Married Idol (chapter 13)


Author : Onmithee

Main Cast  : Kim Rumi, All Shinee member

Support Cast : Jang Kyungho, Han Chae Kyeong, Baek Soojin, Manager SHINee

Length : Sequel

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-15


STORY

Sebulan berlalu setelah makan malamku dengan Kyungho sunbae. Aku belum membuat pilihan, lagipula tak ada kejadian lagi yang membuatku harus melakukan itu. Key, dia tak pernah menghubungiku lagi sejak kejadian di bar waktu itu. mungkin saja dia sekarang menjauhiku. Entahlah.. mungkin itu yang terbaik.

Angin musim gugur sudah mulai meniupkan diri, membawa daun-daun yang layu terbang kesana kemari. Aku menembus angin itu, berjalan kaki menuju komplek pertokoan Hongdae seorang diri dan kemudian menghentikan langkahku di depan sebuah salon.

Yap, hari ini tujuanku memang ke salon ini, mumpung juga hari ini libur akhir pekan. Rambutku yang bewarna kecoklatan panjangnya sudah sampai sepertiga punggung. Tapi tujuanku bukan untuk memotongnya tapi mengganti warna. Aku ingin mengembalikan warna rambutku kembali hitam lagi.

Sebetulnya aku menyukai rambutku ini, tapi rupanya penampilanku itu membuatku terlihat ’sedikit’ mencolok di antara rekan-rekan kantorku.

Hah.. bagaimana ya aku mau memulainya, ..

Baiklah begini, tampaknya beberapa waktu ini ada kasak-kusuk beredar di belakangku. Perihal hubunganku dengan sunbae, yah.. tampaknya kedekatan ku dengannya memunculkan sebuah rumor di kantor…Tentang aku berkencan dengannya.

Terlebih, setelah rumor itu muncul sunbae dipindahkan ke divisi lain. Padahal jelas-jelas, kepindahan sunbae ke bagian produksi memang rekomendasi dari atasan  sebagai apresiasi keberhasilan sunbae dalam pembuatan iklan yang menjadikan SHINee sebagai ikon perusahaan kami.

Hah, padahal sejak sunbae pindah ke bagian produksi. Kami nyaris tak pernah berbincang lagi. Setiap bertemu dia hanya menyapaku singkat. Tapi, bisa-bisanya orang-orang menyebut kami berkencan. Menyebalkan.

Aku menceritakan hal yang ku alami itu pada Jinki dan dia menyarankan agar aku mengganti warna rambutku. Katanya sih, gosip bisa muncul juga di karenakan diri kita yang tampak mencolok.

Aku memutuskan untuk setuju dengan saran Jinki itu, termasuk juga… setuju dengan salon yang dia rekomendasikan untukku. Dia tampaknya tahu sekali kalau aku tak begitu mengerti tentang hal-hal yang ada hubungannya dengan fashion. Padahal dia sendiri tak tahu, kalau sebenarnya Key sudah cukup sering merecokiku dengan fashion itu sendiri.

@@@@@@@

Aku sudah hampir tertidur karena pengecat-an rambutku memakan waktu cukup lama saat seorang yeoja menyapaku.

”Hey, kau Kim Rumi ’kan?” kata yeoja itu.

Aku membuka mataku dan memandangnya sebentar. Yaa! Dia Han Chae Kyeong.

Sebetulnya aku kesal disapa yeoja ini, tapi aku mencoba bersikap ramah padanya, ”Ne.. annyeong Chae Kyeong-sshi..”

”Annyeong..” balasnya. ”Kau sendirian saja kemari?”

”Ne..” sahutku dengan senyum dipaksakan.

Kemudian seorang okama #plak maksudku pria yang seperti wanita (banci gitchuu~) datang memeluk Chae Kyeong dari belakang.

”Yaa.. Kyeong-ah… lama sekali sih tak mampir… aku kangen lho.”

”Ah~ eonnie… kau tahu kan kesibukanku. Kebetulan hari ini aku libur, makanya bisa main ke sini..” sahut Chae Kyeong tersenyum pada okama itu.

Aku memutuskan untuk kembali memejamkan mataku tapi sambil tetap menguping pembicaraan mereka.

”Ah~ anak-anak SHINee yang tampan-tampan itu merepotkan mu ya..”

”Tentu saja tidak… ” sahut Chae Kyeong.

”Kalau tidak, berarti Si Leader yang merepotkanmu..” kata okama itu tertawa.

Aku tak mendengar jawaban Chae Kyeong tetapi aku bisa mendengar tawa si okama itu semakin keras. Aku lalu mencoba membuka mataku lagi dan kulihat wajah Chae Kyeong memerah.

”Enak sekali jadi kau Kyeong-ah.. bekerja sama dengan artis dan dapat pacar artis pula. Sementara aku, bertahun-tahun bekerja di bidang ini tak pernah sekalipun berkencan dengan salah seorang dari mereka..” kata okama itu.

”Jangan berkata seperti itu… ada sepupu Key disini.” kata Chae Kyeong sambil melirik ku.

”Mwo? Nugu? Siapa sepupu bocah gila itu?”

Dan kulihat Chae Kyeong tersenyum dan menunjuk ke arahku.

”Mwo? Kau sepupu Kibum-sshi?” tanya okama itu.

”Ne.., Kim Rumi imnida,” jawabku.

”Aku Baek Soojin. Ahh~ kau sama sekali tak mirip dia… makanya aku cukup kaget. Key itu sering kemari, jadi kau jangan heran kalau aku cukup dekat dengannya.. member SHINee yang lain juga.. terutama Lee Jinki, saat Chae Kyeong masih kerja disini dia juga sering kemari untuk menjemputnya.. lalu mereka kencan deh…”

Aku kehilangan senyumku saat itu. kulihat Chae Kyeong menepuk pundak Baek Soojin menyuruhnya berhenti bicara tetapi tak di gubris.

”Tak usah malu Chae Kyeong. Lagipula sekarang kau kan sudah resmi berkencan dengannya selama 3 tahun ini, seluruh Korea tahu itu. kurasa Rumi-sshi juga tahu…”

Yah.. okama itu benar. Sampai saat ini memang tak ada berita tentang putusnya Jinki dengan Chae Kyeong. Orang-orang di luar memang tahunya Chae Kyeong-lah kekasih Jinki. Padahal, hubungan itu di umumkan pun untuk meredam gosip yang beredar tentang pernikahanku dengan Jinki.

Aku memandang Chae Kyeong lewat cermin di hadapanku. Dia terlihat murung, aku memang selama ini tak pernah menyukainya. Tapi entah kenapa aku sekarang merasa iba padanya. Tampaknya yeoja ini tak mengetahui apapun tentang pernikahan Jinki denganku dan dialah yang menjadi tumbal untuk menutupinya.

Tiba-tiba aku merasa kalau selama ini aku sangat jahat padanya.

@@@@@@@@

”Wow, Kau cantik sekali dengan rambut hitam… ah~ kenapa tak jadi artis saja seperti sepupumu?” kata Baek Soojin padaku  setelah proses pengembalian warna rambutku selesai.

”Tak usah terlalu memuji..” kataku tersenyum padanya.

Kemudian kulihat Chae Kyeong mendekatiku yang masih mematut diri di depan cermin.

”Yang dikatakatan Onnie itu sungguhan lho…” kata Chae Kyeong.

”Kalau begitu, kamsahamnida Soojin-sshi…” kataku.

”Chanmaneyo..” sahutnya lalu meninggalkan ku dan Chae Kyeong.

”Setelah ini kau akan kemana?” tanya Chae Kyeong.

”Hmm~ pulang,” sahutku.

”Mau ku traktir kopi? Di dekat sini ada cafe yang kopinya sangat enak..mau?”

Aku tak tau maksud dari ajakannya itu. tapi, karena akan di traktir tentu saja aku tak menolak.

@@@@@@@@

Aku bisa melihat kalau mata Chae Kyeong tak henti-henti menatap kalungku saat kami sudah berada di cafe yang dia maksud.

”Kau benar, kopi-nya enak sekali. Gomawo sudah mengajak ku kemari,” kataku memecah keheningan.

Lalu setelah menyeruput kopinya, dengan suara pelan Chae Kyeong berkata, ”darimana kau dapat kalung itu?”

”Ne?”

”Ah tidak.. hanya saja, aku pernah melihat seseorang menyimpan kalung yang persis sama seperti yang kau pakai..”

Aku tahu siapa orang yang dimaksudkan Chae Kyeong. Pasti itu Jinki, aku mencoba bersikap setenang mungkin dan menjawab, ”siapa orang itu?”

Chae Kyeong menarik nafasnya dalam dan berkata, ”Jinki.”

Aku menatapnya sebentar, lalu menunduk karena tak tahan melihat mata yeoja itu berkaca-kaca.

”Kau dan Jinki… tak punya hubungan apa-apa ’kan?”

”Kenapa bertanya seperti itu?” tanyaku sebisa mungkin mengendalikan rasa gugupku.

”Karena saat itu Jinki mengejarmu.. kau pasti ingat kejadian itu. di studio SBS saat aku mencium Jinki dan kau melihatnya… saat itu dia mengejarmu ’kan? Sebenarnya ada apa di antara kalian?”

”Sebenarnya aku…”

”Kau yeoja yang di foto itu. yang ingin disembunyikan oleh perusahaan… ” Chae Kyeong memutus perkataanku. ”jujur, selama ini aku bertanya-tanya, siapa yeoja itu. yeoja yang di peluk Jinki di taman sehingga muncul gosip tentang pernikahan Jinki .. yeoja yang membuat SM Entertainment kelabakan sehingga memaksa ku menjadi tumbal… ternyata kau yeoja itu.”

”Ne..” sahutku.

Chae Kyeong menatapku tajam,”Lalu, apa kau tak mau membalas pengorbananku selama ini?”

”Mwo?” kataku tak percaya dengan ucapannya.

”Ne… harusnya kau membalas kebaikanku padamu. Asal kau tahu, betapa banyak fans Jinki di luar sana yang membenciku. Hah, betapa tidak nyamannya selama 3 tahun hanya berpura-pura menjadi kekasih tetapi begitu banyak yang membenci… hah~ aku pikir semua kejadian itu hanya salah paham bodoh dan perusahaanlah yang terlalu berlebihan.. aku pikir Jinki tak pernah melupakanku… menungguku… tapi nyatanya dia benar-benar sudah melupakanku, sudah bersama yeoja lain. Pantas saja sikapnya padaku berubah…”

Chae Kyeong sudah mulai sesegukan sementara air mata tak berhenti jatuh mengalir di pipinya.

”A-aku menyesal menolak lamaran Jinki saat itu… aku selalu memikirkannya saat di Jepang dan untuk bisa melupakan perasaan itu aku jadi tak menghubunginya… padahal dialah yang paling ku rindukan. Tapi saat aku kembali, dia sudah berubah… senyumannya sudah tak seperti saat sebelum aku pergi. Aku tahu saat itu kalau dia sudah memiliki orang lain, tapi aku mencoba tetap bertahan… karena aku yakin, kami pasti bisa kembali bersama. ”

”Chae Kyeong-sshi..” kataku.

”Waeyo? Apa kau mencoba mengasihaniku? .. apa kau merasa bersalah karena merebut Jinki dariku? Aku tak butuh itu Rumi-sshi.! .. aku hanya ingin dia kembali padaku. Aku ingin dia bersama ku lagi karena aku sudah banyak berkorban untuknya…”

”Aku minta maaf karena sudah menjadikanmu ikut terperosok dalam masalah kami. Aku minta maaf karena kau yang harus menggantikanku menjadi kekasih Jinki di hadapan masyarakat dan harus menderita… tapi, aku tak bisa melakukan apapun selain meminta maaf dan berterima kasih…” kataku mencoba menenangkannya.

”Kau bisa melakukan lebih dari itu…” kata Chae Kyeong. Sudah tak ada lagi linangan air mata di wajahnya dan sekarang dia malah terkesan menakutkan.

”Lepaskan Jinki… ” Kata Chae Kyeong dingin dan mengagetkanku.

Aku memandangnya tak percaya. Dia menyuruhku melepaskan Jinki? Yang benar saja…

Aku lalu membalasnya, ”walaupun hubunganku dan Jinki berakhir, bukan berarti saat itu dia akan kembali padamu… asal kau tahu, hubungan ku dan Jinki lebih dalam dari apapun.”

”Bicaramu sok sekali,” Chae Kyeong mencibirku. ”Kau bisa percaya diri seperti itu apa karena kau sudah tidur dengannya?”

”Ne.. kami memang pernah melakukannya.. berkali-kali malah,” balasku dan dapat kulihat wajah tak terima Chae Kyeong.

”Jangan kau kira, karena kau mengatakan itu bisa membuatku gentar… kau tidur dengannya tapi akulah yang menyelamatkan karirnya! Kau tak bisa menggertak ku Kim Rumi! Aku tak akan mundur walaupun kau bilang kau sudah melahirkan anaknya sekalipun! Aku TAK PEDULI!”

Setelah mengatakan itu, Chae Kyeong bangkit dari kursinya lalu ke kasir membayar minuman. Dan pergi meninggalkanku.

Hah.. aku tak menyangka bisa beradu tegang dengannya demi seorang ’Lee Jinki’ tapi biarlah, paling tidak Chae Kyeong tidak terlalu buruk karena dia sudah mentraktirku.

@@@@@@@

”Yeobo.. bagaimana? Rambutmu sudah beres?” kata Jinki lewat telpon saat aku berada di dalam bis.

”Ne.. sudah kembali hitam lagi,” jawabku.

”Kau dimana sekarang?”

”Di Bis, mau pulang. Wae?”

“Baguslah, kalau begitu tunggu aku di parkiran apartemenmu ya..”

”Okey,” sahutku lalu menutup telponnya. Di sepanjang perjalanan, pikiranku masih terbayang kejadian tadi. Ah~ aku berharap semoga tak ada masalah baru lagi muncul karena yeoja itu.

@@@@@@@@

”Yaa.. Jinki-ya, kau mau mengajak ku kemana lagi?” kataku saat Jinki menyeretku masuk ke dalam mobilnya.

”Hanya makan malam. Kau tak usah cemas-lah,” kata Jinki tersenyum sambil memakaikan sabuk pengaman untuk ku.

Kemudian aku dan dia tak banyak bicara. Di sepanjang jalan menuju rumah makan dia hanya berkata kalau dia menyukai rambut baruku. Aku tersenyum saja mendengar pujiannya.

Tanpa ragu dia menggandeng tanganku saat turun dari mobil dan masuk ke rumah makan. Seperti biasa dia pasti memesan ruangan khusus untuk tempat makan kami tapi aku cukup terkejut ketika masuk ke ruangan itu dan mendapati kalau ruangan itu sudah berisi manager dan member SHINee yang lain.

Aku cukup ragu masuk ke ruangan itu. melihat Key juga ada disana. Saat aku masuk, Taemin dan Jonghyun tersenyum padaku sementara Minho, Key dan manager asyik menikmati makanannya, yah.. tampaknya Jinki sudah merencanakan hal ini, melihat tak ada seorang pun dari mereka kaget dengan kedatanganku.

”Sudah lama menunggu kami?” kata Jinki mengambil posisi duduk di sebrang Key dan kemudian menarik ku untuk duduk disampingnya. Sehingga mengharuskan ku duduk berhadapan dengan Manager dan disamping Taemin.

Aku bisa menyadari kalau Key berusaha mengacuhkanku. Aku tak tahu hal apa yang menyebabkan dia berubah seperti itu. tapi sekalipun dia tak berusaha memandang ku. Dia duduk menikmati makanannya di apit manager dan Minho yang sesekali memandangku.

Dan ketika makan malam berakhir, aku jadi tahu mengenai alasan Jinki mengajak ku makan malam bersama ’SHINee Family’-nya.

”Aku dan Rumi sudah kembali berhubungan, yeah.. aku rasa kalian sudah tahu itu.” Jinki kemudian menarik nafasnya dalam sebelum berkata lagi, ”Aku sudah mengatakan hal ini pada perusahaan saat penandatanganan ulang kontrak 2 minggu yang lalu… dan aku sudah meminta ijin pada mereka agar aku bisa menikah, secara resmi tentu saja. Dan mereka mengijinkan…”

Taemin bertepuk tangan saat itu, wajahnya girang sekali. Begitu juga Jonghyun. Tapi sayangnya itu tak terlihat di wajah Minho dan manager. Sementara Key, dia diam saja tak mengatakan apapun, tak ada perubahan di raut wajahnya. Masih datar seperti saat aku datang tadi.

”Hyung.. ” kata Minho, tapi setelah mengatakan itu dia kembali diam dan malah memandang Key.

”Perusahaan sudah mengizinkan… jadi tentunya tak masalah. Lagipula, kami tak langsung menikah besok. Paling tidak untuk menyiapkan segalanya butuh waktu setengah tahun.. jadi..” Jinki masih melanjutkan perkataannya seakan tak ada interupsi dari Minho.

”Bukan itu yang ku cemaskan Hyung..” putus Minho.

”Lantas apa?” Tanya Jinki mulai keras.

”Opso..” sahut Minho menunduk.

”Kalau ada yang ingin kau katakan, katakan saja… aku mendengarkan pendapatmu!” sahut Jinki mulai tak sabar dengan sikap Minho.

Minho memandangku saat itu lalu dia mengalihkan pandangannya ke Key. Dan kemudian dia mulai membuka mulutnya lagi, tetapi dia mengehentikannya karena pada saat itu juga Key membuka suaranya, ”Chukkae Hyung, aku harap pernikahan kali ini akan abadi dan tak terpisahkan lagi..”

Aku menatap Key saat itu. dia mengatakannya sambil tersenyum. Aku benar-benar tak menyangka dia bisa memberikan selamat bahkan restu atas hubungan ku dan Jinki. Apa yang bisa membuatnya berubah seperti ini?

”Gomawo Key..” kata Jinki sementara Taemin makin nyaring menepuk tangannya.

Kemudian aku bisa melihat reaksi Minho saat ini. yah.. aku mengerti sekarang dengan sikapnya tadi. dia hanya tak ingin Key terluka. Setelah mendengar ucapan Key, aku bisa melihat senyuman tipis di bibir Minho dan kemudian dia berkata, ”Kalau begitu… aku juga sama. Chukkae Onew-hyung, Rumi-noona. Aku harap sampai hari pernikahan kalian tiba.. semua akan berjalan baik-baik saja…”

Kemudian manager yang sadar tak ada gunanya menentang hubungan kami, karena member SHINee dan perusahaan bahkan sudah memberikan restu. Akhirnya dengan air mata yang menetes, dia memeluk Jinki mengucapkan selamat. Kemudian Minho, Taemin dan Jonghyun melakukan hal yang sama pada Jinki. Mereka berlima berpelukan dan saling menangis.

Tunggu… berlima? Key dimana? Dan kemudian kudengar suara pintu di tutup. Aku bergegas menyusul Key yang keluar dari ruangan kami. Tapi setelah menutup pintu, aku terpaku melihat Key menatapku.

”Key..” kataku berusaha mendekatinya.

”Jangan kemari Rumi-ya… kau tak ingin ’kan aku berubah pikiran lagi..”sahutnya.

Aku menatap pedih padanya… rupanya bukan aku yang membuat pilihan. Tapi Key yang melakukannya. Dia melepaskan ku… demi persahabatannya dengan Jinki.

”Jangan lagi menangis dihadapanku. Sudah ada Hyung… apapun yang terjadi katakan padanya. Agar dia tahu perasaanmu… jangan memendamnya lagi. Arasseo!”

”Ne.. arasseo..” sahutku menunduk tak sanggup melihat mata Key yang sudah hampir menangis.

”Tapi… untuk masalah kita. kumohon… sampai kapanpun jangan beritahu dia… dia begitu peduli padaku begitu juga kepada member yang lain… akan sia-sia saja tindakan ku ini bila dia sampai tahu yang sebenarnya..”

”Ne… aku akan merahasiakannya..” janjiku.

”Baguslah..” kata Key, ”.. aku mungkin tak bisa masuk ke dalam lagi. Katakan pada yang lain kalau aku pulang duluan… ”

Aku lalu memandang punggung Key sampai tak terlihat lagi. Ah Key, dia memang selalu memikirkanku. Tindakannya melepaskanku adalah demi aku dan Jinki. Bahkan dengan cinta yang sangat kecil di hatiku padanya membuatku tak bisa memilih antara dia dan Jinki. Tapi, dia malah membuat bisa keputusan.

Dan  ketika dia melepaskanku… di saat itu pula aku kehilangan dia sebagai sahabat terbaik yang pernah kumiliki.

@@@@@@@@

Tiga bulan berlalu setelah itu. Aku dan Jinki sudah mulai mempersiapkan pernikahan kami. Dari membuat list daftar tamu yang akan di undang juga mempersiapkan hal-hal lainnya. Salah satunya adalah tempat tinggal.

Sebetulnya aku cukup heran, kenapa Jinki sampai perlu repot-repot membeli apartement untuk kami tinggali setelah menikah nanti. Padahal orang tuanya menginginkan kami untuk tinggal bersama mereka. Tapi setelah melihat apartemen yang dibelinya, aku rasanya jadi ingin tinggal di tempat itu saja.

”View-nya keren ’kan?” kata Jinki saat kami berdua duduk-duduk di balkon apartement kami, menikmati panorama malam Seoul.

”Ne.. bahkan sinar lampu gedung 89 juga terlihat…” sahutku.

”Lalu.. mana kado ku?” kata Jinki sambil menyodorkan tangannya.

”Bukannya kau sudah dapat banyak hadiah dari fansmu?”

”Itu dari mereka… yang aku mau dari kau!”

”Huh..” dengusku, aku lalu membuat gerakan tangan seperti meliuk-liuk dan kemudian meloncat disampingnya.

”I’m Genie for your wish… sebutkan 3 keinginan anda yang mulia..” kataku berlagak seperti Jin india dan sukses membuat Jinki terbahak-bahak.

Setelah Jinki bisa mengedalikan dirinya, dia lalu mengubah posisi duduknya menjadi bersila lalu mengadahkan tangan padaku.

”Aku ingin Istana..” katanya menahan tawa.

”Baik laksanakan, silahkan pejamkan mata anda..”

Diapun menuruti ucapanku, kemudian aku menarik tangannya dan menggiringnya masuk ke dalam rumah.

”Sekarang buka..” kataku.

Dia membuka matanya dan tertawa melihat dirinya sudah berada di ruang tamu rumah kami.

”Istana yang hebat bukan? Nah, sekarang permintaan kedua.. mohon dipikirkan lebih bijaksana lagi yang mulia…” kataku dan Jinki lagi-lagi tertawa.

”Okey… aku ingin isteri yang cantik tak ada tandingannya di dunia ini…”ujar Jinki.

”Arasseo. Pejamkan matamu dan bukalah pada hitungan ketiga..” seruku.

”Baik…” dia menurut. Tapi kemudian dia berkata lagi, ”.. er, siapa yang menghitung?”

”Tentu saja kau..” kataku sambil merapikan rambut.

”Oh~ arasseo.. aku lupa kalau Jin tak bisa berhitung.. haha..”

Aku hampir saja memukulnya tapi berhasil ditepis karena Jinki sudah membuka matanya.

”Yaa.. kau bahkan belum menghitungnya..”

”Sudah… sudah kuhitung dalam hati.. lalu mana ’isteri yang cantik tak ada tandingannya di dunia ini’?” kata Jinki.

Aku lalu berputar dan memeluknya, ”Tentu saja itu aku ’kan yeobo? Memang ada lagi yang lain?”

Kami lalu saling berpelukan dan berciuman cukup lama sampai dia berkata, ”Baiklah, Yang mulia Jin…” Jinki tertawa setelah mengatakan itu, membuatku lagi-lagi ingin memukulnya, ”… aku masih punya satu permintaan lagi ’kan?” Aku mengangguk dan senyum Jinki makin lebar, ”Baiklah.. aku minta..anak..”

”Anak?” kataku pura-pura tak mengerti maksud Jinki yang sebenarnya. Jinki mengangguk-angguk wajah mesumnya sudah tak bisa ditutupi lagi.

Dan yang terjadi kemudian…

SKIP!!!!! *alarm kebakaran bunyi…*

~ tak perlu dijabarkan, yang penting disini author memberitahu kalau mereka melakukan proses membuat ANAK.. mw tw caranya? Tanya rumput yang bergoyang saja.. hahaha~

@@@@@@@

Salju pertama bulan desember jatuh di pagi hari di ulang tahun Jinki ke-26. aku menikmati pemandangan salju jatuh itu di balkon seorang diri karena Jinki masih larut dalam tidurnya.

Aku menikmati keheningan itu sampai aku merasakan ada sesuatu bergetar dilantai. Ternyata getaran itu disebabkan Hp Jinki yang bergetar karena pesan masuk.

Astaga.. bagaimana bisa Hp Jinki berada di balkon? Apa tadi malam dia lupa membawanya masuk?

Aku memperhatikan Hp Jinki yang kini berada ditanganku. Aku belum pernah memeriksa Hp-nya selama ini. Lagipula siapa juga yang mengirim pesan padanya pagi-pagi sekali seperti ini?

Aku lalu memencet salah satu tombol sehingga lampu layar kembali menyala dan aku dapat melihat pemberitahuan pesan masuk.

”Wow.. ada 10 pesan masuk dan semuanya dari HCK,”gumamku.

HCK? Siapa ya? Heechul Kim? Aigoo~ betapa tak sopannya Jinki jika menuliskan nama sunbaenya seperti itu. tapi kemudian tiba-tiba terlintas satu nama lagi di kepalaku… Han Chae Kyeong.

Buru-buru aku membuka pesan masuk itu dan nyatanya benar. Itu dari Chae Kyeong.

Ah~ tindakanku ini jelas-jelas tak baik. Tapi Aku membaca semua pesan dari yeoja itu dan yang terjadi, aku malah hanya bisa bergidik nyeri. Isi hampir dari semua pesannya sama, ingin Jinki kembali padanya dan mencampakkan ku. Hah, yang benar saja. Aku lalu menghapus semua pesan dari yeoja itu.

Saat aku baru saja meletakkan Hp Jinki ke atas meja ruang tamu. Hp itu berbunyi lagi dan pesan itu dari Chae Kyeong lagi. Tapi, bunyi pesan kali ini cukup mengerikan buatku.

’Oppa… kumohon.. balas pesanku. Atau telpon aku. Jika kau tak ingin bertemu… aku tak sanggup hidup  jika kau acuhkan seperti ini…’

Aku menghapus lagi pesan itu. lalu, ku-nonaktifkan Hp Jinki. Meninggalkannya di ruang tamu dan kembali masuk ke kamar untuk tidur lagi.

@@@@@@@@

Aku dan Jinki baru menikmati sarapan kami pukul 10 pagi. Setelah itu aku mencuci peralatan makan seorang diri karena Jinki sibuk mencari Hp-nya.

”Jinki-ya… Hp-mu ku letakkan di atas meja ruang tamu..” kataku dari dapur karena kulihat Jinki masih mondar-mandir tak jelas di ruang makan mencari Hp-nya.

”Ne.. sudah ketemu yeobo…” katanya. Lalu tak lama kulihat dia sudah di sampingku.

”Aigoo~ banyak sekali pesan masuk dan pesan suara… aku mengurus Hp-ku dulu ya baru membantumu..”

”Tak usah, ini sudah selesai..” kataku karena memang cucian piringku sudah beres. Aku mengikuti Jinki yang matanya masih tak lepas dari Hp-nya menuju ruang tamu.

Tapi Jinki malah menghentikan langkahnya sebelum kami sampai di ruang tamu. Dia lalu menatapku dan berkata, ”Rumi-ya.. aku harus ke rumah sakit sekarang..”

”Mwo? Wae? Siapa yang sakit..”

Aku bisa melihat wajah kebingungan Jinki. Dia ingin menjelaskan sesuatu tapi tampak ragu.

”Jinki-ya.. kalau kau pergi ke rumah sakit… artinya aku harus ikut denganmu..” kataku lagi.

”Tapi masalahnya yang sakit itu…”

”Nugu..” putusku.

”Chae Kyeong… dia berusaha bunuh diri tadi..” jelas Jinki.

”Tapi dia tak mati ’kan?” kataku.

Jinki menggeleng, ”.. tapi kondisinya kritis.. dia kehilangan banyak darah. A-aku harus melihat keadaannya…”

~To Be Continued~

**** Yap.. sudah mulai memasuki Final Chap… untuk alasan kenapa Key berubah.. terjelaskan di Chap berikutnya…

Soo~ seperti biasa pesanku, jangan lupa KOMEN ya ^^/

Bwt Readers yang pingin adegan SKIPnya ada… Jangan harap aku membuatnya… itu bukannya di SKIP sebetulnya, tapi emang gak aku bikin.. hahaha~

58 thoughts on “Married Idol (chapter 13)

    • next chap masih di godok… g tw kapan selesai.. yah.. yg jelas q publishnya minggu depan
      Jinki POV part 3 br jadi 75%… dah sebulan tuh blom q apa-apain… ntar abiskan ini dulu br di pub lagi

  1. mau nanya onn,
    pas bulan december mereka udh nikah kah?

    assiikkk, pasti ntr rumi hamil,hehe *kali ini kagak sotoy, tp yakin*
    chae kyeong, karekternya diilangin aja deh onn #sadiss
    ganggu soalnya,hohoho~~

  2. Wahaa~~
    akhirnya publish jg!!~~^^

    huhu~~ key kau sungguh baik hati, mau ngelepasin rumi!

    siap nunggu untuk lanjutanny minggu depan!
    ceritanya makin seru!
    tp onn, MI yg jinki Pov,bkalan dilanjutin lg kan? penasaran ma lanjutannya!
    hwaiiting~~^^

  3. Fuuuiiiihhh~.. alhamdulilah udh publish lg ya eon.. yayayay.. asikasikasik.. selalu menunggu publishnya FF ini,sampe digigit nyamuk*plak!
    lanjutkan eon.. #maksa” ngasih segudang coklat ama 4500 tangkai mawar(niatnya sih nyogok gitu..hehehe)

  4. blm nikah kan ya???? aisssssssh kebablasan tuh hahahahaha
    kak aku suka part ini ada ketegangan ada kebahagiaannya juga
    udh mau ending ya, brp part lg kak????
    oke deh saya tunggu..
    oh iya kak, apa kabar MI-Jinki POV???

  5. kyaa… akhirnya publish juga ^^
    aduh, baik bgt siih key sampe ngrelain rumi buat jinki …
    bener-bener gak bisa di tebak eon endingnya …
    good job eon🙂
    next partnya jangan kelaman yaa !!!

  6. Onnie~~~~
    Akhirnya di publish juga ^^
    Yeyyyy~ rumi ama jinki kawin!!!!!!!!
    aduh chae kyeong rese amat nih ><
    Pdhl rumi ama jinki udh idup bahagia, knapa dia harus ganggu sih -___-
    Kenapa juga dia ga meninggal aja *lol #sadis
    Jinki-ya!!! Awas klo smp berubah pikiran trus balik sama chae kyeong *siap" bawa golok*

  7. heeeiiiii……..!!!
    Bandel….!!! Nappeun !!!
    Itu kan udah cere…!!! Lom nikah lagi…!!! Ga bole….!!! *histeris* #plak

    Next chap last ya mit ??
    Huweee…. G sabar…. Pake acara bunu diri sgala lg si hck =,=a

    Ps: jaga kesehatan jeng !!

  8. Ping-balik: Tweets that mention Married Idol (chapter 13) « ♥~ Wonderful OnHEe ~ ♥ -- Topsy.com

  9. Astaga! Jinki ama Rumi susah amat yaa buat bahagia! Chae Kyoung lah, Key lah, Minho lah! #digamparLocketsFlamers
    Ga sabar nunggu next chapter! Udah penasaran tingkat akut! >.<

  10. itu si chae kyong ada2 ja.. orang mereka lagi bahagia2nya jg.
    ihhh… jadi gemes deh!

    chingu knp pk di skip sgla?… aku sulit mencari rumput yg bergoyang….haha~

  11. Kyaa~, aQ penasaran tingkat tinggi..
    Jgn blg jinki mu ninggalin rumi lg cuma gara2 si HCK ituh..
    G rela…

    Ckck, key emank anak baik..
    D tggu lanjutan Nah author..

  12. Annyeong author yg keren abisss,,,aku dulu pernah baca married idol di wordpress lain,,tp bru smpai chapt 3,,ternyata authornya punya wordpress sendiri,,,DAEBAK,,,aku udah baca semua chapt ampe 13,,mian aku cuma komment satu aja,,soalnya aku bakalan sama blg dsetiap chapter commentnya pasti GOOD JOB author,,,,sumpah KEREN,,,,🙂 aku tunggu chapt selanjutnya yaaaaa

  13. anyeong… salam kenal..
    senang berkunjung disini….hheehe
    married idol.., uhmm…
    Rumi-ya.. kamu jangan jadi jahat yah?! T.T
    Jinki-ya.. kamu juga jangan plinplan yah?! T.T
    oke2??
    Lanjut…….

  14. OMG!!! Ffmu semakin keren
    Astaga chingu….
    Aku sampe ngga tau mau comment apa
    Kebiasaanku kalo ada ff sangat bagus susah comment pnjg2
    Aigoooo~ ini keren bangeeeetttt

  15. kebencianku pada key uda pupus #halah
    sabar ya bang, cewek masih banyak kok #elus2key
    HCK bunuh diri? ya ampun kasian amat, sabar ya mbak
    jin-mi bikin jeles ah, awawawawaww.. >o</
    ada jinki pov juga? aku lanjut dulu :d

  16. Aaaa gilagila bangettttt
    Aku selama ini baca di shining eh ternyata di blog author udah sampe end!!!!
    Aaaa key sumpah baik bangettttt
    Gak nyangka key kayak gituuuuu
    Gak sabar baca part end nya!!!!

  17. halo eonni, salam kenal. Aku dah baca cerita eonni. Mian aku enggak ngash vote. Karna aku bingung aplikasi’y. Aku baca lwt hp. ni jg br bs comen k k k. Eonni cerita’y bagus. Kenapa gak d post d wattpad.com?

  18. yaampun.. aq baca ff ini sampe g tidur chingu. dari part 1 sampe 13. pengen baca yg part 14.a udah kburu pagi. nanti sore baru d terusin lagi baca.a.. tapi sumpah penasaran gmn cerita akhir.a…

  19. Chae Kyeong mau bunuh diri pasti krna shock sm ucapan Rumi wktu di cafe itu. Akhirnya Key mau ngalah juga,,, stelah byk pengorbanan,,,,

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s