itu menyinggung orang lain” nasihat eomma.

Aku terdiam lalu memberikan death glare-ku pada Baekhyun yang seolah-olah mengatakan ‘kau dengar? kau itu hanya anak berusia dua belas tahun yang tak terlalu mengerti apa yang kau katakan!’

Baekhyun berpura-pura tidak peduli dengan tatapanku. Ia memilih untuk menghabiskan sarapannya-roti yang diolesi selai kacang.

Ditengah-tengah kegiatan sarapan kami yang sangat hening, appa bertanya padaku “Suzy-ah, apa kau sudah punya namjachingu?”

Mendengar pertanyaan apa, aku tersedak roti yang sedang aku makan. Eomma buru-buru menyodorkanku segelas air putih yang langsung aku habiskan dalam sekali teguk.

“waeyo? tidak biasanya appa bertanya hal seperti ini padaku” aku balik bertanya sambil berusaha untuk bersikap setenang mungkin.

Baekhyun menceletuk “Suzy noona tidak pernah punya namjachingu seumur hidupnya, appa! tidak usah ditanyakan lagi!”

Pernyataan Baekhyun sangat menusuk dihatiku. Walaupun hal itu memang benar, tapi seharusnya kalimatnya diperhalus menjadi ‘Suzy noona tidak punya namjachingu’ seperti itu saja sudah cukup. Aku berusaha menenangkan emosi yang sedang bergejolak didadaku dengan berkata, sabar Suzy-ah! Baekhyun hanyalah anak berusia dua belas tahun yang tidak terlalu mengerti apa yang dikatakannya. Tidak usah dipikirkan!

“aku tidak pernah punya namjachingu karena aku jual mahal” ralatku.

“jinja? sebenarnya noona yang jual mahal atau geu namja yang jual mahal?” jawab Baekhyun.

Sebelum aku sempat membalas perkataan Baekhyun, appa menyela “jadi, kau belum punya namjachingu kan? baiklah, kalau begitu appa akan menjodohkanmu dengan anak teman baik appa”

“MWO?” mataku membulat. Aku kaget bukan main. Walaupun aku belum mempunyai namjachingu, appa tidak bisa seenaknya menjodohkanku. Apalagi, jika aku tidak mengenal namja yang akan dijodohkan denganku.

“Suzy-ah, kami tidak menjodohkanmu dengan sembarang namja. Dia anak dari keluarga terpandang. Dia baik, pintar, dan akan menyayangimu dengan tulus nantinya. Katanya, dia satu sekolah denganmu. Ia mengenalmu dan kau juga mengenalnya” jelas eomma.

“satu sekolah denganku?” tanyaku tak percaya. Aku mulai memikirkan satu per satu namja yang ada disekolahku.

“eotte? nanti malam, kita akan makan malam direstoran dengan keluarganya. Ia juga akan ada disana. Jadi, kau berdandanlah yang cantik untuk nanti malam” eomma dan appa kedengaran seperti memohon kepadaku.

“Suzy noona tidak punya alasan untuk menolaknya!” celetuk Baekhyun yang langsung mendapatkan death glare dari eomma dan appa.

Aku tertawa puas dalam hati “sebenarnya, tadi aku ingin menerimanya. Tapi, karena Baekhyun bilang…..”

Sebelum aku menyelesaikan perkataanku, eomma sudah lebih dulu menjitak kepala Baekhyun “minta maaf pada kakakmu, Hyun-ah!” suruh eomma pada Baekhyun.

Baekhyun pun menurut. Ia menundukkan kepalanya takut-takut sambil mengucapkan “mianhamnida, noona”

Aku tersenyum senang “baiklah, aku akan bersiap-siap untuk nanti malam” ujarku.

Eomma dan appa menghela nafas lega.

***

Kyuhyun POV

Sudah dari lima belas menit yang lalu aku mondar-mandir didepan kelas. Aku sedang menunggu Bae Suzy atau yang lebih dikenal orang sebagai rivalku disekolah. Sebenarnya, aku sudah tahu kalau ia akan datang terlambat kesekolah karena ia memang selalu begitu tiap harinya.

Aku menunggunya karena tak sabar ingin melihat bagaimana ekspresinya nanti.

Flashback

“Kyunie, kau belum mempunyai yeojachingu bukan? kalau begitu, eomma dan appa sepakat akan menjodohkanmu dengan anak teman kami” kata eomma ketika kami sedang menikmati makan malam bersama.

“MWOYA? AKU TIDAK MAU DIJODOHKAN!” bentakku. Menurutku, perjodohan adalah hal yang sangat kuno. Masa dijaman yang modern seperti sekarang, masih ada perjodohan? Hal ini seperti aku tidak bisa mencari jodohku sendiri.

“kami tahu kau akan menolak. Geunde yeoja yang akan kami jodohkan denganmu sangat cantik, baik, dan pintar. Dia satu sekolah denganmu. Sebelum kau menolak, kau harus bertemu dulu dengannya diacara makan malam besok. Jika tidak, kau akan menyesal nantinya” ceramah eomma.

“jinjayo? apa eomma tahu namanya siapa?” tanyaku penasaran. Aku sangat berharap kalau yeoja yang akan dijodohkan denganku adalah………

“kalau tidak salah, namanya Bae Suzy. Eomma ada fotonya” eomma mengeluarkan ponsel dari sakunya, lalu menekan beberapa tombol diponselnya, dan memberikan ponselnya kepadaku.

Aku kaget ketika melihat foto yeoja yang ada diponsel eomma “dia lumayan cantik” tuturku.

Flashback End

Tak berapa lama, yeoja yang sudah aku tunggu sedari tadi datang.

“sepertinya ada yeoja yang tidak mandi tadi pagi” kataku asal didepan kelas.

Beberapa orang murid tertawa dan ada yang menceletuk “memangnya siapa yeoja yang kau maksud, Kyu-ah?”

“hmmm… entahlah. Hanya ia sendiri yang tahu” jawabku sembarangan.

Tiba-tiba, Suzy berbalik kearahku “apa maksudmu mengatakannya?” tanyanya.

“wae? apa kau belum mandi, eo?”ejekku.

“MWO? enak saja!” sergah Suzy. Ia kelihatan sangat kesal dengan perkataanku, padahal aku hanya asal mengatakannya.

“tapi, kenapa kau kesal begitu?” balasku.

“i-itu…. memangnya tidak boleh?” Suzy kelihatan gugup. Omona! apa ia benar-benar tidak mandi tadi pagi?

“huh… pantas saja sampai sekarang kau belum mempunyai namjachingu” aku berusaha memancingnya.

Benar saja, emosi Suzy langsung meledak-ledak ke permukaaan “NEO! aku memang belum mempunyai namjachingu, tapi aku sudah mempunyai TU-NA-NGAN!” Suzy menekankan kata tunangan dalam kalimatnya.

“jinja? namja seperti apa tunanganmu itu?” aku kembali memancingnya. Sementara itu, murid dikelas ada yang menonton pertengkaran kami dengan serius dan ada juga yang tidak memperhatikan pertengkaran kami. Sebenarnya, kami sudah biasa bertengkar seperti ini dikelas maupun diluar kelas.

“dia namja yang baik, pintar, tampan, tidak banyak bicara, dan tidak menyebalkan. Pokoknya, dia namja yang mendekati sempurna!” sahut Suzy semangat.

Aku tertawa terbahak-bahak. Tidakkah ia sadar bahwa sekarang ia sedang memujiku? sepertinya, ia belum tahu kalau namja yang dijodohkan dengannya adalah aku. Jika ia tahu, mungkin sekarang ia akan salah tingkah didepanku.

“kenapa tertawa? tidak ada yang lucu!” gertak Suzy padaku. Tapi, aku tetap tidak bisa meredakan tawaku. Lama kelamaan, Suzy terlihat kesal. Ia pun memilih untuk duduk dibangkunya.

***

Suzy POV

Aku pun memilih untuk duduk dibangku. Kyuhyun sungguh menyebalkan! kurasa tidak akan ada hari tanpa bertengkar dengan Kyuhyun. Tapi, aku merasa ada untungnya eomma dan appa menjodohkanku dengan namja itu. Aku bisa memamerkan kalau aku sudah punya tunangan dengan Kyuhyun. Jika aku sudah tahu siapa tunanganku itu, aku akan membawanya kedepan Kyuhyun. Kyuhyun pasti tidak akan bisa berkutik dan pada akhirnya, ia tidak akan pernah menggangguku lagi. Yeah, merdeka!

“Suzy-ah, apa benar kau sudah punya tunangan?” tanya Sulli sambil menatapku tak percaya.

Aku mengangguk mantap “ne!”

“aigoo… aku ini kan sahabatmu. Kenapa tidak kau beritahu sejak dulu?” Sulli berpura-pura kesal.

Terbesit rasa bersalah dihatiku. Sebenarnya, aku sudah berbohong karena aku mengatakan tunanganku itu namja yang baik, pintar, tampan, tidak banyak bicara, dan tidak menyebalkan. Padahal, aku sendiri belum tahu tunanganku itu siapa. Ah, setidaknya, aku yakin dengan namja pilihan eomma dan appa.

Bagaimana aku bisa memberitahumu, Sulli-ah? aku saja baru tahu dari orangtuaku tadi pagi batinku.

“kenapa seonsaengnim datangnya lama sekali ya?” gumamku sambil melirik jam dinding yang ada dikelas.

Suzy terkikik kecil “kurasa sifatmu banyak berubah setelah kau bertunangan. Tidak biasanya kau berkata ‘kenapa seonsaengnim datangnya lama sekali ya?’ biasanya kau akan berkata ‘semoga seonsaengnim tidak datang hari ini!’” tutur Sulli.

“jeongmalyo?” aku hanya tersenyum simpul mendengar penuturan Sulli.

“oh ya, aku lupa memberitahumu. Katanya, seonsaengnim tidak bisa masuk hari ini” ujar Sulli.

Wajahku berubah menjadi muram seketika. Entah kenapa hari ini aku sangat ingin mendengarkan penjelasan seonsaengnim. Benar kata buku yang pernah aku baca;

Suatu hal bisa membuatmu merubah segala pandanganmu

Jadi, maksudnya, aku yang selama ini tidak ingin mendengar penjelasan seosaengnim menjadi sangat ingin mendengarkan penjelasan seonsaengnim.

“ehem. Suzy-ah, maaf jika pertanyaanku menyinggungmu. Tapi, apakah kau masih suka dengan Kim Myungsoo? Sepertinya, seminggu yang lalu kau masih sangat menyukainya” tanya Sulli tiba-tiba.

“ah, ya! bukankah hari ini Myungsoo sedang berlatih untuk lomba bulu tangkis minggu depan? kajja!” tanpa mendengar jawaban dari Sulli, aku menariknya untuk mengikutiku menuju lapangan bulu tangkis.

Dilapangan bulu tangkis, kami duduk dibangku penonton paling atas. Kami menonton Myungsoo dan teman-temannya yang sedang berlatih bermain bulu tangkis dengan sangat serius. Aku hanya menaruh perhatian pada Myungsoo. Sementara Sulli, aku tidak tahu ia sedang memperhatikan apa. Yang jelas, ia juga sedang memperhatikan sesuatu. Mungkin, ia menikmati permainan bulu tangkis.

Tiba-tiba terlintas sesuatu dibenakku. Apa mungkin namja yang dijodohkan denganku adalah Kim Myungsoo? tanyaku pada diri sendiri.

Dari ciri-ciri yang disebutkan eomma tadi pagi, semuanya ada didalam diri Myungsoo. Myungsoo baik dan pintar. Ia juga berasal dari keluarga terpandang.

Tanpa sadar, aku berteriak senang menyebutkan nama lengkap Myungsoo “Kim Myungsoo!!!”

Aku langsung menutup mulutku. Tindakan yang aku lakukan barusan diluar alam sadarku. Sekarang, aku hanya bisa menunduk malu.

Tak aku duga, Myungsoo tersenyum sambil melambaikan tangannya kearahku. Aku kaget sekaligus senang. Apa benar Myungsoo adalah namja yang akan dijodohkan denganku? setahuku, Myungsoo yang aku sukai adalah namja yang dingin dan walaupun ada banyak yeoja disekolah yang menyukainya, ia santai seolah-olah tidak tahu apapun.

“Suzy-ah, mungkinkah tunanganmu itu adalah Myungsoo?” tanya Sulli.

“mollaseo. Kajja kita pergi dari sini!” aku menarik tangan Sulli.

“yaaaak, kita kan baru sebentar duduk disini” protes Sulli.

“aku gugup, Sulli-ah!” kataku jujur.

***

Author POV

Sekarang, sudah waktunya siswa di Seoul High School pulang. Suzy terkejut karena ia melihat eommanya menjemputnya. Sejak kelas 6 SD, Suzy tidak pernah lagi diantar dan dijemput orangtuanya. Ia disuruh untuk naik bus agar bisa mandiri.

“kenapa eomma bisa ada disini?” tanya Suzy bingung.

“Yaaak, kenapa kau bertanya seperti itu? harusnya kau senang karena eomma mau menjemputmu!” seru eomma sambil menjitak kepalaku.

“appo, eomma! bagaimana jika tiba-tiba tunanganku itu lewat didepan kita?” kataku dengan disertai aegyo.

“eh, betul juga katamu” gumam eomma.

Eomma masuk kedalam mobil dan aku pun juga mengikuti eomma masuk kedalam mobil.

“tumben sekali eomma menjemputku” kataku ketika kami sudah masuk kedalam mobil.

“tadi eomma melihat gaun-gaun yang ada dilemarimu, tapi eomma rasa tidak ada yang cocok untuk dipakai nanti malam. Jadi, eomma mengajakmu untuk pergi kebutik” jelas eomma.

“oh ya, sudah lama aku tidak membeli gaun” gumamku.

“hmmm…. ne, kita akan malu dengan keluarga Cho jika nanti malam kau tidak berpenampilan sangat cantik” lanjut eomma sambil terus menyetir mobil.

MWO? Keluarga Cho? apa aku tidak salah dengar?

TBC

Delay Death Chapter 4


Delay Death poster

Title: Delay Death Chapter 4

Author: kaigirlfriend

Main cast: Choi Sulli of f(x) and Park Chanyeol of EXO-K

Support cast: Seohyun of SNSD | Naeun of Apink | Sehun of EXO-K

Genre: romance, fantasy, sad, hurt

Length: Chaptered

Rating: PG-15

Quotes: bisakah aku menunda kematian itu?

Disclaimer : the story is pure mine. the cast not mine. i’m just borrow it.

Author POV

“Mwo?” Sulli tak percaya jika dia dipecat. Selama ini, ia yang sering memecat pelayannya. Tapi sekarang malah ia sendiri yang dipecat. Apa mungkin ini hukum karma untuknya? Entahlah.

“sepertinya aku sudah jelas mengatakannya. KAU DIPECAT!” Chanyeol kembali mengulangi kata-katanya tapi kali ini dengan penuh penekanan.

“Chanyeol-ssi, aku tidak menampar Seohyun. Aku hanya hampir menamparnya dan lagi….”

Chanyeol buru-buru memotong perkataan Sulli “AKU TIDAK PEDULI DENGAN ALASANMU. Dari awal kau memang banyak mendatangkan masalah untukku. Mulai dari aku tak jadi makan malam dengan yeojachingu-ku, aku harus membayar biaya rumah sakitmu, aku harus memberimu pekerjaan, kau yang tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan selalu memasak masakan yang tidak enak. Sekarang kau malah mengacak-acak rumahku dan hampir menampar yeojachingu-ku. Kau puas?”

Sulli memegangi dadanya, ada rasa sesak disana. Tanpa banyak bicara, ia langsung meninggalkan rumah Chanyeol dan berlari entah kemana. Kondisinya saat ini mirip dengan kondisinya saat Sehun mengatakan bahwa dirinya tak menyukai Sulli lagi. Tapi bukan rasa benci yang ia rasakan melainkan rasa bersalah. Ia merasa bersalah karena sudah banyak merepotkan Chanyeol, ia tak menyangka kalau dirinya sebegitu merepotkan bagi Chanyeol.

Kini Sulli sudah lelah berlari. Ia kemudian duduk disebuah halte bus. Tanpa terasa, air mata sudah memenuhi wajahnya. Ia tampak sangat menyedihkan sekarang.

“agassi, anda tidak apa-apa?” tanya seseorang yang duduk disebelah Sulli.

Sulli mengangguk dan memaksakan senyumnya kepada orang itu.

“maaf jika saya lancang tapi apa agassi baru saja mengakhiri hubungan dengan seorang kekasih?” tanya orang itu lagi.

Sulli terdiam. Apa aku terlihat seperti seorang yeoja yang baru diputusi namjachingu-nya? Batin Sulli dalam hati.

“tidak, aku baru saja dipecat dari tempatku bekerja” jawab Sulli jujur.

“ohhhhh” orang itu hanya ber-O ria “hmmm, saya duluan, agassi” kata orang itu begitu melihat bus yang ditunggunya datang.

Sulli tersenyum kecut. Mungkin orang-orang tak akan percaya jika ia menangis karena dipecat dari pekerjaannya dan orang-orang mungkin akan mengira bahwa ia baru saja putus dengan namjachingu-nya. Tapi memang itulah kenyataannya.

Tak berapa lama, Sulli memutuskan untuk berjalan menjauh dari halte bus itu walaupun ia belum mempunyai tujuan. Ia bahkan belum tahu malam ini ia harus tidur dimana. Ia meninggalkan semua barang-barangnya dirumah Chanyeol karena sewaktu ia meninggalkan rumah itu, fikirannya kosong dan ia tak sempat untuk memikirkan apa-apa lagi. Sekarang, mana mungkin ia kembali ke rumah Chanyeol hanya untuk mengambil barang-barangnya yang ketinggalan.

Tiba-tiba Sulli melihat seorang yeoja yang sedang santainya menyeberangi jalan padahal lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau “agassi! Awas!” teriak Sulli saat melihat mobil berkecepatan tinggi mendekati yeoja itu. Tapi terlambat karena mobil itu sudah menabrak si yeoja. Sulli baru saja hendak menolong yeoja itu tapi ia menyadari bahwa tak ada orang yang menolong atau sekedar menyadari bahwa ada seorang yeoja yang baru saja tertabrak mobil. Nampaknya hanya Sulli yang menyadari hal itu.

Sulli menoleh ke belakang dan dia sangat terkejut karena yeoja yang dilihatnya tertabrak mobil tadi ada dihadapannya “aaaaa!” teriak Sulli ketakutan. Ia berspekulasi bahwa yang ada dihadapannya sekarang adalah hantu.

“apa kau mengira bahwa tadi aku tertabrak mobil dan sekarang aku sudah menjadi hantu?” tanya ‘hantu’ itu seolah-seolah tahu apa yang difikirkan Sulli.

Sulli malah berkata “tolong jangan ganggu aku, hantu! Aku lebih memilih meninggal karena ditabrak mobil daripada meninggal karena hantu”

“kau salah paham! Aku tidak akan mencabut nyawamu sekarang, aku akan mencabut nyawamu 60 hari lagi” kata si hantu, membuat Sulli bingung.

Si hantu yang tahu bahwa Sulli bingung langsung menjelaskan “baiklah, sebelumnya aku akan memperkenalkan diriku. Naneun Son Naeun imnida. Aku adalah malaikat pencabut nyawa dan aku diutus oleh ahjumma sialan bernama Victoria Song untuk menjadi pencabut nyawamu. Kau mengerti maksudku, kan?”

Sulli mengangguk “oh ya, naneun Choi Sulli imnida. Apa kau benar-benar seorang malaikat pencabut nyawa?” kata Sulli tak percaya.

“ne, apakah aku terlihat terlalu cantik untuk seorang malaikat pencabut nyawa?” kata Naeun narsis.

Sulli hanya bengong. Tak pernah terlintas dibenaknya bahwa malaikat pencabut nyawa seperti yang ada dihadapannya sekarang. Ia berfikir bahwa malaikat pencabut nyawa seperti seorang namja dengan penampilan sangat menyeramkan. Walau begitu Sulli percaya bahwa Naeun benar-benar seorang malaikat pencabut nyawa lewat gerak-geriknya yang aneh. Ia tadi ditabrak mobil tapi tak sampai semenit kemudian ia ada dibelakang Sulli tanpa ada luka dibadannya. Dan lagi, hanya Sulli yang bisa melihat Neun.

“aku tak pernah menyangka bahwa malaikat pencabut nyawa sepertimu” ujar Sulli jujur.

Naeun terkekeh pelan “tapi aku tidak akan mencabut nyawamu jika ada seseorang yang bukan keluargamu mencintaimu dengan tulus dan mau mengorbankan nyawanya untukmu” ungkap Naeun.

Sulli mengangguk-anggukan kepalanya malas “ngomong-ngomong, siapa Victoria Song itu?”

“dia yang memberikan ramuan aneh yang bisa membuatmu meninggal dalam waktu 75 hari itu” jelas Naeun.

“ternyata yang itu. Apa aku bisa meninggal sekarang saja?” tanya Sulli.

Naeun terkejut “aku bisa saja mencabut nyawamu sekarang tapi setidaknya nikmatilah 60 hari sisa hidupmu. Apa kau sudah benar-benar frustasi dengan hidupmu, huh?”

“ne” jawab Sulli singkat. Seketika kepalanya terasa sangat berat dan tahu-tahu dia sudah tergeletak begitu saja dipinggir jalan.

Sulli POV

Aku terbangun dan melihat sekelilingku. Aku sudah ada dikamar yang tak asing lagi bagiku. Aku menatap kearah jendela dan melihat banyak orang berlalu-lalang diluar sana. Ternyata aku masih hidup. Kufikir tadi malam Naeun langsung mecabut nyawaku.

“waktumu tinggal 59 hari lagi. Gunakanlah sebaik mungkin. Oh ya, aku lupa memberitahumu kalau semakin hari badanmu semakin melemah dan disaat-saat tertentu kau akan kehilangan kesadaranmu” terdengar sebuah suara yang berasal entah darimana tapi aku yakin suara itu adalah suara milik Naeun.

Aku berusaha mengingat-ingat kamar ini milik siapa dan jrenggg… saat aku berhasil mengingat pemilik kamar ini, ia (si pemilik kamar) sudah muncul di daun pintu sambil membawa sepiring makanan dan segelas jus wortel.

“ini aku bawakan makanan dan minuman kesukaanmu” katanya.

“kenapa aku bisa ada di kamarmu?” tanyaku tanpa menoleh kepada orang yang aku tanyai.

“nanti saja aku jelaskan sekalian aku mengatakan sesuatu yang sangat penting padamu. Sekarang makanlah dulu makanan yang aku buatkan untukmu” jawab Sehun (NB: pemilik kamarnya adalah Sehun)

“katakan saja sesuatu yang sangat penting itu sekarang! Aku tak ingin berlama-lama disini” aku menaikkan nada bicaraku.

“baiklah, aku minta maaf karena sudah mempermainkanmu kemarin. Aku benar-benar menyesal” ucap Sehun. Dari nada bicaranya, ia sepertinya tulus mengucapkannya.

“hanya itu? Aku sudah memaafkanmu sejak lama” jawabku tulus.

“tidak hanya itu. Sebenarnya … aku juga ingin kita seperti dulu lagi; menjadi sepasang kekasih yang harmonis” pinta Sehun yang secara tak langsung memintaku menjadi yeojachingu-nya lagi.

“kenapa tidak?”

Sehun nampak kaget sekaligus senang “apa itu berarti kau mau menjadi yeojachingu-ku lagi?”

Aku mengangguk kemudian Sehun langsung memelukku “gomawo sudah mau memaafkanmu dan menerimaku sebagai namjachingu-mu lagi, Sulli-ah”

“ne, oppa” kataku senang sambil membalas pelukannya.

Begitulah cinta. Walaupun seseorang sudah menyakiti sebesar dan sebanyak apapun tapi kita tetap bisa memaafkannya.

TBC

Delay Death Chapter 3


Delay Death poster

Title: Delay Death Chapter 3

Author: kaigirlfriend

Main cast: Choi Sulli of f(x) and Park Chanyeol of EXO-K

Support cast: Seohyun of SNSD

Genre: romance, fantasy, sad, hurt

Length: Chaptered

Rating: PG-15

Quotes: bisakah aku menunda kematian itu?

Disclaimer : the story is pure mine. the cast not mine. i’m just borrow it.

Author’s note: sorry for late update, typo, etc. Maaf juga karena sudah menghilang selama sebulan tanpa kabar. Tolong dimaklumi karena aku udah kelas 9 dan banyak banget ujian&tugas yang harus dikerjain ^^ Baca lebih lanjut

Delay Death Chapter 2


Delay Death poster

Title: Delay Death Chapter 2

Author: kaigirlfriend

Main cast: Choi Sulli of f(x) and Park Chanyeol of EXO-K

Support cast: Seohyun of SNSD | Baekhyun of EXO-K

Genre: romance, fantasy, sad, hurt

Length: Chapter 2 of –

Rating: PG-15

Quotes: bisakah aku menunda kematian itu?

Disclaimer : the story is pure mine. the cast not mine. i’m just borrow it. Baca lebih lanjut

Delay Death Chapter 1


Title: Delay Death Chapter 1

Author: kaigirlfriend

Main cast: Choi Sulli of f(x) and Park Chanyeol of EXO-K

Support cast: (akan berubah, berkurang dan bertambah sesuai chapter-_-)

Genre: romance, fantasy, sad, hurt

Length: Chapter 1 of – (belum author tentukan sampai chapter berapa)

Rating: PG-15

Quotes: bisakah aku menunda kematian itu?

Disclaimer      : the story is pure mine. Sebelumnya ff ini belum pernah aku publish dimanapun.

Author’s note    : Hai, ini pertama kalinya aku post ff di wp ini. Hope you like this story and don’t be silent readers ^^ Baca lebih lanjut