LIKE THE SUN (Part 5)


Title: Like the Sun

Author: OnmitHee

Main Cast: Kim Rumi, Lee Jinki, Kim Kibum

Support Cast: Kim Jonghyun, Song Jungri

Legth: Sequel

Genre: Romance

Rating: PG-15


STORY


**Author POV

Rumi sedang duduk-duduk di depan toko daging keluarga Lee, tempat dia tinggal dan bekerja selama 6 tahun ini.  Dia tersenyum memperhatikan orang yang berlalu lalang di depan toko. Kemudian ketika ada yang mampir, dia menyapa dengan hangat pembeli itu. Melayani dengan penuh semangat sekaligus cekatan. Tak pernah menampakkan wajah lelah atau kesal pada pembeli yang datang walaupun dia melakukan pekerjaannya sepanjang hari.

Yah, Rumi memang tak pernah mengeluh melakukan pekerjaan itu. Tak pernah merasa bosan menekuni pekerjaannya walaupun itu sudah dilakukan sejak 6 tahun lalu. Tepatnya sejak dia di asuh oleh keluarga Lee.

Rumi, se-tamatnya dari sekolah menengah atas 4 tahun lalu memutuskan untuk tak melanjutkan ke sekolah yang lebih tinggi. Dia mengambil keputusan itu agar tak terlalu merepotkan keluarga Lee yang merawatnya selama 6 tahun ini. Lagipula, dia memang tak mempunyai cita-cita lain selain menjadi atlit lari, cita-cita yang harus di kuburnya karena kecelakaan yang menyebabkan dia tak bisa berlari lagi.

Tapi Rumi tak menyesali semuanya. Dia menjalani hidupnya dengan lebih baik kini. Jauh lebih baik ketimbang saat masih bersama kedua orang tuanya.

Ada keluarga Lee yang sudah menganggapnya bagian dari keluarga itu. Ada teman-teman yang bekerja di tempat yang sama dengannya. Yang selalu menyemangati dan membuatnya tersenyum.

Serta ada Lee Jinki, pria yang sangat dicintainya.

Ngomong-ngomong, sudah hampir 6 tahun mereka menjalin kasih. Hubungan yang cukup lama dan awet. Hubungan mereka sendiri sudah mendapat restu dari orang tua Jinki. Tapi, untuk menikah mereka belum bisa melangsungkannya. Itu karena orang tua Jinki ingin anaknya menyelesaikan sekolahnya terlebih dulu. Jinki kini masih kuliah di jurusan desain interior. Masih perlu waktu satu tahun lagi sampai sekolahnya tuntas.

Rumi juga sebenarnya tak ingin buru-buru. Walau mencintai Jinki, dia masih belum memikirkan pernikahan. Baginya pernikahan itu sesuatu yang berat. Dia masih trauma dengan pernikahan orang tuanya. Dia sangat takut membawa sifat buruk dari kedua orang tuanya.

Walaupun sudah menjalani kehidupan yang lebih baik bersama keluarga Lee, trauma akibat keadaan keluarganya dulu masih tak bisa hilang dalam hati dan pikiran Rumi.

Itu yang membuatnya sangat takut untuk menikah…

Seperti pasangan lainnya, Rumi dan Jinki juga sering bertengkar tapi dengan cepat pula berbaikan. Entahlah.. Rumi tak menyangka bisa bersama dengan pria sebaik Jinki. Dia merasa hidupnya beruntung karena ada pria itu disisinya. Mungkin jika tak ada Jinki, Rumi pasti tak akan sekuat ini. Apalagi semenjak perginya Kibum, satu-satunya sepupu yang sangat Rumi sayangi. Tempat Rumi selalu menceritakan masalahnya.

Sejak Kibum pergi 6 tahun lalu, tak sekalipun dia menghubungi Rumi. Setiap hari, Rumi selalu menanti surat dari Kibum. Tapi tak ada satupun surat yang datang, tak ada satupun kabar yang bisa Rumi ketahui tentang sepupunya itu. Rumi hanya bisa pasrah jika hal yang buruklah yang terjadi. Tapi dia selalu berharap sepupunya itu sehat, sembuh dari penyakitnya dan kini sedang menjalani kehidupan yang baik di Amerika sana.

Jika disana Kibum telah melupakannya maka Rumi siap menerima itu. Namun dia bertekad tak melupakan sepupunya itu. Dia selalu menyisihkan uang gajihnya selama ini, ditabung untuk biaya agar bisa mengunjungi sepupunya. Walau Rumi sendiri tak tahu dimana Kibum tinggal. Jika tabungannya cukup, dia akan nekat mencari Kibum.

+++++

**Rumi POV

Seperti hari-hari biasanya selama 6 tahun ini, aku bekerja di toko daging milik keluarga Jinki dari pagi hingga malam dengan penuh semangat. Ada Song Jungri-onni yang bertugas di kasir. Ada pegawai baru bernama Kim Jonghyun yang bertugas memotong daging dan aku sendiri bertugas mem-packing daging yang dibeli.

Walau hanya bertiga saja di toko ini karena orang tua Jinki lebih fokus ke toko lain yang baru dibuka, suasana di tempat ini sangat menyenangkan. Apalagi sejak Jonghyun mulai bekerja bersama kami 3 bulan lalu. Dia selalu menyemarakan suasana kerja dengan memamerkan suara merdunya.

Dia tukang daging yang memiliki suara paling indah di komplek pertokoan ini. Itu tak hanya pendapatku, tapi juga pendapat dari pelanggan dan pemilik toko-toko yang lain. Jonghyun memang suka memotong daging di hadapan pelanggan sambil bernyanyi dan daya tariknya itu juga membuat pelanggan kami semakin banyak.

Jonghyun selalu memanggilku dengan panggilan ’mimi-noona’ lucu bukan? Aku sendiri senang di panggil seperti itu. Ohya, dia memanggilku noona karena aku lebih tua 2 tahun darinya. Tapi dia masih lebih muda dari Jinki. Dan sama seperti aku, Jonghyun hanya tamatan sekolah menengah atas. Dia tak melanjutkan sekolah karena tidak mampu dan memiliki ibu yang sakit-sakitan. Tapi dia mempunyai impian menjadi penyanyi terkenal dan aku harap itu dapat terwujud.

Jika dia memanggilku dengan sebutan ’noona’ untuk Jungri-onnie dia selalu dipanggil dengan sebutan ’ahjumma’. Dasar anak itu tak sopan, padahal usia Jungri-onnie dan dia hanya terpaut 5 tahun. Jungri-onnie yang tinggal bersama denganku di mess belakang toko ini selalu mengomel jika Jonghyun memanggilnya seperti itu. Padahal diam-diam Jungri-onni itu naksir dengan Jonghyun.

Aku harap suatu saat nanti mereka bisa jadian. Menurutku mereka berdua cocok, perbedaan usia bukan menjadi batasan untuk menjalin asmara. Aku dan Jinki sudah membuktikan itu.

Lalu, hari ini di awal musim panas saat aku hendak menutup toko yang selalu menjadi tugasku setiap harinya, untuk pertama kalinya setelah 6 tahun berlalu sejak dia pergi. Aku melihatnya kembali.

Aku menutup mulutku dengan kedua tangan. Masih tak percaya dengan yang ku lihat.

”Hey jelek! Begitukah caramu menyambut sepupu yang sudah tak kau temui selama 6 tahun ini?” sapanya.

Dia berubah… sangat berubah. Walau dari caranya memanggilku sama sekali tak berubah.

Sepupuku.. Kim Kibum, dia kembali. Dia terlihat sehat dan entah kenapa terlihat sangat tampan. Sudah bukan bocah cengeng lagi.

”Kibum-ah.. sungguhan itu kau?” kataku masih tak bisa mempercayai apa yang ada di depan mataku.

”Yaa.. noona. Kenapa tokonya belum ditutup? Ayo cepat.. aku sudah lapar mau makan. Jungri-ahjumma pasti ngomel klo kita telat menyusulnya ke belakang untuk makan malam…” seru Jonghyun di belakang ku.

”Jonghyun-ah… kau pergilah makan duluan dengan Jungri-onni.!” sahutku. Aku melihat Jonghyun mengernyitkan keningnya memandangku dan Kibum bergantian, tapi dia menuruti ucapanku. Dia lalu menghilang lewat jalan kecil di samping toko menuju mess yang berada di belakang.

Setelah dia pergi, aku lalu menarik tangan Kibum untuk masuk ke toko.

+++++

**Kibum POV

Cantik.. dia masih terlihat sangat cantik walaupun sudah 6 tahun berlalu. Walau kini dia sudah berusia 23 tahun, tak ada yang berubah pada dirinya. Bentuk tubuhnya masih sama persis seperti yang kulihat terakhir kali. Yang berbeda hanya potongan rambutnya. Rambutnya yang dulu panjang sebahu kini berpotongan lebih pendek lagi. Aku bisa melihat dengan jelas lehernya yang jenjang dan daun telinganya yang melebar jika sedang tegang.

”Hey, kenapa kau tak bicara? Tak suka dengan kedatanganku?” tanyaku saat dia melepaskan pergelangan tanganku dan kini memunggungi.

”Jahat…” ujarnya masih tak berbalik.

Aku lalu menarik bahunya agar dia menghadapku dan kini kulihat matanya yang berkaca-kaca. Secara tiba-tiba dia memukul dadaku. Pukulan yang lemah tapi penuh kekesalan.

”Kenapa kau tak sekalipun menghubungiku selama ini? Walaupun aku sudah bahagia dengan hidup baruku… bukan berarti aku melupakanmu. Aku memikirkanmu. Tapi kau tak pernah menghubungiku. Aku sudah menyiapkan diri jika harus mendengar kabar kematianmu. Tapi tak ada kabar sama sekali. Kau menghilang bagaikan di telan bumi…. ”

Aku membelai rambut Rumi yang sedang menangis sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan. Aku menegakkan tubuhnya agar dia memandangku. Lalu aku menariknya dalam pelukanku.

”Kau bahkan kini jauh lebih tinggi dariku. Bagaimana bisa..?” Rumi masih terisak dalam pelukanku.

”Bukankah yang lebih penting sekarang bahwa aku kini disini? Bersamamu…”

Dia berusaha melepaskan pelukanku. Tapi aku menahannya. Lucu sekali, dulu akulah yang selalu menangis dipelukannya tapi kini dia yang menangis dalam dekapanku. Kemana Rumi dulu yang pantang menagis? Apa waktu 6 tahun telah merubahnya menjadi pribadi yang lebih sentimentil?

”Kibum-ah.. kau berubah..”

”Ne.. kau juga, Rumi…”

++++++

**Rumi POV

Sekarang aku dan Kibum sedang duduk berdampingan di kursi panjang di sebuah taman yang letaknya tak jauh dari toko. Aku memandang Kibum yang duduk disamping kananku.

Dia benar-benar tumbuh menjadi namja tampan. Rambutnya di warnai kecoklatan sangat cocok dengan warna mata dan kulitnya. Dia juga lebih tinggi dariku kini. Dulu dia hanya sebahuku, kini justru terbalik. Mungkin tinggi Kibum kini sama dengan Jinki.

“Apa aku terlalu tampan hingga kau tak henti-hentinya menatapku?” tegurnya menoleh padaku.

“Sifat buruk mu ini masih tak berubah!” sahutku tertawa.

“Hah.. aku tak menyangka kau masih tinggal di tempat itu,” kata Kibum dengan suara berat. Aku terkikik mendengar suaranya yang berubah drastis. Dulu suaranya sangat cempreng. Tak menyangka bisa berubah seperti itu.

“Yaa.. apa yang kau tertawakan?!” serunya sambil menyenggolkan bahunya ke bahuku.

Aku tak menjawabnya malah balik bertanya. “Kenapa memangnya kalau aku masih tinggal disana? Memangnya aku bisa kemana?”

“ Molla…” dia mengangkat bahu, “memangnya hubunganmu dengan alis tebal jadi seperti apa setelah aku pergi?”

“Kami resmi menjadi sepasang kekasih setelah kita pulang dari Lotte world…”

“Mwo? Bagaimana bisa?” Kibum mengerutkan keningnya.

“Yaa.. jangan menginterogasi ku! Ceritakan, kenapa kau tak menghubungiku selama ini? Kalau tak mau cerita, aku pulang!” ancamku.

Dia tertawa sambil mengacak rambutku. Lalu, dia memulai ceritanya…

++++++

**Author POV

”Aku langsung di rawat di rumah sakit di hari saat aku melangkahkan kaki pertama kali di New York. Sejak hari itu juga aku menempuh proses pengobatan panjang yang melelahkan. Tapi aku tak akan menceritakan padamu rasa sakit macam apa yang harus ku rasakan saat itu. Aku mencoba menghilangkan rasa sakit dengan memikirkan setelah itu aku akan sembuh. Itu yang membuatku tak kehilangan daya juangku dan syukurlah… aku sembuh total setelah menjalani pengobatan disana selama 1 tahun….” kata Kibum sambil menggenggam tangan Rumi.

”Lalu kenapa kau tak kembali setelah itu?” tanya Rumi.

”Mana mungkin bisa, jika haraboji dan kedua orang tuaku tak ingin kembali kemari…”

”Lalu kenapa tak pernah menghubungiku?”

”Hah.. ” desah Kibum sambil memijat tengkuknya lalu menoleh pada Rumi, ”Aku selalu mengirimu surat sejak aku tiba disana. Tapi, haraboji menahannya. Ibuku bodoh sekali, padahal aku memintanya mengirimkan surat itu tapi dia selalu menyerahkan pada haraboji terlebih dulu. Aku tahu bahwa suratku tak pernah sampai padamu setelah setahun berlalu.”

”Kejam..” lirih Rumi.

”Haraboji selalu begitu,” sahut Kibum. ”Aku sangat marah saat tahu hal itu. Aku mencoba lari, kembali kemari. Tapi berhasil di cegah. Saat itu aboji berkata, bahwa aku tak akan bisa pergi jauh dari keluarga, turuti semua kehendak haraboji untuk saat ini.. setelah dewasa aku bisa bertindak sendiri. Aku terkejut saat aboji mengatakan itu. Tapi dia benar. Aku melakukan yang dia katakan. Aku selalu menuruti ucapan haraboji termasuk melanjutkan sekolahku disana.”

Rumi tercengang mendengar kisah Kibum. Tak menyangka kalau itulah yang harus dilalui Kibum selama ini.

++++++

**Kibum POV

”Aku kemaripun secara sembunyi-sembunyi. Aku bilang pada mereka akan menghabiskan liburan musim panas ke Hawai bersama teman-teman kampus dan pacarku…” kataku tertawa.

”Pacar? Kau sudah punya pacar?” tanya Rumi mengguncang tanganku. Dia terlihat senang sekali.

Aku mengangguk, ”Ne, sekarang dia sedang liburan dengan keluarganya di Eropa…”

”Dia orang apa?”

”Campuran Spanish dan China. Yaa! Kenapa malah menginterogasi tentang pacarku? Aku masih belum selesai menceritakan rintangan yang harus ku lalui hingga bisa sampai disini!” sahutku merengut.

”Itu tak penting! Karena yang terpenting adalah kau sudah sampai disini. Aku tak mau mendengar kisah kekejaman haraboji padamu! Ceritakan hal lain, sekolahmu dan pacarmu… itu yang paling ingin aku ketahui,” titahnya.

Aku kembali tertawa, ”Aku kuliah di universitas Columbia, sekarang sudah tahun ketiga, kau tahu aku mengambil jurusan apa?” Rumi menggeleng cepat lalu aku meneruskan, ”Kedokteran..”

Rumi berdecak sambil mengatupkan tangannya, ”Daebak.”

”Biasa saja. Lagipula otak ku sangat cerdas. Tidak sulit saat menempuh tes masuk,” sahutku.

”Lalu pacarmu? Teman sekampus?”

Aku menggeleng, ”Dia kuliah di Yale. Kami bertemu 3 bulan lalu saat menyaksikan pertandingan hoki es. Aku tak serius dengannya jadi jangan terlalu banyak bertanya tentangnya…”

Rumi tiba-tiba mencubit tanganku. Walau tak sakit tapi sukses membuatku kaget.

”Yaa… kau mau menjadi playboy!” serunya.

Aku lagi-lagi tertawa. Tak menyahutnya yang sedang merengut sambil berkacak pinggang. Aku membelai rambutnya dan berkata dalam hati, ’bagaimana mungkin aku bisa serius dengan gadis yang tidak ku cintai. Yang ku inginkan hanya kau, Kim Rumi.. tak pernah berubah…’

++++++

**Rumi POV

Aku segera mengalungkan lenganku pada Jinki ke esokan paginya saat melihatnya di depan mess ku. Dia memang selalu mengunjungiku setiap pagi sebelum berangkat kuliah. Hanya pada saat itu saja aku dan dia bisa bertemu.

Jinki setiap harinya selalu sibuk dengan kuliahnya, selain itu dia sejak setahun yang lalu juga mulai bekerja di sebuah perusahaan konstruksi. Kami hanya bisa bertemu di pagi hari sebelum dia melaksanakan aktifitasnya.

Waktu kebersamaan kami yang berharga itu selalu kami habiskan dengan sarapan pagi bersama. Menceritakan segala hal yang terjadi di hari sebelumnya.

”Jinki-ya… ada kabar gembira…” kataku sambil menyajikan masakan buatanku padanya saat kami sudah berada di ruang makan mess ku.

”Apa itu?” tanyanya.

”Kibum kembali…”

Jinki terlihat terkejut. Tangannya berhenti menyuapkan makanan ke mulutnya.

”Yaa… kau kenapa?” tanyaku heran.

”Ah~ tak apa. Aku hanya kaget. Anak itu sudah lama tak ada kabarnya dan tiba-tiba datang,”sahut Jinki kembali makan.

”Aku juga kaget. Tapi, dia tak mengabariku pun karena ada alasannya. Itu karena haraboji yang menghalangi…”

”Jadi kakekmu masih hidup?”

”Yeah, walau aku berharap sebaliknya…” Aku bisa melihat Jinki tersenyum tipis, lalu aku berkata, ”Jinki-ya, apa kau akan sangat sibuk akhir-akhir ini?”

Dia mengangguk, ”Wae?”

”Kau ingat, dulu sebelum Kibum pergi, kita bertiga bermain bersama di Lotte world. Aku ingin mengulanginya lagi..”

Jinki menghentikan makannya, ”Mianhae,Rumi-ya. Aku tak bisa, walau mulai minggu depan liburan musim panas dimulai tapi aku ada pekerjaan yang banyak di kantor. Kau tahu kan di saat liburan saja aku bisa meningkatkan kinerjaku. Lagipula, mungkin aku akan berada di Ulsan selama musim panas ini. Ada proyek besar disana dan aku akan ikut serta…”

Aku menunduk lemah. Sangat kesal dengan penolakan Jinki. Kesal dengan kesibukannya.

Saat aku menegakkan wajah, ku lihat Jinki kini berada di sampingku. Menggenggam erat tanganku. Menatapku cemas.

”Rumi-ya… gwenchanayo? Kau tak marah ’kan?”

Apa aku harus bilang kalau aku sangat marah dan kesal padanya? Aku sangat ingin mengatakan itu! Tapi saat melihat matanya, aku tak bisa mengatakannya.

Aku menggeleng dan menjawab lirih, ”Aniyo, aku tak marah. Aku baik-baik saja. Laksanakan saja pekerjaanmu dengan baik…”

Jinki menarik kepalaku, memberikan kecupan di kening dan berbisik, ”Aku tahu kau marah. Mianhae karena membuatmu kecewa…”

Aku melepaskan diri dan merengut, ”Sudah ku bilang aku tak apa-apa. Cepat habiskan makanmu dan pergi dari sini! Aku masih banyak pekerjaan. Aku juga sibuk..”

Jinki hanya tersenyum mendengar omelanku. Setelah itu kami menghabiskan sarapan dengan saling diam. Dia hanya berbicara saat berpamitan.

Aku lalu memandangi punggungnya yang semakin jauh saat dia pergi sambil merasakan sesak di dadaku. Aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengannya dan rasanya sedih sekali karena merasakan waktu kami bersama semakin berkurang di karenakan kesibukannya.

+++++

**Jinki POV

Aku termenung selama perjalanan ku di bus menuju kampus. Wajah Rumi memenuhi pikiranku saat ini. Aku tahu, dia sangat kesal padaku karena tak bisa meluangkan waktu lebih banyak bersamanya.

Aku sadar semenjak aku masuk kuliah, waktu kami bersama menjadi semakin berkurang. Aku terlalu sibuk dengan kegiatanku sendiri. Aku bahkan tak pernah mengajak Rumi berkencan selama ini. Kami hanya menghabiskan waktu bersama di toko. Ajaib, hubungan kami bisa berjalan selama ini dengan sedikit sekali melakukan hal yang romantis. Apakah itu yang menjadi bukti kekuatan cinta kami?

Aku tersenyum memikirkan itu.

Kemudian bis berhenti, aku masih belum sampai di halte dekat kampus. Masih harus melewati 3 halte lagi. Aku melihat beberapa penumpang naik saat ini. Diantaranya ku lihat ada sepasang kekasih yang tampaknya akan menuju kolam renang kota. Mereka duduk di kursi depanku.

Aku bisa mendengar pembicaraan mereka, dugaanku tepat mereka akan pergi ke kolam renang. Iri sekali melihat kemesraan mereka. Andaikan aku tak terlalu sibuk, aku pasti akan mengajak Rumi ke kolam renang juga, dia kan tak bisa berenang. Hehe…

Aku bisa mengajarinya disana. Atau kalau perlu aku mengajaknya sekalian ke laut. Kami tak pernah liburan berdua saja.

Jantungku berdegup kencang saat ini. Membayangkan liburan kami. Gila.. orang tuaku pasti tak akan setuju jika aku pergi liburan berdua saja dengan Rumi. Mereka sangat menjaga agar hubunganku dan Rumi tak melewati batas. Lagipula, mereka memberi restu pada kami dengan syarat aku bisa mengontrol diri.

Mereka sangat tahu kalau hormonku sedang sangat bergejolak yang akan meledak jika terpancing hal kecil saja.

Hah… inilah alasan kenapa aku memutuskan bekerja sambil kuliah. Aku menabung agar pada saat lulus kuliah nanti aku bisa langsung menikahi Rumi.

Aku harap Rumi mengerti dengan segala kesibukan yang ku jalani, itu semua kulakukan untuk dirinya.

+++++

Malamnya, aku sengaja mampir ke toko untuk menemui Rumi sepulangnya aku dari bekerja. Dari kejauhan aku melihat toko sudah di tutup. Kalau begitu aku langsung saja ke mess yang ada di belakang. Mungkin saat ini Rumi sedang menikmati makan malam bersama Jonghyun dan Jungri.

Tapi saat aku kesana, aku tak melihat Rumi. Jonghyun dan Jungri-noona hanya makan berdua sambil menonton televisi.

”Rumi dimana?” tanyaku pada mereka.

Jonghyun menyahut, “dia makan malam bersama sepupunya.”

“Anak itu sudah berubah sekali sekarang. Sangat tampan, aku sampai pangling saat melihatnya kemarin. Dulu dia hanya bocah cengeng yang lari dari rumah, ternyata sekarang berubah drastis,” Jungri-noona menimpali.

“Itu namanya pertumbuhan ahjumma. Namja memang selalu begitu jika dia berubah menjadi dewasa… haha..” sahut Jonghyun dengan mulut penuh nasi.

Aku tak tertarik dengan pembicaraan mereka. Aku langsung masuk ke kamar Rumi. Merebahkan diriku di kasurnya. Beristirahat sambil menunggunya datang.

++++++

**Author POV

“Aaa…” kata Rumi sambil menyodorkan sumpit yang berisi potongan daging pada Kibum. Kibum dengan senang menyambutnya dan malah meminta disuapi lagi.

”Kibum-ah.. kau manja sekali.”

”Sudah lama kan kita tak begini. Aku hanya ingin memanfaatkan moment ini..” sahutnya.

”Apa kau akan segera kembali ke Amerika?” tanya Rumi langsung muram.

”Kau tak ingin aku kembali kesana?!” Kibum balik bertanya karena melihat wajah muram Rumi dan yeoja itu mengangguk sambil menggigit sumpitnya. ”Haha~ Yaa jelek. Kuliahku belum beres, tentu saja aku akan kembali kesana…” lanjutnya tertawa.

”Apa kuliahmu masih lama?” tanya Rumi.

Kibum mengangguk, ”aku akan mengambil spesialis dan juga ikut ujian kelayakan disana. Aku ingin belajar dengan baik agar bisa lepas dari haraboji. Semua itu butuh waktu yang tak sebentar…”

”Tapi, kau akan sering kemari ’kan? Mengunjungiku?”

”Tentu saja,” Kibum tertawa. ”cepat habiskan makanmu, kau terlihat lelah sekali. Pasti pekerjaanmu sangat berat. Jika aku sukses nanti, aku tak akan membiarkanmu bekerja di tempat itu lagi… ”

”Baiklah.. aku harap kau cepat sukses,” sahut Rumi tersenyum bersegera menghabiskan makannya.

++++++

Rumi mengeratkan gandengannya di lengan Kibum saat mereka diperjalanan pulang. Tempat mereka makan tadi tak terlalu jauh dari toko sehingga mereka hanya berjalan kaki untuk pulang.

”Kibum-ah… aku merasa ini bagaikan mimpi. Aku selalu mencemaskan dan merindukanmu selama ini. ketika kau datang aku sangat bahagia sehingga masih tak percaya ini nyata… ”

Kibum tersenyum mendengar ucapan Rumi. Dia juga merasakan itu. masih tak percaya kalau saat-saat mereka bersama ini bukan mimpi. Dia menggenggam erat tangan Rumi seakan tak ingin lepas.

”Ini nyata.. kita sungguhan bersama sekarang…” kata Kibum menghentikan langkahnya.

Mereka saling bertatapan kini. Rumi membelai wajah Kibum, kemudian memeluknya.

”Haraboji pasti akan marah jika dia tahu kau disini, bersamaku…”

”Dia tak akan tahu…” sahut Kibum.

”Aku tak ingin berpisah denganmu lagi…” rengek Rumi.

Kibum tertawa dan melepaskan pelukan mereka, memegangi bahu Rumi dan menatap matanya, ”Jika aku pergi, itu hanya untuk sementara. Lagipula, ada si alis tebal bersamamu. Kau akan baik-baik saja…”

Rumi merengutkan bibirnya, ”Kau dan dia itu beda. Aku ingin kalian berdua bersamaku.”

”Dasar tamak..” Kibum menepuk puncak kepala Rumi. ”Dia bisa cemburu karena hubungan kita ini.”

”Tak akan!” sahut Rumi mantap. ”Kau kan sepupuku! Untuk apa dia cemburu?”

”Yah, dia memang tak harus cemburu.” kata Kibum mulai berjalan menuju mess Rumi dan yeoja itu menyusulnya sembari mengaitkan tangan mereka lagi.

++++++

**Jinki POV

Aku yang sempat tertidur di kamar Rumi, terbangun saat Jungri-noona memanggilku. Saat keluar dari kamar, aku melihat Rumi sudah pulang. Dia terlihat senang sekali tapi aku sebaliknya. Aku tak suka melihat wajah senangnya yang sedang mengalungkan lengannya pada namja yang bukan aku, yaitu Kibum.

Mungkin aku cemburu. Jelas sekali itu bukan hanya ’mungkin’ tapi aku memang sedang cemburu.

Melihat yeojaku bergandengan tangan dengan namja lain. Ini pertama kalinya aku merasa kesal seperti ini.

Yah, sebut saja aku bodoh. Cemburu pada sepupu kekasihku sendiri. Mereka itu sangat dekat dan benar-benar dekat. Aku tak seharusnya cemburu, terlebih Rumi mungkin saja melakukan itu karena melampiaskan kerinduannya pada sang sepupu yang sudah lama tak di jumpai.

Tapi.. ah, aku tak bisa tak kesal.

Harusnya Rumi sadar, mereka bukan bocah lagi. Sudah sama-sama dewasa.. kontak fisik yang seperti itu bukan hal yang baik, walau mereka itu saudara.. itupun hanya saudara sepupu yang masih bisa melangsungkan pernikahan. Tak sadarkah dia kalau itu bisa menumbuhkan perasaan lain?

Aku lalu memperhatikan Kibum dari atas kepala sampai ujung kaki. Dia sangat berubah. Benar kata Jungri-noona, dia tumbuh menjadi pria yang tampan. Aku bisa melihat style ’Amerika’ pada dirinya.

Kemudian Rumi menghampiriku, ”Jinki-ya.. kenapa memandang Kibum seperti itu? Kau kaget melihat perubahannya?”

”Yah begitulah,” sahutku.

Lalu aku melihat Kibum menjulurkan tangan padaku, yang ku sambut sehingga kami berjabatan.

”Gomawo sudah menjaga Rumi selama ini..” dia memamerkan senyumnya.

”Senang kau kembali, ” balasku.

Setelah melepaskan jabatan tangannya. Dia lalu berkata, ”Sudah larut, aku pulang dulu. Sampai jumpa..” dia mengatakan sambil mengibaskan tangannya. Rumi bergegas menyusul Kibum untuk mengantarkannya keluar.

”Dia bahkan berbicara tak formal padamu, hyung,” kata Jonghyun setelah Rumi dan Kibum tak ada.

”Dia memang seperti itu sejak dulu,” sahutku melirik Jonghyun,”Kau tak pulang ke rumahmu?”

Jonghyun menepuk jidat,”Ne.. ini juga sudah mau pulang. Annyong-hi gyeseyo.” katanya setelah itu keluar bersamaan dengan masuknya Rumi.

++++++

**Author POV

”Tak biasanya kau kemari setelah pulang kerja. Ada apa?” tanya Rumi duduk disamping Jinki setelah Jungri meninggalkan mereka berdua di ruang tengah untuk masuk ke kamarnya.

”Apa tak boleh?” sahut Jinki ketus, masih kesal karena melihat keakraban Kibum dan Rumi tadi.

”Hah.. kau kenapa sih?” seru Rumi. ”A-aku tak ingin kita bertengkar sekarang..”

”Siapa juga yang mau mengajakmu bertengkar? Rumi-ya, aku hanya mencemaskan mu. Karena tadi pagi kau terlihat kesal padaku… aku tak ingin hari ini berlalu dengan ada rasa kesal. Aku ingin bicara..”

”Kalau hanya bicara untuk menjelaskan kesibukanmu. Aku rasa itu tak perlu,” kata Rumi menunduk.

”Rumi-ya! Kau tahu kan, kalau aku bekerja itu untukmu! Untuk persiapan pernikahan kita. Agar setelah aku lulus, aku bisa langsung menikahimu… mengajakmu keluar dari tempat ini! Memberimu hidup yang lebih baik! Harusnya kau mengerti!” Jinki mulai di batas kesabarannya.

”Aku tak pernah meminta itu Jinki! Aku hanya ingin kau selalu bersamaku… ”

”Kita akan selalu bersama setelah menikah…” sahut Jinki.

”Tapi aku tak mau menikah…” isak Rumi. Rupanya dia menunduk tadi untuk menahan air matanya. ”Kau akan berubah setelah menikah nanti. Aku yakin itu. Ketika kau marah, kau akan mulai memukuliku jika aku sudah menjadi istrimu. Itu yang akan terjadi. Aku tak mau hidup seperti itu.. andwe…” lanjutnya menggelengkan kepala dengan wajah ketakutan.

”Itu tak mungkin… aku tak akan pernah melakukan itu. ” Jinki mencoba menenangkan Rumi sambil memegang bahunya. ”Rumi-ya.. jangan samakan aku dengan ayahmu. Itu tak akan terjadi dengan kita. Percayalah…”

Rumi masih menggelengkan kepalanya, tangisnya semakin deras. Jinki memeluk Rumi erat. Berupaya agar tangisan itu berhenti. Jinki sadar, Rumi masih trauma dengan yang terjadi pada orang tuanya.

”Tenanglah Rumi.. percaya padaku. Aku tak akan melakukan itu… ”

”Mianhae, Jinki-ya.. mianhae…”

”Tak ada yang perlu dimaafkan. Kau tak salah sedikitpun… tenanglah.” kata Jinki melepaskan pelukannya dan menyeka air mata Rumi.

++++++

**Jinki POV

Rumi tertidur di pangkuanku setelah lelah menangis. Aku mengangkatnya dan merebahkannya di tempat tidur kamarnya. Menyelimuti tubuhnya dan mengecup keningnya.

Rumi-ya… Kenapa aku masih belum bisa menyembuhkan luka hatimu? Padahal kau sudah mempercayakanku… menjadikanku sebagai penyemangatmu… menjadikanku sebagai penerang jalanmu… tapi kenapa sampai sekarang kau masih lemah?

Bukankah kau selalu berkata kalau aku adalah matahari bagimu? Tapi kenapa aku tak bisa menghangatkanmu?

Kenapa kau semakin lemah… semakin sering menangis. Apakah karena aku yang tak bisa melaksanakan tugasku.

Rumi-ya… kumohon. Berikan aku kesempatan untuk menyembuhkan lukamu.

Aku akan melindungimu. Tak akan melakukan hal yang pernah ayahmu lakukan pada ibumu. Percayalah…

Setelah termenung cukup lama, aku lalu mematikan lampu kamar Rumi. Meninggalkannya sendiri di kamarnya, pulang ke rumahku sambil berharap Rumi bermimpi indah malam ini dan melupakan luka batinnya di esok hari.

_To Be Continued_

56 thoughts on “LIKE THE SUN (Part 5)

  1. Anyeong…
    Kekeke..
    Aku bca part 1 mpe part ni sx gus.. Ampe mataku belo…
    O.o
    Kek.a dah mulai da masalah ni?
    Jonghyun oppa jd tukang daging?😀
    Dtunggu lnjutan.a..

  2. akhir.a keluar jg ni ff keperedaran setelah lama bersembunyi.
    aseekkk abang key udah pulang lagi, rindu setengah mampus gara” dy k amerika.
    Jiah g dpt ak bayangkan eonn gmn cemburu.a si onyu ke kibum,wkwkwkwk pasti lucu.
    Rumi ky.a troma berat gara” ortu.a ky gitu yaaa,jinki-ya semangat ak selalu mendukung mu dgn sepenuh hati.

  3. kalo ada tukang daging kayak jonghyun disini rela lah beli daging tiap hari–>tapi nanti dijual lagi kekek #otakbisnis
    ruminya masih truma harusnya ke psikiater atuh onn 6 tahun itu lama lho nahan luka dalem hati gara-gara kdrt
    6 tahun pacaran daebak untung jinkinya sibuk klo gak dah lirik2 tuh onn #dicubit
    key nakal tetep aja gthu mah mainin cewe, jangan jangan nanti ada konflik ma pacarnya key ya onn?? gak semata cemburunya jinki ma key.. #ngarang

    • yg ini rumi g pake psikiater.. klo pake psikiater ntar critax jd lain
      klo aq mah.. klo ada tukang daging kyk jjong juga bkl kyk kamu…
      g kuatttttt.. kegantengan
      yeyeye… main tebak2 az sesukamu.. nih ff g ketebak lho critanya

  4. wuah , akhirnya post .
    cepet banget skipnya eon , ampe 6th kemudian . tapi gak apa apa .
    kebayang jjong jadi tukang daging pake sleeveless trus handuk kecil di lehernya . keke
    kibum~ah , kau kembali , calon dokter ganteng :p .
    konflik udah mencuat sedikit .
    ditunggu eon lanjutannya . hwaiting , skripsinya juga .

  5. Huaaaah akhirnyaaaaaa

    Andwaeeee! Jangan bilang nanti rumi malah suka sama keybum?
    Andwae andwae andwaeeee
    Ayo, jinki, kita bejuang misahin mereka bdua *komplotan ama onyu+haraboji*
    Aih aih aih tapi aku suka banget nih
    Rumi karakternya mirip sama chaeri
    Jadi aku suka

    Wah utang ff onnie banyak ya
    Ayolah selanjutnya cepetan
    Jae~bal *part jjong di julliette*

  6. akhirnyaaaaaaa….tayang jg…
    kibum…kmdah sehat yaaa…senangnya…
    jinki ma rumi hebat dah 6tahun hbungannya…

    tambah sru tambah pnasaran
    kasian rumi msh trauma…huhuhu…

  7. Aigoo..jjong sayang malangnya dirimu,
    Genteng-ganteng jd tukang potong daging.wkwk~
    Tpi gpp sih dr pd tetem yg jadi tukang potong daging.hoho

    Yg terakhir2, romantis banget onn!
    Jadi inget mimpi td malam sama onyu,wkwk
    beneran deh, baca ff onnie itu kaya nonton drama.
    Lanjutan nya asap yoo onn,

  8. Akhirnya tayang juga…
    Ga setuju jjong ma joongri ahjumma, bedanya 5 tahun. Mending ma aye aja jjong*diseret minho*
    Kasian juga ya hubungangan jinki-rumi, masa 6 tahun kgk prnh kencan. Ortu jinki kebanyakan su’udzon sih, jd dilarang ngapa2in.

  9. kasian bgt si jjong jd tukang jagal kekeke ~
    tp okelah, kalo tukang dagingnya seganteng dia.
    apalagi tiap beli dapet bonus nyanyian dr jjong hahaha😀
    tinggal minho sm taemin yg belum muncul, kpn di munculin onn ???
    daebek onn ~ lanjuttt !!!

  10. Gyaaa~ Kibum udah sehat.. Hehe
    nggak nyangka Kibum ambil kedokteran.. Aku ke dokter seminggu sekali, lumayan.. Haha~😀
    ya ampuun.. Traumanya Rumi nggak sembuh-sembuh, padahal udah 6 tahun.. Ck.
    Kenapa FF Eonni identik dengan cinta segitiga? Kalo SHINee, Jinki-Rumi-Kibum. Hehe. Tapi aku sukaaa~ bikin gregetan. Hehe😀

    part 6 ya, Eonn! Chocolate in Love-nya juga! Hehe
    hwaiting~! Sukses skripsi & FF-nya, Eonn!😀

  11. Jeha ckep2 jd tukang daging.
    Wkwkwk
    laris deh it tko, dksh bonus nyanyian jga.
    Waw, kibum mkin ckep.
    Mw donk aq m dy #plakkk author mw jg x.
    Hahahaha
    nice epep chingu, part slnjtny cptan ea.
    Hwaiting!!!^^

  12. yeeeeeeeeeeee…akhirnya publish juga setelah 21 hari menunggu….hahahha……..keren mith….udah 6 tahun aja…itu jjong jadi tukang daging…lucu bgt…….wkwkwkkwwk……jinki sibuk bgt…hmmm tapi semua demi rumi…semoga key lebih serius sama pacarnya n jgn ganggu rumi n jinki yaaa…….katanya ada NC mit,,,mana????*plaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkk*….great job mit…kerennnnnnnnnnnnnnn……..🙂

  13. Ampun dah, jjong jadi tukang daging. Ada2 aja onn😄
    YEEY KIBUM comeback (?)
    jgnkan rumi, q aja kangen sama kibum #abaikan
    onnie lanjutannya jgn lama2 ya, penasaran nih🙂
    hwaiting onn😉

  14. kayanya yg bilang ni ff pendek w doang deh…. *dijitak mitmit*
    Yah…. Si kibum pulang… Ko w g demen yah. Alamat2 jinki terancam!!! *plak* kekeke
    Aduh… Kebayang itu msk toko, trus denger suaranya jojong. Hahay… Merdu kali…!! =P

  15. ebuset, uda 6 taun kemudian aja kekeke
    ojong terlalu ganteng jd tukang daging, ga kebayang betapa sekseh ototnya itu *mimisan*
    jinki ceritanya nafsuan gt yak? *ditabok* kerja hormonmu mengerikan jin –”
    kibum balik oh yeah oh no, ada udang di balik bakwan nih kayannya *apadeh*

    ayo lanjut kak (wlo harus nunggu lama) *nyemangatin kak mit pake pompom*

  16. DAEBAK.. Hhhh… Kangen bget ama ff ini. Smpe tgang bacanya. Smoga masalahny gk trlalu rumit, gak tega liat Nae nampyeon..(red:ONYU) U,U

  17. yaah… kok key pake dateng segala? pasti dia jadi pengganggu hubungan rumi sama onew deh… pokoknya rumu harus sama onew *maksa*

  18. kyaaaaaaaaaa
    akhirnya part 5nya keluar juga, setelah sekian lamanya kumenanti.

    Udag pada dewasa ya unnie, tapi kenapa aku malah ngebayangi key mirip karakter dr dong joo di my girlfriend is gumiho ya, *abaan*

    ya, rumi masi trauma aja,
    ah key ada bakat tu jadi playboy,
    semakin penasaran.
    Lanjutannya jangan lama-lama eonnie!

    Trus yang chocolate in love part 7 nya kok gak diposting2?
    Jangan-jangan eonnie updatenya 2 minggu sekali?

    Eh eonnie udah mulai skripsi ya?
    Sukses dan tetep semangat ya eon!
    HWAITING!!!!🙂

  19. jiah, gak bisa bayangin kalo jonghyun betulan jadi tukang daging. wkwkwk😀
    suit suit jinki cemburu nih yeeee….
    Rumi nikah aja ma Jinki aku jamin dia gak bakalan kayak ayah kamu kok… kalo dia melakukan kekerasan sama kamu, lapor ke aku aja biat aku jewer Jinkinya. hehehe😛
    ceweknya key Amber ya?
    ditunggu lanjutannya eonni^^

  20. aku senin un, tp tetep gakuat godaan like the sun.
    Huwaaaa pasti key nya keren dah!
    jinki, kasian rumi gamau nikah takut katanya!
    pengen ketawa pas baca hormon2 itu haha
    doakan aku ya eon!

  21. memang trauma itu mengerikan…
    kalo gak buru2 di sembuhin bisa gawat #plakk
    Jinkinya agak2 lola ya? hahahaha
    ayo onn lanjutkan onn, semua ff2mu yg lain juga hehehe

  22. yaaaaa !!~
    akhrnya pblish jga part 5 nya hehe

    ikh envy bnget ma rumi pnya sepupu cwok yang dket kyak gtu, kyk pcar sndiri
    mau juga … :((

  23. hwaa ceritanya makin seru aja nih. rumi enak banget dicintain sama onew dan key. di part ini menurutku emosinya terasa banget. aku suka moment waktu Jinki meluk terus ngehibur rumi. so swet banget❤
    part lanjutannya jgn lama dipublish ya eon (:

  24. baca maraton hari ini… kkkkkk

    agak mendelik pas baca jjong jadi tukang potong daging.. wakakakakakaaaa

    wah wah.. rumi g peka ya sama perasaan key -.-

    aduuuhhh onew… wakakakaka gimana ya komennya.. saya bingung.. suka lah pokoknya… hihihihihii

    ayo lanjut eon….

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s