SARABABO VS SUPER JUNIOR [Part I]


AUTHOR: DIYAWONNIE. MINHO

Dedicated to my lovely Sarababo Fam^^ Only 9!!! Hehe… Love ya… Babo 1 till end…

SARABABO, merupakan singkatan dari dua kata, yakni “Sarap” dan “Babo”. Di dalamnya terdapat sembilan anak perempuan dengan kepribadian seperti yang dicerminkan oleh kedua kata tersebut. Ada yang sarap, dan ada pula yang babo. Bahkan ada yang sekaligus sarap juga babo. Naas memang. Namun semuanya saling melengkapi. Meskipun begitu, di dalamnya masih terdapat beberapa orang ‘normal’, walaupun tidak senormal manusia normal lainnya.

Mereka bukan saudara kandung. Dulunya mereka tinggal di sebuah panti asuhan yang sama. Dikarenakan mereka tinggal di paviliun yang berbeda dengan anak panti lainnya, jadilah mereka seperti keluarga kandung.

Babo #1 Jung Myu Ra (Mirsa)

Member paling tua di antara yang lainnya. Maka dari itu para dongsaengnya sering menganggap dia sebagai leader. Seminggu yang lalu ia diterima bekerja di salah satu stasiun televisi terbesar di Seoul, SBS. Hal itu pulalah yang membuatnya terpaksa memboyong seluruh anggota keluarga untuk pindah ke Seoul. Myu Ra kurang menyukai pria yang cute. Ia lebih segan pada pria sopan yang sedikit pendiam.

Babo #2 Seo Sangmi (Kelly)

Inilah member paling galak! Hobinya adalah mengomeli tingkah laku dongsaengnya jika sudah berada di luar jalur kenormalan. Sangmi paling sebal dengan cowok yang lemah dan letoy. Karena dianggap tidak bisa melindungi cewek. Ia bekerja di salah satu bank di Chungnam, namun beberapa hari yang lalu dipindahtugaskan ke Seoul. Membuat para Babo mantap untuk hijrah ke Seoul.

Babo #3 Park Chaeri (Mitmit)

Guru privat matematika yang otaknya penuh dengan “Blue Film”. Dia memang tidak pernah menularkan hobinya mengoleksi film porno itu ke haksaeng-haksaengnya, tetapi sukses meracuni beberapa dongsaengnya yang sama-sama berotak kotor. Chaeri masih termasuk leluhur Sarbob jika dilihat dari umurnya.

Babo #4 Shin Sooran (Chidori)

Anak yang pendiam dan lembut. Sangat dekat dengan Jung Myu Ra dan Seo Sangmi. Ia adalah member paling emo, sangat melankolis! Jangankan para Babo yang bingung dengan tingkahnya itu, dia sendiri pun kadang tak tahu apa yang sedang terjadi dengannya. Dan hanya Jung Myu Ra-lah satu-satunya member yang mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada Sooran.

Babo #5 Jung Jin Rin (Ayun)

Kuliah di jurusan kedokteran. Sering sekali menceramahi anak-anak Babo untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, yang rata-rata mereka semua jorok! Di dalam tasnya selalu terdapat banyak obat-obatan. Sehingga ia sering disebut sebagai “Apotik Berjalan”.

Babo #6 Kim Seera (Rara)

Tengil, bawel, temperamen, humoris, dan tak tahu malu. Paling senang menghina orang dan berkelahi. Selain itu Seera adalah tipe pembuat masalah. Sehingga tak ada orang yang bertahan di sampingnya lebih dari lima menit.

Babo #7 Shim Chaesa (Diya)

Ia adalah satu-satunya member yang berprofesi sebagai artis. Seorang leader sekaligus vokalis dari sebuah grup band bernama “Squash” besutan SM Ent. Chaesa memiliki banyak kelebihan di bidang musik seperti bernyanyi, mahir semua alat musik, dan menciptakan lagu. Namun kekurangannya lebih banyak daripada kelebihannya, seperti tidak bisa menari, bahasa Inggris, memasak, MC, semuanya buruk! Ia masuk SM karena dua alasan: 1. Karena ia memang berbakat di bidang musik; 2. Kim Jaejong.

Babo #8 Kim Ki Young (Yuwe)

Anak yang kurang ramah, terutama pada Chaesa, karena Chaesa biang ribut. Dia paling dekat dengan dongsaengnya karena sama-sama mencintai buku. Ki Young selalu mati-matian belajar untuk memperoleh beasiswa kuliah di Jepang. Ia juga sangat mengagumi pria yang mahir bermain biola.

Babo #9 Lee Soo Hyeon (Hyeon)

Magnae jutek! Sifatnya tak berbeda jauh dengan Ki Young, sangat hobi belajar dan rajin memusuhi Chaesa dan Seera. Selain dengan Ki Young, ia juga sangat dekat dengan Sangmi. Bahkan Hyeon sudah menganggap Sangmi seperti eommanya sendiri.

+++++++

HARI ini Sarababo sibuk berbenah di apartement barunya di kawasan elite, Gwangju. Secara kebetulan mereka berada di satu gedung dan satu lantai dengan Super Junior. Bahkan apartement mereka bersebelahan dengan grup idol tersebut. Namun sangat memprihatinkan, salah satu dari mereka tak ada yang tahu bagaimana rupa member Super Junior, kecuali Chaesa. Hanya saja saat ini ia sedang tak berada di sana untuk membantu karena jadwalnya yang padat.

Kantor SME…

“Yeobo, hari ini para Babo pindah ke Seoul lho,” teriak Chaesa pada Jaejong setelah menutup teleponnya. Saat ini mereka sedang berada di ruang latihan SM untuk rehearsal konser nanti.

“Hentikan memanggilku seperti itu!” bentak Jaejong, “Sampaikan saja salamku pada mereka.”

Chaesa mengangguk semangat. Kim Jaejong adalah sunbaenim-nya di SM, selain itu mereka juga teman semasa kecil ketika masih di Chungnam dulu. Chaesa menjadikan pria itu sebagai obsesinya. Satu-satunya pria yang ingin dijadikannya suami kelak. Maka dari itu ia senang sekali memanggil Jaejong dengan sebutan ‘yeobo’.

“Keluargamu pindah ke Seoul?”Tanya Siwon tiba-tiba.

“Ne, Oppa.”

“Jincha? Ahh, aku tak sabar ingin mengenal mereka,” gumamnya.

“Oh,” sahut Chaesa tak peduli lantas pergi meninggalkan Siwon dan menghampiri Jaejong untuk menggelayuti tangannya, dimana Jaejong mati-matian berusaha melepaskan diri.

+++++++

“Eonni, ini orang-orang pada budeg semua kali. Dari tadi bel di pencet-pencet nggak ada yang nyahut. WOIII, ADA DUA CEWEK CANTIK DI SINI. CEPAT BUKA PINTUNYA!” teriak Seera pada bel tersebut sembari mendekatkan lubang hidungnya ke kamera yang terpasang di sana. “Gila! Mereka nolak rezeki, Eon!”

“Ssshhh, Seera-ah! Jangan buat malu dan jangan menyatakan perang pada tetangga baru kita!” Sooran memberi peringatan.

“Cih, malas sekali punya tetangga seperti mereka. HYAAA,” teriaknya lagi, namun kali ini sembari menendang pintunya.

BRAK! BRAK!

“Seera-ah,” Sooran mulai memelas. Ia khawatir sekali tetangganya akan marah.

Tak lama kemudian pintu terbuka. Seorang pria tampan muncul dari baliknya. Ekspresi wajahnya kentara sekali merasa jengkel dan agak ketakutan. Seera segera maju menghampiri pria itu dan memarahinya.

“Kau tuli?! Dari tadi kami di sini. Kenapa tak membuka pintu?!”

“Kyuhyun-ah, siapa?” teriak seseorang dari dalam.

“Molla, Hyung,” sahutnya dan matanya menatap tajam Seera, “Hya, mana boleh seorang penggemar berbuat sekasar itu pada idolanya. Lain kali simpan saja pemberian kalian di depan pintu. Nanti pasti akan kami ambil.”

“Kau ini bicara apa? Aku tak mengerti. Siapa yang penggemar dan siapa yang idola? Micheosseo? Ini…kami ada sedikit oleh-oleh dari kampung halaman kami. Kali ini kau kumaafkan karena wajahmu tampan sekaligus tetangga baruku. Tapi  jika lain kali masih seperti ini, kau akan kujadikan kimchi! Arasseo?!” Seera menarik lengan Sooran, “Kazha!”

Sooran tetap di tempat tak bergerak sama sekali, matanya tak lepas dari pria bernama Kyuhyun itu. Kyuhyun balas menatapnya. Ia memberikan senyumnya dan sedikit membungkuk, “Annyeong haseyo, Cho Kyuhyun imnida. Bangapseumnida.”

Sooran tercengang, namun hampir tak ada ekspresi. Dadanya berdebar kencang. Mulutnya membuka dan menutup, tetapi tak ada suara yang keluar dari sana.

“Namanya Shin Sooran dan aku Kim Seera,” celetuk Seera, “Eonni, kita masih harus membereskan baju. Palli!” Seera menyeret Sooran masuk ke dalam rumah meninggalkan Kyuhyun yang terkekeh sendiri.

+++++++

Chaesa terus memandangi hp, menunggu seseorang menghubunginya. Seluruh teman-temannya sudah pulang, kini hanya ia dan beberapa sunbaenya yang tersisa di ruang latihan.

“Chaesa-ah, kami pulang duluan,” pamit Taeyeon.

“Ne, eonni. Hati-hati!”

“Chaesa-ah, belum pulang? Dimana para Squash yang lain?” Tanya Onew.

“Baru saja mereka pulang. Aku mau menunggu keluarga menghubungiku dulu. Hari ini mereka pindah kemari, tapi sampai sekarang belum ada yang memberitahuku di mana mereka tinggal.”

“Mau kutemani?” tawar Onew.

“Tak usah. Oppa pulang saja! Oppa kerja dari subuh, sampai sekarang belum istirahat…,” Onew mengangkat alisnya memelas, “…Oppa, sudah kubilang tak apa-apa. Oppa pulang saja!”

Onew tersenyum lembut dan pamit pulang. Chaesa kembali menatap layar hpnya. Ia rebahkan tubuhnya bersandar ke tembok lantas memejamkan kedua matanya. Tubuhnya serasa remuk. Seharian ini dia berlatih sangat keras. Bernyanyi, memetik gitar, sesekali menabuh drum, dan yang membuatnya tersiksa adalah hal baru yang harus ditekuninya: menari! Untuk konser nanti, konsep bandnya ada sedikit tarian. Entah bagaimana menjelaskannya, yang jelas menari adalah kelemahan akut dari dirinya.

Jaejong berlari menuju ruang latihan. Wajahnya sarat kekhawatiran. Setelah sampai, ia dorong pintunya dan masuk ke dalam. Di sana ia menemukan Chaesa tengah tertidur pulas. Hpnya terjatuh ke lantai.

“Bocah ini…cheongmal…,” gerutunya seraya menggendong Chaesa.

Merasa ada yang aneh, Chaesa terbangun, “Yeobo~,” pekiknya.

“Jangan berisik! Ini sudah lewat tengah malam dan jangan pernah lagi memanggilku seperti itu! Gawat jika terdengar wartawan.”

Chaesa tersenyum dan mengeratkan pelukannya membuat Jaejong sesak.

“Kuantar kau ke dorm. Besok baru mencari Sarbob. Heran sekali tak satu pun dari mereka yang hpnya aktif…”

“Ne, terserahmu, Yeobo.”

“Aissshhhh…”

+++++++

Myu Ra terlihat sangat sibuk dengan beberapa berkas yang dia dapat dari kantor barunya. Sebagian mengenai peraturan dan sebagian lagi mengenai profil artis-artis yang harus dia hafal untuk acara live musik minggu depan.

“Eonni, belum tidur?” Tanya Sangmi yang berjalan ke dapur mengambil air.

Myu Ra menggeleng, “Ada yang harus kukerjakan. Bagaimana dengan tempat kerjamu yang baru?”

“Tadi siang aku sudah ke sana. Bank yang sempurna, Eon. Aku sepertinya akan betah. Bangunannya sangat megah. Jauh sekali dengan yang ada di Chungnam.”

Lantas tiba-tiba saja dari arah kamar lain terdengar suara, “Oh my God! Gilaaa, ini keren!”

“Itu Chaeri?” Tanya Myu Ra.

“Aigo, sepertinya dia sedang memulai…”

“Belum berhenti?”

“Eonni, dia takkan pernah berhenti. Aku sudah capek menasihatinya. Dan sekarang Seera dan Chaesa tertular.”

“Omo, kau serius?”

Sangmi memutar kedua bola matanya jengkel, “Aku menyerah. Eonni, kau saja yang menasihatinya!” Ia lantas kembali masuk ke kamar.

Myu Ra meletakkan berkasnya dan berjalan ke kamar Chaeri. Setelah pintu terbuka, ia melihat Chaeri dan Seera tengah asyik menonton dvd.

“Eonni, mau ikut nonton?” tawar Seera, “Yang ini keren banget. BF nomor satu paling hot yang pernah kulihat.”

“Hyaa! Chaeri-ah, kalau otak kotormu itu memang tidak bisa disembuhkan, baiklah aku terima itu. Tapi jangan kau tulari pada dongsaengmu!”

“Aku tidak menularinya. Ini efek spontan karena kami sekamar. Lagipula Seera sudah sangat cukup umur. Ini hak kami untuk seks edukasi. Eonni kalau mau ikutan silakan. Tapi kalau tidak…jangan ganggu kita deh!”

Myu Ra mengepalkan tangannya kesal. Sebelum marah, ia segera keluar dari sana dan kembali tenggelam dengan berkas-berkasnya.

“Sialan! Dongsaeng macam apa itu?! Kurang ajar sekali. Bagaimana bisa dia menjadi guru privat. Ya Tuhan, lindungilah anak-anak yang diajarnya. Amin,” Myu Ra mengaktifkan hpnya, “Tunggu, sepertinya aku melupakan sesuatu. Apa, ya?”

+++++++

Keesokan paginya…

“Noona, bangun!” teriak Seung Ho yang putus asa membangunkan Chaesa. “NOONA!!!”

“Hyaaa, Yoo Seung Ho! Aku masih ngantuk!”

“Aigo ada Jaejong-hyung. Apa kabar, Hyung?” teriak Seung Ho membuat Chaesa bangun dan buru-buru menyisir rambutnya dengan jari, “Tapi bohong. Noona, ayo bangun! Kugendong kau ke kamar mandi.”

“Kyaaa, Seung Ho turunkan aku. Kyaaa…”

Yoon Kyeon Neul muncul dari dapur dan menggelengkan kepalanya, “Eonni, berisik sekali! Ya Tuhan, dosa apa aku mempunyai leader seperti itu?”

“Bicara apa kau?” Tanya Chaesa tiba-tiba dengan piyama yang benar-benar basah, lantas ia berlari ke dapur menghampiri Kyeon dan memeluknya, “Rasakan! Rasakan!”

“Eonni, aku sudah mandi,” teriaknya, “Omo, telur dadarnya gosong. Eonni, lepaskan!”

“Noona,  jangan kabur! Sini kumandikan lagi!” Seung Ho muncul dari kamar mandi.

“Andwae! Seung Ho, aku bisa mandi sendiri.”

“Aku ragu, kau suka melanjutkan tidurmu di kamar mandi. Sini biar kumandikan!”

“ANDWAE! Kyaaaaa~”

+++++++

Gedung bertuliskan SBS menjulang di hadapannya. Dadanya mendadak berdebar keras. Rasanya tak percaya ia dapat bekerja di sana sebagai Program Director.

“Eonni, gedungnya besar sekali,” ujar Ki Young yang ditimpali anggukan oleh Hyeon.

“Ne, aku juga berpikir begitu. Baiklah, cukup sampai di sini. Kalian cepat pergi ke sekolah, jangan sampai terlambat! Jika kita semua sudah berada di rumah, kalian harus menceritakan hari pertama kalian di sekolah. Arachi?”

“Ne,” sahut mereka berdua dan pergi dari sana.

Myu Ra masuk ke dalam. Belum apa-apa, ia sudah dikejutkan dengan dua pria berpakaian modis yang berdiri menunggu lift. Sepertinya aku pernah melihat mereka. Batinnya.

BRUK! Salah satu dari mereka yang berbadan besar menyenggolnya dan sukses membuatnya tersungkur. Dan pria kurus lainnya menolong membantunya berdiri. “Gwaenchanayo?” tanyanya lembut.

“Ah, iye. Gwaenchana.”

“Jwaesonghamnida,” ujar pria besar itu dan segera masuk ke dalam lift.

“Cho Kyuhyun imnida. Agashi, kumohon maafkan hyungku itu. Dia memang pembuat masalah. Namanya Choi Siwon. Kau mau masuk lift juga?”

“Tidak, aku harus ke sana. Kamsahamnida, Kyuhyun-sshi. Jung Myu…,” kata-katanya terputus karena Kyuhyun sudah masuk ke dalam lift. Myu Ra sangat kecewa belum menyebutkan namanya.

+++++++

Malam harinya…

Sangmi, Chaeri, Sooran, Jin Rin, Seera, Ki Young, dan Hyeon baru saja keluar dari dorm tetangga sebelah karena mereka diundang makan oleh Ryeowook.

“Kenapa ada pria setampan mereka?” Tanya Seera dengan darah merembes dari hidungnya.

“Hya, kau mimisan tuh,” ujar Chaeri.

Dengan gesit Jin Rin mengeluarkan saputangannya dan mengelap hidung Seera. “Tengadahkan kepalamu!”

“Aku tak apa-apa. Jangan berlebihan, Jin Rin! Aku muak dengan sikapmu itu.”

Jin Rin tersenyum lantas mencocokki hidung Seera dengan daun sirih.

“Aigoo, Jin Rin-ah. Kapan kau mengambil daun itu?” Tanya Sooran heran.

“Cih, eonni lihat saja kantong celananya. Penuh dengan obat-obatan tak jelas!” Seera mendengus.

Sangmi menjambak rambut Seera dan menggiringnya hendak masuk ke dalam rumah.

“Aku pulang,” sapa Myu Ra.

“Eonni,” sambut mereka semua.

“Kami baru diundang oleh tetangga sebelah untuk makan malam. Coba kalau eonni datang lebih cepat,” ujar Hyeon.

Myu Ra tersenyum dan mengacungkan belasan keeping dvd, “Aku membawa sesuatu.”

Chaeri dan Seera menjerit histeris dan segera merebutnya lalu berlari ke dalam untuk menontonnya. Mereka semua ikut masuk dan duduk manis di depan tv.

“Kalian akan lihat siapa mereka sebenarnya,” ujar Myu Ra.

Saat dvd itu mulai terputar, ekspresi mereka semua sama: syok!

“Itu teman sekelasku,” celetuk Hyeon.


..to be continued..

3 thoughts on “SARABABO VS SUPER JUNIOR [Part I]

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s