When I call is “love” – PART 3


When I call is “love” – PART 3

Author: Yuwe

Cast: Park Kim Hae, Park JungSoo and Henry lau


STORY

Kim Hae menyetujui usulan Jungsoo untuk melakukan operasi. Seminggu setelahnya Kim Hae menjalani operasi pengangkatan kanker di otaknya itu. Dan apa yang Dokter Choi bilang tentang resiko pengangkatan kanker itu terjadi walaupun operasi itu berhasil. Seminggu setelah operasi Kim Hae diperbolehkan pulang. Dia beruntung karena dia sakit disaat libur. Jadi tidak ada yang mengetahui kalau dia menjalani operasi penyakitnya kecuali Henry.

Tapi itupun Kim Hae tidak  tau kalau Henry sempat menjenguknya. Apalagi tau kalau Henry telah diam-diam menciumya. Lalu saat Kim Hae menjalani operasi itu juga.  Tidak ada yang tau kalau dia diam-diam menunggunya. Itu semua hanya Henry yang tau.

Sedangkan Henry sendiri, mulai dari malam perjodohan itu dan sampai sekarang, dia selalu diantar kemana-mana oleh supir suruhan Appanya. Dia tidak ingin Henry dekat dengan gadis lain selain pilihannya. Seperti pada hari pertamanya masuk setelah libur panjang yang menjengkelkan baginya.

+++++

“Oppa.. Aku sudah tidak apa-apa. Kau pulang saja.“ suruh Kim Hae pada Jungsoo yang bersikeras untuk menemani Kim Hae di hari pertamanya masuk kuliah.

“Ani. Aku akan mengantarmu sampai depan kelas baru aku pulang.“

“Jungsoo Oppa? Sedang apa kau disini?“ tanya seorang yeoja yang baru saja datang.

“Ah, Kapchagi ya*! kau rupanya Min ah-ya“

Min Ah melihat Jungsoo heran. “Annyeong Kim Hae-ya!“ sapanya.

“Annyeong Minnya!“ sapanya. Dia selalu memanggil Min ah dengan sebutan `Minnya`.

Seminggu setelah keluar dari rumah sakit, Jungsoo mulai mengembalikan sedikit-sedikit ingatan Kim Hae.

Dia memberitahu tentang kedua sahabatnya Min Ah dan Henry. Kemudian dia memberitukan tentang sekolah dan hal penting lainnya pada Kim Hae. Agar dia tidak bingung saat dia masuk nanti. Jungsoo berusaha semampunya agar tidak ada yang tau keadaan Kim Hae sebenarnya.

“Kenapa tidak ke kelas? Ayo masuk! Tinggalkan saja Oppamu disini.“ Suruh Min Ah. Jungsoo mendengus kesal. Sedangkan Min Ah menjulurkan lidahnya untuk mengejeknya. Mereka memang tidak pernah akur satu sama lain. Min Ah sangat jail. Jungsoo tidak mau dongsaengnya menjadi usil seperti Min Ah.

“Sekarang sudah ada Minnya. Oppa pulang saja. Aku tidak apa-apa.“ Kata Kim Hae

“Kau memangnya kenapa Kim Hae-ya?“ tanya Min ah heran melihat Jungsoo sebegitu khawatir dengan keadaan Kim Hae. Tidak biasanya Jungsoo bersikeras ingin mengantarkan Kim Hae samapai depan kelas.

“Ani. Yasudah.. Kau masuk saja bersama dengan Min Ah. Aku akan pulang.“ Katanya. Dilirnya Min Ah, “Sudah sana kalian masuk. Jaga Kim Hae baik-baik!“ suruhnya

“Wae? Kim Hae kan sudah besar. Untuk apa aku harus menjaganya?“

“Sudah turuti saja kata-kataku!“ suruh Jungsoo galak. Kim Hae yang melihat kelakuan Oppa dan Min Ah hanya bisa senyum sendiri. Tidak menyangka kalau Oppanya kekanak-kanakan seperti ini.

“Ara, Ara! Sudah sana pulang! Kim Hae aman bersamaku. Kang Min ah!“ katanya sambil menepuk-nepuk dadanya membanggakan dirinya.

“Ne. Aku pulang!“ katanya kemudian menghadap Kim Hae, “Jangan lupa minum obatnya. Setelah selesai langsung pulang. Jangan main kemana-mana dulu.“ Pesannya pada Kim Hae.

“Ne. Arasseo.“

“Baiklah aku pulang. Annyeong!“ pamitnya. Sebenarnya dia belum sepenuhnya merelakan Kim Hae masuk ke kelas tanpa dirinya. Hanya saja Kim Hae bersikeras tidak mau ditemani dirinya. Sesekali Jungsoo menengok kearah belakang untuk melihat Kim Hae. Dia menjadi sangat-sangat protektif terhadap Kim Hae. Dia tidak ingin penyakit Kim Hae sampai kambuh lagi.

Dokter Choi memberitahukan Jungsoo kalau Operasi Kim Hae kali ini berhasil. Namun dia juga bilang kalau kanker itu bisa saja ada lagi. Karena memang sesungguhnya kanker tidak bisa sepenuhnya dihilangkan. Oleh karena itu, Jungsoo menjadi sangat overprotective pada Kim Hae.

++++++

Kim Hae dan Min Ah baru saja hendak masuk ke dalam sampai sebuah suara menghentikannya.

“Annyeong Minnie! Aigoo..“ sapaannya terhenti ketika dia melihat Kim hae ada disebelah Min Ah. “Kim Hae-ya?“ tanyanya heran.

“Annyeong Hennie“ balas Min Ah

“Annyeong Henry-ya“ sapa Kim Hae pada Henry.

“Ani. Kau?“ tanya Henry

“Ne?“ Kim Hae tidak mengerti apa yang ingin Henry maksud.

“Kenapa hari ini kau masuk?“

“Ne?“

“Ya! Neo micheosseo? Ya Kim Hae pasti masuklah! Inikan sudah waktunya kita kembali kuliah. Kau kenapa si? Aneh sekali.“ Omel Min Ah yang tidak tau apa-apa.

“Ngg? Ngg.. aku sudah tidak apa-apa. Benar kata Minnya, kan ini sudah waktunya masuk kuliah. Ya kan?“ gugupnya. Dia tidak diberitahu kalau Henry mengetahui tentangnya oleh Jungsoo. Karena memang Jungsoo pun tidak mengetahuinya.

Min Ah menatap heran Henry. “Sepertinya pagi ini banyak yang aneh.“

“Ah sudahlah. Tidak ada apa-apa kok . mungkin hanya perasaanmu saja Minnie.“ Elak Henry. Dia menatap Kim Hae. Entah apa maksud tatapannya sekarang ini.

Henry sangat mencintai Kim Hae. Dia sangat senang begitu tau Kim Hae sudah keluar dari rumah sakit dan operasinya berjalan lancar. Tapi dia sangat sedih begitu mengetahui kalau ingatannya hilang karena operasi itu.

Selama ini Appanya mengijinkannya keluar rumah dan menjenguk Kim Hae asal dia mau menerima perjodohan itu. Dan dengan terpaksa dia menerima perjodohan itu.

“Ayo kita ke kelas! Sebentar lagi masuk.“ Ajak Henry. Baru beberapa langkah, ada seseorang yang memnggil Henry.

“Henry Gege!“ panggil seorang yeoja cantik yang baru saja datang menghapiri mereka.

“Whitney? Sedang apa disini?“ tanya Henry pada Whitney dongsaengnya.

Whitney merupakan dongsaeng satu-satunya Henry. Dia masih duduk di bangku sekolah tingkat 3. Dia sangat cantik dan ceria. Dan dia sangat dekat dengan kedua teman Oppanya itu. Memang Henry dan Whitney bukan warga negara Korea asli namun keluarganya sudah pindah ke Korea sejak Henry kecil. Hubungan Henry dan Whitney sangat dekat karena Henry sangat menyayangi dongsaengnya itu. Kadang Henry menjemputnya sepulang sekolah.

“Aku kesini … Annyeong Min Ah Eonni, Kim Hae Eonni!“ sapanya. Dia sangat mirip dengan   Henry. Matanya yang sipit selalu membentuk senyuman saat dia tertawa dan itu membuatnya menjadi sangat cantik.

“Annyeong Whitney.“ Sapa Min Ah.

“Annyeong.“ Kim Hae tidak mengingat Whitney sama sekali. Dan Jungsoo juga lupa memberitahu tentang Whitney padanya.

“Jadi kau kesini untuk?“ tanya Henry

“Ngg.. aku kesini untuk  mengantar Xiaoxin Eonni .“ beritahunya “Habis tadi Gege sudah berangkat. Jadi aku yang disuruh Appa mengantarrnya kemari.“ Jelasnya. Min Ah dan Kim Hae berpandangan satu sama lain.

“Xiaoxin? Mau apa dia kesini?“ tanya Henry bingung.

“Xiaoxin? Siapa dia?“ tanya Min Ah.

“Dia tunang..“ Henry membekap mulut Whitney sebelum Whitney memberitahu semuanya pada Min ah dan Kim Hae. “Maksudnya, Xiaoxin anaknya teman Appaku. Iyakan Whitney?“ Henry menyuruh Whitney mengiyakan kata-katanya.

“Eh-ehm..“ Whitney mengiyakan.

“Ngg.. Sepertinya tanganmu membekap Whitney terlalu keras dan ia sepertinya kehabisan nafas.“ Beritahu Kim Hae yang melihat Whitney sudah hampir kehabisan nafasnya. Henry buru-buru melepaskan tangannya dari mulut dongsaengnya itu.

“Hah hah hah.. go-hah-mahwohyoh Kimh Hah-heh Eonnih.“ Katanya ngos-ngosan. Kemudian dia melirik tajam Henry ,“Gege ingin membunuhku?! Aku hampir saja mati kehabisan nafas tau!“ sewotnya.

“Mian. Aku lupa.“ Akunya sambil cengar-cengir.

“Mwo?!“

“Mianhae.. hehe“

“Sirho!“ katanya lalu pergi ke arah mobilnya.

“Whitney! Tunggu!“ cegahnya seraya berlari mengejar dongsaengnya itu.

Whitney terlihat sangat kesal karena kejadian tadi. Dan sepertinya Henry sedang membujukn ya agar tidak marah lagi padanya. Lalu ada seorang yeoja cantik yang keluar dari dalam mobil yang Whiney naiki tadi. Seorang Yeoja berambut panjang dan sedikit ikal dibawahnya. Sangat cantik. Dan sepertinya Henry menjadi aneh setelah yeoja itu keluar.

“Dia siapa Minnya?“ tanya Kim Hae yang di jawab dengan angkatan bahu dari Min ah.

“Mungkin dia itu yang bernama Xiaoxin.“

“Cantiknya…“

“Ne. Sepertinya kau punya saingan.“ Ucap Min Ah tanpa sadar.

“Ne?“

“Ah? Aku tadi bilang apa?“

“Kau bilang aku punya saingan? Maksudmu?“ introgasinya.

“Ah, itu. Bukannya kau menyukai Henry? Kau waktu itu pernah bilang padaku kalau kau menyukainya. Masa kau lupa? Kau sudah tidak menyukai Henry lagi?“

“Ne? Ah, ngg.. aku.. aku biasa. Hehe“ Kim Hae menjadi salah tingkah karena omongan Min ah tadi. Jungsoo tidak memberitahunya kalau dia menyukai Henry. Jungsoo hanya bilang kalau dia berteman baik dengannya. Karena Jungsoo memang tidak tau-menau masalah itu. Kim Hae tidak pernah menceritakan masalah seperti itu dengan Oppanya. Dia mengungkapkan persaannya dengan menulis sebuah diary yang dia simpan didalam kotak kenangan bersama Eommanya.

“Ooh baguslah. Jadinya kan kau tidak akan sakit hati melihat Henry dengan yeoja itu. Hehe“

“Ayo masuk!“ ajak Kim Hae.

++++++

Selama perjalanan kekelas, Kim Hae memikirkan ucapan Min Ah tadi. “Apa benar aku menyukai Henry? Jungsoo Oppa tidak mengatakan masalah itu padaku.“ Batinnya.

Karena kuliah baru saja mulai, dia bebas memilih untuk duduk dimana saja. Namun karena sebagian kursi telah terisi, dan hanya ada 3 kursi yang masih kosong, Dia dan Min ah memilih untuk duduk di barisan dekat jendela bagian ketiga dari belakang.

“Yah, kita duduk di belakang.“ Sesal Kim Hae seraya mengeluarkan buku sketsanya .

“Nasib kita sungguh malang. Aku yakin, aku pasti akan sering ketiduran di saat jam pelajaran. Anginnya sejuk sekali Kim Hae-ya..“ katanya sambil memejamkan matanya.

“Pasti begitu Minnya..“ katanya mengikuti Min Ah memejamkan matanya dan merasakan angin yang berhembus.

“Ya! Kalian sedang apa?“ tanya Henry yang mengejutkan Kim Hae. Sedangkan Min ah entah sejak kapan dia sudah tertidur pulas di mejanya.

Kapchagiya! Kau sedang apa disini? Bukannya kau harus menemani Xiaoxin?“

“Ngg.. aku ingin mengenalkannya pada kalian. Tapi..“ dia memandang Min ah yang sedang tertidur. “Kau bisa keluar?“

“Ne. Jamkanman.“ Kim Hae beranjak dari Kursinya dan keluar untuk menemui Henry dan Xiaoxin.

“Yo!“ sapanya saat melihat Kim Hae.

“Waeyo?“ tanya Kim Hae.

“Ini Chao Xiaoxin. Dia ngg.. dia temanku.“ Katanya memperkenalkan Xioaxin, “Xiaoxin, ini Park Kim Hae. Dia sahabatku.“ Sambungnya gantian memperkenalkan Kim Hae

“Annyeong. Kim Hae yeyo. Bangawoyo.“ Kata Kim Hae ramah walaupun sekarang hatinya agak sedikit aneh.

“Annyeonghaseyo. Chao Xiaoxin imnida. Mannabangapseumnida.“ Balas Xiaoxin Formal.

Semakin dekat Xiaoxin terlihat makin cantik. Malah sangat cantik. Matanya yang bulat telihat sempurna. Rambutnya yang panjang dan ikal tetata rapi di tempatnya. Dan dia sangat anggun. Seperti putri raja.

“Aku tidak mungkin bersaing dengannya. Dia terlalu sempurna untuk menjadi sainganku. Lagipula, kasihan Henry jika aku bersamanya. Dia pasti akan kesusahan merawatku. Rambutku saja harus di potong sependek ini gara-gara penyakitku. Jika Henry sampai menjadi pacarku, mungkin hanya sehari bisa bertahan, salanjutnya mungkin malah dia akan menjauhiku. Bertemanpun mungkin dia tidak mau. Hmfht.. sudahlah Kim Hae, buang jauh-jauh impianmu itu.“ Batin Kim Hae .

“Xiaoxin akan mengambil kelas biola bersamaku.“ Beritahu Henry yang membuat hati Kim Hae mencelos.

“Ah, Keurokuna.. baiklah, aku harus kembali ke kelas. Sebentar lagi kelas di mulai. Annyeong.“ Pamit Kim Hae. Lantas langsung masuk ke dalam kelas dan duduk ditempatnya yang tadi.

“This is your fate.“ Lirihnya. Dia rebahkan kepalanya ke meja seperti yang Min ah lakukan. “Minnya.. aku memang seharusnya tidak mencintai Henry.“ Gumamnya pada Min ah yang sedang tidur pulas di sampingnya.

To be continue……

10 thoughts on “When I call is “love” – PART 3

  1. Ya Allah.. Sediiih~ Kimhae hwaiting~! Jangan putus asa, yaa? Henry juga suka, kok.. Hiks.
    Semoga penyakitnya Kimhae nggak kambuh-kambuh lagi, deh..
    Part 4, Eonn~! Aku penasaraaaan~

  2. jangan2 kim hae lupa lagi naroh diarynya dimana… padahal dari diary itu, smuanya bakal jelas kan.. tapi kasihan juga klu dia tahu dia benar2 suka ma henry, bakal perang batin terus tiap hari liat henry ma xiaoxin… sabar y, kim hae ya..😀

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s