The prince is a Frog (Chapter 4): ~ Love Story START ~


Author: OnMitHee

Genre: – Comedy absurd yg gak lucu ==’ ditambah dongeng aneh.

Rated: gak untuk SEGALA UMUR ^___^

Main Cast: Kim Heechul, Park Chaeri ^^V

Okey…. Happy reading n PLEASE give ur comment *pasang tampang melas* /plakk

STORY

Sampai jam pulang sekolah tiba, Donghae tak datang ke ‘Tk Hyocha’ untuk mengurus masalah adiknya. Bagi Donghae pekerjaan lebih penting ketimbang mendengar keluhan guru atas kenakalan dongsaengnya itu. Lagipula, dia cukup disibukkan dengan persiapan pembacaan surat wasiat yang akan dibacakan di kediaman keluarga Kim hari ini. sebagai asisten pribadi sekaligus orang kepercayaan Kim Heechul, keberadaan Donghae saat pembacaan wasiat mendiang Kim Bok Soo sangatlah penting.

Sementara itu mobil milik Choi Siwon sudah memasuki perkarangan rumah keluarga Kim, begitu juga mobil-mobil lain milik pemegang saham Jigwan Corporation. Pembacaan surat wasiat ini juga bertujuan untuk memberi kejelasan siapa yang akan menjadi penerus yang akan memimpin Jigwan Corporation, apakah itu Choi Siwon, Kim Heechul atau justru Kim Seera.

Heechul dari jendela kamarnya memperhatikan mobil-mobil yang masuk ke perkarangannya. Semua orang tampaknya bersemangat untuk mendengar pembacaan wasiat itu… tapi tidak untuknya, dia tak mempermasalahkan siapa yang di tunjuk kakeknya walau selama setahun semenjak kakeknya mangkat dialah yang mengambil alih perusahaan. Dia merasa menjadi pimpinan bukanlah hal yang dia inginkan. Dia berpikir, Siwon lebih pantas memangku jabatan itu. namun, dia juga tahu tak sedikit dari pimpinan yang lain menginginkan dia yang meneruskan perjuangan kakeknya terlebih setelah usaha Heechul menghancurkan perusahaan milik Tae Gong sukses.

Heechul memandang sedih langit siang yang gelap ditutupi awan mendung teringat betapa banyaknya orang-orang yang dikasihinya kini tak berada disisinya. Memiliki harta yang banyak tapi tanpa kehadiran mereka membuatnya tersiksa. Orang tuanya, kakeknya dan sekarang Han Boram satu-satunya yeoja yang dicintainya pergi meninggalkannya.

Heechul sangat mencemaskan yeoja itu, takut hal buruk menimpanya. Sudah 4 hari berlalu tapi tak ada kabar tentang yeoja itu dia terima. Dia berharap semoga saja Han Tae Gong tak hilang akal dan melakukan hal buruk pada anaknya sendiri.

Saat Heechul memperhatikan tetamu yang berdatangan dari jendela kamarnya. Matanya tertarik melihat seorang yeoja menggandeng anak kecil masuk ke halaman rumahnya.

Heechul : (bergumam pelan) ”Itu kan yeoja yang menolongku itu? mau apa dia kemari?”

Heechul lalu bergegas keluar dari kamarnya yang terletak di lantai dua. Dengan cepat dia menuruni anak tangga dan akhirnya dia sampai di halaman tempat yeoja itu masih berdiri, mematung, memandang takjub atas kemegahan rumah Kim Heechul.

Heechul : ”Heii! Ngapain disini?” (memandang Chaeri heran tapi kemudian sadar, kalau anak yang di gandeng Chaeri adalah Soohyeon), ”Hyeonnie… kenapa mengajak gurumu kemari?”

Hyeon : ”Park-Songsaengnim mau berbicara dengan Donghae-oppa.  Karena oppa tak datang ke sekolah makanya dia kemari.”

Heechul : (tertawa sambil menarik Hyeon lalu menggendongnya), ”Oppamu masih sibuk. Kau ajak saja gurumu yang masih bengong ini ke dalam rumah.”

Chaeri : (merengut mendengar ucapan Heechul), ”Yaa! Aku tak begong!  Aku hanya kaget kalau orang sepertimu tinggal di rumah sebesar ini!”

Heechul : (menurunkan Hyeon), ”Ohya? Kalau begitu bagaimana kalau kau ku ajak berkeliling? Agar kau lebih terkejut dan kagum lagi.”

Chaeri : (mendengus), ”Cih~ Pamer. Aku kesini bukan untuk itu! aku mau berbicara dengan Lee Donghae!”

Heechul : ”Kalau begitu berbicara saja padaku. Nanti ku sampaikan!”

Chaeri : ”Anio! Aku mau berbicara padanya langsung!”

Heechul : ”Dia sibuk!”

Chaeri : ”Ohya? Kalau dia sibuk, kenapa kau malah santai? Bukannya dia itu asisten mu, ya?”

Heechul : ”Karena itulah, aku bisa santai karena ada dia yang mengerjakan pekerjaanku.”

Hyeon: (Heran), ”Tuan muda sepertinya kenal dengan guruku?”

Heechul : (tertawa), ”Tentu saja. Dia penyelamatku..”

Chaeri : (wajahnya bersemu merah),”Mwo? Rupanya kau sadar dengan jasaku.”

Heechul : (menarik tangan Chaeri, membuat yeoja itu kaget dan wajahnya semakin memerah), ”Karena itulah, mumpung kau disini. Aku akan membalas jasamu. Ohya, Hyeonnie.. kau masuk ke kamarmu dan setelah mengganti baju, segera tidur siang ya.”

Hyeon : (Menyahut riang), ”Ah~ baik tuan muda Kim.”

++++++++

Chaeri : ”Heyy… hentikan kau mau mengajak ku kemana?” (memukul-mukul tangan Heechul yang masih menariknya paksa), ”Heyy!”

Heechul : (berhenti mendadak, membuat Chaeri hampir saja menubruknya), ”Kau sudah makan siang?”

Chaeri menggeleng. Dia memang belum makan. Heechul yang masih menggandeng tangan Chaeri tersenyum. Saat melihat senyuman itu, entah kenapa Chaeri merasakan jantungnya berdegup sangat kencang. Ini tiba-tiba sekali, bukan karena namja itu sangat tampan tapi entahlah, ada perasaan lain. Chaeri merasa sangat nyaman dengan sentuhan namja itu di tangannya. Yah.. namja itu pastinya bisa melihat betapa meronanya wajah Chaeri sekarang.

Heechul : ”Wajahmu merah sekali?”

Chaeri : ”Mwo?! Kurae?”

Heechul : ”Aku akan mengajakmu makan siang di taman belakang. Di ruang utama terlalu banyak orang. Kita berbincang disana sebentar sambil kau menunggu Donghae. Kau mau ’kan?”

Chaeri : (tak berani menatap wajah Heechul), ”Ne..”

Chaeri diam saja mengikuti namja itu mengajaknya. Dia bahkan mengeratkan pegangan tangannya pada tangan namja itu seolah tak ingin terlepas lalu tertinggal. Berjalan dengan menyesuaikan langkahnya, Chaeri merasa debaran itu semakin kencang menyiksanya.

Memang pertemuan pertama mereka kemarin terkesan menakutkan dan ajaib. Tapi perasaan itu sirna seketika setelah Chaeri melihat kelembutan namja itu. Pria katak ini tampaknya sudah berhasil mencuri hati yeoja itu bahkan sebelum yeoja itu mengenalnya jauh.

Dan saat namja itu melepaskan tangannya dari Chaeri, mempersilahkan yeoja itu duduk di kursi taman. Yeoja itu merasa tak rela… dia sangat ingin tangan itu selalu berada di genggamannya.

Heechul : (memandang langit), ”Haisshh~ langitnya makin gelap. Ayo cepat habiskan makan mu sebelum hujan!”

Chaeri : ”Ne..”

Heechul : ”Dari tadi bengong saja.. wae?”

Chaeri : ”Ah~ tak apa.”

Chaeri sangat gugup ditanya seperti itu. Chaeri berpikir, andai saja namja ini tahu tentang apa yang dia pikirkan saat ini. Bahwa Chaeri menyukainya padahal mereka baru saja berjumpa. Namja ini pasti akan menganggapnya aneh. Tapi lamunan Chaeri sirna saat dia merasa ada air menetes di kepalanya.

Chaeri : (mengadahkan tangan), ”Sudah hujan…”

Heechul : (Kaget dan langsung berdiri), ”Yaa… ini gawat!” (langsung berlari ke pendopo yang terletak tak jauh dari mereka). ”Yaa! Kenapa kau malah bengong!” (kembali berlari ke arah Chaeri yang masih terpaku ditempatnya dan mengajak yeoja itu berteduh).

Chaeri : ”Kenapa malah menarik ku?! Kau malah kena hujan.. bukannya itu tak boleh?!”

Heechul : ”Itu karena kau bengong saja.. kalau kau tak kutarik dan terkena hujan lantas sakit. Bagaimana? Aisshh babo!”

Chaeri lalu mengambil sapu tangannya dan melap wajah Heechul yang basah terkena hujan. Dan Chaeri sadar, ada yang aneh pada namja ini. Warna kulitnya yang semula putih mulus tiba-tiba semakin gelap. Ada totol-totol yang makin lama makin banyak muncul di permukaan kulitnya.

Chaeri : ”K-kau…”

Heechul : (memutus ucapan Chaeri), ”Yah.. mau berubah lagi. Kau pergi saja dari sini..”

Chaeri : ”Mianhae.. ini karena aku.”

Heechul : (memunggungi yeoja itu), ”Kau tak salah… pergilah. Ini terlalu mengerikan untukmu. Kau tak boleh melihatnya.”

Chaeri masih tertegun menyaksikan Heechul yang akan berubah lagi. Tapi kemudian dia menoleh melihat seseorang berlari menembus hujan ke arah mereka.

Donghae : ”Aku melihat di luar hujan dan mencemaskan tuan. Oh tidak.. mau berubah lagi?”

Heechul : (menatap Donghae sebentar), ”Ne..”

Donghae : ”Andwee.. sebentar lagi pembacaan surat wasiat. Tuan harus ada disana!”

Heechul : “Pergilah, cari alasan untuk ke-tidak hadiranku.”

Donghae yang berpikir memang tak ada cara mencegah perubahan itu hanya bisa mengangguk lemas. Dia baru saja hendak meninggalkan tempat itu, tapi dia menghentikan langkahnya ketika berbalik untuk memastikan keadaan tuannya. Dia terkejut melihat tindakan yang dilakukan oleh seorang yeoja yang dari tadi ada disana bersama mereka terhadap tuannya.

Donghae tak mengerti dengan pikiran Chaeri. Dengan tindakannya tentu saja. Yeoja itu sama sekali tak merasa jijik melakukan hal itu. padahal kulit tubuh tuan mudanya sudah hampir seperti kulit katak.. tapi, yeoja itu malah menciumnya.

Yah.. Donghae hanya bisa tercengang menyaksikan Chaeri mencium Heechul yang sudah hampir bertransformasi menjadi katak. Ini sama sekali tak pernah terlintas di otaknya. Donghae tak yakin tindakan yeoja itu ampuh mencegah transformasi itu. mengingat mereka tak memiliki perasaan apapun, terlebih mereka berdua baru kenal kemarin. Heechul hanya akan sembuh jika yang melakukannya adalah cinta sejatinya. Bukannya orang asing.

Tapi dugaan Donghae rupanya salah. Perlahan tapi pasti, kulit Heechul kembali seperti sedia kala. Ya.. dia tak jadi bertransformasi menjadi katak lagi, dan itu berkat ciuman Chaeri.

Chaeri masih saja melumat bibir Heechul padahal keadaan Heechul sudah normal kembali. Cepat-cepat namja itu mendorong Chaeri dari tubuhnya karena dia sudah kehabisan nafas.

Heechul : (menyeka bibirnya yang basah karena ciuman tadi), ”Aigoo~ kau mengerikan sekali..” (mengatur nafasnya yang masih tersengal-sengal), ”Gomawo.. tindakan mu tadi membuatku batal berubah. Ini baru pertama kali terjadi.”

Chaeri : ”Saranghae..”

Heechul terkesiap mendengar pernyataan cinta yeoja itu sambil berulang kali menatap Donghae dan yeoja itu bergantian dengan ekspresi kebingungan. dia tak menyangka selain menciumnya, yeoja itu juga menyatakan cinta padanya.

+++++++++

Heechul : (berbisik pada donghae saat pembacaan surat wasiat), ”Dia di kamar tamu ‘kan?”

Donghae : ”Ne..”

Heechul : ”Dia.. bukan menderita gangguan jiwa ’kan?”

Donghae : ”Saya rasa tidak…”

Heechul mau melanjutkan acara bisik-bisikannya dengan Donghae tapi dia menghentikannya saat Pengacara Jung berdehem dan meliriknya. Saat Heechul menatap sekeliling ruangan, dia sadar kalau semua orang disana juga sedang menatapnya. Bahkan Siwon dan asistennya Jungsoo juga ikut memandangnya. Heechul dan Donghae lalu diam selama pembacaan surat wasiat berlangsung. Mendengarkan dengan seksama apa yang diinginkan mendiang kakeknya dan akhirnya hanya bisa tertunduk lemas karena rupanya dialah yang dipilih kakeknya untuk memimpin perusahaan.

Satu-persatu pemegang saham yang hadir menyalaminya memberikan selamat setelah pembacaan surat wasiat usai. Dia terpaksa tersenyum kepada orang-orang itu. dan saat Siwon menghampiri dan memeluknya, dia masih tak menghilangkan senyum tak ikhlas itu dari wajahnya.

Siwon : (memeluk Heechul), ”Haraboji tak pernah salah pilih, hyung memang pantas mendapatkan kedudukan itu.”

Heechul : (berkata jujur), ”Harusnya kau yang mendapatkannya. Haraboji mungkin mabuk saat menulis wasiat.”

Siwon : (menganggap ucapan Heechul hanya merendah), “Kau yang pantas hyung. aku masih harus banyak belajar lagi.” (menepuk punggung Heechul sebentar lalu melepaskan pelukan mereka) “.. Ah~ aku pamit dulu.”

Heechul : ”Jangan pergi. Kita makan malam bersama saja disini!”

Siwon : (menggeleng), ”Nanti saja…aku masih ada…”

Kata-kata Siwon terhenti saat merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Dia menarik tubuh orang itu ke hadapannya dan tertawa.

Siwon : ”Kim Seera…”

Seera : ”Oppa… ayolah. Terima saja ajakan Chullie-oppa. Kita sudah lama tak makan malam bersama.”

Siwon : (menggeleng), ”Aku sudah ada janji.”

Seera : (merengut), ”Yaa! Janji dengan siapa? Dengan calon istrimu? Cih~ untuk apa buru-buru menikah. Heechul-oppa saja masih belum mau. Kau lebih muda darinya.. nanti saja menikahnya.” (Seera masih bergelayut manja di tangan Siwon).

Heechul : ”Yaa! Kim Seera.. bicaramu tak sopan sekali.” (Heechul menjitak kepala adeknya).

Seera : ”Yaa.. oppa! Sakit! Siwon-oppa, ya sudah… aku ikut ke rumah oppa saja. Warisan belum bisa ku ambil sebelum umurku 25 tahun, sementara monster ini,” (Nunjuk-nunjuk Heechul), ”Pelit sekali tak memberiku uang. Ayolah oppa.. aku ikut ke rumahmu saja…”

Siwon: (heran) ”Lho kenapa ke rumahku? Bukannya kau harus kembali ke London untuk melanjutkan kuliah?”

Seera menunduk lemas mendengar ucapan Siwon sementara Donghae dan Heechul menertawakannya.

Heechul : ”Dia homesick selama di London. Makanya berhenti kuliah! Dasar babo!”

Seera : (ngamuk), ”Yaa! Oppa!” (setelah itu dengan langkah merajuk dia meninggalkan ruang utama menuju kamarnya).

Mereka menertawakan tingkah Seera yang merajuk, tapi di ruangan itu ada seseorang yang tak tertawa. Dia adalah Park Jungsoo, dia memandang lembut yeoja itu sedari tadi bahkan sampai punggungnya menghilang di balik pintu. Sudah lama dia memendam perasaan suka pada yeoja itu… walau sayangnya kesempatan untuk menyatakan perasaannya tak akan pernah ada. Dia hanya bisa mencintai yeoja itu secara diam-diam dan menahan perasaannya.

Siwon : ”Baiklah.. aku pergi dulu.” (Siwon berpamitan pada Heechul dan Donghae lagi, lalu dia berbalik melihat Jungsoo yang masih termenung), ”Hey.. Jungsoo. Kita pergi..”

Jungsoo : ”Ah~ Ne. Kami permisi dulu..”

Setelah itu Siwon dan Jungsoo keluar dari ruang utama. Di ruangan itu hanya tersisa Heechul dan Donghae berdua saja.

Heechul : ”Park Jungsoo itu kakak lelakinya Park Chaeri..”

Donghae : ”Mwo? Tuan tau dari mana?”

Heechul : ”Aku melihat fotonya di rumah yeoja itu.” (terdiam sesaat). ”Yeoja itu bilang dia suka padaku. Otthokae?”

Donghae : ”Terima saja.. tak boleh menyia-nyiakan perasaan seorang yeoja!”

Heechul : (menatap Donghae kesal), ”Kami baru saja bertemu kemarin. Lagipula.. aku mencintai Boram. Mana mungkin aku menerima perasaannya begitu saja!”

Donghae : ”Tapi.. dia menggagalkan perubahan anda..”

Heechul : ”Mungkin hanya kebetulan…”

Donghae : (menggeleng), ”Tidak. Itu bukan kebetulan.. dia tulus menyukai anda. Aku yakin itu. anda tak akan berubah jika itu ciuman tanpa perasaan!”

Heechul : (memegang dahinya gusar), ”Walau dia menyukaiku… tapi yang ku cintai Boram. Aku hanya akan mempermainkannya jika menerima perasaannya! Aku tak mau melakukan itu!”

Donghae : ”Tuan.. lakukanlah…! kalau yeoja itu bisa melepaskan kutukan tuan.. maka menerima perasaannya adalah keharusan! Tuan juga tak akan bisa hidup bersama Boram-sshi jika kondisi tuan tak menentu seperti sekarang!”

Heechul : ”Yah.. kau benar.”

Donghae : ”Jadi..?”

Heechul : ”Aku akan berpacaran dengannya untuk sementara waktu ini. yah, sampai kutukan ku sirna paling tidak.. atau sampai aku menemukan Boram lagi.”

++++++++

Heechul dan Chaeri duduk diam berdua di dalam mobil. Sementara Donghae sesekali memperhatikan mereka berdua dari bangku kemudi.

Masing-masing dari mereka sibuk dengan pikirannya sendiri. Heechul sesekali melirik yeoja yang duduk disampingnya. Jika diperhatikan baik-baik, Chaeri itu cukup manis menurut Heechul. Dan kemudian tanpa ragu-ragu dia meraih tangan yeoja itu yang sedari tadi meremas-remas roknya. Meletakkan tangan yeoja itu di atas pahanya dan menggenggamnya. Chaeri hanya bisa tersenyum menahan rasa malu dan senang atas perlakuan namja itu padanya.

Kemudian tak lama, Heechul merapatkan tubuhnya pada Chaeri. Merangkul bahu yeoja itu. Lalu Heechul semakin mendekatkan wajahnya ke arah yeoja itu.

Heechul : (berbisik di telinga Chaeri), ”Mulai hari ini, kau jadi yeojaku. Mau ’kan?”

Chaeri terkejut mendengar ucapan itu. dia menganggukkan kepalanya girang. Yah, Chaeri berpikir, mungkin ini yang disebut cinta buta. Mereka baru kenal dan ketika rasa itu ada mereka tak memperdulikan masalah itu. Chaeri lalu membiarkan namja itu menciumnya… paling tidak kali ini bukan dirinya yang melakukan itu duluan. Dan terlebih, ini ciuman pertama mereka dalam kondisi Heechul masih dalam keadaan normal. Chaeri ingat, dia pertama kali mencium namja itu dalam keadaan masih berbentuk katak dan ciuman berikutnya dalam keadaan hampir berubah. Chaeri hanya bisa menikmati perlakuan namja itu di bibirnya dan sebisa mungkin membalasnya.


anggap az kissu-annya kayak gitu ^^ *author ngeres*

Sementara itu Donghae yang duduk di bangku kemudi sebisa mungkin tak menoleh atau melihat kaca depannya. Dia tak ingin melihat adegan itu. Di dalam hati, dia merasa bersalah pada yeoja itu. yeoja itu terlihat sangat mencintai tuannya sementara Donghae tahu, tuannya hanya memanfaatkan yeoja itu. Donghae hanya bisa berharap, tuannya tak melakukan hal yang lebih dari ciuman pada yeoja itu. Donghae berpikir, pastinya yeoja itu akan sangat menderita ketika hubungannya dengan Heechul berakhir nanti.

++++++++

Chaeri : (berseru riang), ”Yaa! Ini?” (menatap Heechul tak percaya sambil memegang ponsel pemberian namja itu).

Heechul : (tersenyum), ”Itu Ponsel couple kita. Kau kan tak punya ponsel… aku akan kesulitan menghubungimu ‘kan? Jadinya itu untukmu..”

Chaeri : ”Tapi.. ini ’kan mahal! Baiklah, Aku akan menjaganya baik-baik dan selalu membayar iurannya. Aku tak akan sembrono lagi,” (Chaeri lalu mengecup pipi Heechul), ”Gomawoyo jagy..”

Heechul : (merangkul bahu Chaeri dan berkedip lalu menjitak kepala Chaeri), ”Panggil aku ’oppa’. Jangan ’jagy’ arasseo?”

Chaeri : ”Wae? Bukannya lebih mesra kalau ku panggil kau ’jagy’. Ayolah~ nanti kalau aku memanggilmu ’oppa’ orang-orang akan mengira aku adikmu.!” (Chaeri menyusul Heechul yang keluar dari toko ponsel itu, sementara Donghae sibuk mengurus pembayaran).

Heechul : ”Panggil aku ’oppa’!”

Chaeri : (merengut kesal, lalu mengalungkan tangannya di pinggang Heechul), ”Baiklah…” (Heechul tersenyum mendengar suara manja yeojanya), ”..Oppa, apa nanti selama kita jalan berdua, Donghae-sshi akan selalu mengikuti kita?”

Heechul : ”Ne.. wae?”

Chaeri : ”Yaa… masa selalu di ikuti sih? Kau kan bukan anak kecil lagi?!”

Heechul : ”karena itu pekerjaannya..”

Chaeri : (menoleh kebelakang dan melihat Donghae berjalan mengikuti sambil membawakan bungkusan barang-barang yang di belikan Heechul untuk Chaeri), ”Berarti dia seperti oppa ku. Kemana-mana selalu mengikuti bosnya…”

Heechul : ”Jungsoo, ya… ?”

Chaeri : (mengangguk ), ”Ne…” (kemudian terperangah karena kaget), ”Kau kenal Jungsoo-oppa?”

Heechul : ”Ne.. tadi dia juga ke rumahku. Dia asisten pribadi Choi Siwon. Dan Siwon itu sepupuku…. lagipula, dulu aku dan kakakmu teman sekolah. Hanya beda kelas, dia paling pandai di sekolah dan selalu mendapat beasiswa. Berulang kali aku mengajaknya ikut denganku tapi dia lebih nyaman bersama Siwon.”

Chaeri : (tertawa), ”Oppa tak pernah menceritakan itu…”

Heechul : ”Dia tak pernah membicarakan pekerjaannya?”

Chaeri : (mengangguk), ”Sangat Jarang.” (kemudian teringat sesuatu), ”Aigoo~ tadi aku ke rumahmu kan ingin berbicara dengan Donghae-sshi! Kenapa malah jadi lupa?” (nepuk jidat). ”Aigoo~ aku juga baru ingat kalau janji makan malam dengan Jungsoo-oppa.”

Heechul : ”Jadi, kita tak jadi makan malam bersama?”

Chaeri : ”Ne… mianhae oppa. Aku sudah janji sama Jungsoo-oppa tadi pagi. Antar aku pulang saja ya sekarang..” (pasang tampang memelas).

Heechul : (membelai rambut Chaeri), ”Okeyy.. aku antar kau ke apartemenmu.”

Sesampainya di depan gerbang apartemen Chaeri. Donghae menghentikan mobilnya. Lalu keluar dari mobil membiarkan Chaeri dan Heechul berpamitan di dalam.

Chaeri : (mengecup bibir Heechul), ”Aku pulang dulu. Jam 9 malam nanti telpon aku, ya…”

Heechul : ”Entahlah, ku telpon kalau aku tak sibuk!”

Chaeri : ”Suruh Donghae-sshi yang melakukan pekerjaanmu. Jadinya kau tak sibuk, ” (memamerkan senyumnya). ”dadah.. oppa..” (melambaikan tangan sambil membuka pintu mobil).

Donghae : (melihat Chaeri keluar dari mobil), ”Oh! Aku kira bakal lama..”

Chaeri : (tak memperdulikan ucapan Donghae), ”Besok pagi, kau antar Soohyeon ke sekolah. Lalu pergi ke ruang guru. Ada yang akan ku bicarakan!”

Donghae : (protes), ”Anio.. ”

Heechul : (membuka separuh kaca jendela), ”Turuti ucapannya, Hae..”

Donghae : (menunduk lemas), ”Baiklah… aku datang besok!” (kemudian bergegas masuk kembali ke mobil dan menghidupkan mesinnya).

Chaeri : ”Hati-hati di jalan!”, (melambai ke arah mobil sampai mobil itu tak terlihat lagi).

++++++++

Heechul : (tersenyum saat perjalanan pulang), ”Dia bilang kalau aku namja pertama yang dia cium.. tapi, dia seperti sangat ahli..”

Donghae : ”Tuan sepertinya menyukai yeoja itu.”

Heechul : (memandang kesal Donghae), ”hanya ciumannya kurasa…”

Donghae : ”Dia pasti akan kecewa jika tahu yang sebenarnya…”

Heechul : ”Kau ’kan yang menyarankannya padaku?”

Donghae : (menggaruk kepalanya dengan gelisah), ”Kuharap tuan tak melakukan hal yang lebih dari ciuman…”

Heechul : ”Tenang saja. Aku tak akan melakukannya dengan yeoja yang tak kucintai. Ohya, kau pegang ponsel ini ya.” (sambil menunjukkan ponsel Couple miliknya).

Donghae : (kaget), ”Yaa! Bagaimana kalau Chaeri-sshi menelpon?”

Heechul : ”Reject saja. Ladeni dia hanya lewat pesan atau email saja. Tapi, jangan lupa laporkan padaku setiap hari. Apa yang kau bicarakan dengannya. Arasseo? Jangan bertindak berlebihan!”

Donghae hanya bisa tertegun mendengar perintah seenaknya dari Heechul itu. dia tak mungkin membantah, dia lalu mengangguk pasrah. Dia benar-benar merasa bersalah pada Chaeri saat ini.

To Be Continued

 

komen dong.. komen dong.. komen readers bagaikan senyum Onew lho ^^

21 thoughts on “The prince is a Frog (Chapter 4): ~ Love Story START ~

  1. lanjutan oh lanjutaaaaaan.. manaaa?? hiks. ak mau nangis nih, baca fanfic eonnie ujung ujung to be continue ga ada publishan.😥

  2. ini lanjutanyaa kapaaaan ?
    aku uda luaaaaamaaaa nungguinnya onn !!!
    ffnya bagus kok, publish aja, ntar aku ikut mromosiin biar banyak yg baca !
    janji deh .
    di tunggu yaa :*

  3. ni lanjutanyaa kapaaaan ?
    aku uda luaaaaamaaaa nungguinnya onn !!!
    ffnya bagus kok, publish aja, ntar aku ikut mromosiin biar banyak yg baca !
    janji deh .
    di tunggu yaa :*

  4. apuah..???
    hyaaa..kim heechul..kamu koq jaaaaahaaaaattttt sama chaerii…*lebe

    chaeri jg..kok polos banget sih…ckckckck
    ini kapan mau dilanjutin chingu..???di arsip cuma sampe siniii…

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s