Chocolate In Love (Chap-10)


Chocolate In Love (Chap-10)

Author: OnmitHee

Cast: Cho Kyuhyun, Park Chaeri

Other Cast: Park Jungmin,  Im Hanna, Lee Jong Suk, Yu Nanhee  & Han Chae Kyeong.

Legth: Sequel.

Genre: Romance, Friendship

Rated: PG 15

STORY

To: Newton appa

Hei, jangan lupa… lusa makan malam di rumahku! Kau pasti sudah kembali ke Seoul ’kan saat itu?

Chaeri mengirim pesan singkat itu sambil mengawasi Kyuhyun yang sedang mengantri di Checkin counter untuk mengambil boarding pass. Dia berusaha menyembunyikan dirinya di balik pilar besar yang jaraknya tak jauh dari namja itu dan rombongannya berdiri. Berusaha agar Kyuhyun tak menyadari kehadirannya disana. Chaeri melihat Kyuhyun yang saat itu menutupi wajahnya dengan masker hitam mengangguk-angguk sambil memencet-pencet tuts ponselnya, tampaknya sedang membalas pesan Chaeri dan ternyata dugaannya benar…

From: Newton appa

Tentu saja aku ingat (^.^) aku pasti datang. Sajikan masakan enak untukku!

Setelah membaca isi pesan itu, Chaeri kembali mengawasi Kyuhyun beserta rombongan Super Junior yang sudah selesai melakukan pengecekan bagasi. Mereka kini mulai menghilang menuju waiting room untuk menunggu pesawat yang akan membawa mereka semua terbang ke China. Hingga kemudian ponsel Chaeri kembali berbunyi.

From: Newton appa

Apa hanya itu yang ingin kau sampaikan padaku?

Chaeri mengernyitkan alis kanannya. Bingung ingin membalas apa. Tapi kemudian dia memutuskan untuk mengabaikan pesan itu dan kemudian berjalan menuju terminal kedatangan. Dia sengaja ke bandara Incheon sore ini alasannya bukan karena ingin mengantarkan Kyuhyun, tapi karena ingin menjemput sahabatnya -Im Hanna- yang akan datang dari New York untuk menghabiskan liburan akhir tahunnya di Seoul.

Kemudian ponselnya kembali berdering. Kali ini bukan bunyi pesan masuk. Tapi panggilan dari namjachingunya itu.

”Aigoo.. bocah ini! Harusnya dia sudah me-nonaktif-kan ponselnya. Kenapa malah menelponku?” sungut Chaeri sebelum menyahut panggilan Kyuhyun. ”Yeoboseyo~”

Yaa.. kenapa tak membalas pesanku?!

”Memang perlu?” Chaeri memonyongkan bibirnya. Matanya tak lepas memperhatikan orang-orang yang mulai keluar dari pintu terminal kedatangan. Terkadang dia menjinjitkan kakinya karena pandangannya terhalang oleh orang yang lebih tinggi yang berdiri di depannya. Dia tak boleh lengah mengawasi kedatangan Hanna.

Kau dimana sekarang? Bising sekali!” Kyuhyun tak mengubris jawaban ketus Chaeri tadi.

”Hmm…”

Cepat jawab!

”Di bandara Incheon…” kekeh Chaeri. Matanya masih mencari-cari Hanna yang belum muncul juga.

YAA! SEJAK KAPAN?!” pekik Kyuhyun membuat Chaeri menjauhkan kupingnya dari ponsel. “Apa kau berniat mengantarku?

“Sayangnya tidak. Aku sedang menjemput teman. Im Hanna. Harusnya kau mendengarkan dengan baik ceritaku semalam. Kau tak memperdulikanku gara-gara game bodohmu itu!”

Ah… mianhae. Jadi kau marah?

Chaeri memutus hubungan telpon itu ketika melihat sosok Hanna muncul berjalan ke arahnya. Dia bergegas menyambut yeoja itu.

”Hanna-ya… neomu bogoshipo…” seru Chaeri sembari memeluk Hanna.

I Miss u too, Chaeri-ya…” Hanna memeluk erat tubuh Chaeri. Lalu berkomentar, ”Kau makin gemuk!”

”Sinca?!” dengan cepat Chaeri melepaskan pelukannya. ”Huu.. jadi kentara sekali ya? Padahal hanya bertambah 3 kg.” Lalu ponsel Chaeri kembali berbunyi.

”Yaa.. apalagi?” bentak Chaeri pada Kyuhyun lewat ponselnya.

Kenapa memutus telponku begitu saja?

”Temanku sudah datang. Aku mau pulang nih, kau juga harusnya sudah akan berangkat ’kan?”

Kau belum menjawab pertanyaanku! Aku tak bisa pergi dengan tenang!

”Aku marah.. tapi….”

Apa?”

”Aku mencintaimu.. hehe. Sudah ya, sekarang bekerjalah dengan tenang. Hati-hati di jalan dan jangan jelalatan. Saranghae..” Chaeri menutup telponnya. Wajahnya merona menahan malu karena kata-katanya sendiri sementara Hanna memandanginya dengan senyum penuh arti.

”Jangan bilang penambahan berat badanmu karena namjachingumu itu?” tebak Hanna.

Chaeri mengangguk. ”Dia membuatku bahagia, hingga nafsu makanku bertambah..”

”Hanya karena itu? bukan karena kau sedang berbadan dua kini?”

”Yaa! Im Hanna! Yang benar saja!” rengut Chaeri

”Jadi bukan ya?” Hanna tertawa dan berjalan mendahului Chaeri sambil mendorong trolli yang mengangkut barang bawaannya.

”Tentu saja bukan!” Chaeri menyusul lalu membantu Hanna mendorong trolli. ”Hanna-ya, aku senang kau datang. Banyak hal yang ingin kuceritakan padamu!”

++++++

”Aigooo…. apa yang terjadi dengan kamarmu? Kemana semua poster idol dan foto-foto kita? Yaa.. baru setahun lalu aku memasang poster G-dragon disitu, tapi sudah tak ada! Kenapa sekarang hanya ada fotomu dan namjachingumu itu!” protes Hanna sesaat setelah melangkahkan kakinya masuk ke kamar Chaeri.

”Jangan bilang kau tidak memajang lagi fotoku dan Jong Suk-oppa!” tuduh Hanna bergegas ke meja belajar Chaeri. ”Yaa… kenapa hanya foto kita berdua saja yang kau pajang?”

”Kyuhyun tak suka, makanya tak kupajang lagi,” jawab Chaeri enteng. Dia mendorong koper-koper Hanna untuk diletakkan di pojok kamarnya.

”Yaa.. apa-apaan dia?! Mengaturmu seperti itu!”

”Aku rasa itu wajar Hanna. Coba kau pikir, namja mana yang suka jika yeojanya memajang foto mantan namjachingunya? Lagipula dia tak pernah mengaturku. Aku hanya menghargainya.” Kemudian Chaeri menepuk pundak Hanna yang terlihat kesal, ”Hanna-ya, kau bersihkan tubuhmu dulu, sementara aku menyiapkan makan malam. Ayolah.. jangan memasang tampang masam padaku. Ok?!

Hanna mengangguk. Setelah membersihkan diri, dia lalu makan malam bersama keluarga Chaeri. Setelah itu, bersama Chaeri dia lalu kembali ke kamar untuk beristirahat. Hanna memang selalu menghabiskan liburan akhir tahunnya bersama keluarga Chaeri. Biasanya dia baru akan kembali ke New York seminggu setelah tahun baru. Hal itu selalu terjadi sejak 3 tahun terakhir, tepatnya setelah 2 tahun dia hijrah ke negri paman Sam untuk melanjutkan studinya sekaligus berkumpul bersama orang tuanya yang memang bekewarganegaraan Amerika.

”Chaeri-ya, kau sudah tidur?”tanya Hanna. Saat itu sudah tengah malam.

Chaeri bangkit dari pembaringannya. Dari tadi dia memang belum tidur karena asyik chatting dengan Kyuhyun lewat ponsel. Dia lalu memandang Hanna yang sedang berbaring di ranjangnya. Selama Hanna menginap di rumahnya memang Chaeri selalu tidur di lantai sementara Hanna menggunakan tempat tidurnya.

”Kau masih jetlag?” tebak Chaeri yang dibalas anggukan Hanna.

”Chaeri-ya… kau sungguhan sudah melupakan Jong Suk-oppa?”

”Ne..” Chaeri mengakhiri Chat-nya dengan Kyuhyun dan mulai fokus untuk berbagi cerita dengan Hanna. ”Kumohon Hanna, jangan mengungkit-ungkit dia lagi. Sejak hubungan kami berakhir 5 tahun lalu, aku berjuang sekuat tenaga untuk melepaskannya. Aku sudah berhasil kini dan sekarang aku sudah memiliki kekasih, aku sudah mengobati hatiku.”

”Bagaimana bisa? Kau dulu bilang padaku kalau kau dan Kyuhyun itu hanya berkencan pura-pura! Karena perusahaannya membayarmu! Kau bilang kau tak menyukainya.. tapi kenapa sekarang kau seperti tergila-gila padanya?” cecar Hanna.

Chaeri menghela nafas panjang. Wajar saja jika Hanna bingung dengan perubahan sikap drastis Chaeri pada Kyuhyun. Saat masih di awal kontrak kencan pura-puranya dengan Kyuhyun 5 bulan lalu, Chaeri memang sempat berkeluh kesah pada Hanna tapi kemudian ketika perasaannya pada Kyuhyun mulai berubah sejak dia berkencan sungguhan dengan Kyuhyun 2 bulan lalu, dia tak pernah menceritakan hal itu pada sahabatnya.

”Apa karena kau sudah tidur dengannya sehingga kau berubah seperti ini?” lanjut Hanna melihat Chaeri tak meresponnya.

Chaeri menatap Hanna tajam. Kesal atas tuduhan Hanna.

”Yaa! Tak ada hal yang seperti itu terjadi! Jangan samakan dia dengan Jong Suk! Dan ini bukan Amerika, Hanna! Kau jangan menjudge bahwa semua yang ada diotak pasangan kekasih adalah hal itu. Dia sangat baik padaku! Menghargaiku… itulah sebabnya aku mencintainya.”

”Bicaramu omong kosong! Kau juga mengucapkan itu saat kau berpacaran dengan Jong Suk! Tapi nyatanya? Kalau aku tak berhasil mencegahmu, kau pasti sudah hancur sekarang!”

”Hanna-ya..bisakah kita berhenti membicarakan masa lalu itu?”

Hanna tersadar kalau ucapannya itu menyakiti Chaeri. Dia melihat mata sahabatnya itu berkaca-kaca. Dia lalu bergegas turun dari ranjang dan memeluk Chaeri. Menepuk punggung yeoja itu.

”Mianhae Chaeri-ya…” dia ikut terisak.

++++++

”Tapi.. aku benar-benar tak mengerti. Kenapa kau bisa begitu menyukai Cho Kyuhyun itu?” Hanna masih berusaha mengorek perasaan Chaeri.

”Memangnya cinta butuh alasan?” Chaeri balik bertanya. Mereka kini berbaring bersisian sambil menatap langit-langit kamar Chaeri.

”Cih…” dengus Hanna, ”Benar-benar sedang dimabuk kepayang.”

”Awalnya sih tidak. Tapi setelah sebulan berkencan, aku jadi tak mau kehilangannya. Konyol sekali. Padahal awalnya aku berulang kali menolaknya….”

”Bagaimana bisa? Apa sih yang dia lakukan hingga membuatmu begini?”

”Dia menunjukkan perhatian padaku. Kasih sayangnya padaku sangat tulus… bisa dibilang karena hanya dia yang bersikap seperti itu padaku saat ini sehingga aku bisa begitu menyukainya. Saat berbicara dengannya juga sangat menyenangkan.” jelas Chaeri.

”Si evil magnae yang terkenal dengan celetukkan yang bisa membuat semua hyungnya mati kutu bisa bersikap seperti itu? Aku tak percaya! Cho Kyuhyun itu lebih lekat dengan image dongsaeng kurang ajar, maniak game yang tak peduli apapun! Mana mungkin dia bersikap romantis seperti yang kau bilang…”

”Hanna-ya… nyatanya dia bersikap lembut padaku! Memang sih dia terkadang suka kasar dan seenaknya. Tapi percayalah, si evil magnae itu sangat baik padaku!”

Hanna menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu dia kembali berkata, ”Baiklah, aku mencoba percaya. Tapi kau belum menceritakan satu hal penting padaku!”

“Apa Itu?”

”Bagaimana dengan kontrakmu dengan perusahaannya? Kau kan sudah sungguhan berkencan dengan Kyuhyun! Apa perusahaan itu masih membayarmu?”

Chaeri menghembuskan nafasnya, lalu menggeleng. ”Kyuhyun langsung melapor pada atasannya kalau dia sungguhan berkencan denganku. Jadi mereka tidak membayarku lagi. Untungnya mereka tak memintaku mengembalikan uang yang sudah mereka berikan.”

”Memangnya sudah berapa banyak uang yang mereka beri?”

”6 juta won. Huh… ditambah uang yang diberi Kyuhyun 2 juta lalu tabunganku selama bekerja 3 juta, totalnya baru 11 juta. Sementara rumah Shin Songsaengnim harganya 40 juta. Masih sangat kurang… tampaknya butuh waktu 5-7 tahun lagi hingga aku bisa membeli rumah itu. Kau tahu?! Gajihku di tempat kerja baru hanya 700 ribu per bulan. Untung saja Ahra-onnie merekomendasikanku ke tempat kerja baruku itu. Kalau tidak, aku ini akan tetap jadi pengangguran yang penuh derita…”

Hanna tertawa mendengar keluhan sahabatnya itu lalu berkomentar, ”Siapa suruh kau jatuh cinta pada Kyuhyun. Tapi paling tidak, uang yang kau peroleh nanti adalah hasil dari kejujuran.”

”Ne, seongsangnim pasti akan bangga padaku saat aku bisa mewujudkan mimpi yang diwariskannya.”

”Ne.. aku juga akan berjuang membantumu.” timpal Hanna.

”Tak perlu. Kau wujudkan saja mimpimu sendiri! Biar mimpi songsaengnim aku yang mewujudkan. Percaya padaku Hanna, aku pasti bisa…” Chaeri menatap Hanna dengan tekad membara.

+++++

Chaeri dan Hanna sore hari itu sedang sibuk mempersiapkan makan malam di dapur rumah Chaeri. Malam nanti memang akan ada jamuan spesial di rumah itu untuk merayakan ulang tahun ibu Chaeri ke-47 tahun. Chaeri menghentikan aktifitasnya  meracik sup rumput laut sejenak saat mendengar bel rumahnya berbunyi. Dia bergegas ke ruang depan untuk melihat orang yang datang dan senyumnya merekah ketika melihat bahwa Kyuhyun-lah orang itu.

”Annyeong, aku menepati janjiku ’kan?” seru Kyuhyun melangkahkan kakinya masuk ke rumah yeojachingunya itu. Di tangan kanannya, dia menenteng sebuah bungkusan yang tak luput diperhatikan Chaeri sejak namja itu datang.

”Kau bawa apa? Oleh-oleh untukku? Tak biasanya..” kata Chaeri penuh harap berusaha merebut bungkusan itu dari tangan Kyuhyun tapi berhasil di tepis.

”Bukan untukmu, chagy. Tapi untuk eomonim! Ini kado dariku..” kekeh Kyuhyun mencubit gemas pipi Chaeri.

”Lalu untukku?!” seru Chaeri.

Tawa Kyuhyun semakin menjadi. Dia lalu mengecup singkat kening Chaeri.

”Itu oleh-olehnya…”

”Yaa! Kalau hanya itu, aku sudah bosan!” rajuk Chaeri menginjak kasar kaki Kyuhyun. Namja itu meringis tapi tawanya masih tak hilang. Dia membelai lembut rambut yeoja yang sangat dirindukannya itu, walau baru dua hari tak bertemu tapi untuknya sekarang itu adalah waktu yang sangat lama. Dia sangat ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Chaeri tapi sayangnya jadwal pekerjaan yang padat membatasinya.

”Ehem… cukup mesra-mesranya! Chaeri-ya, kau lupa sup-mu?!” tegur Hanna berkacak pinggang memperhatikan dua sejoli itu dari balik pintu dapur.

”Aigoo.. aku hampir lupa. Gara-gara namja bodoh ini..” sungut Chaeri bergegas menuju sup-nya yang masih bertengger di kompor.

Kyuhyun mengamati aktifitas kedua yeoja itu di dapur, lalu berkata sambil menunjuk Hanna, ”Jadi, kau yang namanya Im Hanna itu?”

”Ne, kau pikir siapa lagi? Hanya aku, Im Hanna, satu-satunya yeoja cantik di ruangan ini.”

”Mwo? Lalu aku?” dengus Chaeri.

”Entahlah..” kekeh Hanna.

”Yah.. kau memang tak jelas yeoja atau namja, Chaeri-ya..” timpal Kyuhyun.

Chaeri bersiap melempar Kyuhyun dengan centong nasi. ”Hah.. bodoh! Kalau begitu untuk apa kau berkencan dengan makhluk tak jelas seperti aku?!”

”Ah ya.. benar juga..” Kyuhyun menepuk tangannya dan bergegas meninggalkan dapur saat Chaeri sudah siap melemparnya.

”Hah.. dia sama sekali tak romantis tuh,” sungut Hanna.

”Dia memang seperti itu jika di hadapan orang lain. Tapi jika kami hanya berdua saja.. pasti dia sangat romantis…”

”Hah.. memuakkan…” dengus Hanna.

+++++++

”Eomonim… ini bingkisan dariku. Kuharap anda suka..” kata Kyuhyun menyerahkan bingkisan yang dibawanya saat makan malam berakhir.

”Oh.. apa ini? Arak China.. wah pasti mahal sekali?”  seru Ibu Chaeri. Matanya berbinar-binar melihat hadiah Kyuhyun itu. ”Gomawo, Kyuhyun-sshi.”

”Chanmaneyo eomonim…” angguk Kyuhyun.

Kemudian ibu Chaeri memandang bergantian kearah Jungmin dan Chaeri. ”Kalian berdua tak memberiku apa-apa?”

”Mianhae eomma… karena ada game yang baru rilis aku jadi tak bisa membelikan kado untuk eomma. Di cancel tahun depan saja ya…” kata Jungmin dengan wajah memelas.

Kyuhyun tertawa mendengar jawaban polos Jungmin. Dia lalu mengikuti pandangan mata ibu Chaeri itu yang kini sedang menatap Chaeri yang terlihat tak acuh.

”Park Chaeri, mana kado darimu?!” seru sang ibu.

”Sudah masuk perut eomma ’kan? Semua masakan yang kubuat adalah kadoku..”  Chaeri lalu menarik tangan Kyuhyun, ”semuanya… kami mau jalan-jalan sebentar ya. Silahkan kalian yang membereskan sisa makan malam ini.”

Setelah mengatakan itu, dia bergegas bangkit diiringi Kyuhyun di belakangnya. Yang lain hanya bisa bengong mendengar ucapan Chaeri yang mau lepas tanggung jawab itu.

Chaeri dan Kyuhyun lalu keluar rumah dengan ekspresi gembira tak lepas dari wajah mereka. Berjalan perlahan menuju taman bermain yang letaknya satu blok dari rumah Chaeri. Tempat pertama kalinya Chaeri menceritakan masa lalu keluarganya pada Kyuhyun.

Chaeri lalu duduk di kursi ayunan sementara Kyuhyun memandanginya dari samping tiang penyangga ayunan itu.

”Ah… sudah musim dingin. Aku masih ingat saat kita berbincang disini pertengahan musim panas lalu sepulangnya dari rumah orang tuamu…” seru Chaeri menatap langit sembari memutar memori kenangannya bersama Kyuhyun.

”Ne… saat itu status kita masih teman dan pacar pura-pura,” kekeh Kyuhyun duduk di ayunan sebelah Chaeri.

”Oppa…” panggil Chaeri, lalu terkekeh sementara Kyuhyun menaikkan alis kanannya. Heran.

”Ternyata memang menjijikkan jika mendengarmu memanggilku seperti itu, chagy…”

”Hm… iya,” angguk Chaeri. ”Tapi saat itu kau memaksaku untuk memanggilmu seperti itu. Hah… aku masih ingat dengan jelas saat-saat kita bersama dulu…”

”Hubungan yang terjalin karena kejadian konyol. Kita harus berterima kasih pada Henry karena mempertemukan kita…”

”Aku harus berterima kasih pada orang yang memotret kita saat kau mengantarku ke rumah. Konyol sekali, kau hanya membopongku saat itu… tapi malah terlihat seperti berpelukan..” Chaeri makin mempercepat ayunannya.

Kemudian hening terjadi, mata Kyuhyun tak lepas memandangi wajah Chaeri yang tiba-tiba murung. Yeoja itu menunduk seakan ada sesuatu mengganjal perasaannya.

”Kyuhyun-ah… ” ucap Chaeri kemudian, masih menunduk. ”Kau sampai sekarang masih belum mau menceritakan padaku tentang yeoja yang pernah disebut Ahra-onnie dulu. Kenapa? Padahal kau sudah tahu tentang Jong Suk…”

”Itu hanya masa lalu, Chaeri-ya. Aku sama sekali tak pernah mempermasalahkan masa lalumu ’kan?”

Chaeri mengangguk, dia lalu memandang Kyuhyun. Namja itu sedang memegang erat tali ayunan. Menatapnya dengan getir.

”Mianhaeyo.. aku hanya ingin tahu lebih banyak tentangmu. Asal kau tahu, sebenarnya alasan hubunganku dengan Jong Suk berakhir bukan hanya masalah jarak. Tapi karena ada orang ketiga. A-aku hanya tak ingin, kalau aku menjadi penyebab hubunganmu dan yeoja itu berakhir… aku tak ingin dia tersakiti karena hubungan kita ini…”

”Dia sudah tiada Chaeri-ya. Dia pergi sebulan sebelum aku bertemu denganmu. Saat kita bertemu pertama kali di rumah kekasih Henry, aku baru pulang dari mengunjungi makamnya.”

Chaeri merasa tercekat mendengar kisah Kyuhyun barusan. Dia lalu meraih tangan namja itu, menggenggamnya erat.

”Tubuhnya memang sangat lemah. Saat aku berjumpa pertama kali dengannya 4 tahun lalu pun, dia sedang menjalani pengobatan. Perjuangannya berakhir pertengahan tahun ini. Menyedihkan sekali, tapi mungkin yang terbaik. Tuhan terlalu mencintainya sehingga mengambilnya dalam usia yang masih sangat muda.”

Kyuhyun semakin mengeratkan genggaman tangan Chaeri. Berusaha menguatkan hatinya saat menceritakan hal itu. Mencoba tabah walau nyatanya, hatinya masih terasa teriris pedih saat menceritakan kisah itu.

”Bolehkah aku mengunjunginya?” tanya Chaeri lirih.

”Tentu saja. Aku akan mengajakmu melihatnya… ” sahut Kyuhyun tersenyum.

”Kyuhyun-ah, mianhae. Membuatmu teringat akan hal pedih, tapi aku hanya meyakinkan diriku.. kalau kau menyukaiku tulus. Tak ada unsur pengkhianatan ataupun pelarian dari rasa sedih saat kita membangun hubungan ini…”

Kyuhyun melepaskan genggaman tangannya. Dia bangkit dari ayunan kemudian berlutut di hadapan Chaeri, menyeka air mata yang muncul di sudut mata yeoja itu.

”Yaa.. saat aku mengenalmu pertama kali, kau bukan yeoja yang cengeng. Kenapa sejak kita semakin dekat kau juga semakin sering menangis?” kekeh Kyuhyun menepuk lembut puncak kepala Chaeri. ”Untuk apa aku berulang kali menyatakan cintaku kalau aku hanya menjadikanmu pelarian? Yaa… aku sungguhan menyukaimu.”

Kyuhyun lalu mengeluarkan sesuatu dari dalam saku mantel yang dikenakannya.

”Sebenarnya, aku ingin memberikan ini padamu..” senyumnya.

Chaeri membuka bungkusan yang diberikan Kyuhyun. Bungkusan kecil itu ternyata berisi coklat berbentuk hati.

”Yaa.. hanya coklat?” rengut Chaeri.

”Tapi coklat ini tak akan membuatmu menangis.”

Chaeri mengerti maksud ucapan Kyuhyun. Dia ingat saat Jong Suk memberikannya coklat beberapa waktu lalu, Kyuhyun ada disana dan Chaeri menghabiskan coklat pemberian Jong Suk itu dalam tangis.

”Coklat yang kuberikan padamu akan selalu terasa manis dan membawa kebahagiaan. Zat anadamide didalamnya akan bekerja sangat ampuh sehingga membuatmu selalu tersenyum. Walau ada air mata tapi kupastikan itu adalah air mata bahagia. Jadi kumohon terimalah dan percayalah pada perasaanku…”

Chaeri mengangguk. Diambilnya coklat itu, bersiap memakannya sebelum Kyuhyun menyela…

”Gigitnya pelan-pelan ya…”

Chaeri memiringkan kepalanya bingung. Tapi dia menuruti ucapan Kyuhyun, mengigit coklat itu dengan perlahan. Tapi ada sesuatu yang keras disana sehingga Chaeri menguatkan gigitannya.

”Yaa… kubilang gigitnya pelan-pelan,” seru Kyuhyun menarik tangan Chaeri dan menunjukkan sesuatu yang ada di dalam coklat itu.

”Yaa! Orang bodoh mana yang memasukkan cincin dalam coklat?! Aigoo.. untung gigiku tak patah…”

”Makanya, sudah kukatakan gigitnya pelan-pelan! Cepat habiskan coklatnya, supaya cincinnya bisa diambil,” titah Kyuhyun yang langsung dituruti Chaeri.

Setelah coklat yang mengelilingi cincin itu habis, Kyuhyun mengambil cincin itu dan menunjukkannya agar Chaeri bisa melihat dengan jelas apa yang terukir dibalik cincin itu.

Prince ♥ Cherry,” Chaeri membaca ukiran itu. ”Yaa.. jadi kau pangeran? Huh, pangeran dari mana?”

”Pangeran hatimu ’kan?” Kyuhyun mengambil cincin itu dan memasangkannya di jari manis tangan kanan Chaeri. ”Sangat pas.”

”Apa ini hanya satu? Kau tak memakai pasangannya?”

”Tidak ada pasangannya. Hanya itu saja.”

”Huh? Pelit! Uangmu kan banyak. Untuk apa kau bekerja keras kalau kau hanya beli satu! Kau bisa beli pasangannya juga ’kan? Biar kita memakainya bersama!”

”Chaeri-ya.. Bukannya aku pelit atau uangku tak cukup. Aku hanya ingin kau saja yang memakainya. Aku memberimu cincin ini karena ada 3 alasan.”

”Huh?”

Kyuhyun tertawa, ”Yang pertama, agar tak ada namja lain yang menggodamu. Yeah.. walau aku yakin tak akan ada.. hehe…”

”Maksudmu?!” seru Chaeri dengan mata melotot.

”Yang kedua…” Kyuhyun tak mengubris rajukan Chaeri, ”… aku ingin mengikatmu dalam hubungan yang lebih serius. Pernikahan…”

”Mwo?!” mata Chaeri semakin membulat.”Pernikahan…” lanjutnya lirih.

”Tentu saja bukan sekarang. Tapi aku ingin kau menunggu dan bertahan. Mungkin ini berat, tapi tunggu aku… mungkin 5 tahun lagi yang jelas setelah aku selesai menjalankan tugasku sebagai namja Korea yang berbakti pada negara, aku akan menikahimu.”

”Serius? Kau sungguhan ingin menikah denganku?” Chaeri masih tak percaya dengan yang didengarnya.

”Tentu saja! Kencan seperti ini bukan untuk main-main! Kau pikir, aku nappeum namja? Dan alasan terakhir dan yang menjadi alasan utama aku melakukan hal yang pertama dan kedua adalah….” Kyuhyun tersenyum melihat ekspresi tegang Chaeri. Dan kemudian dia meraih tengkuk yeoja itu. Merapatkan wajahnya ke wajah Chaeri dan mengecup singkat bibirnya. ”.. karena aku mencintaimu. You are my lady. Sekarang dan selamanya.

Chaeri meneguk liur mendengar ucapan Kyuhyun itu. Kalimat itu memang bukan pertama kalinya dia dengar. Sudah berulang kali Kyuhyun mengatakan itu padanya, tapi entah kenapa kali ini terasa berbeda. Mungkin karena pengaruh lamaran tadi.

”A-aku rasa… aku bisa menunggu jika 5 tahun lagi.” sahut Chaeri gugup. ”Aku juga belum ingin menikah sekarang… baiklah. Aku akan menunggumu.”

Kyuhyun tertawa mendengar jawaban Chaeri. Dia mengacak gemas rambut yeoja itu.

”Chaeri-ya, kau harusnya melihat wajah malu-malumu sekarang. Menggemaskan sekali, pipimu memerah seperti buah Cherry,” kata Kyuhyun lalu mencium kedua pipi Chaeri.

”Aishh~ bodoh!” Chaeri mendorong tubuh Kyuhyun. Dia bangkit dari ayunan dan berjalan pulang. Dia tahu kalau wajahnya merah padam kini, terasa panas tetapi menyenangkan.

”Yaa… tunggu aku,” Kyuhyun menyusul Chaeri dan menggandengnya. Lalu berkata, ”Besok aku akan rekaman dengan Nanhee.”

Seketika langkah Chaeri terhenti. Dia merasakan hawa dingin menghembus ke wajahnya. Rasa senang sirna. Bulu kuduknya kini berdiri. Rasa takut menyergapnya. Ketakutan yang sangat beralasan.

”B-bagaimana bisa?” lirih Chaeri.

“Tentu saja bisa. Yaa, kau belum tahu kalau keponakanmu akan debut februari tahun depan? Di mini album debut mereka akan ada bonus track yang isinya duet kami. Nanhee nanti akan debut dalam girlband yang terdiri dari 4 orang. Keponakanmu akan menjadi vokalis utama di grup itu.”

Nanhee akan debut menjadi artis? Chaeri sama sekali tak tahu. Sejak kejadian di hari pertama Nanhee tiba di Seoul, sejak kejadian percekcokan antara dirinya dan keponakannya itu, Chaeri sama sekali tak tahu kabar Nanhee. Lebih tepatnya dia tak ingin tahu.

”Bukannya terlalu cepat? Dia baru menjadi traine 2 bulan lalu ’kan?”

”Itu tak jadi soal. Sama sepertiku, aku juga baru di training 3 bulan dan langsung debut. Itu yang disebut bakat alami, tak perlu lama memolesnya. Selama menjadi traine dia hanya dibekali dengan pelajaran attitude, selebihnya itu dari dirinya sendiri. Keponakanmu itu memang terlahir untuk menjadi bintang. Dia cantik dan musikalitasnya menakjubkan. Aku sudah tak sabar ingin bekerja sama dengannya…” jelas Kyuhyun panjang.

Kau tak sabar? Aku justru malah berharap kerjasama kalian gagal,” umpat Chaeri dalam hati.

”Yaa.. dia keponakanmu! Tapi kenapa kau tak terlihat senang?”

”Aku hanya ingin dia kembali ke Busan dan melanjutkan sekolahnya…” sahut Chaeri.

”Yaa.. jangan seperti itu. Kau harus mendukungnya, padahal kukira hubungan kalian baik. Dia selalu menceritakan segala hal yang baik tentangmu. Memujimu…”

Aku justru tak mau dipuji oleh mulut busuknya itu,” batin Chaeri.

++++++

Chaeri nyaris tak mampu memejamkan matanya. Pikirannya gelisah karena berita yang baru didengarnya dari Kyuhyun tadi.

Nanhee akan debut… dia bekerjasama dengan Kyuhyun. Mereka akan sangat dekat.. tidak… tidak… mereka sudah dekat sebelumnya. Tapi kenapa Kyuhyun baru mengatakannya sekarang?

”Nanhee bilang dia akan merebut Kyuhyun dariku… apa ini cara yang akan dia gunakan?”

”Ani.. ani.. aku tak boleh berpikiran macam-macam. Kyuhyun akan bekerja secara profesional. Dia tak akan terpengaruh walaupun Nanhee menggodanya. Tapi… Nanhee itu sangat ambisius.”

”Jaemin-oppa pernah berkata padaku kalau anaknya itu akan selalu berusaha keras untuk mendapatkan segala keinginannya. Tak pernah mengenal kata menyerah…”

”Nanhee dibesarkan dengan selalu mendapatkan semua yang dia inginkan…”

”Tadi Kyuhyun memujinya cantik, mempunyai kemampuan musik yang menakjubkan…”

”Sementara aku?”

Chaeri bangkit dari pembaringannya. Dia menuju meja rias. Menatap wajahnya di cermin. Dia menangis. Dia bahkan tak bisa dengan jelas melihat wajahnya tanpa bantuan kacamata tebal yang selalu menemani penampilannya sejak jaman sekolah menengah pertama.

Aku buruk rupa… bagaikan itik yang selalu berharap menjadi angsa cantik. Selalu sok memuji diri sendiri walau nyatanya tak ada yang bisa dibanggakan. Tak punya kelebihan apapun. Orang-orang bahkan mungkin tak akan ada yang percaya jika aku mengatakan kalau Nanhee adalah keponakanku. Kami sama sekali tak mirip…

Rasa tak percaya diri dan iri muncul dalam benak Chaeri. Perasaan yang sempat sirna beberapa tahun terakhir ini muncul kembali. Dia seperti menjadi dirinya yang dulu. Persis seperti saat dia mulai berkencan dengan Jong Suk. Merasa tak percaya diri dan minder ketika berdampingan dengan namja yang rupawan. Merasa ketakutan ketika melihat yeoja lain mendekati Jong Suk. Merasa ketakutan saat Jong suk memberikan senyuman pada yeoja lain. Merasa ketakutan saat Jong suk memberikan perhatian pada Chae Kyeong. Merasa takut… takut akan kehilangan.

”Andwe… aku tak mau seperti itu lagi. Nanhee itu keponakanku… dia bukan Chae Kyeong. Kyuhyun bukan Jong Suk, dia tak akan mengkhianatiku…” pekik Chaeri menghambur semua yang ada di atas meja riasnya. Dia menangis karena rasa takutnya itu.

Hanna yang terbangun karena mendengar bunyi benda yang berjatuhan bergegas menghampiri Chaeri yang menangis.

”Chaeri-ya.. gwenchanayo?” katanya memijat pundak Chaeri. Sementara Chaeri menelungkupkan wajahnya di atas meja. Menangis.

”Hanna-ya.. aku sudah berubah. Aku bukan Chaeri si pendengki… aku bukan orang jahat. Aku sudah berubah..”

”Ne… kau memang sudah berubah. Kau yeoja baik.. yeoja yang penuh semangat dan impian.” bujuk Hanna.

”Aku tak akan menyakiti orang lain lagi… aku sudah bertobat. Aku menyesal menyakiti Chae Kyeong. Aku menyesal selalu iri padanya… aku sudah berubah. Aku bukan yeoja yang akan selalu iri… aku bukan yeoja seperti itu lagi…”

”Ne.. Chaeri adalah yeoja yang penuh percaya diri.” Hanna membelai lembut rambut Chaeri. “Katakan padaku, kau kenapa? Kenapa menangis seperti ini?”

Chaeri menceritakan segalanya. Tentang keponakannya, Yu Nanhee, tentang perasaan yeoja itu pada Kyuhyun dan segala hal yang diceritakan Kyuhyun padanya tadi. Semuanya diungkapkannya pada Hanna.

”Tenanglah, namja itu begitu mencintaimu ’kan? Lihat cincin di tanganmu ini. Dia bersungguh-sungguh padamu. Dia tak akan mengkhianatimu hanya demi seorang bocah. Mereka hanya bekerja sama. Berpikirlah positif, kau bilang padaku agar tak menyamakan Kyuhyun dengan Jong Suk? Jadi dia tak akan melakukan hal yang sama padamu..’

“Bagaimana aku bisa percaya? Aku mengenal Jong Suk lebih dari 11 tahun. Tapi dia mengkhianatiku… bagaimana mungkin aku bisa percaya sementara aku baru mengenal Kyuhyun selama 6 bulan ini. Bisa saja dia berubah… semua namja akan seperti itu jika melihat bunga yang lebih indah dan segar dibanding miliknya. Dia akan memilih bunga itu dan membuang miliknya yang kusam!”

”Kau bilang kau mencintainya ’kan?” tegur Hanna.

”Ne..”

”Kalau begitu, percayalah padanya. Jika dia mengkhianatimu yang perlu kau lakukan adalah meninggalkannya. Dan menutup kisah kalian. Itu saja!”

++++++

Dua minggu berlalu sejak hari ulang tahun ibu Chaeri. Selama itu pula, Chaeri dan Kyuhyun tak sekalipun bertemu. Hanya berhubungan lewat telpon ataupun chat. Jadwal kegiatan Kyuhyun memang semakin padat jika mendekati akhir tahun. Acara penghargaan, konser perayaan akhir tahun di televisi ditambah tur dunia grupnya sendiri. Belum lagi syuting segala jenis acara, kegiatan individu.

Chaeri tak ingin memusingkan masalah Nanhee yang belum pasti itu. Dia sebisa mungkin membuat Kyuhyun tenang dan bahagia. Tak ingin membahas tentang Nanhee jika mereka sedang berkomunikasi. Namja itu pastinya sangat lelah dengan aktifitasnya. Chaeri tak ingin membebani Kyuhyun dengan kegelisahannya sendiri.

Tak akan terjadi masalah apapun dalam hubungannya dengan Kyuhyun dikarenakan Nanhee. Justru masalah akan timbul jika Chaeri membahasnya. Dia akan mencoba bersikap tenang.

++++++

Chaeri pulang ke rumahnya dengan terburu-buru. Dia bersegera masuk ke kamarnya, mengganti baju kerjanya dengan dress coklat yang baru dibelinya saat menerima gaji di awal bulan desember ini. Dia terlihat gembira, melupakan rasa lelahnya setelah pulang bekerja. Dia mengenakan jepit rambut yang pernah diberikan Kim Heechul padanya dulu. Dia mengenakannya karena Kyuhyun pernah memujinya cantik saat menggunakannya.

Setelah memoles tipis bibirnya dengan lipstick, dia mematut penampilannya di depan cermin.

”Neoumu yeoppo… ” pujinya sendiri, ”Hah, aku bukannya si itik buruk rupa. Aku juga cantik.”

”Aigoo.. berhentilah memuji dirimu sendiri,” dengus Hanna yang sedari tadi memperhatikannya sambil berbaring di ranjang Chaeri. ”Baru dua minggu lalu kau menghina wajahmu! Sekarang sudah di puji-puji lagi. Benar-benar bodoh!”

”Hah… lupakan hal itu. Saat itu aku lagi labil.”

”Cih,” Hanna kemudian tertawa. ”Kau akan kemana? Berdandan norak sekali!”

”Kyuhyun mengajakku pergi. Aku tak tahu kemana tapi yang jelas, ini baru pertama kalinya. Mungkin kencan…”

”Mwo? Yaa, memangnya kalian tak pernah kencan?”

”Sering sih, tapi tidak seperti ajakkannya hari ini. Hari ini dia sok misterius, pasti akan mengajakku candle ligth dinner…. kami tak pernah melakukan itu. Biasanya hanya kencan di rumahku, dormnya atau makan di rumah orang tuanya. Tak pernah kencan di tempat-tempat romantis. Aku harap dia membawaku ke Namsan hari ini…” jelas Chaeri penuh semangat.

”Kalau begitu selamat berkencan! Jangan pulang terlalu larut kalau tak ingin mendapatkan hadiah centong nasi dari ibumu,” kata Hanna lalu berbaring di ranjang Chaeri lagi.

”Baiklah,” sahut Chaeri. Dia bersiap keluar dari kamarnya tapi kemudian mendekati Hanna dan menarik selimut yang menutupi yeoja itu.

”Im Hanna! Ini masih sore, jangan tidur saja! Berjalan-jalanlah diluar, kau tak pernah pergi keluar sejak kau datang. Memangnya kau pulang ke Seoul hanya untuk hibernasi di rumahku saja?”

”Hah… berisik! Pergi saja kau sana..” usir Hanna.

++++++

Chaeri memperhatikan Kyuhyun yang sedang mengemudi disampingnya. Dia senang sekali bisa berjumpa dengan kekasihnya itu setelah dua minggu tak bertemu.

”Kyuhyun-ah… kau akan mengajakku kemana hari ini?”

”Suatu tempat…” sahut namja itu.

”Iya… tapi kemana? Kau sok misterius sekali?” rengut Chaeri.

”R-a-h-a-s-i-a..” kekeh Kyuhyun. Lalu dia menyalakan panel musik mobilnya. Memperdengarkan Chaeri sebuah lagu.

“Hm.. lagu apa ini? Aku baru mendengarnya… apa lagu baru…” seru Chaeri. ”… heii… ini kan suaramu.”

“Lalu suara siapa yang menjadi pembuka lagunya…” lanjut Chaeri lirih. Dia seakan bisa menebak pemilik suara itu.

“Yu Nanhee.. ini lagu kami. Baru selesai kemarin. Bagus ’kan?”

Chaeri tak menjawab. Dia mendengarkan dengan seksama alunan merdu suara Nanhee. Bulu romanya berdiri. Dia tak menyangka kalau keponakannya mempunyai suara yang sangat indah. Dia merinding ketika mendengar suara Nanhee ketika mencapai nada tinggi.

“Dia hebat sekali..” kata Chaeri ketika lagu berakhir.

”Kau mempunya keponakan yang sangat mengagumkan, Chaeri-ya..”

Chaeri memandang Kyuhyun yang tersenyum. Dia merasa kesal mendengar Kyuhyun memuji Nanhee. Dia tak menyadari kalau mobil yang dinaikinya sudah berhenti.

”Kita sudah sampai,” kata Kyuhyun lagi.

Chaeri memandangi lokasi tempatnya berada. Pemakaman. Komplek pemakaman yang sama tempat Shin Songsaengnim dimakamkan. Ternyata Kyuhyun bukan membawanya ke Namsan ataupun restoran mewah untuk makan malam bersama. Dia dibawa ke pemakaman. Yah.. tampaknya untuk mengunjungi makam kekasih Kyuhyun yang dulu. Chaeri lalu melihat Kyuhyun membuka bagasi mobilnya, mengambil sebuket bunga lily dari sana.

“Kita…”

“Kau bilang ingin menjenguknya ‘kan?” Kyuhyun memutus ucapan Chaeri.

Chaeri mengangguk. Dia meraih bunga lily yang dipegang Kyuhyun lalu mereka bersama memasuki komplek pemakaman itu.

”Shin songsaengnim dimakamkan di sebelah sana…” tunjuk Chaeri ke arah kanan dibelokan pertama.

”Apa kau ingin kesana?”

”Nanti saja…” sahut Chaeri.

Chaeri lalu mengeratkan genggamannya ditangan Kyuhyun. Dia merasa sangat gugup. Tak tahu kenapa. Langkahnya terasa berat, seolah tak ingin membiarkannya meneruskan jalannya.

Chaeri lalu menengadahkan kepalanya ke langit ketika merasa sebutir salju mengenai pundaknya. Langit sore yang kelabu dan cuaca yang dingin membuat Chaeri semakin cemas tak beralasan.

Kemudian langkah Kyuhyun berhenti. Namja itu melepaskan genggamannya. Lalu berlutut di depan sebuah nisan. Berdoa.

Mereka sudah sampai. Ini makam yeoja itu. Makam kekasih Kyuhyun sebelumnya.

Chaeri menatap nisan itu dengan tatapan tak percaya. Dia membaca dengan seksama nama yang terukir di batu putih itu. Memastikan kalau dirinya salah. Yah.. dia berharap dia melakukan kesalahan dalam membaca tulisan yang tertera disana.

Tapi nyatanya…

Tak ada kesalahan. Nama itu tetap sana.

Han Chae Kyeong

”Ini hanya kebetulan… hanya nama yang sama… bukan berarti orang yang sama pula..”

Chaeri mencoba meyakinkan dirinya. Ini bukan makam Han Chae Kyeong. Yeoja yang selalu dibenci sekaligus membuatnya selalu merasa bersalah. Bukan makam yeoja yang mengkandaskan hubungannya dengan Jong Suk dulu.

Bukan yeoja yang pernah dipaksanya untuk melakukan aborsi. Bukan yeoja yang sama.

Han Chae Kyeong

15 september 1989 – 20 juni 2011

Rest In Peace

”Chae Kyeong… sudah tiada…”

Kata-kata Jong Suk terngiang di kepalanya. Teringat kejadian 4 bulan lalu, di acara reuni.

”Dia meninggal 2 bulan lalu…”

Waktu yang pas. Bulan kematian yang sama. Tanggal kelahiran yang sama.

Sesak. Itulah yang dirasakan Chaeri kini.

”Kenapa bisa ada kebetulan yang seperti ini. Ini tidak benar! Kenapa harus dia? Kenapa aku harus berhubungan dengan orang yang pernah berkencan dengannya…”

”Jong Suk… dan kini… Cho Kyuhyun…”

”Kenapa? Kenapa? Kenapa harus yeoja ini?! Kenapa bukan orang lain?!”

”Andwe… andwee….”

”Kyuhyun akan membenciku… dia pasti akan membenciku jika dia tahu apa yang pernah terjadi antara aku dan Chae Kyeong dulu… dia pasti akan meninggalkanku!”

”Atau jangan-jangan dia sudah tahu. Dia menjebakku. Dia membalaskan dendam Chae Kyeong…. membuatku jatuh cinta padanya lalu dia akan meninggalkanku. Memutuskan hubungan kami sementara aku sudah tak bisa hidup tanpanya…”

“Andwe.. andwe… “

“Kumohon Tuhan. Jangan buat hal itu terjadi padaku…”

“Aku begitu mencintainya kini…”

Chaeri mencoba menenangkan dirinya. Dia mengikuti Kyuhyun berlutut di depan makam itu. Meletakkan bunga lily di depan batu nisan Chae Kyeong.

Chaeri mengatupkan tangannya. Memejamkan matanya.

”Han Chae Kyeong. Apapun yang terjadi dulu, aku tak akan membiarkan masa lalu kita membuatku kehilangan kekasihku lagi. Cukup Jong Suk. Tak akan kubiarkan kau mengusik hidupku lagi…”

”Tak akan kubiarkan Kyuhyun tahu apa yang pernah terjadi dulu…”

”Beristirahatlah dengan tenang disana… Chae Kyeong-ah…”

 

To be continued

 

 

 KYAAAA.. BLOG AKU SEPI *yaeyalah.. aq jarang update*

Yang nungguin nih FF… WAJIB RCL…

ILOVE U ALL…

labil…. aku labil pas ngetik ini… tapi.. tapi.. masih lebih labil pas ngetik ‘pacarku labil’ yang belum baca tuh FF… dibaca ya… Oke.. oke…

KAMSAHAMNIDA….

pS: KLO ADA thypo di maklumin az ya… mataku kan makin burem.. untung kagak kyk matanya si Chaeri… huhu

60 thoughts on “Chocolate In Love (Chap-10)

  1. baru komen disini… maaf ya… aku suka ff ini… hmmm ya ampun konflikny aku suka… terus part sebelum2ny aku suka dalam ff dikasih humor bikin aku ngakak… nice ff…

  2. waduhhh…awalny pnsaran bgt pgn tau sjrah ttg chae kyeong..tp pas udh d hadepin kyk gni,aq malah brharap gk tau..tkt kyu+chaeri pisah..><

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s