Married idol (Chapter 1)


Annyeong Haseyo yerobun ^^
aku balik lagi nih dengan FF baru..hihihi~ kali ini FF SHINee. Klo sempat membaca jangan lupa menyempatkan diri untuk memberi komentar. okey ^^

Main Cast: Kim Rumi 23 years old, All Shinee member.

Genre: Romantis, humor, PG 15 tapi tenang, author blom ada pikiran untuk naikan rate-nya lagi ^^

Jika anda menikah, anda akan menyesal. Tetapi jika anda tidak menikah, anda akan lebih menyesal lagi

by:Socrates

Pernikahan adalah suatu undian lotere, dimana lelaki mempertaruhkan kemerdekaannya, dan wanita mempertaruhkan keberuntungannya

by: MME De > Rieux

Seseorang menanyakan kepada saya mengapa wanita tidak bertaruh sebanyak yang laki-laki lakukan, saya menjawab bahwa kami tidak memiliki banyak uang. Itu jawaban yang benar dan tidak lengkap. Pada kenyataannya, naluri bertaruh wanita pada keseluruhannya, ada pada saat pernikahan.

by: Gloria Steimen


Terkadang kisah cinta dimulai dengan ketidak sengajaan. Yang kau sukai belum tentu menjadi jodohmu dan yang menjadi jodohmu adalah orang yang akan selalu mengisi hari-hari sampai saat ajal menjemput. Kisah cinta tak hanya berjalan manis tetapi juga dibumbui air mata dan sakit hati. What do you think about love? I think love is very complicated

@@@@@@@

“Kyaa~ Taeminnie kau manis banget! Aigoo, untung aku berhasil beli nih majalah. Kyaaaa~ Tuhan, kenapa kau ciptakan makhluk seimut dia?” jeritku sambil berguling-guling dikasur sembari memeluk majalah yang menjadikan Taemin dan anak-anak Shinee sebagai modelnya. “Member Shinee makin ganteng deh sekarang, apalagi Taemin-ku. Minho ma Jjong makin berotot, Onyu ma Key tetep cute dan cintaku, Lee Taemin makin tinggi. Omo~ anak ini…”

Kubuka lembar demi lembar majalah itu. Mengagumi pesona idola-idolaku adalah hal yang selalu kulakukan. Tak terhitung jumlah uang yang ku keluarkan demi membeli pernak-pernik, majalah, album dan segala jenis barang yang mengandung unsur anak-anak Shinee selain itu juga selalu menonton perform mereka dan hadir diacara jumpa fans. Tak lupa bergabung di fancafe, membuat me2day hanya untuk melihat update-an kegiatan mereka, selalu berdiskusi dengan sesama Shawol juga jadi kegiatan harianku.

Oya, namaku Kim Rumi. Sering dipanggil Ruru oleh keluarga dan teman-teman. Aku adalah Taemints, sejak melihatnya pertama kali di MV Shinee yang judulnya Noona neoumu yeppo, hatiku langsung tercuri olehnya. Padahal saat itu dia masih 15 tahun sedangkan aku,  aku sudah 20 tahun, huhuhu~. Rentang usia kami terpaut 5 tahun, tapi yang namanya suka memang tidak memandang usia. Lagipula dengan dia menyanyikan lagu itu juga menampakan kalau mereka memuja Noona-Noona hahaha~.

Kedua orang tua ku sering kali memarahiku karena tingkah ku yang masih saja mengidolakan boyband padahal secara umur mereka mengatakan aku sudah tidak pantas lagi melakukan itu. Usiaku tahun ini 23 tahun, yeah menurutku sih tidak terlalu tua untuk mengidolakan anak-anak remaja itu. Itu justru menandakan bahwa walau secara usia aku sudah masuk kategori dewasa tapi jiwa ku masih jiwa anak muda yang bebas. Tapi orang tua ku terlalu konservatif. Mereka menganggap gadis seusiaku sudah sepantasnya menikah lalu berketurunan. Bukannya tidak berniat menikah, aku justru sangat ingin. Tapi tidak dalam waktu dekat, aku baru saja lulus kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan. Aku lebih senang bekerja terlebih dahulu baru setelah itu menikah. Tetapi, lagi-lagi orang tuaku tidak setuju dengan hal itu. Mereka menyekolahkanku hanya supaya aku menjadi orang yang berwawasan, bukan menjadi wanita karir. Benar-benar kuno.

@@@@@@@

“Ruru, cepat keluar kamar. Kau ikut eomma ke rumah keluarga Lee,” panggil eomma dari luar kamar. Menggangu saja padahal aku masih asyik melihat-lihat majalah baruku.

“Eomma pergi saja sendiri!” sahutku, malas sekali rasanya jika ikut eomma pergi kerumah kenalannya. Pasti tujuannya mengajaku adalah untuk menjodohkanku dengan anak lelaki dari keluarga itu. Seperti aku tidak bisa cari pasangan sendiri saja.

“Tidak, kau harus ikut. Keluarga Lee ingin bertemu denganmu. Mereka punya anak lelaki tampan. Kau pasti akan suka. Ayolah, tidak rugi kok klo kamu ikut,” rayu eomma. Suaranya terdengar jelas karena tampaknya dia berdiri didepan pintu kamarku.

“Tampan?” ujarku dalam hati, “Lebih tampan dia atau Choi minho? Lebih manis siapa? Dia atau Taeminku? Pastinya tidak ada yang bisa menyaingi mereka berdua.” Lalu kusahut eomma ku, “Eomma… aku masih belum ingin menikah!”

Aku menjawab seperti itu karena aku sangat yakin, keluarga Lee tampaknya tertarik menjodohkan anaknya dengan ku, terlihat sekali dari cara eomma mengatakan bahwa mereka ingin bertemu denganku. Ini sudah berulang kali terjadi, bulan lalu di keluarga Kang, dua bulan yang lalu di keluarga Jung. Tampaknya keluarga-keluarga itu hebat sekali membujuk anaknya, tapi tidak untuk keluargaku. Lagipula yang biasanya dikatakan ‘tampan’ untuk kategori eomma berbeda 180 derajat dengan tipe ku. Pria-pria yang dijodohkan dengan ku pasti lebih cocok ku panggil ahjusshi.

“ckckck~ anak ini, keluarga Lee itu keluarga terpandang. Sang ibu dulu teman eomma saat SMA, dulu eomma dan dia pernah berjanji akan menjodohkan putra-putri kami saat mereka dewasa. Dan rupanya dia masih ingat janji itu, dia menagihnya pada eomma, walau usia anaknya lebih muda darimu dia tidak keberatan. Ayolah, paling tidak kau lihat dulu anak itu. Okey?”  bujuk eomma panjang.

Hikss~ eomma selalu membujuk ku dengan kalimat itu. Sudah terlanjur janji saat muda. Memangnya dia mengucap janji seperti itu pada berapa orang sih? Selalu saja mengulang kalimat yang sama. Tapi tunggu… usia anak keluarga Lee itu lebih muda dariku?

Kali ini kubuka pintu kamarku dan kulihat eomma terlihat rapi dan cantik dengan dress ungu yang dikenakannya terlihat sekali sudah siap untuk pergi, sementara aku hanya mengenakan t-shirt dan celana pendek. “Anak itu lebih muda dariku? Memangnya dia sudah siap menikah? Dia kerja apa?”

“Tanpa dia bekerja pun keluarganya kaya raya. Mereka mempunyai toko daging yang besar dan maju. Kau pasti akan bahagia. Yeah, dia memang masih muda, tapi kedua orang tuanya sudah sangat ingin menimang cucu. Jadi, mau ikut dengan eomma?”

“Shiroh! Aku belum ingin menikah. Apalagi cepat-cepat punya anak,” sahutku sambil mencoba kembali kekamarku, tetapi eomma menghalangiku.

“Kau tidak bisa membantah kali ini. Kau pilih ikut atau eomma buang semua koleksi artis-artismu yang tidak berguna itu!” ancam eomma dengan wajah tanpa ekspresi.

Mendengar ancaman itu, aku lekas-lekas mengganti pakaianku untuk ikut dengannya.

@@@@@@@

Keluarga Lee itu keluarga kaya, eomma rupanya tidak membual kali ini. Rumah keluarga Lee ada dikawasan elit Gangnam, jelas hanya orang kaya yang bisa tinggal di komplek ini. Tempat ini sering aku lewati saat masih sekolah dulu, sekadar iseng saja siapa tau ketemu dengan pria kaya yang tampan. Tapi hanya buang-buang waktu saja. Dengan benteng yang mengelilingi setiap rumah sangat sulit menemukan apa yang dicari. Malah aku sering dianggap orang yang mencurigakan. Menyebalkan sekali.

Aku dan eomma duduk diruang tamu rumah keluarga Lee. Eomma tampaknya sudah sering kemari, terlihat dia tidak sepertiku yang terperangah dengan rumah itu. Rumah keluarga Lee tidak besar, tapi halamannya cukup luas. Konsep penataan perabotan rumahnya juga biasa saja, tidak mewah seperti yang sering kulihat di drama. Yeah, walau dibilang biasa saja tetap saja, harga rumah mereka sangat mahal, maklum kemahalan harga tanahnya.

Belum 10 menit duduk di ruang tamu, nyonya rumah itu mengajak eomma ku pergi bersamanya ke ruang makan. Sementara aku disuruh tetap ditempat. Huh~ jika hal ini terjadi maka tak lama setelah mereka pergi pasti sang anak yang dijodohkan dengan ku itu akan mendatangiku. Aku sudah hapal dengan skenario perjodohan seperti itu. Sambil menunggu sang anak mendatangiku, aku pun berdiri sambil melihat-lihat foto-foto keluarga yang terpajang rapi diatas meja panjang.

Aku melihat-lihat foto-foto itu hanya sambil lalu, tidak terlalu tertarik dan juga tidak bisa berkonsentrasi karena tawa si nyonya rumah dan eomma ku sangat nyaring. Entah apa yang mereka tertawakan aku tak peduli. Tapi, saat aku mencoba memberi perhatian pada sebuah foto, aku terpaku karena aku melihat di foto itu seorang anak lelaki yang tampaknya berusia 15 tahun sepertinya sering kulihat. Wajahnya familiar dimataku. Saat aku sedang berpikir keras untuk mengingat wajah itu, aku dikagetkan dengan suara orang berdehem dibelakangku.

Omona~ saat aku berbalik untuk melihat perwujudan dari suara itu, ternyata yang kulihat adalah… LEE JINKI. OMO~

Dia tersenyum sangat manis padaku, membuat lutut dan tanganku lemas hingga tak sengaja kujatuhkan foto yang kupegangi tadi. Untung saja tak pecah, tapi jelas saja. AKU SANGAT TERKEJUT!

@@@@@@@

Aku memandangi wajahnya tak berkedip saat aku, eomma, Jinki dan ibunya sedang makan siang bersama diruang makan. Dia duduk tepat dihadapanku. Aku menatapnya sekadar meyakinkan diriku kalau yang dihadapanku itu bukan Onew sang leader dari boyband favoritku. Tapi tetap saja… DIA ITU LEE JINKI SANG LEADER! Mati… aku mau mati saja saat ini. Kalau saja sendok yang kupegang saat ini bisa kutelan, akan kutelan saja. Sumpah, AKU MALU!!!

“Rumi-sshi, saat ini apa saja aktivitasmu? Kudengar kau masih mencari pekerjaan, bukan?” tanya Nyonya Lee padaku.

“Ne,” sahutku pendek. Masih tidak bisa melepaskan pandangan mataku dari anaknya dan kemudian kurasakan kaki ku ditendang ibuku, membuatku kembali menjawab pertanyaan nyonya itu, “a-aku tidak melakukan apapun selain mencari kerja,” lalu kulanjutkan dalam hati, “tentu saja sambil mengoleksi dan mencari berita segala hal tentang anakmu dan teman-temannya.”

Kulihat nyonya itu tersenyum pada anaknya yang masih saja diam menikmati makanannya, lalu berkata, “ Jinki-ya, bagaimana menurutmu? Kau tidak berubah pikiran dengan apa yang eomma dan appamu inginkan darimu?”

“Asal eomma bisa mengaturnya. Aku tidak keberatan,” sahutnya sambil tetap melahap apa yang ada dipiringnya.

“Yeah, berarti kau setuju. Jadi, eonni bagaimana menurutmu?” tanyanya pada ibuku, “Apa kau bersedia memberikan putrimu untuk dipersunting anak lelaki ku satu-satunya ini?”

“Aigoo~ kau ini. Kau sendiri tau kalau aku sudah sangat ingin mempunyai menantu, tentu saja aku bersedia,” sahut eomma yang membuatku saat itu juga menjatuhkan sendok ku ke lantai. Sangat terkejut dengan jawaban mereka yang seakan-akan menganggap hal ini masalah sepele.

“Eomma, bagaimana mungkin menyetujui hal ini? Saat ini eomma sedang menyetujui pernikahanku dengan seorang idola? Ini bukan hal sepele eomma! Tidak seperti saat kau meng-iyakan aku dijodohkan dengan pria lain yang hanya orang biasa. Dia ini Lee Jinki! Dia leader dari sebuah boyband yang sangat populer. Tidak mungkin dia dengan gampangnya menikahiku!”

“Tentu saja dia bisa menikahimu. Bagaimanapun juga status idola-nya itu hanya sebuah profesi. Kita bisa mengatur agar pernikahan kalian dirahasiakan,” sahut nyonya Lee enteng.

Apa-apaan ini? Nyonya Lee berbicara tanpa beban sedikitpun sementara si anak masih saja dengan cuek nya menikmati makanannya. Merahasiakan pernikahan kami? Oh~ aku tidak bisa membayangkan hal itu bisa terjadi. Aku tidak bisa membayangkan jika aku menyetujui hal gila ini, akan berapa banyak shawol yang akan membenciku. Saat Jonghyun dan Shin Se Kyung ketahuan berhubungan saja, aku termasuk yang paling vokal menyatakan keberatanku. Aku termasuk fans yang merasa yakin kalau dibalik pernyataan hubungan yang begitu cepat untuk go publik itu untuk menutupi hal besar. Shin Se Kyung yang cantik saja banyak yang tidak setuju apalagi yang biasa-biasa saja seperti aku.

“Rumi pasti setuju. Dia kan fans berat Jinki,” ujar eommaku. “Aku sering melihat Rumi membeli majalah atau menonton video yang ada Jinki-nya, bukannya kau sering ikut fans meeting dan menonton perform Jinki dan teman-temannya?”

Ampun, ketahuan deh kalau aku ini shawol. Kenapa sih aku bisa punya eomma yang mulutnya bocor seperti ini? Tapi, eomma salah besar. Aku bukan fans berat Lee Jinki, tapi Fans beratnya Lee Taemin. Bisa-bisanya eomma berbicara berlebihan seperti tadi. Sudah berlebihan, salah pula.

“Sinca,” kudengar Jinki akhirnya buka suara lagi, yeah tentu saja. Makanannya sudah habis. “Jadi kau shawol?”

“Ne,” sahutku pendek. Jika situasinya tidak seperti ini aku pasti akan merasa bahagia saat dia menanyakan hal itu.

“Benarkah member yang paling kau sukai itu aku?” tanyanya bersemangat.

“Aku sangat suka OnTae couple,” sahutku, aku tidak ingin mengecewakannya dengan berkata, “bukan, yang kusukai itu Lee Taemin.” Bisa-bisanya aku berbohong.

“Gomawo,” sahutnya dengan senyum lebarnya. Manis. Membuatku terlena sesaat.

“Eonnie, itu artinya Rumi setuju. Aigoo~ akhirnya kita bisa jadi besan. Sebaiknya kita tentukan tanggal pernikahan hari ini juga. Jinki, ajak Rumi jalan-jalan keliling rumah. Kau tidak ada schedule hari ini ‘kan? Eomma dan calon mertuamu ini akan berdiskusi dulu,”ujar Nyonya Lee riang.

Mwo? sekalipun aku tidak ada menjawab kalau aku setuju menikah. Kenapa Nyonya Lee beranggapan seperti itu? Aku sangat ingin menyela, tapi entah kenapa mulutku terkunci.

Kemudian Jinki meraih tanganku, yeah aku memang sudah selesai makan sehingga wajar saja jika dia tak segan langsung mengajak ku pergi meninggalkan kedua ibu kami yang terlihat sangat bahagia.

@@@@@@@

“Mana Hp mu?” tanyanya saat kami berdua duduk di kursi taman di halaman belakang rumahnya.

“Mwo? untuk apa?” tanyaku balik. Sambil menyerahkan Hp ku.

Dia tak menjawab. Hanya tersenyum saat meraih Hp ku, kemudian ditekannya tuts yang ada di Hp ku. Aku paham sekarang, rupanya dia sedang memasukan nomornya karena kulihat dia melakukan panggilan dari Hp ku ke Hp nya. Setelah selesai, dia kembalikan Hp ku sambil berkata, “Jangan sebarkan nomorku,ok.”

“Ne,” sahutku. Saat dia mengembalikan Hp ku tangan kami tak sengaja bersentuhan. Ah, jantungku rasa mau meledak saat ini juga karena tidak tahan dengan cepatnya aliran darah yang disebabkan rasa gugupku. Bahkan saat acara fans sign saja, aku sekalipun tak pernah bersentuhan dengannya. Saat itu aku senang sekali. Tapi, sekarang… rasa senang, malu, bingung semuanya tercampur aduk.

“Aku memang tidak pernah mengatakannya didepan umum. Tapi, aku yakin suatu saat jodohku itu pasti fans ku. Ternyata menjadi kenyataan,” ujarnya sambil menatapku lembut. Aigoo~ leader ini memang seperti dubu. Sangat lembut.

“Jika kita menikah, lalu bagaimana dengan karirmu?” tanyaku.

“Tidak ada masalah. Selama pernikahan kita dirahasiakan. Orang tua ku sudah sangat ingin menimang cucu. Jadinya, aku harus memenuhi keinginan mereka, seperti mereka yang selalu memenuhi keinginanku. Untuk ku tidak menjadi masalah, walau memang ada rasa bersalah berbohong dengan publik tapi kita tidak bisa hidup hanya dari mendengar komentar orang lain terhadap kita, pada saatnya tiba kelak kita akan mengumumkan pernikahan kita” jelasnya mantap.

Dari caranya berbicara dengan yakin seperti itu pantas saja SM menunjuknya sebagai leader bukan hanya karena dia member tertua, walau aku jarang mendengar dia berbicara sebijak itu.

“Apa tidak ada gadis yang kau sukai? Kau tidak menyesal memilihku?”

Kulihat dia menggeleng lalu tersenyum. Aisshh~ kenapa tidak ada? Paling tidak jika dia punya, aku bisa mundur walau cukup menyesal juga sih. Tapi paling tidak aku tidak harus berbohong terutama membohongi teman-teman ku sesama Shawol. Aku merasa berdosa sekali.

“Lalu kau? Kudengar, kau juga masih sendiri. Jadi, tidak ada yang akan keberatan saat kita mengucap sumpah nanti ‘kan?”

“Mungkin yang akan keberatan adalah para MVP yang mengetahui pernikahan kita nanti.”

Kemudian kulihat dia tertawa, entah apa yang ditertawakannya. Aku merasa tak ada yang lucu dari ucapanku barusan. Tampaknya sekarang dihadapanku dia sedang dalam ‘onew condition’ atau jangan-jangan malah ‘Rumi condition’.

@@@@@@@@

Aku baru saja membuat postan di fancafe Shinee yang mana aku termasuk dalam membernya. Aku menulis.

‘Dua minggu lagi, aku dan Lee Jinki akan menikah. Mohon restui kami’

Kemudian tak lama ada respon, bunyinya:

‘Chukkae, onnie. Wah~ tak kusangka kau mengkhianati Taemin’

“Sinca? Besok aku dan Minho akan menikah. Mohon restu juga ya ^__^’

Lalu adapula yang menulis seperti ini

‘ Wah~ berapa ekor ayam yang eonni berikan sampai kalian bisa menikah?’

‘Gyahahaha~ kau menjadi istri ke 2000 dari Jinki. Chukkae, makan-makan nih kita =p’

Dan masih banyak lagi komentar dengan nada bercanda membalas tulisanku. Aku yakin mereka menertawakanku saat ini. Andai saja mereka tau kenyataanya kalau aku sungguhan akan menikah dengan idola mereka, aku pasti akan dicabik-cabik.

Aku melihat Hp ku berbunyi, ada pesan rupanya dari Jinki. Sejak sebulan yang lalu setelah kami bertukaran nomor Hp, setiap hari dia tak lupa menghubungiku walau hanya sekadar pesan singkat. Tapi terkadang dia juga menelponku. Hanya menanyakan kabar, tak sampai satu menit lalu diputus. Aku tau dia sangat sibuk. Kulihat isi pesannya,

‘sudah makan malam? Sebaiknya jangan terlambat. Aku tidak ingin kau sakit saat hari pernikahan kita (^___^)’

Isi pesannya simpel, dan selalu sama setiap hari, tiga kali sehari. Dan seperti biasa aku selalu menjawab pesannya seperti ini,

‘aku sudah makan. Kau juga jaga kesehatanmu!’

Setelah menerima balasan dariku, dia tidak membalasnya lagi. Benar-benar hubungan yang saling canggung. Aku rasa kami perlu ikut Intimate notes, tapi dampaknya semua orang akan tau hubungan kami.

@@@@@@@@

Tiba hari H pernikahanku. Aku sangat gugup, tak menyangka hari ini tiba juga. Yang akan menikahkan kami adalah kakak tertua dari appa Jinki, tamu yang hadir tidak banyak. Kedua orang tuaku dan orang tuanya, manager Jinki dan semua member Shinee. Pernikahan sendiri dilangsungkan di rumah keluarga Lee. Benar-benar pernikahan yang tertutup. Bahkan aku tidak bisa mengundang teman-temanku karena dilarang pihak SM. Sedih rasanya menikah dengan cara seperti ini.

Aku memperhatikan gaun dan jas yang aku dan Jinki gunakan. Entah kenapa aku merasa sangat mirip dengan busana yang digunakan saat Soojin dan Heechul menikah di drama I love you one millions times. Bisa jadi karena nyonya Lee sangat menyukai drama itu. Yeah, dia bisa melakukan apapun karena dialah yang mengatur pesta ini dan juga pernikahannya.

Saat pengucapan janji tiba, pada giliran pertama Jinki menjawab dengan yakin kalau dia bersedia menikahiku dan saat giliranku tiba, aku sempat ragu karena aku melihat Taemin. Tapi, pada akhirnya aku juga bersedia. Setelah dinyatakan sah menjadi suami istri, Jinki memberiku kecupan manis dibibir, aku bertanya-tanya, apakah itu sungguhan ciuman pertamanya? Karena bagiku, ini adalah pertama kalinya. Tapi, walau bukan yang pertama untuknya akupun harus rela, karena dia suamiku sekarang.

@@@@@@@

Pesta pernikahan yang sebenarnya sangat sederhana itu sukses membuatku kelelahan dimalam harinya. Lelah bukan karena acaranya tapi karena pernikahannya. Aku sangat stress apalagi jika melihat perputaran waktu. Siang dengan cepatnya berganti sore lalu ke malam. Aku sangat stress dengan apa yang akan terjadi dimalam pertamaku.

Malam pertama kami akan kami habiskan di rumah keluarga Lee, memang setelah menikah aku akan tetap tinggal disana bersama orangtua Jinki sedangkan suami ku akan pulang-balik rumah dan dormnya. Sementara spesial untuk malam ini dan besok orang tua Jinki akan menginap dihotel. Kenapa jadi terbalik seperti itu? Seharusnya yang pengantin baru yang menginap dihotel. Tapi, ya sudahlah. Mau dimana saja, tetap saja aku stress.

Kulihat Jinki keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada, spontan saja aku tidak bisa menutup mulutku yang membulat membentuk huruf o. Dia seksi sekali dan aku makin takut. Dia lalu duduk berhadapan denganku yang memang sejak tadi menunggunya diatas tempat tidur kami. Lalu membelai lembut rambutku dan dengan cepat langsung mencium bibirku. Awalnya lembut tapi makin lama makin kasar. Sebisa mungkin kulepaskan ciumannya dan berhasil.

“Wae? Apa aku menyakitimu?” tanyanya saat aku melepaskan diri darinya.

“Aniya, hanya saja… a-aku lelah sekali. Tubuhku sakit semua. Lebih baik kita beristirahat saja. Setuju?”

Aku tak melihat ekspresi kekecewaan diwajahnya. Datar saja seperti biasa, lalu  tanpa berkata apa-apa dia merebahkan dirinya disampingku, menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya, lalu tertidur meninggalkan ku yang keheranan dengan tingkahnya. Ya, ini lah si Jinki yang tak tertebak dan dia sekarang adalah suamiku. Suamiku yang seorang idola.

~ To Be Continued~

37 thoughts on “Married idol (Chapter 1)

  1. wah keren mit… aku suka… jangan2 ternyata banyak idol yg emang udh diem2 nikah dan punya anak… wkwkwk~
    bagus mit… minta lanjutannya gpl…😛
    btw tumben adegan akhir ga dilanjutin mitmit… klo rara nongol dia pasti minta NC…😄

  2. hmmmm as expected… ini ff keren punya lah..
    jinkinya bener2 ga terduga, maen nyosor tp ditolak scr halus malah ga berekspresi……
    lanjut part 2…

  3. annyeong uun..
    Q new reader d snii , nemu blog unni dri sjff2010..
    Qren un crta na, q jga mw nikah am donghae oppa..#plak..
    Hehehehe…

  4. halooo aku reader baruuuu kyaaa mau juga dooong di jodohin sama member shinee tp maunya sama jonghyun *eh hahaha aduh beruntung amat ya tbtb nikah sama jinki😀 aku iriii

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s