Chocolate In Love (Chapter 9)


Chocolate In Love (Chap-9)

Author: OnmitHee

Cast: Cho Kyuhyun, Park Chaeri

Other Cast: Park Jungmin, Victoria Song, Lee Jong Suk, Im Hanna & Han Chae Kyeong.

Legth: Sequel.

Genre: Romance, Friendship

Rated: PG 15

You say something anything beautiful person
If I have your heart, then I’m a life’s winner

I am the man for you

How to keep loving you?
I’ll be really good please don’t let me rot like this
No matter where you look there’s no one like me
for sure there’s no one like me

_Kyuhyun part @Bonamana_

STORY

Langit sore di hari itu cerah, angin musim gugur meniup-niup rambut Kyuhyun dengan lembut. Padahal namja itu sedang terduduk lesu di sebuah kursi di taman atap SM Building. Kedua telinganya tertutup earphone sementara matanya terpejam. Bukan karena menikmati musik yang mengalun di telinganya, tapi karena pikirannya sedang melayang ke tempat lain. Dia masih memikirkan kejadian kemarin malam. Saat dia lagi-lagi ditolak oleh Chaeri.

Mulutnya mengumpat pelan, ”Babo!”

Dia lalu menyandarkan dirinya di kursi, kepalanya menengadah ke langit. Kemudian berkali-kali menghela nafas. Seolah merasa sangat lelah tanpa menyadari seorang yeoja yang baru datang ke tempat itu, mengambil kursi di sampingnya dan menatapnya heran.

”Yaa! Kau kenapa berkali-kali menghela nafas seperti itu?!” seru yeoja itu nyaring sambil menyenggolkan tangannya ke kepala Kyuhyun sehingga namja itu kaget.

”Aigoo~ kau!” kata Kyuhyun sontak melepaskan earphonenya. ”Yaa! Jangan mengagetkanku!”

”Cih!” yeoja itu mendengus tapi senyum menghiasi wajah cantiknya. ”Gwenchanayo?” tanyanya menunjukkan perhatian.

”Ne.. gwenchana,” sahut Kyuhyun.

”Kuraeyo?”

Kyuhyun mengangguk, ”Kurae!” Lalu dia balik bertanya, ”Qiannie, kau tak syuting We Got Married hari ini?”

”Kau mencoba mengusirku? Yaa! Aku akan pergi sebentar lagi mendatangi suamiku! Tapi mumpung aku disini dan kebetulan melihatmu, jadinya aku ingin membicarakan sesuatu!” sahut yeoja itu yang ternyata adalah Victoria Song.

”Cepat katakan!” titah Kyuhyun.

Victoria mendengus kesal. Leader F(x) itu lalu berbicara dengan suara yang lebih pelan.

”Apa kau masih menganggapku sahabatmu?”

Kyuhyun mendelik, dia bingung kenapa tiba-tiba Victoria berbicara seperti itu padanya. Belum sempat menyahut, yeoja itu berbicara lagi. ”Apa kau masih menganggapku dan Shim Changmin sahabatmu? Kenapa kau malah menyembunyikan suatu hal penting dari kami!” serunya.

”Yaa… Yaaa.. kau kenapa, hah?”

”Kapan kau akan mengenalkan yeojachingumu pada kami?!”

”Mwoya?!” seru Kyuhyun bersiap menoyor kepala Victoria tapi tak jadi karena yeoja itu menatapnya tajam. ”Yaa, kau ini bicara apa sih?”

”Jangan mengelak! Jjongie dan Heechul-oppa yang cerita padaku tadi saat aku bertemu mereka! Pantas saja ya, sekarang susah banget diajak jalan bareng. Rupanya…” Victoria tak melanjutkan ucapannya ketika melihat Kyuhyun menunduk, terlihat gusar. ”Hubunganmu dan ’dia’ baik-baik saja ’kan?”

Kyuhyun menggeleng. ”Tak bisa dibilang baik karena hubungan itu pada dasarnya tak ada.”

”Jadi kau dan yeojachingumu itu belum pacaran? Tapi kata Heechul-oppa…”

Kyuhyun memutus ucapan yeoja bernama asli Song Qian itu.”Aku tak mengerti kenapa dia lebih mementingkan uang dari perusahaan, padahal aku sudah bersumpah akan membantunya mewujudkan impiannya. Dia bilang, dia tak memiliki perasaan apapun padaku. Tapi sikapnya mengatakan hal lain.”

”Jadi, dia menolakmu dan menyangkal perasaannya?”

”Tepat sekali!”

”Yeoja yang rumit,” kata Victoria menggelengkan kepala.

”Kau benar. Tapi sayangnya aku sudah menyukainya.”

”Kau mau kubantu mendapatkannya?”

Kyuhyun melihat setumpuk ide dari wajah Victoria. ”A-apa yang harus kulakukan?”

”Buat dia cemburu!” usul Vic, ”Yeoja itu menyangkal kalau dia menyukaimu. Tapi kau yakin kalau dia sebenarnya memiliki perasaan yang sama sepertimu. Jadi pancing dia untuk tak bisa mengelak kalau dia menyukaimu!”

”Jadi, aku harus membuatnya cemburu?’

”Ne, dan bersikaplah tak acuh padanya. Dia pasti akan penasaran dengan perubahan sikapmu yang mendadak dan kemudian dia sadar kalau dia begitu membutuhkanmu.”

Kyuhyun tertawa mendengar pemikiran dari Vic, ”Hah, aku tak yakin cara itu akan berhasil. Aku sangat paham watak Chaeri, dia sangat keras. Aku yang akan menderita jika bersikap tak acuh padanya.”

Vic memangku wajahnya dengan kedua tangan. Tersenyum melihat wajah sahabatnya itu sedang bersemu karena sedang dimabuk cinta.

”Kau benar-benar sudah menyembuhkan hatimu setelah kepergian Chae Kyeong. Aku senang, akhirnya kau bisa menemukan cinta baru. Semula aku pikir, akan membutuhkan waktu lama agar bisa melihatmu seperti ini…”

Kyuhyun kembali menatap langit, ”Aku juga berpikiran sama. Tapi, perasaan ini memang muncul terlalu cepat. Aku sendiri tak menyangka bisa menyukai Chaeri.”

“Jadi, yeoja itu namanya Chaeri? Apa dia sangat cantik? Aku belum pernah melihatnya.”

“Jika dibandingkan denganmu, bagaikan langit dan bumi. Walau kalian memang sama-sama aneh dan berbeda dengan yeoja-yeoja yang lain,” Vic tertawa saat Kyu mengatakan itu. “Park Chaeri, dia hanya yeoja dari kalangan biasa. Awal aku mengenalnya, dia terkesan narsis dan arogan, berkacamata minus 7, sangat cerewet dan suaranya sangat memekakkan telinga jika dia bernyanyi, tapi aku bagaikan tersihir jika bersamanya. Sangat bahagia jika melihatnya tersenyum, merasa sangat nyaman seolah semua kelelahan yang menyelimutiku sirna.” Lanjut Kyuhyun.

“Kau benar-benar sedang tersihir mantera cinta,” Victoria tertawa.

“Ne.. kau benar.” angguk Kyuhyun.

Kyuhyun lalu memejamkan mata, mencoba menikmati angin lembut yang menerpa wajahnya. Ketika musim gugur datang dan membawa perasaan cinta padanya, dia tak akan menyia-nyiakan itu. Entah kenapa dia belum ingin menyerah untuk mendapatkan cinta Chaeri, seperti kata Victoria. Dia seakan tersihir. Segala kebetulan yang terjadi hingga dia bisa jatuh cinta pada Chaeri diyakini sebagai suatu hal yang indah. Tak ada penyesalan, dia ingin bersama Chaeri seakan tak pernah merasakan kepahitan ketika cintanya ditolak. Dia tak pernah segigih ini sebelumnya, berkat sihir cinta yang terlalu kuatlah hingga membuatnya tak mengenal kata menyerah.

+++++++

“Yaa, kau ini kenapa sih bisa sampai begini?! Musim panas sudah berakhir, musim dingin bahkan belum datang, tapi kenapa kau bisa mimisan dan demam parah di musim gugur ini? Tak seperti biasanya.”

Chaeri tak menghiraukan omelan ibunya. Dia menutup telinganya dengan bantal, berbaring memunggungi sang ibu yang baru selesai mengukur suhu tubuhnya.

”Aigoo~ 37,5 derajat. Hah, ikut eomma ke rumah sakit!” seru sang ibu lagi setelah melihat hasil pengukuran suhu tubuh Chaeri.

”Shiroe,” sahut Chaeri kemudian batuk-batuk.

”Yaa! Eomma tak peduli, kalau kau tak bersiap-siap untuk ke rumah sakit, maka eomma akan panggilkan ambulance!”

Chaeri mendudukan dirinya, lalu melirik sebal pada ibunya.

” Eomma~ … Andwe! Shiroe! Aku hanya demam biasa, eomma tak usah cemas. Setelah minum obat, keadaanku akan baikkan. Eomma pergi saja bekerja, tak usah risaukan aku. Pasien eomma lebih penting.”

Sang ibu bertolak pinggang. Masih ingin memaksa anaknya ikut ke rumah sakit tempat dia bekerja, agar bisa mendapatkan perawatan lebih baik. Walau dia seorang dokter dan tahu kalau anaknya itu hanya demam biasa yang disebabkan oleh flu, tapi tetap saja dia merasa cemas. Terlebih karena pekerjaan yang mengharuskan dia berada di rumah sakit dari sore hingga malam nanti membuatnya tak bisa merawat Chaeri. Namun, dia juga sadar dengan sifat keras kepala yang dimiliki oleh putri satu-satunya itu. Akan percuma jika tetap memaksa membawanya ke rumah sakit. Sakit Chaeri bisa bertambah parah jika emosinya tak stabil. Dia sangat paham dengan kondisi putrinya. Pastinya ada masalah yang sedang dipikirkannya sehingga kesehatannya bisa ’drop’ seperti ini.

”Baiklah, kalau itu maumu. Tapi, jika sampai besok pagi demammu belum turun maka tanpa harus meminta persetujuanmu, kau akan eomma bawa ke rumah sakit!” Han Min Ri –ibunya Chaeri- akhirnya mengalah.

”Oke..” sahut Chaeri tersenyum lalu merebahkan dirinya lagi.

”Jungmin-ah, kau jangan hanya main dengan kelinci saja! Rawat kakakmu selama eomma bekerja, arasseo?!” seru sang ibu sebelum keluar dari kamar Chaeri.

”Ne~ arasseoyo… eomma tak usah cemas. Aku akan menjaga noona dengan baik, sampai eomma pulang kerja..” sahut Jungmin.

Lalu Jungmin berjalan keluar kamar, mengikuti ibunya sampai ke depan rumah sambil menggendong Newton. Setelah sang ibu berangkat ke tempat kerja dengan sebelumnya memberi nasehat dan petuah panjang agar Jungmin merawat kakaknya dengan baik, anak itu kembali ke kamar Chaeri.

Setelah meletakkan Newton di kandangnya. Jungmin lalu duduk di tepi tempat tidur Chaeri. Menyolek tangan kakaknya yang sedang berbaring memunggunginya.

”Yaa! Kau kenapa sih? Colek-colek terus! Aku mau tidur!” seru Chaeri kesal membalik tubuhnya hingga kini berhadapan dengan Jungmin.

”Kau habis di tolak Kyuhyun-hyung, ya? Hingga sakit seperti ini,” tebak Jungmin asal.

Chaeri geram. Dia ingin memukul adiknya, tapi karena tubuhnya sedang lemah. Dia mengurungkan niatnya itu. Dia lalu memunggungi adiknya lagi.

’Justru akulah yang menolaknya.’ Batin Chaeri.

Dia berusaha memejamkan matanya yang terasa panas. Bulir-bulir air mata kembali mengalir ketika teringat kejadian kemarin sore. Saat dia mendorong Nanhee dan tak berniat menolong, lalu terangkai dengan ingatan saat dia bertemu dengan Kyuhyun setelahnya.

”Noona, melihatmu seperti ini membuatku teringat saat kau dan Jong Suk-hyung putus. Demammu bahkan lebih parah daripada ini. Apa setiap patah hati membuatmu jadi sakit seperti ini?” tanya Jungmin lagi.

”Sinca? Jadi, dulu aku juga seperti ini?” lirih Chaeri.

“Ne!” angguk Jungmin. “Er, sebenarnya ada sesuatu yang membuatku penasaran dari tadi. Sebenarnya apa sih isi kardus yang ada di bawah ranjangmu ini? Dulu tak ada tuh.”

Chaeri mendengus. “Coba ambilkan!” Suruhnya. Jungmin bergegas masuk ke kolong ranjang Chaeri. Lalu keluar membawa sebuah kardus besar, menyerahkannya pada noonanya itu.

Melihat kardus itu, Chaeri ingat kalau itu adalah barang-barang Chae Kyeong yang pernah Jong Suk berikan padanya bulan lalu. Dia belum membuka dan mengecek isinya. Selama ini hanya menaruh kardus itu di bawah ranjang, tak berniat melihat isinya.

Lalu dia berkata pada Jungmin, “Letakkan lagi di tempat semula. Lebih baik kita tak usah tahu apa isinya!”

“Mwo?! Waeyo?” seru Jungmin.

Lagi-lagi Chaeri mendengus dan menjitak kepala adiknya. “Taruh ke tempat semula kubilang! Jangan banyak tanya!” serunya.

Jungmin mengerucutkan mulutnya. Tapi tetap menuruti ucapan kakaknya itu. Setelah itu dengan langkah seperti orang merajuk, dia keluar dari kamar Chaeri dengan membanting pintu kasar sambil membawa Newton bersamanya.

Setelah adiknya tak ada, Chaeri bergumam pada dirinya sendiri.

“Untuk apa aku membuka kenangan Chae Kyeong. Aku tak yakin ada hal baik yang bisa kulihat dari suratnya untukku. Dia mungkin memaafkan Jong Suk, tapi memaafkanku… rasanya mustahil.”

^*** ***^

25 Januari 2005,

Chaeri berjalan keluar dari gedung sekolahnya, Paran High School. Senyum menghiasi bibir tipisnya walaupun hari itu langit sedang mendung. Dia membalas lambaian dan sapaan teman-teman sekolahnya. Ini adalah hari terakhir Chaeri menjadi siswi kelas 2. Mulai semester depan, dia akan menjadi siswa angkatan senior. Dia sangat gembira hari itu karena dia mendapatkan nilai yang sangat memuaskan di ujian kenaikan tingkatnya. Dan dia bangga dengan itu.

Chaeri lalu menghentikan langkahnya saat tiba di depan gerbang sekolah. Dia lalu bersandar pada tembok batu yang menjadi benteng sekolahnya. Menunggu Lee Jong Suk, sahabat yang selalu satu sekolah dan kebetulan juga selalu sekelas dengannya sejak mereka masih di sekolah dasar. Sambil menunggu Jong Suk, Chaeri menatap langit musim dingin yang bewarna kelabu itu. Sekadar berharap salju ataupun hujan tak turun hari ini.

Kemudian pandangannya teralihkan ketika melihat seorang namja yang sedang membawa sebuah sepeda motor berhenti di hadapannya.

”Yaa, ayo cepat naik. Kita pergi sekarang!” seru namja itu melemparkan sebuah helm yang berhasil Chaeri tangkap. Lalu menepuk jok belakangnya. Tersenyum.

Chaeri menggembungkan pipinya. Dia memakai helm yang diberi namja itu. Lalu mendekatinya, sebelum duduk di belakang namja itu. Dia menyodorkan tangannya, berharap diberi sesuatu.

Namja itu tertawa melihat tingkah Chaeri. Dia mengambil sebungkus permen coklat dari kantong jaketnya. Memberikannya pada Chaeri.

”Yaa… Jong Suk-ah, hanya permen coklat?” seru Chaeri merengut membuka bungkus permen itu, lalu mengunyah permen coklat yang terasa manis dan lumer di mulutnya.

Jong Suk masih tertawa, dia lalu mencolek hidung Chaeri dan berkata, ”Kau bisa mendapat lebih jika kau naik ke motorku sekarang juga!”

Chaeri tersenyum. Dia lalu duduk di belakang Jong Suk, memeluk pinggangnya dan setelah itu, sepeda motor yang di bawa Jong Suk melaju kencang melewati jalan-jalan besar menuju suatu tempat yang selalu dia dan Chaeri kunjungi setiap kenaikan tingkat selama 3 tahun belakangan ini.

Sepanjang perjalanan, Chaeri merasakan angin dingin menyapu wajahnya. Dia lalu menyandarkan kepalanya ke punggung Jong Suk. Semakin mengeratkan pelukannya pada namja itu. Menikmati merdunya bunyi detak jantung Jong Suk dan terbuai akan wangi tubuh namja itu.

’Jong Suk-ah… saranghae..’ batin Chaeri memejamkan matanya.

Chaeri hanya bisa mengucapkan kata itu dalam hati, menikmati seorang diri rasa cinta terpendam pada Jong Suk. Sebuah cinta yang tulus dan polos, yang tak mampu dia ungkapkan. Cinta yang dirasakannya pada namja itu sangat indah, tapi masih terkalahkan oleh indahnya persahabatan mereka.

Kemudian, mereka berhenti di sebuah komplek pemakaman. Di depan gerbang komplek itu sudah berdiri seorang yeoja cantik, dari warna matanya yang coklat sudah jelas kalau dia bukan orang korea asli. Rambutnya yang berwarna coklat sebahu dibiarkan tergerai. Yeoja itu masih menggunakan seragam sekolah, tapi seragam yang berbeda seperti yang digunakan Chaeri.

Chaeri lalu bergegas mendatangi yeoja itu. Mereka berpelukan erat. Sementara Jong Suk hanya tersenyum tak berniat bergabung.

”Oppa…” seru yeoja itu melepaskan pelukan Chaeri dan memeluk Jong Suk.

”Im Hanna, berhentilah bertingkah seakan kita sudah lama tak bertemu. Kau bahkan tadi malam masih mampir ke tokoku.”

”Huh, oppa gak asyik,” sahut Hanna, dia lalu menggandeng Chaeri masuk ke komplek pemakaman sedangkan Jong Suk mengikuti di belakang.

Hanna dan Jong Suk sebenarnya masih bersaudara. Ayah Jong Suk dan ibunya Hanna adalah saudara sepupu. Dengan mereka berdualah, Chaeri bersahabat selama ini.

Langkah mereka kemudian terhenti di depan sebuah makam. Hanna meletakkan sebuket bunga Lily yang sedari tadi digenggamnya ke depan batu nisan penanda makam itu. Sementara Jong Suk dan Chaeri berlutut di depan makam itu. Memberikan penghormatan pada Shin Ha Joo, seorang guru yang telah menunjukkan begitu banyak mimpi indah dan harapan pada hidup mereka. Shin Ha Joo wafat 3 tahun lalu. Dia meninggal akibat terserang wabah ebola yang melanda suatu desa di kawasan Asia tenggara. Dia ke tempat itu sebenarnya bertugas sebagai sukarelawan untuk membantu anak-anak desa itu membaca. Tapi sayang, dia harus kehilangan nyawanya ketika mengemban tugas mulia itu.

Chaeri masih meneteskan air mata jika mengingat gurunya itu. Dia selama ini memang menganggap Shin Ha Joo seperti ayahnya sendiri. Sebelum mengenal pria itu saat Chaeri di kelas 4 sekolah dasar, Chaeri adalah anak yang suka membuat onar di sekolah. Selalu mengganggu dan membuat temannya menangis. Berulang kali ibunya dipanggil ke sekolah akibat kenakalan Chaeri. Dia juga selalu membantah setiap perkataan ibunya. Chaeri bersikap seperti itu karena kesal karena hanya memiliki orang tua tunggal. Dia bahkan baru mengetahui siapa ayahnya saat dia berumur 10 tahun. Chaeri sempat membenci ibunya ketika dia tahu kalau ibunya adalah perusak rumah tangga keluarga lain. Dia malu dengan keadaannya, merasa hidupnya tak berarti.

Tapi, Shin Ha Joo menyembuhkan luka hatinya. Kehangatan seorang ayah dapat Chaeri rasakan ketika mengenalnya. Dia bahkan membuat Chaeri menemukan cita-citanya yaitu menjadi seorang guru yang baik seperti Ha Joo. Selain itu, berkat Ha Joo-lah, Chaeri bisa mendapatkan sahabat baik seperti Jong Suk dan Hanna. Sebelumnya, Chaeri bahkan tak memiliki teman. Sifatnya yang keras kepala dan egois membuat anak-anak lain menjauhinya. Shin Ha Joo melunakkan sifat keras itu, dia berhasil membuat Chaeri tak kehilangan masa indah pertumbuhannya.

********

”Chaeri-ya, sudah dengar belum kalau nanti ada boyband yang namanya ’O.V.E.R’ bakal debut di akhir tahun. Katanya mereka bakal ada 12 orang lho, banyak banget, kan? Dan salah satu membernya katanya si ulzzang Kim Heechul itu. Yaa.. dia baru upload foto-fotonya dengan rekan yang di gosipin sih, bakal jadi member boyband itu. disana ada Lee Hyukjae, sahabatnya Junsu-oppa…”

Hanna bercerita dengan penuh semangat tentang boyband yang belum debut itu kemudian melanjutkan ceritanya tentang Kim Junsu. Personel DBSK yang paling dia sukai dan selalu diidamkannya untuk menjadi namjachingunya. Chaeri sendiri hanya tersenyum saja mendengarkan. Mulutnya sedang sibuk menikmati secangkir coklat hangat sementara matanya fokus memperhatikan Jong Suk yang sedang mengolah coklat.

Mereka bertiga sekarang sedang berada di dapur toko coklat milik ayah Jong Suk setelah sebelumnya mengunjungi makam Shin-seongsangnim. Bisa dibilang, dapur itu adalah tempat favorit mereka jika sedang kumpul bersama. Mereka bisa bebas bersenda gurau sambil menikmati berbagai macam jenis coklat yang tersedia di toko itu.

”Jong Suk-ah, itu coklat jenis baru yang kau bilang dibuat spesial untukku, ’kan?” tanya Chaeri ketika melihat Jong Suk sudah selesai mengolah coklat buatannya dan bersiap menuangkan ke dalam cetakan dan kemudian di letakkan di lemari pendingin.

Jong Suk mengangguk, namja itu memang tak terlalu banyak mengeluarkan suara. Entah bagaimana dia bisa bertahan selama ini dengan memiliki sahabat seperti Chaeri dan Hanna yang terkenal dengan kecerewetan mereka.

”Yaa… yaa.. cih!” seru Hanna matanya bergantian melirik Jong Suk dan Chaeri. Kemudian dia berkata, ”Oppa, kau juga membuatkannya untukku ’kan?”

”Ne…” sahut Jong Suk pendek.

Hanna mengerling nakal pada Chaeri. Dia sangat tahu kalau Chaeri diam-diam memiliki perasaan spesial pada Jong Suk. Dia sangat suka menggoda Chaeri yang selalu takut menyatakan perasaan sesungguhnya pada namja itu. Hanna memperhatikan wajah Chaeri yang merengut, kesal karena mengira dirinya salah paham.

”Yap, tampaknya sudah siap untuk kalian coba,” seru Jong Suk. Coklat yang dibuatnya tadi sudah mengeras. Satu-persatu coklat berbentuk bulat seukuran buah cherry dan bewarna merah itu dia keluarkan dari cetakkan dan meletakkan di atas piring. Lalu memberikan pada kedua yeoja yang sedari tadi ada di hadapannya.

”Silahkan mencoba,” katanya.

Hanna langsung memasukan coklat itu ke dalam mulutnya dan berdecak, ”Nyummy.”

Chaeri memperhatikan dengan seksama coklat itu. Dia lalu memandang Jong Suk yang juga menatapnya.

”Seperti buah cherry merah,” seru Chaeri.

”Tentu saja. Sudah kubilang ’kan, kalau coklat ini kubuat spesial untukmu. Cherry Chocolate. Itu namanya. Bentuknya yang seperti Cherry dan tentu saja, ada rasa cherry di dalamnya. Hehehe.”

”Ohuk.. ohuk…” Hanna tersedak coklat yang dimakannya. Dia merasa risih dengan cara Jong Suk merayu Chaeri, terlebih dilakukan di hadapannya. Merasa menjadi pengganggu, Hanna lalu meninggalkan dapur itu. Membiarkan Jong Suk dan Chaeri berdua saja.

”Gomawo…” kata Chaeri pelan setelah Hanna pergi sembari menundukkan wajahnya berusaha menyembunyikan rona merah di pipi akibat ucapan Jong Suk tadi.

Mereka lalu tak banyak bicara. Hanya saling menatap sambil menikmati coklat yang menghangatkan perasaan keduanya.

^*** ***^

Ini kali pertama Kyuhyun masuk ke kamar Chaeri. Dia memperhatikan Chaeri yang sedang tertidur pulas. Dia duduk di tepi ranjang yeoja itu, lalu meletakkan punggung tangannya ke kening Chaeri yang terasa hangat.

”Kau jadi sakit seperti ini bukan karena aku,’kan?” bisik Kyuhyun.

Dia lalu mengusap peluh di kening Chaeri. Membelai lembut pipinya dan kemudian meraih tangan yeoja itu dan menggenggamnya.

Chaeri yang merasa risih dengan perlakuan itu, terbangun. Dia kaget melihat Kyuhyun ada di kamarnya. Buru-buru dia memasang kacamatanya untuk memastikan kalau dia sedang bermimpi. Tapi nyatanya, Kyuhyun memang sedang berada di sampingnya. Memandangnya penuh kecemasan.

”Yaa! Kenapa kau ada disini?!” seru Chaeri berusaha menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dia saat ini memang hanya mengenakan baju tidur dengan lengan bertali spagetti. Pakaiannya terlalu terbuka sementara saat ini dia hanya berdua saja dengan seorang namja.

”Aku hanya ingin menengokmu. Jungmin bilang kau sakit, makanya aku kemari,” kata Kyuhyun berusaha mengalihkan pandangannya. Tapi matanya malah terpaku pada sebuah foto yang terpajang di meja di samping tempat tidur Chaeri. Foto dua orang yeoja yang mengapit seorang namja di tengah mereka. Namja itu adalah Jong Suk yang Kyuhyun kenali sebagai mantan kekasih Chaeri. Chaeri bersama Jong Suk dan seorang temannya terlihat sangat bahagia di foto itu, tertawa di depan sebuah arena bermain.

”Kau sudah lihat keadaanku ’kan? Segeralah pergi dari sini karena nanti kau bisa tertular sakit flu dariku,” kata Chaeri .

”Shiroe. Mana mungkin aku membiarkan kau yang sedang sakit seperti ini sendirian saja di rumah!” sahut Kyuhyun.

”Yaa… ’kan ada adikku?!”

”Dia sedang pergi bersama Hyukjae-hyung. Tadi, aku kemari dengannya karena adikmu yang mengabari kalau kau sedang sakit dan kemudian Hyukjae-hyung mengajak adikmu pergi.”

”Mwoya?!”

”Sudahlah kau beristirahat saja. Aku akan menjagamu, tak usah cemaskan adikmu. Hyungku orang baik kok. Mereka juga sudah sering main bersama.”

Chaeri menahan geram. Dia benar-benar kesal pada Jungmin saat ini hingga membuat kepalanya menjadi terasa berat akibat menahan emosi.

”Awas saja kau Park Jungmin. Aku akan memukulimu dengan centong nasi saat kau pulang nanti,” ucap Chaeri kemudian menyelubungi tubuhnya dengan selimut.

Kyuhyun tetap duduk di tepi ranjang Chaeri. Sementara yeoja itu bersembunyi di balik selimut. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing. Bingung dengan apa yang akan dibicarakan selanjutnya.

Mata Kyuhyun kembali memperhatikan sekeliling dinding kamar Chaeri. Disana terpajang beberapa poster, ada poster Super Junior dengan tema album ‘Sorry Sorry’, juga poster Super Junior 05 yang waktu itu masih terdiri dari 12 member sebelum ada dirinya bergabung. Ada juga Poster DBSK, Bigbang, SHINee, SS501 dan F(x). Untuk membernya hanya ada poster G-Dragon, Onew dan Heechul. Benar-benar kamar yang ramai karena di dindingnya di penuhi banyak wajah, selain poster idola banyak juga terpajang foto-foto Chaeri bersama teman-temannya.

“Yaa, sejak kapan kau jadi fangirl?” kata Kyuhyun seraya melirik Chaeri yang masih menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.

“Bukan urusanmu!” ketus Chaeri.

“Sayang sekali tak ada fotoku yang kau pajang.”

“Ada kok, tuh sama-sama rekan se-grupmu!”

”Tapi tak spesial seperti Jiyoung, Onew dan Heechul-hyung.” sesal Kyuhyun.

”Mereka kan idolaku.”

”Lalu aku?” Kyuhyun dapat mendengar suara dengusan Chaeri. Lalu dia menambahkan. ”Yeah, ku akui… kau hanya menganggapku namja aneh.”

Dengan perlahan Kyuhyun menarik selimut Chaeri. Dia ingin melihat wajah yeoja itu sedang Chaeri hanya membiarkan.

”Kenapa kau berubah jadi seperti ini Kyuhyun-sshi? Padahal aku lebih suka hubungan kita yang dulu. Selalu berdebat dan itu menyenangkan untukku. Bukannya yang seperti ini, a-aku tak suka mendengarmu merayu ataupun berharap padaku. Aku bahkan merasa bingung jika kau di dekatku. Ini membuatku tak nyaman. Aku lebih suka kau yang dulu, yang membenciku karena memanfaatkan keadaanmu untuk memperoleh keuntungan. Bukannya kau yang seperti ini!”

Kyuhyun terdiam, matanya memperhatikan Chaeri yang tak mau menatapnya.

”Pergilah dari sini, kau membuatku tak nyaman. Kumohon..” kata Chaeri lagi.

”Shiroe!”

Chaeri lantas bangkit dari pembaringannya. Dengan sekuat tenaga dia mendorong tubuh Kyuhyun. Tapi nyatanya tak berpengaruh apa-apa. Kyuhyun tetap duduk di posisinya tanpa bergeser sedikitpun.

”Apakah aku sebegitu menyebalkannya bagimu?” kata Kyuhyun menahan geram.

”Ne..”

”Jangan bohong Park Chaeri! ”

”Aku tak bohong!”

”Kalau begitu tatap aku saat kau mengatakannya!” Kyuhyun menarik paksa wajah Chaeri dan memegangi dagunya. Mata mereka beradu. Dan Kyuhyun dapat melihat mata Chaeri yang basah oleh air mata.

”Jangan mencoba menyangkal perasaanmu sendiri Park Chaeri. Itu membuatmu sakit seorang diri. Kau itu menyukaiku, tak ada gunanya kau menolakku karena takut impianmu tak terwujud. Sejak awal, aku tahu kau berusaha mewujudkan mimpimu seorang diri dengan usahamu sendiri. Takdir mempertemukan kita bukan untuk pencapaian mimpimu, tapi agar kau menjadi yeojaku,” kata Kyuhyun santai memperlihatkan seringainya.

”A-aniyo..” sahut Chaeri menepis tangan Kyuhyun.

”Hah, masih menyangkal! Sudahlah, kau jadi sakit seperti ini karena dampak kejadian semalam ’kan? Adikmu sendiri tadi yang bilang, kalau kau hanya sakit jika sedang patah hati. Berhentilah menolakku! Karena aku sudah tak menerima satu kata penolakkan lagi!”

’Kyaaa.. Park Jungmin. Awas kau!’ pekik Chaeri dalam hati.

”Cho Kyuhyun-sshi jangan mencoba menggodaku!” seru Chaeri melempar bantalnya pada Kyuhyun, tapi namja itu malah membalasnya.

”Ini yang kau bilang kau menyukaiku! Kau malah membalas lemparan bantalku! Padahal aku sedang sakit!” pekik Chaeri memijat hidungnya yang sakit terkena lemparan bantal itu.

Kyuhyun tertawa melihat wajah marah Chaeri. Dia lalu menarik tangan Chaeri yang masih memijit hidungnya. Dengan perlahan dia mengecup bibir Chaeri.

”Michyeosso!” Chaeri mendorong tubuh Kyuhyun. ”Aku sedang flu, kau bisa tertular nanti..”

”Yaa, jadi ini penolakkan versi baru?” seru Kyuhyun tertawa.

”Aissh,” Chaeri menggerutu sebelum Kyuhyun mendaratkan ciumannya lagi.

”Bau obat,” cela Kyuhyun.

”Kalau begitu hentikan..” Chaeri mendorong tubuh Kyuhyun lagi.

Namja itu tertawa, ”Shiroe! Anggap saja aku sedang menerima virus dan penangkalnya sekaligus!”

Chaeri mendengus mendengar ucapan bodoh Kyuhyun. Tapi dia membiarkan saja saat namja itu kembali menciumnya.

+++++++

Chaeri menikmati bubur ayam ginseng yang Kyuhyun belikan untuknya. Sementara Kyuhyun memakan dengan lahap Jajangmyeon favoritnya sambil menyaksikan acara tv di ruang keluarga rumah Chaeri.

”Jadi peringatan resminya kita ’jadian’ hari ini, hanya dengan seperti ini ya?” kata Kyuhyun melirik Chaeri.

”Siapa bilang kita jadian?!”

”Mwo?” seru Kyuhyun.

”Yaa.. jangan kau pikir karena aku membiarkan kau menciumku tadi adalah tanda kalau aku menerimamu! Aku saja yang tadi kelewat lemah sehingga tak bisa menolaknya..”

”Lagi-lagi menyangkal, hah!” Kyuhyun lalu membelai rambut Chaeri. ”Cepat sembuh ya, darling.”

Wajah Chaeri merona. Entah kenapa kesan saat Kyuhyun memanggilnya ’darling’ tadi terasa berbeda ketimbang dulu. Dia memang tak bisa menyangkal kalau rasa sayang pada namja itu memang ada. Dia bahkan sudah lupa tentang alasannya menolak Kyuhyun kemarin malam. Dia membiarkan Kyuhyun menarik paksa perasaan cintanya agar muncul di permukaan.

Untuk meraih impian. Chaeri sudah sadar kalau itu akan dapat dia wujudkan walaupun bukan dari hasil memanfaatkan uang perusahaan Kyuhyun. Tapi untuk cinta yang begitu tulus seperti yang Kyuhyun berikan? Rasanya mustahil akan ada lagi jika Chaeri melewatkan kesempatan ini.

Lalu bagaimana dengan Nanhee? Keponakannya yang menyukai Kyuhyun?

Yah, egois sekali Chaeri jika menolak Kyuhyun hanya karena tak ingin menyakiti Nanhee. Dia tersadar akan hal itu. Jika Nanhee bisa egois dengan mengatakan akan merebut Kyuhyun dari Chaeri maka Chaeri akan lebih egois lagi agar namja itu tak berpaling darinya.

”Kyuhyun-sshi, kau sudah salah memilihku. Asal kau tahu, aku ini tipe pencemburu akut. Jika kau memang yakin ingin jadi pacarku. Maka mulai sekarang jangan berusaha untuk dekat-dekat dengan yeoja lain!” seru Chaeri.

”Wow, kau mulai mengajukan syarat lagi!” decak Kyuhyun. Tapi dia melanjutkan. ”Baiklah, aku akan menjadi namja yang baik. Tapi, sungguh.. aku sangat penasaran jika kau cemburu, Chaeri-ya. Cemburu itu salah satu tanda cinta, dan aku ingin tahu bagaimana jika kau sedang mencemburuiku!”

”Aku akan selalu diam jika sedang cemburu. Aku juga tak mengerti kenapa selalu seperti itu. Tinggal kau sendiri saja nanti yang mencari tahu, aku sedang cemburu atau tidak…” ungkap Chaeri.

”Wow, itu rumit. Harusnya kau meluapkannya. Langsung saja marah atau bereaksi. Seperti aku, kau ingat saat di Busan, kenapa aku membelikanmu Newton. Itu karena aku cemburu melihatmu memuji Jinki dan bahkan melihat Heechul-hyung ingin membelikan Newton untukmu!”

”Hah.. lucu. Cemburumu bodoh sekali,” dengus Chaeri melanjutkan makannya yang terhenti gara-gara berbicara dengan Kyuhyun.

”Oke, tapi.. sudah diputuskan kalau hari ini adalah hari ’jadi’ kita ’kan?” kata Kyuhyun.

”Yaa… kenapa daritadi membahas itu terus. Kita ini bukan anak kecil yang akan memperingati hari ke- 10, ke-100 dan seterusnya. Itu konyol!”

”Paling tidak, aku menunjukkan sisi romantisku!”

”Aku lebih suka sisi iblismu!”

”Mwo?!” Kyuhyun terbelalak. ”Wa-waeyo?”

”Sudah kubilang ’kan, kalau aku merasa nyaman ketika kita berdebat. Kau sangat menyebalkan ketika sok romantis. Aku lebih suka kau yang seperti ini..”

”Jadi aku yang bersikap seperti ini menurutmu sedang menunjukkan sisi ’evil’ ku?”

”Ne..” angguk Chaeri tertawa.

”Aigoo..” keluh Kyuhyun menepuk jidat.

”Ngomong-ngomong, dari tadi aku tak melihat Newton..”

”Jungmin membawanya pergi. Mungkin, anak kita itu sedang asyik bermain-main di dorm..”

”Mwoya? Anak kita?” tanya Chaeri bingung.

”Iye… Newton. Anak kita. Jungmin bilang, kau sering menyebut dirimu ’eomma’ pada Newton dan terkadang Jungmin juga dengar kau menyebutku sebagai sang ’appa’. Hah, tak kusangka kau bisa segila Yesung-hyung dan Sungmin-hyung..”

”Yaa.. aigoo… Park Jungmin!” keluh Chaeri menutup telinganya tak ingin mendengar kelanjutan ocehan Kyuhyun yang seakan mengejeknya. Adiknya, Park Jungmin mungkin lebih baik tak usah pulang untuk beberapa waktu ini karena Chaeri sudah bertekad akan memukuli anak itu dengan centong nasi andalan ibu mereka karena jelas saja, Jungmin benar-benar sudah membongkar hampir semua hal yang memalukan dari Chaeri kepada Kyuhyun.

^*** ***^

14 Febuari 2005,

Chaeri duduk termangu, meletakkan kepalanya ke meja makan dan memperhatikan sekotak coklat buatannya sendiri. Hari ini, Valentine’s day. Dimana banyak yeoja menggunakan kesempatan untuk mengungkapkan rasa sayang dan cinta pada namja yang disukainya. Untuk pertama kali dalam hidupnya, Chaeri memperingati hari itu dengan membuat coklat untuk diberikan spesial pada namja yang disukainya.

Tapi… walau sekarang sudah sore. Coklat itu masih saja belum dia berikan kepada orang yang diinginkannya yaitu Lee Jong Suk.

”Babo… seperti biasa dia selalu mendapatkan banyak coklat. Aku jadi tak punya kesempatan untuk memberikannya. Lagipula, bodoh sekali! Kenapa aku harus memberinya coklat buatanku padahal dia sendiri bisa membuat coklat yang sangat enak..” keluh Chaeri seorang diri.

”Tapi… jika aku tak mengatakan perasaanku. Kami hanya akan menjadi sahabat saja seumur hidup…”

Chaeri langsung bangkit dari duduknya. Dia tak ingin menjadi sahabat selamanya. Dia sangat ingin menjadi yeojachingu Lee Jong Suk. Dia lalu merapikan pakaian dan rambutnya. Memasukkan kotak berisi coklat itu ke dalam tas selempangnya. Lalu bergegas menuju Toko coklat yang sekaligus rumah milik Jong Suk.

Chaeri ke rumah Jong Suk hanya dengan berjalan kaki. Letaknya memang hanya 3 blok dari rumah Chaeri. Tapi, ketika hanya tersisa kurang lebih tiga meter lagi. Langkah Chaeri terhenti.

Dia tercengang melihat Jong Suk sedang dicium seorang yeoja. Chaeri sangat mengenal yeoja itu. Dia adalah Han Chae Kyeong, hoobae Hanna di sekolahnya dan memang yeoja itu pernah menjalin hubungan asmara dengan Jong Suk beberapa bulan lalu. Mereka putus tanpa Chaeri ketahui alasannya.

Chaeri berbalik. Ingin segera pergi dari tempat itu. Membatalkan pernyataan cintanya. Tapi, langkahnya terhenti ketika mendengar Jong Suk memanggilnya.

”Chaeri-ya… kau mau kemana?”

Chaeri memutar tubuhnya. Mencoba tersenyum pada Jong Suk dan Chae Kyeong.

”A-aku ingin membeli coklat. Untuk Jungmin.. hehe..” jawabnya. “Chae Kyeong-ah.. annyeong…” sapa Chaeri kemudian.

“Onnie.. annyeong,” balasnya. “Ah~ sebenarnya aku ingin berbincang banyak dengan onnie. Tapi aku harus buru-buru pulang.”

“Mau ku antar?” tawar Jong Suk.

“Oppa.. gwenchana. Aku bisa pulang sendiri…” tolak Chae Kyeong.

Yeoja itu kemudian membungkukkan badan memberi salam sebelum akhirnya pergi.

“Yaa.. ini valentine. Kenapa kau malah membeli coklat untuk adikmu?” kata Jong Suk mengajak Chaeri masuk ke tokonya.

”Bilang saja kalau aku mengganggumu! Sebetulnya aku mau pulang tadi, tapi kau mencegah..”

”Yaa, Park Chaeri! Kau kenapa? Ketus sekali…” kata Jong Suk mengusap kepala Chaeri.

”Kalian sudah putus! Tapi kenapa berciuman seperti tadi?”

Jong Suk menghela nafas, dia lalu menarik tangan Chaeri. Mengajaknya ke parkiran.

”Pakai helm ini! Aku akan menjelaskannya di tempat lain!” seru Jong Suk dan Chaeri menuruti.

**********

”Kau akan melanjutkan sekolah di Tokyo?” tanya Chaeri lirih. Matanya berkaca-kaca saat mengatakan itu. Sementara tangannya mencengkram erat lengan baju Jong Suk.

”Hanna akan ikut ayahnya ke New York dan kau ke Tokyo… lalu aku? Kenapa kau juga tega meninggalkanku?” isaknya lagi.

”Jadi… setelah tamat sekolah tahun depan, kalian berdua akan pergi?! Meninggalkanku sendirian. Kupikir, jika Hanna pergi.. aku masih bisa kuat karena kau akan tetap disini. Tapi kenapa kau juga? Kenapa baru mengatakan padaku kalau kau akan melanjutkan sekolah disana… mendatangi ibumu! Kenapa tak disini saja….”

”Hanya kalian berdua sahabatku… aku akan kesepian jika kalian tak ada….”

Jong Suk menarik kepala Chaeri ke dadanya. Berusaha meredamkan tangisan yeoja itu walau nyatanya tak berhasil.

”Mianhae…” katanya lirih.”Kita bertiga masih bisa bersama selama setahun ini. Jadi kumohon jangan bersedih.”

”Jadi, apakah ini alasan kejadian tadi? Lalu, apakah kau dan Chae Kyeong sudah kembali bersama?”

”Aniyo… kami hanya berteman.”

Chaeri menatap Jong Suk tak percaya. Dia melepaskan dirinya lalu berujar, ”Nappeun. Hanya berteman tapi berciuman. Kalau kau masih menyukainya kenapa tak kembali saja berpacaran…”

”Tapi sayangnya aku tak memiliki perasaan itu..” sela Jong Suk. ”Sejak awal memang tak pernah ada. Aku dan dia berkencan semula karena aku berpikir, kelak aku akan menyukainya tapi nyatanya rasa itu tak pernah muncul. Itulah sebabnya kami putus….”

”Kalau dari awal tak suka kenapa malah menjalani hubungan itu? Kau… a-aku tak menyangka kau adalah namja yang buruk! Kau mempermainkannya!”

Jong Suk membiarkan saja Chaeri mengumpatnya. Dia hanya menatap pedih pada yeoja itu. Kemudian salju turun diiringi dengan hembusan angin dingin yang membawa uap air dari Sungai Han yang ada disamping mereka.

“Aku melakukannya hanya untuk mengujimu, Chaeri-ya. Tapi nyatanya kau bahkan tak terlihat cemburu jika aku bersamanya. Aku memang jahat. Tapi aku melakukannya agar tak merusak persahabatan kita. Karena aku menyukaimu… kau yang terlalu mengagungkan persahabatan ini pastinya akan membenciku jika aku memiliki perasaan lain padamu, bukan?”

“Aku tak ingin membuatmu bingung dan merasa canggung. Tapi, kau tahu rasa pedih karena memendang cinta sepihak? Itu sangat sakit..” jelas Jong Suk.

”Kenapa kau baru bilang sekarang…” Chaeri memukul dada Jong Suk.

”Jadi bagaimana denganmu?”

”Jong Suk-ah, saranghae..” aku Chaeri.

”Naddo, Chaeri-ya… ”

Untuk pertama kalinya selama hampir 11 tahun mereka saling kenal. Kata itu terucap. Hari itu, adalah hari terakhir salju turun menandakan musim dingin akan berakhir. Awal cerita cinta mereka dimulai di hari itu. Sebuah kisah cinta yang sangat singkat namun membawa rasa pahit yang berkepanjangan.

Dan ketika cerita cintanya dengan Jong Suk dimulai, Chaeri masih belum tahu bahwa kisahnya itu akan menjadi sebuah konflik panjang dalam hubungan cintanya berikutnya Bagaikan fantasi yang dimunculkan Anandamide yang seakan semuanya indah. Itulah anggapan Chaeri ketika kisahnya dan Jong Suk dimulai…

To Be Continued

#Yattha ^^/, akhirnya kesampaian bikin part yang ada adegan Kyutoria-nya hahaha~

Please don’t bash jika kalian gak suka ma tuh couple. Aku masukin Vic disini karena dia punya andil besar sebagai sahabat Kyuhyun dalam hubungan KyuRi kedepannya. Apalagi pas ngadepin NanHee n Chae Kyeong. Pingin masukin si abang @StarBell87 juga sih nanti… cuman datanya yang ku dapet dikit banget TT__TT. Pokoknya semua tokoh yang muncul di setiap part itu, penting gak penting bakal jadi penting di part2 berikutnya (halah bahasanya).

Oke.. dikit-dikit (pdhl banyak) udah mulai masukin adegan di masa lalu. Soo… ingat. Ini masih flashback ke 6 tahun silam. Kyu ma Chae Kyeong itu pacaran mulai 4 tahun yang lalu. Jadi aku jelasin disini, Chae Kyeong gak ninggal gara2 aborsi. Tapi karena hal lain dan itu terjadi sekitar 1 bulan sebelum Kyuhyun dan Chaeri ketemu. Okeyyy…. stop penjelasannya haha..

Sekarang silahkan tinggalkan komen. Ntar klo sempet aku balesin deh klo ada pertanyaan hahaha~ (bawel ah nih author) = =’

77 thoughts on “Chocolate In Love (Chapter 9)

  1. annyeong ^_^
    in pertama kalinya buat ak komen d blog in.
    Maaf bru komen d chapter 9, hhe ..
    Hei ak penasaran bnget sm kelanjutanx. Ayo lanjut lanjut.
    Lanjutannya jngn lama lama yaa.
    Ditunggu next chap-nya🙂

  2. Anyyeong eonni…
    Aku new reader nih d blog eonni.
    Ak baru comment karna baru baca FF ini di chap ini jg eon.
    Dan menurutku FFnya bagus *apalagi ada Kyu,hehe*
    Cuma aku kurang ngerti awalnya, mungkin harus baca dulu dari chap 1, nanti kalo aku udh selesai baca aku comment lagi yah eon… ^^

  3. saking terhanyut y ma cerita y jd binggung mau komen apa. . . .
    Jd perusak hubungan kyuRi nanti tetep NanHee aku kira pas da vic bakalan dia yg jd pihak 3. . . . .
    i nanti tetep NanHee aku kira pas da vic bakalan dia yg jd pihak 3. . . . .

  4. mulai terbuka nh tabir misteri antar chaeri,jong suk,and chae kyeong…pnasaran bgt…..^^
    kyuhyun ssi,neomu neomu saranghae…^^ sikapnya makin lama makin bkin aq lumer..wlwpn nunjukkin ny dgn cara aneh*abs brntem mulu ma chaeri ^^*tp bnr2 bkin leleh hati…

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s