Chocolate In Love (Chap-13)


Chocolate In Love (Chap-13)

Author: OnmitHee

Cast: Cho Kyuhyun, Park Chaeri

Other Cast: Park Jungmin, Han Chae Kyeong, Yu Nanhee, Eunhyuk, Lee Jong Suk.

Legth: Sequel.

Genre: Romance, Friendship, family.

Rated: PG 15

STORY

Kyuhyun menatap Chaeri yang masih tertidur disampingnya. Tangannya sesekali membelai lembut rambut yeoja itu. Lalu kembali memperhatikan wajah Chaeri yang pulas. Hanya itu yang dilakukannya selama setengah jam ini setelah mengangkut Chaeri yang sedang mabuk ke dalam mobilnya. Tak berani membangunkan. Tak berani berkata apa-apa selain membisikkan kata ‘maaf’ berulang-ulang kali.

Dia lalu menelungkupkan wajahnya ke kemudi. Menahan gelisah. Padahal dia sudah membawa Chaeri sampai ke depan rumah yeoja itu. Tapi dia tak ingin mengantarkan yeoja itu masuk. Sisi lain dirinya memerintahkan dia untuk membawa Chaeri ke tempat lain. Ke tempat dimana mereka hanya berdua saja dan bisa menghabiskan waktu bersama-sama.Tapi dia melawan keras keinginan itu. Cukup sudah dia melukai yeoja itu. Dia ingin mengakhiri semuanya. Bukannya memulai masalah baru.

Pikiran Kyuhyun lalu melayang pada kejadian tadi pagi…

”Kapan kau akan menemui Chaeri?” Eunhyuk berbisik padanya disela sarapan pagi sebelum mereka ke gedung SM untuk latihan. Hyungnya itu berusaha agar perkataannya itu hanya bisa didengar olehnya dan Kyuhyun saja. Yah, sejak kejadian Hanna mendamprat Kyuhyun di malam tahun baru, nama Chaeri menjadi sesuatu yang sangat sensitif di dorm dan sebisa mungkin jangan sampai terucap.

”Ini hari ulang tahunnya…” lanjut Eunhyuk. ”… paling tidak kirimkan pesan selamat padanya.”

Kyuhyun sama sekali tak menggubris ucapan hyungnya itu. Dia menyantap sarapannya dalam diam. Membiarkan hyungnya itu frustasi dengan kebisuannya. Kyuhyun sangat tahu kalau hari ini ulang tahun Chaeri tanpa perlu diingatkan. Tanggal itu sudah terekam kuat di memory otaknya. Tapi bukan berarti tanggal itu pula yang akan menjadi moment untuk dia menemui Chaeri lagi. Membuat mereka kembali bersama seperti dulu. Tidak.  Dia tak bisa melunakkan hatinya itu, walau tentu saja itu membuatnya tersiksa.

Rasa sakit hati, benci atapun dendam. Entahlah, Kyuhyun juga tak mengerti perasaan apa yang berkecamuk dibatinnya, tak mengerti alasan apa sehingga membuat dia bisa sekejam ini pada yeoja yang begitu dicintainya. Dia tak memperdulikan rasa rindu, cinta. Rasa itu entah kenapa tenggelam ketika dia mengingat cerita Chaeri dan Chae Kyeong.

”Kalau begitu paling tidak jelaskan padanya tentang wawancaramu itu. Jelaskan padanya kalau itu adalah perintah dari perusahaan. Bukan isi hatimu! Berhentilah jadi namja hina yang hanya bisa bersembunyi darinya!” hentak Eunhyuk mengagetkan Yesung dan Ryeowook yang juga berada di dapur menikmati sarapan. Mereka terkejut mendengar suara keras Eunhyuk dan suara kursi yang terjatuh. Terkejut melihat Kyuhyun yang sudah berdiri dengan mencengkram kerah baju Eunhyuk dan siap menyarangkan tinju ke wajah hyungnya itu.

”Berhenti ikut campur!” tukas Kyuhyun, dia menurunkan tinjunya dan berbalik hendak meninggalkan dapur sebelum pukulan keras mendarat di wajahnya.

Bukan Eunhyuk yang menamparnya. Tapi Yesung. Shock. Itu yang Kyuhyun rasakan. Begitu juga Eunhyuk dan Ryeowook yang berada di ruangan yang sama. Kyuhyun menunduk tak bisa berkata apapun. Tapi kemudian Yesung memeluknya. Menepuk punggungnya.

”Aku bukannya ingin ikut campur. Tapi aku hanya ingin kau menjadi lelaki sejati. Jangan membuat seorang yeoja tersiksa karena sikap diammu. Mungkin bagimu itu yang terbaik. Tapi tidak untuknya. Kau harus mengakhiri semuanya Kyu. Akhiri kebisuanmu ini. Temui dia. Beri dia penjelasan. Apapun keputusanmu, pada akhirnya, kami selamanya di pihakmu…”

”Hyung…” Kyuhyun tak mampu melanjutkan ucapannya. Kata-katanya terhenti, tenggorokannya tercekat menahan rasa sesak dan air mata.

”Kami percaya kau bisa membuat keputusan yang tepat.”  Ryeowook ikut menepuk punggungnya.

Kyuhyun lalu melepaskan pelukan Yesung. Berjalan perlahan kearah Eunhyuk yang masih duduk di kursinya tadi, lalu berlutut.

”Hyung, mianhae…”

Eunhyuk tersenyum. Dia lalu bangkit dari kursinya. Memegang lengan Kyuhyun untuk menyuruh dongsaengnya itu bangkit. Lalu memeluknya.

”Kyuni-ah… jangan meminta maaf padaku. Katakan itu pada yeoja bodoh yang menunggumu selama sebulan lebih ini…”

Itulah yang terjadi pagi tadi. Tamparan keras Yesung menyisakan lebam merah di wajah Kyuhyun. Tapi juga menjadikannya alasan agar dia tak ikut kegiatan apapun hari ini. Kyuhyun menghabiskan waktunya dengan mengikuti Chaeri kemanapun yeoja itu dan muridnya pergi hari ini. Dia mengikuti Chaeri sejak yeoja itu keluar dari tempat kerjanya sore tadi. Tanpa disadari oleh yeoja itu tentunya. Kyuhyun menyamarkan penampilannya dengan menggunakan masker, topi rajut dan mantel tebal. Tak terlihat mencolok tentu saja karena di musim dingin seperti sekarang tak hanya dia saja yang mengenakan penampilan seperti itu di jalan-jalan. Yap., masker juga berfungsi tepat menyamarkan dirinya dan lebam merah di wajahnya.

Tapi hanya itu saja yang bisa dia lakukan. Hanya mengikuti. Tak berani mendekat. Tak berani menyapa atau paling tidak menunjukkan diri.

Kyuhyun merasa takut sehingga tak berani muncul di hadapan Chaeri. Takut tak bisa mengendalikan perasaannya. Takut dengan keputusan yang sudah dibuatnya.

Pengecut. Itu kata yang pas untuk menggambarkan sikapnya ini. Yah, dia pengecut karena tak bisa memegang ucapannya sendiri. Pengecut karena sudah membuat seorang yeoja menunggu sekian lama hanya untuk sebuah kata yaitu, putus.

Kyuhyun kembali menatap Chaeri yang masih pulas dengan mimpinya. Mata Kyuhyun merah. Dia barusan menangis lagi tadi. Dia memang bisa menahan air mata itu dihadapan hyung-hyungnya. Tapi tidak ketika dia bersama Chaeri.

”Mianhae…” isaknya. ”Aku mencintaimu tapi aku tak bisa memaafkanmu. Aku meminta maaf padahal aku sendiri tak bisa memaafkanmu. Aku kejam. Aku hina. Tapi kenapa kau malah bertahan dengan sifat burukku ini?! kenapa?”

Kyuhyun lalu merengkuh wajah Chaeri. Menciumi wajah itu.

”Aku bahkan tak bisa melenyapkan bayang-bayang Chae Kyeong saat kita bersama. Aku mengatakan kalau aku mencintaimu. Tapi nyatanya? Setiap kali aku memelukmu, menghirup aroma tubuhmu, bayangannya selalu muncul. Menciummu membuatku teringat padanya. Selalu mencoba berpikir kalau itu hanya karena aku terlalu rindu padanya. Berusaha tak memikirkannya. Tapi nyatanya? Itu karena kalian berdua sangat mirip…”

”… apakah itu karena dia masih menirumu hingga saat dia bersamaku? Siapa yang bisa membantuku menjawab itu Chaeri-ya? Siapa?”

”Aku tak bisa berhenti memikirkan hal itu setelah ceritamu. Aku tak pernah berhenti berpikir apakah dia benar-benar mencintaiku?”

”Aku cemburu. Aku sakit hati! Aku benci kalian berdua yang telah menyiksaku seperti ini!”

Chaeri masih tak membuka matanya. Sama sekali tak terusik dengan kata-kata dan perlakuan Kyuhyun. Sementara namja itu kembali membisu. Dia membelai lembut wajah Chaeri. Berusaha untuk mencium bibir yeoja itu namun terhenti ketika mendengar suara ketukan di jendela mobilnya.

Kyuhyun membuka jendela disamping Chaeri itu. Dia melihat seorang bocah lelaki yang mengetuk jendelanya tadi memandangnya dengan tatapan sengit.

“Hyung, bisa bawa masuk noona ku sekarang?!”

+++++++

Kyuhyun merebahkan Chaeri ke tempat tidurnya. Melepas jaket, syal, sepatu dan kaos kaki yang dikenakan yeoja itu lalu duduk di tepi ranjang dengan Jungmin masih mengawasinya.

”Dimana ibumu?” tanya Kyuhyun tanpa memandang Jungmin.

”Eomma sedang dinas malam!” jawab Jungmin ketus.

”Ijinkan aku menginap disini malam ini.”

”Shiroe!”

Kyuhyun menatap sebal pada Jungmin, lalu mendorong bocah itu hingga keluar dari kamar. ”Tenang saja. Aku tak akan memperkosa noonamu! Kau tidur saja di kamarmu!” seru Kyuhyun lalu mengunci pintu. Mengabaikan teriakan Jungmin yang menggedor-gedor pintu kamar Chaeri.

”Yaa! Kalau kau sampai menyakiti noona. Aku akan menghajarmu!” ancam Jungmin. Dia menyerah untuk melawan Kyuhyun dan memutuskan masuk ke kamarnya.

Kyuhyun kembali duduk di tepi ranjang Chaeri. Dia memandangi sekeliling kamar itu. Tersenyum miris ketika melihat foto-fotonya masih dipajang di dinding kamar yeoja itu. Lalu pandangannya teralihkan ketika mendengar suara cicit seekor binatang. Kyuhyun melihat seekor kelinci hitam yang berada dalam kandang yang terletak di dekat ranjang Chaeri.

Kyuhyun lalu mengeluarkan Newton dari kandangnya. Kyuhyun cukup takjub melihat ukuran Newton sekarang yang sudah 3 kali lebih besar dibanding saat dia membelikannya untuk Chaeri dulu.

”Eommamu, merawatmu dengan baik rupanya,” desah Kyuhyun. Dia membelai bulu-bulu halus kelinci jinak itu. Kemudian berniat mengembalikannya ke kandangnya. Tapi rupanya,  Newton belum ingin kembali ke kandangnya. Saat hendak dimasukkan, dia malah meloncat dan masuk ke kolong ranjang Chaeri.

”Aigoo…” keluh Kyuhyun memijat tengkuknya. Dengan malas, dia masuk ke kolong ranjang Chaeri. Cukup susah menemukan kelinci hitam itu disana. Terlebih Chaeri rupanya menaruh beberapa kotak kardus di kolong ranjangnya itu. Membuat Kyuhyun kesulitan untuk menemukan Newton. Dia lalu mengeluarkan satu-persatu kardus-kardus itu. Cukup lama dia berkutat di bawah sana hingga akhirnya dia berhasil menangkap Newton dan memasukkannya kembali ke kandang.

”Hah.. kau membuatku bekerja keras Newton-ah,” sungut Kyuhyun melirik Newton sambil mengembalikan kotak-kotak kardus yang dikeluarkannya tadi. Tapi kegiatannya terhenti ketika hendak memasukkan sebuah kardus yang cukup berat. Dia tertarik melihat tulisan yang sangat familiar tertera di kardus itu. Itu tulisan tangan Chae Kyeong.

Kyuhyun segera membuka kardus yang masih tersegel rapat itu, seperti tak pernah dibuka sekalipun oleh Chaeri. Dia bisa merasakan jantungnya berdebar dua kali lipat lebih cepat daripada normal. Tangannya bergetar ketika mengambil barang-barang yang berada di dalam kardus itu.

Surat-surat yang di amplopnya tertera tulisan Chae Kyeong. Beberapa buku harian yang selalu digunakan yeoja itu untuk mencatat kegiatan hariannya. Beberapa keping Cd. Album foto. Dan barang-barang lain yang sangat Kyuhyun tahu adalah milik Chae Kyeong.

”Kyeong-ah… apa-apaan ini?” suara Kyuhyun terdengar seperti rintihan. Perasaannya tercekat dan sangat sakit. Dia bahkan tak memiliki satupun barang kenangan Chae Kyeong. Tapi kenapa Chaeri bisa memilikinya? Apa artinya hubungan mereka selama 4 tahun itu?

Semua surat masih tersegel rapi. Tanda Chaeri masih belum membacanya. Kyuhyun lalu mengambil album foto. Dia sangat ingat kalau Chae Kyeong sering melihat-lihat isi album itu dulu tapi tak membiarkan Kyuhyun melihatnya juga.

Lemas. Itulah yang Kyuhyun rasakan saat membuka album itu. Tak ada satupun foto dirinya disana. Hanya ada foto Chaeri, Chae Kyeong dan seorang lelaki. Lee Jong Suk. Ada sebuah foto yang menunjukkan mereka bertiga bersama. Tersenyum. Masih mengenakan seragam sekolah. Chae Kyeong terlihat sangat bahagia dengan mengalungkan tangannya masing-masing di lengan Chaeri dan Jong Suk. Dia berdiri di tengah. Kyuhyun ingat, dia pernah melihat Chaeri memajang foto yang sepertinya diambil pada waktu yang sama dengan foto Chae Kyeong ini. Tapi bedanya di foto milik Chaeri hanya ada dia, Jong Suk dan Hanna.

Kyuhyun membaca catatan yang ditulis Chae Kyeong di bawah foto itu…

‘Unnie, aku, oppa. Bahagia selalu ^__^’

Kyuhyun lalu melihat foto-foto yang lain. Lebih banyak foto Chae Kyeong bersama Chaeri. Tampaknya foto itu diambil saat mereka masih akur. Catatan-catatan yang tertera menunjukkan betapa bahagianya Chae Kyeong ketika bersama Chaeri. Tapi kemudian di foto terakhir, Kyuhyun hanya bisa mengurut dadanya. Hanya ada gambar Chae Kyeong di foto itu. Tapi di foto itu penampilan Chae Kyeong begitu mirip dengan Chaeri. Kyuhyun membaca catatan kecil yang ada di bawah foto itu…

‘Unnie marah besar. Dia tak suka penampilan baruku. Tapi aku tak peduli. Aku suka terlihat mirip dengannya. Ini seperti, kami selalu bersama.’

Kyuhyun menutup kasar album foto itu. Dia tak bisa menahan air mata. Jelas sudah sekarang. Kesimpulan yang ditariknya benar. Chae Kyeong benar-benar mencintai Chaeri.

“…Lalu, apa artinya hubungan kita selama 4 tahun itu, Kyeong-ah?”

+++++++

Chaeri membuka matanya ketika mendengar suara jam wekernya menjerit nyaring. Sudah pukul 7 pagi. Chaeri bangkit dari pembaringannya dengan malas. Kepalanya terasa pusing dan berat. Setelah menguap lebar dan mengucek mata dia memperhatikan sekelilingnya.”Mwo, aku di kamarku? Siapa yang mengantarku pulang?”

Dia lalu keluar dari kamar. Tercium bau harum masakan dari dapur. Dilihatnya Jungmin menikmati sarapan bersama ibunya.

”Kau sudah bangun?” sapa ibunya. Chaeri mengangguk dan mengambil tempat duduk disamping Jungmin. Mengacak gemas rambut adiknya. “Eomma menyiapkan sup ikan untukmu. Kata Jungmin kau mabuk semalam.”

”Eomma, gomawoyo…”sahut Chaeri. ”Aku berjanji, semalam terakhir kalinya aku minum. Aku tak akan menyentuh alkohol lagi mulai hari ini.”

”Itu bagus. Ngomong-ngomong, kau pulang dengan siapa semalam?” tanya sang ibu.

”Bibi pemilik kedai yang mengantarnya,” sahut Jungmin. Dia menunduk, takut ketahuan berbohong. Kyuhyun memang melarangnya untuk memberitahu Chaeri kalau dialah yang mengantar Chaeri pulang. Kyuhyun sudah pergi dari satu jam yang lalu, sebelum ibu Chaeri pulang ke rumah. Kyuhyun pergi dengan membawa sekotak kardus yang Jungmin tak tahu apa isinya.

”Ah.. aku benar-benar tak ingat apapun. Tapi entah kenapa aku merasa bahagia pagi ini,” seru Chaeri dengan wajah berbinar.

”Itu bagus.” timpal sang ibu. “Bagaimana kalau nanti, kita makan malam diluar? Sebenarnya ada sesuatu yang ingin eomma sampaikan pada kalian berdua. Jadi, tolong kalian memakai pakaian resmi saat kita makan diluar nanti.”

”Eomma! Katakan sekarang, apa yang ingin eomma sampaikan!” seru Chaeri. Dia merasakan firasat aneh dari kata-kata ibunya itu.

”Eomma akan menikah Chaeri-ya…”

Jungmin shock mendengar ucapan ibunya itu. Terlebih Chaeri. Dia bahkan tak bisa mengatupkan mulutnya yang terbuka saking kagetnya. Lalu mereka berdua berteriak, ”ANDWE!”

+++++++

”Kau tak akan mengerti Hanna-ya. Ini akan menjadi kali kedua aku mendampingi ibuku menikah. Terlebih, dia sedang mengandung calon adikku. Di usia begini aku akan punya adik lagi? Yang benar saja. Shiroe!”

”Kupikir dia bekerja dengan benar. Ternyata juga sibuk pacaran. Hah, tidak ingat usia!”

Chaeri mengomel, mencurahkan kekesalannya kepada Hanna lewat telpon sambil mendorong trolli belanjaannya. Dia sedang di sebuah supermarket sekarang untuk membeli keperluan makan siang.

”Hah, kalau aku malah senang. Paling tidak, kau sekarang tak mengomel tentang si namja babo itu!” kekeh Hanna.

”Bukannya begitu. Aku bukannya tak kesal lagi padanya karena mengabaikanku sampai selama ini. Tapi entah kenapa aku merasa pagi ini aku senang sekali.”

”Berarti akan ada hal baik terjadi. Apa mungkin karena Jong Suk-oppa yang kembali hari ini?”

”Bukan karena dia! Ku tegaskan padamu, aku tak ingin kembali padanya lagi seperti yang selalu kau harapkan. Aku tak sudi!”

”Tapi lebih baik kau bersamanya! Sudah tak ada ’hantu’ itu lagi,” Hanna mengisyaratkan tentang Chae Kyeong. ”Lagipula, untuk apa menunggu Cho Kyuhyun bodoh itu? Dia hanya memikirkan si ’hantu’. Itu sebabnya dia tak mau menemuimu. Dia terlalu mencintai yeoja yang sudah tiada itu!”

Chaeri mendesah. Dia tahu kalau Hanna memang selalu ingin Chaeri kembali bersama dengan Jong Suk. Sepupunya itu. Bagi Hanna, kesalahan Jong Suk masih bisa diampuni. Tapi tidak dengan kesalahan Kyuhyun. ”Hanna-ya. Mianhae mengganggu waktu tidurmu. Aku tutup telponnya sekarang. Bye bye…”

Chaeri menutup telponnya. Lalu menghela nafas. Curhat dengan Hanna bukan berarti bisa membuatnya lega. Karena Hanna bukanlah tipe pendengar yang bisa memberikan nasehat yang memuaskan bagi Chaeri. Tapi dibanding orang lain, hanya Hanna yang mau mendengarkan keluh kesah Chaeri.

Chaeri lalu menatap trollinya yang masih kosong. Sudah hampir satu jam dia di supermarket itu tapi tak ada satupun barang yang dibeli. Perutnya mulai berbunyi tanda minta diisi. Dia lalu berpikir, untuk apa dia membeli bahan masakan sementara yang memakannya nanti hanya dia sendiri? Jungmin makan siang di sekolah. Ibunya, ah.. dia sedang kesal pada ibunya itu. Jadi tak masak pun tak jadi masalah.

”Hah, Park Chaeri. Lagi-lagi kau melakukan pekerjaan yang sia-sia!” sungutnya. Meninggalkan trolli begitu saja. Lalu keluar dari supermarket itu tanpa membeli apapun.

+++++++

Chaeri baru saja duduk di sebuah rumah makan tradisional, melihat-lihat daftar menu sambil ditunggui seorang pelayan yang siap mencatat pesanannya saat mendengar seorang pria menyapanya.

”Chaeri-ya. Kau disini?!”

”Oppa…” Chaeri tersenyum riang melihat kakak lelakinya. Ayah Yu Nanhee, Yu Jaemin. Menyapanya.

”Kau sendirian saja? Bagaimana kalau ikut makan siang bersama kami?”

Chaeri dengan cepat mengangguk. Dia ditraktir. Tentu saja dia dengan girang menerimanya. Lagipula, dari kata-kata oppa-nya itu, sangat jelas kalau mereka tak makan siang berdua saja. Pastinya ada Nanhee. Dia sudah lama sangat ingin melihat wajah angkuh keponakannya itu.

Chaeri lalu mengikuti Jaemin ke sebuah ruangan khusus di rumah makan itu. Dalam hati dia menggerutu, ”mentang-mentang sekarang Nanhee sudah jadi Idol, jadinya makanpun harus di ruangan spesial. Menyebalkan.”

Tapi saat pintu ruangan khusus itu dibuka. Chaeri sadar, ruangan itu dipesan bukan karena hanya ada Nanhee saja disana. Tapi karena ada beberapa sunbae yang satu managemen dengannya. Chaeri tak peduli dengan kehadiran beberapa anak-anak SMTown disana. Dia hanya peduli pada satu orang yang terlihat paling terkejut saat melihatnya. Cho Kyuhyun.

Chaeri tahu, semangatnya benar-benar bertumpah ruah kini. Dia merasa wajahnya panas. Bersemu. Dia merapikan rambutnya dengan jari. Lalu dengan penuh senyum dia masuk ke ruangan itu. Rupanya, inilah yang menjadi sebab dia bersemangat dari tadi pagi. Bukan karena Jong Suk yang akan kembali ke Seoul hari ini. Tapi, karena firasat akan berjumpa dengan Cho Kyuhyun. Pria yang sangat dia rindukan. Yang mengabaikannya selama sebulan lebih ini.

Bisa dibilang tindakan Chaeri tak tahu malu. Dia menyuruh Lee Taemin –salah seorang member SHINee yang memang berada diruangan itu juga- yang duduk disamping Kyuhyun menjauh. Agar dia bisa duduk disamping namja itu. Chaeri mengabaikan tatapan marah Nanhee yang duduk disebrangnya. Dia tak peduli. Yang penting dia bisa berada di dekat kekasihnya itu.

+++++++

Chaeri begitu menikmati makan siangnya. Di ruangan itu, selain dia, Jaemin, Kyuhyun, Nanhee dan Taemin. Ada juga teman-teman satu grup Nanhee yang Chaeri masih belum hafal nama-namanya. Victoria Song dan Choi Sullie dari F(x) –tampaknya mereka sangat dekat dengan Nanhee, terutama Sulli karena mereka sesama orang Busan dan pernah satu sekolah dengan Nanhee saat di sekolah dasar –  Chaeri cukup kecewa karena tak ada seorangpun member SNSD disana. Sementara dari Super Junior, hanya ada Kyuhyun. Itu yang paling disyukuri Chaeri walau tentu saja dia juga merasa kesal karena dengan adanya Kyuhyun juga menandakan kalau Nanhee dan Kyuhyun cukup dekat.

Chaeri sesekali menoleh. Memperhatikan Kyuhyun yang terlihat lelah. Chaeri bisa melihat jelas kalau Kyuhyun tak seperti dirinya. Dia tak bersemangat. Matanya juga sayu. Menandakan kurang tidur.

“Kau sehat-sehat saja?” bisik Chaeri. Dia meletakkan tangan kirinya di paha Kyuhyun. Tapi langsung ditepis namja itu. Chaeri kesal. Tapi dia tak menyerah. Dia meletakkan tangannya lagi di paha Kyuhyun. Berkali-kali karena Kyuhyun selalu menyingkirkannya.

”Kau membuatku tak nyaman!” desah Kyuhyun tanpa memandang Chaeri. Dia lalu bangkit, keluar dari ruangan itu. menghentikan makannya. Chaeri sadar kalau sikapnya ini rendah sekali. Tapi dia ikut bangkit dan menyusul Kyuhyun. Dia menahan air matanya ketika mengikuti Kyuhyun berjalan didepannya. Namja itu terkesan angkuh dan tak peduli.

”Berhenti mengikutiku!” tukas Kyuhyun. Mereka kini sudah di depan pintu toilet pria. ”Atau kau juga ingin masuk ke dalam sana?” Kyuhyun menunjuk toilet pria itu. Tanpa perlu menunggu jawaban Chaeri, Kyuhyun masuk. Dia berpikir, Chaeri tak akan berani mengikutinya masuk. Tapi nyatanya? Dugaannya salah. Chaeri mengikutinya. Bahkan mengunci pintu toilet sehingga mereka terkurung berdua saja disana.

”Yaa! Aku ingin buang air!” hentak Kyuhyun.

”Lakukan saja!” balas Chaeri. ”Tak usah khawatir. Aku sudah sering melihat pria buang air kecil. Kau lupa, aku punya adik lelaki? A-aku…” Chaeri meneguk liur saat Kyuhyun dengan tampang kesal siap membuka resleting celananya, ”… tak akan kaget.” Chaeri cepat-cepat menutupi wajahnya dengan tangan. Lalu berbalik menghadap dinding.

”Cih,” ejek Kyuhyun. Dia tak jadi membuka celananya. Sebenarnya dia ke toilet bukan untuk buang air. Tapi ingin menenangkan diri karena sangat gugup dengan tingkah laku Chaeri tadi. Tapi percuma dia ke toilet karena Chaeri mengikutinya. Dia lalu meraih tangan Chaeri yang masih menutupi wajahnya. Kyuhyun dapat melihat kedua pipi Chaeri yang memerah. Dia lalu mengajak Chaeri keluar dari toilet. Bukan untuk kembali ke ruangan tempat mereka makan tadi. Tapi ke parkiran. Menuju mobilnya.

Chaeri diam saja. Tak bertanya kemana Kyuhyun hendak membawanya. Dia hanya memandangi wajah tegang Kyuhyun yang mengemudikan mobilnya.

Kyuhyun lalu menghentikan mobilnya saat mereka masuk ke komplek Namsan. Berhenti di parkiran tapi tak keluar dari mobil.

”Kau tak bekerja hari ini?” tanya Kyuhyun. Masih tak memandang Chaeri.

”Mulai kemarin, aku libur selama seminggu. Kalau kau?”

Kyuhyun melihat arloji, ”Petang nanti aku akan ke Taipei. Masih ada waktu 4 jam sebelum aku kembali ke dorm lalu pergi ke bandara.”

”Apa akan lama disana?”

”Hanya dua hari.”

”Lalu kenapa membawaku kemari?” Chaeri bertanya penuh harap. Berharap Kyuhyun mengatakan kalau Kyuhyun ingin kembali bersamanya. Tapi Kyuhyun tak kunjung menjawab apapun. Namja itu hanya diam. Menunduk tanpa mau memandangnya. Chaeri bisa merasakan perasaannya sesak lagi kini. Tanpa dia sadari, airmata menetes membasahi wajahnya. Chaeri mencoba menggapai tangan Kyuhyun. Kali ini Kyuhyun membiarkannya. Dia bahkan membalas genggaman tangan Chaeri. Dan sekarang Chaeri tahu alasan apa yang membuat Kyuhyun tak mau memandangnya sedari tadi. Namja itu juga menangis.

”Aku-membawamu-kemari…” Kyuhyun mengatakannya dengan terbata-bata. ”…untuk-kencan-terakhir-kita…”

Chaeri menggeleng, mengeratkan genggamannya, ”Andwe.. Kyuhyun-ah… andwe.”

”Aku bukan namja yang baik Chaeri-ya…” Kyuhyun akhirnya berani menatap Chaeri. ”… a-aku tak pantas untukmu. Sejak awal tak pantas. Aku selalu menyakitimu…”

”Itu tak benar… bukan ini yang kuharapkan dengan pertemuan kita hari ini. Bukan ini…” Chaeri menghapus airmatanya. ”… aku mencintaimu…”

Kyuhyun terkesiap. Dia menarik nafas dalam. Lalu merengkuh pundak Chaeri. Membelai pipi kanan yeoja itu. Menciumnya dan berbisik, ”Aku lebih lagi.”

”Lalu kenapa?” Hentak Chaeri frustasi hingga mendorong Kyuhyun.

”Karena percuma ada cinta jika aku tak bisa memahami, mengerti dan memaafkanmu. Hanya akan ada nafsu. Aku tak ingin itu!”

Chaeri menatap Kyuhyun tak mengerti. Dia mencoba memandang kearah lain. Tapi kembali menatap Kyuhyun ketika berkata, ”Aku tak keberatan. Jika hanya ada itu dihatimu. Tak jadi masalah. Asal kita terus bersama.”

Kyuhyun seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya. Dia lalu mengangguk, ”Baiklah, jika itu maumu!” dia lalu kembali menghidupkan mesin mobil. Melaju meninggalkan komplek Namsan. Lalu menghentikan mobilnya ketika memasuki wilayah sebuah hotel. Semuanya terjadi dengan cepat. Hingga kini Chaeri berada di dalam sebuah kamar berdua saja dengan Kyuhyun.

”Ini kan yang kau mau?” tukas Kyuhyun. Hatinya bagai teriris mengajak Chaeri ke tempat seperti ini. Dia hanya ingin menggertak Chaeri hingga bertindak sejauh ini. Baginya yang dibesarkan dengan dikelilingi lingkungan yang taat beragama pantang melakukan hubungan suami-istri diluar pernikahan. Tapi Chaeri mungkin tak tahu, karena Kyuhyun tak pernah mengatakannya.

”Ne…” angguk Chaeri.

Kyuhyun mendekati Chaeri. Dengan kasar dibukanya syal dan jaket yang dikenakan yeoja itu. Persis seperti yang dilakukannya semalam. Lalu tangannya bermain di kancing kemeja Chaeri. Chaeri memejamkan matanya saat Kyuhyun membuka kancing paling atas. Perasaannya campur aduk. Tapi perasaan gugup lebih mendominasi.

Namun, setelah membuka kancing paling atas dari kemeja Chaeri, Kyuhyun tak melanjutkan membuka kancing berikutnya. Chaeri menunggu cukup lama. Dia akhirnya membuka matanya. Kyuhyun tak lagi di hadapannya tapi terduduk di lantai disampingnya. Tubuhnya disandarkan pada ranjang. Kepalanya menengadah ke langit-langit.

”Kenapa?” Chaeri kembali menangis. Dia duduk disamping Kyuhyun. Mengguncang-guncang tubuh namja itu. ”Lakukan saja. Cepat lakukan!”

Kyuhyun menggeleng, ”Aku tak bisa Chaeri-ya…”

”Kenapa tak bisa?” Chaeri semakin kuat mengguncang tubuh Kyuhyun.

”Itu bukan untukku!”

”Itu untukmu! Kau berjanji akan menikahiku. Tak peduli 4 atau 5 tahun lagi. Aku akan menunggumu. Kau ingat pernah mengatakan itu padaku. Lihat cincin ini!” Chaeri menunjukkan cincin pemberian Kyuhyun yang masih melingkar di jari manis tangan kanannya. ”Aku mengabaikan impianku demi cintamu. Aku menghentikan kontrak perusahaanmu demi cinta ini. Aku melupakan mimpi songsaengnim demi kau. Aku berkorban banyak untukmu. Aku tak rela hanya karena kisahku dan Chae Kyeong dimasa lalu membuatmu meninggalkanku. Sampai mati aku tak rela. Aku tak sudi kehilangan pria yang kucintai lagi hanya karena seorang Han Chae Kyeong! Kenapa harus selalu dia?!”

”Kalau begitu, kembalilah pada Lee Jong Suk. Itulah yang seharusnya terjadi bukan? Jika Chae Kyeong tak ada, kau masih akan bersama namja itu. Kita tak akan bertemu!”

”Bodoh! Mana ada hal yang seperti itu.” isak Chaeri. ”Aku tak akan kembali padanya! Dia mengkhianatiku!”

”Bagaimana kalau sebenarnya tak pernah?! Bagaimana kalau sebenarnya Jong Suk tak pernah mengkhianatimu?”

Chaeri terdiam. Bibirnya bergetar. Airmatanya tiba-tiba terhenti. Dia kaget melihat ekspresi Kyuhyun. Namja itu tersenyum miris padanya.

”Han Chae Kyeong menipumu dan Jong Suk selama ini. Dia tak pernah mengandung! Apalagi melakukan aborsi. Sudah kukatakan kalau dia memiliki penyakit jantung bawaan, bukan? Tubuhnya lemah. Berolah raga saja susah. Apalagi sampai melakukan suatu ‘aktifitas’ yang membuat jantung berpacu lebih cepat.” Kyuhyun menggeleng. “Dia masih seorang ‘gadis’ sampai dia meninggal. Bisa kupastikan semuanya padamu. Aku menyelidiki catatan kesehatannya selama sebulan ini disela waktu luangku. Aku bertanya pada semua dokter yang menanganinya. Bertanya pada ibunya.”

Chaeri menggeleng. Dia tak percaya dengan semua ucapan Kyuhyun.”Tapi, kenapa?” rintih Chaeri

Kyuhyun tahu alasannya. Tapi dia tak mau menjawab. Dia sendiri sudah memastikan alasan Chae Kyeong melakukan itu dari surat-surat Chae Kyeong untuk Chaeri yang dibacanya semalam. Namun dia memilih untuk merahasiakan. Chaeri pasti akan semakin tersiksa jika tahu, kalau Chae Kyeong melakukan itu karena ingin memiliki Chaeri. Kyuhyun bersyukur bahwa dia yang membaca surat-surat itu. Bukannya Chaeri. Walau tentu saja, itu sangat menyakitinya.

“Anggap saja… dia cemburu dengan semua yang kau miliki,” tukas Kyuhyun kemudian.

Chaeri mendekap mulutnya. Dia menggeleng. Masih menangis. Kyuhyun membelai rambut Chaeri. Dia pastinya akan merindukan saat-saat bisa mengelus rambut Chaeri dimasa yang akan datang nanti. Keputusannya adalah mengakhiri hubungannya dengan Chaeri. Yeoja itu harus kembali pada orang yang sebenarnya mencintainya. Lee Jong Suk. Takdir Kyuhyun mungkin bukan untuk memiliki Chaeri tapi untuk menebus kesalahan yang pernah Chae Kyeong perbuat. Membuat Chaeri kembali pada cinta sejatinya.

“Kembalilah pada Jong Suk. Itulah yang seharusnya terjadi. Aku yakin, dia masih mencintaimu. Anggap saja kehadiranku dan Chae Kyeong sebagai bumbu dari kisah cinta kalian. Dialah yang sepantasnya untukmu…”

Tangisan Chaeri semakin deras. Ada banyak hal yang membingungkannya. Tentang Chae kyeong yang menipunya. Juga tentang alasan Kyuhyun yang menyuruhnya kembali pada Jong Suk. Cukup lama Chaeri menangis sambil memikirkan segalanya. Dia lalu menepis kasar tangan Kyuhyun dari kepalanya. Menegakkan wajahnya dan memandang namja itu tajam.

“B-baiklah. A-aku akan kembali bersama Jong Suk. Seperti yang kau mau!” Chaeri tak bisa mengendalikan emosinya ketika mengatakan itu. “Selamat tinggal Cho Kyuhyun!” Dia melepas cincin pemberian Kyuhyun. Meletakkannya di tangan kanan namja itu. Bergegas memakai jaket dan syalnya. Lalu keluar dari kamar hotel itu. Tak ada lagi air mata mengalir. Berganti dengan amarah. Dalam sekejap, rasa cinta pada Kyuhyun berubah menjadi sakit hati.

Sementara Kyuhyun, dia masih tak mempercayai kejadian barusan. Seperti orang bodoh. Kata-kata terakhir Chaeri berulang kali terngiang ditelinganya. Dia menatap cincin yang barusan dikembalikan Chaeri.

Prince♥Cherry

Tulisan itu dibacanya. Dia sangat ingat perasaannya saat memesan cincin itu. Betapa bingungnya dia memikirkan kata-kata yang tepat untuk dituliskan pada cincin itu. Betapa besar gairahnya saat cincin itu selesai dan dia mengenakannya pada Chaeri.

Dia teringat dengan wajah Chaeri yang bersemu. Kedua pipinya yang memerah membentuk bulatan seperti buah cherry. Kyuhyun sangat menyukai wajah Chaeri yang merona seperti itu. Terlihat sangat cantik. Dan membuatnya tak terlihat mirip dengan Chae Kyeong. Ciri khas Chaeri yang sama sekali tak bisa ditiru siapapun.

+++++++

Sebenarnya yang paling Chaeri inginkan saat ini adalah mengurung diri di kamarnya. Menangis. Menyumpahi Kyuhyun kalau perlu. Tapi yang dia lakukan sekarang adalah menikmati makan malam bersama ibu, adik dan calon ayah barunya.

Chaeri kadang merasa kesal dengan ibunya yang dengan mudahnya bertemu pasangan hidup. Dia ingin seperti ibunya yang tak terlalu larut dalam kepedihan akibat ditinggalkan seorang lelaki –walau tentu saja, ibunya ditinggal mati. Bukan dicampakkan seperti dirinya-. Selama makan malam, Chaeri mengangguk-angguk saja. Tak memberikan pendapat apapun tentang rencana pernikahan ibunya dengan calon ayah barunya yang berprofesi sama dengan ibunya. Kadang Chaeri merasa muak mendengar kisah pertemuan mereka yang sebenarnya baru dua bulan lalu terjadi, saat mereka menghadiri sebuah seminar kesehatan bersama.

”Chaeri-ya..” sapa calon ayahnya. Namanya dr. Lee Tae Sun.

”Ne…” dengan malas Chaeri melanjutkan, ”… aboji.”

Dokter Lee tersenyum. Dia terlihat senang mendengar Chaeri memanggilnya ’aboji’. ”Aku dengar dari ibumu, kau dan Lee Jong Suk bersahabat sejak kecil?”

”Ne…”

”Dia kembali ke Seoul hari ini. Apa kau sudah tahu?”

”Ne… aboji.”

”Kami satu asrama dulu saat aku mengambil study S-2 ku di Jepang. Dia sangat jenius. Kudengar dia akan bekerja di rumah sakit yang sama dengan ibumu.”

”oh.. begitu,” sahut Chaeri malas.

Dokter Lee hendak melanjutkan ucapannya tapi di sela oleh ibu Chaeri, ”Chaeri-ya, kau pucat sekali. Kau baik-baik saja ’kan?”

”Aku baik-baik saja.” sahut Chaeri mencoba tersenyum. ” Oh ya eomma, aku ingin melakukan operasi lasik. Kalau bisa sesegera mungkin!”

 +++++++

Chaeri mematut wajahnya di depan cermin. Kini tanpa bantuan kacamata, dia sudah dapat melihat dengan jelas wajahnya sendiri. Esoknya setelah dia mengutarakan pada ibunya ingin melakukan operasi lasik, dia langsung melakukan operasi itu di rumah sakit tempat ibunya bekerja. Setelah operasi, selama dua hari penglihatanannya cukup terganggu. Tak dapat melihat cahaya terang. Tapi setelah hari ketiga, dia bisa melihat dengan jelas.

Chaeri memandangi kacamata yang selalu menemani harinya. Kacamata itu pemberian Kyuhyun. Chaeri masih ingat kejadian saat namja itu membelikannya kacamata itu. Dia lalu menyimpan kacamata itu di dalam laci meja hiasnya. Kemudian keluar dari kamarnya dengan wajah ceria.

”Yaa… Chaeri si mata empat sudah tak ada lagi..” serunya.

“Norak!” seru Jungmin tertawa. Memperhatikan kakaknya sambil memakai sepatu.

”Jungmin-ah. Mau diantar ke sekolah dengan yeoja cantik?”

”Aish! Shiroe!” gelak Jungmin. Lalu berlari ke halaman untuk berangkat sekolah. Chaeri menyusulnya. Tapi saat di depan gerbang pagar rumahnya. Dia tertegun melihat seorang namja tinggi dan sangat tampan sedang akan menekan bel rumahnya.

”Jong Suk-ah…”

”Annyeong…” sahut namja itu, tersenyum. Sangat manis.

Kikuk. Suasana itu yang muncul. Jungmin mencibir situasi antara Chaeri dan Jong Suk. Lalu tanpa berkata apa-apa pergi meninggalkan mereka berdua.

”Jungmin-ah. Seusai sekolah langsung pulang! Jangan mampir-mampir! Arraseo!” seru Chaeri.

Setelah Jungmin cukup jauh, Jong Suk berkata, ”Matamu, sudah pulih?”

”Ne..” sahut Chaeri pendek.

”Aku kemari sejak kemarin. Tapi, karena kau dalam masa pemulihan. Aku tak berani mengganggu.” Chaeri tak menjawab apapun hingga Jong Suk melanjutkan, ”Kau cantik sekali Chaeri-ya.” Dia menyerahkan sebuah bingkisan berisi coklat untuk Chaeri.

”Kau sudah menjadi dokter sekarang. Tapi masih saja membuat coklat…” kekeh Chaeri.

”Itu bukan hal yang salah. Lagipula, aku membuat coklat ini untuk mengobati perasaanmu. Aku yakin, kau masih bersedih setelah kau…” dengan ragu Jong Suk melanjutkan. ”… putus dengan kekasihmu itu.”

Chaeri meneguk liur mendengar ucapan Jong Suk itu. Dia mencoba mengalihkan pandangannya dari coklat Jong Suk ke rumah-rumah tetangganya. Membiarkan Jong Suk membelai rambutnya yang dia biarkan tergerai.

”Bisakah kita kembali seperti dulu Chaeri-ya?” Jong Suk mengatakannya pelan tapi terdengar penuh harap.

Chaeri memejamkan matanya sejenak. Teringat kejadian dimasa lalu antara dia dengan Jong Suk. Semuanya indah. Walau hancur oleh Chae Kyeong. Dia lalu teringat ucapan Kyuhyun ketika memutuskannya.

”Tentu saja…” angguk Chaeri. Mencoba terlihat bahagia. Membiarkan Jong Suk memeluknya. Mencium keningnya. ”… kita mulai dari awal lagi.”

+++++++

”Yaa.. Oppa! Itu bukan untukmu! Tapi untuk Kyuhyun-oppa!” Nanhee merampas biskuit coklat yang akan dimakan Eunhyuk. Lalu menyerahkannya pada Kyuhyun yang termangu pada saat mereka sedang break untuk filming Starking. Syuting hari ini, spesial menggundang beberapa member SMTown sebagai bintang tamu. Nanhee sendiri mewakili grupnya, DIV4. Selain dia, Kyuhyun dan Eunhyuk. Ada Sungmin, Victoria, Luna, Taemin, Key dan Hyeoyeon serta Sooyoung dari SNSD.

”Yaa! Kau ini menyebalkan sekali!” sungut Eunhyuk.

”Biarin,” Nanhee merong. ”Aku sengaja membuat ini untuk Kyuhyun-oppa. Jadi, hanya oppa yang boleh memakannya.” dia melirik Kyuhyun. Wajahnya cemberut melihat Kyuhyun yang sama sekali tak berminat memakan biskuit buatannya. Malah menyerahkan biskuit itu pada Taemin yang duduk disebelahnya.

”Oh, Hyung. Gomawoyo. Tahu saja, aku lagi lapar…” Taemin melahap cepat biskuit itu dan berseru, ”Masitaa~… Nanhee-ya. Biskuit buatanmu enak sekali. Aigooo~ rasanya lidahku bergoyang saking nikmatnya…”

”Tuh, Kan. Kyuhyun-oppa sih gak mau makan..” sungut Nanhee.

”Kamu juga gak ngasih aku!” timpal Eunhyuk.

”Mianhaeyo. Nanti aku buat yang banyak…” kata Nanhee tertawa. Dia memperhatikan wajah Kyuhyun yang mencoba tersenyum, ”Aigoo~ akhirnya oppa tersenyum juga. Aku senang melihat oppa mulai tersenyum walau tak ada kamera yang merekam kita kini.” Dia lalu membungkuk. Menepuk singkat bahu Kyuhyun. ”Oppa.. fighting!” serunya mengepalkan tangan lalu berlalu untuk mengobrol dengan Sooyoung dan Hyeoyeon.

”Ah.. neomu yeoppo. Nanhee memang seperti matahari… menyilaukan,” gumam Taemin yang dapat didengar jelas Kyuhyun dan Eunhyuk.

”Puji dia lagi, kulaporkan kau pada eommamu!” seru Eunhyuk mencibir sembari menunjuk Key yang sedang mematut diri di cermin dan berdiskusi dengan coordi noona-nya. ”Dulu aku juga sempat silau dengan pesonanya. Tapi, sekarang sudah tidak lagi.. hahaha~” lanjut Eunhyuk membayangkan wajah Hanna.

”Kyuhyun-hyung, bagaimana denganmu? Kau kan berduet dengan Nanhee. Pasti kau juga pernah terpesona dengannya.”

Kyuhyun menggeleng, ”Dia hanya kuanggap sebagai adik. Tak lebih, jadi tak pernah merasa dia berkilau atau apapun itu!” tegasnya.

”Tepatnya keponakan!” tukas Eunhyuk nyengir.

”Mantan calon keponakan!” tegas Kyuhyun lagi melirik sebal pada Eunhyuk.

”Mwo? Jadi Hyung dan Chaeri-noona beneran put…” belum sempat Taemin menyelesaikan kalimatnya. Mulutnya langsung dibekap oleh Victoria.

”Jelaskan padaku, tentang kata-kata yang belum sempat dilanjutkan Taemin!” tukas Vic.

”Tak ada penjelasan, Qiannie…” Kyuhyun mengibaskan tangannya. Menyuruh Victoria menjauh.

”Aku juga butuh penjelasan!” seru Eunhyuk.

”Tanyakan saja pada si ’american lady’ mu itu!” balas Kyuhyun mengisyaratkan Hanna.

”Aku ingin dengar dari versimu!”

”Aku juga!” timpal Victoria. Taemin ikut mengangguk padahal tak mengerti apa-apa.

Kyuhyun yang muak dipelototi oleh 3 makhluk itu, memutuskan bangkit dari duduknya. Lalu melenggang pergi. Mengabaikan ketiga orang itu yang meneriakinya, menyuruhnya kembali. Break filming masih sekitar setengah jam lagi. Dia memutuskan berjalan-jalan menyusuri lorong ruang ganti gedung SBS itu. Dia tersenyum pada staf dan rekan sesama idol yang menyapanya. Walau sebenarnya yang paling dia inginkan adalah menyendiri.

Akhirnya, dia menemukan spot yang tepat untuknya mengasingkan diri. Dia duduk di anak tangga pintu darurat. Menyandarkan kepalanya ke dinding dan mencoba memejamkan mata.

Masih teringat dengan jelas kejadian seminggu yang lalu. Saat hubungannya dan Chaeri benar-benar berakhir. ”Bagaimana keadaanmu sekarang, Chaeri-ya?” bisiknya menggenggam cincin milik Chaeri yang kini menjadi bandul kalungnya. ”Kau pasti sangat membenciku sekarang.”

Kyuhyun tak menyadari ada Nanhee memperhatikannya dari belakang. Dengan perlahan, dia mendekati Kyuhyun. Duduk disamping namja itu. Tanpa ragu menggenggam tangan Kyuhyun.

Kyuhyun terkejut melihat Nanhee disampingnya. Dengan cepat dia menghapus airmata dengan punggung tangannya yang tadi dipegang Nanhee.

”Oppa… kau memikirkan bibi?”

”Aniyo…” elak Kyuhyun.

”Lalu kenapa oppa menangis?”

”Aku tidak menangis. Tadi hanya keringat mengalir ke mata.”

Nanhee tahu, Kyuhyun berbohong. Namja itu sama sekali tak mau melihat ke arahnya. Dia lalu menyentuh tangan Kyuhyun lagi. Mengelusnya. Membuat Kyuhyun tak nyaman dan langsung menarik tangannya. Menjauh dari Nanhee.

”Apa-apaan kau ini!” seru Kyuhyun dengan nada tak suka. Dia kemudian mencoba meninggalkan tempat itu. tapi terhenti ketika mendengar ucapan Nanhee.

”Bibi sudah menemukan penggantimu! Aku dengar dari ayahku, namja itu sudah melamar bibi semalam. Setelah pesta pernikahan ibunya, tak lama bibi akan bertunangan dan tinggal mencari hari yang tepat untuk pernikahannya! Lalu, bagaimana denganmu, oppa? Apa kau akan tetap seperti ini. Sok kuat dan tersenyum seakan tak ada masalah tapi justru hancur dari dalam?!”

Kyuhyun terpaku. Shock mendengar berita dari Nanhee. Tentang Chaeri yang akan menikah. Hatinya bagai teriris pisau tumpul. Perih dan menyakitkan. Tak menyangka Chaeri melupakannya sangat cepat. Bertanya dalam hati, siapa namja yang akan menikahinya? Apakah Jong Suk?

Pikiran Kyuhyun kembali ke tubuhnya saat merasakan sepasang tangan mengalung ke perutnya. Merasakan tubuh Nanhee yang mendekat dan memeluknya dari belakang.

”Oppa… kumohon, jangan memikirkan bibi lagi…”

Kyuhyun berusaha melepaskan pelukan Nanhee. Walau cukup sulit karena yeoja itu semakin mengeratkan pelukannya. Ketika akhirnya berhasil, Nanhee tetap berusaha menahannya.

”Nanhee-ya, lepaskan aku!” titah Kyuhyun.

”Aniyo oppa. Aku belum selesai…” Nanhee mulai terisak, “… apa oppa tak menyadari perasaanku? Aku menyukaimu oppa. Lupakan bibi, kumohon…”

Kyuhyun mendorong Nanhee hingga bersandar ke dinding. Dengan tangannya yang bebas. Dia melepaskan cengkraman Nanhee ditangannya. Lalu berkata, ”Mianhae…”

Kyuhyun bergegas meninggalkan Nanhee di tangga darurat. Tapi di depan pintu, dia melihat Victoria. Yeoja itu terlihat gugup. Dia mendengar semuanya. Tapi dia bingung, akan berkata apa pada Kyuhyun. Dilihatnya Kyuhyun berjalan tanpa memperdulikannya. Wajah namja itu pucat pasi. Hingga akhirnya jalannya terseok. Vic bersegera mencoba membantu Kyuhyun berdiri.

”Kyuhyun-ah, gwenchana?”

Kyuhyun menggeleng. Yang ada di otak Kyuhyun hanya Chaeri. Pertunangan ataupun pernikahan. Entahlah, yang jelas. Hatinya hancur menyadari yeoja itu benar-benar melupakannya. Walau pada kenyataannya, dialah yang menyuruh Chaeri melakukan itu.

Seketika pandangan Kyuhyun gelap. Dia merasa tersedot ke waktu yang lain. Ketika cahaya gelap berganti dengan sinar putih yang menyilaukan. Dan kemudian sebuah siluet yang sudah lama tak dilihatnya muncul. Han Chae Kyeong menggunakan gaun serba putih menjulurkan tangannya pada Kyuhyun.

”Kyuhyun-ah, sadarlah!” pekik Vic panik. Dia berteriak meminta pertolongan ketika tubuh Kyuhyun ambruk.

Kyuhyun masih bisa mendengar teriakan Victoria. Tapi dia memilih untuk tetap di ruangan putih itu, bersama Chae Kyeong.

~To Be Continued~

#Annyeong sodara-sodaraku ^^. Mianhae.. lagi-lagi publishnya lamaaaaaaaa~ terus ceritanya masih seperti ini aja… galau gak jelas = =’

Padahal udah bilang klo nih FF bakal tersisa 2-3 part waktu di chapter 11 lalu…. Tapi-tapi… ternyata belom bisa boooooooooo~

Tunggulah 2 part lagi. Insya Allah, part 15 bkl ending kok… buahahaha~ (tp klo msh gak jadi ending lagi.. aq cuman bs ngedance sorry sorry). Bosan nih sebenarnya bikin FF ngegalau kepanjangan kyk sinetron… tp tp… klo di putus cepet2 juga aq gak puassssssssss…

Aq mw nyiksa Kyuhyun-Chaeri dulu, br deh ntar ditamatin. *evil*

Temen-temen pastinya mw endingnya ntar Happy ya? Klo begitu comment n like dulu ya ^^

Gomawo~~

105 thoughts on “Chocolate In Love (Chap-13)

  1. awalny aq pkir chaeri keterlaluan,cm krna jong suk dy brbuat sjhat itu ma chae kyeong..tp pendapat aq lgsg brbah pas tw kl smw cm boongan..ya ampun,ngeri jg ya ada org yg kyk gtu..well,tp ttp aja kkrasan gk bs dbnarkan..tp stdkny aq tw dr awal kl chaeri emg gk mgkin sjahat itu…
    aq mlah ksel bgt ma kyu…wae,wae???kl suka blg suka..aq jg gk sudi kl chaeri ma jong suk,so kyu,make an action,ok??just do what u have to do…please,jgn pe nyesel nnti nya…
    n buat authornya…gila!!makin lama makin keren!!!!^^

  2. Dya emang egois dr awal , dasar kyuhyun , tega banget seh nyuruh pacar sendiri blikan am mantan nya -_-
    keputusan yg salah , malah bikin kalian berdua makin. sakit hati *

  3. Gile Chae Kyeong amsyong dnger nya dia cinta dn ingin memiliki chaeri buset dah
    MENARIK BNGET jrang genre kyak gini , ak bru bca yg pertma ya cma di sni
    Kyu nah tuh kan bang lu nyruh chaeri buat balikan sma Jong suk, skrng lu dnger brita nya lu nyesel gtu
    Penyeselan lu trlmabat bang

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s