Chocolate In Love (Chap-8)


Chocolate In Love (Chap-8)

Author: OnmitHee

Cast: Cho Kyuhyun, Park Chaeri

Other Cast: SJ member, Yu NanHee, SHINee, Cho Ahra.

Legth: Sequel.

Genre: Romance, Family

Rated: PG 15+

STORY

Nanhee membuka pintu kamarnya dengan kasar. Kemudian dia menghempaskan tubuhnya ketempat tidur. Menangis.

”Mereka sungguhan pacaran. Itu bukan rekayasa perusahaan. Andwe.. andwe…” isaknya.

Dia sama sekali tak menyangka, niat awalnya pagi ini untuk melihat pemandangan matahari terbit di pantai, tapi dia malah melihat pemandangan lain. Dia melihat Cho Kyuhyun, idolanya sekaligus pria idamannya sedang mencium bibinya, Park Chaeri.

Nanhee tahu, kalau selama satu bulan ini mereka berdua memang diberitakan sedang berkencan. Tapi berita kencan itu diyakini Nanhee hanyalah rekayasa. Seperti kisah cinta ’Jonghyun-SeKyung’ yang hanya digembar-gemborkan oleh management mereka tanpa diakui oleh pihak yang bersangkutan langsung.

Nanhee menggelengkan kepalanya. Masih berharap bahwa hubungan ’Kyuhyun-Chaeri’ itu palsu. Tapi kenyataannya?! Nanhee mencoba melupakan adegan tadi. Walau tetap tak bisa.

”Oppa… kenapa kau harus pacaran dengan bibiku? Kenapa aku harus mengenal orang yang menjadi kekasihmu?! Ini sakit sekali oppa…” kata Nanhee disela isakannya sambil menatap wajah Kyuhyun yang menjadi wallpaper ponselnya.

++++++

Kyuhyun memandang matahari terbit disamping Chaeri dengan menahan rasa pedih. Pernyataan cintanya pada yeoja itu ditolak. Walau ini bukan untuk pertama kali perasaannya ditolak seorang yeoja, dia juga pernah ditolak oleh cinta pertamanya dulu tapi tetap saja penolakan kali ini membuatnya kesal dan sedih. Seakan perasaan sakit itu kini terulang kembali.

Pemandangan indah saat matahari muncul yang seakan baru terbangun dari tidurnya di ujung lautan sana membawa warna jingga dilangit tak membuat perasaan Kyuhyun nyaman. Dia lalu semakin mundur, menjauh dari Chaeri yang masih terpesona dengan pemandangan menakjubkan itu.

Dia mendudukan dirinya di ayunan tadi. Tempat dia dan Chaeri semula berciuman. Memandangi punggung Chaeri.

‘Chingu?’ Kyuhyun mempertanyaan kata itu dalam hatinya. ’Apa aku bisa menjadi teman yang baik sementara aku menginginkanmu menjadi milik ku?’

”Aish,” Kyuhyun merutuk pelan, ’seharusnya aku tak terlalu cepat menyatakan perasaanku.’ Dia masih bergulat dengan batinnya.

Sementara itu terdengar suara langkah kaki di belakang mereka. Chaeri menoleh untuk melihat siapa gerangan pemilik langkah itu.

”Yaa, Kyu! Kau tak bersiap-siap? Ini kan hari minggu, walau sedang liburan kegiatan rutin tetap harus jalan,” seru Siwon mendekati Kyuhyun yang masih terpaku di ayunan.

”Ne, hyung,” sahut Kyuhyun. Dia lalu bangkit dari ayunannya. Dia memandang Chaeri dan saat itu mata mereka bertemu. Rasa bagai tersengat listrik muncul saat itu. Cepat-cepat Kyuhyun menundukkan wajahnya.

”Aku pergi dulu, Chaeri-sshi.” Pamit Kyuhyun lalu dia berjalan beriringan dengan Siwon menuju villa mereka.

“Kau lesu sekali, kenapa?” kata Siwon menepuk punggung Kyuhyun. ”Semua member melihatnya lho, kau menciumnya tadi.. hehe.”

Kyuhyun menghentikan langkahnya. Matanya terbelalak. “Mwo?! Bagaimana bisa?!”

“Bisa dong, kami semua melihat adegan tadi lewat jendela ruang makan, termasuk adegan saat kau ditampar. Semuanya terlihat jelas… hoho…” Siwon mengatakan sambil menunjuk villa mereka. ”Kau terlalu kasar saat menciumnya tadi, makanya wajar saja dia menamparmu. Lain kali mainnya harus lebih halus, hargai dia…” Siwon sok ngasih nasehat.

Kyuhyun menghentakkan kakinya kesal saat dia melihat member Sj yang lain sedang melambai ke arahnya lewat jendela ruang makan yang di tunjuk Siwon. Dia juga bisa mendengar suara siulan menggoda Leeteuk dan Donghae.

“Tadi, aku mengganggu ya? Makanya kau jadi kesal begini? Tapi ini sudah pukul 7. kita harus ke gereja sekarang. Jaraknya kan cukup jauh dari sini…” Siwon kembali bicara, dia berusaha menyusul Kyuhyun yang sudah berjalan di depannya.

”Jadi, sekarang kalian sudah sungguhan jadian? Kau harus melapor ke perusahaan jika kalian sungguhan pacaran, agar perusahaan tak perlu repot-repot mengeluarkan uang lagi untuk membayar Chaeri.” Siwon masih berkomentar.

”Kami tak pacaran. Lebih tepatnya, belum…” Kyuhyun mulai menyahut dengan sedikit gugup.

”Yaa! Kyu, jadi dia menolakmu?!”

Kyuhyun merasa tertusuk dengan perkataan Siwon barusan.

”Aniyo. Mana mungkin dia menolakku. Haha, aku tidak ditolak hyung. Tadi, aku hanya terlalu terburu-buru menyatakan perasaanku, makanya dia kaget!”

Siwon menggelengkan kepalanya. Lalu tersenyum. Dia berjalan mendahului Kyuhyun kini.

”Yaa.. hyung! dengar penjelasanku. A-aku sama sekali tak ditolak,” seru Kyuhyun lagi. Wajahnya sudah merah padam menahan malu.

Kyuhyun tak bisa membayangkan nasibnya jika member SJ tahu kalau Chaeri menolaknya. Bisa habis nasib Kyuhyun jadi bahan ejekan member SJ, jika mereka tahu kalau dia baru ditolak seorang gadis.

+++++

Sepulangnya Kyuhyun bersama beberapa member SJ dari acara kebaktian, mereka terkejut melihat ada sebuah Van yang sangat mereka kenali terparkir di depan Villa yang mereka sewa. Mereka buru-buru masuk ke dalam villa untuk memastikan siapa yang datang.

Leeteuk, Siwon, Sungmin, Eunhyuk,Donghae, Ryeowook dan Kyuhyun hanya bisa meregangkang bahu lemas melihat lima orang hoobae mereka sedang duduk anteng di sofa ruang tamu ditemani dengan Shindong, Heechul danYesung. Kibum dan Henry sendiri tak terlihat. Mungkin masih belum bangun. Maklum mereka berdua memang baru datang semalam.

Tapi yang membuat Kyuhyun dan member SJ yang baru pulang dari kebaktian itu heran adalah ’ngapain anak-anak SHINee di villa mereka?’

”Yaa! Ngapain kalian disini?!” teriak Leeteuk mewakili rasa penasaran Kyuhyun dan member yang lain.

”Liburan dong hyung. Emang Super Junior doang yang diijinin liburan. SHINee juga dong,” sahut Jonghyun sambil baring-baring di sofa yang paling besar.

”Yoi hyung, kita juga pingin nyantai. Soo.. kita kemari.. hohoho, lumayan dapat penginapan gratis dimari…” sahut Onew memamerkan gigi kelincinya.

Kyuhyun menarik tangan Donghae yang semula berdiri disamping Leeteuk, mengajak menjauh dari Leeteuk yang sepertinya akan mengamuk.

”PERGI KALIAN DARI VILLA INI SEKARANG JUGA!” jerit Leeteuk geram. Susah payah dia memasukan proposal ke perusahaan biar dana buat nyewa Villa ditanggung perusahaan, eh malah anak-anak SHINee ikutan nimbrung.

”Gile ye.. kalian ini pelit or medit. Masa numpang nginep di villa kami! Woyy sewa hotel woyy..” Sungmin tak mau kalah sama Leeteuk mengusir anak-anak SHINee.

”Yaa.. hyung! KAMI TAK AKAN MENINGGALKAN VILLA INI! Yang nyuruh kami kemari kan perusahaan!” tegas Minho.

”Bener hyung, please jangan usir kami. Kami juga mau liburan, seneng-seneng kayak kalian. Ayolah hyung, jebal. Terimalah kami disini,” kata Taemin meringsut di kaki Leeteuk. (sumpah.. nih adegan makin gaje n lebay =.=’)

Tiba-tiba, hati member SJ yang semula dingin dan kekeuh ingin mengusir member SHINee jadi luluh, mencair ketika melihat aegyeo Taemin.

Dengan berat hati, Leeteuk mengangguk.

”Tapi ada syaratnya,” kata Leeteuk.

”Apa?!” sahut kelima member SHINee serentak.

”Kalian yang masak dan bersih-bersih. Selain itu kalian cuman boleh tidur di ruang tamu. Arrasseo.”

”Okey, gak masalah. Biar Key yang ngerjain semuanya,” sahut Jonghyun girang.

”Yaa! Yeobo?!” pekik Key sambil nendang Jonghyun.

”Tenang, kita bakal ngerjainnya bareng kok,” sahut Onew menenangkan membernya.

++++++

”Hyung.. hyung. Kami mau ke pusat kota. Mau ikut gak?” ajak Jonghyun pada Kyuhyun saat Kyuhyun sedang memandangi Chaeri lewat jendela ruang makan. Memang benar kata Siwon tadi, dari jendela ini bisa melihat dengan jelas pemandangan tempat Kyuhyun dan Chaeri tadi berciuman.

Jonghyun lalu mengikuti arah pandangan mata Kyuhyun. Dia melihat seorang yeoja sedang berbaring di ayunan tali. Seperti sedang membaca buku sambil menikmati hembusan angin pantai. Terlihat tenang dan nyaman sekali.

”Siapa yeoja yang kau pandangi dari tadi itu, hyung?” tanya Jonghyun.

”Park Chaeri,” sahut Kyuhyun.

”Oh.. yeoja yang disuruh perusahaan menjadi kekasihmu ya?” Jonghyun manggut-manggut.

”Ne…” Kyuhyun menjawab pendek.

”Kok dia bisa ada di Villa sebelah sih?”

”Itu Villa kakaknya,” sahut Kyuhyun.

”Kok Hyung mandangin dia terus sih?”

Kyuhyun mendesah. Dia lalu menatap tajam Jonghyun yang daritadi banyak nanya. ”Emang gak boleh?”

Jonghyun menutup mulutnya mencoba menahan tawa.

”Aigoo~ lagi jatuh cinta nih ye…” godanya menyikut lengan Kyuhyun. ”Aku senang hyung sudah bisa menemukan cinta baru setelah kepergian Chae Kyeong-noona,” lanjutnya.

”Jonghyun-ah,” kata Kyuhyun kembali gelisah. ”Apa aku terlalu cepat mengisi hatiku lagi?”

Jonghyun menggeleng, ”Kurasa bukan masalah. Chae Kyeong-noona pasti senang jika tahu hyung sudah bisa menemukan cinta baru.”

Kyuhyun tersenyum. Mungkin yang diucapkan Jonghyun benar. Jonghyun sangat mengenal Chae Kyeong. Walau awalnya Kyuhyun-lah yang mengenalkan mereka. Chae Kyeong sangat mengidolakan Jonghyun, sangat menyukai suaranya. Sejak mereka saling kenal, mereka menjalin persahabatan. Selain member SJ, Victoria dan Changmin, hanya Jonghyun saja yang mengetahui tentang kisah cinta Kyuhyun dan Chae Kyeong.

”So, hyung mau ikut kami gak? Heechul-hyung juga ikut kok?!” tanya Jonghyun lagi.

”Ehm, boleh ngajak Chaeri?”

Jonghyun membulatkan mulutnya dan tertawa. ”Oke, ajak dia.”

++++++

Kyuhyun tak pernah melepaskan pegangan tangannya pada Chaeri selama perjalanan mereka ke pusat kota Busan. Mereka berkeliling pertokoan bersama dengan semua member SHINee, Heechul dan Sungmin. Sementara member SJ yang lain tak ikut karena mereka lebih ingin bermain di pantai di belakang Villa mereka.

Mereka memasuki satu demi satu toko dengan hanya melihat-lihat. Tak membeli apa-apa. Sementara di jalanan mereka bertemu dengan banyak fans, walau fans mereka sangat baik dengan tidak mengganggu acara jalan-jalan itu, tapi tetap saja Chaeri merasa malu karena Kyuhyun sama sekali tak membiarkan dia jauh darinya.

”Bosen gak ada yang menarik,” gerutu Key kemudian, dia terlihat lelah karena keluar masuk toko.

”Kita pulang yuk..” kata Minho.

”Tapi, aku mau ke toko binatang peliharaan,” kata Taemin sambil menunjuk Pet Shop yang ada di ujung gang komplek pertokoan itu.

”Oke, kita kesana. Habis itu pulang!” kata Jonghyun dan Heechul. Lumayan mereka bisa beli oleh-oleh buat binatang peliharaan yang mereka tinggal di dorm.

Mereka lalu mengikuti Taemin yang sudah berlari duluan ke toko yang dia maksud.

”Kau mau beli apa Taemin-gun?” tanya Kyuhyun melihat Taemin yang sangat antusias ketika memasuki toko.

”Hm.. belum tahu sih hyung,” sahut anak itu.

Jonghyun dan Heechul sendiri sudah menemukan barang yang mereka cari. Makanan buat peliharaan mereka. Jonghyun membeli beberapa bungkus makanan anjing, untuk anjingnya Roo. Sementara Heechul membeli sekardus makanan kucing untuk Heebum dan Bangshin yang menunggunya di Seoul.

Sementara itu Onew dan Key cuman bisa berguman dalam hati, ”Mereka kan bisa beli itu di Seoul.” sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka.

Sungmin sendiri cuman bisa gigit jari melihat banyaknya binatang lucu di Pet Shop itu. Dari landak mini, kucing, kelinci dan makhluk menggemaskan lainnya. Dia jadi ingat Hyaku dan anak-anak kucing yang dulu pernah dipeliharanya.

”Kyaa.. kyeopta..” pekik Chaeri ketika melihat seekor kelinci kecil berwarna hitam.

”Kau suka?” tanya Kyuhyun yang dijawab Chaeri dengan anggukan cepat.

”Ingin memeliharanya?” kali ini Heechul yang bertanya.

”Wah, kelinci. Mirip aku dong!” Onew nimbrung sambil ketawa ketiwi.

”Ne.. mirip kamu. Makanya aku suka dan ingin memeliharanya,” sahut Chaeri yang sukses bikin Kyuhyun terbakar api cemburu.

Kyuhyun menatap tajam pada Onew, membuat leader SHINee itu ketakutan dan memberi isyarat dengan tangan untuk meresleting mulutnya.

“Yaa… untuk apa memelihara kelinci,” ketus Kyuhyun yang masih emosi karena ucapan Chaeri tadi.

”Kalau kau suka, aku akan membelikannya untukmu,” kata Heechul.

”Oppa, gomapsumnida…” Chaeri membungkukkan tubuhnya pada Heechul.

”Andwe, Hyung! Aku yang akan membelikan kelinci itu!” seru Kyuhyun.

Heechul dan Sungmin cuman bisa terkikik geli melihat dongsaeng mereka yang sukses dibikin cemburu menguras dompet.

Chaeri menatap Kyuhyun dengan pandangan bingung.

”Yaa… aku akan membelikan kelinci itu untukmu. Kau sungguhan ingin memeliharanya kan?” seru Kyuhyun pada Chaeri.

”Ah… ne. kamsahamnida.” jawab Chaeri senang.

+++++

“Er.. kau akan memberi nama kelinci ini apa?” tanya Kyuhyun.

Mereka kini sudah kembali ke Villa. Dia sedang duduk berdua di teras Villa keluarga Chaeri. Menemani Chaeri bermain-main dengan kelincinya.

”Hm..” Chaeri berpikir. ”Bagimana kalau ’Newton’. Kyaa.. Kyeopta..” serunya.

Kyuhyun mencibir, ”Yaa.. kau namai kelinci dengan nama aneh seperti itu?”

”Babo!” seru Chaeri menunjuk Kyuhyun. ”Nama itu aku ambil dari nama ’Alexander Pope Isaac Newton’ penemu rumus teori gravitasi. Itu nama yang keren. Bukannya aneh!”

”Yaa! Lalu kenapa kau namai kelinci dengan nama ilmuwan begitu!” Kyuhyun masih mencela.

”Karena saat melihatnya pertama kali, hatiku langsung tertarik. Seperti gaya gravitasi ’kan?”

”Mending namai dia ’magneto’,” Kyuhyun masih mencibir.

Setelah itu mereka terdiam cukup lama. Kyuhyun senang melihat Chaeri yang gembira karena mendapat teman baru.

”Chaeri-sshi, mungkin setelah besok. Kita akan sulit untuk bertemu,” kata Kyuhyun pelan.

”Hah, itu bagus,” sahut Chaeri.

”Kau harus selalu mengangkat telponku jika aku menghubungimu,” Kyuhyun tak peduli dengan jawaban Chaeri tadi.

”Yeah, akan aku usahakan…”

Kyuhyun menghela nafas mendengar Chaeri yang masih dingin padanya. Mungkin cukup berat untuknya bisa menjalin kasih dengan yeoja itu.

”Er… biar kau sangat sibuk. Kau harus tetap jaga kesehatanmu,” kata Chaeri kemudian. Dia mengatakannya sambil menunduk, tapi Kyuhyun dapat menangkap wajah Chaeri yang bersemu merah karena mengatakan itu.

Walau tadi dia sempat ragu dengan hubungannya dan Chaeri kedepannya. Tapi ketika mendengar ucapan Chaeri barusan. Kyuhyun kembali berpikiran positif.

Dia yakin suatu saat nanti, Chaeri akan menjadi miliknya.

+++++

Untuk kedua kalinya, Chaeri mendapatkan pembayaran dari SM atas hubungan pura-puranya dengan Kyuhyun yang entah kapan berakhirnya. Dia berkali-kali menghela nafas ketika duduk di sebuah halte setelah dia mengecek uangnya di bank.

Chaeri menatap langit musim gugur. Daun ginko yang layu banyak berjatuhan dan berterbangan kesana-kemari karena terbawa tiupan angin musim gugur yang kencang. Tak terasa sudah 2 bulan berlalu sejak dia menjalin hubungan palsu dengan Kyuhyun. Dan tak terasa juga, sudah 3 minggu berlalu sejak dia terakhir bertemu dengan Kyuhyun, saat mereka di Busan.

Ucapan Kyuhyun benar, mereka memang jadi tak pernah bertemu lagi sejak hari itu.

Walau Chaeri merasa tak masalah tapi ada sedikit kehilangan di hatinya. Entah kenapa, sejak hari dimana Kyuhyun menyatakan cinta padanya, Chaeri jadi selalu memikirkan namja itu.

Dia bahkan sering berbicara sendiri pada Newton, jika sehari saja Kyuhyun tak menelponnya.

Chaeri menggelengkan kepala menyadari sikap anehnya.

”Andwe.. aku tak boleh terlalu memikirkannya…” bisik Chaeri pada dirinya sendiri.

Tapi kemudian dia terus melamun. Masih memikirkan Kyuhyun. Bertanya-tanya dalam hati tentang apa yang sedang namja itu lakukan…

Lamunannya sirna saat mendengar suara mobil direm dan berhenti di depannya.

Dari mobil sedan hitam buatan Hyundai itu, keluarlah seorang yeoja anggun dengan rambut ikal sebahu. Chaeri tersenyum ketika mengenali siapa yeoja itu.

+++++

Chaeri menyesap dengan perlahan capuccino pesanannya. Sementara Cho Ahra yang duduk di hadapannya masih melipat tangan dan memandanginya dengan wajah serius. Hal itu membuat Chaeri sedikit gugup.

Cho Ahra, kakak perempuan Kyuhyun yang dulu pernah ditemuinya saat Kyuhyun mengajak Chaeri ke rumah keluarganya. Tadi, kebetulan mereka bertemu saat Ahra yang baru pulang dari latihan untuk resital melihat Chaeri sedang duduk di halte bis.

Mereka kini sedang berada di sebuah coffe shop di Hongdae, tak terlalu jauh dari rumah Chaeri.

“Yaa.. hubunganmu dan Kyuhyun baik-baik saja ‘kan? Aku melihat banyak foto-foto kalian yang sedang berlibur di Busan menyebar di internet. Kalian jelas masih pacaran. Tapi, kau sama sekali lupa mengajak orang tuamu untuk bertemu dengan orang tua kami.” Seru Ahra.

“Onnie.. jwesong hamnida. Tapi ibuku sangat sibuk jadi belum bisa menyempatkan waktu,” Chaeri berbohong karena dia sama sekali tak pernah menceritakan pada ibunya kalau keluarga Cho sangat ingin bertemu dengan keluarganya.

“Kuraeyo?!” Ahra terlihat tak percaya.

Chaeri lalu menjelaskan pada Ahra tentang ibunya yang seorang dokter umum di sebuah rumah sakit dan bahwa dia hanya memiliki orang tua tunggal. Dia cukup malu pada keluarga Cho tentang kondisinya itu.

“Orang tuaku, tak akan mempersalahkan tentang itu. Mereka justru akan bangga karena akan memiliki calon besan yang tangguh seperti ibumu,” kata Ahra.

Chaeri tersedak mendengar ucapan Ahra. Dia tak menyangka kalau keluarga Cho sangat ingin bermenantukan seseorang seperti dirinya.

”Saat liburan Cheoseok kemarin. Kami sangat kesal karena kau tak datang ke rumah kami…” ujar Ahra lagi. Wajahnya merengut.

”Oh.. saat itu aku ke Daegu. Keluargaku biasa menghabiskan Cheoseok disana, di rumah nenek,” jelas Chaeri.

Ahra mengangguk paham kemudian dia bertanya lagi, ”lalu, apa kau sudah bekerja lagi?”

Chaeri menggeleng lemah. Ahra lalu membuka tasnya. Dia terlihat sedang mencari-cari sesuatu di dalam sana, dan setelah ketemu dia menyerakan sebuah kartu nama pada Chaeri.

”Onnie.. ini..” Chaeri menerima kartu nama itu.

”Kartu nama rekanku saat di universitas. Dia baru saja di angkat menjadi manager di lembaga pendidikan itu,” Ahra mengatakan sambil menunjuk tulisan di kartu nama itu, ”cobalah melamar pekerjaan disana.”

”Ah, ne.” sahut Chaeri riang. ”Onnie, kamsahamnida….”

+++++

Ahra mengantarkan Chaeri sampai ke depan rumahnya, setelah itu pamit karena masih ada urusan. Saat Chaeri masuk ke dalam rumahnya, keadaan masih sepi. Jelas saja, Jungmin, adiknya masih di sekolah sementara ibunya pasti masih bekerja.

Chaeri lalu masuk ke kamarnya. Dia menemukan Newton sedang tertidur di dalam kandang yang terletak di samping ranjang Chaeri.

Chaeri lalu mengeluarkan Newton dari kandangnya. Newton terlihat menggeliat, lalu terbangun. Telinganya yang panjang langsung tegak berdiri ketika melihat Chaeri.

”Annyeong, Newton…” Chaeri mencium kelincinya itu. ”… baru meninggalkanmu sebentar saja, eomma sudah sangat kangen.”

Newton menggerjap-kerjapkan matanya yang bulat.

”Ah~ Kyeopta..” seru Chaeri lagi gemas dengan kelinci kecilnya itu.

”Hm.. Newton kangen sama appa gak?” tanya Chaeri. ”Entah kenapa eomma sangat kangen sama dia. Aneh ya?” katanya sambil teringat wajah Kyuhyun.

Chaeri buru-buru meletakkan Nweton di kasurnya. Dia lalu memegangi pipinya.

”Ah.. andwe… kenapa aku menyebut Kyuhyun itu appa dan aku yang menjadi eomma. Ah.. andwe.”

Chaeri lalu memandang Newton yang sedang menggigit-gigit seprainya.

”Ah~ tampaknya aku jadi makin gila sejak aku memeliharamu. Hah…” desahnya. ”Jadi suka berbicara sendiri… aku bicara macam-macam sama kamu padahal juga kamu gak bakalan ngerti.” Chaeri kemudian mengambil Newton lagi. ”Tapi.. Newton-ah, aku sangat menyayangimu,” dia mengecup kepala Newton dan tersenyum.

Dia lalu bermain-main dengan Newton. Sampai terdengar panggilan dari ponselnya.

”Omo.. dari Jaemin-oppa,” serunya ketika melihat nama penelponnya.

Dia lalu mengangkat panggilan itu.

”Yeoboseyo. Oppa.. annyeong.”

”Chaeri-ya… aku dan Nanhee ada di Seoul. Hari ini hari kepindahan Nanhee kemari…”

”Kurae, ah.. baguslah. Apa ada yang bisa ku bantu?”

”Sebetulnya tak ada. Aku hanya mau mengundangmu ke asrama Nanhee. Kau tak sibuk ’kan? Bisa kemari?”

”Ah, Ne. Kirimkan saja alamatnya. Aku akan segera kesana…” seru Chaeri semangat.

++++++

”Wow. Aku tak menyangka kalau Nanhee langsung masuk dorm. Dia hanya trainee ’kan?” kata Chaeri saat dia sudah sampai di asrama Nanhee. Sekarang dia ada di kamar keponakannya itu sambil membantu membereskan barang-barang Nanhee yang berserakan.

”Tapi dia akan debut tak lama lagi,” sahut Jaemin bangga.

”Yaa.. appa, itu belum tentu. Mesti seleksi sekali lagi..” ralat Nanhee.

”Tapi paling tidak, mereka bilang kau akan debut paling lambat tahun depan. Mereka sangat mengagumi bakat Nanhee,” ujar Jaemin lagi.

”Wow, Nanhee Jjang,” Chaeri bersorak. ”Walau  aku tak terlalu setuju kau menjadi artis, tapi aku akan mendukung karirmu. Bersemangatlah..”

Nanhee tak menjawab, dia merebahkan tubuhnya ke kasur. Dari situ dia bisa melihat pemandangan di luar jendela dormnya.

”Chaeri-ya, aku keluar dulu untuk mencari makan malam. Kau tetap disini saja ya..” seru Jaemin kemudian keluar dari kamar itu.

Chaeri masih membantu membereskan barang-barang Nanhee, dia mengeluarkan buku-buku pelajaran Nanhee dari dalam kardus lalu merapikannya ke atas meja belajar yang sudah tersedia di kamar itu.

”Aku bisa melihat dorm Super Junior dari sini,” kata Nanhee masih melihat pemandangan dari tempatnya berbaring.

Chaeri lalu duduk di tempat tidur Nanhee dan melihat ke arah yang sedang Nanhee pandangi.

”Hm… yang mana ya?” tanya Chaeri.

Nanhee lalu duduk disamping Chaeri dan kemudian menunjuk ke arah sebuah gedung tinggi.

”Bibi tak pernah pergi kesana?” Nanhee bertanya penuh selidik.

”Pernah kok,” sahut Chaeri. ”Tapi cuman sekali.”

Nanhee kembali merebahkan tubuhnya. Dia merasa sangat kesal dengan Chaeri kini. Sementara Chaeri masih memandangi bangunan itu sambil bertanya dalam hati, apakah Kyuhyun ada disana atau tidak?

”Bibi.. apa kau ingat ucapanku saat kau baru sampai ke Busan?” kata Nanhee perlahan.

”Hm.. yang mana?” tanya Chaeri masih tak mengalihkan padangannya dari bangunan yang menjadi dorm SJ.

“Bibi jagalah baik-baik Kyuhyun-oppa saat ini. Karena nanti, aku akan merebutnya darimu…”

Chaeri berbalik, terkejut. Dia melihat keponakannya itu menatapnya sengit kini. Tapi kemudian Chaeri tertawa, dia menganggap yang dikatakan Nanhee barusan hanya bercanda.

”Aku sungguhan akan melakukan itu!” pekik Nanhee.

Tawa Chaeri terhenti. Dia masih tak percaya kalau ucapan Nanhee serius.

”Dia terlalu tua untukmu! Usiamu bahkan belum 16 tahun. Berkencanlah dengan pria sebayamu…” seru Chaeri.

”Cinta tak pandang usia. Aku sangat menyukainya… bukan rasa suka sebagai seorang fans kepada idolanya, tapi rasa suka seorang yeoja terhadap namja dan aku tak rela jika dia menjadi pamanku!”

Chaeri turun dari tempat tidur Nanhee. Dia mengacak rambutnya kebingungan.

”Kalau bibi sayang padaku, kumohon… akhiri hubungan bibi dengan Kyuhyun-oppa..” Nanhee mulai terisak.

Chaeri sangat geram dengan ucapan Nanhee. Dia tak mengerti kenapa dia sangat emosi saat ini. Dia sangat ingin mengumpat Nanhee tapi ditahannya. Dia tahu kalau keponakannya dalam usia labil, ketika jatuh cinta maka akan mengacuhkan hal yang lain. Berpikiran bodoh dan menganggap cinta di atas segalanya. Tak berpikiran jernih.

”Aku tak mengerti ucapanmu Nanhee-ya. Aku permisi dulu, katakan pada ayahmu kalau aku tak bisa makan malam bersama, annyeong.”

Chaeri dengan cepat mengambil tasnya. Dia lalu bergegas keluar dari kamar Nanhee. Tapi yeoja itu menahannya dengan menghalangi jalan Chaeri dengan tubuhnya.

”Bibi jangan pura-pura bodoh!” jerit Nanhee.

Chaeri mendengus kesal, dia mendorong kasar tubuh Nanhee hingga keponakannya itu tersungkur. Dia tak peduli dan melewati Nanhee yang sedang menangis begitu saja.

+++++

”Arggh~ Michyeosseo!” rutuk Chaeri sepanjang perjalanan keluar dari komplek apartemen tempat dorm Nanhee berada.

Dia berjalan dan terus berjalan sambil menghentakkan kakinya untuk meluapkan kekesalannya pada keponakannya itu.

Kemudian langkahnya terhenti ketika melewati sebuah komplek apartemen mewah. Chaeri memandangi gedung apartemen itu. Gedung apartemen tempat dorm SJ berada. Dia lalu memalingkan wajahnya, ternyata letak dorm Nanhee memang tak jauh dari Dorm SJ.

Chaeri mendesah. Dia lalu menyandarkan tubuhnya ke dinding pagar. Lalu menggerutu.

”Aku memperlakukan Nanhee seperti memperlakukan Chae Kyeong dulu. Sangat kasar. Kenapa aku tak bisa bersikap lebih tenang? Bukankah aku tak menyukai Kyuhyun? Tapi kenapa aku sangat kesal ketika mendengar Nanhee ingin merebutnya dariku?!”

Air mata Chaeri mulai mengalir. Dia teringat wajah Nanhee saat terjatuh tadi, dia bahkan tak sudi untuk menolong keponakannya itu.

“A-aku tak ingin menjadi orang jahat lagi?!” Chaeri menggelengkan kepalanya.

“Aku tak ingin menjadi orang jahat hanya karena seorang pria lagi… andwee..”

“Chae Kyeong-ah… aku tak ingin menyakiti Nanhee seperti aku menyakitimu. Tapi kenapa kalian jatuh cinta pada kekasihku! Aku tak suka… aku benci.”

Chaeri merasa tercekat setelah mengatakan itu. Kekasih? Kyuhyun bahkan belum menjadi kekasihnya, tapi kenapa dia seakan merasa memiliki namja itu?! Bukankah  Chaeri justru menolak pernyataan cinta Kyuhyun?

Aku sudah jatuh cinta padanya, atau justru perasaan ini karena aku takut kehilangannya? Ini rasa cinta atau hanya ambisi? Chaeri mempertanyakan itu pada hatinya.

”Chaeri-sshi..”

Lamunan Chaeri buyar saat mendengar namanya dipanggil seseorang. Orang itu lalu berlari kecil ke arahnya.

”Yaa! Kau kenapa? Kau habis menangis?” tanya orang itu sambil merengkuh wajah Chaeri.

”Aku baik-baik saja Kyuhyun-sshi..” kata Chaeri menepis tangan Kyuhyun.

”Yaa.. Kyu, kami masuk duluan ya? Jangan berlama-lama di luar, cuaca sedang sangat dingin.”

Chaeri menoleh ke asal suara. Itu suara Leeteuk, dia berseru dari dalam mobil Van yang berada di depan gerbang komplek apartemen mereka, mengatakannya lewat kaca jendela mobil yang terbuka.

“Ne.. hyung duluan saja..” sahut Kyuhyun. Lalu mobil itu melaju masuk ke dalam komplek.

”Kau kenapa bisa ada disini?” tanya Kyuhyun kemudian pada Chaeri.

”Hanya lewat,” jawab Chaeri menunduk.

Kyuhyun lalu melepaskan jaket yang dia kenakan. Lalu mengenakannya pada Chaeri.

”Cuaca sangat dingin, sementara kau tak pakai baju hangat.” katanya.

”Gomapsumnida…”

”Tak perlu berterima kasih,” Kyuhyun mengibaskan tangannya. ”Aku justru sangat senang melihatmu disini. Aku sangat ingin menyempatkan diri menemuimu, tapi tak bisa. Jadinya, aku sangat bersyukur melihatmu hari ini.”

Chaeri masih menundukkan wajahnya, tersenyum kecut.

”Kyuhyun-sshi,” panggil Chaeri.

”Ne..” Kyuhyun menunggu perkataan Chaeri selanjutnya.

”K-kau su-sungguhan me-menyukaiku?” tanya Chaeri terbata-bata.

”Ne…” sahut Kyuhyun, dia tersenyum melihat Chaeri yang gugup.

”Sangat menyukaiku?”

”Ne..” senyum Kyuhyun makin melebar.

”Kalau begitu katakan sekarang! Katakan kalau kau mencintaiku?!”

”Saranghae.. neomu neomu saranghae,”

Chaeri mulai menegakkan wajahnya. Dia menatap wajah Kyuhyun tajam. Kyuhyun jadi bingung dengan tatapan Chaeri itu.

”Aku akan menerima perasaanmu itu!”

Kyuhyun yang semula kebingungan menjadi sangat gembira. Dia hendak memeluk Chaeri, tapi yeoja itu menahannya.

”Tapi… jangan sampai perusahaanmu tahu tentang hal ini!” kata Chaeri masih menatap Kyuhyun tajam. ”Aku ingin mereka tetap beranggapan kalau kita hanya berpura-pura…”

”Yaa! Chaeri-sshi!” Kyuhyun hendak protes. Jelas ini sangat curang, Chaeri dan dia bisa saja dituntut karena penipuan.

”Ini demi impianku! Kau sendiri pernah bilang saat di Busan, kau akan membantuku mewujudkan mimpiku!”

Kyuhyun ingat pernah mengatakan itu. Tapi, dia tak menyangka jalannya akan seperti ini.

”Aku pasti akan membantumu! Tapi dengan tidak menipu seperti ini!”

”Bukannya sejak awal kita sudah menipu banyak orang? Menipu keluargamu, ibuku serta semua penggemarmu…” Chaeri mendebat Kyuhyun.

Kyuhyun menatap nanar mata Chaeri. Dia tak mengerti kenapa yeoja yang sangat disukainya menjadi seperti ini? Apakah dia memang salah menilai Chaeri selama ini? Kyuhyun yang selalu menganggap Chaeri adalah yeoja yang penuh semangat, walau sedikit bodoh tapi mempunyai rasa peduli pada orang lain.

Tapi kenapa dia jadi seperti ini? Ambisinya untuk mewujudkan mimpinya benar-benar mengerikan. Apakah dia sudah jatuh cinta pada yeoja yang salah?

”Mianhae, Chaeri-sshi.” kata Kyuhyun kemudian. ”A-aku tak bisa membantumu…”

Kyuhyun memandang wajah Chaeri, yeoja itu masih menunggunya untuk melanjutkan ucapannya. Chaeri membalas tatapannya, Kyuhyun melihat sudah tak ada air mata di wajah Chaeri. Hanya mata Chaeri yang bengkak dan merah dibalik kacamatanya.

”Sudah sejak awal ku katakan padamu, jangan jatuh cinta padaku,” Chaeri yang berkata duluan.

”Aku ceroboh…” sahut Kyuhyun. ”Tapi, aku tak menyesal.”

”Kita lanjutkan hubungan palsu kita. Itu jauh lebih baik…” Chaeri melepaskan jaket milik Kyuhyun dan menyerahkannya pada namja itu.

”Kau memilih menipu perasaanmu sendiri, Chaeri-sshi,” Kyuhyun meraih jaketnya.

”Ani, aku hanya menipu keluargamu, ibuku serta semua penggemarmu!” sahut Chaeri. ”Aku tak memiliki perasaan apapun padamu!”

Chaeri lalu berjalan melewati Kyuhyun, dia ke tepi jalan untuk memanggil taksi yang lewat. Kyuhyun sama sekali tak mencegahnya. Dia hanya menunduk menahan sakit hati.

Sementara ketika berada di dalam taksi untuk menuju rumahnya, air mata Chaeri kembali mengalir.

Entah apa yang dia tangisi. Dia merasa perasaannya sangat sesak saat ini, rasanya seperti saat dia mengakhiri hubungannya dengan Jong Suk dulu,  tapi kali ini lebih sesak dan menyakitkan.

Chaeri menangis, sambil berkata dalam hati,”Nanhee-ya.. paling tidak dengan melakukan ini pada Kyuhyun, dia tak menjadi kekasihku dan kau bisaberjuang untuk  bersamanya. Aku sangat menyesal karena dulu telah membuat Chae Kyeong menderita karena keegoisanku, aku menyakitinya karena tak ingin Jong Suk berpaling dariku. Memaksanya menggugurkan bayi yang dikandungnya sebagai syarat agar aku dapat menerima Jong Suk kembali. Menyuruhnya melakukan itu dengan mengatakan demi kebahagian Jong Suk. Padahal, pada akhirnya hubungan kami juga berakhir. Aku tak ingin menyakitimu seperti aku menyakiti Chae Kyeong. Aku dan Kyuhyun pada dasarnya tak bisa bersama, jadi lebih baik… hubungan ini di akhiri sebelum aku benar-benar tak bisa melepaskannya.

”Kyuhyun-sshi.. mianhae..” isak Chaeri lagi.

_to Be Continued_

 **** Argghhh… Wp ku gila, susah bener mau publish nih FF sebel deh!

Oke deh, buat yang udah nungguin nih FF lama.. silahkan dibaca n komen, ^^/

83 thoughts on “Chocolate In Love (Chap-8)

  1. Uwaaa onie😀
    Ff ny makin kerenn >,<
    Mkin muncul konfliknya😀
    Huaaaaa😀

    Saia sudah lma menunggu nie ff..
    Hahahahaha😀

    O iya prkenalkn saya reader baru..
    Mima inmida..

    Jngan lama" nge postny oniee :p
    Hahahahahaha😀

  2. akhirnya haha
    ditunggu banget nii
    Chaeri kok gitu ya , ahh jadian gih sama kyu
    kasian kyu
    next part jangan lama2 ya

  3. idih….
    komen w jman lalu di hp g masuk ternyta 0_o

    ah chaeri ah….
    uda buru lnjutannya !! *dikeplak mit2*

  4. anneyeong onnie~~~
    jujur aku nge fans loh sm cerita2 ff yg onnie bikin ^^
    soalnya menarik bgt buat d baca…
    btw aku udh ga sabar bgt nih pengen baca part selanjutnya!!!ditunggu yaah kelanjutannya onn…😀

  5. KYA~~~ SARANGHAEYO CHO KYUHYUN!!!!
    Tunggu ya lanjutannya!!! jangan lama-lama!!!
    *Nunggu depan komp ampe ada lanjutannya*

  6. Wow,,, chaeri lebih milih mimpinya
    Padahal kan Kyuhyun punya banyak uang, bisa aja nanti dia bantu beli lembaga pendidikan..
    Terus ,, aku jadi benci sama Nanhee
    Dia egois banget.. Beda sama ChaeKyeong..
    Onnie, lanjutkan yaa..
    Aku penasaran banget sama cerita ini

  7. omo~so sweet bangets,,kenapa chaeri bersikap seperti itu? kan kasihan kyu oppa,,kesannya dia gak bisa jaga perasaanya kyuhyun oppa,, tp baguzz,,FIGHTING chingu,,,

  8. huaaaaaaa!! jeongmal mianhe.. telat baca, telat komen..

    mau dong jadi chaeri bisa dapet hatinya Kyuhyun #geplak

    akh.. ini cerita makin lama makin menegangkan, makin so sweet..

    ok.. see at next part..

  9. bnrkah chaeri stega itu ma chae kyeong??gk tw knp,agk miris tiap chaeri blg dy maksa chae kyeong buat gugurin kandunganny…biar gmnpun,ssakit apapun hrsnya chaeri gk brbuat kyk gtu…tp,crita ttg chae kyeong emg blm trpcahkan smua..mdh2n gk kyk yg aq pkirin,n aq tw kl chaeri bae bgt,jd kykny gk mgkin dy brbuat jahat kyk gtu..mgkin itu cm pkiran chaeri aja krn rsa brsalahny…n ini makin lama mkin menarik aja..^^
    kyu,aq padamu!!aq suka sikap gentleman kyu..u always b my man!!the one and only!!gk prnh trgantikan!!^^

  10. Ahh jd itu yg terjadi am chae and chaerin:/
    kl kyi tau pasti bakal marah -_-
    nanhhe beneran abg labil , kkkkk
    ehh aq baca lanjut nya di sini , part awal sampe part 7 Baca di sjff , hehehe

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s