Chocolate In Love (Chap-12)


Chocolate In Love (Chap-12)

Author: OnmitHee

Cast: Cho Kyuhyun, Park Chaeri

Other Cast: Park Jungmin, Im Hanna, Eunhyuk, Mikka, Yu Nanhee.

Legth: Sequel. 

Genre: Romance, Friendship

Rated: PG 15

STORY

Setelah mengungkapkan sebuah kejujuran pahit, hari-hari Chaeri kemudian bagai diselimuti kabut tebal yang membutakan. Bagaimana tidak, hidupnya terasa tak berarah karena Kyuhyun sama sekali tak menganggapnya lagi.

Yang Chaeri harapkan adalah Kyuhyun memakinya. Kalau perlu menamparnya karena Chaeri jelas telah melakukan perbuatan jahat pada masa lalu. Tapi Kyuhyun sama sekali tak mengatakan satu katapun. Chaeri merasa sedang digantung. Nafasnya selalu sesak menahan sakit hati karena diabaikan.

Dia rindu dengan segala kalimat cinta ataupun sanjungan yang pernah Kyuhyun lontarkan padanya. Dia rindu Kyuhyun merayunya. Dia merindukan sentuhan namja itu disetiap jengkal kulitnya.

Chaeri melewati natal dengan tangisan. Menangis, mengharap Kyuhyun datang padanya. Berkata kalau dia memaklumi apa yang pernah Chaeri lakukan. Berharap namja itu kembali, berkata kalau semua yang terjadi di masa lalu adalah pembelajaran. Tapi nyatanya? Kyuhyun tak kujung menemuinya bahkan walaupun hanya untuk mengucapkan kata perpisahan. Tak ada satu katapun yang keluar dari bibir namja itu. Dia menghindari Chaeri. Tak menjawab panggilan. Tak membalas pesan. Tak mau bertemu muka.

Chaeri merasa keadaannya saat ini jauh lebih buruk ketimbang saat hubungannya dengan Jong Suk berakhir dulu. Cintanya pada Kyuhyun yang baru dikenalnya selama beberapa bulan tampaknya memang jauh lebih besar daripada cintanya pada Jong Suk yang dikenalnya bertahun-tahun. Chaeri merasa hampa. Dia menyesal telah jujur.

“Paling tidak katakan kalau kau membenciku! Katakan saja kalau kau ingin aku mati! Itu jauh lebih baik ketimbang kau membunuhku perlahan-lahan seperti ini. Kau menyuruhku untuk jujur tapi kau malah tak mau mengungkapkan perasaanmu yang sebenarnya saat ini! Kumohon! Bicara padaku! Maki aku!” isak Chaeri saat Kyuhyun tak mau menjawab telponnya.

Hanna hanya bisa menatap Chaeri prihatin. Chaeri seperti itu berhari-hari dan nasehat yang diberikannya tak digubris. Ibu Chaeri sendiri sama sekali tak mengetahui keadaan anaknya ini. Terlalu sibuk di rumah sakit karena banyak rekan dokternya yang mengambil cuti akhir tahun.

Hanya Hanna yang tahu bagaimana menderitanya Chaeri saat ini. Hanya Hanna yang melihat betapa mirisnya tangisan Chaeri setiap malam dan ketika pagi hari tiba, dia melihat Chaeri yang berusaha bersemangat dengan pekerjaannya. Berusaha tersenyum ketika bertemu orang lain. Tak menunjukkan betapa rapuh dan hancurnya perasaan yang sedang dialaminya. Walau nyatanya, pikiran yeoja itu kosong. Matanya bengkak karena lelah menangis, bobot tubuh menyusut karena kehilangan selera makan.

Hanna begitu mengutuk Kyuhyun karena membuat sahabatnya menjadi seperti mayat hidup saat ini. Ingin mendamprat dan memaki namja itu. Tapi  Hanna sadar jika dia melakukan itu, keadaan justru akan makin memburuk.

++++++

”Songsaengnim… kapan kau memulangkanku? Aku mau nonton pertunjukkan tahun baru di tv nih. Ayolah… semua tugas yang kau berikan sudah aku kerjakan semua. Aku boleh pulang ya…” bujuk Mikka –siswi yang meminta kelas privat- pada Chaeri yang membolak-balik hampa lembar demi lembar buku Aljabar.

”Songsaengnim… kau mendengarku tidak?” Mikka melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Chaeri.

Chaeri terkesiap. Dia segera melihat arloji yang terpasang di tangan kanannya. Sudah pukul 8 malam. Seharusnya dia sudah menyelesaikan privatannya ini satu jam yang lalu. Dia memandang Mikka yang kelelahan.

”Baiklah. Kita pulang sekarang!”

Wajah Mikka langsung girang. Dia mengemasi barang-barangnya. Begitu juga dengan Chaeri. Mereka lalu keluar dari kelas bersama. Melewati kelas demi kelas yang berisi siswa yang mengikuti kelas malam. Mereka sedang tekun belajar. Tak peduli walau malam ini adalah malam tahun baru.

Salju menyambut Chaeri saat dia keluar dari tempat kerjanya. Rasa dingin menusuk sampai ke tulang. Tapi Chaeri tetap menembus hawa dingin itu. Seperti biasa berjalan kaki menuju halte bis. Duduk termenung disana hingga bis yang menuju tempat tinggalnya tiba. Begitu selalu setiap hari. Rutinitas yang membosankan.

”Songsaengnim…”

Chaeri dengan malas menoleh pada Mikka yang selalu menunggu bis bersamanya. Lalu kembali termenung.

”Songsaengnim, kau kenapa akhir-akhir ini sangat aneh? Sering melamun. Apakah sedang bertengkar dengan Kyuhyun-oppa?”

Chaeri ingin menjawab ’ya’. Tapi nyatanya tak ada pertengkaran sama sekali. Namja itu hanya menjauhinya. Persis seperti yang Chaeri lakukan sebelumnya. Dan ternyata sikap seperti ini justru lebih menyakitkan ketimbang pertengkaran.

”Songsaengnim, kalau memang ada masalah cerita saja padaku! Aku tak akan membocorkan pada orang lain kok. Percayalah. Walau aku cukup sedih saat tahu kalau songsaengnim adalah pacarnya Kyuhyun-oppa. Itu karena dia idolaku. Tapi tetap saja, kau adalah guruku. Jadi aku tak keberatan…”

Chaeri merasa pusing dengan ocehan haksaengnya ini. dia menoleh pada Mikka dan berkata, ”Apa kau tak keberatan untuk berhenti merecokiku?”

”Songsaengnim… mianhae..” kata Mikka tertunduk.

Chaeri mengacak poninya frustasi. ”Tak usah minta maaf. Justru aku yang salah tak bisa menerima kebaikanmu. Mianhae…”

Bis Chaeri kemudian tiba. Dia meninggalkan Mikka yang melongo kebingungan. Dia lalu tiba di rumahnya setengah jam kemudian. Entah kenapa saat dia sampai, Jungmin yang sedang asyik menyaksikan acara musik akhir tahun yang ditayangkan MBC langsung mematikan tv. Anak itu buru-buru bermain dengan Newton walau tampaknya dia masih ingin menonton.

Hanna segera menyiapkan makan malam untuk Chaeri. Chaeri hanya bisa tersenyum dengan ketelatenan Hanna menjaga dia dan adiknya beberapa hari ini. Padahal tujuan Hanna ke Seoul untuk liburan. Tapi dia nyaris hanya menghabiskan waktu liburnya di rumah Chaeri.

Chaeri memakan makan malam di ruang tengah agar bisa sekaligus melihat perkembangan Newton yang ukurannya sudah sebesar kucing persia.

”Jungmin-ah. Kalau kau ingin menonton. Tv-nya dinyalakan saja…” seru Chaeri sambil menikmati makanannya.

Jungmin memandang Hanna. Yeoja itu menggeleng tanda melarang. Tapi sayangnya Chaeri melihat itu. Dia lalu mengambil remote Tv. Memencet tombol power.

”Noona… kami hanya tak ingin melihatmu sedih karena melihat penampilan Kyuhyun-hyung!”

Chaeri menatap layar televisi. Super junior memang sedang tampil sekarang. Seperti biasa mereka menjadi penampil pamungkas. Chaeri melihat Kyuhyun menari dengan energik. Seperti biasa kontrol suaranya selalu bagus. Kondisinya baik-baik saja. Itu membuat Chaeri lega.

”Tak usah khawatir padaku. Melihat dia tampil seperti ini justru membuatku senang. Paling tidak, aku tahu dia baik-baik saja…”

”Yaa! Tapi dia membuatmu tak baik-baik saja!” hentak Hanna. “Kalau dia baik-baik saja, kenapa dia tak mau bertemu denganmu? Tak menjawab telpon bahkan membalas pesan! Kau jangan bodoh Chaeri-ya. Dia sedang menggantungmu! jangan biarkan hanya kau saja yang menangis saat ini!”

”Aku akan menunggunya sampai tenang…” Chaeri menggenggam tangan Hanna berharap sahabatnya itu mengganti topik pembicaraan.

”Setelah ini kau mau ngapain?” Hanna menyeka air matanya.

”Tidur. Aku lelah. Lagipula, aku tak berminat mengikuti acara pergantian tahun.” jawab Chaeri.

”Aku akan mengajak Jungmin jalan-jalan. Kau jangan menangisi namja bodoh itu saat kami tak ada dirumah! Arasseo?

”Ne.. ara.” sahut Chaeri tersenyum.

++++++

”Noona… kita batalkan saja. Mereka mungkin masih di tempat kerja…” bujuk Jungmin pada Hanna saat mereka masuk ke pelataran kompleks dorm SJ.

”Tak bisa! Kau tidak lihat wajah noonamu? Dia sudah seperti mayat gara–gara namja bodoh itu! Aku harus membuatnya mau menemui Chaeri!”

Jungmin terlihat gusar. Dia segera mengambil ponselnya. Mengirim pesan pada Eunhyuk untuk memastikan kepulangan mereka ke dorm. Jungmin yang memang sudah sering mengunjungi dorm SJ dapat dengan mudah masuk ke apartemen itu tanpa perlu dicegat penjaga keamanan. Mereka lalu ke lantai 11. Menunggu di depan flat yang menjadi dorm SJ dengan perasaan harap cemas.

Hampir selama 1 jam mereka menunggu disana. Sudah pukul setengah sebelas malam saat terdengar suara riuh yang asalnya dari lift. Hanna dan Jungmin yang semula duduk menjongkok di depan pintu dorm SJ, segera berdiri. Hanna bisa melihat wajah Kyuhyun yang tanpa ekspresi berbanding terbalik dengan wajah riang dari beberapa Hyungnya.

“Jungmin-gun! Kau kenapa kemari?”

Jungmin segera menghampiri Eunhyuk yang menyapanya. Yesung, Sungmin dan Ryeowook memandang Hanna bingung karena tak kenal dengan yeoja itu. Sementara Kyuhyun acuh melewati Hanna. Menempelkan jarinya di finger lock, lalu masuk ke dorm dengan wajah tanpa ekspresi yang tak berubah.

“Jungmin-gun, yeoja ini siapa?” tanya Eunhyuk takut-takut melihat ekspresi wajah Hanna yang mengerikan.

“Hyung, mianhae. Tampaknya akan ada kerusuhan malam ini disini…” lirih Jungmin.

Hanna tanpa dipersilahkan langsung masuk ke dalam dorm. Merasa ada yang tak beres. Eunhyuk, Yesung, Sungmin dan Ryewook bergegas mengikuti. Dan mereka hanya bisa menutup telinga agar tak mendengar pekikan Hanna yang melengking.

”Cho Kyuhyun! Keparat! Apa kau bisu? Apa kau sedang sakit keras? Kenapa kau tak mau menemui Chaeri? Kenapa kau tega membuat sahabatku tersiksa dengan sikap dinginmu! Dia punya perasaan! Dia itu rapuh! Kenapa kau tega sekali padanya!?”

Kyuhyun masih memunggungi Hanna. Rasa sakit yang tidak ingin ditunjukkannya pada orang lain, muncul.

”Yaa! Agasshi, jangan bikin keributan disini! Berbicaralah perlahan, tak usah pakai emosi!” seru Ryeowook.

”Kalau kau masih memaki Kyuhyun. Kami tak akan segan-segam memanggil pihak keamanan untuk mengusirmu!” timpal Yesung.

Hanna melemparkan pandangan kesal pada member SJ yang ada ruangan yang sama dengannya. Dia berkali-kali menghela nafas menunggu jawaban Kyuhyun. Tapi, Kyuhyun masih diam.

”Aigoo~ Agasshi, pergilah! Bicarakan apa yang menjadi masalahmu nanti saja,” Eunhyuk menarik tangan Hanna, mencoba mengeluarkan yeoja itu dari dorm. Tapi Hanna berkeras untuk tak melangkah. Dia malah menginjak kasar kaki Eunhyuk, membuatnya meringis kesakitan. ”Aigoo, yeoja ini kasar sekali!” seru Eunhyuk mulai emosi.

”Aku tak akan pergi sebelum Cho Kyuhyun bicara! Jangan harap kalian bisa mengusirku!” jerit Hanna lagi.

”Hanna-sshi…” Kyuhyun akhirnya berbalik dan menatap Hanna. ”…pergilah!”

”Shiroe!”

”Noona, kita pulang saja…” bujuk Jungmin

”Shiroe! Kau harus ikut aku menemui Chaeri! Sekarang!”

”Kyuhyun-ah. Ada apa sebenarnya? Kau dan Chaeri baik-baik saja ’kan?” Sungmin akhirnya angkat bicara.

Kyuhyun menarik nafas dalam. Dia menggeleng, lalu mengacak rambutnya gusar. Berkali-kali menghela nafas. Lalu berkata, ”Mianhae, aku tak bisa menemuinya…”

”Kenapa? Dia mengharapkanmu! Jika kau tak mau bertemu, telpon dia. Kau tak tahu betapa tersiksanya Chaeri karena kau mengabaikannya!”

”Im Hanna! Kau pasti tahu ’kan alasan kenapa aku begini?! Chaeri pasti sudah menceritakan semuanya padamu!”

Hanna mengangguk, ”Dia menceritakan semuanya. Dia berkata jujur padamu, karena kau yang memintanya. Jadi, alasanmu menghindarinya karena kau tak bisa menerima semua kenyataan yang diceritakannya. Begitu?”

”Benar. Karena bagiku, itu bukan kenyataan Hanna-sshi! Han Chae Kyeong yang kukenal tidak seperti yang diceritakan Chaeri!”

Kyuhyun mendudukkan dirinya di sofa. Dia memijat keningnya. Merasa penat dan muak karena masalahnya ini.

“Tapi, begitulah Chae Kyeong yang kami kenal. Gadis yang sok polos tapi diam-diam menikamkan pisau di punggungmu. Itulah dia…”

”Hentikan menjelek-jelekannya!” pekik Kyuhyun, nafasnya memburu. Dia mencoba mengintimidasi Hanna dengan tatapannya. Berharap yeoja itu gentar dan pergi. ”Chae Kyeong sudah tiada dan kalian dengan kejam membunuh karakternya yang kukenal selama ini. Dia gadis baik. Sangat baik!”

Terdengar suara isakan kecil. Jungmin menangis. Kyuhyun menghampiri anak itu. dia menepuk puncak kepalanya. Lalu berkata, ”…sampaikan pada noonamu, untuk melupakanku. Jaga dia sampai dia menemukan pria baik yang bisa memahaminya. Terima kasih karena kau sudah mengijinkanku untuk merasakan cintanya beberapa waktu ini…”

Tangisan Jungmin semakin deras. Kyuhyun menyeka air mata itu. Dia merasa bersalah pada anak ini. Tapi Jungmin menepis dengan kasar tangan Kyuhyun.

”Bukan seperti ini yang kau janjikan padaku saat aku membantumu mendapatkan hati noona! Kau bilang kalau kau akan membuatnya selalu bahagia!”

”Jungmin, mianhae…” Setelah mengatakan itu Kyuhyun masuk ke kamarnya.

++++++

”Dasar keparat! Kurang ajar!” rutuk Hanna memukulkan tangannya ke dashboard mobil. Kemudian menunduk dan menangis. ”Apa yang harus kukatakan pada Chaeri? Aku tak tega mengatakan kalau Kyuhyun menyuruh Chaeri untuk melupakannya…”

”Katakan saja yang sebenarnya. Mungkin itu yang terbaik…”

Hanna melemparkan tatapan sebal pada Eunhyuk yang sedang mengemudi. Namja itu memang sengaja menawarkan diri untuk mengantar Hanna dan Jungmin pulang karena dia ingin melihat keadaan Chaeri. Yah, bisa dibilang lebih tepatnya Kyuhyun lah yang memintanya melihat keadaan yeoja itu. Eunhyuk sendiri tak habis pikir, dia tahu kalau Kyuhyun sebenarnya begitu mencemaskan keadaan Chaeri tapi dia heran kenapa Kyuhyun malah tak mau menemuinya. Seakan takut pada sesuatu.

Mereka kemudian sampai di rumah Chaeri pukul setengah dua belas malam. Eunhyuk dengan susah payah menggendong Jungmin yang tertidur di sepanjang perjalanan tadi untuk masuk ke rumah.

”Thanks,” kata Hanna setelah membantu Eunhyuk membaringkan Jungmin di kamarnya.

”Huh?”

”Gomawo,” kata Hanna lagi.

”Oh, ah… tak perlu berterima kasih, ” sahut Eunhyuk tersenyum malu sambil mengibaskan tangannya. Lalu melanjutkan, ”Kau, pasti bukan orang korea asli.”

”Bagaimana kau tahu?”

”Matamu. Warnanya tak seperti mataku.”

”Mwo?” Hanna tertawa. ”Pergilah. Terima kasih karena sudah mengantar kami.”

”Aku ingin melihat keadaan Chaeri dulu.”

”Dia sudah tidur!”

”Apa kau akan menyampaikan ucapan Kyuhyun?”

Hanna mengangguk, ”Yeah, seperti yang kau bilang di mobil tadi. Mungkin itu yang lebih …”

Belum selesai mengucapkan kalimatnya, terdengar suara lirih di belakangnya…

”Hanna-ya!”

Tubuh Hanna dan Eunhyuk tiba-tiba kaku mendengar suara Chaeri. Yeoja itu sedang menatap mereka dari depan pintu kamarnya. Dapat mereka lihat air mata Chaeri yang jatuh.

”Kau mendatangi Kyuhyun?” tanya Chaeri.

”Ne…” angguk Hanna lemah.

”Apa yang dia katakan untuk ku?”

Tanpa sadar Hanna menggapai tangan Eunhyuk. Dia bergetar dan gugup. Tapi dia memang harus menyampaikan apa yang dia dengar tadi. ”Dia memintamu melupakannya…” kata Hanna lirih.

”Jadi… itulah keputusannya…” Chaeri merasa lemas. Dia mencoba bersandar ke dinding. Berusaha agar tak jatuh. Kepalanya pusing sementara air mata jatuh membuat matanya panas. Dia menarik nafas dalam. Berusaha kuat. Yah, dia memang sudah menyiapkan hatinya akan keputusan itu.

”Chaeri-ya,” Hanna mencoba membantu Chaeri berdiri. Tapi Chaeri melarang.

”Aku tak apa. Aku baik-baik saja. Ini bukan pertama kalinya untukku.”

”Chaeri-sshi…” Eunhyuk ragu melanjutkan ucapannya, ”… maafkan dongsaengku.” dia lalu membungkukkan tubuhnya.

Chaeri mengangguk. Berusaha tersenyum walau kontras dengan air mata yang masih membentuk sungai kecil di wajahnya.

”Eunhyuk-oppa, bisakah kau membantuku?”

”Apa itu?”

”Aku ingin memberikan sesuatu pada Kyuhyun. Bisakah kau membantuku menyerahkannya?”

”Tentu saja.”

”Baiklah, aku akan menyiapkannya terlebih dulu.” Chaeri lalu masuk ke kamarnya.

Hanna terisak setelah Chaeri masuk. Dia tak menyangka sahabatnya bisa setegar itu. Eunhyuk memijat pundak Hanna. Membiarkan yeoja itu menangis di bahunya. Dia juga merasakan rasa sesak itu, walaupun dia masih tak mengerti akar permasalahan antara Kyuhyun dan Chaeri. Yah, meskipun dulu sempat tak menyukai hubungan Kyuhyun dan Chaeri yang terjalin begitu cepat. Dia juga tak ingin hubungan itu berakhir terlalu cepat pula.

+++++++

”Bagaimana keadaannya, hyung?” Tanya Kyuhyun saat Eunhyuk masuk ke kamarnya.

”Buruk. Tapi dia mencoba tegar.”

“Selalu seperti itu…” desis Kyuhyun.

”Dia menyuruhku memberikan ini padamu.” Eunhyuk menyerahkan sekeping cd.

Kyuhyun dengan cepat mengambil cd itu, lalu mengambil laptop. Menghidupkannya dan memasukkan cd itu ke cd drive. Sebuah video terputar. Eunhyuk ikut duduk di samping Kyuhyun untuk melihat apa isi dari video itu.

”Kyuhyun-sshi, annyeong…”

Itu kalimat pertama yang di ucapkan Chaeri. Yeoja itu memanggil Kyuhyun dengan formal kini. Kyuhyun bisa melihat mata Chaeri yang bengkak dan wajahnya yang lebih tirus. Dia mencoba meraba layar laptop. Dia begitu merindukan pemilik wajah itu. Tapi sayangnya dia begitu takut untuk bertemu langsung.

“Happy New year. Kau benar-benar membuatku menutup akhir tahun dengan kesan yang mendalam. Hah, aku menangis sepanjang minggu ini karena kau. Asal kau tahu, itu sangat melelahkan. Tapi kuputuskan air mata itu tak ada lagi ketika fajar menjelang di awal tahun…”

Suara Chaeri terdengar santai tapi Kyuhyun dapat melihat dengan jelas, butiran bening yang sudah menunggu untuk jatuh di sudut matanya.

“… tahun baru memang sepantasnya disambut dengan senyuman bukan? Menjalankan resolusi yang sudah disiapkan sebelumnya. Aku sudah menyiapkan banyak resolusi, seperti biasa… aku tak yakin bisa menjalankannya sesuai daftar yang kubuat. Tapi aku yakin bisa menjalankan satu hal…”

Kyuhyun melihat Chaeri menghela nafas. Yeoja itu terlihat memegang jari manis di tangan kanannya. Memegang cincin pemberian Kyuhyun.

“… aku akan membuatmu kembali padaku!”

Senyum tersungging dibibir Eunhyuk. Dia menoleh pada Kyuhyun. Menepuk pundaknya.

“Kau menyuruhku untuk melupakanmu, hah, kau pikir aku mau? Jangan seenaknya membuat keputusan sepihak! Dan jangan seenaknya memerintahkanku, karena aku tak sudi!”

Tepukan Eunhyuk di pundak Kyuhyun semakin keras mendengar nada menindas dari suara Chaeri. Tawanya juga meledak. Membuat Kyuhyun kesal lalu mendorongnya.

”Aku akan menunggumu. Bukankah aku pernah menjanjikan itu? aku akan menunggumu sampai kau siap menceritakan alasan kau menghindariku. Aku akan menunggumu sampai kau siap menjelaskan alasan kenapa aku harus melupakanmu…”

Suara tawa Eunhyuk menghilang. Dia kembali menepuk pundak Kyuhyun tapi kali ini lebih lembut. Dia melihat betapa kerasnya usaha Kyuhyun untuk menahan airmatanya, tapi akhirnya terjatuh juga.

”…hah, aku memalukan. Merendah seperti ini. Tapi, aku hanya ingin menuntut hak ku. Yaa! Cho Kyuhyun-sshi, kau tak ingat siapa yang duluan mengiba cinta ini? Itu kau! Kau yang memaksaku untuk mencintaimu! Setelah kau mendapatkannya, apakah berhak kau yang mengakhirinya?”

Chaeri menggeleng, ”kau sama sekali tak berhak! Akulah yang berhak memutuskan hubungan kita. bukan kau!”

”Hah, dia benar-benar gadis yang tangguh,” gumam Eunhyuk.

”Ne… terlalu tangguh. Arogan. Egois. Tapi juga begitu indah…” timpal Kyuhyun tanpa henti memandangi kedua pipi Chaeri yang memerah.

”Kau tenang saja. Aku tak akan meminta putus. Aku sudah menyerahkan hatiku padamu dan tak akan kuminta kembali. Jadi kumohon, biarkan aku menunggumu. Aku akan menjalani hidupku dengan baik. Kau tak usah cemas. Aku akan berhenti menangis. Aku akan berhenti merecokimu dengan segala pesan singkat ataupun panggilan telpon. Aku tak akan mengusikmu. Aku akan membiarkanmu tenang untuk berpikir. Aku akan bersabar sampai kau mau bertemu denganku. Percayalah. Aku akan menunggumu. Tapi kumohon, jangan biarkan aku menunggu terlalu lama…”

Chaeri akhirnya meneteskan air mata, ”… aku bukan gadis yang cantik. Sifatku juga buruk. Masa lalu kelam. Benar-benar orang yang menjijikan. Tapi aku beruntung bisa merasakan cintamu. Karena itulah, aku tak ingin kehilanganmu. Kau sangat berarti. Aku mungkin tak akan bisa menemukan orang lain yang memperlakukan ku seperti kau.”

”Jikapun kau tetap pada keputusanmu kelak. Tetap ingin berpisah, kumohon katakan kalimat perpisahan itu langsung padaku. Jangan lewat telpon, media apapun atau dari orang lain. Katakan langsung di depan wajahku…”

”Mianhaeyo… jeongmal…”

Kyuhyun mencoba menggapai wajah Chaeri. Tangisan yeoja itu membuat hatinya teriris. Terlebih mengetahui air mata itu jatuh karenanya.

”… mianhaeyo…”

”Kumohon Chaeri-ya… jangan menangisiku… a-aku tak pantas kau tangisi. Aku bahkan tak bisa memegang ucapanku sendiri…”

”… Aku mencintaimu Kyuhyun-sshi…”

Video berakhir. Kyuhyun memutar ulang ke kalimat terakhir yang di ucapkan Chaeri. Begitu terus berulang kali. Hingga akhirnya Eunhyuk menghentikannya.

”Hentikan! Sudah jelas kalau kau begitu mencintainya… jadi temuilah dia!”

Kyuhyun menggeleng. ”Aku belum bisa…”

”Kenapa?”

”Aku perlu waktu untuk berpikir jernih. Karena walau aku begitu mencintainya tapi aku tak bisa menutupi rasa benciku. Aku benci dengan apa yang sudah Chaeri lakukan pada Chae Kyeong ku!”

Kyuhyun menceritakan semuanya pada Eunhyuk. Kisah tentang Chae Kyeong dan Chaeri. Eunhyuk tak bisa menutupi keterkejutannya. Walau tak begitu mengenal Chae Kyeong dulu, Eunhyuk juga menganggap Chae Kyeong adalah gadis baik dan polos. Bahkan dia ingat pujian Victoria yang pernah dia dengar untuk Chae Kyeong.

”Dia berhati lembut, seperti malaikat…”

”Chae Kyeong yang diceritakannya padaku sama sekali berbeda dengan Chae Kyeong yang aku tahu selama ini…” kata Kyuhyun getir. ”Dia bukan orang yang dapat melakukan pengkhianatan seperti itu! terlebih, Chaeri sempat menyakiti fisiknya beberapa kali! Kau tahu hyung, Chae Kyeong itu sejak kecil mengalami lemah jantung! Serangan fisik sedikit saja bisa membuatnya mati!”

”Dan yang paling aku benci adalah kesimpulanku sendiri, tentang Chae Kyeong yang mencintai Chaeri. Karena cintanya, dia membiarkan Chaeri menyakitinya. Itu sangat mengerikan hyung!”

Eunhyuk merasa bingung. Permasalahan mereka jelas sangat pelik. Melibatkan tentang seseorang di masa lalu yang telah pergi. Tak bisa dimintai kejelasan lagi.

”Kyuhyun-ah. Mengertilah, Chae Kyeong sudah tiada. Kau sudah tak mungkin bersamanya, dia masa lalumu! Kumohon, jangan karena hal itu kau jadi mengabaikan masa depanmu! Turuti ucapanku. Maafkan Chaeri. Jangan membiarkan benci  menguasaimu!”

Kyuhyun menggeleng, ”Tak semudah itu, hyung! Aku harus mencari tahu kenyataan yang sebenarnya terjadi.”

++++++

Tahun yang baru sudah berjalan selama empat hari. Chaeri memegang ucapannya. Dia menjalani hidupnya dengan baik, tak menangisi Kyuhyun lagi. Walau ada rasa gelisah tapi senyuman manis selalu muncul di wajahnya. Dia tak lagi membuang waktunya dengan termangu karena memang tak ada gunannya.

Chaeri berjalan santai menuju halte bis pada sore hari itu setelah pekerjaannya selesai. Seperti biasa Mikka mengikutinya dari belakang. Lalu duduk disamping Chaeri saat menunggu halte bis.

“Kau pasti bisa mengerjakan soal ujian nanti dengan baik ‘kan?” tanya Chaeri tanpa menoleh pada Mikka.

“Aku tak janji songsaengnim… banyak yang masih tak kumengerti…”

“Aku tak akan memberimu kelas privat lagi. Sudah lebih dari dua minggu aku mengajarimu. Jadi berusahalah sendiri…” kekeh Chaeri.

Mikka menoleh pada Chaeri. Takjub mendengar tawa gurunya.

“Songsaengnim, kau sekarang lebih riang. Apa sudah baikkan dengan Kyuhyun-oppa?”

Chaeri menjitak jidat Mikka. “Yaa.. kau selalu pintar menggunakan otakmu untuk mencari gosip!”

”Kan aku penasaran songsaengnim…”

Chaeri tertawa. Yah, ternyata dia memang masih bisa tertawa walau sebenarnya Kyuhyun masih belum menghubunginya. Dia tak mengerti apa yang dipikirkan kekasihnya itu. Tapi karena dia sudah bilang akan menunggu sampai Kyuhyun tenang maka dia berusaha sabar.

+++++++

Saat Chaeri sampai di depan rumahnya, dia terkejut melihat Eunhyuk yang terlihat ragu-ragu memencet bel. Chaeri lalu berdehem pelan di belakang Eunhyuk. Dia tak bisa menahan tawanya saat melihat wajah terkejut namja itu.

”Aigoo!” Seru Eunhyuk memegangi dadanya.

”Yaa! Kau mau mencuri? Penampilanmu itu sangat pas untuk merampok bank sekarang!” ejek Chaeri memperhatikan Eunhyuk yang mengenakan mantel hitam tebal, kaca mata hitam dan topi rajutan. ”Ingin bertemu dengan Hanna?”

Eunhyuk tak bisa menutupi kegugupannya. Setengah berteriak dia berkata, ”Yaa! Siapa yang mencari yeoja mengerikan itu! Aku mencari Jungmin!”

”Bodoh!” desis Chaeri. ”Kalau kau ingin mengajak Hanna kencan, katakan saja langsung! Dia itu gadis amerika. Dia suka orang yang berpikiran terbuka dan langsung cap cus…”

”Ah, tapi aku tak bisa seperti itu, Chaeri-ya!”

”Yaa! Aku tak suka caramu memanggilku!” bentak Chaeri.

”Ah, mianhae… Chaeri-sshi…” Eunhyuk membungkuk, “Kau bisa bantu aku? Panggil Hanna keluar ya… kumohon…”

“Apa balasannya untuk ku?”

Eunhyuk menahan geram, “Aku sudah menjadi mata-mata untukmu! Melaporkan keadaan Kyuhyun setiap hari, kau masih tak mau membantuku! Yaa! Hanna hanya 2 hari lagi di Korea. Dan aku belum bilang aku menyukai… ”

Kata-kata Eunhyuk terputus saat melihat Hanna menengok dari balik pintu pagar rumah Chaeri.

”Hyukjae-ssi, kau suka padaku?” sengir Hanna.

Wajah Eunhyuk merah padam. Dia sepertinya ingin membenturkan kepalanya ke tembok pagar. Tapi tak jadi. ”Ah.. siapa bilang? Aku sedang menceritakan tentang ibunya Kyuhyun, Kim Hanna-ahjumma… ah, aku sangat menyukainya…”

Chaeri melemparkan pandangan merendahkan pada Eunhyuk. Dia lalu menarik tangan Hanna, menyuruhnya berdiri disamping Eunhyuk.

”Kalian berdua pergilah. Nanti jangan lupa oleh-oleh, ya..” Chaeri lalu membanting pintu pagar. Menguncinya. Tak memperdulikan Hanna yang menggedor-gedor minta dibukakan.

“Park Chaeri ba*ta*d,” maki Hanna. Dia lalu menoleh pada Eunhyuk, “Ayo kita kencan sore…” katanya, mimik kesal Hanna berubah menjadi riang lalu menggandeng tangan Eunhyuk.

Eunhyuk supraise, apalagi Hanna menggandeng tangannya. Dia akan memanfaatkan hari ini untuk bisa mengenal Hanna lebih jauh. Walaupun ketika teringat Hanna akan kembali ke negaranya lusa membuatnya merasa sedih. Tapi tetap saja, Eunhyuk bertekad akan menjadikan hari ini adalah hari indah untuk mereka berdua.

Sementara itu, Chaeri menyandarkan dirinya di balik pintu pagar. Tersenyum mendengar Hanna yang bertindak duluan. Dia lalu memegang cincin pemberian Kyuhyun yang masih melingkar di jari manis tangannya.

”Aku masih bisa tertawa… walau kau masih mengabaikanku. Tapi, sampai kapan aku bisa terus seperti ini?”

+++++++

Bulan Januari berakhir. Tak ada hal baik terjadi pada Chaeri kecuali kabar kalau Eunhyuk dan Hanna sudah resmi menjadi sepasang kekasih –mereka menjalani hubungan jarak jauh- sekitar 3 minggu ini. Saat Hanna sampai di New York, saat itulah Eunhyuk baru berani menyatakan perasaannya. Kemudian yang terjadi, Hanna selalu merecoki Chaeri tentang Eunhyuk. Begitu juga sebaliknya. Chaeri bahkan sempat membentak Eunhyuk karena terus-terusan bertanya tentang Hanna padanya.

”Yaa! Lee Hyukjae!Aku menelpon untuk menanyakan kabar Kyuhyun. Tapi kenapa kau malah yang lebih banyak bertanya tentang Hanna padaku?!”

Chaeri sadar. Eunhyuk sama sekali tak bisa diandalkan. Banyak hal yang menurut Chaeri ditutup-tutupi oleh namja itu untuk menjaga dongsaengnya. Chaeri sering kali hanya bisa menghembuskan nafas kesal karena saat dia menanyakan keadaan Kyuhyun, Eunhyuk menjawab begini…

”Kyuhyun baik-baik saja. Memang dia sempat sembelit beberapa hari. Tapi sekarang sudah lancar kok…”

”Kyuhyun baik-baik saja. Aku akan siaran radio sekarang. Jadi telponnya nanti lagi ya…”

“Oh, Kyuhyun. Dia baik-baik saja. Kemarin dia memang terserang flu, tapi sudah sehat lagi kok. Malahan flu aku yang belum sembuh-sembuh.. hatsyii~…”

”Kyuhyun baik-baik saja. Dia sedang liburan dengan teman-teman sekolahnya… ah, main ski menyenangkan. Kau susul saja dia. Kau pasti tahu dia di resort ski yang mana ’kan?”

”Oh, Kyuhyun sedang mempersiapkan singlenya dengan keponakanmu. Dia gugup sekali, seperti biasa… hahaha…”

Hati Chaeri mencelos. Dia senang Kyuhyun baik-baik saja. Sehat. Tapi yang lebih ingin dia tahu adalah perasaan namja itu. Eunhyuk sama sekali tak membantunya. Dan Kyuhyun masih mengabaikannya.

“Ah~ sampai kapan aku sanggup menunggunya seperti orang bodoh seperti ini…” keluh Chaeri.

“Menunggu seseorang mengucapkan kata putus yang sangat tidak kuinginkan….”

“Newton-ah… eomma begitu merindukan appamu. Tapi tampaknya, dia tidak. Dia lupa padamu. Pada eomma juga…”

Chaeri menatap sedih foto-fotonya dengan Kyuhyun yang terpajang dikamarnya. Membelai bulu halus Newton sambil berbaring di tempat tidurnya. Masih bergumam seorang diri…

“Kau jahat padaku Kyuhyun-ah… sangat jahat… ”

+++++++

”Noona… kau pasti tahu ini hari apa?” tanya Jungmin menatap Chaeri sambil tetap menyantap makan malamnya.

”Jum’at. Ulang tahun Kyuhyun. Waeyo?”

”Noona, tak menemuinya? Memberikan kado yang sudah noona siapkan itu…” kata Jungmin menunjuk bungkusan yang berada di atas kursi di samping Chaeri.

”Ani. Habis makan malam aku malah akan membakar kadoku untuknya itu…”

”Yaa, noona sudah susah payah merajut sweeter untuknya. Jangan di bakar!”

Chaeri tak peduli. Hatinya sedang terbakar cemburu saat ini setelah dia menonton di televisi tadi performa debut girlband yang berisikan Nanhee sebagai membernya. DIV4, namanya. Girlband berisikan 4 orang gadis muda dengan genre musik Ballada. Mereka debut 2 hari lalu dan di Mubank sore tadi sebagai penampilan perdana mereka. Yang membuat Chaeri cemburu adalah penampilan duet Nanhee dan Kyuhyun yang sangat kuat dan serasi membawakan lagu cinta yang pernah Kyuhyun perdengarkan padanya dulu. Chaeri bahkan tak tahu judul lagu yang mereka nyanyikan karena pikiran dan matanya fokus pada adegan ’gandengan tangan’.

Kalau Kyuhyun menggandeng tangan yeoja lain. Chaeri mungkin saja tak cemburu –walau jelas dia tetap akan cemburu- tapi yang digandeng Kyuhyun itu adalah Nanhee. Yu Nanhee, keponakan Chaeri yang menyukai Kyuhyun. Chaeri melihat ekspresi bahagia di wajah Nanhee di sepanjang lagu. Lagu cinta dengan lirik indah dan dinyanyikan dengan chermistry yang kuat. Chaeri sangat yakin, pasti banyak fans Kyuhyun mengkhayalkan sesuatu yang spesial antara Kyu-Nan. Tak peduli Nanhee itu lebih muda 7 tahun dari Kyuhyun.

Dalam hati Chaeri berpikir untuk membuat situs antifans untuk Nanhee saat ini juga. Apalagi setelah dia melihat saat adegan di backstage, saat pengisi acara yang lain mengucapkan selamat ulang tahun ke-25 untuk Kyuhyun. Nanhee tanpa malu memeluk Kyuhyun yang notabene adalah sunbae-nya di depan kamera.

++++++

”Kami sudah putus…”

Chaeri menggigit bibirnya. Sekuat tenaga menahan air mata ketika membaca kalimat itu. Kalimat yang diucapkan Kyuhyun yang diberitakan oleh sebuah media online yang mewawancarainya langsung.

”Wow, pasti menyedihkan. Mengingat sebentar lagi valentine day. Lalu bagaimana perasaanmu sekarang?”

”Sedih tentu saja. Tapi ketika aku kembali pada pekerjaanku. Rasa sedih itu sirna. Kesibukan membuatku melupakan rasa sedih. Yah, walau aku tak mendapat coklat dari kekasih lagi di tahun ini. Tapi aku rasa, fans akan bersedia mengobati kesedihanku dengan memberikan coklat…”

Kemudian wawancara lebih terfokus tentang karirnya. Kuliah yang sudah beres di tahun ini. Lalu rencana untuk kolaborasi dengan artis lain. Mengingat single duetnya dengan Nanhee sukses.

Chaeri melihat berita itu di rumahnya, sepulang dia dari bekerja. Jungmin berulang kali mengumpat Kyuhyun. Sementara Chaeri, dia diam saja. Bertekad tak menangis walau itu sulit.

Sebenarnya kemarin siang, Eunhyuk sempat memberitahunya kalau Kyuhyun diperintah oleh perusahaan mengatakan kalau Kyuhyun dan kekasihnya sudah putus. Itu dilakukan karena menurut perusahaan, berita tentang Kyuhyun memiliki seorang kekasih sudah waktunya diakhiri. Perusahaan sama sekali tak tahu menahu tentang hubungan Chaeri dan Kyuhyun yang sebenarnya memang sudah renggang.

“Chaeri-sshi. Kumohon kau jangan berpikiran macam-macam jika mendengar berita itu besok…” kata Eunhyuk lewat telpon kemarin.

“Ne, oppa. Aku tak akan memperdulikan berita itu,” jawab Chaeri. Dalam hati Chaeri berpikir, andai saja Kyuhyun yang mengkonfirmasi langsung padanya. Bukannya Eunhyuk. Tapi, mungkin ini menjadi pertanda kalau hubungan mereka akan benar-benar berakhir sebentar lagi.

++++++

“Chaeri-ya.. kau baik-baik saja ‘kan?” tanya sang ibu menggenggam erat tangan Chaeri. Chaeri menjawab dengan anggukkan, “Kalau kau ingin menangis, menangis saja… setelah itu lupakan namja itu. Diluar sana, kau pasti bisa menemukan lelaki yang lebih dan lebih baik dari dia, arasseo?”

Chaeri tersenyum, “Eomma, gomawoyo. Sengaja pulang cepat dari rumah sakit hanya untuk mengatakan itu.”

“Yaa. Eomma hanya ingin memberikan semangat untukmu! Besok ulang tahunmu. Tapi kau malah putus dengan kekasihmu!”

Chaeri tetap tersenyum. Dia tak menjawab apapun. Dia meninggalkan ibunya di ruang tengah untuk membuatkan makan malam. Ibunya tak perlu tahu kepedihan yang ditahannya ini.

Setelah makan malam berakhir. Chaeri mengurung diri di kamarnya. Membawa Newton untuk berbaring bersamanya.

“Hah, aku bahkan hampir lupa kalau besok ulang tahunku. Apa sih yang kupikirkan belakangan ini hingga aku bisa lupa?”

Chaeri lalu mendesah, “Tentu saja memikirkan appamu, Newton-ah. Memikirkan Cho Kyuhyun. Huh, aku yakin dia tak akan mengucapkan selamat ulang tahun padaku karena aku juga tak mengucapkan untuknya…”

++++++

Chaeri terbangun keesokan paginya. Kepalanya pusing karena untuk bisa tidur semalam dia menghabiskan sebotol anggur. Chaeri lalu mengecek ponselnya.

Hari ini tanggal 7 febuari. Pukul 7 pagi, Chaeri sudah berusia 25 tahun. Dia mendapat banyak pesan singkat dan suara di ponselnya. Mengucapkan selamat ulang tahun. Bahkan bosnya juga mengucapkan selamat ulang tahun untuknya.

Chaeri lalu mencoba mendengarkan pesan suara yang dikirimkan Jong Suk untuknya…

“Chaeri-ya.. saengil chukkae. Semoga kau diberikan kesehatan. Selalu dilindungi oleh Tuhan. Ohya, aku akan kembali ke Korea besok. Aku harap kau masih mau bertemu denganku….”

”…Chaeri-ya, saranghae…”

Chaeri memukul pipinya. Memastikan dia sadar saat mendengar pesan suara itu. Dia lalu mengulangi pesan suara itu dan isinya tetap sama.

”Hah, apa dia membaca berita tentang aku putus dengan Kyuhyun sehingga dia berkata seperti itu?”

Chaeri memeriksa lagi pesan yang masuk. Tak ada satupun pesan dari Kyuhyun. Dia ingin berteriak menumpahkan kekesalan. Menangis kalau perlu. Tapi, lagi-lagi percuma melakukan itu. Chaeri lalu keluar dari kamar setelah membalas semua pesan untuknya. Berterima kasih pada orang-orang yang meluangkan waktu untuk mengucapkan selamat padanya. Chaeri melihat ibunya dan Jungmin sibuk mempersiapkan sarapan untuknya. Dia lalu memeluk ibunya dari belakang.

”Eomma, gomawoyo sudah melahirkanku.”

Sang ibu berbalik, mengecup kening putrinya, ”selalu mengatakan hal yang sama setiap tahun. Chaeri-ya, justru eomma yang harus berterima kasih. Kalau mengingat berapa kali eomma hendak menggugurkanmu dulu, eomma sangat sedih. Syukurnya eomma tak menjadi setan saat itu.”

’Ne… gomawoyo sudah membiarkanku hidup… aku menyayangimu eomma. Walau kau begitu sibuk, aku tetap menyayangimu…”

”Yaa.. yaa, sampai kapan kalian berpelukan seperti itu? ayo cepat sarapan. Aku sudah hampir terlambat sekolah nih,” seru Jungmin menggeprak meja.

+++++++

”Karaoke sudah, nonton… sudah. Makan sudah. Terus kita ngapain lagi?” kata Mikka tersenyum jahil saling melempar pandang pada kedua temannya.

”Game online yuk,” usul salah seorang temannya.

Chaeri menatap gemas ketiga muridnya itu. Lalu berteriak, “Yaa! Sudah cukup senang-senangnya! Sekarang kalian pulang!”

”Huhu~ songsaengnim kejam. Bukannya songsaengnim yang janji kita bakal main sepuasnya hari ini gara-gara nilai kami disekolah bagus… jadi ayo… kita main lagi. Lumayanlah, buat ngobatin songsaengnim yang lagi patah hati juga..hehehe,” bujuk Mikka memamerkan puppy eyesnya. Begitu juga teman-temannya.

Chaeri menjitak satu persatu kepala muridnya,”Jauh lebih baik patah hati ketimbang aku jadi jatuh miskin karena kalian! Yaa, kalian benar-benar merampokku hari ini! sudahlah, kita pulang saja.”

Chaeri kemudian meninggalkan ketiga muridnya itu. Sekarang sudah pukul sembilan malam. Cukup banyak waktu yang dia habiskan di kawasan apgeujung untuk bersenang-senang bersama ketiga muridnya itu. Chaeri melangkahkah pelan menuju halte bis terdekat. Kegembiraan sudah tak ada lagi ketika dia berjalan seorang diri. Menunggu bis di halte sendirian. Entah kenapa air mata mengalir membasahi pipinya.

”Sudah jam segini, dia sama sekali tak mau menghubungiku. Berapa lama lagi aku harus menunggu?” umpatnya seorang diri. ”Kyuhyun-ah, tega sekali kau… ” Chaeri mengusap air matanya. Aku tak boleh menangis. aku sudah berjanji. Harus kutepati. Tekadnya.

Tak lama bis yang ditunggunya datang. Chaeri mencoba tersenyum. Bertekad tak akan lemah. Tapi ketika dia turun dari bis dan kembali menyusuri jalan sendirian. Rasa sedih kembali muncul. Yah, rasa sedih itu muncul karena kesepian. Dia lalu mampir ke pojangmacha (Kedai tenda terbuka) yang terletak tak jauh dari rumahnya. Duduk disana ditemani dua botol shoju. Chaeri bahkan sudah lupa sejak kapan dia baru bisa merasa tenang setelah menegak minuman keras. Seakan ketika minum, kesedihan sirna. Padahal sebenarnya tidak. Chaeri sangat tahu itu.

Ketika botol kedua habis diikuti ketiga dan keempat. Chaeri sudah tak bisa menghentikan keinginannya untuk minum. Tapi ketika shoju di botol kelima sudah habis separuh, Chaeri merasa tubuhnya melayang. Tidak hanya karena sudah mabuk, tapi juga karena lagu yang diputar kedai itu….

Saranghaneun geudaega nareul ddunaganeyo
Hanmadi byunmyungdo mothaetneunde

(The you I love, is leaving me
Though I haven’t yet said a word in my defense)

Saranghaneun geudaega haengbokhago shipdago
Hanmadi aewonjocha mothaetneyo

(The you I love, says she wants to be happy
I haven’t been able to say a word in pleading)

Chaeri meletakkan kepalanya ke meja. Memejamkan mata dengan sedikit mengumpat dalam hati. Kesal karena ahjumma pemilik kedai memutar lagu ini. Chaeri sudah tak sanggup lagi menahan air matanya. Dia menangis sembari ikut menyanyikan lagu itu, lagu yang menurutnya sangat mewakili perasaannya saat ini… .

Tentang kesalahannya yang sama sekali tak tahu bagaimana cara mencintai seseorang dengan benar…

Unjena seulpeun pyojunge geudael
Babbeudan pinggyero wemyunhaetdun
Hanshimhan baboyuseuni-ggah

(Always, looking at your sad expression
I neglected you under the pretense of being busy
Because I was a wretched fool)

Geuddaen mollatjyo
Saranghaneun buhbeul mollasuh
Ddahddeut-hage anajool jool mollasuh

(I didn’t know then
Because I didn’t know how to love
Because I didn’t know how to hold you warmly)

Yurin gaseum gaseume
Moonujyuh naerineungul moreugo
Mooshimhi balgureumeul dohllyutjyo

(That a soft heart
Would collapse and fall, I didn’t know
And without thinking, I turned away from you)

Chaeri sudah kehilangan kesadarannya saat lagu baru dipertengahan. Tanpa menyadari Kyuhyun duduk disampingnya. Sekuat tenaga namja itu menahan rasa sesak di hatinya. Sekuat tenaga menahan air mata. Walau akhirnya jatuh juga.

Kyuhyun menyeka air mata yang membasahi pipi Chaeri. Menggenggam tangan yeoja itu. Menciumi setiap jari-jemarinya. Menunduk dan ikut menangis.

I didn’t know then
Because I didn’t know how to love
I came to leave you alone

Even saying sorry seems awkward
So I’ve passed you by again, pretending not to know

Even if you meet someone else,
He’ll probably be better than me
Because of this, I’m sending you away

Even if I meet someone else,
It’ll never be you
Because of this, I can’t erase you

All that’s left is a sorry heart
All I have left to say is goodbye
Even though my heart knows

I didn’t know then
Because I didn’t know how to love
Because I didn’t know how to hold you warmly

Even though I know now
Even though I know how to love
The person whom I wish to love isn’t here

A love that has given only tears
I hope everyone will forget and be happy at all costs
Everyday, while crying, all I do is pray

That in my next life, I won’t have a young love
When I really understand love,
If I meet you then, I’ll take you into my arms
So that we’ll only have happy dreams

Even though now, I’m sending you away

**Because I Didn’t Know How To Love- FT Island

 

“Chaeri-ya… mianhae…”

~To Be Continued~

***Kok bisa Kyuhyun tiba-tiba ada disamping Chaer? ntar deh jawabannya part depan ^^ Seperti biasa RCL Please, hehehe~

89 thoughts on “Chocolate In Love (Chap-12)

  1. kyuhyun datang tak dijemput pulang tak diantar hahaha
    jd kyu nganggep chae yuri-an sama chaeri gtu?
    chae bikin penasaran aja ih udh mati juga dasar haha
    beuh ponakan kyu asa di awang2 yah
    aku gasabar part depan🙂

  2. Huaaaa~ pas terakhirnya kyu ada di samping chaeri aku lgsg dag dig dug
    Asssiikk, tanda” mau balikan nih *sotoy* xD
    Monkey sama Hanna jadian!!! *tabur” bunga*🙂
    Hyuk ga berbakat jd mata”, setiap laporan(?) yg dia kasih tau ke chaeri ga penting semua (-.-)a *tabok hyuk bolak balik*
    Isshhh~ ini si nanhee minta di mutilasi kali yak? >< Nyebelin bangt!!!

  3. Hueee . . Sesek bgt baca nya, kesian bgt chaeri T_T
    itu jongsuk bneran mw ngejer chaeri lg?
    YESS!! Tmbah seruuu~
    onnie chapter 13 nya ASAP ya . .
    Like the sun nya jg
    hehehe ^^v
    HWAITING!!

  4. Best FF.
    makin lama,makin bagus az ni ff,tetap Romantis dan Seru.
    ayo truz lanjut Un,aq penasaran ma End’y kea…apa.
    Un mau tanya,ni ff ampe brapa chap seh?
    Salam kenal dri aq.add fb’y d Esthyra Lhky.
    gomawo.

  5. ehehehe, aq udh bca d suju ff klo ga slah.
    Bgus bgt crita.ny. . .
    Aq geregetan sm kyu. Kok tega diemin lma bgt gtu
    lanjutan.ny kpn ni?

  6. Huhuhuhuhuhu T^T *elep ingus sma air mata.. Huwaaa onieee ini ff kok mkin kren aj? *ditabok.. Jiahh bng kyu egoisny sma kyk chaeri nih T^T *ditabok kyu ma chaeri wkwkwk😀 uwah eonn suka bgt sma karakter jungmin dsini >< pingin pny adek kyk dia ahahahhaha😀 jiahh ska bgt wktu moment" kyu sma eunhyuk tmben" kyu sma eunhyuk wkwkwk😀 kekekek~~ tmben si nanhee di part ini ga ngeselin.. Lho? Wkwkwk pkokny daebak deh nie ff😀 next part dtunggu eon😀

  7. I LOVE THIS FF~~~
    Hyuk minta di lempar ke ragunan kali ya? ngeselin beud~ *al4y mode on*
    Si nanhee! pergi kau ke ujung dunia~~
    KYU!!!! teganya kau meninggalkan Chaeri selama itu!! *nangis sesegukan kyk di cinta fitri

  8. ngga kebayang, trnyata kyu smape kaya gitu -_-
    bukannya dia yng minta ? ckk
    hish, nanhee ! err
    nggantung banget thor
    stopnya pas banget loh wkwk

    • ah iya, aku baru nyadar ama isi lagu itu pas baca ni ff 2x (biar kerasa feelnya gitu wkwk)
      dibait pertama sejak kyuhyun dateng, jeder kring gubrak (?)
      aku takutnya sih itu lirik isi hatinya kyuhyun -____-
      daebak ^^

      • buahaha~
        pinter..
        itu kan emang isi hati Kyuhyun bngt…
        dia yg sebenarnya g ngerti cara mencintai si Chaeri…
        yaaaa… tp tenang aq g bikin si Kyu ngambil jalan yg salah kok…
        lagunya cuman bwt nambah sedih doang kok…

  9. udah baca di sujuff sih eon~
    tapi kurang afdol ah kalo gak kesini juga (?)
    fyi nih eon (?) saya udah baca ff ini empat kali lho~
    dua kali nangis, dan dua terakhir… merinding disko (?) ;-;
    bisa banget dapet feelnya Chaeri…
    please eon, bikin mereka baikan. udah gatahan sakit liatnya (?) (re: bacanya)
    fighting for next xhap eon~ =’)

  10. astaga, nyesek bgt….
    sempet kesel jg ama kyu yg ga bisa nerima kenyataan..
    en ga gentle lgsg ketemmu ama chaeri..*ketok kyu* hehehe

    sedih bgt ya putus pas taon baru, waktunya happy2 malah dapat kabar buruk

  11. Lagi asik2 baca tau2 tbc -_- ah eonni chap 13 buruan yaa penasaran. Chaeri balik ke jongsuk aja eon biarin aja kyuhyun mewek2 *evillaugh*

  12. GOMAWO SEMUANYA… *kissuin atu2*
    aduh…
    mianhae bkl lama nunggu part 13 nya…
    tapi thanks banget dah udah mau baca nih FF smp part ini ^^/
    ntar moga part 13 bs secepatnya selesai n ngejawab maslahnya.. AMINNNN
    ntar mampir lagi yaaaaaaaaaaa

  13. Annyeonghaseyo cingu..
    Kapan lanjutannya di upload? Aku nggak sabar nih ingin tau apa mereka nanti baik2 saja. Eum,, park chaeri itu apa fiksi?anti baik2 saja. Eum,, park chaeri itu apa fiksi?

  14. annyeonghaseyo:)
    onni, part slanjutnya di tunggu!! onni jgan lama2 ya publish part slanjutnya..penasaran banget aku.
    onni, FF ini seru banget!!!

  15. Menyedihkan sungguuh ..
    Dri kmren ak baca dri part 1 dan skrng ak dh bres smpe part 12 ni udh g tw brapa bnyak air mata ini jatuh ..
    Sungguh ff ini menguras emosi ..
    Chaeri eonni yg sabaar ya ..
    Sediihhh ;(

    owh iya mianhe cz ak bru kmen d part ini .. Hehe
    daebak ff ..
    Next chap.x jngn lama” ya ..
    Annyeong ak new readers d sni🙂

  16. ff ny daebak..
    bikin nangis nq ikutan mellow baca nya.. Kyu jahat!!! hiks..
    Mudah2an Jong Suk ngejer Chaeri biar kyu tau rasa..

    *best quotes..

    Yaa! Cho Kyuhyun-sshi, kau tak ingat siapa yang duluan mengiba cinta ini? Itu kau! Kau yang memaksaku untuk
    mencintaimu! Setelah kau
    mendapatkannya, apakah berhak
    kau yang mengakhirinya?”
    ”kau sama sekali tak berhak! Akulah yang berhak memutuskan hubungan kita. bukan kau!”

    lanjut,author…..^^

  17. annyeonghaseyo…
    setelah sekian lama off…
    aku balik lagiii..
    mengusahakan jadi reader setiamu, onn.. ^^

    kasian Chaeri..
    tapi apapun yang terjadi Kyu pasti punya alasan..
    ayoo Kyu-Chaeri, tunjukan kalau kalian saling mencintai…

    nice FF onnie…
    lanjutnya ditunggu…

    alurnya asik, aku suka…
    #hugKiss

  18. uwaaw akhirnya chapter 12 keluar!
    *hiks* jadi pengen nangis gara-gara KyuRi mau putus.. jangan dong..
    penasaran deh, kok tiba-tiba Kyu udah ada di samping Chaeri?
    mitmit eonnie, hwaiting!
    *lirik comment-comment para reader di atas* kayaknya FF ini populer juga ya. hmm

  19. huaa chaeri tegar bgt dan yah kyu jgn gitu lah paling ngga kl emg mau putus ya bilang lgsg. nembaknya aja lgsg masa putusnya lewat org lain :((( kyu mau nemuin chaeri ??

  20. makin ksni knp aq mkin cengeng???ini udh brp part mst kluar air mata trs..nyesek ny gk nahan…😦
    gk tw mst ngmg apa..brharap pun tkt gk ksmpean..jd ikutin alur ny aja dh…i have to say, this is awesome!!bahasa ny ringan,bhkan trkesan slengean,tp bnr2 bs bwa qt hanyut k dlm nya..and konflikny bnr2 berasa bgt!!ff ny ngena bgt dh!!keren!!^^

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s