The Prince is a Frog ( chapter 2) : ~Obsessions~



Pagi harinya…

Hujan masih turun walau hanya rintik-rintik. Waktu menunjukan pukul 6 pagi. Cuaca masih sangat dingin karena jelas saja, hujan turun sepanjang malam. Benar-benar musim panas yang buruk. Gadis itu, Park Chaeri, masih asyik tidur menelungkup dibalik selimut hangatnya. Jam weker yang menjerit untuk membangunkannya tapi sama sekali tidak dianggap. Cuaca yang dingin dipagi hari memang dijadikannya alasan untuk tetap terlena di tempat tidur. Gadis itu tampaknya benar-benar lupa jika pagi ini adalah hari pertamanya mengajar dan dia akan terlambat jika tidak bangun dari sekarang.

Oh~ tapi untunglah. Tampaknya gadis itu akan segera bangun karena ada seorang pria yang tidak tahan dengan ‘jeritan’ jam weker-nya. Pria itu yang kita ketahui adalah manusia ‘jadi-jadian’ yang semalaman tidur di ruang tamu apartemen Chaeri dan saat ini, dia sedang berusaha menggedor pintu kamar gadis itu (tamu gak sopan -,-‘ ).

Tok… tok.. tok…

Tak ada reaksi .. hohoho~ 😛

Tok… tok… tok… (kali ini lebih keras)

Masih tak ada respon… (Klo gw jd tuh cwo langsung gw siram minyak tanah trus sulut api deh tuh pintu..wkwkwk~ *author g sabaran* )

Pria katak itu mulai emosi, ditendang-tendangnya pintu kamar sementara jeritan dari jam weker Chaeri masih membahana. Dia heran, gendang telinga gadis itu sepertinya rusak parah. Bunyi wekernya menggelegar keseisi rumah tapi dia tenang-tenang saja.

Ops~ jangan-jangan…

Mulai muncul berbagai bayangan horror di otak pria itu.

Ya, jangan-jangan gadis itu MATI!!!

Gadis itu jangan-jangan bunuh diri setelah menyaksikan fenomena aneh semalam. Kelewat syok karena melihat perubahan dari seekor katak menjadi seorang pria tampan yaitu dirinya.

Pria itu bersiap untuk mendobrak pintu kamar gadis itu, dipegangnya gagang pintu lalu diambilnya kuda-kuda…

GEDUBRAKK~

(tolol… pintunya ternyata gak di kunci jek~ wkwkwkw *sarap nih author bikin panjang cerita*)

Pria itu terjatuh bersamaan dengan terbukanya pintu. Dia mengomel, merutuk keteledoran gadis itu karena tidak mengunci pintu padahal dirumahnya sedang ada pria asing yang tidak jelas orang baik atau bukan, walau tentu saja, dia adalah pria baik yang tau tata karma dan tidak suka memanfaatkan situasi yang memang bisa dimanfaatkan untuk kepuasan pribadi.

Walau pinggang masih sakit karena terjatuh dengan suksesnya. Pria itu langsung berdiri karena melihat gundukan yang terbungkus selimut di kamar Chaeri. Dia menghampiri gundukan itu dan membuka selimut tanpa ragu, kemudian dilihatnya si gadis yang dicemaskannya mati bunuh diri masih asyik terbuai alam mimpi.

Pria katak : (lemas, tapi masih bisa mematikan weker yang masih saja jejeritan gak jelas, kemudian mengumpulkan tenaga untuk berteriak), “YAAA..AGASSHI-YA.. KAU INI BUDEK, TULI, CONGEK!!!”

Chaeri: (terbangun, kaget), “OMO?!” (mulai sadar kalau dikamarnya dia tidak sendiri, lalu berteriak), “KYAA~~ ahjusshi-ya, mau apa kau dikamarku!!!” (Menutupi tubuhnya dengan selimut), “Aku sudah baik padamu, tapi… kau mau menodaiku ya?!(sambil memukul-mukul pria katak dengan bantal).

Pria katak: (Berusaha mengelak dari serangan Chaeri), “BABO~, aku hanya mau mematikan wekermu lalu kau bilang kalau aku mau menodaimu? Kau sendiri tidak mengunci pintu! Untung aku orang baik.”

Chaeri: “Chakaman, tadi kau bilang apa?”

Pria katak: “Aku orang baik.”

Chaeri: “Bukan yang itu!!!”

Pria katak: “Tidak mengunci pintu?” (Chaeri menggeleng), “Kau bilang kalau aku mau menodaimu?” (tet..tot..masih salah), “…hmmmm, oya! Mematikan jam weker!”

Chaeri terdiam mendengar kata ‘jam weker’, dilihatnya jamnya dan hanya bisa lemas setelah melihat waktu sudah menunjukan pukul enam lewat lima belas menit.

Chaeri: “Omo.. omo… aku sepertinya akan terlambat di hari pertama ku bekerja.”

Pria katak: (memandang iba pada gadis itu, kemudian berbicara dengan nada lembut), “Kalau kau tau kau akan terlambat, lebih baik kau sekarang bersiap-siap dari pada nanti akan lebih terlambat lagi!”

Chaeri memandang sebentar ke pria katak itu sambil bergumam dalam hati kalau pria itu lumayan bijak juga. Setelah itu dia bergegas berlari ke kamar mandi.

@@@@@@@

Chaeri sudah siap untuk berangkat ke TK ‘Hyoca’, dia hanya mencuci muka, menggosok gigi, mengganti pakaian dan menyemprotkan parfum keseluruh tubuh. Rambutnya yang sebahu diikat kuda, penampilannya cukup pantas untuk mengajar anak-anak TK. Ketika dia keluar dari kamar setelah berdandan, Chaeri terkejut. Ternyata tamunya bertambah. Ada seorang pria lagi yang kali ini menggenakan stelan resmi khas pegawai kantoran tapi lebih tepatnya pegawai yang ada di film MIB, celana, dasi, sepatu dan jas serba hitam. Sanagt mirip dengan penampilam Will Smith di film itu.

Ohya, mungkin saja pria itu memang anggota MIB dan pria katak itu adalah alien. Bisa jadi. Tapi, itu artinya yang Chaeri tolong dan menginap semalaman dirumahnya adalah alien.

OMONA~~~~ ALIEN, PRIA TAMPAN ITU ALIEN!!!

Chaeri hanya bisa pasrah karena jujur saja ya, dia cukup terpikat sejenak dengan pesona pria katak itu. Yah, paling tidak jika pria satunya lagi yang baru datang itu adalah anggota MIB, dia bisa membuat Chaeri melupakan kejadian mengerikan kemarin. Kau tau kan, kalau MIB memiliki alat yang seperti senter yang jika cahayanya diarahkan kepadamu kau akan melupakan kejadian yang dikehendakinya, kemudian memory mu akan di modifikasi. Ya, itu seperti cuci otak.

Tak apalah dicuci otak, asal bisa melupakan perubahan wujud yang mengerikan itu dan yang terpenting tidak memakan waktu lama. Apalagi sekarang sudah pukul tujuh kurang lima belas menit. Jika Chaeri tidak berangkat sekarang, dia akan dimarahi Jin rin dan tentu saja terlambat bekerja di hari pertamanya.

@@@@@@@

Melihat Chaeri yang sudah keluar dari kamarnya, pria yang baru datang itu menghampirinya. Pria itu bernama Lee Donghae dan dia bukanlah anggota MIB seperti yang diduga Chaeri. Dia adalah tangan kanan dan orang terdekat atau lebih tepatnya bisa dibilang sebagai asisten pribadi dari pria katak. Jadi, kita tau kan kalau pria katak itu JELAS bukan pria biasa.

Donghae: (Membungkukkan badan tanda memberi salam), “Annyeong haseyo, agasshi! Kamsahamida karena telah menyelamatkan tuan muda kami!”

Chaeri: “A-annyeong, j-jadi dia tuan muda mu? Bukan alien? Dan kau bukan anggota MIB?” (Chaeri cukup gugup karena pria itu tampan juga)

Donghae: (Memiringkan kepala tanda tak mengerti, kemudian mengalihkan pandangnya ke arah tuannya yang cuek-cuek saja), “Aniya! Dia itu tuan muda ku, bukan alien! Aku tau kau memang kaget dengan keadaannya tapi percayalah, kami ini orang baik!”

Chaeri: “Aigoo~ kenapa bisa ada hal aneh seperti itu sih? Pfiuh~”, (setelah menghela nafas kemudian tersadar kalau dia benar-benar akan terlambat jika tidak bersegera berangkat bekerja), “Baiklah, aku tidak mau tau lagi, sekarang kalian keluarlah dari rumahku. Aku akan pergi bekerja sekarang!”

Tanpa berkata apapun si pria katak berjalan ke arah pintu keluar, dia pergi tanpa pamit kepada empunya rumah. Sementara Donghae yang merupakan asistennya, berulang kali mengucapkan terima kasih kepada Chaeri.

Chaeri tidak mau membuang waktu lagi, setelah kedua pria itu pergi, dia pun melakukan hal yang sama. Tapi sungguh sial, ketika di parkiran dia baru menyadari kalau sepeda yang merupakan satu-satunya alat transportasi miliknya ternyata mengalami pecah ban. Tak ada lagi yang bisa dilakukannya kecuali berjalan kaki menuju tempat kerjanya, padahal pagi itu masih hujan walau hanya rintik-rintik.

Dengan langkah cepat, Chaeri berjalan dengan menggunakan payungnya menyusuri jalanan keluar dari kompleks apartemenya. Tapi, ketika keluar dari pintu gerbang apartemen sebuah sedan hitam yang juga baru keluar berhenti disamping Chaeri. Pintu belakang mobil itu terbuka pertanda memberikan tumpangan pada Chaeri. Gadis itu melongok ke arah jendela mobil untuk melihat siapa pemiliknya dan dia tersenyum ketika tau mobil itu ternyata milik si pria katak.

Pria katak: “Mau apa lagi? Cepat masuk! Akan kuantar kau ke tempat kerjamu.”

Chaeri tersenyum mendengar ajakan itu. Dengan cepat ditutupnya payungnya dan bergegas masuk ke mobil. Hangat. Paling tidak dia tidak akan basah saat sampai di Tk. Dilihatnya di bangku kemudi asisten si pria katak tadi. Sementara si pria katak sudah tidak lagi menggunakan pakaian Jungsoo dan duduk di bangku belakang disamping Chaeri.

Chaeri: (Berkata pada asisten pria katak) “Antarkan aku ke Tk ‘Hyoca’, letaknya 2 blok dari sini. Kamsahamida.”

Donghae: “Oh~ aku tau tempat itu!”

Chaeri: “Ne?!”

Donghae: (Tersenyum) “Adik ku bersekolah disana.”

Chaeri: “Benarkah? Aku akan mengajar disana mulai hari ini! Hmm~ boleh ku tau nama adikmu?”

Pria katak: (menyela)“Bukannya lebih baik jika kalian terlebih dahulu mengenalkan nama.”

Donghae: “Ya. Tuan muda benar. Aku Lee donghae. Kalau kau?”

Chaeri: “Park Chaeri.”

Pria katak: “Aku Kim Heechul.”

Chaeri : (memandang ke pria katak yang tiba-tiba mengenalkan dirinya juga), “Oh~ akhirnya kau memperkenalkan dirimu juga. Kupikir kau tak bernama.”(Terkekeh).

Pria katak a.ka Heechul : (Cuek), “yah~ kau tak menanyakannya.” (kemudian memberikan Chaeri selembar kartu nama). “Karena aku tidak bisa menghubungimu, maka kau hubungi aku terlebih dulu!”

Chaeri: “Mwo?! Untuk apa aku menghubungimu? Cih~ ini akan jadi pertemuan pertama dan terakhir kali untuk kita!”

Heechul: “Lalu? Bagaimana dengan pakaian yang kau pinjamkan itu?”

Chaeri: “Buang saja! Itu juga pakaian kakakku saat kuliah. Dia tidak menggunakannya lagi.”

Pada saat itu juga mobil itu sampai di TK ‘Hyoca’. Chaeri bergegas keluar dari mobil itu tanpa memandang si pria katak. Kemudian berlari menembus hujan ke arah gerbang TK tanpa mengucapkan apapun.

@@@@@@

Didalam mobil sedan yang ditumpanginya, Kim Heechul memandang keluar memperhatikan kota yang dibasahi hujan. Ah~ suram. Hujan memang selalu mengisyaratkan kesuraman. Dan jelas pagi itu akan menjadi pagi yang sangat suram. Sesuram perasaannya.

Donghae: (memandang tuannya yang sedang melamun), “Aku yakin dia pasti akan menghubungi tuan muda.”

Heechul: “Mwo?! Kau pikir aku sedang memikirkan gadis tadi?”

Donghae: (Tersenyum) “Ah~ rupanya aku salah.” (Kemudian kembali fokus pada kemudinya), “Maafkan saya,.. saya gagal menemukan Boram-sshi, tapi saya sudah menugaskan yang lain untuk menemukannya dan membuatnya kembali pada tuan!”

Heechul: “Menurutmu, dimana dia sekarang?”

Donghae: “Tuan Han mungkin sudah membawanya ke China. Pailit yang dialami perusahaannya dikarenakan anda pasti membuat nya stress dan sebisa mungkin membuatnya menjauhkan putrinya dari anda. Aku harap dia tidak bertindak lebih bodoh lagi. Sebab, hanya tuan yang bisa membantunya bangkit lagi.”

Heechul: “Kau pikir aku mau membantunya?”

Mendengar perkataan tuannya, Donghae terdiam. Ya, dia tau, tuannnya tidak mungkin membantu pria yang sudah menipu dan mengkhianatinya itu. Terlebih pria itu juga membuat tuannya harus berpisah dari gadis yang sangat dicintainya. Han Boram.

@@@@@@

3 Hari sebelumnya…

Saham perusahaan Han Construction anjlok dan secara resmi hari itu juga perusahaan itu diambil alih oleh Jigwan Corporation untuk menghindari ketidakstabilan perekonomian nasional. Sebenarnya ada permainan dibalik itu. Han Construction yang sejak awal tahun memang dalam kondisi lemah sudah menjadi incaran perusahaan-perusahaan besar lain dan ketika perusahaan itu jatuh, Jigwan Corporation salah satu perusahaan yang paling tertarik pada perusahaan itu tidak tinggal diam dan dengan cepat mengambil alih.

Sebagai direktur utama Han Construction, Han Tae Gong, saat perusahaannya jatuh, justru tidak ada ditempat. Dan ketika diselidiki dia telah kabur untuk menghindari pemeriksaan dari pihak pengadilan pada hari itu juga. Dia diperkirakan kabur membawa seluruh keluarganya meninggalkan negeri ini

Pada saat itu, pemimpin dari Jigwan Corporation, Kim Heechul mengamuk kepada anak buahnya di kantornya.

Heechul: “Yang benar saja! Bagaiman mungkin mereka bisa pergi? Bukannya aku sudah menyuruh kalian untuk mengawasi?” (memaki para pengawalnya yang hanya bisa menunduk) “Babo.. babo..!!! Kenapa malah melarikan diri. Kenapa masih tidak percaya kalau aku akan membantu mereka.”

Donghae: “Maafkan kami tuan. Kami akan segera mencari mereka.”

Heechul terduduk dikursi kerjanya sambil memijat-mijat kepalanya. Penat sekali. Hari ini benar-benar hari yang sangat buruk. Dia tidak mengharapkan hal ini. Dia memang membenci Han Tae Gong tapi dia juga begitu mencintai putri Han Tae Gong, Han Boram. Walau sangat ingin menguasai perusahaan keluarganya dan sangat ingin membalas dendam pada sang ayah yang sudah menghancurkan hidupnya tapi dia tidak ingin gadis itu sampai terluka. Cintanya pada Han Boram sangat tulus. Dan dia yakin gadis itu juga merasakan hal yang sama. Hanya Han Boram-lah yang diyakini Heechul sebagai satu-satunya gadis didunia ini yang dapat melepaskannya dari kutukan yang diterimanya.

Setelah semua anak buahnya pergi dari ruangannya. Heechul pun menangis, dia merutuk dirinya. Menyesal karena di perbudak dendam dan harus kehilangan orang yang sangat berarti baginya. Tapi, kemudian dia terdiam ketika melihat Hp nya berbunyi. Di layar tertulis nomor tak dikenal. Segera diangkatnya panggilan itu dan dia sangat bahagia karena di sebrang sana yang memanggilnya adalah Boram.

Boram: “Heechul-sshi…”

Heechul: “Boram-ah, syukurlah ini kau. Katakan dimana kau sekarang? Aku akan menjemputmu?”

Boram: (Terisak), “ Jangan lakukan itu. Kau tau kan ayahku membencimu? Kita.. tampaknya kita tidak bisa bertemu lagi. A-aku hanya ingin berpamitan padamu sehingga menelpon…”

Heechul: “Katakan dimana kau sekarang!!”

Boram : (semakin menangis), “Heechul-sshi, jangan memaksaku!”

Heechul: “Kau tau aku bisa mengubah keadaan. Kita akan bersama. Tidak akan berpisah. Kumohon, Boram-ya. Katakan padaku kau dimana?”

Boram: “Aku masih dibandara Incheon. Pesawat ku akan berangkat setengah jam lagi. Saat ini aku bersembunyi di toilet. Aku sangat takut. A-aku tidak ingin berpisah denganmu. Tapi, appa memaksaku.”

Heechul: “Baiklah, aku kesana sekarang. Kumohon tunggu aku!”

Setelah menutup telponnya, Heechul bergegas keluar dari kantornya. Dikemudikannya dengan kencang mobilnya. Dia benar-benar memacu kendaraannya dengan menggila. Han Tae Gong benar-benar keterlaluan apa yang diperolehnya sekarang adalah buah kebusukannya dimasa silam. Heechul semula masih ingin membantu pria tua itu tapi setelah kejadian ini yang membuatnya harus berpisah dengan Boram. Dia jadi semakin membenci pria itu. Heechul tidak menyesal telah membuat ayah dari wanita yang sangat dicintainya itu jatuh bangkrut. Itu hukuman untuk Tae Gong, tapi bukan untuk Heechul dan Boram.

Sambil memacu mobilnya tak lupa dia menghubungi pihak pengadilan untuk menangkap Tae Gong di bandara. Hukuman yang pantas untuk Tae Gong bukan hanya jatuh miskin tapi juga penjara. Dia harus membayar semua kejahatan yang telah dilakukannya. Kepercayaan yang bertahun-tahun diberikan oleh keluarga Heechul padanya dibalasnya dengan pengkhianatan, karena pria itulah Heechul harus kehilangan orang tuanya.

@@@@@@@

Dendam Heechul pada Tae Gong bermula dari kecelakaan tragis yang terjadi sepuluh tahun silam. Saat itu Heechul baru berusia 17 tahun. Dia beserta ayah, ibu dan adik perempuannya baru saja hendak pergi menikmati liburan musim panas mereka di rumah musim panas keluarga mereka di pulau Cheju. Tae Gong saat itu masih menjadi seketaris pribadi ayahnya. Ketika liburan seperti itu, Tae Gong lah yang dipercaya oleh ayah Heechul untuk mengawasi perusahaan.

Saat itu memang keadaan ekonomi dunia dalam keadaan buruk. Resesi bisa terjadi kapan saja dan sialnya perusahaan yang dipimpin oleh ayah Heechul juga mengalami kegoncangan. Ketika dikabari oleh Tae Gong bahwa tidak ada pilihan lain selain mem-PHK sebanyak 2000 pegawai mereka, saat itu ayah Heechul sedang menyetir mobil yang berisi Heechul sekeluarga untuk kembali ke Seoul. Ayah Heechul yang memang menderita gangguan di jantungnya mengalami serangan jantung saat itu juga dan berakibat mobil yang dikendarainya hilang kendali kemudian menabrak pembatas jalan. Ayah dan ibu Heechul tewas ditempat sementara Heechul kritis dan adiknya, Kim Seera hanya luka ringan karena sang ibu melindunginya.

Kondisi Heechul yang kritis membuat kakeknya, Kim Bok Soo tidak bisa tinggal diam dan pasrah saja menuruti perkataan dokter yang mengatakan bahwa pewaris satu-satunya dari namanya akan meninggal. Kakek itu membawa Heechul kepada dukun agar nyawa cucunya bisa diselamatkan karena dokter sudah menyerah menanganinya. Dan berhasil, Heechul kembali sehat bahkan seakan-akan tidak pernah mengalami kecelakaan.

Tetapi, hal gaib seperti itu tentu saja berdampak negatif. Setelah sebulan berlalu dan saat hujan tiba, Heechul sadar ada yang tidak beres pada tubuhnya. Ketika terkena hujan, dia berubah menjadi seekor katak. Saat hal itu ditanyakan pada sang dukun, itulah resiko yang harus diterimanya karena telah melawan titah Dewa, (makin gaje nih cerita.author kebanyakan mendongeng -,-‘) dia telah melawan kematian dan untuk kehidupannya dia telah mengorbankan hampir seribu katak untuk dijadikan sup kesembuhannya. Dan itulah hukuman yang diterimanya. Satu-satunya cara untuk kembali menjadi manusia normal lagi adalah seperti dicerita dongeng. Menemukan cinta sejati. Seorang gadis yang tulus mencintainya dan dia juga harus tulus mencintai gadis itu. Karena hal itulah, Heechul berpikir Boram lah gadis itu.

Yang mengetahui kondisi Heechul itu hanya kakek, sang dukun dan asisten setianya Lee Donghae. Donghae sudah seperti saudara lelakinya sendiri. Anak itu walau berusia empat tahun lebih muda darinya tapi menjadi satu-satunya orang yang dapat menenangkan dirinya Setelah kematian orang tuanya, Heechul dan Seera dirawat oleh kakeknya yang juga merupakan pemimpin dari Jigwan Corporation dan saat itulah dia berteman akrab dengan Donghae yang merupakan anak dari pengurus rumah kakeknya. Dia lebih dekat dengan Donghae ketimbang dengan sepupunya sendiri Choi Siwon yang merupakan anak dari adik perempuan ayahnya.

Berkat kondisinya yang bisa berubah menjadi katak, Heechul jadi bisa mengetahui kenyataan dibalik kematian orang tuanya. Memang tak ada yang berniat membunuh mereka tetapi memang jelas perusahaan mereka dicelakai. Yang dilaporkan Tae Gong pada saat kecelakaan itu sebenarnya bisa dihindari. Tak perlu ada pemecatan pegawai sebanyak itu, tapi Tae Gong melakukan permainan saham yang tak diketahui ayah Heechul sehingga otomatis saat krisis ekonomi, perusahaan ayah Heechul bangkrut, tak bisa diselamatkan walaupun Jigwan Corporation siap membantu. Dan setelah itu justru Tae Gong berhasil membangun perusahaan baru. Dia berhasil menutupi itu hampir delapan tahun, dan Heechul akhirnya mengetahui karena ketidaksengajaan.

@@@@@@@

Langit sudah semakin gelap dengan datangnya awan mendung, sementara mobil Heechul baru mencapai jembatan. Masih lima belas menit lagi untuk sampai kebandara. Heechul berharap semoga saja penerbangan Boram ditunda.

Ketika sampai parkiran bandara Heechul bahkan tidak mencabut kunci mobilnya. Dia berlari begitu turun dari mobil. Mencari gadis yang sangat dipujanya. Tapi nihil, dia tak berhasil menemukan Boram walau sudah mencarinya di semua toilet. Telpon pun tak berguna karena nomer yang digunakan Boram tadi saat menghubunginya sudah tak aktif. Dia bahkan tidak tau kemana tempat tujuan Boram. Setelah satu jam berlalu dengan pencarian yang ternyata tidak berguna, Heechul menyerah. Dia hanya bisa memasrahkan pencarian Boram kepada polisi.

Donghae: “Tuan muda, diluar hujan deras. Akan berbahaya bagi tuan…”

Heechul : “Biarkan aku sendiri,..”

Donghae: “Tapi…”

Heechul: “Kau tau aku tidak akan berbuat bodoh. Tenanglah. Aku akan menenangkan diri. Jangan mengkuatirkan diriku. Aku akan langsung pulang kerumah.”

Donghae: “Baiklah..”

Heechul pun kembali kemobilnya, (untung az g ilang ye) tapi sekilas dia melihat bayangan Boram diluar bandara. Tanpa memperdulikan hujan, dia pun mengejar apa yang dilihatnya itu. Dia tidak mencemaskan keadaan dirinya yang akan berubah menjadi katak akibat hujan. Dia mengejar orang yang dikiranya Boram. Tapi, sebelum dia meraih orang itu, Heechul kembali berubah menjadi katak.

Flashback end…

@@@@@@@

Chaeri berhasil sampai di TK ‘Hyoca’ tepat pukul tujuh. Dia tidak jadi terlambat tapi Jin rin tetap manatapnya tajam.

Chaeri: “Jin rin-ah, aku kan tidak terlambat. Kenapa memandangku seperti itu?”

Jin rin : (menghela nafas saking kesalnya), “Tidak jadi terlambat, tapi nyaris telat! Harusnya kau datang lima belas menit lebih awal!”

Chaeri: “Jin rin, mianhe..” (pasang tampang memelas minta diampuni).

Jin rin: “Jangan memandang ku seperti itu! Ngomong-ngomong, tadi kau naik mobil siapa? Mobil baru Jungsoo-oppa?”

Chaeri berpikir tidak mungkin dia menceritakan pengalaman yang dialaminya kemarin. Bisa jadi Jin rin menyebutnya gila. Jadi dia memutuskan untuk tidak menceritakan hal itu pada Jin rin. Biar menjadi rahasianya saja seumur hidup.

Chaeri: “Ani, oppa ku mana mungkin membeli mobil. Dia akan menikah terlebih dahulu baru membeli barang itu. Sudah cukup menggunakan mobil tuan Choi.”

Jin rin: “Jadi itu mobil siapa?”

Chaeri : “Tetangga.”

Jin rin : “Lalu Jungsoo-oppa?” (Merengut), “ Aku minta’kan kau diantar dia!”

Chaeri : “Jungsoo oppa sedang pergi ke luar kota dengan tuan Choi Siwon.”

Jin rin : “Ah~ aku iri dengan si tuan Choi itu. Mereka selalu bersama!”

Chaeri: “Tentu saja. Oppa ku kan asisten pribadinya.”

Jin rin : “Huh~ dasar tingkah laku orang kaya. Oya Chaeri, kau masuk kelas bunga matahari.”

Chaeri: “Mwo?! Kelas bunga matahari? Bukannya ada anak bernama Lee Soohyeon yang paling nakal yang pernah kau bilang padaku berada dikelas itu?”

Jin rin: “Karena ada anak itulah… guru sebelumnya tidak tahan dengan ulah usilnya. Kemudian minta berhenti. Kalau tidak karena itu, mana mungkin kau diterima bekerja disini!”

Chaeri: “Aigoo~ Jin rin-ah….”

Jin rin: “ Selamat mengajar…hohoho~”

TO BE CONTINUED……

5 thoughts on “The Prince is a Frog ( chapter 2) : ~Obsessions~

  1. kkkkk…
    ini fantasi..gapapa deh..
    aku sukaaaa..jadi kaya baca setengah dongeng (?)..
    tapi aku cekikikan dech baca gimana kronologisnya heechul jadi kodok ntu gara2 apa..
    sup kesembuhannya dari katak…
    hooeekkk…disgusting..*PLAK

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s