When I call is “love” – PART 2


Author: Yuwe

Cast: Park Kim Hae, Park JungSoo and Henry lau

STORY

 

“Saranghaeyo, Kim Hae-ya.” Aku lelaki misterius itu. Lalu laki-laki itu keluar meninggalkan kamar Kim Hae.

“Sedang apa kau disini, Henry?“  tanya lelaki lain yang mengawasi Henry. Henry kaget melihat sosok yang menegurnya barusan.

“A-A-Abeoji?!” pekiknya. “S-sedang apa disini? Ngg..  kau, ngg.. melihat ngg..” ucap Henry terbata-bata. Mukanya terasa sangat panas dan hatinya berdegup antara takut dan malu. ‘Aku harus bilang apa padanya?! Aish! Kenapa dia harus melihatnya?!‘ batin Henry.

“Ya. Aku melihat semuanya. Sekarang ikut ke ruangan ku!“ Perintah Appanya. Henry mengangguk dan dengan pasrah menuruti perintah Appanya. Mereka masuk kesebuah ruangan dokter. Di meja dokter itu terpampang sebuah nama ‘President Directure Peter Lau‘. Ternyata yang punya rumah sakit ini adalah Appanya Henry. Henry tak tahu harus menjelaskan apa kepada Appanya, dia hanya tertunduk diam.

“Sedang apa kau tadi di kamar Park Kim Hae?“ tanyanya.

“Nggg… aku, aku hanya menjenguknya.“

“Lalu apa yang barusan kau lakukan padanya? Apa itu yang selalu kau lakukan saat menjenguk semua temanmu?“ tanyanya ketus. Henry tak tau harus menjawab apa. Wajahnya di penuhi keringat karena gugup.

“Dia sahabatku Appa!“ akunya jujur. Dia berpikir mungkin akan lebih baik jika Appanya tau. “Aku tak tahu kalau dia dirawat disini.“ Lirihnya. Dia sudah bersiap jika Appanya memarahinya.

Appanya terdiam. Dia terlihat berpikir keras. “Kau sebaiknya tidak usah berteman dengannya.“

“Tapi..“

“Cepat pulang! Eomma sudah menyiapkan makan malam untuk menyambut kedatangan keluarga Lee. Malam ini kau akan bertunangan dengan anak keluarga Chao. Aku dan Eommamu sudah mengatur semua perjodohan ini. Bilang Eommamu kalau aku akan pulang sedikit terlambat.“ Terangnya.

“Tapi Abeoji, aku mencintai Kim Hae! Aku tidak terima dengan perjodohan ini! Kenapa kau selalu seenaknya padaku?!“  marahnya. Pria tua itu tidak perduli betapa marahnya Henry sekarang.

“Kau anakku! Jadi aku berhak mengatur hidupmu!“

“Tapi abeoji.. Bagaimana kau bisa menjodohkanku dengan yeoja yang sama sekali tidak aku kenal? Melihatnya pun aku tidak pernah! Bagaimana aku bisa menikah dengannya?! Bagaimana kau bisa yakin kalau di pantas untukku?! Bagaimana kau bisa yakin aku akan bahagia bersamanya?!“ debat Henry tidak mau kalah. “Aku tidak akan datang ke perjodohan itu!“ sambungnya seraya berdiri dari duduknya.

“Kau harus datang! Ini perintah bukan penawaran!“ titahnya, “Keluarga Chao sangat sepadan dengan keluarga kita. Aku dan Eommamu sudah mencarikan yang terbaik untukmu. Jadi kau jangan pernah mengacaukannya!“ ancamnya.

BRAKKKK!

Henry menggebrak meja kerja Appanya sekuat tenaga lalu pergi meninggalkannya sendirian. “Dia pikir dia siapa Hah?! Karena dia Abeojiku dia berhak mengaturku untuk menikah dengan siapapun pilihannya?! Aisssh! ….“

BRUKKKK!

Tak sengaja Henry menabrak orang yang berjalan didepannya. “Aww! Jwesonghaeyo . Aku tidak sengaja. Jwesonghaeyo..“ ucapnya sembari membantu orang yang tadi ditabraknya bangun.

“Henry?“ tanya orang itu. Henry mendongakkan kepalanya, melihat siapa yang tadi di tabraknya. “Ah, benar rupanya. Sedang apa kau disini?“ sambungnya.

“Hyung! Sedang apa kau disini?“ tanyanya pada Jungsoo yang ternyata orang yang tadi dia tabrak.

“Ya! Kenapa kau malah balik bertanya padaku?“

“Hehehe mianhaeyo.  Tadi aku ada keperluan disini. Hehe“ jawabnya. Dia tidak mengatakan pada Jungsoo kalau dia tadi habis menjenguk Kim Hae. “Hyung sendiri?“ tanyanya walaupun dia sudah tau mau apa Jungsoo disini.

“Ngg.. aku, aku mau menjenguk temanku yang sakit disini.“ Jungsoo tidak mengerti kenapa dia harus berbohong pada Henry. Padahal dia tau kalau Henry merupakan sahabat Kim Hae.

Henry kaget mendengar jawaban Jungsoo. ‘Kenapa Jungsoo Hyung berbohong?‘ batin Henry.

“Oo.. temanmu kenapa, Hyung?“

“Yang jelas dia sakit. Makanya aku datang menjenguknya ke Rumah Sakit.“ Candanya.

“Itu juga aku tau , Hyung.“

“Geurom, aku harus cepat menjenguknya. Kau mau pulang?“

Henry mengangguk, “Ya begitulah, Hyung.“

Arasseo. Nan monjo kalkke*!“ katanya sembari berjalan pergi meninggalkan Henry

Ne, Annyeonghi kaseyo.“ Pamit Henry sambil membungkuk .

Ne, annyeong! Jal ga!“  balas Jungsoo lalu melambaikan tangannya ke udara. Dia sangat lega karena Henry tidak mengikutinya. ‘Sepertinya dia sedang kesal.‘ batin Jungsoo mengingat wajah Henry tadi saat menabraknya.

Henry pergi meninggalkan Rumah Sakit itu. Dia masih tidak mengerti kenapa Jungsoo harus berbohong padanya. Henry berjalan kearah Caffe dekat rumah sakit tempat dia membeli kue untuk Kim Hae tadi. Tanpa dia tau kalau sekeluarnya dia dari Rumah Sakit ada segerombolan pria berjas hitam membuntutinya.

Dia memesan Milk Coffe kesukaannya. Baru saja dia duduk dan menikmati pesanannya, namun sesaat kemudian gerombolan Pria berjas itu mendekatinya dan memegangi kedua lengannya. “YA!!! LEPASKAN?! SIAPA KALIAN?!“ tanya Henry. Dia berusaha melepaskan lengannya dari 2 pria berjas itu. Selang beberapa detik kemudian seorang pria paruh baya berkacamata muncul.

“AHJUSSI!!“ panggil Henry.

“Maaf Tuan Muda. Sudah saatnya anda pulang. Tuan dan Nyonya besar sudah menunggu di rumah.“ Beritahu Ahjussi itu yang ternyata pengawal keluarganya.

“Sirheo!!! Aku tidak mau pulang! LEPASKAN!! AKU TIDAK MAU PULANG! LEPASKAN KATAKU!“ berontak Henry.

 

DI KAMAR KIM HAE …

 

Jungsoo membuka pintu perlahan agar tidak membangunkan Kim Hae yang sedang tertidur. Wajahnya masih sedikit pucat. Jungsoo memperhatikan wajah Kim Hae dan tanpa terasa air matanya jatuh begitu saja. “Maafkan aku Kim Hae. Aku tidak menjagamu dengan baik..“ ucapnya lirih sembari mengecup kening Dongsaeng kesayangannya itu.

“Oppa?“ panggil Kim Hae yang  terbangun. Jungsoo langsung menghapus air matanya. Dia tidak mau Kim Hae tau kalau ia tadi menangis.

“Ah.. K-Kau S-sudah bangun??“

“Ne, Kau  menangis Oppa?? Waeire?“ tanya Kim Hae khawatir melihat Jungsoo sedang menghapus airmatanya.

“A-ani. Aku tidak menangis. Kenapa aku harus menangis? Kau kan sudah sadar sekarang. Hehe“ elaknya. Jungsoo belum siap untuk memberitahu apa sebenarnya penyakit yang Kim Hae derita.  “Lho? Hari ini ada yang datang menjengukmu Kim Hae-ya?“ tanyanya  melihat cake tersimpan rapi di meja samping tempat tidur Kim Hae.

“Ne? Menjengukku? Dari tadi tidak ada yang datang kok, Oppa.“

“Lalu Cake itu dari?“ Kim Hae mengikuti arah yang di tunjuk Jungsoo. Disana ada sebuah Strawberry Cheesecake kesukaan Kim Hae.

“Molla. Aku tidak tau.“

“Mungkin tadi ada yang menjengukmu saat kau tertidur. Mau memakannya?“ Kim Hae mengangguk setuju. Kemudian Jungsoo mengambilkan sepotong untuk disuapkan ke Kim Hae. “Tadi aku bertemu Henry. Dia nampak sedang kesal. Mungkin dia yang menjengukmu.“ Beritahu Jungsoo yang membuat Kim Hae menghentikan makannya.

“Mwo? Henry tadi kesini? Dia tau aku sakit, Oppa? Kenapa kau memberitahunya? Aku tidak ingin ada yang tau kalau aku sakit!“

“Ya! Park Kim Hae! Kenapa kau khawatir sekali kalau dia tau kau ada disini? Bukannya kalian teman baik?“ Wajah Kim Hae berubah murung. “Waeyo?“

“Ani… Aku hanya tidak mau dikasihani karena aku sakit.“ Katanya sambil melihat pintu dengan tatapan kosong, “Oppa, apa penyakitku kanker otak?“ Jungsoo sangat terkejut mendengar pertanyaan Kim Hae, tanpa sadar dia menjatuhkan Cake yang tadi di pegangnya.

“Oppa katakan saja yang sebenarnya padaku. Aku sudah siap mendengarnya.. aku sudah besar, Oppa.“ Katanya kemudian memandang wajah Jungsoo Oppanya yang basah karena airmata. Kim Hae tersenyum kemudian dia memegang kedua tangan Oppanya itu. “Wae uro, Oppa? Nan gwaenchan aniya? Hehe“ dia mengahapus airmata Jungsoo dengan kedua tangannya. “Uljima..“ pintanya .

“Mianhae Kim Hae-ya.. Jongmal mianhae“ ucap Jungsoo disela-sela tangisannya. Dia peluk tubuh Kim Hae dan menangis di bahunya. Tak henti-hentinya dia meminta maaf pada Kim Hae

“Ani. Harusnya aku yang bilang itu pada Oppa. Mianhaeyo ,Oppa. Selama ini aku selalu merepotkamu. Setelah Eomma pergi, kau bekerja sangat keras untukku. Aku yang sakit-sakitan selalu merepotkanmu dengan rasa sakitku. Mianhae, Jongmal mianhaeyo Oppa.“ Kim Hae menepuk pelan punggung Jungsoo, dan menenangkannya. Walaupun dalam hatinya dia ingin sekali menangis.

Keumanhae, Oppa.. Eung?“

Jungsoo masih tidak bisa menghentikan tangisannya. Dia terlalu sedih melihat keadaan Kim Hae sekarang. Dia harus segera operasi kalau tidak mau hal yang tidak di inginkan terjadi. Sedangkan jika Kim Hae melakukan operasi, dia harus siap kalau Kim Hae akan melupakan semua kenangan dengannya, Eommanya dan orang yang disayanginya.

“Oppa..“ panggil Kim Hae pelan.

Jungsoo langsung menghapus airmatanya dan menatap Kim Hae sambil ternyum. “Wae?“

“Jadi sekarang Oppa bisa memberitahuku‘kan apa penyakitku?“ Jungsoo menghela nafas panjang. Dia harus memberitahukan yang sebenarnya pada Kim Hae. Sudah waktunya Kim Hae tau yang sebenarnya.

“Kau benar Kim Hae. Penyakitmu…“ Jungsoo terdiam

“Kanker Otak.“ Tebak Kim Hae.

“Ne. Kau mengidap kanker otak, dan itu sudah menjalar. Dokter menyarankan kau untuk di operasi. Tapi..“ Jungsoo menatap wajah Kim Hae. Kim Hae menautkan kedua alisnya. “Tapi.. kalau kau melakukan operasi itu, kau akan kehilangan sebagian memorimu. Bahkan mungkin semua memorimu. Aku tidak ingin kau melupakanku dan Eomma..“ lirihnya

Kim Hae terdiam mendengar pernyataan dari Jungsoo tadi. ‘Mwo? Mworagu? Aku akan kehilangan sebagian memoriku? Seolma! Bagaimana mungkin? Aku tidak mau melupakan kenanganku bersama Eomma, dan Jungsoo Oppa. Andwe!‘ batinnya. Kim Hae tidak bisa menahan lagi airmatanya. “Seolma..“ lirihnya.

Di dekapnya tubuh Kim Hae kedalam pelukannya.

“Tidak, itu tidak mungkin Oppa.. Aku tidak mau melupakan itu semua.. TIDAK!!“ teriaknya.

Mendengar tangisan Kim Hae yang seperti itu membuat hati Jungsoo seperti di ambil dari tempatnya lalu dibuang entah kemana. Dia berusaha menenangkan Kim Hae, namun ia sendiri menangis hebat.

“Jebaal… Uljima, Kim Hae-ya! Aku akan selalu disini menemanimu!“ ucapnya

“Aku tidak mau melupakan saat-saat kita bersama Eomma, Oppa. Sudah sangat sedikit ingatanku tentang Eomma.. Aku tak ingin itu menjadi tidak ada sama sekali. Huhuhu..“

“Aku tau.. Tapi kalau kau tidak segera operasi, kanker di otakmu akan semakin melebar, Kim Hae-ya! Itu membuatku akan…“ Jungsoo tidak bisa melanjutkan kata-katanya. Sangat sulit mengatakan kata-kata itu bagi Jungsoo.

“Akan apa, Oppa?“

“Penyakit itu akan mengambilmu dariku.. aku lebih lebih tidak ingin itu terjadi..“ lirihnya.

Seolma..

“Aku tidak ingin itu terjadi! Aku tidak ingin kehilangan kau setelah tidak ada Eomma.“

 

To Be Continued….

 

*** aku nangis baca part ini T__T *banting yuwe*

24 thoughts on “When I call is “love” – PART 2

  1. mit, kagak pake lama dah… buru lanjutin… cerita kayak gini tuh ga enak kalo gantung…
    yuwe, awas kalo kamu lanjutinnya lama… udah ga sekelas sama lin, jadi ga ada alesan lama lanjutinnya… *apa nyambungnya coba* wkwkwk~

    • yaelaaah.. itu si lin. ngapa dy jd d bawa2 -__- .
      aku sibuk eung.. minggu depan aku uda ujian kanji onni.. uda mulai baito jugaaaa.. sabar yaaa :p hehehe
      ntar kalo ga ngantuk hr ini aku krjain. hehehe

  2. sesuju sama komen diatas onn, lanjutannya cepet ya,wkwk
    wee mochi kaya…saingan siwon dong,#plak
    yang terakhir sedih,u.u. kebanyang muka teuki nangis pas nyanyi lagu marry u di SS.heuu~
    yuwe-chan keren dah ffnya…

  3. yuwe san ,
    sedih banget , dilema banget pasti si kim hae . teuki oppa yang sabar ya , saya yakin yuwe san bakal bikin karakter kim hae hidup khan ?
    ayo lanjut *crootnangis

  4. Sedih lho weee T_T
    Ternyata yuwe berbakat yg dramatis2 ya… Itu siwon bapake henli? Tapi bapake henli namanyo peter?
    Btw pada manggil nya yuwe san ya… Ah aku panggilnya yuwe jie aja, kan lakinya orang cina /nyipit mata

  5. Hhuaa~ sedihnyaaa~😥

    ah, aku salah. Kukira Leeteuk yang ngintip. Ternyata ayahnya Henry…
    Apa deh, ayahnya Henry jahat, aah.. BT. Huhu
    semoga gak lancar tunangannya. Hehe
    part 3~~! Penasaraaan~

  6. ku pikir leeteuk yg ngintip, ternyata babenya henry….
    yaolloh, tragis bgt seh nasibnya leeteuk en adeknya..
    smoga kim hae ga dibuat meninggal, kasian leeteuk. bisa2 bunuh diri ntar dia hehehehehe #alay

  7. ohhh.. ternyata itu henry dan bapaknya..
    aduh, om.. gak jaman main jodoh2an, kyk siti nurbaya aje.. //plakk
    henry kabur aja sudah… nikah lari ma kim hae..

    huwaaa…. kasihan teuk, pasti gak tega ngomong yg sebenarnya.. TT,TT

  8. eh… Tbc ?? Prasaan br mulai baca…
    Pendek amat nih!! *plototin yuwe*
    Wah… Bagai buah simalakama… Mndingan sakit, apa kehilangan memori?? Hehehe
    Ayo lanjutannya posting besok!! *plak*

  9. ANNYEONG~~!

    wooooow! ga nyangka laris juga ni ff (laris gtu?pede amat ya gw!) hehehe
    maksih ya readers blognya mit2 onn yg uda baca ini ff geje.. hehhe
    aku uda ngasi ampe 4 ko ama mit2 onn.. jadi terserah mit2 onn mau pub kapan lagi..
    kalo uda part 4 masi blm ada lanjutannya.. berati si sayah belum sempet buat. hehehe.. tp d usahain buat de… ntar hari sabtu aku pake mamingan ama pasokon. hueeehehe *berhubung blum ada yg teken*
    tapi masalahnya.. ff si saya teh formatnya 2007. lupa ngerubah k word 2003. maka dari itu.. ga bs lanjutin.. nanti ya.. si sayah numpang pasokon org bwt ngerubah wordnnya…
    uda gtu.. si saya teh berhubung 1 bulan 2 x test kanji dan itu bikin jereng mata~ makanya si saya blm bs lanjutin .. hehehe
    gomen ne… ^^
    mata atode tsutte mimasu (?) ^^

  10. Hahh kok udahan lagi,?
    ini mantap Mba, salam ya k’authorNya…, bilangin diaNya jahat dah bkin Meme nangis (lagi?)
    Huwaaa emank bisa kyak gtu ya,? operasi salah, g operasi juga salah,.
    Haduhh hidupMu Kim Hae…, semamat ya!!!!

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s