Married Idol- Jinki POV (Chap-2)


Main Cast:  Lee Jinki/Onew, Kim Rumi, Han Chae Kyeong, Kim Jonghyun, Kim Keybum, Choi Minho, Lee Taemin.

Genre: Romantis, PG 16+


Story

”Hey.. Jjong, lihat yeoja yang memakai dress pink itu,” kataku berbisik pada Jonghyun saat acara fans sign.

”Wow… yeoppo, kau mengenalnya Hyung? Kenalkan padaku ya?” kata Jonghyun semangat.

Aku menggeleng, ”Shiroh.. dia akan menjadi yeojaku.”

”Mwo?!” Jonghyun membulatkan bibirnya, ”Sudah melupakan Chae Kyeong rupanya? Lalu, siapa nama yeoja itu?”

”Namanya Rumi, Kim Rumi.. dia belum tau kalau ibunya menjodohkannya dengan ku.. haha~”

”Sungguhan yeoja itu yang akan kau nikahi? Aigoo~ betapa sialnya dia.. ckckck..”

Aku kemudian mencubit tangan Jonghyun gemas, ”Heyy.. justru dia beruntung mendapatkanku!”

Jonghyun akan membalas cubitanku sebelum Key berkomentar, ”Berhentilah berisik. Fans akan mulai meminta tanda tangan. Jangan sampai pembicaraan kalian itu terdengar fans!”

Kemudian acara pemberian tanda tangan di mulai. Aku cukup gugup saat yeoja bernama Kim Rumi itu menghampiriku.

”Oppa.. tolong tuliskan kata ’Hwaiting Rumi-sshi’ disamping tanda tanganmu ya,” serunya.

Hah? Oppa? Gak salah tuh? Aku kan lebih muda dari dia.. dasar yeoja ini.. tapi aku menuruti permintaannya sambil tersenyum.

”Gomawoyo.. Onew-sshi,” dia membungkukkan tubuhnya bersemangat.

”Chanmaneyo.. Rumi-ya…” aku menjawabnya dengan suaraku yang paling lembut. Membuat yeoja itu salah tingkah hingga tersandung kakinya sendiri. Oops, untung saja dia tak sampai jatuh.

Saat dia meminta tanda tangan dari member yang lain, dia mengucapkan kata yang sama, meminta mereka menulis ’Hwaiting Rumi-sshi’. Tetapi  saat di hadapan Taemin, dia melakukan hal yang berbeda.

Rumi memberi Taemin Hadiah.. sungguh perlakuan yang beda dibandingkan kepadaku, Jonghyun, Key dan Minho. Terlebih, kata-kata yang dia inginkan untuk di tulis Taemin, dia meminta Maknae kami itu menulis, ’ Saranghae Kim Rumi’ dan tentunya dituruti oleh si polos itu.

Hah, entah kenapa aku tiba-tiba merasa kesal pada Taemin dan juga Yeoja itu.

+++++++++++

Kami sedang mempromosikan single Hello saat terdengar kabar mengejutkan, ’Scandal Cinta Jonghyun-Shin Se Kyung’. Dunia maya, koran-koran heboh dengan munculnya berita ini.

Aku dan rekan-rekan segrup-ku pun sangat terkejut dengan kabar ini. Padahal Jonghyun sedang cedera dan dia juga sibuk untuk rekaman dalam proyek akhir tahun SM. Tapi tiba-tiba ada berita ini. Respon fans juga mengerikan … banyak yang keluar dari fansclub kami. Mencaci maki sahabatku itu.. ah~ ini kejadian paling menyedihkan yang pernah kami alami.

Perusahaan melarang kami memberi komentar jika ada yang bertanya tentang masalah ini. Kami disuruh diam saja dan mengacuhkan semua pemberitaan, menganggap berita itu tak ada.

Dongsaengku itu, yang selalu ceria.. tampak sangat sedih melihat respon orang-orang dengan hubungan cintanya. Kesedihannya juga merupakan kesedihan kami.. bagaimanapun juga, kami adalah keluarga. Dan aku tak bisa berbuat banyak untuk membantunya.

Seminggu ketika masalah itu berlalu dan tampaknya masyarakat dan fans cukup menerima akan scandal itu. Kami tidak sepenuhnya bisa bernafas lega.. banyak isu yang menyebar diluar sana… mengatakan kalau Jonghyun dijadikan kambing hitam, mengatakan dia akan dikeluarkan dari grup. Hah~ kenapa sih orang-orang suka sekali bergosip? Apa mereka tak punya aktifitas lain selain membicarakan kami? Ini benar-benar menyebalkan dan membuat emosi kami terkuras… tapi, perusahaan memang benar, cara menanggapi semua omongan miring itu hanya dengan diam, tak berkomentar dan pura-pura tak tau.

Lalu, saat kami berlima berkumpul di dorm, seminggu setelah masalah Jonghyun mengemuka, aku memberanikan diri memberi tahu mereka tentang janjiku pada ibuku.

”A-aku tau, sekarang grup kita mengalami sedikit guncangan dan kita sangat sibuk mempersiapkan konser dan aktifitas masing-masing.. tapi, aku ingin mengatakan ini.. karena aku memang sudah berjanji pada ibuku untuk mengatakannya pada kalian semua..”

Aku melihat wajah tegang tiap member yang menatap dan mendengarkan tiap kata yang ku ucapkan.

”A-aku.. berjanji pada eomma akan menemui yeoja yang akan dinikahkannya dengan ku pertengahan oktober ini… a-aku mengatakan ini karena .. aku ingin meminta ijin pada kalian..”

Tiba-tiba Minho menyahut, ” Hyung, bertemu dengan yeoja itu? Kau tidak tau sekarang kita juga menghadapi masalah Jonghyun.. jika media menyium masalahmu juga, SHINee bisa hancur.”

”Ne.. aku setuju dengan Minho. Lupakan saja masalah pernikahan itu. Kau lihat kan reaksi masyarakat saat scandal bocah ini muncul?” kata Key sambil menunjuk Jonghyun, ”itu hanya dibilang ’pacaran’ bagaimana kalau menikah?”

Aku melihat respon negatif dari Key dan Minho sementara Jonghyun dan Taemin diam saja. Yah, aku mengerti dengan sikap tidak setuju dari mereka walau aku sudah membicarakn hal ini lama tapi tetap saja mereka tak berubah. Minho dan Key adalah yang paling vokal menyatakan tak setuju aku menikah dalam waktu dekat.

Tapi kemudian Jonghyun berkata, ”Mian.. hyung. Ini gara-gara aku. Padahal.. ibunya Hyung sudah menantikan pernikahanmu.. mianhae..” dia lalu menangis membuat perasaan kami menjadi semakin tak nyaman.

Hening setelah itu. Aku tau.. aku salah mengatakan ini pada mereka. Tapi aku tak tau lagi harus berkata apa. Aku benar-benar dilema. Ingin mewujudkan keinginan ibuku tapi aku juga tak ingin mengecewakan sahabat-sahabatku.

”Bukannya Onew-hyung akan menikah diam-diam. Jadi kenapa harus kita larang.. dia melakukan ini demi orang tuanya.. ” perkataan yang muncul dari bibir Taemin itu membuat kami terkejut.. ”a-aku sebenarnya juga tak setuju.. tapi. Onew hyung sudah membicarakan ini berkali-kali pada kita.. dan saat melihat ibunya hyung, aku juga merasa bersalah. Kalian mungkin menganggap ucapanku ini aneh.. karena aku yang termuda. Tapi.. bukannya impian terbesar kita adalah membuat orang tua kita bahagia.. kita tak bisa selama-lamanya egois, bukan?”

”Taeminnie.. masalahnya jika Hyung menikah dan beritanya tersebar luas.. dia akan mendapatkan perlakuan buruk.. kejadian pada Jonghyun sudah menjadi bukti berapa buasnya orang-orang diluar sana!” Hentak Minho.

”Tapi.. kita tak selamanya bisa hidup hanya karena komentar orang ’kan Minho?” Jonghyun memberikan komentarnya, ”Yang menjadi masalah saat ini bukanlah pernikahannya tapi… bagaimana cara kita membuat pernikahan itu berjalan dengan rahasia. Jika rahasia itu bisa dijaga sampai waktunya tiba.. aku rasa, siapapun dari kita yang akan menikah sekarang tak menjadi masalah..”

”Gampang sekali kau mengatakan itu karena kau sedang di mabuk kepayang? Atau kau juga ingin cepat-cepat menikah?” sindir Key.

”Kibum! Bukan itu maksud ku.. tapi, bayangkan saja kalau kau berada di posisi Hyung?” Jonghyun berkata keras pada Key,” aku ingin yang terbaik didapatkan oleh kalian.  Lagipula.. hidup sebagai idola itu tak selamanya ’kan? Lambat laun, fans kita akan berkurang, mereka akan menikah dengan orang yang mereka cintai.. lalu bagaimana dengan kita? Apa kita akan seperti ini selamanya?”

Key terdiam cukup lama.. dan kemudian dia berkata, ”Baiklah.. aku setuju. Tapi, kumohon.. jangan mempublikasikan pernikahan Hyung sampai waktunya tepat.”

Kemudian member yang lain mengarahkan pandangannya pada Minho sampai dia juga mengangguk.

”Baik aku setuju… hah.. tapi yeoja itu.. belum tentu juga mau menikah dengan mu Hyung. Kenapa kita malah langsung membahas pernikahan? Hah.. kalian ini,” kata Minho dengan senyuman tipis.

”Yaa.. Minho Hyung benar.. kita sudah membicarakan masalah dengan tegang seperti ini.. tau-tau malah Onew-hyun ditolak.. hah, bagaimana sih?” timpal Taemin yang membuat kami semua tertawa.

Hah, entah bagaimana aku harus bersyukur pada Tuhan karena telah memberikana ku teman-teman sebaik mereka. Mereka harta terindah yang pernah kumiliki… aku tak akan membuat mereka tersakiti lagi karena tindakanku. Aku berjanji.

+++++++

Esoknya, aku memenuhi janjiku pada eomma. Menemui yeoja itu, ini menjadi hari penentuan bagi hidupku. Jika yeoja itu menerima pinangan maka kami akan segera menikah. Tapi jika dia menolak.. ini akan menjadi alasan bagiku untuk untuk menunda pernikahan.. eomma tak akan memaksa ku lagi untuk segera menikah dan aku bisa melanjutkan karirku dengan bebas.. yah.. dan mungkin aku akan menunggu Chae Kyeong karena walau dia meninggalkanku, aku masih sangat menyukainya.

Lalu, aku melihat yeoja yang dipilihkan ibuku berdiri memandangi foto-foto keluarga yang terpajang di meja ruang tamu rumahku. Aku mengamatinya.. ku akui dia sangat manis, seperti yang Jonghyun bilang saat kami melihatnya di fans sign, ’ yeoppo’.. dia lebih cantik dan menarik ketimbang Chae Kyeong.

Kemudian, aku memberanikan diri menunjukkan diriku padanya. Aku berdehem di belakangnya yang sedang asyik melihat fotoku saat SMP. Dia terkejut melihat diriku dan menjatuhkan fotoku (untung saja tak pecah). Yah.. dia pasti tak menyangka kalau ternyata dia sedang dijodohkan denganku.

++++++++

Aku menyadari, yeoja itu tak henti-hentinya menatapku saat kami makan siang bersama ibunya dan ibuku. Tapi aku pura-pura cuek. Menyenangkan sekali melihat ekspresi nya yang terlihat grogi itu.

“Rumi-sshi, saat ini apa saja aktivitasmu? Kudengar kau masih mencari pekerjaan, bukan?” tanya ibuku padanya.

“Ne,” sahutnya terdengar terkejut dan masih memandangiku. “a-aku tidak melakukan apapun selain mencari kerja,”

Lalu ibuku tersenyum padaku, dia terlihat sangat puas karena yeoja itu memang sesuai dengan keinginannya. Masih belum bekerja dan akan diam saja di rumah saat menikah dengan ku kelak “ Jinki-ya, bagaimana menurutmu? Kau tidak berubah pikiran dengan apa yang eomma dan appamu inginkan darimu?”

“Asal eomma bisa mengaturnya. Aku tidak keberatan,” sahutku sambil tetap melahap apa yang ada dipiringku.

“Yeah, berarti kau setuju. Jadi, eonni bagaimana menurutmu?” tanya ibuku pada Ibu yeoja itu, “Apa kau bersedia memberikan putrimu untuk dipersunting anak lelaki ku satu-satunya ini?”

Hah.. kenapa eomma bertanya seperti itu? Memangnya yang akan menikah orang tua kami apa? Aku melihat sekilas ke wajah Yeoja itu. Terlihat makin tegang dan gugup.

“Aigoo~ kau ini. Kau sendiri tau kalau aku sudah sangat ingin mempunyai menantu, tentu saja aku bersedia,” sahut ibu yeoja itu yang membuat sang yeoja saat itu juga menjatuhkan sendoknya ke lantai. Yah, aku yakin dia sangat terkejut.

“Eomma, bagaimana mungkin menyetujui hal ini? Saat ini eomma sedang menyetujui pernikahanku dengan seorang idola? Ini bukan hal sepele eomma! Tidak seperti saat kau meng-iyakan aku dijodohkan dengan pria lain yang hanya orang biasa. Dia ini Lee Jinki! Dia leader dari sebuah boyband yang sangat populer. Tidak mungkin dia dengan gampangnya menikahiku!” kata yeoja itu lantang. Dia memang benar, untuk sampai ke hari ini saja perjuangan ku sangat berat. Bagaimana jika setelah menikah nanti?

“Tentu saja dia bisa menikahimu. Bagaimanapun juga status idola-nya itu hanya sebuah profesi. Kita bisa mengatur agar pernikahan kalian dirahasiakan,” sahut ibuku enteng

Aku tak tau apa yang ada dipikiran yeoja itu saat ini, karena dia hanya bisa terdiam setelah mendengar jawaban dari ibuku.

“Rumi pasti setuju. Dia kan fans berat Jinki,” ujar ibunya. “Aku sering melihat Rumi membeli majalah atau menonton video yang ada Jinki-nya, bukannya kau sering ikut fans meeting dan menonton perform Jinki dan teman-temannya?”

“Sinca,” kataku. Sebetunya aku tak kaget sih.. eomma sudah menceritakannya dan aku sering melihatnya saat aku dan SHINee perform. Tapi aku pura-pura terkejut saja. “Jadi kau shawol?” tanyaku lagi

“Ne,”  sahutnya pendek dan berusaha mengalihkan wajahnya dari pandanganku.

“Benarkah member yang paling kau sukai itu aku?” tanyaku masih berpura-pura tak tau kalau sebenarnya dia Taemints.

“Aku sangat suka OnTae couple,” sahutnya.

“Gomawo,” sahutku dengan senyum terbaik kuberikan padanya.

“Eonnie, itu artinya Rumi setuju. Aigoo~ akhirnya kita bisa jadi besan. Sebaiknya kita tentukan tanggal pernikahan hari ini juga. Jinki, ajak Rumi jalan-jalan keliling rumah. Kau tidak ada schedule hari ini ‘kan? Eomma dan calon mertuamu ini akan berdiskusi dulu,”ujar ibuku riang.

Hah? Aku belum mendengar kalau yeoja itu bilang setuju menikah denganku. Dia hanya bilang kalau dia menyukai ’OnTae couple’. Sudah kuduga.. eomma bertindak seperti ini. Rupanya dia sedang melakukan jurus ’tak bisa menolak pinangan’ *emang ada? ==’*. Dasar eomma ku dia benar-benar tak sabar ingin bermenantu.

Ya sudahlah.. aku akan menuruti harapannya. Tampaknya sudah tak ada alasan lagi untuk menolak pernikahan karena yeoja itu diam saja tak ada menyela. Itu artinya dia setuju menikah denganku.

Aku segera menghabiskan makananku dan setelah selesai, aku menghampiri yeoja itu yang masih begong dan meraih tangannya untuk keluar dari ruang makan, meninggalkan kedua ibu kami yang terlihat sangat berbahagia.

++++++++++

Aku mengajaknya ke taman belakang rumahku. Setelah kami berdua duduk di kursi taman, aku mengajaknya bicara.

“Mana Hp mu?” tanyaku.

“Mwo? untuk apa?” tanyanya balik. Sambil menyerahkan Hp-nya.

Aku tak menjawab dan tersenyum saja sambil menekan tuts Hpnya, memasukkan nomorku. Hah, bahkan walpaper Hp-nya yang dipajang foto Taemin. Yeoja ini benar-benar sudah berkilah. Tapi, bagaimanapun sifatnya.. dia sudah menjadi tunanganku saat ini. Setelah selesai, aku kembalikan Hp-nya sambil berkata, “Jangan sebarkan nomorku,ok.”

”Ne” sahutnya. Saat kau mengembalikan Hp-nya dengan sengaja aku membuat tangan kami bersentuhan. Sekadar ingin melihat responnya dan benar saja.. seketika itu juga wajahnya merah padam.

“Aku memang tidak pernah mengatakannya didepan umum. Tapi, aku yakin suatu saat jodohku itu pasti fans ku. Ternyata menjadi kenyataan,” kataku sambil menatap matanya dalam. aku sengaja melakukan itu padanya, agar membuatnya semakin grogi dan lagi-lagi berhasil.

Walaupun aku tak pernah pacaran, tapi aku ini tetap saja seorang namja. Tentu saja aku bisa membuat yeoja seperti dirinya merasa di atas awan. Merayu itu memang lebih mudah dilakukan jika di hadapan yeoja yang kita tak miliki perasaan apapun padanya.

“Jika kita menikah, lalu bagaimana dengan karirmu?” tanyanya.

Pertanyaan yeoja ini benar-benar bodoh. Tentu saja mempengaruhi karir ku makanya aku akan menikahinya secara diam-diam.

“Tidak ada masalah. Selama pernikahan kita dirahasiakan. Orang tua ku sudah sangat ingin menimang cucu. Jadinya, aku harus memenuhi keinginan mereka, seperti mereka yang selalu memenuhi keinginanku. Untuk ku tidak menjadi masalah, walau memang ada rasa bersalah berbohong dengan publik tapi kita tidak bisa hidup hanya dari mendengar komentar orang lain terhadap kita, pada saatnya tiba kelak kita akan mengumumkan pernikahan kita” jelasku,sedikit mengutip dari perkataan Jonghyun.

Dia terlihat terpukau dengan jawabanku barusan, tapi kemudian dia bertanya lagi, “Apa tidak ada gadis yang kau sukai? Kau tidak menyesal memilihku?”

Aku menggeleng menjawab pertanyaannya ini. Jika aku mau jujur, aku sangat ingin bilang padanya kalau aku masih menyukai Chae Kyeong… entah sampai kapan perasaan itu bisa berubah. Aku sangat menyesal karena aku tidak menunggunya. Tapi aku malah berbohong pada yeoja ini. Semuanya kulakukan demi ibuku.

“Lalu kau? Kudengar, kau juga masih sendiri. Jadi, tidak ada yang akan keberatan saat kita mengucap sumpah nanti ‘kan?” kataku. Mencoba mengendalikan rasa bersalahku padanya.

“Mungkin yang akan keberatan adalah para MVP yang mengetahui pernikahan kita nanti.” jawabnya.

Aku kemudian tertawa.. Aku tertawa bukan karena aku bahagia bersamanya, tapi karena aku menertawakan kebohonganku. Kebohongan pada yeoja ini dan juga pada fans yang selalu mendukungku.

Kemudian ketika yeoja itu pulang dari rumahku, aku memandangi punggungnya sampai dai tak terlihat lagi. Aku merasa bersalah padanya. Dia akan menjalani kehidupan yang akan sangat berat bersamaku, dengan tak ada rasa cinta dariku… ah~ aku benar-benar merasa menjadi pria yang sangat jahat. Tapi yang akan tersiksa bukan hanya dia.. aku juga sama.. ah, aku harus melupakan Chae Kyeong. Jika tidak.. aku hanya akan melukai dirku dan yeoja itu. Mianhe Kim Rumi.. Mianhe.. Chae Kyeong.

++++++++

”Ya.. Hyung.. minggu depan pernikahanmu bagaimana kau sudah siap?” tanya Jonghyun bersemangat saat kami berlima sedang ngumpul di ruang tengah dorm kami.

”Molla..” sahutku. Aku baru saja mengirimu yeoja itu pesan agar dia tak telat makan. Yah.. aku berusaha menunjukkan perhatian pada yeoja itu. Seperti perintah eomma.. karena dia akan menjadi istriku. Tapi entah kenapa aku jadi semakin merasa bersalah padanya.

”Kenapa tak tau? Heyy… sudah selesai membaca buku 44 cara kamasutra yang kita beli di internet itu? Bagaimana? Masa kau tak merasakan bahagia hyung? Kau akan menjadi pria sejati sebentar lagi.. ah~ aku saja sudah tak sabar Hyung,” perkataan Jonghyun benar-benar tak tau malu. Kulihat Key memukul kepalanya dengan buku, gemas.

”Sudah mencintai yeoja itu? Sudah sungguhan melupakan Chae Kyeong? Pernikahanmu seminggu lagi dan jangan sampai.. pernikahan itu sia-sia gara-gara kau tak menyentuhnya… ingat.. kau menikahinya untuk mendapatkan anak!” kata Key yang membuat ku semakin lemas,

”Yaa.. Key, tanpa cinta pun ’itu’ bisa dilakukan. Kita ini Namja.. selama si yeoja pasrah.. maka..” belum selesai Jonghyun bicara dia sudah diserang dengan lemparan buku, kaleng kosong dan bola oleh Key, Minho dan Taemin.

Kemudian Minho berkata, ” kalau Hyung masih belum siap.. lebih baik hentikan saja pernikahan itu sekarang… daripada nanti menyesal.”

”Aku sudah siap Minho.. hanya saja cukup gugup,” kataku.

”Hyung.. Rumi-noona itu lebih cantik daripada Chae Kyeong-noona… hyung mestinya bersyukur, itu artinya hyung beruntung… aku saja mau kok kalau disuruh menikahinya… Key-eomma juga.. aku kemarin melihatnya tak henti-henti memandangi foto calon istri Onew-hyung itu..” kata Taemin.

Aku memandang Key dengan senyum menggoda, ”Yaa.. Key.. kau sungguhan memadang foto calon istriku? Heyy.. hati-hati. Nanti malah kau yang jatuh cinta padanya…”

Key langsung ngamuk dan melemparku dengan bantal sofa, ” Yaa.. itu mana mungkin hyung. Ya sudah, aku mau tidur duluan. Kalian semua.. bersihkan ruangan ini sebelum tidur! Araseo?!

”Ne.. araseo eomma…” sahut kami serempak.

+++++++

Hari pernikahan itu pun tiba. Aku merasa sangat tegang, begitu juga dengan teman-temanku. Benar-benar tak menyangka hari ini tiba juga. Pernikahan sendiri berlangsung tertutp di rumah ku. Yang menikahkan kami adalah kakak dari ayahku sementara yang menjadi saksi adalah teman-teman segrup-ku dan juga dua manager kami. Aku melihat orang tuaku dan orang tua yeoja itu menangis tak bisa menahan rasa haru.

Kemudian dengan lancarnya janji itu terucapkan. Aku bersumpah kalau aku akan selalu mencintainya dalam suka dan duka selamanya begitu juga dirinya. Mengucapkan janji yang sama. Dan ketika kami telah resmi menjadi suami istri, untuk pertama kalinya aku mencium bibir yeoja itu.  Ciuman pertama ku yang ternyata rasanya biasa saja.. tak ada rasa berbunga-bunga setelah itu.

Ah~ bagaimana ini? Aku ingin membahagiakannya.. ingin mencintainya. Tapi perasaan itu tak muncul. Bahkan hatiku tak bergetar dengan ciuman tadi.

Kumohon Tuhan, bantu aku agar aku bisa mencintainya. Tidak membuatnya menderita karena perasaanku. Aku ingin.. pernikahan ini menjadi kali pertama dan terakhir.

++++++++

Malam pun dengan cepatnya tiba. Orang tuaku meninggalkan aku berdua saja di rumah dengan  istriku selama dua hari agar aku dan dia bisa dengan leluasa menikmati malam pertama kami.

Tapi aku tak merasa senang sedikitpun. Hanya rasa gugup yang ada.. saat mandi pun aku berlama-lama karena tak tau harus berbuat apa. Aku mencoba mengingat-ingat isi buku 44 cara kamasutra itu. Tapi bukannya semakin bersemangat aku malah semakin lemas.

Ah~ apakah aku harus melakukannya malam ini? Tapi, aku teringat ucapan Key, jika aku tak menyentuh yeoja itu.. percuma aku menikahinya dan meninggalkan Chae Kyeong. Ya.. aku harus melakukannya. Mungkin saja dengan aku menyentuhnya bisa membuatku mencintainya.

Aku lalu keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang menutupi organ vitalku. Aku melihat yeoja itu terkejut saat melihat keadaanku ini. Aku lalu mendekatinya yang sedang duduk di atas tempat tidurku. Duduk di hadapannya dan kemudian membelai rambutnya. Lalu mencium bibirnya, aku tak memikirkan apapun saat melakukannya. Aku hanya bertindak, mengecup lembut bibirnya, menghisapnya dan kemudian memasukan lidahku ke mulutnya.. aku mencoba melakukan persis seperti yang kubaca. Aku mulai meraba perutnya dan kemudian tanganku semakin naik hingga ke dadanya.. yah.. darahku sudah mulai bergejolak sekarang, aku sudah terkuasai oleh nafsu dan menginginkan lebih dari ini. Tapi saat itu juga yeoja itu mulai memberontak. Dia berusaha menjauhkan tubuhnya dariku.

“Wae? Apa aku menyakitimu?” tanyaku saat dia melepaskan diri dariku.

“Aniya, hanya saja… a-aku lelah sekali. Tubuhku sakit semua. Lebih baik kita beristirahat saja. Setuju?” kata yeoja itu sambil merapikan piyamanya.

Dia terlihat ketakutan. Apa aku terlalu menakutkan untuknya? Tapi entah kenapa walau merasa sedikit kecewa tapi aku juga merasa lega. Aku tak mengerti dengan perasaanku saat ini. Aku segera merebahkan tubuhku, menarik selimut dan menutupkannya ke seluruh tubuh. Kemudian aku mendengar suara lampu yang dimatikan membuat kamar ini semakin gelap tapi aku tetap bersembunyi di balik selimutku. Berjam-jam aku seperti ini tanpa bsia memejamkan mataku.

Aku lalu memberanikan diri melihat yeoja yang tertidur disampingku. Rupanya yang dikatakan Jonghyun benar, aku bahkan bisa saja bercinta dengan yeoja ini walau aku tak mencintainya. Melihat wajah dan tubuhnya saja sudah membuat ku merasa tegang. Yah.. tak bisa dipungkiri hanya dengan ciuman tadi membuat aku menjadi sangat berhasrat padanya. Menginginkan lebih.. lebih.. dan lebih…

Kemudian, diam-diam aku mendekatkan diriku lagi padanya yang sudah sangat lelap. Dengan lembut kucium keningnya, pipinya, hidungnya lalu bibirnya yang tipis. Dia bahkan tak merasa saat aku melakukan itu, tidunya nyenyak sekali, pastinya karena sangat kelelahan. Aku lalu menariknya dalam pelukanku. Aku memeluknya sepanjang malam. Memberikan kehangatan di malam akhir musim gugur ini. Ah~ rasanya damai sekali….

To Be Continued

*** seperti biasa pesan dari author .. abis baca wajib komen ya ^^

42 thoughts on “Married Idol- Jinki POV (Chap-2)

  1. omo…onew pikiran macam apa itu,
    #gigitonew
    lagi-lagi kasihan banget nasib rumi, hahh~

    kok aku jadi kesal sama onew ya dipart ini,
    tega banget, trus dy cinta sama ruminya kapan onn?
    part 3nya juga kapan?hehe

  2. comment onn..
    1 demen bgt ma kata2 jjong
    Lambat laun, fans
    kita akan
    berkurang, mereka
    akan menikah
    dengan orang yang
    mereka cintai.. lalu
    bagaimana dengan
    kita? Apa kita akan
    seperti ini
    selamanya ?”

    maka dr itu klo udah p.y blg2 y biar gak jantungan lebe

    2. Ih key gak nyangka suka mandang2 picu rumi….

    3. Betul2 member pengertian ampe kamasutra di kasih, knp gak video yadong.x ja sekalian liat praktek #plak

  3. jjong… Tanggung jawab uda bikin jinki kebelet…
    Knp jjong selalu jadi org omes kaya unyuk?
    Msh penasaran gymana jinki bisa falling in love ma Rumi.
    Di tunggu lanjutannya..

  4. dia lebih cantik dan menarik ketimbang Chae Kyeong <<< AT LEAST JINKI MENGAKUI INI!
    wah ternyata dari awal pun key jg tertarik ama rumi…….

    kyaaaaaaa masi gemes sama jinki, tp plg tdk jinki juga ingin mencintai rumi…

    ditunggu next chap kakak^^

  5. sdh jinki oppa lupakan chae kyeong dan cintai rumi eonni #pltak
    oww..jdii bgnii toh crta knpa minho oppa gga suka am rumi eonni..
    Aigo…eonni sneng bgd ya bwd orng2 pnsran am ff na..

  6. astaga~ 44 cara kamasutra??
    Hahaaa…onew polos amat smp harus baca buku bgituan :p
    Waah~ aku baru tau klo Rumi lbh cantik drpd chae kyeong *di tabok rumi*
    Si key ternyata emg udh suka sama rumi yaa..
    ecciyee~ key demen amat liatin foto’a rumi.hahaa
    di tunggu next chap~
    asikk deh, 1 minggu jd ada 2 ff, MI sama ff yg ini.
    Aku jd ga bosen2 amat nunggu lanjutan MI😀

  7. haaa ternyata.
    aish onyu kmu menyebalkan. ! ih ih ih *tendang onyu*
    suka bgt ama kata2 temin astagaaa :* key emg dari awal naksir rumi ternyata :0

  8. Jinki nafsu’an!
    Hahahahaha
    Si Key bilang Jinki menikah untuk mendapatkan anak!
    Aigooo, di kira orang nikah gampang, cuma mau punya anak?
    Hahaha
    good job, author!

  9. aahh aku baca ff ini,,apakan onew mempunyai sifat itu?? oooohhh~~😮 tidaaak..hehe
    apakah chap-3 udh keluar?? penasaran lnjutanny🙂

  10. jurus ‘tak bisa menolak pinangan’? haha ada2 aja kak
    lha itu ngapain beli buku 44 cara kamasutra? ojjong koclak di sini haha
    yaa itu endingnya ngapain? #tutupmata

  11. jinki oppa mata yadong,kok kejam bngt ama istrinya,kalau gak cinta gak usah melakukan itu,kasihan istri’mu oppa. . .

  12. waaa akhirnya setelah ngubek” mencari jati diri author(? ketemu deh wp pribadi si author
    dan mengubek ttg married idol -jinki pov
    hahahhaa
    kereen author!!

  13. Oooooh… Jadi gitu toh.. Awalnya Jinki emang sama sekali nggak cinta ya. Tapi nggak nyangka ternyata si Jinki udah pernah ngeliat calonnya secara langsung hahaha
    Terus maksudnya si Rumi panggil Oppa di acara Fans Sign apa thor?._.

    Untuuung aja Rumi nolak serangan Jinki pas malem pertama. Kalo nggak, bisabisa beneran si Jinki bercinta tanpa rasa cinta x_x”

    Dan…aku suka banget Taeminnie disini. Tegas tapi dengan cara yang polos :3

  14. astagaaa!!!! onew bilang gk suka sm Rumi, tpi tingkahnya kyk yg suka sm Rumi.
    Huuu… jangan phpin rumi dong,,, kan Rumi nya kasian,,,
    BTW,,, TETEM aku kok jadi dewasa yaaa #lirikTaemin #emangudahdewasakali
    hahaha… suka bgt wktu scene ngobrolin tentang perjodohan :3
    aku otw ke chap tiga ya…

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s