Married Idol (chapter 5)


Main Cast  : Kim Rumi, All Shinee member

Support Cast : Rumi’s Eomma, Nyonya Lee, Manager SHINee

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15

Cinta sering membuat seorang paling pintar tampak bodoh, dan sama seringnya memberi kepintaran kepada orang yang tampak paling bodoh.

(Pepatah Prancis)

Tiada pengobat cinta daripada lebih banyak mencintai.

(Henry David Thoreau)

Laki-laki selalu menginginkan menjadi cinta pertama seorang wanita. Wanita suka menjadi romance terakhir seorang laki-laki.

(Oscar Wilde)

@@@@@@@@@

“Eomma~ sakit…” jeritku.

Ah~ lama sekali sih rasanya ambulannya datang! Tadi aku tak merasa sakit sedikitpun… hanya lemas, tapi sekarang. Perutku sakit seperti ditarik-tarik… ah~ anak ku bertahanlah…

“Rumi-noona kenapa?” aku seperti mendengar suara lelaki diluar kamarku dan tidak hanya suara itu tapi sayup-sayup kudengar suara Jinki.

Jinki? Kenapa dia kemari? Jangan bilang kalau eomma memanggilnya. Aissh~ sekarang rasa sakit diperutku bertambah dengan rasa kesal pada eomma.

“Eomma~” jeritku lagi.

“Yeobo~” kulihat Jinki berlari masuk ke kamarku lalu berlutut disamping ranjang. Ekspresi wajahnya yang cemas berubah menjadi ketakutan saat melihatku.

“Ya! Kenapa kau kemari? …mana ambulannya? Sakit~”

“Rumi-ya! Jangan berteriak terus! Ambulan sudah datang.. tenanglah!” seru eomma bersama dia masuk ke kamar kulihat dua orang petugas medis.Dengan sigap mereka mendudukanku ke kursi roda dan membawaku menuju mobil ambulan untuk diangkut ke rumah sakit.

@@@@@@@

Tiga jam berlalu setelah itu. Rasa sakit masih terasa diperutku dan lebih menyakitkan lagi saat aku tahu kalau janinku tak bisa diselamatkan. Aku menangis sejadi-jadinya sampai harus disuntik penenang. Ini ulang tahun terburukku. Aku tak pernah menangis seperti hari ini sepanjang hidupku.

Dokter bilang kalau penyebab keguguranku dikarenakan infeksi. Aku tak tau kalau aku mengidap toksoplasma selama ini. Untuk bisa mengandung lagi aku harus menyembuhkan infeksi ku dulu. Paling tidak harus menunggu selama 4 bulan.

Harusnya aku tau penyakitku itu sejak awal. Aku tidak akan seperti ini kalau menyadarinya. Lagipula saat mengecek kandunganku dua minggu lalu, dokter yang memeriksaku mengatakan baik-baik saja.

Sedih sekali rasanya… ingin sekali menyalahkan semua orang. Menyalahkan dokter kandunganku, menyalahkan petugas-petugas ambulan tadi yang sangat lama menolongku. Menyalahkan eomma yang memanggil Jinki sehingga dia tau keadaanku. Dan terlebih menyalahkan diriku yang tidak bisa menjaga diri.

Tapi ketika aku menyalahkan seluruh dunia pun.. pada akhirnya anak ku tak akan kembali.

@@@@@@@

Aku harus bed rest selama seminggu di rumah sakit. Oleh keluarga, aku ditempatkan di ruangan VIP yang menurutku seperti hotel di dalam rumah sakit. Seperti di drama-drama yang sering ku tonton. Aku bisa mendengar di ruang tamu suara eomma bercerita kronologis keguguranku pada orang tua Jinki dan member SHINee yang lain. Dan seperti watak ibuku.. dia terlalu mendramatisir keadaan.

“Tadi siang kau bilang kalau syutingmu belum selesai, kau tak akan menemaniku hari ini. Tapi kenapa kau ke rumahku? Eomma bilang dia tak memanggilmu…” ku genggam tangannya saat aku dan suamiku berdua saja.

Jinki hanya menunduk saja dari tadi dan saat aku bisa melihat wajahnya… Omo~ matanya sembab. Apa dia menangis?

“Mianhe…” Jinki menangis saat berkata itu. Dia menangis tanpa suara yang tentu saja membuat perasaanku yang semula mulai tenang menjadi pedih lagi.

“Jangan menangis..  kau tak perlu minta maaf…” bujuk ku. Aku sangat tak suka melihat dia seperti ini. Ku belai lembut rambutnya dan dia menciumi tanganku. “…gwenchana Jinki-ya.. aku tak menyalahkanmu… jangan menangis seperti ini…”

Saat dia sudah dapat menguasai dirinya, dia berkata, “… sebenarnya, aku ingin memberikan kejutan untukmu. Aku berbohong saat bilang tak bisa menemanimu. Itu sebabnya aku kerumahmu… bersama member yang lain… terutama Taemin.. kau sangat menyukainya, jadinya.. aku dan dia membuat sesuatu yang spesial untukmu. Tapi saat aku sampai ke rumahmu.. kulihat eomonim panik… dan ketika melihat keadaanmu dikamar.. aku shock dan ketakutan. Aku bahkan tak bisa menenangkanmu yang sedang kesakitan… aku… aku sangat takut… aku sangat tak berguna.. mianhe..”

Aku tersenyum mendengar pengakuannya, ternyata seperti itu yang terjadi, “…Jinki-ya, aku sangat senang. Senang ternyata kau meluangkan waktu untuk ku. Sebenarnya hari ini… aku ingin bilang tentang kehamilanku.. tapi… maafkan aku.. aku justru menghilangkannya…”

“Yeobo… ini namanya takdir. Mungkin memang belum waktunya untuk kita. Yang penting kau sehat itu saja membuatku senang…” sahutnya.

“Tapi… aku merasa bersalah dengan eomonim. Dia sangat mengharapkan cucu…”

“Gwenchana… kita bisa memberikannya nanti.. yang penting kau sehat… jika kau sehat, kau bisa melahirkan banyak cucu untuknya,” kulihat dia mulai tersenyum.

“Jinki-ya… kita belum pernah membicarakan ini… kau ingin punya anak berapa?” tanyaku. Perasaanku juga sudah kembali membaik ketika melihat senyumnya.

“Hmm… dua lelaki dan dua perempuan seperti banyaknya member Co-Ed. Atau kau mau sebanyak member SNSD digabung dengan Super junior? Ahh~ aku tak keberatan… Tambah banyak tambah ramai…”

“Ya.. kau pikir aku ayam! Sekali bertelur bisa sebanyak itu.. serius dong,” kata ku mencubit tangannya gemas.

“Hmm~ kalau begitu.. tiga anak… hah, daripada menanyakan itu lebih baik kau sehatkan tubuhmu dulu…”

“Jinki-ya.. aku kan hanya bertanya..”

“Yeobo.. kenapa memanggilku dangan nama terus sih.. panggil aku ‘yeobo’ juga.. seperti aku memanggilmu…” protesnya sambil mencubit hidungku.aissh~ dia mencubit ku sakit sekali.

“.. terserah aku dong…” Kemudian aku mengadahkan tangan ke arahnya, “… mana kado ku?”

Dia terlihat kaget setelah mendengar perkataanku. Kulihat dia merogoh-rogoh saku kemeja dan celananya.

“Omo~ aku lupa menaruhnya.. otthokae?”

“Ya! Jinki.. aishh~ kau payah…. Payah…” kataku memukul-mukul tangannya dan dia hanya bisa pasrah menerima seranganku.

Kemudian kulihat dia memasukkan tangannya ke bawah bantalku, seperti mengambil sesuatu.

“Tadaa~,  kau mau saja kubodohi. Tentu saja aku tak akan melupakan benda ini. Ini sangat mahal,” ujarnya dengan wajah sombong.

Tapi dia memang pantas menyombongkan diri. Karena dia memberiku seuntai kalung dengan bandul berbentuk bintang berukuran kuku jempol tanganku.

“Itu berlian?” tanyaku terperangah melihat kemilau dari benda yang di tunjukannya.

“Bukan.. tapi permata Swroski. Keren, ‘kan? Bersinar dan kemilaunya seperti berlian. Hah.. tapi SHINee lebih bersinar dan indah… Tetap saja kalung ini harganya mahal. Jadi kau harus merawat dan menjaganya baik-baik!”

“Kenapa tak belikan berlian sekalian?” protesku tapi sambil menarik kalung yang ada di tangannya. Kemudian aku berkata, “Gomawoyo.. yeobo..”

Dia mengacak rambutku lembut dan tertawa, “…aku akan memberimu berlian kalau kau sudah sehat dan melahirkan anak yang sehat untuk ku.”

Kemudian dia mengalungkan kalung pemberiannya di leherku. Mungkin memang takdir kami untuk tidak mendapatkan anak sekarang. Paling tidak dengan begini kami masih diberi waktu untuk menikmati indahnya berdua saja.

@@@@@@@@

Tiga hari berlalu, aku masih dirawat di rumah sakit. Kemarin anak-anak SHINee sudah kembali dari Thailand setelah selama dua hari disana. Dan ketika mereka pulang aku dikabari kalau suami ku terkena diare. Kasihan sekali dia. Andai saja aku bisa keluar dari rumah sakit, aku pasti sudah mengecek keadaannya.

Dan siang ini, Key dan Taemin menjenguk ku. Ah~ aku senang sekali melihat mereka berdua.

“Noona~ aku membawakan apel untuk mu… aku kupaskan ya..”  seru Taemin,dia bersemangat sekali mengupaskan apel untuk ku. Tapi melihat caranya mengupas apel, membuatku tertawa. Dia masih tidak berubah seperti saat di Hello baby dulu. Cara mengupas apelnya benar-benar aneh.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Key ramah. Dia duduk disamping ranjangku  sambil mengeluarkan bawaannya dan memberikannya padaku. Kyaa~ dia memberiku buku untuk ibu hamil (?).

“Sudah baikkan… thanks bukunya..” sahutku.

“Itu buku dari eomma ku. Yah.. walau kau kehilangan bayimu tapi nanti kau juga akan hamil lagi. Jadi sebaiknya mulai sekarang pengetahuanmu harus lebih banyak..”

Kulihat Taemin mengangguk.. menyetujui perkataan hyungnya. Aku senang sekali dengan perhatian yang mereka berikan.

“Kalau kau merasa ada masalah yang tidak bisa kau ceritakan pada suamimu.. yah.. karena kami sangat tau bagaimana Onew-hyung itu.. kau bisa ceritakan pada kami… kami siap mendengarkan curhatanmu..” tambah Key lagi.

“Noona.. kami siap menjadi mata-mata untuk mu… Hyung akan selalu kami awasi, jadi kalau ada apa-apa ceritakan pada kami.. kami dipihakmu…” timpal taemin. Dia masih belum selesai mengupas apelnya. Lama sekali padahal aku sudah kepingin memakan apel itu.

“Hm? Kenapa kalian tiba-tiba berbicara seperti ini? Aku dan Jinki tak ada masalah kok,” sahutku kebingungan dengan ucapan Taemin. Mengawasi Jinki? Mengawasi dari apa?

Kulihat Key menghembuskan nafasnya perlahan dan mengacak-acak rambut Taemin yang duduk disampingnya. “..Taeminie.. kau terlalu banyak bicara… cepat keluar dan ambilkan aku minuman hangat. Jangan kembali sebelum aku memanggilmu.. cepat pergi sana..”

Taemin menurut. Dia pergi meninggalkan aku dan Key berdua saja.

“Cepat katakan maksud Taemin tadi! Ada hal aneh yang terjadi pada Hyungmu akhir-akhir ini yang aku tak tahu?” aku mulai menginterogasi Key.

“Aissh~ Noona.. aku tak berhak mengatakannya… aku tak ingin dicap sebagai ‘mulut bocor’ tanyakan hal lain saja ya…” ujar Key perlahan.

“YA KEY! Kau menyuruhku bertanya hal lain? Aku malah tak tau mau bertanya apapun padamu sebelum mendengar ucapan Taemin tadi! Lagipula… kau tahu kan Hyung mu itu seperti apa? Aku tidak bisa bertanya padanya tentang sesuatu yang justru aku tak tau apa yang musti ku tanyakan… berikan gambaran sedikit!” hardikku

“Janji tak akan marah dengan siapapun saat ceritaku berakhir? Jangan membenci Hyungku…jangan emosi? Kau harus tetap tenang! Okey.. kalau tidak aku tak mau cerita…” sahutnya mengalah.

“Ya.. aku janji.. cepat ceritakan Key.. kau benar-benar membuatku penasaran.”

@@@@@@@

“Ada seorang yeoja…” Key memulai ceritanya. “Onew-hyung dulu sempat menyukainya.. yah.. aku tak tau suka seperti apa.. yang jelas mereka sangat dekat..”

“Siapa yeoja itu?” tanyaku mulai tak sabar.

“Asisten Hair stylist kami… ah~ apa aku harus menyebutkan namanya?” aku mengganguk, “baiklah…namanya Han Chae Kyeong… dia sebaya dengan Onew-hyung. Rumi-noona.. tenang saja .. kau masih jauh lebih cantik daripada dia…ehm yeoja itu pergi ke jepang setahun lalu, untuk menuntut ilmu dan kini dia kembali.. yeah.. dia kembali bekerja sama dengan kami…”

“Ya… Jadi.. maksudmu… sekarang mereka bertemu lagi?”

“Ne.. itu maksud ku.. dan jelas membuatku dan Taemin yang tau tentang perasaan Hyung dulu jadi sedikit cemas…”

“Tak ada yang perlu dicemaskan.. Hyungmu sangat mencintaiku kini…” sahutku mencoba santai.

“Ya.. aku bisa lihat.. hubungan kalian sangat harmonis.. aku suka.. tapi.. ahh~ masalahnya yeoja itu… dia sepertinya tahu kalau Hyung dulu sempat menyukainya dan.. yah.. sekarang dia melakukan pendekatan lagi dengan Hyung…”

“MWORAGO! Shiroh.. yeoja itu cari mati..!” sentakku mulai kesal.

“Calm down noona.. calm down…kau masih tak sehat.. lagipula sekarang kan Hyung sangat mencintaimu.. jadi jangan kuatir.. kami akan membantumu untuk menjaga Hyung…”

“Heiii..Kibum! bagaimana bisa tenang saat tahu ada seorang yeoja yang mau menggoda suamiku? “

“.. nah itulah resiko kalau menikah dengan idola.. tidak hanya si Chae kyeong.. di luar sana masih banyak yeoja yang memuja Hyung.. terutama lebih banyak yang memuja diriku.. hahaha”

Sumpah.. Key ngegaring banget. Aku mencelos melihatnya tak henti tertawa.

“Tapi bagaimanapun juga seperti kau bilang tadi… Jinki sempat menyukainya..” gumamku.

“Kalau begitu yang bisa noona lakukan sekarang adalah percaya dengan hyung.. percaya kalau dia tak akan mempermainkanmu… cinta itu yang utama adalah rasa saling percaya…”

Key ternyata bijak juga.. aku senang dia sudah menceritakan hal ini padaku. Hal yang mustahil Jinki ceritakan jika aku tak bertanya.. kemudian aku teringat perkataan Minho dua bulan lalu dan aku memutuskan untuk menceritakannya juga pada Key.

@@@@@@@

Key termangu setelah aku selesai menceritakan ucapan Minho padaku dua bulan lalu… tak ada yang kukurangi atau kulebihkan. Dan kulihat ekspresi tidak nyaman dari Key setelah cerita ku berakhir.

“Minho.. yah.. dia memang yang paling vokal menolak pernikahan mu dan Onew-hyung… tapi bukan berarti dia membencimu… apa yang dikatakannya saat itu masuk di akal dan kami sadar… pernikahan mu akan mempengaruhi karir kami..” ujar Key setelah cukup lama terdiam mencari kata yang layak diucapkan.

“Lalu kau? Apa kau juga dulu tak setuju?” tanyaku.

Dia mengganguk, “Mianhe noona.. saat itu aku sempat marah dengan Hyung.. tapi tak lama… aku tau kau pasti mengerti perasaan kami saat itu… tapi sekarang aku senang .. kau sangat baik dan pantas untuknya.. “

“Tapi.. Minho tampaknya tak berpikiran sama..” lirihku.

“Pada saatnya nanti dia akan menerimamu… hah.. aku kira masalah ini sudah berakhir.. dia memang tak terlihat  seperti menolak kehadiranmu… tapi.. setelah mendengar ceritamu ini.. kupikir aku harus berbicara dengannya.. tak boleh ada hal yang mengganjal dihati kami… itu bisa menimbulkan perpecahan.. dan aku tak ingin itu terjadi…” Key tampak sekali sedang berusaha menenangkan ku.

“Key… apakah aku terlalu egois? Saat itu.. aku bisa saja menolak pernikahan.. dan kalian tidak perlu pusing berpikir untuk menutup-tutupi hal ini.. tapi nyatanya aku malah menerima pernikahan itu.. dan aku yakin kalian pasti terbebani… aku juga merasa suamiku tak sepenuhnya bahagia dengan berbohong seperti ini…”

Key memotong ucapanku, “.. jangan berpikir kalau hyung tak bahagia… dia orang yang sangat kuat yang pernah aku kenal.. dia bisa mengatasi masalah seberat apapun… dan pada akhirnya membuat kita bahagia dengan senyum tulusnya… tak ada orang yang bisa membahagiakan orang lain jika dihatinya sendiri dia tak merasa bahagia…tak ada orang yang bisa membuat kita bahagia hanya dengan senyuman.. dan orang yang bisa melakukan itu adalah Onew-hyung … dari senyum tulusnya terpancar kebahagian dalam hatinya… jadi percayalah.. dia bahagia dengan hidupnya kini…”

Ucapan Key bagaikan oase digurun pasir. Menyegarkan dan menenangkanku. Dia sangat dewasa lebih dari yang kutahu selama ini. Tanpa ragu aku memeluknya dan dia menyambutku. Menepuk punggungku memberikan kenyamanan.

“Key… kau sahabatku…sahabat terbaik.. walau tentu saja kita baru kenal.. tapi aku menganggapmu sahabat baik ku kini…”

“Ne.. kau juga sahabatku…”

Kami mengehentikan pelukan persahabatan kami saat pintu ruanganku terbuka dan kulihat wajah kesal Taemin.

“Ya! Kenapa kalian berdua malah berpelukan,” amuk Taemin sambil menatap tajam padaku dan Key… hah.. kasian dia.. terlalu lama diluar sementara aku dan Key asyik bercerita.

“Taemin-ah.. itu pelukan persahabatan… apa kau mau juga?” bujuk Key sambil tertawa dan membuka tangannya lebar untuk menerima pelukan Taemin.

“Ne..” kemudian Taemin malah berlari kearahku dan memelukku. Membuat Key cemberut.

Omo~ ini pertama kalinya Taemin memelukku. Aku dipeluk idolaku.. kyaa~  aku tak ingin melepaskannya…

Setelah Taemin melepasku dan berganti memeluk Key yang merajuk, kurasakan panas di wajahku. Kyaa~ tak pernah sesenang ini.

“Wajah noona merah sekali..” seru Key saat pelukannya dan Taemin berakhir. “..Tadi saat aku yang memelukmu tak seperti itu..”

“Karena persahabatan yang kutawarkan ke noona lebih tulus ketimbang yang Hyung berikan..” ujar Taemin sok tahu.

Kulihat Key tersenyum mengejek. Hah.. Taeminie.. itu tadi bukan pelukan persahabatan yang kurasa.. tapi pelukan dari seorang pria untuk wanita menurutku. Ah~ Jinki mianhe.. tampaknya walau aku sangat mencintaimu.. tapi aku tak akan bisa berhenti memuja Lee Taemin… Jeongmal mianhe..suamiku.

@@@@@@@

Hampir dua jam Key dan Taemin menemaniku hari ini… saat mereka mau pulang, aku mendapat tamu lagi.

“Ya.. Key… Taemin… kalian disini rupanya,” seru tamu ku yang baru datang itu.

“Ya.. Jonghyun-hyung.. ngapain kemari?” seru Taemin tak kalah kaget ketika melihat Jonghyun datang.

“Tentu saja menjenguk noona.. hah.. kalian disini, kenapa tadi tak bilang? jadinya kita kemari sama-sama…”rajuk Jonghyun menghempaskan dirinya ke kursi disamping ranjangku yang semula diduduki Taemin.

“Jonghyun-ah.. kau tak membawakanku oleh-oleh?” tanyaku tanpa memperdulikan kekesalan Jonghyun pada Key dan Taemin.

“Aniya.. noona. Aku tak bawa apapun. Sakit sepertimu tak boleh makan makanan dari luar.,” sahutnya sambil memperhatikan apel yang dibawakan Taemin.

“Kami memang sengaja tak bilang.. kalau Onew-hyung dengar dia bisa minta ikut.. kau lihat sendirikan keadaannya. Tak berdaya… salahnya sendiri memakan apapun saat di Thailand kemarin…”sahut Key cuek.

Kulihat Jonghyun memukul pundak Key keras, membuat yang dipukul kesakitan. Ketika Key hendak protes, Jonghyun menyahut, “Key… kau bicara seperti itu akan membuat Rumi-noona cemas..” kemudian dia berbicara padaku, “Noona.. jangan mengkuatirkan Onew-hyung.. dia baik-baik saja… tapi untuk hari ini dia tak bisa mengunjungimu… jangan kuatirkan dia..okey”

Aku mengangguk.. walau cukup cemas dengan keadaan Jinki tapi aku tenang dengan ucapan Jonghyun. Aku tak menyangka satu persatu sahabat suamiku begitu baik memperhatikan ku. Yah.. walau kurang seorang.. Choi Minho.

“Kau sendiri saja kemari?” tanyaku berharap ada Minho datang bersamanya.. hanya saja dia enggan masuk. Tapi itu cuma harapanku karena kulihat Jonghyun mengangguk

“Minho titip salam untukmu. Dia belum bisa kemari…” kemudian Jonghyun mengedarkan pandangannya ke Key dan Taemin. “Kulihat saat aku masuk tadi.. kalian berdua akan pergi… kenapa masih disini?”

Taemin menyikut Key supaya menjawab. Dengan santai Key berkata “.. Tak baik meninggalkan kau berdua saja dengan Noona..”

“Mwoya?!” seruku dan Jonghyun bersamaan. Dan Key tertawa.. haissh~ anak ini.

Kemudian aku berkata pada Jonghyun, “Kenapa kau tak membawa pacarmu kemari… aku kan ingin berkenalan dengannya…” dalam hati aku berkata, sekalian minta tanda tangan dengan Shin Se Kyung.. pasti seru..sekarang dia kan makin populer.

“Pacar yang mana? Aku tak punya..” sahut Jonghyun tanpa memandangku dan malah asyik memakan apel.

Aku, Key dan Taemin bergantian saling memandang… kemudian tertawa bersama. Ternyata dia mengelak. Padahal sampai kini aku masih penasaran. Dia itu sungguhan pacaran dengan Shin Se Kyung atau tidak. Ah~ tapi mungkin lebih baik tak usah membahasnya lagi.

@@@@@@@@

Tepat di hari valentine, aku pulang kerumah setelah seminggu dirawat di rumah sakit. Untuk sementara waktu sampai masa nifas ku habis.. aku tak boleh melakukan pekerjaan berat. Harus banyak-banyak beristirahat. Padahal sehari-hari saja aku sangat jarang melakukan kegiatan apapun. Sekarang saat sakit, mertua ku benar-benar memprotekku.

Jinki pulang malam harinya.. terlihat kelelahan tapi tetap saja.. senyum tak hilang dari wajahnya.

“Bagaimana hari pertama mu dirumah lagi? Jangan bilang kau kebosanan..” katanya sambil mengganti baju. Aku tak menjawabnya, lagipula aku tahu kalau pertanyaannya itu hanya sekadar sapaan.

Setelah berganti dengan piyama, dia menghampiriku yang duduk diranjang, menunggunya. Kami berciuman dan berpelukan… hal yang sungkan kami lakukan saat masih dirumah sakit. Kamar kami memang tempat yang paling nyaman dan bebas untuk melakukan itu. (author ngeres.. hahaha… ^^V)

“Yeobo..” panggilku disela ciuman kami. “…ehm.. mari kita berbincang saja… hentikan melakukan ini.”

Diapun menghentikan ciumannya. Menatapku sambil memanyunkan mulutnya.

“Ingin bicara apa?” tanyanya sambil merebahkan diri dipangkuanku. Manja sekali.

Karena sejak Key bercerita tentang Han Chae kyeong.. aku jadi sangat penasaran dengan yeoja itu. Tapi.. Key bilang dia tidak ingin kalau Jinki tahu kalau dialah yang membocorkan kisah tentang yeoja itu. Jadi, aku ingin memancing Jinki bercerita dengan kisahku terlebih dahulu.

“Mari berbicara tentang kisah cinta kita di masa lalu..” ajakku.

Dia mengernyitkan dahi, tampak enggan, “…memang sebelum dengan ku, kau pernah menjalin cinta dengan pria lain?”

Aku mengangguk dan melihat jawabanku, dia langsung bangkit dari pembaringannya dan menatapku.

“Ya.. kupikir aku yang pertama!!!” protesnya, tapi dia melanjutkan dengan lirih, “… aku pria keberapa dalam hidupmu?”

Aku mau tertawa melihat wajah cemburunya, kucoba mempermainkannya dengan bertingkah seperti menghitung jari. Aku bisa melihat wajahnya yang gregetan melihat tingkahku. Menggemaskan.

“Aku pertama kali pacaran dengan teman sekelasku saat SMA.. tapi hanya dua bulan.. kemudian aku pernah pacaran dengan juniorku saat di universitas. Tapi hanya 5 bulan…saat lulus kuliah, aku sempat berkencan dengan beberapa pria yang dijodohkan oleh ibuku… mungkin aku sudah 7 kali berkencan dengan pria… “

Dia membulatkan mulutnya. Tampak kaget mendengar kisahku. Melihat ekspresinya aku jadi ingin tertawa tapi masih kutahan.

“Jadi.. aku yang ke-8..” gumamnya.

“Tapi.. kau pria pertama yang menciumku…” sahutku mencoba menghiburnya. Dan kulihat senyumnya kembali tersungging.

“Ya.. kenapa aku yang jadi pertama? Sebelumnya kau pacaran dengan Gay ?” dia tertawa setelah mengatakan itu. “… hah.. pria dari masa lalu itu.. tak ada yang masih kau suka, ‘kan?” aku menggeleng dan senyum suamiku makin lebar.

“Yeobo.. sekarang giliranmu.. aku penasaran sekali.. sebelum denganku.. kau sungguhan tak pernah pacaran?”

Dia mengagguk, “… kau yang pertama.. tapi… untuk ciuman…”

Kulihat wajahnya berpikir dan aku menyelanya, “.. ciuman pertamamu dengan lambi saat yuhanam.. yah aku sudah menonton acara itu…”

“Ya.. yeobo.. jangan diingatkan lagi.. kumohon.. itu sangat memalukan…”ujarnya kembali berbaring dipangkuanku. Wajahnya merah padam. Kasihan.

“Ehm.. walau tak pernah pacaran.. apa tak ada gadis yang kau sukai?” tanyaku mulai ke titik masalah.

“Ah.. yeobo.. kita ganti topik saja… tak usah membicarakan masa lalu..”elaknya.

“Tapi aku penasaran…” aku masih berusaha membujuknya untuk bercerita tentang Chae Kyeong.

“…Tentu saja ada.. aku pria normal.. tapi tak penting menceritakan itu. Toh, aku tak pernah berkencan dengan yeoja manapun…” sahutnya terlihat malas sekali.

Aku mencoba mengoreknya lagi. Aku sungguh penasaran dengan si Han Chae Kyeong itu. Tapi kulihat Jinki sudah mulai mengantuk dan bosan.

“yeobo.. daripada bercerita tentang hal dimasa lalu lebih baik kita beristirahat. Jujur, aku sangat lelah sekali dan besok harus bangun pagi.. jadi.. kalau kau belum mau tidur.. aku tidur duluan…” kemudian dia mengecup pipiku, “Selamat malam dan mimpi indah…” setelah itu dai mengatur posisi tidurnya dan langsung terelelap.

Andai saja dia tahu.. aku sangat-sangat penasaran dengan yeoja itu. Aku ingin dia menceritakan kisah cintanya seperti aku. Tapi dia memutuskan untuk diam. Berulang kali mengatakan itu hanya masa lalu. tapi bagiku itu sagat penting.. mengingat dari cerita Key.. Han Chae kyeong.. yeoja yang disebut-sebut pernah suamiku sukai sekarang mulai mendekatinya lagi.

Ahh.. aku tak akan menyerah sampai sini. Aku pasti akan mencari tahu tentang yeoja itu dan berusaha menjauhkannya dari suamiku. Aku pasti bisa.

~ To Be ConTinUed~

Dari komen part sebelumnya banyak yang protes..kok rumi bisa keguguran sih? Klo part keguguran ini aku dapat kisahnya dari kisah nyata seorang kenalan.. kejadiannya ya kayak Rumi.. asyik-asyik tidur sore ..eh.. pas bangun malah pendarahan ..pdahal dia gak merasa sakit.. jadi bagi ibu hamil.. ayo-ayo.. sering-sering periksa diri… dan buat kita yang masih remaja *halah* khususnya cewek kayaknya udah mulai deh memeriksa kan kondisi kewanitaan kita… Tourch *bhs kerennya toksoplasma* bisa menyerang siapa az gak cewek or cwok…dan gak pandang usia…  lebih baik mencegah daripada mengobati..

Dan seperti biasa.. pesan dari aq… JANGAN LUPA KOMEN YE…^_^

30 thoughts on “Married Idol (chapter 5)

  1. Wahh… keren3x!
    onnie,tp koq lma y,part 5 ni mnculx!
    gra2 pnasaran ma lanjutanx,tiap hri q ngecek,dah dpublish pa blum!!!
    fighting!lanjutkan!!~^^

    • thanks dah mampir …
      nih ff sengaja aq publish tiap akhir pekan.. soalnya ada waktunya juga itu doang… hahaha…
      mian lama.. tapi emang direncanakan publish seminggu sekali doang

  2. ya…keguguran, tp gpp deh buat lagi hehe….

    makin serruu mit onn~SUUKKAAA……
    Chae Kyeong cari mati tuh klw berani deket2 dubu
    Rumi onn aku siap bantu jambak,keke~~

    aish~ nunggu part 6 minggu depan, lama onn~
    #panasaran.

  3. nambah pengetahuan, thx mit onn..
    Klo gtu saia bkal rajin kedokter periksa kandungan *geretkyu-dibakarmassa xD

    Ak pnsaran, klo ruumi ktmu chae kyeong…
    Asal jambak2an :p

  4. mit… suka bangeeeeeeeeeeeeeet sama ni ff…
    makin lama makin seru… akhirnya ada masalah juga huehehe~
    pokoknya suka deh… bingung mo komen apa…😄

    kirain soal penyakit konsul sama dokter ayun, trnyata pengalaman temen…

    ah DAEBAK lah pokoknya…
    8 JEMPOL BUAT MITMIT *tambah paksa punya kyu*😄

  5. Ping-balik: Tweets that mention Married Idol (chapter 5) « ♥~ OnMitHee ~ ♥ -- Topsy.com

  6. tenang rumi…
    anaknya yg keguguran bakal nunggu ibunya dengan sabar di surga ko… *jiah*

    wah… si onyu masi g mau cerita…
    awas aja kalo mulai macem2 tu cewe…
    ayo taekey jagain si onyu !!!
    hihihi

  7. Onn~ maap saya baru baca😀
    Ff’a ttp keren!!! Tambah bagus cerita’a
    Aiihhh…kata” nya key bijak bener~
    Jadi mau punya sahabat kaya mereka,
    Nanti ada konflik baru lagi ga nihh?? hahaa
    Han chae kyeong~
    Jangan ganggu rumah tangga onew-rumi yak!! wkwkwk
    Daebak onn~

  8. keterangan di bwh nyeremin, jadi harus jaga diri n periksa diri..
    Jinki ko ga mau crita, jangan2 msh nyimpen rasa ma hair stylishnya.

  9. ya rumi na kggran..
    Tp gpp, bsa bwd lgii #plak..
    Qren bgd nii ff, crta na nglir bgd..
    Gga bwd bngung pra reader..
    Pkok ta t.o.p dah..

  10. huuuuuuaaa ngeri juga ya penyakit itu. . kalo denger cha kyeong jadi inget chocolate inlove. (aku bacanya CIL dulu baru ini. hehehe) di CIL cha kyeong jadi si lemah tak berdaya. jadi penasaran karakter dia disini.

  11. aku masih ga paham sama jinki dan minho :((( beruntunglah masih ada jonghyun, key, taemin semangat rumi ! bisa bikin lg ko kl udah sehat *eh haha xD

  12. Hahahaha…. Taemin imut bgt tingkahnya disini, Key jga sm :3 bagusnya ngehibur Rumi, Onew diare?? wkwkwk,,, ternyata raja ayam bisa diare juga ya :3
    Mmm,,,, Onew terkesan ngalihin topik pembicaraan…

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s