Married Idol (chapter 9)


Title : Married Idol

Author : Onmithee

Main Cast  : Kim Rumi, All Shinee member

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15


Sebuah perkawinan yang sukses membutuhkan jatuh cinta berkali-kali,
. selalu dengan orang yang sama.

~ Mignon McLaughlin ~

STORY

“A-annyeong Jinki-sshi..” sapaku saat masuk ke ruang tamu rumahnya dan melihat dia ada disana sedang duduk sambil meminum teh . Dia melihatku dengan pandangan terkejut. “S-sudah lama kita tak bertemu..” kataku lagi.

Dia memalingkan wajahnya. Tak menjawabku. Kemudian berkata,”.. aku tak tau kalau kau akan kemari..  ah, ya sudah lama sekali tak berjumpa..”

Aku dapat merasakan kekesalannya. Hah, dia pasti tak senang melihatku berada di rumahnya.

”Rumi-ya.. kau sudah datang” sambut eomonim keluar dari dapur dan memelukku. Sementara Jinki memandang kesal pada ibunya. ”Yaa.. Jinki! Kenapa memandang eomma seperti itu?”

”Aku mau pergi!” rajuknya.

”Tak boleh! Kau sudah janji akan makan malam bersama kami hari ini. Jangan pergi!” sahut eomonim galak.

”Yaa.. eomma~, aku memang berjanji makan malam bersama di rumah.. tapi, aku tak tau kalau.. ah~,” dia memandang kesal padaku. Tanpa perlu dilanjutkan lagi, aku sudah tau apa yang akan diucapkannya.

”Kalau begitu kau tak boleh pergi sampai makan malam selesai!” tegas eomonim.

Aku merasa tidak nyaman diposisiku kini. Melihat ibu dan anak beradu tegang karena kehadiranku diantara mereka.

Jinki terlihat gusar tapi kemudian tanpa menjawab apapun dia meninggalkan aku dan ibunya masuk ke kamarnya.

”Eomonim… jadi ini alasanmu mengundangku makan malam sebelum aku pergi ke Aussie?” tanyaku

Eomonim tersenyum dan mengangguk, ”Ne, kau dan dia harus bertemu dulu.. tak baik kalau kalian bermusuhan sementara kau akan pergi jauh..”

Kemudian eomonim mengajakku mengikutinya ke dapur untuk membantunya menyiapkan makan malam. Ah~ aku jadi merasa akan ada hal yang tak menyenangkan terjadi saat makan malam nanti.

@@@@@@@@

”Yaa… Rumi, kau bisa panggilkan Jinki untuk keluar dari kamarnya? Makan malam sudah siap dan ayahnya akan sampai sebentar lagi. Ayolahh..” kata eomonim sambil mendorongku keluar dari ruang makan.

”Eomonim.. aku datang kesini bukan untuk..” tapi eomonim tak menerima penolakanku. Dia tetap memaksaku untuk mendatangi Jinki di kamarnya. Dan terpaksa, aku menurut.

Aku gugup sekali saat mengetuk pintu kamarnya. Tapi aku mencoba memberanikan diri.

”Masuk saja! Pintunya tak dikunci..” katanya dari dalam setelah aku mengetuk pintu.

Ah~ rasa gugupku semakin berlipat-lipat saat aku membuka pintu kamarnya. Di kamar yang temaran dan hanya diterangi lampu meja itu, aku dapat melihat Jinki sedang berbaring dengan menelungkupkan wajahnya di bantal.

Dari ambang pintu, aku dapat melihat bahwa tak ada yang berubah dari kamar ini. Masih sama persis seperti saat aku meninggalkannya.

Kamar ini.. kamar dimana aku dan Jinki mencurahkan cinta kami. Mengingat itu membuat dadaku sesak tanpa menyadari kalau Jinki sudah tidak di tempat tidur lagi melainkan dihadapanku. Menatapku…

Dia lalu menarik ku masuk ke dalam kamarnya.  Menutup pintu dengan kakinya lalu mendorongku ke pintu yang sudah menutup itu.

Aku bisa merasakan deru nafasnya karena wajah kami sangat dekat, mungkin kami hanya terpaut dalam hitungan senti karena hidung kami bahkan saling bersentuhan *itu mah gak berjarak lagi namanya.. dasar Rumi babo ==’ * .

”Wae? Rumi-sshi wae?” hentaknya di depan wajahku. ”Kenapa kau masih dengan tenangnya.. hadir dalam kehidupanku setelah dengan kejamnya kau meninggalkanku?” Dia mengguncang tubuhku, ”Apa kau masih belum puas menyakitiku?”

Aku memalingkan wajahku tapi tangannya memaksa wajahku agar tetap di hadapannya.

”Mianhae… aku sebenarnya kemari karena ingin berpamitan dengan orang tuamu… jujur, aku tak tau kalau kau juga ada disini… mianhae… jeongmal mianhae… jika keberadaanku membuatmu tak nyaman.”

Dia menjauhkan dirinya, menatapku heran,  ”Berpamitan?”

”Ne.. aku akan pergi besok pagi.. melanjutkan sekolah. Aku juga sangat ingin menjadi orang berguna. A-aku akan berada di Aussie selama 2 tahun.. yah, kalau studiku lancar.. bahasa inggrisku masih sangat payah,” kataku mencoba tertawa. ”semuanya berkat uang pemberian orang tuamu… karena mereka, aku bisa melanjutkan sekolahku, jadi mana mungkin aku tak berpamitan pada mereka sebelum aku pergi..”

Dia masih menatapku dengan pandangan tak percaya.

”Waktu 2 tahun itu.. bukan waktu yang singkat. Aku harap saat itu, jika kita bertemu lagi.. kita bisa menjadi teman. Kau juga tak selamanya akan hidup dengan membenciku bukan? Kelak .. kau pasti mendapatkan wanita yang baik dan sangat mencintaimu… bagaimanapun juga hidup kita masih berlanjut.. dan masa lalu yang buruk tak boleh mempengaruhi masa depan kita…”

Ahh.. apa yang kukatakan sih? Kenapa jadi melantur seperti itu…

”Rumi-sshi, kau naif sekali” kata Jinki dengan senyum mencibir, ”Teman? Mana mungkin kita bisa berteman setelah masalah ini… aku tak akan mungkin bisa menjadi temanmu!”

Dia lalu membuka pintu kamarnya dan keluar. Meninggalkan ku sendirian yang diselimuti rasa keterkejutan karena ucapannya…

@@@@@@@@

Aku langsung masuk ke kamarku dan mengunci pintu sesampainya dirumah. Tanpa mengganti pakaian, aku menghempaskan diriku ke tempat tidur.

Jinki… ternyata kami memang tak bisa berbaikan. Aku sangat ingat situasi saat makan malam bersama kami tadi. Dia sama sekali tak tertarik dengan pembicaraan orang tuanya denganku Dia diam dan terlihat tak menikmati suasana.

Ya.. itu semua karena aku. Jika aku tak disana… tak mengunjungi rumahnya, bisa saja dia akan merasa senang karena momen menikmati makan malam bersama orang tuanya pastinya jarang sekali didapatkannya.

Saat aku melamun, mengingat makan malam yang tak menyenangkan itu. Saat itu juga Hp ku berbunyi.

Hah, panggilan dari Key. Dengan malas aku mengangkatnya..

”Yaa Key, jangan berbicara lama-lama karena aku mau tidur,” kataku menyahut telponnya.

Dia tertawa mendengar jawabanku,”Tak akan lama kalau kau segera turun dari apartementmu!”

”Shiroh!” aku lalu membuka jendela kamarku, kulihat dia melambaikan tangannya tepat dibawah, ”Yaa… ngapain diluar? Masuklah… kau tidak lihat salju sedang turun?”

”Aku akan tetap disini sampai kau turun,” katanya masih lewat telpon kami.

Cih, anak ini. Dengan terpaksa aku menurutinya. Setelah menutup telpon, aku lalu memakai mantelku dan bergegas keluar.

@@@@@@@@

”Yaa.. kau mau apa? Disini dingin sekali.. dan kau tau kan kalau aku harus beristirahat!” amukku saat sudah berada disampingnya.

Tapi dia malah tersenyum dan tanpa menjawabku, dia lalu menarik tanganku. Mengajakku mengikutinya ke tempat dia memarkirkan mobilnya.

”Yaa.. kenapa kemari?” aku masih bingung dengan apa yang akan dilakukannya. Kulihat dia membuka bagasi mobilnya dan ketika terbuka, aku melihat balon warna-warni yang berisi udara menyeruak dari sana.

”Harusnya aku melakukan ini saat hari masih terang. Efeknya akan lebih dramatis, seperti di film-film.. tapi tak masalah kan?” kata Key menatapku dengan senyuman tak hilang dari wajahnya.

Aku tak menanggapi perkataannya. Aku malah tertawa melihat apa yang dilakukannya.

”Noona.. wae? Apa yang lucu?” katanya, kali ini sambil menarik-narik tanganku.

Aku menggeleng, ”Tak ada yang lucu Key, maafkan aku.. gomawo~. Lalu untuk apa kau melakukan ini?” kataku masih tertawa.

Dia melepaskan tanganku. Mengambil sebuah kotak kecil dari saku mantelnya, lalu berlutut dihadapanku sambil mengarahkan kotak kecil yang ternyata berisi sebuah cincin padaku.

”Kim Rumi… will you marry me?”

Aku menghentikan tawaku. Apa yang dilakukannya kali ini benar-benar tak lucu.

”Key… kau sudah lupa dengan ucapanku? Aku sudah bilang kalau aku tak bisa bersamamu!”

”Aku ingat sekali.. dan selalu memikirkannya… tapi, aku rasa hubungan kita bukanlah hal yang mustahil. Aku tak akan melakukan kesalahan seperti yang Onew-hyung lakukan… aku tak memaksamu menerimaku sekarang. Aku menunggu sampai kau menyelesaikan studimu.. selama masa itu situasi akan berubah. Aku bisa menikahimu dan mengumumkan pada dunia kalau kau adalah wanita yang kucintai.. aku tak peduli dengan statusmu.. tak peduli kau dulu pernah bersama dengan Onew-hyung.. aku tak mempermasalahkan apapun.. asal kau disisiku. Aku semakin mencintaimu dari waktu ke waktu.. tak berkurang.. malah makin membara.. jadi kumohon..” katanya menggebu-gebu.

”Key.. aku tak bisa…” kataku lirih. Tak ingin menatapnya. Aku ingin segera pergi dari sini. Ingin segera kembali ke kamarku dan melupakan apa yang di katakannya.

”Bisa.. pasti bisa.. karena kau juga menyukaiku…”

”Yaa… aku menyukaimu.. sebagai temanku.” kali ini aku mengucapkannya dengan lebih tegas, ”Tak lebih… dan hentikan berharap dariku! Banyak wanita yang mau dan rela melakukan apa saja agar bisa bersamamu… hentikanlah merendahkan dirimu dengan memohon cinta dariku. Karena aku tak bisa! Kau harusnya sadar posisi mu.. kau sahabat Jinki. Dan dia mantan suamiku! Aku.. a-aku tak ingin hidup dilingkaran itu-itu saja… dilingkaran kalian!”

Dia lalu berdiri, menatapku tajam, ”Tapi jika Taemin yang melakukan ini. Menyatakan cinta padamu.. kau pasti akan menerimanya ’kan? Tak peduli walau dia bagian dari kami.. karena kau..”

Aku menyelanya, ”Walaupun itu Taemin.. hal yang terjadi sama saja. Yaa.. ku akui, aku sangat menyukainya. Dia adalah pujaanku.. saat aku belum menikah, aku selalu mengkhayalkannya atau Minho menggandeng tanganku… memelukku.. kalau perlu menciumku.. ya, itu yang kuharapkan..harapanku sebelum aku menemukan pria yang benar-benar ku cintai. Harapan saat aku masih menjadi gadis polos yang selalu mengejar kalian kemana-mana.. saat aku masih berteriak histeris saat bisa melihat kalian walau dalam jarak yang jauh… saat aku masih menjadi seorang fangirl yang hanya bisa berkhayal bisa bersama pujaanku…”

Aku lalu menatap langit yang memuntahkan salju tanpa peduli rasa dingin yang menyergapi kami. Kejam… yah langit yang kejam. Seperti yang kulakukan pada Key yang menangis.

”Jangan seperti ini… kita akan berpisah cukup lama… ” kataku merasa jengah ketika melihat air mata membanjiri wajahnya yang yah.. aku tak bisa membohongi diriku kalau wajahnya sangat tampan terutama ketika seperti ini, menangis.

”Aku tak mau berpisah darimu Rumi.. ”

”Key.. kumohon.. jangan seperti ini..” kataku. ”Berhentilah memohon padaku.. sebelum.. sebelum aku membencimu!”

Sikap tegasku itu membuatnya terdiam dan berhenti menangis. ”Kumohon.. jangan membenciku Rumi…”

”Kalau begitu.. jangan meminta hal itu lagi padaku.. cukup menjadi teman ku saja… karena jika kau tak mengabulkannya.. aku akan membuat diriku tak bisa kau temui lagi..”

Aku lalu bergegas meninggalkannya. Berlari cepat memasuki gedung apartemenku. Kemudian ketika aku sudah masuk di kamarku. Tangisanku tumpah…

Aku menyesal sekali, membuatnya menjadi seperti itu. Aku menyesal telah hadir di hidupnya.. membuatnya mencintaiku tanpa sanggup ku balas.

Yah.. aku akui kalau aku sangat menyayanginya lebih dari apapun. Aku sangat bahagia saat bersama dengannya. Merasa senang, tenang dan damai. Aku bingung, aku mencintai Jinki tapi aku juga menyayangi Key. Ah~ kenapa perasaan ku jadi seperti ini…

Andai saja dulu aku tak keguguran.. andai saja dulu dia tak menjengukku. Mungkin hal yang terjadi tak seperti sekarang. Kami menjadi sangat dekat setelah kejadian itu. Dia yang selalu menasehatiku, menemaniku dan mendengarkanku. Andai saja aku tak terlalu dekat dengannya. Aku tak akan melukainya seperti sekarang.

Tetapi lagi-lagi semuanya hanya seandainya… pada dasarnya, aku tak mampu mengubah kejadian di masa lalu. Yang bisa kulakukan sekarang hanya pergi jauh darinya, semoga dengan jarak yang jauh diantara kami bisa membuat perasaan kami berubah .

@@@@@@@@

Dua tahun, yah.. itu bukan masa yang singkat. Banyak hal yang terjadi baik di dunia maupun di diriku sendiri. Banyak perubahan yang terjadi dalam jangka 730 hari itu. Aku yang ketika sampai di Aussie dengan rambut hitam panjang sebahu dalam kurun 2 tahun sudah berganti model rambut hampir 5 kali. Tidak terlalu banyak sih, tapi itu termasuk sangat banyak jika di hitung dari perubahan gaya rambutku saat aku masih sekolah menengah sampai menikah dengan Jinki, saat itu aku malah hanya pernah mengubah gaya rambutku sebanyak 3 kali.

Eomma pasti akan kaget melihat rambutku yang coklat, sedikit ikal dan pendek. Aku terlihat lebih muda dengan gaya rambut itu mengingat sekarang usiaku sudah mencapai 27 tahun. Oh~ aku sungguh sudah tak muda lagi.

Tapi.. paling tidak aku sudah mendapat gelar Master sekarang.. walau pada dasarnya setinggi apapun sekolahku dan gelar apa yang ku peroleh, di negara asalku akan menjadi tak berguna jika tak diiringi dengan kompetensi dan pengalaman.

Jaman sekarang sudah berhamburan orang-orang yang bergelar ’Master’, bukan hal yang patut dibanggakan jadinya dan pesaingku saat melamar kerja nanti pastinya sangat banyak.

Aku sedang mengemasi barang-barang yang akan ku kirim duluan ke Seoul hari ini. Rencananya aku akan pulang besok, mengambil penerbangan sore. Dan aku tak memberitahukannya pada eomma. Biar menjadi kejutan. Aku mengatakan padanya baru pulang ke Seoul 3 hari lagi.

Setelah selesai meng-packing ’harta-harta’ yang sudah ku kumpulkan selama tinggal di Sydney selama 2 tahun. Dan mengirimkannya ke jasa kargo. Lalu aku menikmati sore dengan berjalan mengelilingi kota.

Saat pertama kali tiba, aku ingat sekali dengan perasaan canggung dan gugup. Perasaan itu mengalahkan rasa sedihku saat berpisah dengan keluarga dan yah.. rasa menyesal pada Key.

Sudah 2 tahun.. apakah Key masih mengharapkan ku? Aku sangat takut jika jawabannya ‘iya’. Karena bukan itu yang kuharapkan dengan kepergianku… dengan aku menjauh darinya walau tetap saja… kami masih saling kontak. Dia bahkan mengunjungiku saat liburan musim panas di Korea tiba. Begitu juga saat mereka tampil mengisi acara dari kedutaan, dia menyempatkan diri mengunjungiku, berbeda dengan Jinki tentu saja, yang tetap acuh.

Dan tentang Jinki.. dengan keacuhannya, apakah dia masih membenci ku walau sudah 2 tahun berlalu? Yah.. aku juga tidak ingin jika jawaban dari pertanyaan ini adalah ‘iya’. Aku tidak sanggup di benci oleh pria yang sangat kucintai dan tak pernah kulupakan sedetik saja.

Aku lalu melanjutkan perjalanan di daerah pertokoan. Aku bisa mendengar music K-pop dari salah satu toko. Yah.. bahkan hallyu wave benar-benar menyebar sampai ke benua kecil di selatan bumi ini.

Aku bisa mengetahui bagaimana popularitas SHINee semakin menanjak dari tahun ketahun. Dengan banyaknya penghargaan dan album yang laris manis. Padahal, tempatku sangat jauh dari mereka. Tapi dengan teknologi yang semakin canggih tentu saja perkembangan musik yang mempengaruhi dunia juga bisa ku ketahui walaupun kami berada di dua benua berbeda.

Yah.. sekarang mereka bukan lagi newbie di industri hiburan seperti 7 tahun lalu. Mereka sudah menjadi superstar dan tergolong senior dengan usia yang masih muda. Pertengahan musim semi nanti mereka akan melaunching album ke-7 mereka. Bahkan penjualan album mereka pun menembus pasar Australia. Sungguh hebat.

Tapi, dengan segala kesuksesan yang mereka dapatkan, apakah sejalan dengan kesuksesan kehidupan pribadi mereka?

Hah, untuk itu aku juga masih belum tau…

@@@@@@@@

”Omo.. omo.. omo..Rumi-ya… kau pulang? Kenapa tak mengabari terlebih dulu? Kau bilang kalau masih 2 hari lagi kau datang.. makanya saat barang-barang mu tiba tadi siang kami hanya meletakkannya sembarang di kamarmu dan tidak membereskannya. Aigoo~ rambutmu juga berubah sekali… kau tetap cantik,” kata eomma panjang saat melihat kedatanganku.

”Kejutan…” kataku dan memeluknya. Ah~ aku sangat merindukan wanita paruh baya ini. Begitu juga ayahku. Dia tersenyum saja di belakang eomma yang ku peluk dan sesekali membelai lembut rambutku.

”Rumi-ya… sekarang beristirahatlah… kau pasti sangat lelah,” kata ayahku.

”Ne.. aboji,” sahutku lalu meninggalkan mereka untuk masuk ke kamarku yang berantakan dengan koper-koper berserakan dan ditaruh sembarangan.

Syukurnya orang tuaku tak meletakkan koper-koper itu di atas tempat tidur, sehingga tak menjadi penghambatku dalam melepaskan lelah.

Sebelum tidur, aku meng-aktifkan Hp ku. Wow, rupanya ada email masuk.. yeah siapa lagi pengirimnya kalau bukan Key.

‘Chatting yuk.. aku kangen. Aku tunggu kau didepan komputer pukul 11 waktu Seoul tentunya.. hahaha~’

PS: kau sudah belikan pesananku bukan? Awas saja kalau tidak!

Aku lalu melihat ke jam dinding, hah, sudah jam 11 lewat 15 menit. Kyaa~ dia pasti marah karena aku telat..

Buru-buru aku menghidupkan laptop untuk Online.

Ya.. anggap saja aku aneh. Aku ingin menjauh darinya sehingga pergi ke Aussie tapi kami MASIH selalu kontak lewat dunia maya 3 kali seminggu dan dia selalu menelponku setiap akhir pekan. Hubungan kami bisa dibilang hanya jauh di fisik tapi secara komunikasi kami masih saaaaaaannnggaaattt dekat. Hah, rasanya percuma jauh-jauh pergi ke Aussie kalau ternyata hubungan kami masih seperti itu.

ALQ2: [ONLINE]

K_rumy: Yuhu~

ALQ2: TELAT DUA PULUH MENIT!

K_rumy: SORRY .. SORRY J

ALQ2: DIMAAFKAN .. selalu untukmu hehe~ jam berapa disana?

K_rumy: 11.25

ALQ2: WHAT? Sama seperti disini (o.O)?

K_rumy: auk ah~ sudah ya aku ngantuk

ALQ2: Ne.. have a nice dream honey

K_rumy: KUBUNUH KAU!

ALQ2: [OFFLINE]

K_rumy: padahal aku mw bilang klo aku sudah di Seoul ^^

ALQ2: [ONLINE]

ALQ2: WHAT?! AKU KESANA SEKARANG!

K_rumy: kemarilah kalau ingin mati

ALQ2: aku kangen (>,<)

K_rumy: total belanjaan yg kamu pesan 400 rb won. Besok BAYAR!

K_rumy: [OFFLINE]

Aku tertawa setelah mematikan lapotopku. Pasti Key sedang mencak-mencak disana… ah~ anak itu. Aku juga kangen dia, tapi kesal.. tapi takut.. ya sudah lah lihat besok saja bagaimana keadaanku saat bertemu lagi dengannya. Sekarang aku tidur dulu.

@@@@@@@@@

”Honey…  ku akui selera fasion kita mirip. Kau hebat sekali memilihkan barang-barang ini.. wah , aku makin mencintaimu,” kata Key antusias sambil mengecup pipiku dan kemudian melanjutkan membongkar barang-barang pesanannya di kamarku tentu saja. Ayah dan ibuku sedang bekerja sekarang jadinya dia dengan leluasa masuk ke kamarku. Dasar, dia sudah hafal dengan moment yang tepat untuk berkunjung ke rumahku.

Aku asyik melingkari kolom lowongan kerja yang terdapat di koran dan mengacuhkannya yang dengan senang hati membereskan koper-koper yang tergeletak sembarangan di kamarku, hah, dia sedang mencoba merayu dengan cara merapikan kamarku. Dikiranya berguna apa? Tentu saja hal itu tak akan mempan untukku.

”Sedang mencari pekerjaan?” tanyanya yang kujawab dengan anggukan. Lalu kulihat kamarku sudah rapi, rupanya dia sudah selesai beres-beres.

”Bagaimana kalau kau bekerja dengan ayahku?” tanyanya lagi yang ku jawab dengan gelengan.

”Aku tak mengerti tentang saham Key, itu bukan bidangku.” lalu aku menyodorkan tangan padanya, ”mana uangku?”

”Yaa, tentu saja sudah ku transfer. Aku tak bawa uang tunai sebanyak itu,” dia lalu melihatkan padaku bukti transfernya. Lalu berkata lagi, ”Kau akan memasukan lamaran di semua perusahaan yang kau lingkari itu?”

”Ne.. dan kau lihat, sangat banyak ,’kan? Jadi pulanglah sekarang, aku sibuk.”

Dia memasang wajah cemberut saat aku mengusirnya. ”Ne.. aku pergi. Aku juga sibuk. Ku doakan kau cepat mendapatkan kerja.. hwaiting honey”

Sebelum aku melemparnya dengan kotak pensil, buru-buru dia keluar dari kamarku dengan membawa barang-barang yang dipesannya. Kemudian aku dapat mendengar suara dia membuka pintu luar. Dan setelah itu.. sepi.. hanya aku seorang diri dirumah.

Lihat kan bagaimana hubungan kami berdua walau sudah 2 tahun berlalu.. tetap saja tak ada perubahan.

Kami tak pacaran..aku tak menerima dia untuk berkomitmen. Bisa dibilang hubungan kami berdua itu ’Teman tapi Sayang + mesra + cinta dari dia tentu saja’.

Aku kemudian menghentikan kegiatanku melingkari lowongan kerja, lalu berfikir. ’Apa yang terjadi padaku ya, jika Shawol diluar tau kalau aku pernah menikah dengan Jinki dan sekarang malah menjalin TTM dengan Key?’

Hah.. jawabannya aku pasti akan MATI.

@@@@@@@@

Setelah sebulan balik ke Seoul, akhirnya aku mendapat pekerjaan. Yeyeye, aku diterima bekerja di sebuah perusahan pakaian olahraga terkenal berlabel international *gak usah di sebut dah mereknya* bagian pemasaran. Untuk tiga bulan ke depan aku masih dalam masa training. Syukurlah.. paling tidak aku tak terlalu lama menganggur.

Saking girangnya setelah tau diriku diterima, aku langsung pergi ke minimarket membeli bahan-bahan untuk membuat makan malam spesial keluargaku.

Ayah dan ibuku ketika pulang bekerja cukup kaget mendapati masakan sudah tersedia rapi di meja makan, karena jujur saja.. aku memang jarang (mungkin malah tak pernah) memasak untuk mereka. Padahal, dulu sebelum menikah dengan Jinki, aku sempat ikut kelas memasak makanan Korea.

”Yaa.. Rumi.. tumben sekali kau memasak?” kata Ayahku terheran-heran tapi tetap saja melahap penuh nafsu masakan yang kubuat.

”Ne.. karena.. aku diterima bekerja, aboji…” sahutku riang.

”Yaa,  lalu kapan kau mulai masuk kerja?” kali ini eomma yang bertanya.

”Minggu depan… kyaa~ aku tak sabar…” kataku.

”Oummphh~ baguslah, lalu kau sudah ada ke rumah Jinki setelah kepulanganmu dari Aussie?” tanya eomma lagi.

”Eomma~ untuk apa kesana?” kataku malas.

”Yaa, paling tidak mereka sudah berjasa untuk mu. Jangan menjadi tak sopan pada keluarga Lee hanya karena kau dan Jinki sudah berpisah..”

”Baiklah.. besok aku kan kesana..” kataku mengalah.

”Bagus jika seperti itu.. dan juga siapkan waktumu lusa. Eomma akan mengenalkanmu dengan seorang pria. Usiamu sudah lebih dari cukup untuk menikah..”

Aku menghentikan makanku dan menatap eomma dengan tatapan tak percaya. Dia berniat menjodohkan aku lagi. Hah, yang benar saja.

”Eomma~ aku tak mau ikut perjodohan lagi!”

”Wae? Apa karena ada Si Key itu? Karena sekarang kau pacaran dengannya?” eomma juga menghentikan makannya dan menatapku.

”Aku dan Key tak pacaran eomma..”

“Tak pacaran tapi dia dengan bebasnya memeluk dan menciummu! Hah, hubungan macam apa itu? Lagipula kau lupa alasanmu bercerai dengan Jinki karena apa? Karena dia seorang artis dan tak mau mengakui pernikahan kalian di depan umum! Dan siapa itu Key? Dia juga artis dan malahan rekan satu grub dengan ’mantan’ suamimu. Apa kau tak punya malu berhubungan dengan dua pria yang bersahabat dan sangat dekat seperti itu?” cecar eomma.

”Eomma~ aku tau hal itu. Itu sebabnya aku tak menerima Key.. karena tak mau mengalami kesalahan yang sama. Tapi.. aku juga belum ingin menikah lagi.. aku sudah merasakan bagaimana menikah dan mengandung.. itu bukan prioritas utama ku lagi kini.. jadi, kuharap eomma bisa membatalkan niat eomma untuk menjodohkan aku lagi.”

Aku kemudian masuk ke kamarku, jika pembicaraanku dan eomma dilanjutkan bisa jadi kami akan bertengkar. Dan aku tidak mau itu.

Ah~ eomma.. kenapa dia masih ingin agar aku cepat-cepat menikah lagi? Bagaimana mungkin aku bisa hidup bersama pria lain sementara aku masih mencintai Jinki. Tak bisa melupakannya sedetik saja… tak bisa melupakan senyumnya.. tangisnya.. amarahnya.

Walaupun aku bersama Key, bersama dengan pria-pria lain.. tetap saja bayangan Jinki tak pernah hilang.

Aku sangat merindukannya… menginginkannya.. tapi itu sudah tak mungkin karena dia kini membenciku.

@@@@@@@

Kemudian aku memulai masa-masa menjadi Traine. Selama menjadi traine, gajihku hanya dibayar 50%, menyebalkan padahal selama tiga bulan itu waktu dan tenaga ku tercurah habis-habisan. Aku berangkat kerja pukul 7 pagi dan pulang pukul 10 malam. Nyaris tak punya waktu pribadi.

Di bulan pertama aku masih harus mempelajari tentang seluk beluk perusahaan, bagaimana sistem kerja mereka dan segala tetek bengeknya yang masih bersifat teori. Lalu di bulan ke-2 dan ke-3 aku terjun ke lapangan. Melihat sistem kerja langsung ke pabrik dan outlet lalu karena aku berada di divisi pemasaran, aku juga harus ikut serta dalam segala kegiatan promosi.

Melelahkan sekali… Key bahkan sempat marah padaku karena aku selalu mengabaikannya jika dia mengajak ku bertemu.

Tapi itu hanya 3 bulan di awal. Karena sekarang.. aku sudah mendapatkan meja di divisi pemasaran.. itu artinya aku bukan traine lagi dan resmi menjadi pegawai. Ah~ senangnya, ketekunanku membuahkan hasil maksimal.

Di divisi ini ada sekitar 30 orang. Aku belum hafal nama dan wajah mereka semua, tapi karena di tahun ini aku adalah pendatang baru (yunior) maka aku harus berjuang agar tak diremehkan.

Tapi ada seorang subae yang membuatku tertarik *tampar Rumi bolak-balik* karena hanya dia yang ramah padaku. Dan lagi dia itu adalah atasanku, dia yang mengurus pegawai baru dan memimpin di sub divisi. Namanya Jung Kyung ho, aissh~ aku tak menyangka bakal bertemu namja tampan dan manis seperti dirinya.

Dia menjadi salah satu alasan yang membuatku semangat bekerja. Tubuhnya dengan tinggi 184cm, senyum manisnya.. eommaa~ aku tak kuat jika berada di ruangan kerja berdua saja dengannya, padahal ruangan kerja kami sama. Kyaa~ tak kuat… kenapa sih sunbae ku ini tak jadi artis saja.. dia sangat tampan dengan postur tubuh menjulang walau badannya kurus tapi dia cukup kuat. Dia tipe ideal ku… *cakar Rumi*

Aku tak pernah menceritakan tentang bos ku itu pada Key. Karena sudah pasti dia akan marah-marah dan cemburu.. cih~ terlalu anak itu. Aku jadi ingat saat dia mengunjungiku waktu kuliah di Aussie dulu, dia sempat marah melihat kedekatanku dengan salah seorang temanku yang berasal dari Indonesia. Karena apa di marah? Yah karena temanku itu TAMPAN.

Tapi aku mengagumi Kyung ho-sunbae bukan karena aku telah jatuh cinta padanya. Perasaanku padanya murni hanya kekaguman. Tak lebih. Memangnya salah mengagumi pria tampan? Tentu saja tidak, kan? Karena bagaimanapun juga Sampai sekarang pria yang kucintai hanya Jinki. Tak pernah berubah.

@@@@@@@@

”Kim Rumi-sshi..” panggil Kyung Ho sunbae.

”Ne.. sunbaenim?” sahutku. Saat ini kami hanya berdua saja di ruangan kami. Aku masih merasa gugup padahal kami sudah seperti ini selama 1 bulan.

”Hari ini kau ikut denganku, akan ada penandatanganan kontrak dengan model perusahaan kita yang terbaru..” katanya sambil menatapku dari meja kerjanya.

Aigoo~ tatapan matanya benar-benar menyejukkan. Membuatku terpana sejenak.

”Kim Rumi-sshi? Gwenchanayo?”

Aissh~ kenapa aku malah melamun, ”Gwenchana sunbaenim..” ujarku gugup.

”Kalau begitu ayo kita pergi..”

Dia lalu memakai jasnya dan berjalan duluan. Aku mengikutinya dengan berlari kecil karena sunbaenim ini melangkah dengan langkah panjang dan cepat. Kami lalu pergi ke kantor managemen artis yang menjadi model terbaru di perusahaan kami menggunakan mobil sunbaenim.

Ah~ entah kenapa aku jadi senang sekali. Syukurlah Tuhan.. kau memberikanku pekerjaan ini. Sudah gajihnya besar, kerja samanya dengan namja tampan dan baik hati lagi.

Tapi.. tak jadi bersyukur deh saat melihat di kantor management artis mana dia menghentikan mobilnya.

SM ENTERTAINMENT… DAMN!

Dengan ragu-ragu saat kami akan keluar dari mobil, aku bertanya padanya, ”Sunbae.. memangnya artis SM siapa yang di kontrak perusahaan kita?”

Dia menatapku heran, lalu dengan senyuman menjawab, ”Tentu saja SHINee boyband nasional korea saat ini.. siapa lagi? Memangnya kau tidak membaca surat kontraknya ya?”

Jederrr.. SHINee… kami akan bekerja sama dengan mereka? OH GOD.. harusnya aku membaca surat kontrak yang  berada dalam tas kerja ku.

Sebut aku bodoh.. babo.. baka.. stupid.. tak masalah karena itu memang kenyataan.

Kyung ho sunbae senyam-senyum tak jelas melihat wajah masamku, ”Yaa. Rumi-sshi, kau tidak suka mereka? Sayang sekali, mereka kan sangat tampan, musik mereka sangat oke dan lagi fashion merekalah yang terbaik. Jangan bilang kau tak suka, aku saja fans mereka.”

Jderrr.. lagi-lagi aku terkejut. Sunbae fans SHINee? Gak salah tuh, aku menatapnya dengan pandangan curiga. Jangan bilang kalau kau kelainan sunbae karena itu akan membuat semua kekagumanku padamu rontok. Pantas saja sampai usianya 32 tahun dia belum menikah.. ternyata oh ternyata…

”Yaa.. jangan menatapku seperti itu, aku masih normal. Memang tak boleh apa jika pria ngefans dengan sesama Pria?”

”Itu aneh Sunbae..” kataku ketus.

”Hah~ bukannya yang lebih aneh itu jika seorang yeoja sepertimu malah tak menyukai mereka..” kali ini dia mengatakan sambil membelai rambutku.

Ahh~ sunbae.. bukan begitu. Aku sangaaaaattt suka mereka. Hanya saja.. kau tak tau bagaimana hubunganku dengan mereka. Lagipula kenapa sunbae berkata sambil membelai rambutku..? itu membuatku grogi! Ahh~ sunbae ku yang tampan. Tapi hal itu tentu saja tak kukatakan padanya. Melihat wajahku merah padam saja sudah membuatnya tertawa apalagi mendengar pengakuan itu.

”Ayo Rumi-sshi, kita masuk kedalam..” katanya sambil berjalan mendahuliku memasuki Sment Building.

@@@@@@@@

Dihadapanku kini duduk ’mantan suamiku’, Onew. Walau meja kami bersebrangan aku bisa merasakan hawa dingin dari tatapannya. Saat aku mencoba mengalihkan padanganku ke arah kiri, ada Key. Dia menatapku dengan pandangan penuh tanda tanya. Saat mengalihkan pandangan ke kanan. DAMN! Ada pandangan kesal dari Minho,Taemin dan Jonghyun.

Apes! Lebih baik aku memandang namja tampan disampingku saja yang sedang serius memaparkan tentang produk kami dan isi dari kontrak.

”Yaa. Kyung Ho-sshi, bulan lalu kau membawa gadis lain kemari… dan sekarang ganti lagi. Apa dia pegawai baru?” tanya seorang pria botak buncit yang aku yakin salah satu petinggi SM. Setelah kegiatan tanda tangan berakhir.

”Ne.. namanya Kim Rumi, ” dia kemudian memandangku dan berkata seolah,’ayo perkenalkan dirimu’. Lalu berkata lagi,  ”Dia memang masih baru.. tapi sampai promo selesai, dia dan aku yang akan menangani proyek ini. Jadi mohon kerja samanya.”

Setelah sunbae mengatakan itu aku lalu mengenalkan diri, ”Ne.. saya Kim Rumi.. mohon kerja samanya.”

Yaa.. mau teriak rasanya. Promo dan proyek berakhir. Berapa lama tuh? Aku bisa stress membayangkan harus bekerja sama dengan SHINee.

”Rumi-sshi, sampaikan itu pada ke lima namja ini,” kata pria botak itu sambil menunjuk-nunjuk member SHINee. ”Bimbinglah mereka dan marahi saja kalau mereka malas.. haha.. aku pergi dulu. Kalian berbincang saja dulu…”

Pria botak itu meninggalkan aku, Kyungho sunbae dan SHINee. Hanya sisa kami bertujuh saja di ruang rapat.

Dan kemudian aku dapat melihat Kyungho sunbae mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Omona~ itu kan album ke-7 SHINee. Tampaknya dia akan meminta tanda tangan dari setiap member.

Ah~ sunbae.. entah kenapa sikapmu itu membuatku jadi malu.

To Be ConTinued

 

Annyeong yeroubun…. gomawo dah baca nih ff dan ngikutin terus..

di part ini ada peran tambahan .. namanya Jung Kyung Ho, dia oppa ku tersayang.. *dibantai Heechul* termasuk 83 line.. mau liat mukanya dan setampan apa dy?

ini dy picnya

imut kan? imut kan? *maksa.com* padahal dia satu angkatan ma Heechul dan Leeteuk lho.. huaa~ angkatan 83 emang imut n the  best dah~

klo yang belum tau dia.. nih sedikit informasi..

Kyung Ho oppa  ini pemeran utama di drama Smile You *udh pd nnton blom ya?* yg blom nnton, cari az dah dramanya di dvd bajakan.. dulu juga pernah maen di i’m sorry i love u bareng im so jung n so ji sub, maen juga di drama Time between dog and wolf bareng Junki oppa.. dia juga ikut di drama Road no.1 wlw cmn jadi cameo sebelum akhirnya masuk wamil bulan nov 2010 lalu.. *nangis bombay*

nah.. itu sedikit penjelasan tentang Kyungho oppa.. daripada reader bingung nih org bentuknya kayak apa…

tapi bener deh.. yg belum nnton Smile You harus segera nnton tuh drama.. karena apa? karena drama nya emang bagus bangetttt

okee.. segitu dulu promosinya.. sekarang SILAHKAN KOMEN ^^

48 thoughts on “Married Idol (chapter 9)

  1. Kok hari jum’at onn?
    Udh ada firasat sama ni ff, hah #sehatisamadubu

    Ett dah rumi, udh balik ke onew lgi aj
    onn, buat mereka rujuk dong.

    Mau protes; part onew kok dikit onn??

    makin serruu…
    Gak sabar part 10,uwo…

  2. @sisiondubu : iyee… dikit, ntar jg jatahx onew banyak lagi belum saatx emang.. haha~
    sngaja cepet abisnya beberapa hr lagi bakal ada yg MI-JINKI POV

    ini jg ke publish jumat gara2 aq kira tgl 7 tuh hr sabtu, pas ngejadwal g liat kalender dulu – -‘

  3. kyaaa…
    Akhirnya tayang juga.
    Lama banget nunggu seminggu.
    Mitmit*sksd* boleh donk di cepetin jadwal publisnya. *pasang puppy eyes ala baengshin*

    pergi 2th buat ngehindar key tp tetep kontek2an, itu sih sama aja bo’ong rumi.
    Ngakak kyungso jd funboy SHINee. Duh minta tanda tangan segala. Malu2in deh.
    Kyungso ntar polin in lop ma rumi ga ya? Ati2 aja deh kyungso ntar dibakar jinki n key.

    • kagak bisa dicepetin cin~
      nih ff juga publishnya sistem kejar tayang…. hahaha
      aq blom bikin lanjutannya br kerangka doang..
      paling kagak karena aq juga sibuk skripsi nih ff bs selsainya min 4 hr, yah jd klo dah selsai paling aq baca 2-3 kali br dimasukkan ke draft deh …
      mian

  4. hah, akhirnya part ini bisa aku like-in… setelah males nge-like part2 sebelumnya…😛

    menarik mit… konfliknya masih greget… lanjutin dulu deh… suka aku kalo kayak gini, c rumi udah mulai ‘normal’… wkwkwk~

  5. si rumi liat namja yg bening dikit aja lgsg klepek2..hahaaa
    Key gigih amat ngejar cinta’a rumi,
    Udh lah key~ ga ush kejar2 rumi lg, mending ama aku aja #slaps
    Rumi mah ampe kapanpun ttp cinta ama jinki..lol

    yahh~ kyung ho ahjussi(?) ternyata shawol juga..ckcckck
    Jung Kyung Ho emg ganteng kok onn..hahahahahah
    tp klo di bandingin ama 83’s line nya suju mah msh gantengan teukchul😀

  6. Yeee………!!
    part 9 udah publish *senyum2 geje*

    uwaaa neommu neommu neommu cohayo!
    tapi kasihan key!
    ditolak mulu sama rumi! T,T
    ditunggu part 10nya!

    mit onn fighting!~^^

  7. akhrN da jg part 9..

    Huaaaa….seru..
    Rumi percma nghndar ujung2N kmunikasi lancr..
    Rumi ma onew z ya key bt Q hahaha
    kasian dy ditolak mlu

    kyung ho…
    Wah dy namja idamanku
    peranN di smile you bner2 idaman bgt dah,rmantis dy…
    Dtmggu lanjtanN eon

  8. gomawo thor udah publish chapter barunya😀😀 *ngasih jinki buat meluk author*

    si rumi pabo ya~ nolak Key. kan kasihan, padahal udah romantis gitu pas dilamar T.T

    ditunggu banget ya thor chap selanjutnya *hwaiting!!!!*

  9. rumiii…
    Ckckckcckckckck…
    Jgn ampe dy suka am key ap lgii am angktn 83 ntu… #plak..
    Hehehehehe
    crta na tmbah seruuuuuuu…
    Gregeeeetaaaaaaan bacaaa naaa..

  10. ddddenk jinki masih sakit hati….
    kdang gak tega liat key kadang kesel pingin jitak

    eh iya onn kok 83 line mukanya imoet2 ya kekekeke

    katanya mau ngepost tiap hari sabtu?
    postnya 2 x seminggu aja onn #plakk

    yaudah tunggu jinki povnya
    semangat onn

  11. please kak mit… balikin rumi ama jinki lg please T_____________T

    awwww ada ahjussi tampan!
    senang deh part ini progressnya cepet jdi ceritanya ga monoton….

  12. yayaya kembali brtemu Onew,.hohoho
    tpi ko Onew nya jutek sih,?kasian c’Rumi nya >,<
    c'key mkin gila,pake acara honey,honeyan segala lgi,.idiih geliii *hahaha

  13. ounni… mkin gregetan bc’y… ad kyungho ya jg.. ah~ rumi b’runtung bgt d’kli2ngi cwo2 ckep.. d’tunggu k’lnjtny ounni… (sanggadh) tetep dukung onew d’part b’rikutny… **hWaitting*

  14. akhirnya…
    setelah di sibukkan dengan kegiatan slama ini, w bisa baca juga part 9nya… *plak* hehehehe

    mit…!!!
    I love your writing style !!!
    tapii rasanya aneh aja tiba2 2 taun itu udah terlewati dan rumi makin tua… kekeke *plak*
    kira2 abis di part brapa mit ???

  15. anyeong…aku reader baru chingu^.^
    aku udah baca dari part 1-part 8. akhir’a aku bisa lanjut baca k next part.

    FF ini aku suka bangeddd…cerita’a bagus. ikutan ngerasain klo baca. Daebak poko’a…*alay bgd gw
    FF ini kmu publish di Shawolindo jg ya?

  16. WAHH…
    itu key ahir x ngelamar sie rumi jg ya…????
    dan untunglah di tolak..
    klo ga kan kasian jinki……..😦

    q makin pnasaran ama part slnjt x…
    terbang k part 10 ah……..😛

  17. aaaaaaa suka banget chapt ini. rumi bener2 udah bisa bangkit dari keterpurukan meskipun blum bsa nglupain jinki. wajr sih menurut aku teh. dan pliiiiisss bgt jangan bikin key sakit hati. maunya rumi sama jinki. tapi gak tega liat kibumku sakit. hadirkan sosok wanita buat dia T.T

  18. Hehe tenyata seniorny cakev jg,,gk papa deh sama dia rumi nah jinkinya sama😘😘😍😍ok hehemianmian ngaco mulu

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s