LOVE, FRIENDS, OR…? (CHAPTER 2)


Main cast: Jung Myu ra, Cho Kyuhyun, Cho Ahra, Park Chaeri, Kim Seera

Genre: Romantic, frinedship

Rated: PG 15

Author: Onmithee

STORY

Paginya…

Kami berlima masih tertidur di kamar Ahra, sampai terdengar suara bel berbunyi.

“Siapa sih bertamu pagi-pagi begini?”seruku sambil menggaruk-garuk kepala. Kutendang kaki Seera menyuruhnya bangun dan membuka pintu tetapi dia tetap tidak terbangun.

“Kyaa~ aku kesiangan,” jerit Chaeri panik membuat Ahra yang tidur disampingnya jadi terbangun.

“Ini hari minggu Chaeri. Kita semua libur kerja hari ini,” sahut Ahra sambil mengucek-ngucek matanya.

“Oh ya? Kalau begitu, aku tidur lagi deh,” sahut Chaeri lalu merebahkan dirinya kembali kebantal.

“Ya, Chaeri! Jangan tidur! Cepat buka pintu sana. Ada tamu,…” perintahku padanya.

Dia kemudian memperhatikan Kyuhyun dan Seera yang masih tidur, lalu memandang Ahra yang masih menguap lebar, “Baiklah onnie,…”sahutnya.

Kulihat dia bangkit dan berjalan keluar kamar. Aku senang dia tidak membantah. Tetapi kemudian kudengar dia menjerit, membuat aku yang semula hendak tidur jadi membatalkan niatku. Kulihat Seera, Ahra dan Kyuhyun juga terbangun dan bergegas menuju pintu untuk mendatangi Chaeri.

“Ada apa?” tanya Ahra cemas sambil memegangi punggung Chaeri.

“Itu…” sahut Chaeri gugup sambil menunjuk-nunjuk interphone.

Aku dan Seera pun menuju ke interphone dan melihat kalau di luar sana ada Lee Donghae, pria idaman Chaeri.

“Jadi karena dia,…” kata ku sambil tertawa sementara Chaeri hanya tertunduk malu.

“Oppa, annyeong. Mau mencari Chaeri ya? Tunggu sebentar ya, kubukakan pintu,” ujar Seera riang di interphone. Mendengar itu Chaeri langsung kelabakan.

“Ya Chaeri daripada panik seperti itu lebih baik kau bersihkan dirimu. Kami akan menahannya untukmu,” ujarku sambil mendorongnya untuk masuk ke kamar.

***************

“Mereka pergi kemana ya? Tidak biasanya Donghae oppa datang kesini pagi-pagi sekali. Tanpa memberi tau Chaeri lagi,” gumam Seera saat mencuci piring.

“Molla… Mungkin saja Donghae ingin menyatakan perasaanya. Syukurlah kalau itu terjadi,” sahutku sambil membantunya membilasi piring dan gelas yang dia cuci..

“Mworago?! Jadi diantara kita berlima, Chaeri yang akan tancap gas terlebih dahulu. Aigoo~ betapa menyedihkannya. Harusnya itu aku,…”sesal Ahra.

“Noona, karena itu. Segeralah menyatakan perasaanmu pada Sungmin Hyung. Nanti keburu direbut orang lho,” sahut Kyuhyun menggoda kakaknya.

“Kau sendiri Kyu? Kau tidak pernah cerita pada kami tentang gadis yang kau suka,” tanya Seera yang membuat ku menjadi gugup.

Sekalipun Kyuhyun tidak pernah bercerita tentang gadis yang disukainya dan itu membuatku sangat penasaran tetapi tidak sanggup untuk menanyakannya. Kulihat dia menunduk berusaha menutupi kesedihan diwajahnya.

“Yeoja yang kusukai itu sudah menyukai pria lain, tetapi entah kenapa aku selalu berharap dia berpaling dari pria itu dan menyukaiku walau tampaknya sudah tak ada harapan lagi,”sesal Kyuhyun.

Kali ini dapat kulihat dengan jelas wajah sedihnya. Sebenarnya aku cukup sedih mendengar pengakuannya, tetapi ada juga rasa senang karena ternyata dia memang belum mempunyai kekasih.

“Kau sudah lama menyukai gadis itu?” tanya Ahra

“Yah,” sahut Kyuhyun enggan.

“Dia gadis Jepang ya?” Seera balik bertanya.

“Bukan, tapi gadis Korea juga,…” sahut Kyuhyun lagi.

“Jangan bilang itu aku? Aigoo~ maafkan aku Kyu, memang cuman ada Jungsoo seorang dihatiku walau sampai sekarang kami belum pacaran. Tapi itu pasti terjadi,aku yakin!” seru Seera semangat.

Ahra tanpa ragu langsung menjitak kepala Seera membuat gadis itu menjerit kesakitan. Kulihat Kyuhyun tertawa karena tingkah Seera itu. sementara aku, aku merasa sangat gugup, takut mendengar kalau Kyuhyun menjawab ‘iya’.

“Tentu saja bukan. Kau kan sudah kuanggap seperti adik ku,” sahut Kyuhyun masih tertawa.

“Lalu siapa? Apa kami mengenal gadis itu?” tanya Seera lagi, dia sangat penasaran tentang identitas yeoja yang disukai Kyuhyun.

Ingin rasanya aku menyumpali mulut Seera dengan serbet, tetapi aku juga sebenarnya penasaran dengan yeoja yang disukai Kyuhyun. Kulihat Kyuhyun berpikir, sepertinya dia cukup ragu memberikan jawaban kepada kami. Tetapi kemudian dia mengangguk, dan tentu saja hal itu membuat jantungku berdetak tak karuan.

“Tapi aku tidak akan memberitahu siapa namanya. Aku senang melihat wajah penasaran kalian,” sahut Kyuhyun sambil tertawa dan beranjak pergi meninggalkan kami berlima yang penasaran dengan identitas yeoja yang disukainya.

********************

Chaeri pulang ke apartemen dangan mata sembab, omo~ ada apa dengannya? aku sangat mengenal yeoja satu ini, dia bukan orang yang mudah menangis.

Ahra bergegas menyusul Chaeri yang bersembunyi dikamarnya segera setelah dia pulang, sementara Seera dan Kyuhyun menuju pintu keluar.

“..aku bahkan tak melihat Donghae oppa diluar? Apa mereka bertengkar?” ujar Seera saat masuk kembali.

Saat itu juga Ahra keluar dari kamar Chaeri… dia menggeleng saat kami bertanya tentang keadaan yeoja itu.

“..Dia tak mau cerita apapun saat ini… kita tunggu dia tenang dulu…”ujar Ahra, “Kita batalkan saja rencana ke lotte world hari ini…”

Kami pun setuju, kegembiraan kami semalam sudah tak terasa lagi ketika melihat Chaeri menangis… apalagi ini masih dalam rangka ulang tahunnya. Kami hanya bisa menunggu yeoja itu mau menceritakan masalah apa yang menimpanya.

Sorenya, Chaeri keluar dari kamar. Matanya bengkak, dia pasti menangis sepanjang siang tadi. Aku menghampiri dan memeluknya. Mengiringnya duduk di sofa panjang diruang tengah untuk menceritakan masalahnya.

“Dia akan menikah…” ujar Chaeri menahan isakan.

“Mwo? Nugu?… maksudmu Lee donghae akan menikah?!” tanya Ahra dan Chaeri pun mengangguk.

“YA!” jerit Seera..” Menikah dengan siapa? Kau menangis seperti ini pasti karena bukan kau yang dinikahinya.. ayo cepat ceritakan!”

“Lalu… kau tidak mengatakan kalau kau menyukainya Chaeri?” tanyaku.

Yeoja itu menggeleng lalu menangis dipundak Ahra… sementara Seera terlihat menahan gemas.

“Jangan bersedih… masih banyak pria lain didunia ini.. itu artinya Lee donghae bukan jodohmu… bersabarlah..” bujuk Ahra tapi kulihat ada semburat kesedihan juga dimatanya.

“Padahal… tadinya kukira dia akan melamarku… menyatakan cinta padaku.. tapi nyatanya… dia mendatangiku pagi-pagi hanya untuk memberiku kartu undangan pernikahannya… ini menyakitkan… padahal kupikir selama ini hanya aku gadis yang dekat dengannya… tapi… dia malah dijodohkan … aku tak bisa menerima ini…” tangis Chaeri makin menjadi.

Kami tak tau lagi bagaimana cara untuk menenangkannya. Kami biarkan saja dia mencurahkan sakit hatinya. Kami adalah temannya dan sekarang tugas kami sebagai teman yang baik adalah menjadi pendengar yang baik.

**************

Kemudian… dua minggu berlalu setelah pesta pernikahan Donghae. Chaeri hadir dipesta pernikahan itu walau sehari sebelumnya dia menangis. Tapi dia berusaha tegar dengan datang ke pesta pernikahan pria yang sangat dicintainya.

Padahal….sesungguhnya yang ada, Chaeri menjadi lebih sensitif dan rapuh semenjak hari dimana Donghae memberikan undangan pernikahannya sebulan yang lalu.

Berulang kali, Chaeri juga berucap, “Jika menyukai seseorang..cepatlah menyatakannya.. ditolak atau diterima tak menjadi masalah… dari pada seperti dirinya.. memendam dan menderita seorang diri…”

Pengalaman Chaeri menjadikan pelajaran bagi aku, Seera dan Ahra. Kami bertiga menjadi melakukan pendekatan ekstra pada namja yang kami suka. Walau tentu saja aku se-ekstrim dua sahabatku itu.

Aku masih takut menunjukkan perasaan cintaku secara terang-terangan pada Kyuhyun

Tapi… aku sangat ingin dia mengetahui perasaanku… perasaan ingin, malu dan takut bercampur aduk sehingga aku tak mampu mengucapkan… “Saranghae….Cho Kyuhyun…”

**************

Aku pulang cukup larut hari ini. Aku mengambil langkah cepat sekeluarnya aku dari mobil yang kuparkir di basement.

Parkiran cukup sunyi dan pencahayaannya juga tak terlalu bagus sehingga aku harus cepat-cepat keluar. Aku takut nanti malah bertemu dengan hal-hal yang tak ku inginkan.

“Andwe… lepaskan aku!” langkahku terhenti saat mendengar suara jeritan yeoja yang sepertinya sangat kukenal.

Itu suara jeritan Chaeri? Ada apa dengan yeoja itu? Apa dia juga pulang larut? Tapi untuk apa dia disini? Dia tidak menggunakan mobil…dan apa yang terjadi padanya sehingga berteriak seperti itu? Apa ada orang jahat yang menyerangnya?

Omo~ aku tak ingin terjadi hal buruk dengannya. aku bergegas menuju sumber suara. Untuk memastikan sahabatku itu baik-baik saja.

Akhirnya aku melihat Chaeri.. dia bersama dengan seorang Namja… aku tidak bisa melihat wajah namja itu karena tempat ini penerangannya benar-benar buruk. Tapi aku dapat melihat Chaeri meronta-ronta meminta dilepaskan… namja itu tampaknya memegang tangannya sangat erat dan berusaha memeluknya.

Aku tidak boleh hanya diam, Chaeri dalam bahaya .. aku berusaha mencari suatu benda yang bisa kugunakan untuk membantu Chaeri melawan namja itu. Dan mendekati tempat itu perlahan-lahan. Tapi usahaku berhenti saat kudengar suara namja itu.

Itu suara Kyuhyun.. Jadi, namja itu Kyuhyun? ada apa dengan mereka?

Aku segera menyembunyikan diriku.. aku ingin tahu ada apa dengan mereka sehingga aku memutuskan bersembunyi dibalik mobil yang terparkir sekitar empat meter dari tempat mereka berdua. Dari sini aku dapat melihat dan mendengar suara mereka berdua dengan jelas.

Aku masih tak mempercayai apa yang kulihat saat ini. Aku melihat Kyuhyun menarik paksa Chaeri kedalam pelukannya. Dan tak melepaskan walau yeoja itu meronta dan menangis. Bahkan Kyuhyun meredamkan elakan Chaeri dengan melumat bibirnya. Menciumnya dengan penuh nafsu sambil berkata disela ciumannya… ‘saranghae..saranghae..’

Ini menyakitkan. Ini pemandangan terburuk yang pernah kulihat seumur hidupku. Namja yang sangat kucintai.. kukagumi.. kupuja.. sedang berusaha menjamah sahabatku. Aku tak tau harus berbuat apa… sakit sekali.. sangat menyakitkan.. kenapa aku harus berada diposisi sulit seperti ini.

**************

Kyuhyun masih mencium Chaeri.. aku bisa melihat jelas posisi mereka ditempatku terduduk saat ini. Aku bisa melihat Chaeri sudah tidak dapat menolak Kyuhyun lagi… dia terlihat sangat kelelahan dan menyerah.

“Lupakan namja bodoh itu, pikirkan hanya aku… aku akan membuatmu bahagia.. tak menangis lagi… “bujuk Kyuhyun setelah ciumannya berakhir.

Kulihat Chaeri menggeleng… aku dapat melihat yeoja itu menangis, “Andwe… aku tak bisa…”

“Bisa.. pasti bisa… karena aku sangat mencintaimu.. kau pasti bisa merasakan yang sama..”

“Andwe… jangan teruskan lagi, aku tak bisa.. kau sahabatku… tak boleh seperti ini…” Chaeri berusaha mengelak saat Kyuhyun kembali mencoba menciumnya. Tapi namja itu malah semakin kasar padanya. Sementara aku tak bisa melakukan apapun.. selain menonton dan semakin tersiksa.

“Shiroh.. aku tak mau melepaskanmu.. begitu lama aku mencintaimu, memendamnya karena kupikir kau akan bahagia dengan pria yang kau cintai.. tapi nyatanya… yang kulihat dia hanya membuatmu menangis… menderita…hentikan bertidak bodoh dengan mengharapkannya…. Ada aku yang akan membahagiakanmu… “

“Andwe.. Kyuhyun-a… lepaskan aku… kumohon… kau menyakitiku…lepas…” Chaeri masih menggeleng dan berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Kyuhyun…

Aku tahu Chaeri begitu mencintai Donghae.. tapi… Kyuhyun benar… dia tak bisa mengharapkan Donghae lagi… walau tetap saja pemandangan ini sangat menyesakkan.

Namja yang sangat kucintai ternyata mencintai sahabatku. Sahabat yang sangat ku sayangi.. ku lindungi… dan ku anggap adik sendiri. Sekarang aku menyaksikan namja yang sangat ku cinta sedang mengemis cinta pada sahabatku.

“Chaeri-ya.. jebal… ijinkan aku… ijinkan aku mengobati luka hatimu.. membahagiakan mu… kau tahu rasanya sakit hati… jadi kumohon jangan membuatku merasakan itu.. aku menginginkanmu…” Kyuhyun masih tak menyerah menyatakan perasaannya pada Chaeri.

Kumohon.. Chaeri… jangan menerimanya… jika kau lakukan, kau akan membuatku menderita… aku sangat mencintainya… kumohon… aku tak akan sanggup jika melihat kalian bersama.. kumohon.

Tapi.. yang kuharapkan tak terjadi. Bodoh memang aku… seharusnya aku segera keluar dari persembunyianku dan mendatangi mereka… bukannya memohon pada diri sendiri… paling tidak aku tak akan melihat hal ini.. aku melihat Chaeri akhirnya mengangguk, menerima cinta Kyuhyun.

Tak pernah kulihat wajah Kyuhyun sebahagia itu. Aku sudah tak sanggup melihat Kyuhyun mencium Chaeri lagi.. apalagi sekarang yeoja itu membalasnya. Aku hanya bisa menangis seorang diri ditempatku bersembunyi.

Mereka tak tahu.. saat ini aku sangat terluka. Sampai saat Chaeri pergi bersama Kyuhyun dengan mobilnya.. meninggalkan parkiran… meninggalkanku yang hancur berkeping-keping.

****************

Aku tak bisa tidur semalam. Terlebih lagi mengetahui Chaeri tak pulang. Apa mereka sudah menghabiskan malam bersama? Secepat itu…? Yah.. tidak dibilang cepat mengingat kami sudah mengenal lama.. tapi tetap saja.. mereka baru saja jadian semalam dan secepat itukah mereka… ah~ aku tak sanggup memikirkan kata itu. Terlalu menyakitkan.

“Onnie… Chaeri tak bilang padamu kalau tak pulang?” tanya Seera saat kami sedang sarapan.

Aku hanya menggeleng. tak ingin menceritakan hal yang kutahu dan kulihat semalam.

“Ya.. yeoja itu… kuharap dia tak mabuk-mabukan diluar.. sejak ditinggal Donghae menikah dia menjadi sangat lemah.. rapuh.. dan gampang menangis.. begitu berubah.. tapi tak membiarkan kita mengobati perasaannya,” rutuk Ahra sambil memukul-mukulkan sendoknya ke meja.

Kemudian kami menikmati sarapan dalam diam. Untukku sebenarnya bukan menikmati sarapan.. karena seleraku benar-benar tak ada.. tapi aku memaksakan makanan masuk ke mulutku. Untuk menutupi perasaanku.

Keheningan berakhir saat kami mendengar suara pintu luar terbuka dan melihat Chaeri dan Kyuhyun memasuki ruang makan bersama.

Aku melihat senyum bahagia di wajah Kyuhyun yang menurutku cukup pucat. Wajah Chaeri juga pucat tapi tak ada senyuman.. aku tak tau apa yang dirasakannya sekarang. Tapi aku sangat yakin.. mereka berdua memang menghabiskan malam bersama.

“Ya.. ya… mengapa kalian datang bersamaan?” tanya Ahra pada adiknya. Tapi Kyuhyun tak menjawab… dia tersenyum dan duduk bersama kami, disamping Seera yang berhadapan denganku untuk makan bersama. Sementara Chaeri, dia malah berlalu dan masuk ke kamarnya.

“Ya.. jangan bilang tadi malam kalian bersama ya…” ejek Seera dengan mulut penuh nasi.

Kulihat Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. Membuat Seera tersedak dan Ahra menjatuhkan sendoknya.

“Huh.. ada-ada saja kau ini Kyu.. lelucoanmu tak lucu,” ujar Ahra mengatasi keterkejutannya.

Yah.. kami memang sering menginap di apartemen Kyuhyun.. tapi itu bersama-sama tak berdua saja dengannya… dan aku hanya bisa meyiapkan diriku.. untuk mendengar hal yang lebih menyakitkan lagi.

“Noona.. aku tak bercanda… aku dan Chaeri.. memang bersama semalam… kurasa tak ada yang perlu ku tutup-tutupi saat ini…” Kyuhyun santai sekali dengan ucapannya.

“..Tunggu maksudmu.. kau dan Chaeri.. semalam…” Seera mengatakannya sambil mengisyaratkan sesuatu dengan jari-jarinya yang kami tau sebagai isyarat dari ‘bercinta’. Oh~ aku sudah tak sanggup lagi berada disini. Terlebih saat melihat Kyuhyun menjawab pertanyaan Seera dengan anggukan. Membuat Seera dan Ahra terperangah.

Tapi jelas… ada mimik tak suka dari wajah Ahra, dia mengepalkan tangannya kemudian menghetakannya ke meja makan.

“Ya! Cho Kyuhyun… dia sahabatku… aku tau dia masih patah hati… aku sangat tak suka jika mengetahui kalau kau memanfaatkan perasaannya yang hancur untuk bisa bercinta dengannya. walau kau adik ku.. aku akan sangat membencimu jika kau hanya mempermainkannya!” Ahra sangat lantang dan emosi saat berkata itu.

“Noona… kalian pernah bertanya padaku.. menanyakan gadis yang kusukai.. dan sekarang aku menjawabnya… yang kusukai itu Chaeri.. aku menyukainya sangat lama… bahkan sebelum aku bertemu dengannya… saat hanya mendengar ceritanya dari noona… melihat foto-fotonya yang kau kirimkan padaku… aku tak bisa melupakannya walau aku tahu dia menyukai pria lain.. dan bagiku karena sekarang pria itu sudah tak ada… aku lah yang berhak mengisinya… kumohon noona merestui kami… aku sangat serius mencintainya..” sahut Kyuhyun sangat tenang.

Rupanya… apa yang dirasakan Kyuhyun pada Chaeri selama ini sama seperti perasaanku. Aku mencintainya jauh sebelum aku bertemu secara fisik dengannya.

Terluka.. hatiku terlalu sakit. Aku tak sanggup berada ditempat ini. Melihat wajah bahagianya karena wanita lain.

“Tapi.. tapi.. dia tak mencintaimu.. ah.. apa-apaan kalian berdua ini… Chaeri itu.. dia masih mencintai Donghae.. “ Ahra berkata dengan kesal dan masih tidak mempercayai apa yang diucapkan adiknya.

“Mulai sekarang… dihatinya akan hanya ada aku seorang… noona tak usah mencemaskan kami…” sahut Kyuhyun.

Ahra berkata pelan, “Jangan menyakitinya…. Jangan buat dia menangis… kau harus menjadi pria sejati untuknya… buat dia melupakan Donghae.. buat dia tersenyum lagi… aku rasa hanya itu yang bisa kukatakan untukmu…”. Dia tampaknya sudah menyerah mengingatkan adiknya.

“Ch-chukkae.. Kyuhyun oppa..” sahut Seera lirih dan memandangku yang tak bisa berkata apapun.

Apa aku juga harus memberikan selamat? Apa aku bisa menjadi orang munafik yang terlihat bahagia dengan hubungan mereka tetapi tersakiti dan membenci? Apa aku bisa merelakan dirinya?

~ To Be ConTinued~

10 thoughts on “LOVE, FRIENDS, OR…? (CHAPTER 2)

  1. lanjutinnn plisss onnieeee
    sakit banget pasti kalo jd myura T.T
    penasarannn gimana endingnyaa..
    pliss myura ktemu seseorang bwat gantiin kyu..
    hehe :))

  2. aigoo~ kyu secepat itukah???
    hahahah daebak kyu
    tp kasian jg si ama myura tp chaeri jg kasian
    drpada terus larut ama donghae mending ama kyu yg uda jelas2
    suka chaeri
    oke lanjut baca ^o^

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s