Chocolate In Love (Chap-11)


Chocolate In Love (Chap-11)

Author: OnmitHee

Cast: Cho Kyuhyun, Park Chaeri

Other Cast: Yu Nanhee & Han Chae Kyeong.

Legth: Sequel. 

Genre: Romance, Friendship

Rated: PG 15

STORY

”Unnie… gomawo… berkat unnie, Yujin selamat. Selamanya aku berhutang budi pada unnie…”

”Unnie.. kau kaget melihatku disini? Aku ingin belajar membuat coklat pada Jong Suk-oppa. Aku melakukannya untuk unni, aku akan membuat coklat yang paling enak… ”

”Unnie… aku menyukai Jong Suk-oppa. Unnie tak marah kan kalau aku pacaran dengannya?”

”Unnie…walau kau begitu membenciku. Selamanya, aku tetap menyayangimu, unnie…”

“Chaeri-ya… kau kenapa?”

Teguran Kyuhyun membuat Chaeri tersadar dari lamunannya. Dia melihat Kyuhyun sudah tak berlutut lagi. Chaeri lalu mengikuti namja itu bangkit. Matanya masih menatap lekat batu nisan Chae Kyeong.  Sementara salju semakin deras jatuhnya.

“Chae Kyeong-ah. Kami pergi dulu… aku akan mengunjungimu lagi nanti…” Kata Kyuhyun membungkuk pada makam itu lalu mengamit tangan Chaeri mengajaknya untuk pergi. “Kita mampir ke makam gurumu?”

Chaeri menjawab dengan gelengan lemah. Dia mengeratkan pegangannya pada Kyuhyun. Dia merasa pusing dan lemas.

”Chaeri-ya, kau tak apa-apa?” Kyuhyun menghentikan langkahnya, diarahkannya tubuh Chaeri menghadapnya. Dia terkejut melihat ada darah yang akan keluar dari hidung yeojanya itu. ”Chaeri-ya… kau mimisan.” serunya, bersegera dia melap darah yang mulai keluar itu dengan tangannya.

”Chaeri-ya…” Kyuhyun menatap cemas Chaeri yang menahan darah yang keluar itu dengan tissu lalu berjalan cepat meninggalkan Kyuhyun keluar dari area pemakaman.

Chaeri masuk kedalam mobil Kyuhyun duluan. Dia berbaring dikursi bagian penumpang. Masih tetap berusaha menghentikan mimisannya. ”Aku akan membawamu ke rumah sakit!” seru Kyuhyun, dia masih di luar mobil.

”Andwe… aku tak apa-apa. Sudah kubilang, ini biasa terjadi! Aku memang selalu seperti ini jika cuaca terlalu dingin atau terlalu panas. Kau tak usah cemas. Ibuku dokter! Sudah dari jauh hari dia memeriksakan kondisiku. Aku sehat! Hanya saja… hidungku terlalu sensitif. Itu saja…” jelas Chaeri. “Kau tak usah khawatir… aku baik-baik saja…”

Kyuhyun lalu masuk ke mobil. Dia lalu membiarkan Chaeri berebah dipangkuannya. “Kau tahu… aku sudah pernah kehilangan. Aku sangat takut jika kau juga pergi lebih dulu dariku…” dia membelai lembut rambut Chaeri.

“Chae Kyeong… Di-dia meninggal karena apa?” Tanya Chaeri ragu.

”Gagal jantung.” Kyuhyun berkata sambil memegang dadanya. ”Kau pasti kaget, mengingat usianya yang masih muda. Hah,.. tubuhnya memang lemah sejak dulu. Itu karena penyakit jantung bawaan yang dideritanya sejak kecil. Dia tak bisa berlari kencang. Tak bisa terlalu bersemangat.”

Chaeri langsung teringat ucapan Jong Suk dulu,”… Dia sangat menderita setelah hubungan kami berakhir. Tubuhnya yang sejak awal sangat lemah semakin diperparah dengan cara dia menggugurkan bayinya. Dia menjadi sakit-sakitan. Tapi dia tak pernah membenciku… ”

Chaeri menarik nafasnya, berpikir dalam hati.”Ada yang salah disini! Dia meninggal karena gagal jantung?! Jadi kematiannya tak ada hubungannya denganku. Bukan karena  aku memaksanya untuk melakukan aborsi. Aku tak ada kaitannya… tapi kenapa Jong Suk berkata seperti itu dulu? Apa dia sengaja agar aku merasa tertekan?”

”Aku bertemu pertama kali dengannya 4 tahun lalu. Saat aku juga dirawat di rumah sakit. Kau tahu kan.. dulu aku pernah mengalami kecelakan parah sehingga harus dirawat di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Aku bertemu dengannya di kapel rumah sakit.. Aku sudah di rawat sekitar 2 bulan saat itu. Saat itu sudah tengah malam, aku tak bisa tidur kemudian aku pergi ke kapel untuk berdoa. Ditemani Donghae-hyung. dan disanalah aku bertemu dengannya…”

”…Kulitnya putih pucat. Rambutnya yang sebahu digerai, terlihat sangat cantik. Seperti malaikat. Dia melantunkan ayat suci. Dan aku terhanyut saat itu. dia berdoa… tapi juga menangis. aku tak tahu apa yang dia tangisi. Tapi aku tahu… dia berdoa untuk seseorang. Bukan untuknya sendiri…”

Chaeri melihat mata Kyuhyun yang berkaca-kaca saat menceritakan itu. Suara Kyuhyun terdengar bergetar. Saat namja itu akan melanjutkan ceritanya. Chaeri menahannya dengan meletakkan jarinya ke bibir namja itu. Menyuruhnya berhenti, karena dia merasa sakit saat Kyuhyun menceritakan tentang Chae Kyeong.

”Tak usah kau lanjutkan. Aku tak ingin mendengar kisah itu… kumohon…”

”Mianhae, Chaeri-ya…” butiran bening jatuh dari mata Kyuhyun. ”… aku menyakitimu hari ini.”

”Kau sama sekali tak menyakitiku. Aku hanya tak ingin mendengar kisahnya. Jika kau menceritakan kisah itu… pasti kau akan bersedih. A-aku tak akan memaksamu untuk menceritakan kisah masa lalu yang menyedihkan itu lagi. Aku tahu kau begitu mencintainya dulu. Tapi sekarang sudah ada aku. Aku tak suka melihatmu yang lemah… aku tak suka melihat air matamu… aku tak suka melihatmu menangis dan menjadi lemah karena masa lalumu.”

Chaeri lalu bangkit. Dia memeluk Kyuhyun erat dan berbisik. ”Sekarang dan nanti. Cukup pikirkan aku saja.”

Kyuhyun tersenyum dan menepuk punggung Chaeri, ” dasar egois.” desahnya.

++++++

”Wah… tampaknya tak ada orang di dorm.” kata Kyuhyun menggandeng Chaeri masuk ke dormnya.

”Sepi sekali…” timpal Chaeri. ”Kau sengaja membawaku kemari karena sudah tahu tak bakal ada member yang lain kan?”

”Haha.. tepat!” Kyuhyun mempersilahkan Chaeri duduk di sofa panjang di ruang tengah. Memberikan yeoja itu remote tv, lalu meninggalkannya ke dapur dan kembali dengan membawa beberapa bungkus snack dan dua botol air mineral ukuran sedang.

”Paling tidak, jika kau mengajakku kemari. Kau sudah menyiapkan makan malam spesial. Bukannya hanya menyediakan snack. Kau lihat dandananku. Sudah sangat cantik, tapi malah diajak ke pemakaman dan dorm. Aku kira kau akan membawaku ke Namsan atau restoran mewah…” omel Chaeri pada Kyuhyun yang duduk disampingnya.

”Ke Namsan? Yang benar saja. Dingin- dingin begini… mending kita nonton tv. Kalau ingin makan tinggal masak sendiri. Masakan buatanmu enak kok. Jauh lebih enak daripada buatan koki restoran manapun!”

”Pelit!” rajuk Chaeri.

”Aku hanya tak ingin kita terlalu mencolok! Walaupun kencan kita diawali dengan foto-foto tak jelas sehingga kau dibayar perusahaanku untuk menjadi pacar pura-pura tapi tetap saja tak semua fans ku suka melihatku selalu bersama denganmu. Beberapa dari mereka memang sudah memberikan restu tapi sebagian besar lagi masih menganggap hubungan kita yang sekarang ini palsu. Jadi, lebih baik kencan di rumahmu atau dorm saja. Lebih aman.” Kemudian Kyuhyun merebahkan dirinya dipangkuan Chaeri, ”Lagipula.. jika kencan di tempat umum, tak leluasa untuk bermesraan.” kekehnya memeluk perut Chaeri.

”Aish… bocah geli! Chaeri tertawa memukul bahu Kyuhyun.

Kyuhyun makin mengeratkan pelukannya. Menciumi perut Chaeri dan bergumam,”Hm..aku baru sadar satu hal. Kalian mirip…”

”Huh?”

”Kau dan Chae Kyeong mirip. Aroma tubuh dan tatanan rambut kalian sama…”

”Jadi kau menyukaiku karena aku mirip dengan dia?”

Kyuhyun buru-buru bangkit ketika mendengar nada suara Chaeri yang ketus. Dia sadar kalau dia baru saja salah bicara. ”Ani… tentu saja bukan. Aku bilang kan aku baru sadar sekarang…” ralatnya.Chaeri memalingkan wajah. Tak peduli dengan jawaban Kyuhyun. Dia bangkit, berjalan menuju dapur. ”Chaeri-ya… mianhae…” seru Kyuhyun mengikuti Chaeri. Dilihatnya yeoja itu membuka kulkas dan menyiapkan peralatan masak.

”Kau tunggu di ruang tengah saja. Aku akan memasak makan malam.” Chaeri bicara tanpa memandang Kyuhyun dan namja itu tahu kalau yeojachingunya itu sedang marah kini.

++++++

Kyuhyun berulang kali menghembuskan nafasnya gusar. Dia berjalan berputar-putar mengelilingi ruang latihan tari SM menggaruk-garuk lehernya yang tak gatal. Berkali-kali menatap ponselnya. Kemudian dengan kesal menghempaskan tubuhnya ke lantai. Kemudian memainkan jarinya di layar touch screen ponselnya, dengan cepat menulis pesan…

To: Newton eomma

Kau jangan seperti ini padaku! Kalau kau marah katakan saja. Jangan mendiamkanku berhari-hari seperti ini. Ayolah… paling tidak balas pesanku kalau kau tak ingin bicara.

Kyuhyun mengirim pesan itu dengan penuh emosi. Dia lalu meninggalkan ponselnya di ruang latihan untuk mengambil minuman sebentar. Berharap ketika dia kembali, Chaeri sudah membalas pesannya. Memang sejak kejadian di dorm seminggu lalu, Chaeri menjadi sangat dingin padanya. Selalu me-reject panggilannya dan tak membalas pesan. Disela-sela jadwal yang padat, Kyuhyun pernah mendatanginya ke rumah dua hari yang lalu. Tapi Chaeri sama sekali tak mau menghiraukannya. Mengatakan dirinya sibuk, sehingga kedatangan Kyuhyun hanya disambut oleh Jungmin dan Newton.

Kyuhyun kembali ke ruang latihan, dilihatnya ponselnya yang tergeletak di sudut ruangan, tak ada pesan masuk disana. Kyuhyun merasa frustasi. ”Ada apa sih dengannya? Aku sudah minta maaf tapi kenapa dia jadi seperti ini?! Apa karena dia sibuk dengan pekerjaannya? Aku justru lebih sibuk! Chaeri-ya… apa kau tak bisa membuatku tak gelisah sehari saja?” omel Kyuhyun pada ponselnya.

”Huh, kupikir siapa. Ternyata kau yang sedang mengomel sendirian.” Victoria tersenyum sinis mendatangi Kyuhyun. ”Aigoo… saat masih belum jadian kamu pusing… udah jadian malah lebih pusing. Kasian sekali dirimu.”

”Hentikan mengejekku!” rengut Kyuhyun.

”Kenapa sendirian saja disini? Oppadeul Super Junior di ruang sebelah tuh. Jangan hanya karena masalah cinta kau jadi menghindar dari mereka…”

”Kau sendiri ngapain disini?” Kyuhyun balik bertanya.

”F(x) kan mau latihan disini. Mumpung mereka belum datang, ayo cerita padaku… kau ada masalah apa?”

”Tak ada masalah. Aku baik-baik saja…”

”Bohong!” Kyuhyun dan Vic dikejutkan oleh suara yang tiba-tiba muncul dibelakang mereka. mereka mendengus kesal saat tahu asal suara itu adalah milik Shim Changmin.

”Jangan mengagetkan kami dengan suara kerasmu itu!” pekik Vic dan Kyuhyun bersamaan.

Changmin dengan full senyum duduk disamping Kyuhyun sambil mengacak gemas rambutnya. ”Kita sudah bertahun-tahun berteman. Kau pikir, kau bisa menipu kami dengan tampangmu itu! sekarang ceritakan masalahmu… siapa tahu, kami bisa bantu.”

”Aku tak butuh bantuan kalian!” sungut Kyuhyun hendak meninggalkan ruangan itu. tapi saat dia di depan pintu, sudah ada seseorang disana.

”Oppa…”

”Oh, Kau Nanhee. Untuk apa kemari? Ruangan ini akan dipakai F(x)!”

”Ah.. aku kemari bukan untuk latihan. Tapi aku kemari karena katanya oppa disini. Ada yang mau kuberikan pada oppa.”

Kyuhyun menaikan alis kanannya. Dia lalu menengok ke dalam ruangan. Changmin dan Vic sedang memandangnya dengan senyum menyebalkan di dalam sana. Dia lalu menarik Nanhee untuk masuk ke ruangan itu.

”Ah.. ada Vic-sunbae dan Changmin-sunbae disini rupanya. Annyeong..” sapa Nanhee membungkukan tubuhnya. Changmin dan Vic membalas sapaan Nanhee kemudian mereka menatap Kyuhyun dan Nanhee bergantian. ”Er.. oppa, bisa kita ke ruangan lain saja. Aku malu menyerahkannya disini.” bisik Nanhee.

”Tak apa. Berikan saja disini! Tak usah pedulikan mereka!” titah Kyuhyun.

Nanhee dengan ragu mengeluarkan sebuah bungkusan dari dalam tas selempang yang dipakainya. Berkali-kali dia menoleh pada Vic dan Changmin yang memperhatikan dirinya. ”Ini suplemen. Aku tahu oppa sibuk akhir-akhir ini… makanlah di pagi hari agar oppa bisa bekerja dengan semangat.”

Kyuhyun, Changmin dan Vic tercengang dengan barang yang diberikan Nanhee itu. Itu suplemen terkenal yang terbuat dari ginseng berumur 20 tahun.

”Yaa… aku juga mau!” seru Changmin. “Nanhee-sshi, apa kau hanya memberikan ini untuknya?” Changmin berkata sambil mendekatkan tubuhnya pada Nanhee.

”Ne, sunbae..” kata Nanhee malu-malu.

”Kita bisa bagi dua nanti,” Kyuhyun menarik Changmin agar menjauh dari Nanhee. ”Nanhee-ya. Gomawo.”

”Ah, ne.. oppa. Aku pergi dulu. Annyeong…” kata Nanhee berpamitan.

Setelah Nanhee tak ada, Vic mendekati Kyuhyun sambil melempar pandangan sinis pada Changmin yang masih terpukau dengan hadiah pemberian Nanhee pada Kyuhyun. ”Dia memanggilmu ’oppa’. Sementara kami, ’sunbae’. Kau tak berpikir ada sesuatu disini?”

”Wajar saja begitu! Dia kan ada kerja sama dengan Kyuhyun untuk debutnya. Mereka lebih dekat!” sahut Changmin.

”Tetap saja. Dia masih trainee. Dia juga harus menyebut Kyuhyun dengan sebutan ’sunbae’ bukannya ’oppa’!” Vic masih ngotot.

”Tak apa Qiannie. Nanhee itu keponakan kekasihku. Sejak awal bertemu dia sudah memanggilku dengan sebutan ’oppa’. Aku rasa dia memanggilku seperti itu agar kami bisa akrab!”

”Benarkah? Hanya itu tujuannya? Kalau aku jadi dia, justru aku akan memanggilmu ’ahjusshi’. Itu akan jauh lebih akrab!” Kyuhyun dan Changmin membulatkan mulut dan saling pandang mendengar ucapan Vic barusan. Vic yang kesal dengan tampang bodoh kedua temannya itu lalu mendorong dan mengusir mereka dari ruangan itu. Lalu mendengus, ”dasar laki-laki tak peka!”

++++++

”Songsaengnim… jadi bisakah anda memberikan pelajaran privat padaku? Aku tak mau nilaiku buruk di ujian semester nanti.. ayolah,” bujuk seorang siswi pada Chaeri.

Chaeri menaikkan kacamatanya yang sedikit turun dari hidungnya. Menatap sejenak lembar penilaian. Lalu melempar pandangan sebal pada siswi itu. ”Anio. Tak ada kelas privat. Siapa suruh kau tak ikut kelasku selama 5 kali berturut-turut!”

”Tapi… waktu itu, aku tak ikut karena aku juga mendapat jam tambahan di sekolah.”

”Aku sudah menghubungi wali kelasmu. Menanyakan hal itu! tak ada kelas tambahan selama ini di sekolahmu! Kau pikir bisa menipuku? Yaa… aku mengenal hampir semua guru di sekolahmu! Kalau kau memang tak niat mengikuti les disini bilang saja pada orang tuamu! Jangan berkata kau pergi les tapi nyatanya kau tak datang!” omel Chaeri panjang.

”Songsaengnim… kumohon. Nanti kalau nilaiku jeblok… orang tuaku bakal tahu kalau aku bolos… ayolah. Berikan aku kelas privat…” siswi itu masih memelas.

Chaeri menyandarkan tubuhnya disandaran kursi. Memijat-mijat tengkuknya, lalu melihat jam dinding. Sudah pukul 7 malam. Seharusnya dia sudah pulang saat ini. Dia hanya mendapat kelas siang dan sore saja hari ini. Lalu dia menatap ke arah siswi itu lagi. Anak itu masih mengatupkan tangannya. Memohon.

Kemudian seorang rekan kerjanya menegur, ”Park-Songsaengnim. Berikan saja anak itu kelas privat selama 2 minggu. Dia akan mendaftar di Universitas Seoul pada musim gugur tahun depan. Kasihan dia kalau nilainya hancur di semester ini!”

“Ayolah songsaengnim. Kumohon…” bujuk siswi itu.

“Ah…baiklah.” kata Chaeri mengalah, siswi itu meloncat girang sementara Chaeri menatap kesal pada rekan kerja yang menegurnya tadi. Dia lalu membereskan barang-barangnya kemudian tak lama dia sudah berada di luar tempat kerjanya.

Chaeri merapatkan mantel yang dikenakannya. Cuaca memang sedang sangat dingin saat ini. Dia melangkah santai menuju halte bis yang letaknya 20 meter dari tempat kerjanya.

“Unnie…”

Langkah Chaeri terhenti. Lagi-lagi suara panggilan itu. Sudah beberapa hari sejak dia mengunjungi makam Chae Kyeong, hal ini selalu terjadi. Dia selalu merasa ada suara Chae Kyeong memanggil dibelakangnya.

“Aku sudah gila…” desah Chaeri memandang langit gelap. ”Bahkan setelah dia mati. Dia tetap menggangguku! Mengusik hidupku. Mengganggu percintaanku. Tak bisakan dia tenang dan menjauh… aku ingin melupakannya!”

“Songsaengnim…”

Chaeri mengalihkan pandangannya dari langit. Disampingnya berdiri siswi yang tadi meminta kelas privat padanya.

“Songsaengnim… gwenchanayo?” tanya siswi itu mengerutkan kening.

Chaeri tak menjawab. Dia melanjutkan perjalanannya ke halte bis, sementara siswi itu terus membuntutinya. Bahkan duduk disampingnya saat Chaeri menunggu bis yang menuju daerah tempat tinggalnya tiba.

“Songsaengnim…” siswi itu masih menyapanya.

“Ne..” sahut Chaeri tak peduli.

”Sebenarnya ada satu hal yang ingin aku tanyakan pada songsaengnim sejak songsaengnim mulai mengajar dua bulan lalu.”

”Apa yang ingin kau tanyakan?” Chaeri menoleh sekilas pada muridnya itu.

”Songsaengnim pacarnya Cho Kyuhyun dari Super Junior itu ya? Habisnya… waktu melihat foto-foto Kyuhyun-oppa dengan pacarnya. Wajah yeoja itu mirip dengan songsaengnim terus… namanya juga sama.”

”Anio! Itu bukan aku. Hanya kebetulan saja,” jawab Chaeri ketus. Siswi itu menggaruk kepalanya bingung. Saat dia ingin bertanya lagi, Chaeri sudah masuk ke bis yang baru saja tiba.

++++++

Kyuhyun sedang bermain game di ponselnya dalam perjalanan menuju dorm bersama member SJ yang lain saat Eunhyuk yang duduk disampingnya memukul-pukul pelan bahunya. Kyuhyun menoleh pada Eunhyuk, tapi hyungnya itu menunjuk ke arah bis yang berada tepat di samping kanan mobil yang mereka tumpangi. Saat dia melihat ke arah yang ditunjuk Eunhyuk, dia tersenyum melihat seseorang yang membuat perasaannya gusar beberapa hari ini sedang duduk menyandarkan kepalanya di kaca jendela bis.

”Dia terlihat lelah sekali…” gumam Kyuhyun mengamati wajah Chaeri dari mobilnya. Mobil yang Kyuhyun naiki dan bis yang ditumpangi Chaeri sekarang memang sedang berhenti karena ada kemacetan parah dikarenakan waktunya jam pulang kerja.

”Suruh saja dia turun dari bis dan menumpang ke mobil kita,” saran Eunhyuk.

”Tak perlu, hyung. Aku rasa dia tak akan mau…” Kyuhyun menjawab lirih. Dia masih mengamati Chaeri yang sama sekali tak sadar sedang diperhatikan. Dia lalu mengirimkan sebuah pesan untuk Chaeri.

To: Newton eomma

Aku sadar kalau kau sedang tak ingin berbicara padaku. Aku mengerti. Aku tahu aku salah. Tapi kumohon, jangan terlalu lama mengabaikanku…

Ps: i luv u~

Pesan terkirim. Kyuhyun memandang Chaeri lagi. Yeoja itu sedang membaca pesan yang baru dikirimnya. Dia terlihat ragu untuk membalas. Tapi kemudian tangannya bermain di ponselnya, lalu pesan itu Kyuhyun terima…

From: Newton eomma

Kau tak salah. Justru aku yang salah. Mianhae… mengabaikanmu beberapa waktu ini. Tapi, aku ingin menenangkan diri dulu. Kurasa ini yang terbaik bagi hubungan kita.

Ps: i luv u too~

”Menenangkan diri? Memangnya apa yang kau gelisahkan?” Kyuhyun menatap nanar Chaeri. Dia benar-benar tak bisa memahami apa yang ada dipikiran Chaeri. Karena salah bicara hubungan mereka jadi jauh seperti ini. Tapi seharusnya Chaeri bisa menyikapinya dengan lebih dewasa, bukan? Tidak dengan seperti ini, menjauh. Membuat Kyuhyun bingung.

Kyuhyun menyandarkan kepalanya. Memijat kening yang penat. ”Dia sungguhan mencintaiku. Atau aku yang justru kelewat tergila-gila padanya sehingga mau dipermainkan seperti ini? Tak bisakah dia membuatku berhenti mencemaskannya?”

Kyuhyun terus memandangi Chaeri hingga mobilnya dan bis yang ditumpangi yeoja itu berpisah dipersimpangan jalan.

”Setelah membuatku gusar seperti ini, lalu kau akan mengakhirinya dengan kata perpisahan. Itukah yang kau mau, Chaeri-ya? Kapan aku bisa mengerti apa yang kau pikirkan?”

Kyuhyun lalu membalas pesan singkat Chaeri…

To: Newton eomma

Aku akan ke rumahmu! Tak mau tahu, kau harus mau bertemu denganku! Sekarang!

Kyuhyun kemudian meminta driver menghentikan mobil. Dia lalu berpindah ke taksi yang kemudian mengantarnya ke rumah Chaeri. Chaeri tak membalas pesannya. Tapi ketika dia sudah hampir sampai ke rumah Chaeri, ponsel Kyuhyun berbunyi.

From: Newton eomma

Aku tak pulang ke rumah! Kalau kau mau bertemu denganku, temui aku di Namsan Tower. Aku menunggumu disana… itu jika kau memang sungguhan ingin bertemu.

Kyuhyun memekik. ”Yaa!” Driver taksi yang ditumpanginya bahkan ikut kaget. ”Ahjusshi, putar arah. Antar aku ke Namsan!” seru Kyuhyun kesal.

++++++

Sebelum masuk ke Namsan, Kyuhyun membeli sebuah topi untuk menyamarkan penampilannya. Dia lalu bergegas ke lantai paling atas Namsan tower dan akhirnya dia berhasil menemukan Chaeri yang sedang asyik meneropong pemandangan malam kota Seoul.

”Chaeri-ya…” tegur Kyuhyun, nafasnya terdengar naik turun efek berlari tadi.

”Ne, aku senang kau datang. Hei, coba lihat pemandangan diluar. Keren sekali.”

Kyuhyun menghela nafas melihat ekspresi wajah Chaeri. Yeoja itu terlihat gembira, berbeda sekali dengan yang dia lihat saat di bis.

”Chaeri-ya. Apa yang sedang kau coba sembunyikan dariku?” Kyuhyun membatin. Tapi dia berusaha membalas senyum Chaeri. Dia lalu mengambil alih teropong. Melihat pemandangan yang tadi dilihat Chaeri sambil telinganya menyimak Chaeri yang sedang bercerita tentang daerah-daerah yang ditunjukkannya.

‘Sekarang, ikut aku.” Kata Chaeri menggandeng tangan Kyuhyun, mengajaknya menaiki cable car. Chaeri terlihat sangat menikmati kebersamaannya dengan Kyuhyun saat ini. Membiarkan namja itu kebingungan dengan perubahan sikapnya. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhyun saat mereka berdua saja di dalam cable car. Menikmati waktu berdua saja diatas ketinggian 480 meter. Hanya mereka berdua tak ada orang lain.

“Kau sudah tenang sekarang?” tanya Kyuhyun lirih.

Chaeri tak menjawab. Dia sama sekali tak merasa tenang. Tapi dengan menjauh juga membuatnya semakin menderita. Lalu dia berkata, ”Mianhae, kau pasti bosan dengan sikapku yang buruk. Mianhae, menghindarimu beberapa hari ini.”

”Baiklah. Kau ku maafkan. Tapi kumohon, jelaskan padaku! Kenapa kau bersikap seperti itu? Apa karena aku menyebutmu mirip dengan….”

Chaeri menyela, ”Bukan!” dia berbohong, ”Ada masalah di tempat kerjaku. Aku hanya sedang pusing memikirkan masalah itu. tenang saja ini tak ada kaitannya denganmu.”

”Kuraeyo?” Kyuhyun menatap Chaeri sangsi sementara yeoja itu menunduk. Kyuhyun paham, Chaeri membohonginya kini. Dia memegang kepala Chaeri. Mencium keningnya dengan menahan rasa sesak karena yeoja itu tak mau terbuka padanya.

”Aku merindukanmu…” bisik Chaeri mencium bibir Kyuhyun tapi namja itu tak bisa membalasnya. Dia mengepalkan tangannya geram, yeoja ini benar-benar sudah membuatnya terluka.

Kemudian mereka makan malam di restoran terbuka, tapi Kyuhyun sama sekali tak menikmati makan malam itu. Selama makan malam, Chaeri bercerita tentang Newton yang dibawa Jungmin ke sekolah kemarin. Terjadi masalah karena di sekolah Jungmin, dilarang membawa binatang peliharaan. Chaeri menceritakannya dengan penuh semangat. Terkadang dia tertawa. Tapi dia tahu, Kyuhyun sama sekali tak menyimak ceritanya.

”Kau bosan?” tanya Chaeri saat hidangan penutup tiba. Kyuhyun masih tetap tak menyahut. Lalu Chaeri mengeluarkan sebuah kotak dari dalam tas kerjanya. Menyerahkan kotak itu pada Kyuhyun. ”Bukalah, ini hadiah natal untukmu.”

Kyuhyun memejamkan matanya sembari menghela nafas, bukan ini yang diharapkannya dari Chaeri. Tapi sepertinya yeoja ini sama sekali tak peduli dengan perasaan Kyuhyun yang begitu mencemaskannya. Kyuhyun dengan malas mengambil kotak itu, membuka tutup kotak untuk melihat hadiahnya.

”Gomawo,” katanya pelan setelah melihat sebuah arloji yang menjadi isi dari kotak itu.

”Kau tak suka?”

”Aku sangat suka, Chaeri-ya. Tapi kau pastinya tahu, bukan hadiah yang kuinginkan saat ini. Aku ingin kau terbuka padaku! Menceritakan semua masalah yang mengganjal pikiranmu! Aku tak suka melihatmu pura-pura tersenyum dan berkata kalau kau baik-baik saja!”

Suara Kyuhyun yang terdengar menghentak membuat pengunjung lain memandang mereka. Tapi dia tak peduli dengan orang-orang itu. Dia tetap memandang Chaeri yang lagi-lagi menunduk. Kyuhyun lalu memanggil pelayan untuk meminta bill, setelah melakukan pembayaran dia langsung mengajak Chaeri keluar dari restoran itu. Meninggalkan komplek Namsan dengan menggunakan taksi yang membawa mereka ke daerah tempat tinggal Chaeri. Kyuhyun tak mengajak Chaeri langsung pulang. Dia membawa Chaeri ke taman bermain yang berada tak jauh dari rumah yeoja itu. Tempat dimana mereka selalu dengan mudah membuka hati mereka.

Kyuhyun mengajak Chaeri duduk dibangku taman. Kemudian dia berkata, ”ceritakan padaku alasan kau menghindariku beberapa hari ini. Kumohon, kau harus jujur! Kalau kau marah padaku karena aku menyamakanmu dengan…”

Lagi-lagi Chaeri menyela, ”Bukan karena itu!”

”Kau tak mau membiarkanku menyebut namanya! Jadi aku yakin masalah ini pasti karena hal yang tak mau kau dengar itu ’kan?!”

”Bukan karena itu!” Chaeri menatap Kyuhyun tajam. ”Sudah kubilang, aku seperti ini karena ada masalah pada pekerjaanku.”

”Aku tak percaya!”

Chaeri menghela nafas sambil menatap langit. Kyuhyun membuatnya sangat lelah hari ini. Tapi namja itu tampaknya tak akan berhenti mencecarnya jika Chaeri tak memberikan jawaban yang memuaskan.

”Baiklah. Akan aku ceritakan masalah apa yang membuatku jadi seperti ini!” kata Chaeri. ”Aku punya seorang siswi di lembaga tempat aku mengajar. Dia memiliki masalah yang sangat pelik…”

”Kau mau membuatku mendengar kisah orang lain?” sungut Kyuhyun.

”Yeah, tampaknya kau perlu tahu. Mungkin kau bisa memberikan pendapat karena aku sama sekali tak mempunyai solusi sama sekali atas masalah yang menimpanya,” sahut Chaeri masih menatap langit.

”Jika aku memberikan solusi, maka kau janji akan memberitahukanku masalahmu sebenarnya ’kan?” Kyuhyun berkata sambil mengacungkan jari kelingkingnya.

”Sudah kubilang ’kan? Karena masalah muridku ini sehingga aku bersikap aneh padamu seminggu ini…”

Kyuhyun menatap Chaeri dengan tatapan sangsi. Tapi dia akhirnya mengangguk dan berkata, ”baiklah, ceritakan saja apa yang menjadi masalah muridmu itu!”

Chaeri memejamkan matanya. Mengatur nafas sebelum mulai bercerita. Dia akan menceritakan sebuah kisah yang dia sebut sebagai kisah dari muridnya padahal pada kenyataannya, kisah yang akan dia ungkapkan adalah kisahnya dan Chae Kyeong. Dia lalu menatap Kyuhyun yang memandangnya berharap Chaeri segera memulai ceritanya. Kemudian Chaeri memulai mengisahkan sebuah kisah hidupnya yang disamarkan menjadi kisah orang lain…

++++++

“Beberapa tahun lalu, saat muridku pulang dari sekolah, dia menyelamatkan seekor anjing. Karena menyelamatkan anjing yang hampir tertabrak sepeda motor, kaki dan tangannya muridku lecet. Lalu datanglah seorang gadis yang berusia lebih muda darinya yang ternyata adalah pemilik anjing itu. Gadis itu sangat cantik. Senyumnya yang polos mungkin akan membuat semua orang menyukainya, wajahnya yang sendu membuat orang lain ingin melindunginya…” kata Chaeri memulai kisahnya. Dia mengenang kembali kejadian 7 tahun lalu, saat dia untuk pertama kalinya bertemu dengan Chae Kyeong.

”Yujin.. nama anjingmu itu, Yujin? Haha.. lucu sekali. Lain kali kau harus menjaga anjingmu dengan baik. Jangan lengah saat membawanya berjalan di luar!”

”Ne.. unnie. Mianhae. Karena menyelamatkan Yujin. Unni jadi terluka. Mianhae…”

”Ah.. gwenchana…”

”Unnie… boleh aku tahu nama unnie?”

”Aku Park Chaeri…”

”Aku Han Chae Kyeong. Unnie mau jadi temanku?”

”Ne.. terserah kau saja. Aku pergi dulu. Aku masih harus ikut les. Annyeong, Chae Kyeong-ah…”

”Sejak saat itu, gadis itu selalu mengikuti muridku. Mungkin untuk menagih janji pertemanan. Tapi muridku semakin lama semakin tak nyaman dengan keberadaan gadis itu. Muridku lebih nyaman bersama dengan dua orang sahabatnya yang sudah dia kenal sejak kecil. Dia selalu mengabaikan gadis itu yang selalu ingin bersamanya, mengikutinya kemanapun walau mereka berbeda sekolah…”

Kyuhyun mengamati perubahan ekspresi Chaeri saat bercerita. Kyuhyun merasa Chaeri tidak sedang menceritakan kisah orang lain. Tapi Kyuhyun sama sekali tak menyelanya. Membiarkan Chaeri terus bercerita.

”Padahal gadis itu sangat cantik. Sangat lembut. Dia selalu menjaga tutur katanya saat berbicara. Tapi gadis itu selalu mengikuti muridku. Mengekorinya kemanapun dia pergi. Tak ingin berpisah. Dan itu membuat muridku sangat muak padanya! Dia benci melihat gadis yang sangat sempurna itu mengekorinya. Dia benci melihat orang-orang memandang gadis itu dengan takjub, padahal gadis itu berjalan dibelakangnya. Dan dia benci dengan gadis polos itu karena tidak menyadari keberadaannya yang selalu mengikuti membuat muridku terganggu!”

”Hentikan mengikutiku, Han Chae Kyeong! Aku tak suka melihatmu meniru cara berpakaianku! Aku benci melihatmu memakai barang yang sama denganku! Aku benci kau yang selalu meniru apapun yang kulakukan!”

”Kau jauh lebih baik dariku! Aku terlihat biasa saat mengenakan ikat rambut itu!tapi kau jadi lebih cantik! Semua orang memandangmu jika kau berjalan di belakangku! Tak bisakah kau menghentikannya? Aku bosan kau selalu mengikutiku selama setengah tahun ini!”

Tangan Chaeri gemetar ketika dia teringat saat dia mendorong Chae Kyeong hingga tersungkur. Dia ingat jelas air mata Chae Kyeong yang mengalir karena perbuatannya itu. Chae Kyeong yang menangis sambil memegangi dadanya. Menahan rasa sesak.

”Aku hanya ingin menjadi temanmu. Kau sama sekali tak melihatku. Unnie.. padahal kau sudah janji ’kan?”

”Aku tak ingin berteman denganmu! Menjauhlah. Kau membuatku muak!”

“Muridku sempat memaki gadis itu. Mendorong gadis itu hingga terjatuh. Kemudian setelah itu mereka tak bertemu lagi selama dua bulan. Muridku merasa tenang. Dia memang sangat takut dengan keberadaan gadis itu. Namun pada kenyataannya, bukan hanya rasa takut saja yang ada. Tapi rasa iri. Dia sangat iri dengan kecantikan, pesona dan pujian yang orang lain sematkan pada gadis itu…”

Kyuhyun lalu menyela, ”Aku rasa itu rasa iri yang bodoh! Harusnya muridmu itu sadar, setiap wanita itu pada dasarnya memiliki kecantikan yang berbeda. Hanya karena rupa bukan berarti harus membenci!”

”Gampang untukmu bicara seperti itu!” sahut Chaeri. ”Hati wanita itu lebih sulit di ukur ketimbang dalamnya laut. Rasa dengki karena rupa yang lain lebih baik akan selalu muncul walaupun dia adalah orang yang paling percaya diri!”

”Ah.. aku tak mengerti,” dengus Kyuhyun.

”Selamanya memang namja tak akan mengerti!” lalu Chaeri kembali bercerita, ”ketenangan yang dirasakan muridku selama dua bulan sirna pada saat dia pergi ke toko roti milik teman lelaki yang sangat dia sukai. Gadis itu dengan wajah berseri ada di dapur toko roti itu, berkata kalau dia mengikuti kursus membuat roti agar bisa membuatkan roti yang enak untuk muridku…”

”Unnie.. kau kaget melihatku disini? Aku ingin belajar membuat coklat pada Jong Suk-oppa. Aku melakukannya untuk unnie, aku akan membuat coklat yang paling enak… ”

”… bagaikan dihantui oleh seseorang yang ingin menjadi dirinya. Itulah yang muridku rasakan. Dia takut dengan gadis itu. Takut karena gadis itu selalu ingin bersamanya. Takut karena gadis itu selalu berusaha menirunya. Dan yang paling muridku takutkan adalah… takut orang-orang yang dicintainya berpaling menjadi mencintai gadis itu…”

”Unnie… aku menyukai Jong Suk-oppa. Unnie tak marah kan kalau aku pacaran dengannya?”

Chaeri mengepalkan tangannya. Dengan penuh emosi dia berkata, ”Hal yang paling ditakutkan oleh muridku menjadi nyata. Gadis itu merebut teman lelaki yang sangat dia sukai, sangat dia cintai selama bertahun-tahun. Gadis itu mengajak teman lelaki muridku itu berkencan. Membuat perasaan muridku hancur berkeping-keping. Bahkan ingin mati. Tapi muridku mencoba berpikir jernih, dia menutupi kesedihannya. Dia merestui hubungan itu. Bersikap seakan tak cemburu ketika melihat teman lelakinya dan gadis itu berkencan, bermesraan. Dia diam, karena dia tak ingin dibenci…”

Kyuhyun berdehem sebentar, lalu berkomentar. “seharusnya dia meluapkan perasaannya. Memendam sesuatu itu justru menyakiti diri sendiri!”

Chaeri mengangguk, “Kau benar. Tapi dia tak bisa melakukan itu. Sudah kukatakan kalau muridku itu takut dibenci. Entah, dibenci oleh siapa…”

”Aku tahu dia takut dibenci oleh siapa…” kata Kyuhyun, ”… dia takut dibenci oleh dirinya sendiri.”

Chaeri merasa tertohok dengan ucapan Kyuhyun. Dia sadar memang itulah yang dia rasakan. Dia begitu membenci dirinya pada saat itu.

”Teman lelaki muridku dan gadis itu lalu berkencan selama 3 bulan. Saat mereka putus tanpa alasan, muridku sangat marah. Dia merasa kalau dia sedang dipermainkan. Yah… dia memang dipermainkan. Ternyata gadis itu dan teman lelaki muridku berkencan hanya untuk memancing perasaan muridku. Gadis itu sengaja mengajak teman lelaki muridku pacaran agar membuat muridku cemburu. Tak lama, muridku itu menyatakan perasaannya pada teman lelakinya itu. Mereka menjalin hubungan asmara yang sangat manis, yang sangat dia idamkan. Entah kenapa dia sudah mulai lupa dengan rasa kesalnya pada gadis itu…”

Chaeri menyandarkan kepalanya dibahu Kyuhyun dan kembali bercerita, ”… dia lupa mungkin karena merasa ada hutang budi pada gadis itu. Yeah, cinta membuatnya lupa akan hal lain. Kemudian pada suatu hari teman lelaki yang sudah menjadi kekasihnya itu meminta sesuatu…”

Chaeri menatap Kyuhyun, kemudian kembali menyandarkan kepalanya. Menghembuskan nafasnya perlahan dan berkata, ”… dia meminta seks.”

Kyuhyun memekik, ”Mwo? Yang benar saja? Memang berapa usia mereka?”

”Baru 17 tahun,” Chaeri mengangkat bahu. ”tapi mereka sudah mengenal lebih dari 11 tahun. Sehingga muridku tak keberatan untuk melakukannya…”

”Aigoo..” Kyuhyun menepuk keningnya.

”Tapi mereka tak jadi melakukannya. Muridku mempunyai sahabat yang menasehatinya untuk tak melakukan itu. Dia juga memikirkan ibunya saat itu, sehingga dia membatalkannya. Padahal, dia dan kekasihnya sudah menyiapkan kamar hotel untuk tempat mereka menghabiskan malam. Tapi di detik-detik terakhir muridku berpikiran jernih dan membatalkannya…”

”Itu bagus!” seru Kyuhyun.”Mereka masih terlalu muda, lalu apa yang terjadi kemudian?”

”Kekasihnya justru menggunakan kamar itu dengan gadis lain. Kau tahu dengan siapa dia melakukannya?”

Kyuhyun tercengang dan menggeleng.

”Kekasihnya melakukan dengan gadis yang selalu mengikuti muridku!”

Kyuhyun mendengus, ”sangat biadab. Lalu bagaimana hubungan mereka? Muridmu putus dengan kekasihnya?”

Chaeri menggeleng, ”cinta membuatnya buta. Lagipula, kekasihnya bilang yang terjadi adalah kecelakaan. Dia terpengaruh alkohol, sementara gadis itu entah bagaimana caranya tahu dia berada sendirian di hotel. Kekasih muridku bilang kalau gadis itu mengenakan pakaian dan menata rambut persis sama dengan muridku. Sehingga dia salah orang. Kecelakaan yang lucu. Tapi muridku memaafkannya.”

“Muridmu itu bodoh!”

“Yah, dia bodoh! Sangat bodoh!” Chaeri mengutuk dirinya sendiri. Menyesali kebodohannya dulu. ”Dia memaafkan kekasihnya, tapi tidak untuk gadis itu. Muridku membawa gadis itu kesuatu tempat sepi, awalnya mereka bicara berdua… tapi pada akhirnya, muridku menganiyaya gadis itu. Dia menampar, menendang, memukuli, meludahi. Meluapkan semua kekesalan dan sakit hatinya. Muridku sudah siap jika gadis itu membalasnya. Tapi gadis itu malah berkata…

”Unnie… walau kau begitu membenciku. Selamanya… aku tetap menyayangimu,  unnie…”

Kyuhyun meneguk liur mendengar kisah aneh itu. dia tak mengerti dengan isi pikiran sang ’gadis itu’. kenapa dia bisa berkata seperti itu? Terasa ada sesuatu yang ganjil.

“Muridku kembali memukulnya. Gadis itu bahkan sampai harus dirawat di rumah sakit akibat luka yang dia alami. Tapi dia sama sekali tak menceritakan tentang siapa yang mengasarinya. Setelah sehat, dia kembali mengikuti muridku. Seakan tak ada hal yang buruk terjadi hingga beberapa minggu kemudian, dia berkata pada muridku kalau dia sedang mengandung…”

“Unnie, aku hamil…”

“Kenapa kau mengatakannya padaku?!”

”Jika aku mengatakannya pada Jong Suk-oppa. Dia akan meninggalkanmu dan bertanggung jawab padaku. Itu akan membuat unnie menderita…”

”Kau sudah membuatku menderita sejak awal Han Chae Kyeong. Sejak kau muncul di hidupku, kau sudah membuatku menderita…”

“Unnie, mianhae. Aku menyayangi unnie… bukan maksudku membuat unnie menderita…”

”Aku benci kau!”

”Unnie.. kumohon, apa yang harus kulakukan untuk menebus kesalahanku?”

”Gugurkan kandunganmu!”

”Unnie…”

”Gugurkan kandunganmu dan menjauhlah dariku dan Jong Suk. Aku tak akan membiarkannya meninggalkanku gara-gara anakmu! Aku akan mati jika itu yang terjadi… dia akan pergi ke Jepang. Itu saja sudah membuatku sesak bernafas, apalagi jika dia mencampakkanku karenamu! Aku tak mau!”

”Unnie…”

”Muridku memaksa gadis itu menggugurkan kandungannya. Dia bahkan yang membawa gadis itu ke klinik untuk aborsi. Tapi muridku meninggalkannya di klinik sendirian, muridku merasa ketakutan. Beberapa hari kemudian, gadis itu mendatanginya. Mengatakan kalau dia sudah mengugurkan kandungannya, dia lalu berlutut pada muridku. Mengatakan akan pergi tak mengganggunya lagi.”

”Unnie… mianhae…. jeongmal mianhae.”

Air mata Chaeri jatuh teringat kejadian itu. Dia ingat dengan jelas wajah Chae Kyeong yang pucat menangis berlutut padanya.

”Unnie… aku hanya ingin menjadi temanmu….”

”Unnie… mianhae aku malah menyakitimu…”

”Mulai hari ini aku tak akan mengusikmu lagi. Aku akan menjauh, aku tak akan mengganggumu lagi…”

”Unnie… kumohon, maafkan aku…”

Chaeri tersadar dari lamunan yang membuka kenangannya saat merasakan tangan Kyuhyun menyeka air matanya.

”Pada akhirnya, gadis itu tak muncul lagi dihadapan muridku. Tapi tetap saja, hubungan muridku dan kekasihnya berakhir. Walau rasa cinta antara mereka sangat besar, tapi muridku sudah tak memiliki kepercayaan pada kekasihnya itu. Dia memendam sakit hati dan trauma akan cinta. Tapi kemudian trauma itu terobati saat dia bertemu dengan pria lain. Dia sangat mencintai pria itu tapi sayangnya pria itu ternyata pernah menjalin hubungan asmara dengan sang gadis yang telah pergi…”

”Chaeri-ya…” Kyuhyun menyela tapi kemudian lidahnya kelu untuk berucap.

”Apa yang harus muridku lakukan? dia bertanya padaku, siapakah tokoh yang jahat dalam kisahnya itu? diakah… atau sang gadis itu? dia sangat takut jika dialah yang menjadi si jahat. Dia takut jika pria yang dicintainya kini akan membencinya jika tahu kenyataan yang terjadi di masa lalu.”

”Kurasa tak ada yang jahat,” Kyuhyun berkata lirih.

”Kenapa?”

”Karena muridmu dan gadis itu sama-sama memperjuangkan cinta mereka. Muridmu yang memperjuangkan cintanya pada dirinya sendiri dan gadis itu yang memperjuangkan cintanya pada muridmu…”

”Kyuhyun-ah, apa maksudmu?”

”Muridmu terlalu egois sementara gadis itu terlalu mencintai muridmu,” Kyuhyun menatap langit, entah kenapa ada rasa sesak di dadanya. Tapi dia masih belum menyelesaikan kalimatnya, ”Yang gadis itu cintai bukanlah kekasih pertama muridmu. Tapi justru muridmu. Aku tahu ini akan membuatmu shock. Tapi kadang percintaan sejenis itu memang….”

”Hentikan!” Chaeri menutup kedua telinganya. ”Han Chae Kyeong… dia mencintaiku?” batinnya berteriak. ”Kyuhyun-ah, kenapa kau bisa berkata seperti itu?! Itu tak mungkin ’kan?”

”Chaeri-ya… kenapa kau begitu tertarik dengan kisah yang begitu abnormal ini? Aku sudah memberikan pendapatku. Itu hanya argumen pribadiku mengenai kisah yang barusan kau ceritakan. Terserah kau mau menerimanya atau tidak! Yang jelas, point penting dari kisahmu barusan adalah pentingnya kejujuran. Kalau aku jadi muridmu, aku akan menceritakan semua yang terjadi di masa lalu tanpa perlu ditutup-tutupi. Kekasihnya yang baru mungkin tak akan marah karena pada dasarnya itu semua adalah masa lalu. Masa lalu itu berguna untuk pembelajaran. Bukan untuk ditakuti! Katakan pada muridmu apa yang kuucapkan ini!”

Chaeri berdiri dari duduknya, dia menunduk dan berkata lirih, ”Jadi harus jujur?”

”Ne,” angguk Kyuhyun.

”Kyuhyun-ah… baiklah kalau itu yang kau mau.”

Chaeri mengangkat wajahnya memandang Kyuhyun. Mata Chaeri berkaca-kaca, nafasnya terasa sesak. Dia mengumpulkan segenap keberanian untuk mengatakan kejujuran.

”Kyuhyun-ah… kisah yang kuceritakan tadi sebenarnya bukan kisah muridku…”

Kyuhyun merasa tercekat. Dia berdiri berusaha mendekati Chaeri. Tapi Chaeri justru memundurkan langkahnya. Air mata kini sudah membentuk sungai kecil di pipinya.

”… itu kisahku dengan Han Chae Kyeong dulu. Kekasihmu yang sudah tiada. Aku mengenalnya…”

”Hentikan Chaeri-ya!” pekik Kyuhyun.

Chaeri menggeleng,”… dia orang yang paling aku benci. A-aku selalu iri padanya…”

Hening kemudian. Tak ada satupun dari mereka bicara. Chaeri sudah menangis sesegukan begitu juga dengan Kyuhyun.

”A-aku.. sudah… berkata… jujur… padamu…” isak Chaeri. ”Sekarang… a-apakah, kau masih m-mau bersamaku dengan semua kisah masa lalu ku itu?”

Kyuhyun menunduk. Dia berusaha menghapus air mata yang membasahi wajahnya. Dia tak percaya dengan apa yang baru dia dengar. Berharap Chaeri sedang mengerjainya kini. Berharap semua kisah yang Chaeri ungkapkan adalah kebohongan. Tapi ketika dia menegakkan wajahnya, dilihatnya wajah Chaeri yang sendu, yang berharap jawabannya.

Kyuhyun lalu berbalik memunggungi Chaeri. Dia melangkahkan kakinya, menjauhi tempat itu. Dia bisa mendengar isakan Chaeri. tapi dia tak mampu kembali, dia tak bisa berlari pada gadis itu dan membuatnya berhenti menangis.

Dia bahkan tak sanggup berkata apapun. Tak bisa menjawab ’ya’ atau ’tidak’.

Ternyata kejujuran adalah suatu yang tidak bisa selalu diungkapkan. Saat ini Kyuhyun berharap bisa memutar waktu ke beberapa jam yang lalu. Jika waktu bisa kembali, dia tak akan berkata dengan gampangnya kalau kejujuran begitu penting. Karena nyatanya saat ini dia malah tak sanggup mendengar kejujuran itu.

… to be continued….

*** klimak ff ini belum dichap ini lho… masih terus mendaki nih. Masih tersisa 2-3 chapter (atau mungkin bisa lebih) menuju ending… hohoho~

Yang udah komen-komen di chap sebelumnya.. aku ucapkan THANKYU ^^

Yang masih penasaran kenapa nih FF judulnya begini, ntar keungkap di ending. Tungguin aja terus lanjutannya ya, oke … RCL lagi ya di chap ini ^^/

Klo ada typho… maklumin aja, Ok?!Gomawo ^^

81 thoughts on “Chocolate In Love (Chap-11)

  1. Astagaaaa itu kenapa kyu kayaaak gitu😦
    Ah kyu jangan lari dong kan kasian chaerinyaaaa .
    Next chapt , please asap ya onn , I’ll be waiting for you .
    Semangaaaaat !!

  2. sedih sedih sedih. . .
    Huee eonni bnjir airmata nih😥 eonni tnggung jawab #plak *ditempeleng eonni krn ga nyambung*

    Ya!! Cho kyuhyun. . . Bner” ga konsis dh tu org,, kt.y lbh ngutamain kejujuran.. Tp akhir.y dy kyk gtu *cecer kyu**aq diuber sparkyu*

    ayo ayo vic onni.. Turun tangan
    next chap jgn lama” dong eon y y y, eon baik dh.. Ntr disayang bias hehe :p

  3. kalo konsepnya Kyuhyun ‘Jujur itu lebih baik,’ kalo aku, ‘Berusahalah menerima kejujuran walaupun menyakitkan,walaupun itu menusuk..’ hahaha itu prinsipku~ *gaada yg nanya*
    hemm,kalo aku jadi kyuhyun,pasti diawalnya berat.. siapa coba yg gak sakit,ketika tau masa lalu org yg sangat disayanginya ternyata kelam? (bukan buruk yah,kan hanya masa lalu). tp kalo aku jadi kyu,sesakit apapun itu,aku akan berusaha menerimanya. menganggap hal itu gak pernah terucap. menganggap hal itu sebuah kisah seru yg akan menjadi dongeng untuk para cucu di masa mendatang. bca ff ini,jadi inget dengan masa laluku~ *gapenting
    maap kalo terkesan lebay plus sok sok an berargumen,jempol buat mitha eonniee ^^d

  4. unnie.. ff-nya keren! double thumbs up!! semoga kyu nggak bunuh diri gara-gara depresi ya..😦 *diuber sparkyu*
    bener juga sih, kadang kejujuran itu menyakitkan #mendadakbijak dan siapa sih yang suka kalo masa lalunya yang kurang baik diungkit-ungkit, apalagi di depan orang yang kita sukai.. #mendadakbijak (lagi)
    mianhae kalo comment-ku agak nge-spam.
    author unnie daebak deh. chapter 12 ditunggu..

  5. ommo……….makin ngena aja neh critanya, hwaa….kyu, jangan lari…….!!hadapi kyu!!
    aisshhh……Q harap kyu berubah pikiran dan berbalik, trus meluk chaeri yang rapuh itu, kan pada dasarnya mereka itu adalah korban kan?korban dari masa lalunya…,
    hwaaa…….mewek lagi neh jadinya, authorrr…ASAP buanget deh,ampe sesak napas neh bca nya, post nya jangan lame2 ye…..^^

  6. ini lum klimaksnya??? weleh2 padahal aku dah sport jantung bacanya *lebay*
    palagi pas kyu bilang chae kyeong suka ama chaeri, ottokkhe..

    nah…nah… napa i kyu malah kabur??
    syok berat kali dia ya??

  7. kyu kok gitu, chaeri y udah jujur tp kyu ngak konsisten ma omongan y. . .
    Itu berarti chaekyong y lesbi y? Part ini kenapa pelik bgt, bener2 nyesek bgt baca y. . .
    Ini konflik y belum muncak onnie, gmn kalo udah klimaks harus nyiapin hati. . .
    Lanjut. . .

  8. ya ampun mitmit….!!!
    Ternyata chapter ni kelongkap sama w… w ud bc yg 12 tp trnyata lom bc yg 11. Pantes brasa sotoy gtu pas w baca. Hahaha

    Keren mit… Cara chaeri crita k kyu keren…. Ujung2nya ngaku kl tu crita dia sama chaekyeong….. Aigoo… Klimaksnya masi nanjak pula. Gemes deh !!

  9. aku mengira nih chae kyeong suka sama chaeri bukan mantan cowok chaeri,. berarti penyuka sesama jenis? *ky diduga kyu* #soktau aku suka cara penyampaian flashbackny …🙂 memang ya udah jujur rasanya gak terima klo itu kenyataan… good good…

  10. chapter paling menguras emosi :”””( kesel bgt sm chaeri di sini amat sangat hiiiiii :””””'” padahal chaekyeong ga berniat apapun.. dan kyu…. pasti kaget. iya shock pasti…. haah

  11. akhrnya bnr2 trjadi..trungkap jg fakta d antara mrk..
    aq pe ngs,sdh liat chaeri tp miris liat hal2 yg d alamin chae kyeong..gk tw knp,tp aq ngrasa itu trllu brlebihan cm buat laki2 smpe brbuat kyk gtu…tp,apapun itu,skrg smua udh brubah.chaeri jg dgn brbesar hati mngakui dy slah dan dy udh brubah..jd aq hrap kyu jg gk bkal ninggalin dy..aq mlh ksel ma mantan chaeri..gr2 dy smua jd kyk gni..tp dy mlh kyk tng2 aja.pdhl smw trjdi awalny krn dy!!

  12. dugaan ku benar😀 yang awal nya eonni pake bahasa yang tidak baku. tapi disini akhirnya eonni pake bahasa yang baku. dan aku merasa legaaaaa karena aku udah sampe sini. dan gak sia-sia aku bertahan untuk ff eonni. karena aku percaya ff ini bakal bagus banget. ah iya, dan maaf kalo aku komen pake kata yang kurang berkenan di hati eonni. aku hanya menyampaikan. dan aku lega unek unekku(?) bisa tersampaikan. kkk~ sekali lagi maaf~

  13. Whatttt chae suka nya am chaerin😮
    kyu gg nerima apa ada nya chaerin , malah ngejauh dan bikin chaerin terpuruk lgy , kayak dlu . munhkin yg sekarang bakal lebih terpuruk:/
    kasian chaerin.😥

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s