[Oneshoot] Somebody To Love (Ver-Siwon)


Title: Somebody to love

Author: Onmithee

Cast: Shim Chaesa (Aku) & Choi Siwon

Other Cast: Kim Seera & Lee Donghae

Legth: OneShoot

Genre: Romance, Friendship

Rated: PG- 13


STORY

Melihat tatapan dinginnya…

Menatap keangkuhannya…

Terpesona karismanya…

Sudah kuduga, aku jatuh cinta padanya…

****

Aku masih teringat jelas kejadian setengah tahun yang lalu, saat sahabatku Kim Seera menangis menumpahkan kekesalannya atas sikap orang tuanya. Dia bilang, dia akan ditunangkan dengan anak salah seorang rekan bisnis ayahnya. Saat melihat Seera menangis, aku hanya bisa tersenyum getir. Masih tak percaya dengan adanya perjodohan konyol di zaman modern ini.

Aku dan Seera sudah bersahabat cukup lama. Kami bertemu pertama kali saat upacara penerimaan siswa baru, saat kami sekolah menengah pertama, 8 tahun silam. Sejak saat itu, aku dan dia tak pernah pisah sekolah. Bahkan saat di universitas, kamipun satu kampus, hanya saja beda jurusan.

Kesanku saat pertama kali bertemu dengannya, dia itu gadis yang pendiam dan terlalu serius. Tapi nyatanya, dia berbeda 180 derajat dari itu. Saat itu, dia pendiam dan terlihat serius karena sangat gugup. Sekolah yang kami masuki adalah sekolah elit dimana seluruh anggota keluarga Seera adalah alumni dari sana. Aku sendiri bisa masuk ke sekolah yang sama dengannya dikarenakan beasiswa. Aku bukan orang dari golongan berada sepertinya. Sifat Seera sendiri aslinya lebih ceria dan suka melontarkan gurauan. Tipe orang yang suka bercanda. Yang pendiam itu justru aku dan Seera selalu menyebutku, ’orang yang terlalu banyak mikir, introvert’.

Aku memang bukan orang yang terbuka seperti dia. Ketika dia mendapat masalah ataupun kebahagiaan, dia selalu menceritakannya padaku. Tapi, aku berbeda. Aku tak bisa menceritakan apa yang ada dipikiranku semuanya padanya. Walau dia sahabatku. Bukannya aku tak mempercayainya, tapi aku merasa dia tak perlu ikut pusing dengan jalan pikiranku yang rumit.

Kejadian setengah tahun yang lalu mungkin menyentilku tentang arti persahabatanku selama ini dengan Seera.

Aku sama sekali tak bisa membantu apa-apa pada Seera yang bersikeras menolak perjodohan itu. Aku hanya bisa menjadi tempatnya membuang kekesalan dan air mata. Sama sekali tak bisa berbuat apapun. Tak ada keberanian untuk membantu Seera mengatakan pada orangtuanya kalau dia tak ingin dijodohkan.

Aku hanya bisa menepuk punggung Seera. Menyuruhnya untuk tenang dan siap menghadapi cobaan ini. Termasuk, aku juga hanya bisa mendampinginya saat dia bertemu pertama kali dengan pria yang dijodohkan dengannya.

Pertemuan pertama Seera dengan pria itu terjadi di bandara Incheon. Seera ditugaskan untuk menjemput pria itu yang baru datang dari New York, karena dia memang kuliah disana. Dia datang bersama dengan seorang temannya.

Pria itu, Choi Siwon. Dialah orang yang akan menikahi Seera kelak. Seorang pria yang mempunyai pandangan tajam dan tubuh yang tinggi tegap. Sangat rupawan, aku rasa Seera sangat beruntung mendapatkan calon tunangan seperti dirinya yang menurutku cukup sempurna. Dia kaya, tampan dan berpendidikan.

Saat itu, aku merasa sangat iri pada Seera. Kenapa semua hal yang baik, keberuntungan selalu berada dipihaknya? Seera sangat bodoh jika menolak perjodohan ini, karena pria ini nyaris sempurna. Aku sendiri terpana saat melihatnya.

Jantungku berdebar tak tentu arah saat dia berjalan melewatiku. Aku bisa mencium wangi tubuhnya, dia pasti mengenakan parfum yang mahal. Tatapan dinginnya yang seolah tak peduli saat melihatku bukannya membuatku jadi kesal tapi aku malah mengaguminya.

Kenapa ada pria seperti dia di dunia ini? Dan kenapa dia harus menjadi calon tunangan sahabatku?

++++++

”Besok Siwon datang,” kata Seera tiba-tiba membuyarkan konsentrasiku yang sedang memotong bawang. Seera datang ke rumahku sore ini saat aku sedang menyiapkan makan malam untuk keluargaku.

”Mwo?!” seruku.

”Ne, besok dia datang,” katanya lagi.

”Bukannya dia hanya pulang setahun sekali? Ini baru lewat setengah tahun ’kan?”

”Kenapa kau kaget? Suka-suka dia dong mau pulang kapan. Yaa, Chaesa-ya, kau harus menemaniku besok!”

”Shiroe!” sahutku melanjutkan memotong bawang.

”Harus!” dia masih memaksa.

”Dia tunanganmu, kenapa aku harus ikut setiap kalian berkencan?”

”Yaa.. kan ada Donghae. Sahabatnya itu! Jadi kita jalan berempat seperti dulu… ayolah, Shim Chaesa, jebal…” mohon Seera.

Aku berpikir mencari alasan untuk menolak.

”Besok aku sibuk, kuliahku padat dari pagi, lalu ke tempat kerja sambilan dari sore hingga malam. Mianhae, sekali-kali kau coba saja pergi berdua dengannya. Pasti lebih menyenangkan, lagipula dia tunanganmu.” sahutku.

Seera mengerucutkan mulutnya, pasti dia kesal karena aku menolak ikut dengannya. Kemudian dia langsung pamit. Hah, anak itu pasti dia sedang merajuk sekarang.

+++++

Choi Siwon, kenapa kau membuatku nelangsa begini? Menahan cinta yang tak mungkin kau sambut. Berusaha melupakanmu karena sifat dinginmu, karena kau tunangan sahabatku nyatanya tak berhasil. Kenapa tatapan matamu selalu memenuhi pikiranku? Tak bisa melupakan walau sudah 6 bulan berlalu.

Aku sangat ingat kejadian setengah tahun yang lalu, sehari sebelum kepulangannya ke New York.

Saat itu seperti biasa, aku menemani Seera ketika pergi bertemu dengan Siwon. Siwon saat itu menghabiskan liburan musim dingin selama sebulan di Seoul bersama sahabatnya Lee Donghae. Seperti aku yang selalu menemani Seera jika bertemu dengan Siwon, pria itu juga selalu mengajak Donghae. Tapi jangan sebut itu kencan ganda karena aku nyaris tak menikmati saat-saat itu. Donghae lebih asyik berbincang dengan Seera, mereka sangat akrab laksana teman dekat. Sementara Siwon, dia seperti aku, tak banyak bicara.

Hari itu, kami makan malam berempat di sebuah restoran mewah. Suatu tempat yang tak mungkin aku datangi jika tak pergi bersama mereka. Siwon yang mengajak kami kesana. Aku menguatkan hati saat ikut, bersiap kalau malam itu menjadi malam saat Siwon melamar Seera.

Tapi nyatanya, tak ada yang terjadi. Siwon seperti biasa, terlalu banyak diam. Makan malam hanya dipenuhi dengan gurauan Donghae dan Chaeri.

Kemudian, saat di akhir makan malam. Sebotol wine datang. Hah, aku tak pernah menikmati yang namanya alkohol sekali pun itu. Aku sendiri tak mengerti kenapa malam itu aku nekat membiarkan Donghae menuangkan wine itu ke dalam gelasku. Walau Seera melarangku untuk minum, tapi tak aku gubris. Dalam sekali tegak, wine itu mengalir ke dalam kerongkonganku. Membuat tubuhku memanas dan yeah, sepertinya setelah itu aku tak sadarkan diri.

Hingga paginya, aku terbangun di suatu tempat yang tak kukenali. Kamar yang sangat mewah dan itu kamar hotel. Aku cukup terkejut mengetahui aku bangun tidak di kamarku sendiri melainkan di sebuah hotel. Yang lebih parahnya lagi, aku tidak mengenakan pakaian yang ku kenakan semalam. Gaunku berubah menjadi kemeja panjang dan celana pendek.

Aku mencoba mengumpulkan ingatanku. Tapi nyatanya tak berhasil. Aku tak ingat apapun. Aku tak ingat apa yang terjadi semalam, saat setelah aku meminum wine itu.

Tapi ada hal lain yang membuatku lebih frustasi saat itu. Saat aku melihat seorang pria keluar dari kamar mandi.

Yaa.. itu Choi Siwon!

Aku menutupi seluruh tubuhku dengan selimut. Itu gila, kenapa dia berada di kamar yang sama denganku? Apa yang sebenarnya terjadi sih?! Batinku saat itu.

Saat itu dia tersenyum. Itu senyum terbaik dan terlebar yang pernah dia tunjukkan selama aku mengenalnya sebulan. Biasanya dia memang hanya tersenyum tipis, menyeringai –jika mendengar lawakan Donghae- dan memasang tampang suram. Tapi, hey… dia sungguhan tersenyum lebar ketika melihatku.

Aku lalu memberanikan diri bertanya, ”Apa yang terjadi?”

”Hm, tak ada,” dia berjalan mendekatiku. Senyumnya masih tak hilang. Dan itu membuatku semakin takut.

”Sungguh?”

Dia lalu duduk di tepi ranjang, memasukkan tangannya ke dalam saku celana dan menggeleng.

”Hm, memangnya kau mengharapkan kejadian apa?” dia balik bertanya.

Aku rasa wajahku sangat panas. Aku semakin menarik selimut agar menutupi wajahku. Aku ingin bertanya tentang siapa yang menggantikan pakaianku. Tapi, ah.. itu memalukan.

”Seera dimana?”

”Dia tak ada disini,” sahutnya.

Aku merasa tubuhku lemas. Aku menanyakan keberadaan Seera karena aku mencoba berpikiran positif kalau Seera-lah yang mengganti pakaianku. Tapi, nyatanya?

“Selama sebulan di Seoul, aku memang menginap disini. Kata Seera, lebih baik aku membawamu kemari daripada langsung pulang ke rumahmu. Seera takut jika ibumu marah mengetahui kau pulang dalam keadaan mabuk.” Jelas Siwon.

Yaa! Jadi semalaman tadi, aku habiskan bersamanya? Berdua saja? Dimana Seera saat ini. Aku sangat ingin mencekiknya. Tega sekali dia meninggalkanku bersama seorang pria, terlebih itu tunangannya. Situasi yang dibuatnya jauh lebih buruk ketimbang jika aku dibawa pulang ke rumah. Tega sekali dia meninggalkanku berdua saja dengan seorang pria. Terlebih, aku dalam keadaan mabuk. Aku tak akan sadar jika dia berbuat macam-macam kepadaku.

”Tenang tidak ada yang terjadi antara kita kok,” dia masih berusaha meyakinkanku. Tapi, dia terlihat menahan geli.

”Semalam kau mabuk,” lanjutnya. ”Saat orang mabuk dia memang bisa melakukan apa saja…”

”Memang apa yang kulakukan semalam?” tanyaku.

”Kau menari di restoran,” dia kembali tertawa dan aku hanya bisa menundukkan wajahku yang semakin panas, ”Lalu, kau juga bilang kalau kau menyukaiku.”

Glekk, aku meneguk liur. Yang ingin kulakukan saat ini adalah membuka jendela yang ada di sebrang ranjang tempat aku masih mendudukan diri, kemudian meloncat dari sana. Yang jelas aku ingin pergi, tak mau mendengar kelanjutan ucapannya.

”Bahkan sampai saat kau kubawa kemari, kau masih mengatakan hal yang sama. Mengatakan kau menyukaiku, menyukai tatapan mataku…”

”Hentikan!”putusku. ”A-aku tak sadar saat mengatakan itu!”

”Tapi itu yang sesungguhnya kau rasakan, bukan?”

Dia tampak sekali menikmati saat-saat mempermainkan hatiku. Aku ingin menangis dan menyumpal mulutnya. Bagaimana jika Seera tahu hal ini? Kalau aku menyukai tunangannya. Dan.. yeah… aku tampaknya salah menduga tentang Siwon. Dia ternyata berengsek! Dia menyebalkan karena membuatku gusar.

Saat itu, aku keluar dari selimut yang menyelubungi seluruh tubuhku. Mengambil tasku yang terletak di atas kursi dekat ranjang sekaligus mantel dan gaunku. Kemudian bergegas keluar dari kamarnya.

++++++

Aku menghembuskan nafasku dengan gelisah sore ini. Tak ada kabar apapun dari Seera sejak tadi pagi tentang makan malamnya dengan Siwon kemarin.

Kenapa aku jadi gelisah begini? Keputusanku tak menemaninya menemui Siwon kemarin sudah tepat. Aku takut melihat pria itu dan tentu saja aku sangat malu jika melihatnya dan kemudian dia masih ingat dengan kejadian setengah tahun lalu.

Arggghhhhh.. menyebalkan rasanya! Gelisah tak jelas. Gusar karena kecemasan sendiri.

Kenapa Seera belum menghubungiku? Jangan-jangan dia marah padaku? Marah karena Siwon menceritakan hal yang terjadi di hotel saat itu.

Oh… tidak. Jangan sampai hal itu yang terjadi.

Baiklah… mumpung jam kerjaku belum dimulai, kuputuskan untuk menghubungi Seera.

Aigooo… dia lama sekali mengangkat telponku! Argghhh.. aku semakin gelisah.

Akhirnya setelah berusaha melakukan panggilan sebanyak 3 kali ke ponselnya, telponku diangkat.

Yeoboseyo, Chaesa-ya..” sahutnya di sebrang sana.

”Annyeong, Seera-ya. Kau sedang apa?” tanyaku gugup.

Baru selesai mandi, kenapa menelponku?

”Ah… tak ada apa-apa,” sahutku. Aku menjawab seperti itu karena aku sudah memutuskan untuk tak jadi menanyakan kejadian apa yang terjadi semalam. Sepertinya memang tak ada yang terjadi karena dari nada suara Seera, dia terdengar sedang santai dan tenang saat ini.

Siwon menanyakanmu semalam. Dia kesal kau tak menemaniku…” kata-kata Seera membuatku terperanjat.

”Untuk apa dia kesal,” sahutku sebisa mungkin tenang. ”Justru baguskan aku tak ikut? Aku jadi tak mengganggu kencan kalian.”

Kau lupa ada Donghae?

”Jadi dia juga datang? Kasian sekali menjadi kambing congek pembawa obat nyamuk.”

Yaa! Justru Siwon yang jadi kambing congek pembawa obat nyamuk,” kekeh Seera.

”Mwo?!” aku bingung dengan ucapan Seera tadi.

Chaesa-ya. Kau ini benar-benar tak peka. Aku bingung denganmu, apa kau tak sadar dengan situasi antara aku dan Donghae? Harusnya kau sadar tanpa perlu aku menceritakannya padamu! Baiklah… karena kamu memang lemot, aku akan cerita. Sebenarnya, aku justru sedang pacaran dengan Donghae, sekitar 6 bulan deh jadiannya.. hehehe.”

”Mwo? Yaa! Dasar yeoja brengsek. Kau pacaran dengan Donghae? Dia sahabat tunanganmu sendiri ’kan? Bagaimana dengan Siwon? Bagaimana kalau orang tuamu tahu hal ini?!”

Siwon tak mempermasalahkannya. Dia sama sepertiku. Tak menyukai perjodohan kami. Dia sedang berusaha membujuk orangtuanya agar membatalkan pertunangan ini.”

”Seera-ya…”

Chaesa-ya, asal kau tahu.. dia melakukan itu juga demi kau.”

”Mwo?”

Yaa.. jangan ’mwo’ ’mwo’ saja. Apa kau sama sekali tak sadar kalau dia juga menyukaimu?

”Menyukaiku? Tu-tunggu Seera-ya. Apa maksudmu dengan kata ’dia juga menyukaiku’. A-aku…”

Hi..hi..hi, makanya jangan mabuk. Kau mengucapkan dengan lantang saat di restoran 6 bulan lalu. Tentang kau menyukai Siwon. Chaesa  yang biasanya tenang berubah liar saat mabuk, Siwon menahan malu sekaligus bahagia saat itu.”

”Be-benarkah? Jadi karena itu kau meninggalkanku di hotel berdua saja dengannya?”

Siapa bilang berdua saja? Kau pikir aku sahabat macam apa membiarkanmu yang sedang mabuk berdua saja di kamar seorang pria?! Aku juga ada disana bersama Donghae. Aku yang menggantikan pakaianmu. Aku yang menenangkanmu agar bisa tidur karena kau meracau semalaman tentang perasaanmu pada Siwon. Memalukan. Tapi tuan Choi itu senang sekali. Aigooo…

”Tapi.. Siwon bilang saat aku bangun dan mencarimu kalau kau tak ada?” aku masih mencoba mencari penjelasan.

Saat itu aku sedang mencari makan siang dengan Donghae. Saat kau pergi tak lama aku datang kok,” tawa Seera lalu membludak.

”Ke-kenapa kau tak cerita…” tanyaku lirih.

Untuk apa? Kau tak pernah tanya…

”Jahat…huhu..” isakku.

Rasakan. Siapa suruh kau tak bilang kalau kau menyukai Choi Siwon itu. aku sahabatmu! Tak ada hal yang tak pernah kuceritakan. Sekarang bagaimana menurutmu jika aku mulai berahasia?

”Tak cocok!” rengutku.

Jangan merajuk! Ohya… Siwon katanya akan menemuimu sore ini di toko. Apa dia belum datang?

”Aigoo…. dia sudah datang Seera-ya,” kataku saat melihat Siwon membuka pintu toko tempat aku bekerja sambilan selama ini. Saat itu juga Seera memutus telponnya.

Aku sejak awal kuliah memang bekerja sambilan di sebuah mini market. Menjadi kasir. Ini kulakukan untuk membantu biaya pendidikanku. Aku memang bukan dari kalangan berada seperti Seera.

“A-apa ada yang bisa saya bantu?” ujarku ketika melihatnya berdiri dihadapanku.

“Kau lupa denganku?” tanyanya.

“Ah.. kau Siwon ’kan? Tentu saja aku ingat. Kau pasti ingin membeli sesuatu makanya kemari.”

Dia mengernyitkan sebelah alisnya. Aigoo.. tampan sekali. Aku sangat gugup, tanganku bergetar hebat yang berhasil kusembunyikan lewat bawah meja. Tapi kenapa dia tetap berdiri saja mengawasiku tanpa berkata apapun lagi?

Hening… hening…

Kenapa jadi hening? Kenapa mini market ini sunyi sekali tanpa pembeli yang datang seorangpun? Kumohon, tolonglah…. seseorang datang dan memecahkan keheningan ini.

Kemudian pintu terbuka… aigooo… kenapa yang datang malah Lee Donghae? Malahan dia membawa sebuket bunga…

”Yaa, Kau lupa dengan bungamu, aigo…” kata Donghae setelah itu ngacir.

Baik sekarang sudah ada sebuket bunga. Ayolah Siwon katakan padaku, apa maksud kedatanganmu kemari. Kumohon, bicaralah tanpa perlu aku yang memulainya terlebih dahulu.

”Chaesa-sshi…” dia mulai membuka mulut.

”Ne…”

”Bunga untukmu…” dia menyerahkan bunga itu.

”Ne.. kamsahamnida…” kataku menunggu ucapannya selanjutnya.

Lalu hening lagi. Oh Tuhan, paling tidak biarkanlah ada benda di rak pajang yang jatuh sehingga suasana tak sehening ini. Tempat ini mini market bukan kuburan. Tapi kenapa bisa sunyi begini?

”Tunggulah aku…” ujarnya.

”Ne?” aku bingung.

”Pertunanganku dan Seera batal. Orangtuaku cukup sedih, mereka baru akan menyetujui pilihanku jika aku bisa menyelesaikan sebuah proyek. Aku yakin aku bisa melakukannya… tapi aku ragu apakah kau mau menunggu hingga aku berhasil. Jadi.. itulah maksudku memintamu menunggu…”

“Kalau begitu berjuanglah, tapi kumohon… jangan biarkan aku menunggu terlalu lama…” kataku.

Dia tersenyum dan menatapku dengan lembut. “Gomawo…”

Beginilah kisah kami dimulai. Dia yang semula tunangan sahabatku, kemudian berubah menjadi kekasihku. Kami menjalani hubungan cinta jarak jauh antara Seoul-New York selama 1 tahun lebih dengan memupuk kepercayaan dan kesetiaan.

Tak ada lagi tentang aku yang menyukainya diam-diam. Cinta kami sama-sama tersambut dan menghentikan pencariannya karena kami sudah menemukan seseorang untuk dicintai.

Memegang teguh janji untuk saling menunggu agar kisah cinta kami berakhir bahagia.

Kami berterima kasih pada kedua sahabat kami, Seera dan Donghae. Mereka mendukung dan membantu, memberikan kekuatan saat cinta kami mengalami terpaan karena restu orangtua Siwon.

Kisah kami mungkin terlihat datar, namun ada lika liku disana. Butuh proses panjang untuk kami mengetahui perasaan masing-masing.

Dan syukurlah… kisah kami sampai pada titik yang kami harapkan.

Pernikahan indah yang terjadi di musim dingin, 3 tahun setelah aku mengenalnya.

Benar-benar seperti dongeng. Tapi, semua orang memang selalu suka dengan dongeng yang indah bukan?

+++ The End+++

*** Ini FF oneshootku yang paling GAJE TT___TT

Mianhae…. kalau dibandingin dengan versi aslinya kayaknya punyaku GATOT *sumpah minder* tapi dengan pedenya aku publish.

Ini FF adaptasi dari sebuah Cerpen yang pernah aku baca di majalah STORY edisi bulan april. Aku lupa judul dan nama pengarangnya… waktu itu bacanya pas di klinik dan cuman sekilas doang. Tapi aku berkesan banget ma jalan ceritanya. Jadi kalau ada yang tau… bisa di share disini ya… biar aku masukkan ke credit gitu…

Kalau baca versi aslinya pasti deh… FF ku ini kebanting TOTAL.

Mianhae buat penulis aslinya karena udah membuat hancur kisah indah yang sudah anda bangun.

13 thoughts on “[Oneshoot] Somebody To Love (Ver-Siwon)

  1. komen aq masuk ga? tes tes tes!

    wew ada siwon version, tapi aq berasa dapet feel-nya ma yang TOP version. hehehe,tatapan dingin kayake memang cocok ma TOP.

    • haha .. gomawo dah baca ^^
      ini emang versi aslinya yg TOP itu,,,
      aq ngebayangin TOP pas bikin nih FF bukannya Siwon..
      tapi krn mereka sesama CHOI yg maen di IRIS.. aq rasa cocok az bikin nih FF jadikan 2 versi masing2 ke TOP n Siwon

  2. aduh….
    Sukaaaaa…..!!! >,<
    w guling2 d tmpt tdr ini bacanya…. Ih mitmit mah…. *cubit2 mitmit*
    Tapi kok, ad nama chaeri nyempil?? Lupa ganti y?? Hehe

  3. Uwaaaahhh~
    Chae-Won is back!!!
    Bahagia bacanya^^/
    Senyum2 sendiri… Kyaaahhhh~

    Klo Chaesa bangun di hotel dgn Siwon di dalemnya dia panik, kalo aku sih bakal bilang: “ALHAMDULILLAH”
    Muahaha~

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s