THAT PERSON / 그 사람


Main Cast: Lee Donghae and Mysterius Yeoja

Genre: Romantic, Rated: General

Author: Onmithee

Credit Song: 사람 ( Geu Saram / That Person ) – Lee Seung Cheul ost Baker King


STORY

Namja itu, Lee Donghae berusia 24 tahun kini. Tak mempunyai pekerjaan tetap. Seakan-akan meyakini hidupnya tak memiliki masa depan.

Tinggal dengan ibu yang emosional. Tak peduli walau anaknya telah dewasa.. ketika salah sedikit langsung dipukuli.

Sejak kecil dia disebut-sebut sebagai orang lemah oleh teman-teman yang tinggal disekitarnya. Padahal dia sangat kuat.. hanya saja sayangnya, dia gampang menangis.

Crying baby.. itu julukannya.

Tak beruntung dalam cinta.. tak beruntung dalam karir…

Hidup dengan wanita tua kasar yang tak pernah mengerti dirinya. Seumur hidup jika tak berani mengubah diri maka akan menjadi pecundang selamanya.

Yah.. tinggal melakukan pilihan. Mau menjadi pecundang atau memberontak.

Tetap hidup dilingkungan yang tak memperdulikannya atau pergi mencari hidup baru.

Dan dia memilih jalan yang kedua…

Pada hari itu, 25th Dec 2010. Lee Donghae untuk pertama kalinya memilih melanjutkan hidup dengan caranya sendiri.

Pergi dari pengekangan ibunya dan pergi dari lingkungan yang menganggapnya tak berguna.

***************

Lee donghae’s POV

Di malam natal… dimana orang-orang merayakannya dengan keluarga tersayang, teman-teman terdekat. Aku malah menghabiskannya sendirian. Di dalam kereta ekspress menuju Seoul dengan penumpang yang asyik dengan kegiatannya masing-masing.

Aku merasa kesepian di tengah ramainya manusia.

Hah, merasa menyesal karena sudah lari dari rumah. Tapi jika kembali eomma pasti akan memukuliku lagi. Seakan-akan aku ini masih bocah.

Yah.. untuk apa menyesal. Cukup melanjutkan perjalanan dan mencari hidup baru. Wanita tua itu pastinya bisa hidup sendiri tanpa diriku.

Aku kemudian mencoba bersandar ke dinding kereta sambil memeluk tas yang menjadi satu-satunya harta berharga yang kumiliki.

Aku yang semula hendak tidur membatalkan niatku ketika melihat seorang yeoja yang duduk di kursi sebrangku.

Dia sangat manis, tak seperti orang korea. Yah.. aku yakin dia orang asing. Manis sekali melihatnya tertidur pulas. Sendirian pula.

Dan yang kulakukan setelah itu hanya memandanginya… sampai kereta tiba di Seoul.

****************

Aku keluar dari stasiun kereta, mencari halte bis terdekat. Yeoja yang kulihat di kereta juga melakukan hal yang sama. Dan aku mengikutinya.. aku penasaran, apa yang orang asing sepertinya bisa dilakukan di negaraku ini.

Aku mengikutinya menaiki bus satu ke bus yang lain.

Hah, tapi kenapa yeoja itu membiarkan aku mengikutinya? Apa dia tak menyadari keberadaanku atau malah memang sengaja untuk ku ikuti?

Aku sempat ragu.. terus mengikutinya atau berhenti saja.

Tapi ketika langkahku berhenti untuk berfikir, tiba-tiba dia menyapaku.

“Hey kau.. kenapa berhenti?”

Hah, aku tak mengerti. Bahasa apa yang dia gunakannya untuk memanggilku?

“Ah.. rupanya kau tak bisa bahasa inggris. Baiklah…” katanya masih menggunakan bahasa yang sama, “Kenapa kau berhenti?” yah.. akhirnya dia menggunakan bahasa korea.

“E-e.. t-terserah aku dong!” sahutku gugup.

Dia tertawa mendengar ucapanku. Lalu mendekatiku, “Mau ikut denganku berjalan-jalan di Seoul?”

“Aniya.. kita tak saling mengenal..” kataku mengambil langkah mundur.

“Kalau begitu ayo kita berkenalan, aku Kim Kyeong Jae.. kau siapa?”

“A-aku Lee Donghae.. ta-tapi, kau wanita kenapa menggunakan nama pria?”

“Karena aku suka nama itu..” dia menjawabnya dengan senyuman yang sangat manis menghiasi wajahnya. Membuatku bergetar. “ Baiklah.. sekarang ayo kita lanjutkan perjalanan..”

Entah kenapa aku lalu mengikutinya. Berjalan di belakangnya.. dia orang asing, tapi terlihat sangat fasih dan begitu mengenal kota ini. yeoja yang hebat.. tipe yang kusuka.

Aisshh~ tapi kenapa aku mau saja menurutinya … bagaimana kalau dia sebenarnya orang jahat?

Tapi pikiran cemas itu lenyap ketika aku melihat punggungnya yang tenang… perasaan nyaman menghampiriku saat itu juga. Terutama ketika mendengarnya bersenandung….

That person was the one who made me smile…

That person was the one who made me cry

With her warm lips to me

That person found my heart

I can’t erase that love

I can’t forget that love

That person was like my oxygen

That person is now leaving

Hah.. aku tak tau apa arti lagu yang dinyanyikannya.. tapi di telingaku suaranya terdengar sangat indah.. dan sarat dengan kegetiran…

Lee donghae’s POV end…

*************


Donghae terlihat pucat.. ini pertama kali dalam hidupnya menginap di satu kamar dengan seorang yeoja. Baru dikenal pula. Dia tak bisa tidur.

“Hey… kenapa tak tidur?” tanya Yeoja yang berbaring di sebelahnya.

“A-aku tak mengantuk..” sahut Donghae.

“Kau gugup karena kita sekamar?” tanya Yeoja itu lagi.

“A-ani..” balas Donghae.

“Kau takut aku mencuri uangmu?”

“A-ani…”

“Lalu kenapa?” yeoja itu menghadap ke arah Donghae membuat namja itu kaget dengan wajah merah padam.

“E-e.. aku.. aku tak apa Kyeong J-jae-ya.. tidurlah” Donghae lalu memunggungi yeoja itu.

“Begitu sulitkan memanggil namaku?” tanya yeoja itu.

“Ne..” sahut Donghae.

“Kalau begitu panggil saja aku ELI..”

“Nama itu lebih aneh lagi..” seru Donghae.

“Tapi lebih gampang di ucapkan bukan?”

“Ne..”

“Kalau begitu.. ayo ucapkan..”

“Eli…” kata Donghae.

“Terus ucapkan..” perintah yeoja itu.

“Eli..”

Donghae mengucapkan nama itu berulang kali.. sampai akhirnya dia tertidur.

************

“Good Morning… “ kata yeoja itu tepat di telinga Donghae membuat namja itu buru-buru terbangun dengan ekspresi kaget. “Bagaimana mimpimu semalam?”

“A-aku tak bermimpi apapun..” sahut Donghae terbata-bata berusaha menjauh dari yeoja itu.

“Cepat rapikan dirimu.. kita lanjutkan perjalanan kita..”

Donghae menurut. Dengan cepat dia mencuci wajah, menggosok gigi dan berganti pakaian. Lalu mengikuti yeoja itu keluar dari motel tempat mereka menginap.

“Wow.. kalian bangun pagi sekali… tampak segar pula..” kata Ahjussi pemilik motel yang merangkap sebagai resepsionis saat yeoja itu membayar tagihan.

“Ne.. kami akan berkeliling kota hari ini… jadi harus bugar..” sahut Yeoja itu. Sementara Donghae hanya menahan rasa malu.

Ahjusshi itu sebenarnya sedang membahas hal lain, mengingat semalaman Donghae dan yeoja itu menghabiskan malam bersama di satu kamar.

Yah.. wajar saja ahjusshi pemilik motel itu berkata begitu, karena Donghae sadar.. motel itu memang untuk pasangan yang berkencan.

Menyadari hal itu membuat Donghae menjadi tak betah berlama-lama dan segera menarik Yeoja itu untuk meninggalkan motel tempat mereka menginap semalam.

*************

“Donghae-sshi..” Yeoja itu memanggil nama namja yang mengikuti dibelakangnya.

“Hmm..?”

“Apa yang ingin kau lakukan di Seoul?” dia masih melangkah dengan diikuti namja yang ditanyainya itu.

“Ingin mencari jati diri… aku bosan dianggap pecundang oleh ibu dan teman-teman di kotaku…”  sahut Donghae, “Lalu kau.. apa yang ingin kau lakukan hingga sampai kemari?”

“Aku mencari hidupku…” sahut sang Yeoja.

“Mwo?” Donghae tak mengerti dengan maksud ucapan yeoja itu. Lalu yeoja itu mengehentikan langkahnya dengan tiba-tiba lalu berbalik ke arah Donghae.

“Bagimana kalau kita mencarinya bersama-sama?” yeoja itu lalu menggengam tangan Donghae. “Kau mencari jati dirimu.. dan aku mencari hidupku.. kita melakukannya bersama-sama..”

“Bagaimana caranya?” Donghae masih tak mengerti.

“Aku juga tak tahu…” yeoja itu tersenyum tapi kemudian melanjutkan. “ kau pernah membaca petualangan Alice karangan Lewis Carroll?” Donghae menggeleng. “baguslah kalau kau tak tau…”

Kemudian yeoja itu kembali berjalan didepan Donghae sambil bersenandung, lagu yang tampaknya sama seperti yang dinyanyikannya semalam tapi liriknya bertambah…

That person was the one who made me smile

That person was the one who made me cry

With her warm lips to me

That person found my heart

I can’t erase that love

I can’t forget that love

That person was like my oxygen

That person is now leaving

That person. That love. My aching heart

You didn’t know anything

I loved you, and I love you

That’s why I have no choice but to let you leave… my love

**********

Lee donghae’s POV

Aku mengikutinya menyusuri Pasar Namdemun seharian ini padahal kami tak membeli apa-apa. Aku sangat menyukai cara dia melihat barang-barang yang dijajakan. Begitu ingin membeli tetapi di tahan.

“Kau tak punya uang?” tanyaku saat kami keluar dari toko pakaian.

“Punya..” sahutnya.

“Lalu untuk apa kita ke tempat ini kalau tak membeli apapun?”

“Hanya melihat-lihat… lagipula untuk apa membeli barang yang tidak kubutuhkan..” jawabnya kemudian dia berhenti di depan penjual Ddeokbokki. “Kau mau? Makan saja biar aku yang bayar..”

Aku merasa sungkan menerima tawarannya mengingat dia juga yang membayar biaya menginap kami semalam. Aku menggeleng tapi perutku tak bisa diajak berkompromi. Dia berbunyi dan membuat yeoja itu menertawakanku.

“Ayolah.. jangan malu.. aku tau kok uangmu sedikit. Kau kan kabur dari rumah.. berbeda denganku. Mumpung kau bersama denganku.. aku yang akan membayar yang kau mau… cepat makan.. !”

***********

“Sebenarnya kau berasal dari mana?” tanyaku saat kami berdua menikmati sore di tepian sungai Han.

Yeoja itu asyik bermain dengan salju yang jatuh,  memandangku dan berkata, “ Andromeda…”

“Mwo?” apa maksudnya, andromeda bukannya nama rasi bintang.

“Yang jelas ditempat asalku salju tak pernah turun… berbeda dengan disini..”

“Lalu maksudmu dengan Andromeda?”

“Yap.. Andromeda adalah tempat asalku… sebelum menjalani hidup di bumi ini..” katanya sambil duduk disampingku. Dia mengadahkan tangannya ke langit.. menampung Salju jatuh ketangannya.

Aku lalu mengikuti yang dia lakukan. Yah.. ketika aku melakukan hal yang sama dengannya.. menampung salju di tanganku. Aku merasakan kedamaian. Tenang.. kemudian aku memandang wajahnya. Dia yang sedang mendongakkan wajahnya kelangit dengan mata terpejam. Menikmati butiran salju yang menjatuhi wajahnya.

Yeoja ini… aku ingin mengenalnya lebih dalam lagi.

Lee donghae’s POV end…

************

Ini hari ke-2 Donghae dan yeoja itu bersama. Saat Donghae membuka matanya di pagi yang dingin itu. Dia mendengar lagi-lagi yeoja itu bersenandung.

Bukan lagu yang sama seperti yang dia dengar beberapa hari ini. Tapi yeoja itu menyanyikan lagu yang sangat familiar ditelinganya…

Lagu ulang tahun… tapi untuk siapa?

Donghae menghampiri yeoja itu yang sedang menyisir rambutnya sambil bernyanyi.

“Itu lagu ulang tahun untuk siapa?” Donghae bertanya.

Yeoja itu tersenyum padanya. Meletakkan sisirnya ke dalam tas lalu berkata, “Untukku.. hari ini ulang tahunku..”

“Benarkah..?!” yeoja itu mengangguk dengan senyum menghiasi wajahnya. “Ah.. harusnya aku menyiapkan hadiah untukmu…”

“Tak perlu.. “

“Wae?”

“Karena aku tak membutuhkannya…” senyum selalu menghiasi wajahnya setiap dia berbicara.

“Lalu apa yang kau butuhkan..” Donghae semakin penasaran.

“Yang aku butuhkan hanya hidupku..”

************

Lee donghae’s POV

Aku sangat bingung dengan yeoja ini…saat aku bertanya tentang apa yang dia cari di kota ini, dia menjawab yang dicarinya adalah hidupnya.. lalu saat aku bertanya apa yang dibutuhkannya, dia juga menjawab yang dibutuhkannya hanya hidupnya.

Aku sangat cemas…

Aku takut kalau ternyata yeoja yang sedang bersamaku ini sedang sakit.

Sakit yang teramat parah dan mengancam nyawanya.

Aku sangat takut.. takut kalau ternyata dia sedang dalam keadaan menderita walau senyum tak pernah lepas dari wajah manisnya.

Dan yang paling ku takutkan…

Aku takut berpisah dengannya. Takut tak bersamanya.

Aku tak yakin dapat mampu hidup di kota ini tanpa dirinya.

Yeoja ini.. yeoja yang sangat misterius dan sangat ku suka.

Aku ingin selalu bersamanya.. menjadi hidupnya.

Lee donghae’s POV end…

**************

Malam pergantian tahun. Donghae dan Yeoja itu tak terasa sudah menghabiskan waktu bersama selama 6 hari.

Waktu yang sangat singkat tapi membuat Donghae tak dapat lepas dari Yeoja itu.

Padahal Donghae masih tak tau apa-apa tentang yeoja itu. Mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengelilingi kota, tak banyak bercerita tentang hidup mereka masing-masing.

“Setelah tahun berganti nanti.. apa yang akan kau lakukan?” tanya Yeoja itu pada Donghae setelah mereka mengikatkan gembok yang bertuliskan permohonan mereka di N Seoul Tower.

“Aku akan melakukan apapun asal bisa selalu bersamamu…” jawab Donghae menggenggam tangan yeoja itu.

Yeoja itu terdiam. Tampak berpikir lalu berkata, “Apa dengan waktu seminggu ini membuatmu jatuh cinta padaku?”

“Ya..” Donghae menjawab mantap.

“Secepat itu?”

Donghae terdiam. Yah.. memang terlalu cepat. Tapi cinta tak memandang waktu ketika dia muncul. Sehingga Donghae mengangguk.

“Tapi.. aku tak mau menerima cintamu sekarang..”

“Wae?” Donghae merasa tak terima dengan pernyataan yeoja itu.

“Karena kau belum menemukan jati dirimu .. dan aku belum menemukan hidupku..”

“Bagaimana kita bisa menemukan itu? Harus berapa lama aku menunggu sampai kau menerimaku?” Donghae mencengkram tubuh yeoja itu tak memperdulikan kembang api yang sudah menghiasi lagit. Menandakan tahun telah berganti.

Yeoja itu menatap langit, “Sudah tahun baru…”

Donghae mengendurkan cengkramannya dan ikut memandang langit, “Ne..”

“Ini tanda perpisahan kita..”

Donghae mengalihkan pandangannya dari langit ke wajah yeoja itu.

“Tapi kita akan bertemu lagi… “ Yeoja itu tersenyum, “..kalau kau inginkan jawaban dariku.. temukanlah jati dirimu terlebih dahulu dan temui aku ditempat ini… pada hari ulang tahunku.. akhir tahun nanti.. pukul 8 malam..”

Yeoja itu lalu memeluk hangat Donghae. Membuat namja itu tak bisa berkata apapun. Memandang lembut sang namja kemudian berjalan mundur.. lalu hilang ditengah keramaian orang-orang yang sedang berpesta menyambut tahun baru.

*****************

Donghae berlari menuju Namsan Tower, menaiki tangga dengan berlari. Sehingga ketika sampai di menara itu, nafasnya tersengal-sengal.

Hari ini, hari perjanjian dia dan yeoja itu. Dia tak sabar untuk bertemu dan menerima jawaban atas cintanya.

Dia begitu merindukan Yeoja itu.. yeoja yang hanya bersamanya selama kurang dari seminggu di akhir tahun 2010 lalu.

Pertemuan dengan yeoja itu membuat hidupnya berubah. Demi memenuhi janji, Donghae berjuang mencari jati dirinya yang sebenarnya. Setelah berpisah dengan yeoja itu, dia kembali ke kotanya. Kembali ke rumah ibunya. Melihat ibunya yang tua yang tak bisa apa-apa tanpa dirinya. Walau wanita tua itu sangat kejam padanya, tapi hanya dia keluarga satu-satunya yang Donghae miliki.

Dan bagaimanapun juga, wanita itu adalah ibu yang mengandung dan membesarkannya. Harta terindah yang tak bisa tergantikan apapun.

Donghae menangis ketika kembali dipangkuan ibunya. Tak peduli lagi dengan ejekan crying baby yang selalu di sematkan orang-orang pada dirinya. Sebab pada kenyataannya.. Donghae menyadari kalau menangis memang adalah hidupnya.

Tapi dia tak akan menjadi pecundang lagi. Itu tekatnya ketika kembali. Dia kemudian mencari pekerjaan yang dianggapnya cocok dengannya, menjadi guide tour. Dia melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh. Berkat ketekunan, dia bisa mengunjungi berbagai tempat dan  membuatnya semakin bersyukur atas berkat Tuhan padanya.

Dan dia juga sangat bangga karena akhirnya bisa berbahasa inggris.. bahasa yang digunakan yeoja yang sangat dicintainya saat mereka pertama kali bertemu.

Donghae pun kini sudah mengerti arti dari lagu yang disenandungkan yeoja itu. Donghae tak menyangka kalau lagu yang disenandungkan yeoja itu adalah lagu korea yang sudah di alih kan ke bahasa inggris.

Lagu itu selalu didengarkannya setiap hari.. tanpa bosan. Karena dengan mendengarkan dan melantunkan lagu itu, membuatnya merasa dekat dengan Yeoja misterius yang amat dicintainya.

**************

Donghae menunggu.. menunggu Yeoja itu datang walau kekecewaan yang harus ditelannya. Yeoja itu tak datang bahkan sampai Namsan Tower tutup.

Donghae menangis. Merasa di bodohi.

Dia begitu ingin bertemu yeoja itu. Bahkan sampai menyiapkan sebuah cincin untuk melamar yeoja itu. Tapi pada kenyataanya..yeoja itu melanggar janjinya.

*************

Donghae kembali ke tempat yang sama setahun kemudian. Masih menantikan Yeoja itu datang menemuinya.

Dia merasa sangat menyesal. Kenapa dia dulu tak mencegah Yeoja itu pergi… kenapa dia dulu tak lebih gencar bertanya tentang jati diri yeoja itu.

Tapi kemudian Donghae berpkir…

Apakah yeoja itu hanya khayalannya belaka?

Tapi.. yeoja itu sangat nyata. Tak mungkin hanya khayalan…

**************

Ini tahun ketiga Donghae menanti kedatang Yeoja itu. Sangat berharap dia dapat bertemu dengan yeoja itu lagi.

Dia menunggu… menunggu… sampai seorang yeoja mendatanginya.

Tapi bukan yeoja ini yang dia mau.. yeoja ini bukanlah yeoja bernama Kim Kyeong Jae atau Eli.. atau apalah nama yeoja itu…

“Kau Lee Donghae?” tanyanya.

“Ne..” sahut Donghae tak memperdulikan.

“Aku Kim Rumi..” katanya lagi.

“A-annyeong Rumi-sshi..” Donghae akhirnya bersikap sopan.

“Sebenarnya.. aku kemari karena permintaan dongsaengku. Dia menyuruhku menyerahkan surat ini padamu.. di tahun ini.. padahal dia sudah memberikannya padaku 3 tahun yang lalu… tapi karena itu permintaannya, sehingga aku pun hanya bisa menuruti..”

Dengan cepat Donghae mengambil surat itu. Merobek anplopnya dengan terburu-buru.. lalu membacanya….

.: Untuk Namjaku yang entah sudah menemukan jati dirinya atau belum :.

30 Dec 2010

That person was the one who made me smile
That person was the one who made me cry
With her warm lips to me
That person found my heart

I can’t erase that love
I can’t forget that love
That person was like my oxygen
That person is now leaving

That person. That love. My aching heart
You didn’t know anything
I loved you, and I love you
That’s why I have no choice but to let you leave… my love

Even if my heart becomes tattered
Even if that memory pains me all day
The tears that person sheds
Hurts me even more

That person. That love. My aching heart
You didn’t know anything
Instead of tears, instead of pain
Forget about me and live happily my love

When our lives are over and we close our eyes,
Then remember me one time

That person. That love. My aching heart
You didn’t know anything
I loved you, and I love you
That’s why I have no choice but to let you leave… my love

My love
My love
My love…

Donghae-sshi… kau pasti sering mendengarku menyanyikan lagu ini.. mendengarnya walau hanya sepenggalan..

Lagu itu adalah lagu favoritku. Lagu yang menjadi pengobat hidupku setelah separuh nyawaku pergi..

Aku mencari hidupku… mencarinya.. dengan mengelilingi Seoul bersamamu.. walau itu percuma.. dia tak akan kembali.

Hanya dengan menggunakan namanya.. mendengar orang memanggilku dengan namanya.. aku merasa kalau aku hidup…

Saat kau menyebut namanya… Eli.. Eli… aku merasa tenang.

Aku merasa dia ada disampingku.

Dialah yang kucari selama ini.. dialah hidupku.. tapi aku tak menemukannya.

Karena dia sudah kembali ke Andromeda…meninggalkanku sendiri di bumi…

Saat kita pertama kali bertemu.. sebenarnya aku ingin bunuh diri..

Tapi karena kau mengikutiku.. niat itu kubatalkan.

Aku senang kau ada saat itu.. paling tidak dengan adanya kau.. aku tak jadi membuat ‘dia’ bersedih di Andromeda sana…

Kurasa dia harus menungguku lebih lama lagi.. karena aku sudah betah di bumi ini.

Ohya.. aku pernah bertanya padamu.. apakah kau tau cerita tentang Alice?

Aku ingin bilang padamu saat ini.. akulah Alice.. haha~ tapi tetap saja itu bukan nama asliku.

Asal kau tau, aku merasa ketika aku bersamamu.. aku seperti Alice saat bertemu kelinci putih bertuksedo dan dasi kupu-kupu merah.. walau tentu saja , kau bahkan tak mengenakan tuksedo saat itu…hehehe~

Donghae-sshi.. saat bersamamu…aku merasa berada di wonderland.. mengagumkan. Aku merasa menjadi raksasa karena jelas.. aku lebih hebat daripada kau.. tapi kemudian aku berubah menjadi liliput disaat aku tak berhenti mencari hidupku.

Aku sangat menyukai petualangan kita.. walau jelas.. lebih tepatnya itu disebut perjalanan kita…

Maukah kau melanjutkan petualangan ini?

Temui aku ditempat Andromeda pertama kali muncul.. di hari ulang tahunku.. aku akan menunggumu… kalau kau tak berhasil menemukanku  tahun ini.. kutunggu lagi ditempat itu tahun berikutnya…

Tapi kumohon… jangan membuatku menunggu begitu lama…(^^)V

Donghae tertegun setelah membaca habis surat itu. Yeoja itu… hah.. berniat mengerjainya, lalu dia membungkuk pada Kim Rumi yang telah mengantarkan surat itu padanya. Berterima kasih. Kemudian berlari pergi meninggalkan Namsan Tower.

**********

Lee donghae’s POV

“Yaa..” aku berteriak kencang sambil berlari membuat orang-orang yang lewat disampingku keheranan.

Dimana Andromeda pertama kali muncul? Hah.. memangnya selama kami berjalan-jalan mengelilingi Seoul, kami pernah melihat Andromeda?

Tak pernah sekali pun!

Berpikirlah.. aku harus menggunakan otak ku lebih keras lagi untuk mengingatnya..

Jelas-jelas dia tak menungguku di Namsan Tower.. apa aku harus mengelilingi tiap tempat yang pernah kami kunjungi?

Tapi mana mungkin sempat…

Kyaaaa~.. aku merasa kesal. Aku sangat ingin bertemu dengan yeoja kejam itu yang membuatku begitu lama menunggunya.

Lalu aku menatap langit. Merasakan salju menjatuhi wajahku…

Yaaa… aku ingat.. Andromeda pertama kali muncul…. ternyata dia menungguku disitu… ah~ cluenya ternyata gampang sekali…

Lee donghae’s POV end…

****************

“Yaaa.. Donghae, kau lama sekali menemukanku? Aku hampir mati kedingin tau!” kata yeoja itu saat melihat Donghae berlari kearahnya.

Donghae tak peduli, dia langsung memeluk yeoja itu. Melepaskan kerinduannya setelah tiga tahun tak berjumpa.

“Kau menjebak ku..” rajuk Donghae mengeratkan pelukannya. “Lalu, apa jawabanmu?”

“Hah? Kau jadi masih menyukaiku?”

“Tentu saja..” kata Donghae.

Mereka melepaskan pelukan lalu duduk sambil menatap sungai Han bersama.

“Kau bahkan tak tau nama asliku dan dari mana asalku..” ujar yeoja itu dengan tawa.

“Aku tak memperdulikan hal itu…”

Yeoja itu tersenyum lalu menyandarkan kepalanya ke bahu Donghae.

“Aku dan Eli sebenarnya berjanji akan menikah di tempat ini.. kami berjanji akan menikah pada tahun ini ..setelah studi kami selesai… tapi dia keburu kembali ke Andromeda 4 tahun lalu.. ohya, Kim Rumi yang mengantarkan surat padamu itu kakak perempuan Eli…” Yeoja itu bercerita panjang.

Tapi Donghae menyelanya, “Untuk apa kau menceritakan itu?”

Dia tertawa, “ agar kau tau.. bagaimana hidupku.”

Mereka kemudian saling memandang.

“Kalau begitu… ceritakan tentang hidupmu setelah kau memberitahu namamu,” pinta Donghae.

Yeoja itu lalu mengecup pipi sang Namja, lalu berkata, “Panggil aku Rara… namaku Kharizma Syakira..”

Donghae memanyunkan bibirnya, “Yaa.. namamu tetap saja susah sekali!”

“Kalau begitu panggil aku Eli..” Rara tertawa melihat wajah dongkol Donghae.

“Shiroh!.. Kau akan ku panggil ‘yeobo’..”

Mereka lalu tertawa bersama, salju yang turun tak mengurangi rasa bahagia di hati mereka. Karena mereka sudah menemukan apa yang mereka cari.

**************

Rara’s POV

Aku pandangi namja itu..

Diakah orang itu?

Diakah orang yang dapat membuatku tersenyum

Diakah orang yang dapat membuatku menangis

Diakah orang yang dapat meraih hatiku lewat kehangatan bibirnya

Dia yang tak bisa ku hapus

Dia yang tak bisa kulupakan

Dia yang akan menjadi seperti nafasku

Lee Donghae, aku harap kaulah yang menjadi orang itu.

Aku tak akan melanjutkan lirik lagu itu lagi. Cukup sampai sini.. karena aku ingin kau menjadi hidupku kini..

Tak pernah jauh…

~ The End ~

3 thoughts on “THAT PERSON / 그 사람

  1. wahh ceritanya simple tapi daebak,!
    asa so sweet gimana…,gitu,?!hehehe
    eh Onn,itu c’odong2 nya dah nemuin jati dirinya blum sih jdiNya teh,?

    • siapa si odong2?
      *donghae lah.. nanya sendiri jawab sendiri*
      kykx dah nemu deh.. kan dy dah balik kerumah lagi n dapat kerja.. *authorx sendiri bingung* *di lempar baskom*

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s