LOVE, FRIENDS, OR…? (CHAPTER 1)


Main cast: Jung Myu ra, Cho Kyuhyun, Cho Ahra, Park Chaeri, Kim Seera

Genre: Romantic, friendship, Rated: PG 15

Author: Onmithee

STORY

“Dongsaengku itu sangat baik, kalian pasti akan langsung menyukainya saat bertemu. Dia tidak jauh beda denganku. Sangat baik hati dan suka menolong,” kata Cho Ahra sambil tertawa.

“Kalau begitu aku tidak ikut jemput dia deh, katanya mirip onnie sih, cukup hanya ada satu orang Cho Ahra didunia ini, kalau lebih bisa hancur…,” balas Kim Seera.

“Ya, anak kurang ajar,…” kata Ahra sambil menerjang Seera lalu mereka bergulat. Hal yang sering mereka lakukan ketika bercanda dan aku pun tertawa melihat mereka kemudian kudengar seseorang menimpali

“Dia sebaya denganku? Tapi keliatan lebih tua ya? Onnie jujurlah…Cho Kyuhyun itu ahjusshi mu, ‘kan? …bukan adikmu, benarkan?” tanya  Park Chaeri.

“Ya, Chae ri! Jahat sekali perkataanmu. Cho Kyuhyun itu adikku. Kalian sebaya tapi adikku lebih hebat. Buktinya dia lulus kuliah lebih dulu dari kamu,…” sahut Ahra sambil menjitak kepala Chaeri.

“Kyaa,….sakit! Onnie, aku kan hanya berkata jujur. Jangan sangkut pautkan dengan masalah kuliah dong. Kau tau aku lagi berusaha menyelesaikan tugas akhirku,…” gerutu Chaeri.

“Biar saja! Itu supaya kamu makin semangat. Ya, Kim Seera kalau kau tidak mau ikut menjemput tak masalah. Kau juga Park Chaeri, lihatlah besok kau pasti akan terpana melihat ketampanan adikku,…” kata Ahra sambil menunjuk-nunjuk Seera dan Chae ri lalu dia memandangku, “…Myu ra, cuman kamu saja yang baik, mau mendengarkan cerita tentang dongsaengku tanpa menyela dan mengejek.”

Aku pun tertawa mendengar perkataannya, bagaimana bisa aku mengejek. Aku sangat menyukai Cho Kyuhyun, adik dari sahabatku Cho Ahra.

Aku justru selalu mendengarkan dengan seksama semua cerita tentangnya supaya aku bisa tau semua hal tentang dirinya. Aku jatuh cinta pada Cho Kyuhyun bahkan sebelum kami berjumpa. Aku jatuh cinta padanya hanya dari cerita sang kakak. Dari melihat senyumannya di foto-foto yang selalu Ahra pamerkan. Diantara kami berempat hanya Ahra yang memiliki saudara lelaki.

Ahra sangat bangga dengan adik lelakinya itu. Hal yang wajar karna Cho Kyuhyun kuakui sangat tampan dan cerdas serta mempunyai kepribadian yang menarik yang kutangkap dari cerita-cerita Ahra selama ini.

Tapi aku tidak pernah mengatakan kepada Ahra bahwa aku mencintai adiknya. Aku takut nantinya Ahra akan membenciku. Lagipula aku sadar diri, Cho Kyuhyun lebih muda dariku.

****************

Aku, Cho Ahra, Park Chaeri dan Kim Seera sudah cukup lama bersahabat. Kami kuliah di universitas yang sama tetapi beda jurusan dan tingkatan. Aku dan Ahra sudah mengambil program Master, aku dibidang pertanian sementara Ahra dimusik. Kalau Chae ri dan Seera masih di Strata-1, Chaeri di jurusan pendidikan dan Seera di jurusan politik.

Kami berempat pertama kali bertemu  saat aku dan Ahra tingkat 3 sementara  Chaeri dan Seera baru tiba di Seoul. Kami saat itu dimasukan diasrama yang sama, hal yang selalu dilakukan pihak universitas bagi mahasiswa yang berasal dari luar kota. Kami berempat mempunyai hobi yang sama yaitu traveling dan photografi itu yang membuat kami cocok dan akrab.

Saat masih tinggal diasrama kami sering melakukan perjalanan, lebih sering ke Mokpo kampung halaman Chaeri, dari melakukan berbagai perjalanan bersama membuat hubungan kami menjadi sangat dekat. Setelah aku dan Ahra menamatkan kuliah dan melanjutkan ke tingkat selanjutnya kami memutuskan untuk menyewa apartement supaya tidak berpisah.

Aku sangat menyayangi sahabat-sahabatku…

Mereka sangat berarti dan sudah kuanggap keluarga sendiri. Hubungan kami sangat dekat, tapi kadang aku merasa bersalah karena tidak semua hal aku ceritakan pada mereka, aku tidak pernah menceritakan tentang perasaan cintaku terhadap Cho Kyuhyun, padahal mereka selalu menceritakan rahasia cinta mereka.

Cho Ahra, dia memendam cinta kepada Lee Sungmin teman sekelasnya dari SMA sampai sekarang. Kim Seera dia juga memendam cinta kepada  seniornya Park Jungsoo yang masih sepupu Chaeri, dia selalu menyuruh Chaeri untuk menyomblangkan mereka tetapi selalu ditolak dengan alasan dia tidak ingin sepupunya punya kekasih se‘liar’ Seera. Sementara Chaeri, dia mempunyai seorang pujaan hati di Mokpo, namanya Lee Donghae saat ke Mokpo, dia selalu menjemput kami dan mengajak berkeliling. Pria yang baik yang sayangnya tidak menyadari perasaan Chaeri. Chaeri selalu mengeluh ingin menyatakan cinta kepada Donghae tetapi selalu gagal karena malu dan takut akan dihindari.

Yah, mungkin itu juga kesamaan kami berempat. Kami sama-sama memendam cinta dan tidak punya keberanian dalam mengungkapkannya.

*****************

Esoknya kami berempat pun menjemput Kyuhyun di bandara.

Ketika Kyuhyun muncul, Ahra langsung memeluknya. Kulihat mereka berpelukan sangat lama, wajar saja kakak beradik itu sudah hampir 4 tahun tidak berjumpa. Senyuman menghiasi wajah mereka dan senyuman itu membuat wajahnya semakin indah.

Aku tidak tau harus mengungkapkan bagaimana perasaanku saat ini, aku sangat gugup dan tanganku berkeringat banyak. Untuk pertama kalinya aku melihat dirinya langsung dan dia benar-benar rupawan, bertubuh tinggi dengan kulit putih serta rambut bewarna kecoklatan, ada sedikit jerawat diwajahnya tapi tidak menutupi ketampanannya.

Dia lebih tampan aslinya ketimbang di foto. Aku tidak mampu menutupi wajahku yang bersemu merah, semoga saja tak ada yang menyadarinya.

“Noona.. kau memelukku lama sekali. Nanti orang-orang yang melihat akan mengira kita ini sepasang kekasih,” seru Kyuhyun kepada Ahra yang masih memeluknya dengan erat.

“Huh, dasar kau ini. Rupanya kau tidak merindukanku,” kata Ahra sambil melepas pelukannya, kemudian melanjutkan “…sekarang kau kukenalkan dengan teman-teman ku…”

“Tidak perlu,…” potong Kyuhyun. “…Aku akan mencoba menebak,…” dia pun menghampiri Seera kemudian menjulurkan tangannya hendak menyalami, “Kau pasti Kim Seera yang paling bawel dan ribut, terima kasih sudah menjadi teman adu mulut noonaku…”

“Ne, bangapsubnida,…” kata Seera terperangah, tetapi kemudian tersadar dengan ucapan Kyuhyun yang cukup menyindir itu. “Ya, seperti itukah caramu menyapa orang yang baru dikenal?!”

“Tuh kan, suaramu memang berisik sekali… Kau harus memanggilku oppa,aku lebih tua darimu.”

“Tidak sudi,..” dengus Seera yang sangat kesal dengan ejekan Kyuhyun tadi.

“Park Chaeri, annyeong,” sapa Kyuhyun kemudian kepada Chaeri. Gadis itu cukup terkejut ketika disapa karna saat itu dia sedang asyik dengan Hp nya.

“A-annyeong Kyuhyun-sshi,” sahutnya sambil mengangguk tanpa membalas juluran tangan yang dari tadi diarahkan Kyuhyun padanya. Merasa diacuhkan Kyuhyun pun mengalihkan arah tanganya kepada ku.

“Annyeong, Myu ra-noona,” sapanya sambil tersenyum.

Aku pun membalas juluran tangannya, sudah kuduga dia akan memanggilku dengan panggilan ‘noona’, tapi mau bagaimana lagi aku tidak bisa protes. Dia berusaha bersikap sopan kepadaku dan aku harus menghargainya.

“Annyeong,” sahutku dan membalas senyumannya.

“Kau hebat Kyu, kau bisa menyebutkan nama mereka dengan tepat,” seru Ahra.

“Tentu saja, noona kan selalu mengirim foto-foto mereka kemudian ditelpon juga selalu menceritakan tentang mereka, mana mungkin aku tidak bisa mengenali,” kata Kyuhyun dengan suara manja kepada Ahra.

Ahra kembali memeluk dongsaengnya itu. Terlihat dia sangat bahagia dengan kedatangan adiknya yang merupakan satu-satunya keluarganya yang masih ada setelah  kedua orang tua mereka meninggal 7 tahun lalu.

Ahra selalu mengatakan bahwa hanya adiknya-lah yang membuatnya mampu bertahan hidup setelah kedua orangtuanya  pergi. Dia sangat berat hati saat mengijinkan adiknya pergi bersekolah ke Jepang.

Kyuhyun ketika lulus sekolah menengah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di Universitas Kyoto kesempatan yang sangat langka dan membuat bangga sehingga mau tak mau Ahra mengijinkan adik tersayangnya bersekolah jauh darinya.

***************

“Wah, kau baru lulus tapi sudah diterima di perusahaan elektronik terbesar di Korea? Bagaimana bisa?” seru Seera saat kami sudah berada didalam mobil yang sedang kukendarai.

Kyuhyun duduk dibangku belakang diapit oleh Chae ri dan Seera. Sementara Ahra disampingku.

“Entahlah, mungkin karna nasibku baik,”sahut Kyuhyun.

“Lalu, kau akan tinggal dimana?” tanyaku.

“Myu ra, tentu saja Kyuhyun akan tinggal bersama kita,” jawab Ahra santai.

“Mwooo…” terdengar suara riuh dari Chaeri dan Seera .

“Onnie, dia akan tidur dimana? Kamar kita cuman ada 4?” protes Seera yang diiringi anggukan Chaeri.

“Maka dari itu, kau dan Chaeri mulai hari ini tidur sekamar, kamar Chaeri jadi milik Kyu, ada yang mau protes?” Ahra memberikan penjelasan dengan membelalakan matanya kepada Seera dan Chaeri.

Mereka berdua hanya bisa menggeleng. Mau bagaimana lagi, selama ini yang membayar sewa apartemen adalah aku dan Ahra karena diantara kami berempat hanya aku dan Ahra yang mempunyai penghasilan. Jika aku tidak protes maka keputusan yang dibuat Ahra tidak bisa dibantah.

Setelah itu, kami pun tidak hanya berempat tapi berlima dengan Kyuhyun. Ada nuansa berbeda sejak dia hadir diantara kami. Dia membawa keceriaan tersendiri. Dan satu hal yang pasti semakin hari aku semakin menyukainya. Tetapi aku tetap memendamnya walau sangat menyakitkan.

Aku membiarkan perasaanku karna aku yakin lambat laun perasaan itu akan berubah, kelak mungkin aku akan menganggapnya hanya sebagai adik lelaki tidak lebih. Ya, saat itu pasti akan terjadi.

**************

Setahun pun berlalu, aku dan Ahra sudah menyelesaikan program Master kami, sementara Seera dan Chaeri pun sudah lulus kuliah dan mendapatkan pekerjaan. Tapi kami masih tetap bersama, hal yang sangat kami syukuri. Persahabatan kami tidak memudar. Dengan Kyuhyun pun begitu, kami selalu menyempatkan diri untuk menghabiskan waktu bersama. Karena tidak satupun dari kami yang memiliki kekasih, kami selalu menghabiskan akhir pekan bersama-sama, sungguh sangat membahagiakan saat-saat seperti ini  dan alangkah indahnya persahabatan kami.

Sebenarnya Kyuhyun tidak lama tinggal bersama kami, hanya setengah tahun. Setelah itu dia menyewa apartemen sendiri yang letaknya tidak jauh dari tempat kami. Tetapi setiap hari dia selalu datang berkunjung, bahkan juga sering menginap walau terkadang juga sebaliknya kami juga sering menginap ditempatnya.

Saat ini kami sedang menyiapkan pesta ulang tahun untuk Kyuhyun dan Chaeri. Hari ulang tahun mereka memang berdekatan sehingga kami merayakannya di hari yang bersamaan.

“Mereka lama sekali sih, aku kan sudak lapar,” keluh Seera.

“Sebentar lagi, mereka sedang diperjalanan,” kataku menenangkan Seera.

“Onnie, mereka tak tau kan kalau kita mengadakan pesta kejutan ini?” tanya Seera kali ini kepada Ahra.

“Tentu saja tidak tau… Lagi pula kita mengadakan pesta ini tidak dihari ulang tahun mereka. Pasti mereka tidak sadar,…” sahut Ahra. Kemudian dia melanjutkan lagi, “…aku sudah menyuruh Kyuhyun menjemput Chaeri saat mereka pulang kerja, kita tunggu saja sebentar lagi…”

Tak lama kemudian Chaeri dan Kyuhyun tiba. Mereka sangat terkejut dengan supraise yang kami berikan. Kyuhyun sendiri terlihat sangat bahagia karena ini pertama kalinya dia merayakan ulang tahunnya bersama dengan kami.

“Kue ulang tahunnya enak sekali. Beli dimana?” tanya Kyuhyun sambil melahap kuenya dengan nikmat.

“Aku yang buat,…”sahut Seera bangga.

“Mwoo~~ bohong. Mana mungkin kau bisa,…” ejek Kyuhyun.

Seera yang tidak suka diejek lalu menarik piring kue yang ada ditangan Kyuhyun dan kemudian menempelkan piring yang masih berisi kue itu ke wajah Namja itu, membuat kami semua tertawa karena melihat wajah Kyuhyun jadi berlepotan krim.

Tidak terima hanya wajahnya saja yang berlepotan, Kyuhyun lalu mencolek krim yang ada di kue yang masih belum terpotong dan menempelkannya ke wajah Chaeri. Setelah itu yang terjadi adalah kami berlima saling berkejar-kejaran untuk menempelkan krim kue ke wajah masing-masing. Membuat wajah kami semua menjadi berlepotan dengan krim.

“Ya..kue yang kubuat jadi terbuang percuma. Padahal enak sekali,…” kata Seera sambil menjilati krim yang menempel di pipinya.

“ Kyaa… Kim Seera jorok,” seruku. Kulihat Kyuhyun tertawa, betapa manisnya. Kemudian aku menanyainya, “Kyu, kau bahagia?”

“Tentu saja Noona, sudah lama aku tidak merayakan ulang tahun seperti ini. Saat di Jepang aku malah sering lupa dengan ulang tahunku, tau-tau sudah terlewat begitu saja,..” balasnya.

“Baguslah kalau kau senang,..” sahutku sambil tersenyum lembut padanya. Kemudian aku masuk ke kamarku untuk mengambil kado yang kusiapkan special lalu memberikannya.

“Wow, jam tangan. Noona, kamsahamida…” serunya padaku ketika dia membuka kado yang kuberi.

“Onnie, buatku mana?” kata Chaeri sambil menyodorkan tangannya.

Aku pun menghampirinya kemudian memeluk dan mencium pipinya, “Chu~ ini kado dariku…”

“Kya~ kenapa hanya peluk dan cium. Aku juga mau jam tangan!” seru Chaeri sambil memonyongkan bibirnya.

“Hya, biasanya kami juga tidak pernah memberikan mu kado. Sudah kami rayakan hari ini saja harusnya kau bersyukur,” balas Ahra diringi anggukan ku dan Seera.

“Huh, curang,” sungut Chaeri.

“Ehm, aku punya kado untukmu,…” ujar Kyuhyun sambil mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya.

“Kyaaa~, gomawo Kyu,” sambut Chaeri girang saat menerima kado pemberian Kyuhyun. “Jepit rambutnya lucu sekali,…” Chaeri pun langsung menggunakan jepit rambut yang diberikan Kyuhyun. “…Aku cantik kan?”

“Ya, sangat cantik,…” balas Kyuhyun sambil tersenyum.

“Kya~ onnie, adikmu sedang mencoba merayuku, haha,” seru Chaeri pada Ahra sambil menunjuk-nunjuk Kyuhyun.

“Cih, dasar Kyuhyun babo. Makhluk seperti Chaeri kau puji cantik. Minus di mata mu sudah parah sekali rupanya,…” ejek Ahra.

Chaeri pun manyun dikatai seperti itu. Aku hanya bisa tertawa saat mereka sudah mulai saling mengejek. Aku memang tidak terlalu suka menimpali saat mereka sudah mulai mengejek. Yang kulakukan hanya tertawa saja. Tidak heran jika mereka selalu mengatakan kalau selera humor ku buruk.

“Sekarang ayo kita nonton film saja. Aku sudah menyewa beberapa keping DVD,” ajakku.

Mereka pun menyetujui. Setelah membersihkan wajah, kami pun berkumpul di kamar Ahra, tempat biasa kami jika menonton film walau sebenarnya diruang tengah juga ada TV, tetapi kami lebih senang menonton dvd di kamar Ahra karena ketika film berakhir kami bisa tertidur disana bersama, seperti malam ini. Kami berlima tertidur ketika film berakhir.

~ To Be ConTinUed~


7 thoughts on “LOVE, FRIENDS, OR…? (CHAPTER 1)

  1. aku baru tau kalu FF ini ada. apa dulu dah baca tapi lupa komen?? molla..^^

    tapi suka…seru kali ya tinggal satu atap ama sahabat hehehehe

  2. Sama kaya komen di atas ..
    kkk~ oKEY mauu lanjut bca part 1 ~ 2 ;D

    penasaran kyu jadi nya ama noona noona atauuu~ dia ada rasa ama Chaeri ??🙂

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s