SARABABO VS SUPER JUNIOR [Part IV]


AUTHOR: DIYAWONNIE.MINHO

CHAERI mengetuk-ngetukkan kakinya. Kini ia tengah duduk di pinggiran sebuah air mancur di tengah taman kota, menunggu. “Sudah hampir mau pulang tiba-tiba telepon berdering memintaku datang mengajar. Kenapa tidak janjian dari kemarin-kemarin, sih? Aigoo, minggu indahku terpakai…,” keluhnya sambil memainkan air dan menengadahkan kepalanya menatap langit, “…mereka kemana sih? Lama sekali!”

“Eonni,” panggil Jin Rin seraya melambai-lambaikan tangannya.

Chaeri berdiri menyambut mereka, “Kenapa lama sekali? Aku sudah hampir terlambat mengajar. Mana bekal makanku?”

Jin Rin menunjuk Sangmi, Sangmi menunjuk Seera, Seera menunjuk Sooran, dan Sooran???

“Sudah kuberikan pada oppadeul SuJu. Mianhaeyo…”

“MWO?!” teriak mereka bersamaan. Sooran meringis menutup telinganya dan menunduk.

“Lalu bagaimana aku makan? Aku bahkan belum sarapan. Apa tujuanmu kemari jika hanya dengan tangan kosong?” teriak Chaeri emosi. Namun tiba-tiba hp-nya berdering. Ia menjawab panggilannya dan berbincang sejenak. Setelah selesai, ia menutup teleponnya dan memandang lemah para Babo. “Aku harus pergi. Mungkin pulang agak malam. Sooran-ah, kali ini kumaafkan. Siapkan saja banyak makanan ketika aku pulang. Sampai nanti.”

“Oh, gomawoyo. Sekali lagi aku minta maaf, Eonni. Hati-hati!”

Chaeri memakai helm bututnya dan menaiki sepeda. Setelah beberapa meter berjalan, ia melambaikan tangannya tanpa menoleh ke belakang.

“Sooran-ah, tadi pagi ketika kau memasaknya aku bahkan tidak diperbolehkan menyentuh. Tapi sekarang malah kau berikan dengan cuma-cuma pada orang-orang aneh itu. Aishhh,” geram Sangmi membuat Sooran tertunduk malu.

“Itu gedung SBS, kan?” celetuk Seera, “Apa Ki Young dan Hyeonnie masih di sana? Ah, aku juga mau ke sana.”

“Hyaaa, kau tak boleh ke sana!” teriak Jin Rin, “Ah Sangmi-eonni ini gawat. Dia bisa menghancurkan seisi gedung.”

“Biar saja. Dari pada mengacaukan rumah.”

“Seera-ah, tunggu! Aku ikut!” teriak Sooran sembari berlari menyusul Seera.

“HYAAA, SOORAN-AH, KAU BERTUGAS MENYIAPKAN MAKAN MALAM!!!” teriak Sangmi namun tak mendapatkan respon dari Sooran. Lalu ia melirik dongsaeng yang tersisa di sampingnya.

Jin Rin mengalihkan pendangannya ke arah lain, “Ya ampun, aku lupa kalau besok ada presentasi. Aku harus segera pulang,” ujarnya dan segera berlari.

Sangmi menatap lemas mereka bertiga yang sedang berlari dan makin menjauh.

+++++++

“Kyuhyun-sshi, annyeong haseyo. Masih ingat aku? Kita bertemu di lift lantai dasar kemarin,” tanya Myu Ra namun Kyuhyun tetap terlihat bingung, “Temanmu menabrakku hingga jatuh dan kau membantuku untuk bangkit.”

“Oh ya aku ingat. Maaf, terlalu banyak orang yang kutemui kemarin. Siapa namamu?”

“Jung Myu Ra imnida. Baiklah Kyuhyun-sshi, mari kuperlihatkan skrip acaranya untuk hari ini.”

“Skrip?”

Myu Ra termangu sejenak melihat wajah manis Kyuhyun yang terlihat bingung. “Ya, karena aku PD di program acara yang SuJu bintangi hari ini. Tolong diperhatikan!” Myu Ra memperlihatkan line-line Kyuhyun yang harus dilakukannya, “Di segmen satu, kau hanya perlu mengenalkan diri dan sebutkan karakter spesialmu. Kemudian kau bisa improve menanggapi ocehan hyung-hyungmu. Dan tolong dipikirkan kau akan mengimitasi suara siapa di segmen ini.”

“Ne, ne. Aku mengerti. Sekarang aku harus duduk di mana?”

“Oh, di antara Shindong-sshi dan Ryewook-sshi. Kumohon kerjasamamu. Demi rating yang baik, kau boleh melakukan apa saja asal tidak mencoreng image-mu sebagai seorang idol. Baiklah, aku ke belakang sebentar. Ada yang harus kubicarakan dengan mixer dan campers. Sampai nanti.”

“Ne,” sahut Kyuhyun kehabisan kata-kata dengan mata yang masih mengikuti Myu Ra hingga ia menghilang dari pandangan.

“Hyaa, lihat apa kau?” tanya Shindong yang tiba-tiba muncul sembari menepuk pundak dongsaengnya itu, “Sudah hampir dimulai, ayo! Aigoo, Kyuhyun-ah, bedakmu luntur. Kenapa bisa berkeringat sebanyak itu? Sana cepat kembali ke ruang make up dan benahi dandananmu!”

Eunhyuk datang menenteng sekotak bekal yang diberikan Sooran tadi siang. Ia melahapnya dengan rakus dan menawarinya pada Shindong. Kemudian datang Heechul dan mencomot sepotong kimbab.

“Enak. Dari mana ini?” tanya Heechul.

“Dari gadis paling cantik yang pernah ada di muka bumi ini, Shin Sooran.”

“Oh ya?” sahut Heechul tak tertarik sama sekali, “Memang kau sering bertemu dengannya?”

“Mmmm… Belum pernah!”

GUBRAK!

Sementara itu…

Seera melangkah riang memasuki loby SBS. Di belakangnya menyusul Sooran yang terengah-engah seperti mengejar seekor monyet. “Seera-ah, tunggu aku!”

Seera iseng menekan tombol lift kemudian lari kabur dari sana, membuat Sooran ikut-ikutan berlari karena takut dimarahi sekuriti. Lantas ia memelankan langkahnya di sekitar lorong-lorong ruangan tunggu artis. Ia longokkan kepalanya ke satu-satunya ruangan yang ada di sana dengan pintunya yang terbuka. Kedua matanya langsung membesar, “OMO, LEE SEUNGGI-SSHI,” teriaknya dengan telunjuk teracung mengejutkan seisi ruangan. Seunggi menoleh dan tersenyum padanya. Seera makin berteriak-teriak menggila. “Artis! Akhirnya aku bertemu dengan artis selain SuJu!”

“Ssssshhhh!” titah Sooran seraya membekap mulut Seera. “Jwaesong hamnida, jwaesong hamnida, jwaesong hamnida,” ucapnya membungkuk ke beberapa orang terutama Lee Seunggi. Ia menyeret Seera menjauhi ruangan itu, namun tak jauh dari sana sebuah pintu dari ruangan lain terbuka. Seorang pria keluar dari sana.

“KYUHYUN-SSHI?!” kini giliran Sooran yang berteriak dan Seera balas membekapnya hingga sesak napas.

“Sooran-ah, sedang apa kau di sini?”

“Aku? Mmmm…anu…mmmm…aku menjadi pawang dia untuk hari ini. Tadi dia kabur kemari,” tunjuknya pada Seera. “Oppa, jadi kegiatanmu hari ini di sini? Filming apa?”

Tanpa menjawab, Kyuhyun menarik tangan Sooran dan menyeretnya. Sooran menurut dan pasrah dibawa kemana pun. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah studio terbesar yang ada di sana. Sooran berdecak kagum melihat setting studionya.

“Duduk di sini! Agar kau tahu bagaimana proses filmingnya. Yang terpenting adalah kau harus melihatku. Arasseo? Sooran-ah, kutinggal dulu, aku harus segera ke sana. Sampai nanti.”

+++++++

SANGMI memelototi sayuran yang ada di hadapannya. Berkali-kali ia memindahkan mata pisau ke badan wortel yang tergeletak di atas talenan kayu. “Ahhhh… Ottokhae? Aku benar-benar tak bisa memasak,” ia melirik jam tangannya yang menunjukan pukul tujuh malam, “Sudah empat jam aku berkutat di sini dan baru berhasil mengupas sebuah wortel. Ah, Sooran-ah, cepatlah pulang!”

Jin Rin memasuki dapur dengan mulut komat-kamit menghapal sesuatu dari beberapa lembaran kertas yang dipegangnya. Ia menarik napas berat ketika dilihatnya makan malam sama sekali belum siap.

“Eonni, aku sudah lapar.”

“Kau pikir aku tidak? Sekarang kau saja yang masak!”

“Aku hanya bisa memasak bubur dan ramyun. Dan bahannya sama sekali tak ada. Kita membeli bahan untuk memasak makanan dengan kesulitan pembuatan tingkat tinggi. Hanya Myu Ra-eonni, Chaeri-eonni, Sooran-eonni, dan Seera yang bisa memasaknya.”

Sangmi melempar pisaunya dan menancap di wortel. Lantas ia mundur beberapa langkah lalu bersandar pada lemari es, kedua tangannya dilipat. Sedangkan Jin Rin meraih gagang telepon dan menekan digitnya.

“Tak ada yang mengangkat. Mungkin mereka sedang ada jadwal…”

“Siapa yang kau telepon?”

“Super Junior-oppadeul, terutama Ryeowook-oppa.”

“Mwo?! Untuk apa kau memanggilnya? Tidak usah! Lebih baik aku kelaparan daripada harus meminta bantuan dia.”

“Waeyo? Siapa tahu dia memang bisa membantu. Lagipula pria sebaik Ryeowook-oppa kenapa dibenci?”

“Karena dia terlihat sangat lemah, letoy, dan sama sekali tak gagah. Aku tak suka pada pria seperti itu. Sama sekali bukan tipeku. Sudah lupakan saja! Sekarang bantu aku membuat ramyun. Kalau tidak salah masih tersisa tiga bungkus lagi. Biar aku tak makan. Ini untuk kau, Ki Young, dan Hyeonnie.”

“Ne.”

+++++++

JAEJOONG berjalan di sekitar basement. Ia mengedarkan pandangannya mencari seseorang. Berkali-kali ia melirik hp-nya menunggu panggilan.

“Ssssttt,” desis Chaesa yang bersembunyi di belakang sebuah mobil dan Jaejoong segera menghampirinya. “Yeobo, aku di sini.”

“Hyaaa, sudah kubilang hentikan memanggilku seperti itu! Di sini sangat banyak wartawan karena mereka tahu mempelai pengantin prianya berteman akrab denganku.”

“Lalu?”

“Mereka ingin sekali menangkapku datang kemari dengan seseorang.”

“Oh ya? Dan kau mengajakku?” Chaesa girang setengah mati, “Tak kusangka dari sekian banyak artis wanita, kau lebih memilihku untuk menjadi pasangan skandalmu. Eh tunggu, jika memang skandalnya berhasil, bagaimana dengan album baru Squash? Anti fansku bisa bertambah banyak. Aigoo, yeobo-ah, tega sekali kau!”

“Kau takkan apa-apa. Selama ada aku di sisimu, kau aman. Arasseo? Sekarang biasakan lidahmu untuk tak memanggilku ‘yeobo’ lagi! Aku sudah bosan dipanggil seperti itu sejak SMP!!!”

“Ne, Jaejoong-sshi…”

Di depan pintu masuk, sudah banyak sekali wartawan menunggu kehadiran Jaejoong. Dan tampaknya mereka semua tercengang ketika tahu yang berdiri di sampingnya adalah Chaesa. Tanpa ampun mereka segera membidikkan lensa mereka lalu menghujani Jaejoong dan Chaesa dengan ratusan cahaya kamera.

Mereka sangat berisik saling melontarkan beberapa pertanyaan. Jaejoong menggenggam erat tangan Chaesa untuk melindunginya. Saat itu juga kamera mengikuti tautan tangan mereka dan memotretnya.

“Jaejoong-shhi, Chaesa-sshi, jadi sekarang kalian menjalin hubungan?” tanya salah seorang wartawan.

“Aniyo. Aku mengajaknya ke sini karena dimintai temanku. Dia adalah salah satu penggemar beratnya.”

“Ne?!” sahut Chaesa terkejut yang dibalas pandangan mematikan dari Jaejoong, “Oh, ne… Jaejoong-sshi mengatakan padaku kalau mempelai prianya salah satu penggemarku. Aku sangat menghargai itu. Jadi aku kemari menganggap diriku sebagai hadiah untuk pernikahannya.”

“Lantas kenapa kalian saling berpegangan tangan?”

Jaejoong mengangkat tautan tangan mereka, “Tak ada yang salah kan jika aku melindungi hoobae-ku? Baiklah sampai di sini, aku harus segera masuk karena setelah ini masih ada jadwal lain yang menungguku. Kamsahamnida.”

“Kamsahamnida,” ucap Chaesa mengikuti.

Dua orang penjaga pintu yang berpakain rapi dengan tuxedo-nya mempersilakan mereka berdua masuk dengan membukakan pintunya. Setelah masuk, Jaejoong segera melepaskan genggamannya dan berjalan menghampiri kedua mempelai yang sedang mengobrol dengan tamu mereka.

“Ah, Jaejoong-ah, wasseo?! Terima kasih sudah menyempatkan diri untuk datang. Oh ya, di mana dia?” sambut Kang Rae Won dengan pandangan mencari-cari.

Jaejoong mengedikkan kepalanya. Dari jauh Chaesa berjalan mendekat. Tampak sangat anggun dengan sesekali mengibaskan poni yang menutupi matanya.

“Annyeong haseyo, Shim Chaesa imnida,” ujarnya.

“Oh Kang Rae Won imnida. Aigoo, ternyata kau lebih cantik daripada yang selama ini kulihat di TV. Terima kasih sudah datang ke pernikahan kami. Aku penggemar beratmu.”

Chaesa tertawa lembut. “Ne, Jaejoong-oppa memberitahukannya padaku. Anggap saja aku sebagai hadiah pernikahan kalian. Sekarang apa yang harus kulakukan sebagai hadiah?”

Jaejoong tertawa geli melihat tingkah Chaesa. Sikapnya benar-benar berubah 180 derajat jika sedang berada di hadapan publik. Terutama jika sedang berhadapan dengan kamera, dia bisa sangat lembut. Semua orang telah tertipu. Mereka tak tahu kalau ada monster di dalam tubuh Chaesa yang selalu berkelakuan buruk. Walaupun ia sudah sangat sering melihat Chaesa seperti ini, tetapi tetap saja selalu membuatnya tertawa geli.

“Mmm… Bagaimana kalau kalian bernyanyi? Aku ingin sekali mendengar suara kalian jika diduetkan.”

“Mwoya?” protes Jaejoong, sedangkan Chaesa langsung membungkuk dan berjalan menuju sebuah tempat pentas kecil yang penuh dengan peralatan band di sana.

“Ayolah, ini pernikahanku sekali seumur hidup.”

“Arasseo!” sahut Jaejoong ketus dan pergi mengikuti Chaesa.

+++++++

“Ah, sakit sekali perutku,” keluh Chaeri lalu melirik jam tangannya, “Jam delapan malam? Oh, bagus sekali. Aku belum makan sama sekali. Lagipula haksaengku tadi tega sekali hanya memberiku air putih. Aigoo, perutku kembung.”

Ia terus menggenjot sepedanya. Tangan kirinya terus memegang dadanya yang tak tertutup mantel. Meskipun musim panas, tapi angin yang bertiup malam ini sangat kencang dan ia sama sekali tak mengenakan jaket ataupun mantel. Wajahnya sudah sangat pucat. Ketika akan berbelok masuk ke kawasan apartement, sebuah mobil pun meluncur masuk. Chaeri yang kurang berkonsentrasi hampir saja ditabrak olehnya. Sepedanya oleng dan ia terjungkal ke sisi kanan gerbang masuk.

Sementara itu di dalam mobil…

“Apa aku menabraknya?” tanya Leeteuk dengan wajah yang sudah pucat pasi dan tangan bergetar.

Donghae yang duduk di belakang langsung memutar kepalanya untuk melihat keadaan. “Hyung, orang itu tetap diam di tempat sama sekali tak bergerak. Omo, Teuki-hyung kau membunuhnya!” teriaknya histeris.

“Eomma, ottokhae?!” teriak Leeteuk panik.

Dengan santai Heechul membuka laci dashboard untuk mengambil dua buah ikat rambut. Kemudian ia menguncir rambutnya menggunakan itu. Lalu ia mengancingkan mantelnya dan memakaikan lipbalm pada bibirnya. Setelah selesai bersolek, ia keluar dari mobil dan berjalan dengan gemulai. Ia menghampiri korban tabraknya dan berjongkok di samping tubuh yang sama sekali tak bergerak itu. Ia balikkan tubuh itu dan…

“Chaeri-sshi?!” tanpa banyak bicara, ia segera membopong Chaeri ke dalam mobil.

“Hyung, kenapa mayatnya di masukkin ke sini?” protes Donghae ketakutan.

“Dia belum mati. Teuki-hyung, kita harus bertanggung jawab merawatnya!”

Leeteuk mengangguk sambil menelan ludahnya gugup.

Setelah sampai di lantai dua belas, mereka segera masuk ke dalam dorm. Heechul membawa Chaeri ke kamarnya sedangkan Leeteuk mengambil baskom berisi air hangat.

“Kenapa dibawa kemari? Kalau dia tahu yang menabraknya adalah kita, bisa hancur reputasi Super Junior,” protes Leeteuk.

Heechul menatapnya sengit, “Sudah kubilang aku saja yang mengendarainya. Tapi kau tetap ngotot ingin menyetir. Sudah tahu kemampuan menyetirmu di bawah rata-rata. Sekarang lihat akbitnya! Dan sekarang kau masih berani bilang kalau yang menabraknya adalah ‘kita’ dan reputasi Super Junior akan hancur?”

“Ke-kenapa kau galak sekali?”

“Kau sudah menabrak Park Chaeri! Tentu saja aku marah!”

“Kau…tahu dari mana namanya Park Chaeri? Heechul-ah, jangan bilang kalau kau berselingkuh di belakang Yoon Hye!”

..to be continued..

One thought on “SARABABO VS SUPER JUNIOR [Part IV]

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s