Married Idol (chapter 10)


Author : Onmithee
Main Cast  : Kim Rumi, All Shinee member
Support Cast : Jang Kyungho, Han Chae Kyeong
Genre : Romance, Friendship
Rating : PG-15

 

STORY

“Sunbae.. aku ke toilet dulu ya..” kataku pada Kyungho-sunbae yang sedang menunggui Taemin membubuhkan tanda tangan di album terbaru SHINee yang dipintanya. Wajah sunbae benar-benar sangat antusias. Nyata sekali kalau dia fanboy SHINee.

”Ne.. Rumi-sshi. Setelah itu kau langsung ke mobil ku saja ya..” katanya masih tak mengalihkan pandanganya dari tangan Taemin yang sedang mencoret-coret ria.

”Ne..” sahutku.

Aku lalu cepat-cepat keluar dari ruang meeting SM itu untuk mencari toilet. Jujur aku sangat gugup di ruangan tadi, bersama dengan kelima namja itu. Terutama karena ada Jinki disana. Ah~ selama 2 tahun ini, baru kali ini aku melihatnya langsung. Walau dia terlihat dingin padaku tapi jantungku berdegup kencang saat pandangan kami bertemu. Membuat perasaan gugup menjadi berlipat-lipat dan aku jadi tak bisa menahan pipis.

Ah~ apalagi Taemin juga tampak makin dewasa.. yah, dia sudah 22 tahun sekarang. Ah~ Idolaku. Aku melewatkan pertumbuhannya selama di Aussie.

Aigoo~ kenapa mereka makin keren sih? Jiwa fangirlku jadi bergejolak lagi. Tapi pujianku itu hanya untuk keempat member, minus Key. Karena aku sudah terbiasa melihatnya terus-terusan menghampiri hidupku.

Tapi tampaknya hari ini adalah hari yang cukup buruk untukku. Karena apa? itu karena AKU GAK TAU LETAK TOILET SM PADAHAL UDAH KEBELET!

Hah~ apa aku harus mengelilingi gedung ya? Siapa tau nanti aku ketemu member Super Junior, SNSD dan yang lain?

Ah~ tapi aku sudah kebelet.

Ya sudahlah, ikuti pepatah.. jika malu bertanya maka akan kencing di celana. Tapi kepada siapa aku harus bertanya? Aku di lorong sepi sekarang! Masa harus balik ke ruang meeting tadi? Tapi kemudian ada seseorang yang menepuk punggungku. Membuatku berteriak kaget karena apa yang dilakukannya.

”Kyaa~” jeritku.

”Yaa.. noona, ngapain teriak! Kau mau ke toilet ’kan?” kata orang itu.

”Minho-sshi..”  aigoo~ aku kaget sekali, untung saja tak sampai kencing dicelana.

”Ne.. kau pikir aku hantu. Sini ku antar kau ke toilet karena kau ini sedang nyasar noona..”

Wow.. jadi dia mau mengantarku?! Mulia sekali hatinya. Ah~ sayangnya dia Minho.. andai saja dia Jinki. Sayangnya orang yang kuharapkan malah tak memperdulikanku. Menyedihkan.

@@@@@@@@

Minho rupanya tidak hanya mengantarku ke toilet tapi juga menunggui sampai aku selesai membuang hajat ku haha~. Lagi-lagi dia berbaik hati padaku, tapi aku tak bisa menebak apa yang terjadi nanti. Biasanya hanya di awal saja kami akur, setelah sedikit berbincang pasti ujung-ujungnya kami bertengkar.

”Kamsahamnida..” kataku saat dia juga menawarkan mengantarkan aku ke parkiran.

Kemudian kami berdua berjalan dalam hening. Bingung mau berbicara apa lagi padanya, tapi tiba-tiba saat kami sudah di parkiran dia berkata, ”Noona… mianhae..”

”Mwo?! Untuk apa? Apa tadi kau mengintipku saat di toilet?” kataku diiringi tawa kecil.

Wajah Minho merengut mendengar guyonanku itu, ”bukan itu dong! Tapi, aku merasa kalau…” dia terdiam cukup lama sebelum akhirnya berkata, ”aku merasa kalau akulah yang menjadi penyebab perceraianmu dengan Onew-hyung.”

Langkah kami terhenti saat itu. Aku menatapnya yang menunduk. ”Kau tak salah Minho. Pada dasarnya yang salah itu aku. Aku yang terlalu menuntut Jinki…”

”Tapi kau masih mencintai hyung, ’kan? Kenapa kalian tak kembali bersama.. kalian saling mencintai dan tak pantas hidup saling asing seperti ini!” seru Minho lagi.

Wow, lagi-lagi dia membuatku terkejut dengan sikapnya. Dulu, dia yang begitu menentang pernikahanku dengan Jinki. Mengatakan hal yang buruk padaku.. dan sekarang malah sebaliknya, dia ingin aku dan Jinki kembali hidup bersama. Benar-benar pribadi yang tak bisa ditebak.

”Menikah itu.. bukan hanya menikahi orangnya.. tapi juga kehidupannya… dan aku tak bisa melakukan itu untuk hyungmu..” kataku lirih.

”Baiklah… aku akan mencoba mengerti walau masih tak paham,” katanya, ”lalu,  bagaimana dengan Key?”

Yaa…dia membuatku terkejut lagi. Aigoo~ untung saja jantungku kuat, jadinya aku tak keburu mati karena mendengar perkataannya yang selalu diluar dugaan. Hah, kuharap dia tidak salah paham tentang hubungan ku dengan Key.

”Kami hanya teman,” sahutku.

”Tapi.. aku tau dia berharap lebih..” balas Minho. Aku menatapnya tak percaya. Bagaimana Minho bisa tau? Apa Key yang menceritakannya?

”Sejak noona dan Onew-hyung berpisah.. aku sadar kalau Key mulai dekat dengan seorang yeoja, dia tak pernah menceritakan siapa yeoja itu. Tapi, baru-baru ini aku mengetahuinya. Dan aku sangat terkejut saat tau kalau yeoja itu adalah noona..”

Minho menatapku pedih, ”Mungkin aku sudah sangat lancang pada noona. Tapi kumohon.. jangan berhubungan dekat lagi dengannya. Yang akan terluka sangat parah adalah Onew-hyung. Dia masih mencintai noona dan dia juga menyayangi Key. Kumohon noona tolong..”

Kata-kata Minho terputus karena mendengar Key yang tiba-tiba berada didekat kami berkata, ”Kau sudah terlalu ikut campur Minho!”

Ah~ anak ini, kenapa dia tiba-tiba berada disini? Duh jantungku.. kau harus kuat ya. Aku kasihan padamu yang selalu terkejut hari ini.

Key lalu meraih tanganku, mengajakku untuk menjauh dari Minho tapi aku tetap bertahan ditempatku berdiri sekarang. ”Rumi.. wae? ” katanya melihat penolakanku.

”Minho benar Key… ”sesak sekali perasaanku saat mengatakan itu, entah kenapa….

“Aniya.. dia salah!” kata Key menarikku ke hadapannya dan dengan kedua tangannya memegangi bahuku, “Dia salah Rumi… tak akan ada yang terluka karena cinta kita..”

“Aku tak mencintaimu!” kataku melepaskan kedua tangannya dari tubuhku. ”Aku sudah menolak mu berkali-kali kan! Harusnya kau paham… jangan seperti ini!”

“Andwee…”  kata Key menggelengkan kepalanya masih tak terima.

”Yaa Key.. kumohon. Kendalikan perasaanmu… kau tak boleh seperti ini!” Minho mencoba meraih tangan Key tapi ditepis. Key malah memandang tajam pada Minho.

Hah~ Aku tak ingin berada disini saat ini. Tak ingin melihat Key yang seperti itu. Oh Tuhan.. ini salahku, aku yang tak tegas padanya. Dan semakin menyakitinya.

“Mianhae.. tapi aku akan pergi sekarang. Sunbae menungguku..” kataku mengambil langkah mundur lalu setelah tiga langkah aku lalu berlari menuju mobil sunbae. Aku dapat mendengar suara Key yang meneriakiku dan pertengkarannya dengan Minho, tapi tak kupedulikan. Oh Tuhan..ini salahku. Kuharap tak ada orang yang melihat kejadian tadi.

Dengan cepat aku membuka pintu mobil sunbae. Kyungho-sunbae yang sudah berada didalam mobil kaget melihatku yang sudah hampir menangis.

”Rumi-sshi.. Gwenchanayo?”

”Gwenchana sunbae… bisa kita pergi sekarang..” pintaku.

Sunbae tak bertanya lagi. Dia menghidupkan mesin mobilnya lalu kami melaju meninggalkan Sment Building. Sepanjang perjalanan kembali ke kantor, kami hanya diam. Dia membiarkanku dengan perasaanku sendiri dan aku sebisa mungkin menahan agar air mataku tak tumpah. Walau terasa sangat perih.

Hah.. Aku tak harus menangis? Bukannya tindakanku benar.. menjauh dari Key. Itu kan yang selama ini ku inginkan. Tapi entah kenapa saat melihatnya menatapku tadi  terasa sangat perih. Aku tak mencintainya… aku tak harus menangis lagi karenanya.

Lalu kulihat langit musim panas yang gelap. Tampaknya sebentar lagi akan turun hujan dan yah, dugaan ku benar. Rupanya hari ini memang hari yang buruk untukku.

@@@@@@@

Seminggu sejak hari itu, aku sebisa mungkin mengabaikan Key. Tak menjawab telponnya, tak membalas pesannya dan menolak untuk bertemu.

Sejak mendengar nasehat Minho.. aku sadar, inilah yang harus kulakukan. Aku harus tegas padanya. Kesalahanku adalah aku selalu peduli dengan Key, walau aku sudah berusaha mengindarinya dengan pergi ke Aussie tetap saja tak berhasil karena aku masih memperdulikannya.

Supaya Key bisa melupakanku, aku harus tegas pada diriku sendiri. Hubungan kami pada dasarnya sudah tak bisa kembali menjadi teman saja seperti dulu. Kami sudah terlalu jauh, aku yang membiarkannya memeluk dan menciumku. Hah~ tapi aku tak bisa terus-terusan mengabaikannya. Terutama hari ini, saat aku melihatnya duduk di depan pintu masuk gedung  apartemenku.

”Baru pulang kerja Rumi?” katanya lembut lalu mengikutiku masuk kedalam gedung apartement dan kemudian menunggu lift.

”Ne..” kataku menunduk tak berani melihat wajahnya yang tampak senang itu.

”Pasti kau lelah… ini sudah pukul sepuluh malam dan kau baru pulang. Kau pasti sibuk sekali.. bahkan mengangkat telponku saja kau tak bisa..” katanya bersamaan dengan pintu lift yang terbuka.

Kami berdua kemudian masuk ke dalam lift. Berdua saja. Walau ini apartemenku, tapi tetap saja, aku merasa takut karena harus berdua saja dengannya. Dan benar saja. Kami baru saja masuk dan dia langsung memelukku, sangat erat.

”Aku kangen..” katanya semakin mengeratkan pelukannya membuatku makin sulit melepaskan diri darinya.

”Lepaskan aku, Key..”

Tapi dia masih tak peduli, ”jangan kau tanggapi perkataan Minho.. Onew-hyung sudah tak mencintaimu lagi. Kau tak tau betapa dekatnya dia dengan Chae Kyeong sekarang. Lagipula, sejak awal kau itu adalah duri dalam hubungan mereka. Sebelum bertemu denganmu hanya Chae Kyeong satu-satunya yeoja yang ada dipikirannya dan sekarang dia kembali merasakan itu. Dia sudah berubah noona.. dia tak akan tersakiti dengan cinta kita.. hentikan memikirkannya karena itu hanya menyakitimu. Kau perlu aku… ”

”Tapi aku tak mencintaimu!” selaku masih berusaha melepaskan diri darinya dan akhirnya berhasil.

”Kenapa masih tak bisa mencintaiku! Hanya aku yang peduli padamu…  Onew –hyung bahkan tak pernah tau kabarmu selama dua tahun ini. Hanya aku yang peduli padamu Rumi.. tapi kenapa kau masih saja memikirkannya! Dia menyakitimu… dia tak memilihmu!” hentaknya. Tak ada lagi kelembutan diwajahnya, hanya amarah karena penolakanku.

”Dia melakukan itu demi impian kalian! Karena dia menyayangi dan peduli padamu.. peduli dengan member yang lain. Karena tak mau egois!” balasku tak kalah keras.

Saat itu pintu lift terbuka. Kami sudah tiba di lantai apartemenku. Tapi saat aku mau keluar, dia kembali menarikku dan memencet tombol ke bawah.

”Key.. kumohon.. aku lelah.. aku ingin tidur. Kau pasti juga ada kerjaan besok pagi..” pintaku.

”Kenapa kau selalu lari Rumi? Jika aku melepasmu sekarang.. kau akan menghindariku lagi nanti!” kemudian dia menarik nafas panjang sebelum berbicara lagi. ”apa yang harus kulakukan agar kau bisa mencintaiku? Merasakan hal yang sama padaku? Aku mencintaimu… dan rasa itu makin besar bagai bola salju yang menggelinding jatuh dari bukit.. semakin besar dan tak bisa berhenti.. dulu aku masih bisa merelakanmu dengan Onew-hyung. masih rela bila kau kembali padanya… tapi sekarang itu sudah tak mungkin.”

Hah.. Key. Bagimana ini? Kenapa dia jadi seperti ini? Sudah banyak yang dilakukannya padaku selama 3 tahun ini. Tapi aku tak bisa menganggapnya lebih dari sahabat. Ah~ apa yang harus kulakukan agar dia menyerah dan melepaskanku. Entah kenapa kata-kata gila ini terlontar begitu saja dari mulutku.

”Mianhae Key.. aku tak bisa membalasmu. Aku sudah mencintai namja lain..” kataku berusaha menatapnya.

“Onew-hyung lagi.. Onew-hyung lagi… pasti dia lagi kan? Aku tak akan berhenti menyatakan cinta padamu jika Onew-hyung namja itu!”

”Bukan.. aku sudah tak mencintai Jinki lagi,” kataku berbohong.

Kulihat ekspresi Key berubah. ”Nugu?”

”Yang jelas namja lain. Dia bukan artis seperti kalian… walaupun kami baru dekat. Tapi aku sudah tak sanggup hidup jika tak melihatnya..”

Key mencibirku, tampak sekali dia tak percaya ucapanku. Dan yah.. aku sendiri juga tak bisa mempercayai perkataan tadi bisa keluar dari mulutku.

”Kau itu paling payah kalau berbohong Rumi..”

”Aniya.. aku tak bohong!”

”Kenalkan aku padanya. Besok! Ajak dia temui aku saat makan siang!”

Setelah mengatakan itu pintu lift terbuka dan dia pergi. Meninggalkan ku yang masih syok dengan kebohongan yang kubuat sendiri.

Kyaa~ ottokhae? Aku bahkan tak punya teman namja yang dekat denganku selain dirinya dan Kyungho-sunbae. Aku hanya bisa merutuk saat lift membawaku naik.. tapi kemudian, aku kembali bersemangat.. Yaa.. Kyungho-sunbae.. dia pasti mau menolongku!

@@@@@@@@

”Mwo?! Jadi pacarmu?” seru Kyungho-sunbae saat aku mengajaknya berbicara berdua di taman terbuka yang berada di atap gedung perusahaan kami saat istirahat makan siang tiba. ”Yaa.. perusahaan melarang keras jika rekan satu divisi berpacaran! Aku tak mau dimutasi hanya karena masalah itu!”

”Sunbae.. hanya pura-pura. Kumohon!” kataku.

”Mwo? Jadi hanya pura-pura.. hah, kukira.. kau.. ahahaha~” sahutnya tertawa. ”memangnya kenapa harus berpura-pura sih?”

”Pokoknya sunbae ikut saja denganku. Makan siang kali ini aku yang traktir deh.. tapi kumohon. Sunbae ngaku saja kalau sunbae itu pacarku. Pokoknya saat nanti ditanya, sunbae bikin alasan yang bagus deh tentang kisah cinta kita. Sunbae.. kumohon..”

”Kalau imbalannya makan siang hari ini saja, aku tak mau!” serunya.

”Mwo? Baiklah.. kalau begitu katakan sunbae mau apa lagi,” kataku nyerah, tak sanggup berpikir. Apalagi Hp-ku dari tadi bergetar terus. Pasti Key sedang menelponku.

”Haha~ aku belum memikirkannya.. ya sudah, kita pergi sekarang. Aku pasti akan berakting dengan baik,” katanya.

@@@@@@@@@

Berakting yang baik? Baik dari mana kalau dia hanya tertegun saja saat kami sampai di restoran tempat Key mengajak ku bertemu. Tampaknya sunbae kaget karena yang mengajak kami makan adalah Key.. dan dialah orang yang harus kami kibulin.

”Jadi dia pacarmu?” kata Key mencibirku, dia seakan mengolokkku karena namja yang kubawa justru adalah atasanku.

”Ne..” kataku gugup.

”Aku tak percaya!” seru Key lagi sementara sunbae makin bengong. Menyebalkan.

”Hah.. apa yang harus kulakukan agar kau percaya? Kau harusnya memberi selamat padaku. Akhirnya aku sudah menemukan pujaan hati.. ”

”Pokoknya aku tak percaya! Dan lagi, buat apa aku memberimu selamat? Tak ada untungnya untukku Rumi!” seru Key.

Ah~ apa yang harus kulakukan agar dia percaya? Tapi aku harus membuktikan kalau Kyungho-sunbae adalah pacarku. Kalau tidak percuma saja aku membawanya kemari. Dan tanpa berpikir panjang aku langsung mendaratkan ciumanku di bibir sunbae. Ah~ kenapa aku harus melakukan ini?

”Sudah puas? Sekarang kau percaya?” kataku tanpa memperdulikan sunbae yang terkejut dengan ciuman kilatku barusan.

Key terlihat sangat marah. Wajahnya merah, dan kemudian dia menghentakkan kedua tangannya ke meja. Ah~ jangan sampai dia menghajar sunbae gara-gara tindakan ku tadi. Tapi syukurlah.. rupanya dia tak melakukan itu. Setelah menatap kesal padaku, dia lalu meninggalkan restoran.

Kyungho-sunbae masih memegangi bibirnya, sementara aku meneruskan makan siangku. Aku makan dengan lahap walau hati ini terasa sakit. Key pasti membenciku kini.. sama seperti Jinki.  Tak ada rasa lega sedikit pun setelah berbohong tadi.

”Rumi-sshi, aku tak menyangka kalau kau akan menciumku tadi. ..” katanya.

”Mianhae sunbae.. ”

”Bisa kau ceritakan sebenarnya ada apa antara kau dan Key?” aku menggeleng. Aku tak ingin Kyungho-sunbae mengetahui rahasiaku. ”Di..dia terlihat marah sekali saat kau menciumku. Dia cemburu Rumi.. tampaknya kau menjadikanku pacar pura-puramu untuk menolak dia ’kan? Ah~ aku tak menyangka kalau kau mempunyai scandal dengan member SHINee.. pantas saja kau terlihat malas saat bertemu dengan mereka minggu lalu.”

”Sunbae.. kau makan saja. Sebentar lagi waktu istirahat habis… kita tak boleh telat kembali ke kantor.. dan kumohon.. anggap saja hari ini tak terjadi apa-apa.. lupakan kalau kau bertemu dengan Key tadi…” kataku tak memperdulikan pertanyaannya.

Mendengar perkataanku itu, membuat sunbae terdiam dan tampak salah tingkah. Dia lalu mengikutiku, melanjutkan makan tanpa bersuara. Kami bahkan saling diam sampai kami tiba dikantor. Aku tak tau apa yang dipikirkan sunbae tentangku sekarang. Aku tak peduli.

@@@@@@@

”Yaa.. sunbae. Ini tak benar kan?” kataku sambil melihatkan surat perintah tugas lapangan ku dengannya seminggu setelah acara makan siang itu.

”Ne.. kau yang ikut denganku ke Cheju besok. Kenapa kaget? Kau kan memang diikut sertakan dalam proyek iklan baru kita dengan SHINee,” kata Kyungho-sunbae santai.

”Yaa.. sunbae. Cari saja orang lain ya,” pintaku dengan wajah memelas.

Kyungho-sunbae menggeleng, ”Rumi-sshi, itu tak bisa. Datanya sudah masuk ke berita acara.”

”Sunbae.. tapi..”

”Apa karena kejadian dengan Key minggu lalu? Kau kan sudah bilang padanya kalau aku pacarmu.. ya sudah kan? Kau harus belajar professional, jangan karena masalah cinta kau jadi kehilangan kesempatan untuk meningkatkan pretasimu.. lagipula, mungkin ini akan jadi kerja sama terakhir kita..”

”Mwo?” seruku, ”Memangnya sunbae mau kemana, jangan bilang sunbae mau berhenti?”

Sunbae tersenyum dan berkata, ”Aniya, aku tentu saja tak berhenti. Hanya saja, aku akan naik jabatan. Tak di divisi ini lagi, tapi jadi kebagian produksi. Keren ’kan?”

”Kyaa~ sunbae… Chukkae…”

”Thank you… karena itulah, mari bekerja sama dengan semangat sambil bersenang-senang selama 2 hari di Cheju island.. ” seru kyungho-sunbae riang, aku pun jadi ikut senang,

Ah~ ke Cheju selama 2 hari, gak keluar duit malah tetep digajih. Oh~ betapa menyenangkannya. Aku jadi semakin mencintai pekerjaanku ini. Tapi tiba-tiba aku termenung, berfikir dan kemudian kembali lemas ketika ingat bahwa aku kesana dengan rombongan SHINee.

@@@@@@@

”Aigoo~ jadi kita juga menginap disini Sunbae? Aku kira hanya member SHINee saja yang menginap di hotel ini. Perusahaan benar-benar royal ya.. tapi aku senang karena kita dapat untung juga..” kataku saat kami memasuki lobi hotel. Aku dapat melihat rombongan SHINee disana. Ah~ menyebalkan sekali, ternyata ada Chae Kyeong dirombongan mereka. Memangnya dia ngapain sih? Aku rasa dalam syuting iklan ini tak memerlukan jasanya sebagai hair stylist.

”Ne.. dan ini hotel termewah di Cheju. Tapi sayangnya kamar kita hanya di kelas suit mini room,” kata Kyungho-sunbae terlihat sedikit kesal.

”Yang pentingkan menginapnya di hotel.. bukannya di motel. Ohya, proses syutingnya mulai jam berapa?” kataku mengalihkan pandanganku dari Jinki. Oh Tuhan.. dia tampan sekali. Aku merasa wajahku panas sekarang. Ah~ yeobo.

”Setelah makan siang nanti, lokasi pertama di belakang hotel.. ada pantai disana. Aku akan mendatangi sutradara dulu, kau langsung saja ke kamarmu. Beristirahatlah.. karena kita akan langsung bekerja keras. Hwaiting!” kata Kyungho-sunbae mengepalkan tangannya lalu dia melewatiku menuju rombongan SHINee dan kru produksi yang bekerja sama dengan kami dalam pembuatan iklan ini.

Aku pun menuruti perkataan sunbae. Aku lalu menarik travel bag miniku dan berjalan menuju lift, kamarku sendiri ada di lantai 4.Aku berjalan lemas saat menuju lift, jujur saja aku belum ada makan apapun tadi pagi. Aku tadi hampir saja ketinggalan penerbangan karena aku bangun kesiangan. Hah.. betapa tidak disiplinnya diriku, sudah tau kalau pesawat berangkat pukul 7 pagi, tapi aku malah baru bangun jam 6. Syukur saja aku tak ditinggal.

Awalnya hanya aku sendiri saja yang berdiri menunggu lift, tapi kemudian saat aku menoleh ke samping kananku. Ada Jonghyun dan Taemin. Aku dapat melihat ekspresi bingung di wajah mereka berdua, pasti mereka bingung mau menyapaku atau tidak. Aku lalu memberanikan diri menyapa mereka duluan.

”Annyeong, Taemin-sshi.. Jonghyun-sshi,”

”Annyeong.. Rumi-noona,” kata mereka berdua serempak.

Saat itu pintu lift terbuka. Kami bertiga pun masuk kesana, ditemani seorang bell boy.

”Agasshi, anda di lantai berapa?” tanya petugas bell boy itu.

”Lantai empat..” kataku.

”Kami juga..” sahut Jonghyun dan dia tersenyum padaku.

”Noona~ aku belum sempat mengucapkan terima kasih. Saat ulang tahunku ke-20, Key-hyung memberikan kado yang katanya dari noona… kamsahamnida, noona masih mengingatku,” kata Taemin manis sekali.

”Tak perlu berterima kasih. Itu hanya hadiah biasa.. ” kataku malu-malu dan tiba-tiba tanpa tau malu bunyi perutku yang kelaparan menjadi background musik pembicaraan kami.

”Ah~ Mianhae… aku tadi memang tak sempat sarapan..” kataku. Ah~ wajahku pasti merah sekali sekarang. Aku bahkan melihat senyum tersungging dari bibir Jonghyun. Eomma~ aku malu…

Kami lalu keluar dari lift. Saat aku berjalan menuju kamarku, tiba-tiba Jonghyun berkata, ”noona.. kamar mu no. berapa? Kami akan menjemputmu untuk makan bersama setelah membereskan bawaan kami.”

”Ah.. aku kamar no.40015,” kataku sambil menunjukkan kunci kamarku yang berupa kartu pass pada mereka.

”Kami di 40019. Oh ya.. saat keluar dari kamar, harus ingat membawa kunci. Okey,” kata Jonghyun membertitahuku.

”Ne.. gomawoyo Jonghyun-sshi,” kataku. Lalu mereka berdua melambaikan tangan padaku dan masuk ke kamar mereka.

Ah~ ternyata mereka masih baik padaku. Senangnya..

@@@@@@@@

Aku memperhatikan semua member SHINee yang sedang bermain volly pantai untuk keperluan syuting iklan pakaian olahraga perusahaan ku. Aigoo~ aku jadi ingat saat-saat aku menjadi Stalker mereka dulu.

Tapi aku tak melihat ada fans yang menjadi stalker saat ini. Karena syutingnya dilakukan di kawasan privat milik hotel, jadinya tak ada yang bisa masuk selain tamu yang menginap.

”Rumi-sshi, jangan bengong saja. Tugas kita disini bukan untuk menonton mereka,” kata Kyungho-sunbae dibelakangku. Lalu dia memberiku beberapa lembar kertas dan sebuah camcorder. ”Saat mereka break, tolong tanyakan semua yang tertulis di kertas itu dan jangan lupa direkam. Ingat ini wawancara, jangan kau suruh mereka mengisi sendiri jawaban di kertas itu! Aku pergi dulu,”

”Yaa.. sunbae…” protesku.

”Jangan protes!” kata sunbae galak. ”Aku akan ke outlet sekarang. Setelah syuting disini selesai, mereka akan syuting disana besok… dan aku ingin semuanya siap. Kau juga harus mengawasi kegiatan mereka disini! Jangan melamun!”

”Ne.. sunbae,” kataku pasrah.

Ahh~ bagaimana ini? Itu artinya aku juga harus menanyai Jinki dan Key.. aku tak siap. Tapi, aku harus profesional. Aku lalu memutuskan untuk bertanya pada Taemin dulu. Jinki dan Key.. belakangan.

@@@@@@@@

Yakk.. bertanya pada Minho, Jonghyun dan Taemin sudah beres. Hanya sebentar saja mewawancari mereka bertiga. Dan sekarang, aku memutuskan mewawancarai Jinki terlebih dahulu.

”Rumi.. siapkan hatimu. Walau dia sangat tampan hari ini, kau harus bisa mengendalikan perasaanmu.” gumamku dalam hati. Dan dengan penuh keberanian, aku menghampirinya.

”A-annyeong Onew-sshi.  Aku akan bertanya beberapa pertanyaan tentang produk kami,.. mohon bantuannya,” kataku.

Dia menatapku sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. ”Baiklah..”

”Baik, kita akan merekam jawabanmu,” kataku sambil menyetel camcorder yang kuletakkan diatas tripod, lalu mulai bertanya, ”Bagaimana perasaanmu menjadi ikon baru produk kami?”

”Aku senang…” katanya, ”Bagaimana kabarmu?”

Yang barusan kudengar tadi tak salah kan? Dia menanyakan kabarku. Ah~ senangnya…

”Baik, aku baik seperti kau lihat,” kataku tersenyum. ”hmm~ tentang jawabanmu tadi, bisa kau jelaskan lebih spesifik tentang rasa senang seperti apa yang kau rasakan?”

Dia hanya diam saja. Tak menjawab dan malah memandangku. Ah~ jantung ini rasanya mau copot saja karena debarannya benar-benar membuatku sesak.

”Aku senang bisa bekerja sama dengan  %*&^%$, terutama dengan produk yang kami wakili menunjukkan kepedulian pada alam, ini sangat menyenangkan dan baru bagi kami..” jelasnya.

Aku lalu mulai akan menanyakan pertanyaan berikutnya, tapi kemudian dia menyelaku.

”Rumi-sshi.. lebih baik kau berikan saja padaku pertanyaan yang harus kujawab. Aku akan mengisinya sendiri.. ”

”Aniya!” seruku, ”Sunbae melarangku melakukan itu. Lagipula ini direkam untuk dokumentasi.. jawab saja pertanyaanku dengan cepat. Jadi kau bisa melanjutkan tugasmu dan aku bisa bertanya pada member yang lain.”

Diapun menuruti perkataanku. Disisa pertanyaan dia tak menyelaku lagi dan melakukan tugasnya dengan baik. Setelah dengan dia beres, aku lalu mendatangi Key. Butuh keberanian lebih untuk mendekati anak ini. Aku merasa tak nyaman berada didekatnya, terlebih dengan tatapan pedihnya padaku.

”Rumi-ya.. kau dan namja itu tak sekamar ’kan?” tanyanya sebelum aku mulai bertanya.

”Tentu saja tidak.. dia bukan suamiku!” sahutku.

Aku lihat dia mulai tersenyum, ”Ah~ aku cemas sekali.”

”Tak perlu cemas. Jika aku dan dia menikah nanti, kami pasti akan sekamar dan berbulan madu disini,” kataku sembarangan.

”Andwee..Shiroh! kau tak boleh menikah dengannya.. dia lebih tua darimu!”

”Jinki bahkan lebih muda dariku… sudahlah, ayo kita bekerja dulu!” perintahku tanpa memperdulikan tampang kesalnya.

@@@@@@@

Syuting dipantai sepanjang siang dan sore tadi benar-benar melelahkan. Padahal aku hanya mengawasi dan mewawancarai member SHINee saja. Aku merebahkan diri di ranjang kamarku. Aku dapat melihat langit senja yang indah dari jendela kamarku ini. Damainya…

Tapi, aku lalu bangkit dari pembaringanku dan kemudian berlari keluar kamar. Bodohnya aku.. senja seindah itu masa kulewatkan begitu saja. Aku harus menikmatinya di pantai. Pasti melihat sunset disana akan lebih keren.

Aku lalu turun ke lantai bawah, menuju pantai yang terletak di belakang hotel dengan melewati kolam renang. Tapi saat aku berjalan disana, dari jendela besar yang menjadi pemisah kolam renang dengan ruangan yang aku tak tau apa namanya. Aku melihat Jinki dan Chae kyeong berbincang sangat akrab.

Hati ini rasanya sakit sekali melihat Jinki tersenyum untuk yeoja itu. Yeoja itu bahkan tak sungkan merangkul Jinki saat mereka berbicara dan Jinki pun membelai rambutnya lembut. Aku cemburu.. sangat cemburu melihat itu.

Key.. tampaknya dia benar. Jinki tampaknya sudah melupakan ku. Dia sudah tak mencintaiku lagi. Yah.. mungkin sejak awal dia tak pernah mencintaiku… hanya aku yang berharap padanya. Dia terlihat bahagia dengan Chae kyeong. Yah.. memang seharusnya mereka bersama… akulah yang tiba-tiba muncul mengganggu mereka.

Tapi hati ini rasanya sakit.. tak kalah sakitnya seperti saat Jinki menceraikanku dulu… lebih sakit daripada saat aku kehilangan janinku.

Kemudian yeoja itu meninggalkan Jinki sendirian di ruangan itu. Aku melihat dia mengecup pipi Jinki sebelum dia pergi. Hah… kenapa aku malah disini melihat itu. Aku juga harus pergi, sebelum Jinki menyadari kalau aku sedang memperhatikannya.

Dengan cepat aku berjalan sambil menghapus air mataku tanpa melihat arah dan aku merasa kalau kakiku tak menyentuh tanah.Ya.. tentu saja aku tak menyentuh tanah karena tiba-tiba saja aku tercebur ke kolam renang.

Babo… babo.. kenapa aku malah bisa tercebur. Kolam ini cukup dalam dan sialnya lagi AKU TAK BISA BERENANG!

Sial.. aku tak bisa mengangkat tubuhku ke atas kolam. Terlebih aku juga terlalu banyak meminum air. Apa aku akan mati? Andwee.. aku belum siap mati. Siapa saja tolong aku!

Dan akhirnya aku tau ada seseorang yang menyelam dan menarikku keluar dari kolam.

”Ohoukk.. ohoukk,” aku terbatuk saat berhasil keluar dari kolam dan aku bisa merasakan penolongku itu sedang menepuk-nepuk punggungku.

”Kau tak apa yeobo? Kenapa kau bisa tenggelam seperti itu?”

Yeobo? Aku lalu memandang wajah penolongku. Jinki.. ternyata dia yang menolongku. Terlebih .. dia memanggilku ’yeobo’ tadi. Kuharap aku tak salah dengar. Aku lalu memeluknya dan menangis.

”Gwenchana Rumi.. kau tak apa sekarang. Ayo kuantar kau ke kamarmu, tubuhmu sudah bergetar.. kau pasti kedinginan,”katanya lembut.

@@@@@@@@

”Mana kunci kamarmu?” kata Jinki. Aku lalu merogoh semua kantong yang ada dipakaianku. GAWAT! Kuncinya tak ada.

”Kuncinya tak ada, jangan- jangan jatuh dikolam?”

Jinki menggeleng, ”Saat kau jatuh tadi, hanya ada hp-mu disana.. tak ada yang lain.”

”Hatcchhii,” tiba-tiba aku bersin. Ah, dingin sekali. Bagaimana aku berganti pakaian? Tapi kemudian Jinki menarik tanganku dan dia malah mengajak ku ke kamar lain.

”Ini kamar siapa?” tanyaku saat kami sudah masuk.

”Kamarku, kau ganti baju disini saja,” katanya sambil membuka kopernya dan mengeluarkan sebuah t-shirt dan handuk besar lalu memberikan padaku.

”Jinki-ya.. lebih baik kita ke bawah saja dan meminta kunci ba.. ba.. hatchi~,”

”Nanti saja.. kau sudah bersin-bersin dari tadi! Nanti kau keburu sakit, cepat ganti pakaianmu,” dia mendorongku untuk masuk ke kamar mandi.

Dia peduli padaku? Ah~ aku bahagia sekali, dia begitu mencemaskan ku padahal pakaiannya juga basah.

Setelah selesai berganti, aku lalu keluar dan melihat dia yang juga sudah mengganti pakaiannya sedang duduk disisi tempat tidur sambil mengamati Hp-ku.

”Aku baru tau kalau kau tak bisa berenang, ” katanya saat menyadari kalau aku sudah berdiri disampingnya.

”A-aku juga baru ingat kalau aku belum pernah memberitahumu,” kataku duduk disampingnya.

”Hp-mu tak mau hidup. Tampaknya rusak gara-gara jatuh ke air tadi,” kata Jinki kali ini menatapku.

”Omo.. omo.. bagaimana kalau ada telpon dari rumah? Atau dari perusahaan? Andwee..” kataku mengambil hp-ku dari tangannya dan memencet semua tombol yang ada, tapi usahaku hasilnya nihil. Hp ku tak kunjung menyala.

Jinki lalu mengambil lagi hp ku, ”Aku akan cari service terdekat. Kau tunggu saja disini. Jangan bukakan pintu untuk siapapun. Arasseo?”

”Ne.. arasseo.”

@@@@@@@@

Setelah Jinki pergi, tampaknya aku tertidur dan saat aku bangun, sudah pukul 9 malam. Ah pantas saja aku merasa lapar, aku hanya makan saat pagi tadi dengan Jonghyun dan Taemin.

”Sudah bangun..” kata suara yang sangat kukenali milik Jinki. Dia sedang melipat pakaian yang kutau itu milikku. ”Bajumu sudah ku keringkan, dan tadi aku juga sudah meminta kunci kamarmu dan mengambil beberapa pakaian disana.”

”Gomawo..” kataku.

”Hp mu tak bisa diperbaiki. Hanya nomornya saja yang bisa diselamatkan. Jadi.. ” dia menyerahkan sebuah hp yang tampaknya masih baru, ”kau pakai ini saja.”

”Aku tak mau!” seruku,

”Jangan bodoh! Bagaimana kalau ada telpon penting. Terimalah, bagiku ini tak  seberapa,” bujuknya sambil menjejalkan hp itu ke tanganku.

”Shiroh…”  entah kenapa tiba-tiba aku menangis dan berkata, ” tak perlu baik padaku. Kita ini tak ada hubungan apa-apa..”

”Rumi-ya…”

”Jangan memanggilku selembut itu! Kau bahkan dulu bilang kalau kita tak mungkin bisa menjadi teman.. jadi tak usah baik padaku. Kau akan menyakiti hati pacarmu jika dia tau hal ini.”

”Pacar? Siapa?” kata Jinki heran.

”Chae Kyeong. Dia pacarmu sekarang ’kan? Aku melihatnya mencium pipimu tadi.. dan kau terlihat bahagia dengannya…”

Jinki lalu memegangi bahuku, mengarahkan aku untuk menatapnya dan kulihat dia tersenyum.

”Rumi-ya.. kau cemburu?” Aku menunduk dan mengangguk, secara tiba-tiba dia langsung memelukku sangat erat. ”Gomawoyo… terima kasih karena sudah cemburu… itu artinya kau masih mencintaiku.”

Akupun membalas pelukannya tak kalah erat, ”Ne.. aku tak pernah berhenti memikirkanmu.. selalu mencintai dan merindukanmu. Mianhae Jinki-ya.. aku menyesal berpisah denganmu.”

Kami lalu melepaskan pelukan kami dan saling berpandangan lalu aku berkata, ”Saat hari dimana aku mengembalikan kalungmu, aku kembali ke taman itu. Aku mencari kalung yang kau buang. Karena saat itu aku berpikir, saat kau membuang kalung itu.. saat itu juga kau melupakanku… membenciku. Lalu, saat kita bertemu lagi sebelum aku berangkat ke Aussie. Aku sangat sedih saat kau bilang kita bahkan tak bisa menjadi teman. Aku berpikir kalau kau membenciku… aku…”

Jinki menghentikan perkataanku dengan menciumku. Ciuman yang sangat kurindukan. Saat kami berciuman, aku merasakan tangannya sedang melakukan sesuatu pada leherku dan ketika ciuman kami berakhir, aku tau apa yang dilakukannya.

”Kalung ini? Bukankah kau membuangnya?” kataku sambil memegang kalung yang sudah melingkar indah di leherku.

”Aniya.. aku hanya menipumu. Aku menyimpannya sejak saat itu, selalu membawanya kemanapun. Itu bintang yang kutitipkan padamu… dan kau saja yang harus menjaganya.”

”Jinki-ya.. mianhae… saat itu aku egois sekali. Terlalu menekan dan menuntutmu.”

”Tak perlu meminta maaf Rumi.. aku yang salah. Aku yang tak memilihmu… padahal aku sudah bersumpah pada Tuhan kalau aku akan menjagamu seumur hidup.”

Dia lalu mengecup keningku, kemudian dengan sangat lembut dia berkata, ”Kita mulai lagi dari awal ya, kau mau menungguku? Aku akan menikahimu lagi, kali ini bukan secara rahasia, aku akan mengumumkannya ke seluruh dunia, jadi kumohon… Maukah kau bersabar… aku akan mengusahakannya dalam setengah tahun ini. Jadi sambil menunggu saat itu tiba, kita berkencan dulu seperti pasangan lain, merasakan hal yang dulu tak pernah kita berdua rasakan.  Berjalan berdua, menonton ke bioskop.. aku tak akan menyakitimu lagi… yeobo, kau mau kan?”

Aku mengangguk. Tentu saja aku mau. Bodoh sekali jika aku menjawab tidak. Bahkan walaupun sekarang dia menikahiku secara rahasia lagi, aku pun tak keberatan. Karena yang kuinginkan sekarang hanyalah bersamanya. Dan aku berjanji, tak akan egois dan melakukan kesalahan yang membuatku menyesal lagi. Itu janjiku.

To Be Continued

 

Yap.. bagi siapa az yang tanya nih ff sampai berapa part.. aku juga msih belum tau.. setiap ngetik ngalir az.. tapi mungkin akan segera aq tamatkan.. hahaha~

mianhae buat yg ngebias ma Key, aku bikin rusak karakter dia disini, jd cwo g tw malu.. krn aq emang liat dia orgx emang g tw malu  *ditampar bini2 key* tapi dulu2 dy sweet kan.. ditunggu az sampai dy kembali kyk dulu lg.

dan akhir kata… JANGAN LUPA KOMEN ^^

57 thoughts on “Married Idol (chapter 10)

  1. omo…
    Key!!!
    Lu jgn kyk gtu geh am rumi…
    ..
    Aigo..rumi am jinki blikan…
    Huaa…
    Seneng..seneng..seneng..
    Lanjut2…
    Pnasaraan

  2. Mitmit onnie~ *cipok2 onnie*😄
    Aahhh..saya suka part ini!!
    Akhirnya rumi sama jinki baikan *joget2 sambil bawa pom2*
    Aku sampe cengar cengir sendiri pas baca bagian terakhir..hahaaa
    Oiya~ si kyungho sunbae beneran minta tanda tangan shinee, hahaaa jiwa fanboy banget itu..
    Jadi pengen tau tampangnya si sunbae pas abis di cium sama rumi😀

  3. yeeeeeeeeeeeaaaahh akhirnya this is the return of the king *plak lebay n ga nyambung*
    suka suka suka ama part ini rumi-jinki kembali
    aduh key dirimu aneh! minho selalu tak terduga..
    kak mitmit I LOVE YOU….
    ditunggu jumat depan……!!

  4. Wahhh………. akhirnya..akhirnya…akhirnya rumi balik lagi sama jinki!

    senangnya……..!!!~^^

    wah koq udah mw tamat aja onn!!??
    padahal aku udah bias bgt sama ni ff!!!
    bener2 daebak!!~~^^

  5. uwoo….senang,
    Rumi-onew rujuk,wkwkw
    Kawin lagi..kawin lagi..kawin lagi..#plak
    Key dikasih pasangan onn, biar gak ganggu lagi.

    suka banget onn part ini,
    Chu mit onn,hehe

    sabar lagi nungguin part 11.

  6. Wahhh………. akhirnya..akhirnya…akhirnya rumi balik lagi sama jinki!

    senangnya……..!!!~^^

    wah koq udah mw tamat aja onn!!??
    padahal aku udah bias bgt sama ni ff!!!

    bener2 daebak!!~~^^

  7. hallooooo authoooooorrrr *teriak ga nyante, mian~*
    sebenernya agak bingung pas baca ceritanya. jadi tuh……si Rumi masih suka sama onew ya? tapi bukannya dia pergi ke aussie buat ngindarin onew?
    terus terus di part ini malah diceritain Rumi masih cinta sama onew kayak part – part awal.
    bagus sih thor sebenernya. ceritanya ga gampang ketebak. cuma terlalu babo saya jadi malah ga ngerti-__- mian
    lanjutkan ya thor part 11!!!!!

  8. ounnii,annyeong.. akhr’y ak bs komen jg.. ak sk bgt am ff’y bkin gregetan baca’y.. aplg rumi-jinki mw b’stu lg.. seneng’y…jd pnsran am klnjutny.. klo bs jgn d’tmatin donk ounni amp 20part jg gpp.. hhee *ky film aje*

  9. mitmit…..!!!
    daebak !!!
    cuman pas bca bagian ini “Aku mencintaimu… dan rasa itu makin besar bagai bola salju yang menggelinding jatuh dari bukit..” ko w malah jd inget lagunya sule yah ?? kekeke *plak*

    ukyaaaaa….!!!
    w suka banget scene rumi sama jinki disini…
    untung si rumi nyemplung k kolem. fufufu
    sering2 aja nyemplung ke kolem rum !! *plak*

  10. suka part ini miiiiiiiiiiiiiiiiiit…
    akhirnya bareng juga mereka… tp kayak kecepetan jadinya… bisa dipanjangin lg tuh cerita… hahaha~
    ga usah buru2 ditamatin… santai aja… wkwkwkwk~
    hoi mana lanjutannya love friends itu… pengen cepet2 part akhir… >,<

  11. Yeiii, akhirnya rumi n jinki balikan..
    Senengnya..
    Hahaha
    keren bgt ceritanya, aQ suka..
    Si chae kyeong koq genit siy pke cium2 pi2 segala, minta d tabok..

    Lanjutannya jgn lama2 y thor.. ^^

  12. AKHIRNYAAA…… Rumi sm Jinki balikan lagi. shock yg wktu Jinki tba2 bilang yeobo ke Rumi. wkwkwk… terbawa suasana pernikahan kali ya :3
    Ahhhh… gk sabar nunggu yg lain. aku kabur dulu mau baca chap selanjutnya

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s