Chocolate In Love (Chap-14)


Chocolate In Love (Chap-14)

Author : Onmithee

Cast: Cho Kyuhyun, Park Chaeri

Other Cast : Han Chae Kyeong, Lee Jong Suk, Yu Nanhee, Eunhyuk, Victoria Song, Im Hanna.

Leigth : Sequel

Genre : Romance, Friendship, Family

Rated : PG 15

STORY

“ Kyuhyun-ah, sadarlah!” pekik Victoria panik. Dia berteriak meminta pertolongan ketika tubuh Kyuhyun ambruk.

Kyuhyun masih bisa mendengar teriakan Victoria. Tapi, dia memilih untuk tetap di ruangan putih itu, bersama Chae Kyeong.

****

Kyuhyun membuka matanya dengan enggan. Masih ingin merasakan nikmatnya berbaring di kasur empuk ini.

“Oppa, kau tak ada schedule hari ini? Dari tadi tidur melulu!”

Suara itu begitu lembut menyusup masuk ke telinga Kyuhyun. Gadis pemilik suara itu masih asyik menyisir rambut sebahunya di depan meja hias yang terletak di samping ranjang yang Kyuhyun baringi. Gadis itu lalu berbalik menghadap Kyuhyun. Bibir tipisnya mengerucut tanda dia sedang cemberut karena diacuhkan. Tapi walau dia memasang tampang seperti itu, dia tetap terlihat cantik terlebih dengan dress putih yang kini sedang dikenakannya.

Kyuhyun tak menjawab pertanyaan gadis itu. Dia tersenyum dan kemudian menjulurkan tangannya agar gadis itu meraihnya.

“Kemarilah Kyeong-ah,” ujarnya.

Gadis itu, Han Chae Kyeong walau memasang tampang masam, menurut. Dia menggapai tangan Kyuhyun. Membiarkan Kyuhyun menarik tubuhnya, hingga mereka kini berbaring bersisian. Chae Kyeong membenamkan kepalanya di dada Kyuhyun. Menikmati merdunya irama yang ditimbulkan oleh detakan jantung namja itu.

“Bagaimana? Merdu ‘kan?”

“Ne, oppa. Suaranya sangat indah.” Jawab Chae Kyeong makin mengeratkan pelukannya.

“Karena itulah, jangan menyuruhku cepat-cepat pergi. Aku masih ingin kau mendengarkannya lebih lama lagi.”

“Tapi, eomma akan membunuhmu jika melihat kita seperti ini!”

“Dia tidak mungkin membunuh pemilik jantung putrinya sendiri.”

Chae Kyeong terkekeh. Mereka kemudian saling bertatapan. Cukup lama mereka tak berjumpa karena aktifitas Kyuhyun bersama teman-temannya di China.

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Chae Kyeong. Diawali dari kecupan di kening, turun ke hidung, hingga bibir mereka bertemu. Ciuman lembut yang semakin agresif menandakan besarnya kerinduan yang mereka pendam, tapi kemesraan itu terhenti ketika sang gadis menyadari keterbatasannya. Dia berhenti sebelum dirinya benar-benar tak bisa menghirup udara lagi.

“Kyeong-ah, kau tak apa?” Kyuhyun panik melihat tanda-tanda Chae Kyeong mengalami sesak nafas seperti yang selalu terjadi ketika mereka bermesraan.

“A-ku tak a-pa,” Chae Kyeong mengatakan itu sambil berusaha bernafas dengan lebih berlahan. Dadanya terasa sesak sekali. Seakan ditarik paksa dari liangnya.

“Mianhae.”

“Jangan meminta maaf padaku, oppa! Akulah yang salah.” Kyuhyun sekuat tenaga bertahan agar tak menangis. Dia lalu membelai rambut gadisnya itu. Tampak Chae Kyeong sudah bisa bernafas dengan baik kini. “Oppa, aku kira operasiku bulan lalu bisa membuatku lebih kuat. Tapi ternyata tetap tak ada gunanya.”

“Itu tak benar. Kau jauh lebih baik kini! Jangan berkata seakan kau sudah lelah berjuang!”

“Tapi aku memang sudah lelah. Kau juga harusnya mencari gadis yang lebih sehat! Yang bisa merawatmu. Bukan malah sebaliknya…”

“Lebih baik kau mengatur nafasmu ketimbang berbicara omong kosong itu!” sela Kyuhyun. Dia menatap Chae Kyeong dengan penuh emosi. Dia sangat tak suka jika Chae Kyeong mulai mempermasalahkan kesehatannya karena pada akhirnya gadis itu pasti akan meminta putus. Mereka terdiam beberapa saat. Hingga Kyuhyun melanjutkan, “kalau pada akhirnya kau menyuruhku untuk mencampakkanmu. Itu sia-sia saja, Kyeong-ah! Jika kita berpisah, bunyi degup jantungku ini tak akan sama seperti saat kita bersama. Jika memang kita terpisahkan karena ajal. Lebih baik biarkan kita tetap bersama hingga hari akhir itu tiba.”

************

Kyuhyun berharap roda waktu tak berputar dengan cepat. Kehampaan muncul ketika hari berganti tanpa kau sadari akibat terlalu banyak jadwal pekerjaan yang membelenggu. Sangat mengerikan ketika hari kemudian berganti dan asal kau tahu, itu juga menjadi tanda betapa semakin berkurangnya hari-hari untuk menikmati hidup. Kau tak bisa mengulang hari kemarin dan kau tak bisa menerka apa yang terjadi esok.

Terlebih, kau tak akan bisa menerka kapan ajal akan menjemput.

Kyuhyun pernah merasakan betapa mengerikannya ketika kematian hampir datang menjemputnya 3 tahun lalu. Kecelakaan naas yang menimpanya dan membuatnya koma. Yang mengerikan bukan kematiannya. Tapi ketika menyadari ada perpisahan dengan orang-orang tercinta. Airmata dan ratapan dari orang tercinta, itulah hal yang mengerikan itu.

Kini, dia sedang dihadapkan pada situasi yang mungkin pernah dialami oleh ayah, ibu, kakak dan rekan-rekan se-grupnya pada saat ia kecelakaan dulu.

Keadaan untuk mempersiapkan diri kehilangan orang terkasih. Han Chae Kyeong.

Gadis itu sudah dalam kondisi tak bisa dilakukan tindakan apapun lagi. Kerja jantungnya semakin melemah. Sesak nafas akibat kurangnya suplai oksigen membuatnya kemudian tak sadarkan diri selama 2 hari.

Kyuhyun sudah siap mengikhlaskan kepergian gadis itu, karena dia tahu memang ini yang akan terjadi sejak awal mereka berhubungan.

Tapi secercah harapan muncul ketika gadis itu kembali membuka matanya. Dia memeluk ibunya ketika dia bertemu dunia lagi. Dengan tangan kurusnya, dia membelai punggung ibunya. Mengucapkan kata terima kasih yang sangat banyak. Kemudian ketika dia melihat Kyuhyun menatapnya dengan mata berkaca-kaca, dia melepaskan pelukan ibunya. Meminta Kyuhyun menggantikan sang ibu untuk memeluknya.

Seperti biasa, gadis itu merapatkan telinganya ke dada Kyuhyun. Menikmati merdunya alunan yang dihasilkan dari kerja jantung namja itu.

“Oppa…” katanya lirih. “Kau tahu kenapa aku begitu menyukai suara detak jantungmu?”

“Kenapa?”

“Dulu, aku pernah mengenal seorang unnie. Dia berkata kalau hal yang paling dia suka adalah mendengarkan suara degup jantung namja yang disukainya. Walau cinta tak tersampaikan paling tidak kau bisa merasakan kehidupannya.”

“Tapi kau mendapatkan cintaku, Kyeong-ah…” ujar Kyuhyun. “…dan juga hidupku.”

“Karena itulah, a-aku sangat beruntung,” tetes air mata mulai mengalir membasahi wajah gadis itu. “Andai saja unnie juga mendapatkannya…”

“Jangan memikirkan orang lain saat ini!” tegas Kyuhyun.

Chae Kyeong kemudian merebahkan dirinya. Tangannya masih menggenggam erat tangan Kyuhyun.

“Oppa… andai saja kita bisa kembali ke masa lalu. Aku ingin memperbaiki semua kesalahanku. Dan aku ingin bertemu denganmu lebih cepat. Tapi setelah aku ingat lagi, sebenarnya pertemuan pertama kita bukan di kapel rumah sakit 4 tahun lalu.” Chae Kyeong mulai tersenyum sambil menatap langit-langit ruangan tempat dia di rawat. “aku harap suatu saat oppa juga bisa mengingatnya.”

“Katakan saja padaku sekarang.”

Chae Kyeong menggeleng, “kalaupun oppa tak bisa mengingatnya. Itu tak jadi soal. Yang penting, oppa harus ingat satu hal…” Chae Kyeong mencium jari-jemari Kyuhyun. “… aku mencintaimu.”

Senyuman manis menghiasi wajah Chae Kyeong. Dan itu menjadi kalimat cinta dan senyum indah yang terakhir kali di berikan gadis itu. Hanya sekian detik dari ucapan cinta, belum sempat Kyuhyun membalasnya. Roh gadis itu pergi. Dia meninggal dengan menyisakan senyuman indah yang tak terlupakan.

++++++++

Kyuhyun membuka matanya perlahan. Cahaya lampu yang terang jelas menyilaukannya saat dia sadarkan diri. Dia melihat di tangan kanannya terpasang infus, sementara tangan kirinya terasa basah. Dia tersenyum ketika tahu kalau tangannya basah karena air mata dari salah seorang hyung tersayangnya, Lee Hyukjae.

“Kyuhyun-ah, kau sudah sadar.” Seru Eunhyuk buru-buru memeluk Kyuhyun.

“Yaa, Hyung! Aku bisa pingsan lagi kalau kau memelukku erat seperti ini!”

“Aigooo~” Eunhyuk memukul lengan Kyuhyun. “Aku kira kau tadi akan mati!”

“Aku tadi hanya pusing. Makanya jadi pingsan, jangan terlalu berlebihan mencemaskanku,” Kyuhyun tertawa.

“Tak akan berlebihan kalau kau tak menyebut namanya terus sepanjang pingsanmu tadi,” Eunhyuk menyeka air matanya, “Qiannie saja menangis terus tadi karena kau menyebut Chae Kyeong terus-terusan…”

“… kami kira, dia akan menjemputmu.” Lanjut Eunhyuk lagi lirih. Dia lalu bangkit dari kursinya. Berdiri memunggungi Kyuhyun, “aku akan menghubungi Qiannie sebentar, mengabarkan kalau kau sudah sadar dan baik-baik saja. Kasihan dia harus tetap syuting tapi pikirannya mencemaskanmu. Aku keluar dulu, Taksama-hyung masih mengurus administrasi rumah sakit. Beristirahatlah.”

Kyuhyun mengangguk walau Eunhyuk tak melihatnya. Saat Eunhyuk keluar dari ruang rawat Kyuhyun, seorang yang Kyuhyun yakin adalah dokter masuk bersama seorang perawat. Kyuhyun mengenal dokter yang masih sangat muda itu. Dia Lee Jong Suk.

Ditemani seorang perawat wanita yang mencatat kondisi Kyuhyun, Lee Jong Suk memeriksa dan memberi penjelasan tentang keadaan Kyuhyun.

“Hasil CT scan bagus. Tak ada cedera akibat benturanmu saat terjatuh pingsan tadi. Kondisimu akan semakin baik jika kau banyak beristirahat. Kau hanya terlalu lelah. Jadi, istirahat adalah kunci agar kau tak jatuh pingsan seperti tadi.” Jelas Jong Suk.

Kyuhyun mengangguk. Tapi matanya tak pernah lepas menatap Jong Suk begitupun sebaliknya.

“Aku akan meresepkan obat.” Kata Jong Suk lagi sebelum pergi meninggalkan ruangan Kyuhyun. Dia sempat berpapasan dengan Eunhyuk lagi, saat itu Eunhyuk sempat mencegatnya untuk menanyakan hasil pemeriksaan Kyuhyun.

“Syukurlah kau baik-baik saja,” seru Eunhyuk girang sembari mengacak rambut Kyuhyun gemas. “Kau mendapatkan waktu istirahat sehari besok. Jadi manfaatkanlah waktu itu untuk tidur!”

“Ah~ baiklah.” Sahut Kyuhyun yang sebenarnya enggan.

+++++++

Chaeri tersenyum ketika melihat Jong Suk berdiri di depan lobi kantornya. Mereka lalu berjalan bergandengan tangan menuju tempat Jong Suk memarkir motornya. Chaeri kemudian menjulurkan tangannya setelah memasang helm. Jong Suk mengerti maksudnya dan memberikan sebuah permen coklat pada gadis itu.

“Masita~” seru Chaeri memakan permen coklat pemberian Jong Suk tadi sambil naik ke motor namja itu.

“Mampir ke toko ku dulu, baru kau ku antar pulang. Tak keberatan ‘kan?”

“Tentu saja tidak. Hah, membayangkan banyak coklat enak disana saja aku sudah ingin langsung terbang kesana.”

“Haha, dasar rakus.” Ejek Jong Suk kemudian melajukan motornya.

Sesampainya di toko coklat milik ayah Jong Suk. Namja itu langsung mengajak Chaeri ke dapur. Dia lalu mempersiapkan alat dan bahan untuk membuat coklat kebanggaannya. Cherry chocolate. Setelah selesai, dia membiarkan Chaeri menikmati seorang diri coklat buatannya. Senyum tak pernah pudar dari wajah tampannya saat melihat Chaeri keenakan menikmati coklat cinta darinya.

“Aku mencintaimu…”

“Aku tahu, Jong Suk-ah.” Kekeh Chaeri.

“Aku sangat mencintaimu.”

Chaeri tertawa, “aku tahu.”

“Aku tak pernah menyangka, hari-hari indah bersamamu akan ada lagi. Merasa ini hanyalah mimpi. Tapi aku tahu, ini adalah kenyataan. Kau tersenyum sekarang. Tertawa bahagia disampingku.” Jong Suk kemudian mendekati Chaeri. Memeluk gadis itu. Memberikan kecupan dipuncak kepala Chaeri. Kemudian berkata, “Mau ikut denganku ke suatu tempat?”

“Yaa~ kau bilang setelah ini kau akan mengantarku pulang?” rengut Chaeri.

Tapi pikiran Chaeri yang tak mau ikut berubah ketika melihat wajah memohon Jong Suk. Chaeri pun dengan enggan mengangguk. Segera saja, Jong Suk mengajak Chaeri keluar dari tokonya. Berjalan kaki sepanjang hampir 4 blok dan kemudain berhenti di depan sebuah bangunan tua yang selalu di cita-citakan Chaeri untuk menjadi miliknya.

“Harusnya kau bilang kalau kau mau mengajakku kemari!” kekeh Chaeri meninju lengan kiri Jong Suk.

“Ayo kita kedalam,” Jong Suk menarik tangan Chaeri mengajaknya masuk tapi gadis itu tak bergeming. Jong Suk lalu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Sebuah kunci. Dengan senyum sombong dia memamerkannya pada Chaeri yang melongo takjub.

“Bagaimana bisa?”

“Karena tempat ini sudah jadi milikku.” Kata Jong Suk sambil membuka kunci bangunan itu dan mempersilahkan Chaeri masuk.

“Kau membelinya?” Tanya Chaeri yang diangguki Jong Suk.

“Lebih tepatnya ibuku yang membelinya. Dia menyuruhku untuk membuka praktek disini. Tapi sayangnya aku tak akan melakukannya…”

“Kenapa? Sudah bagus dia begitu memperhatikanmu!” seru Chaeri yang merasa bingung dengan sikap Jong Suk.

“Aku akan ke Mongolia, Chaeri-ya. Disana tenaga medis sepertiku sangat dibutuhkan.”

“Jong Suk-ah! Tapi kau baru saja melamarku. Pekerjaanmu disini juga bagus. Kenapa kau memutuskan untuk kesana?”

Jong Suk tersenyum. Dia berjalan menuju sebuah piano yang dulu sering digunakan Shin Songsaengnim untuk menghibur murid-muridnya. Memang segala perabotan di tempat itu masih sama seperti saat bangunan itu dimiliki pemilik sebelumnya, yaitu Shin Songsaengnim. Jong Suk membuka kain putih yang menjadi penutup piano itu. Membuka tutup piano lalu memainkan jari-jemarinya disana.

“Aku sudah memikirkan untuk pergi kesana saat aku masih di Jepang. Salah seorang temanku yang berasal dari sana mempunyai keinginan untuk memperbaiki fasilitas dan struktur kesehatan, kebetulan pemerintah kotanya menyanggupi. Dia mengajakku untuk membantunya. Saat itu aku berpikir, jika aku pergi kesana, ke daerah terpencil akan membuatku jadi tak mengetahui segala pemberitaan. Paling tidak, gadis-gadis disana mungkin tak akan mengenal Cho Kyuhyun salah seorang member boyband yang menyebarkan hallyu wave. Aku tak akan mendengar tentang kisah cintamu dengannya. Tapi ketika tahu kau putus dengannya, itu membuatku berpikir untuk mendapatkanmu kembali. Dan aku lupa kalau aku tak bisa menarik lagi berkasku untuk pergi ke Mongol. Aku harus berada disana 2 bulan lagi dan akan terus disana sampai 3 tahun kedepan.”

Hening saat itu. Chaeri tak menyangka Jong Suk berniat menjadi sukarelawan karena alasan konyol itu.

Chaeri setengah menjerit saat berkata, “Lalu bagaimana dengan pernikahan kita? Kenapa saat kau melamarku 2 hari lalu kau tak menceritakan tentang keberangkatanmu ini!”

“Mianhaeyo…”

“Tak usah meminta maaf. Kau selalu seperti ini. Kekanakan. Tak berpikir panjang,” kata Chaeri. Dia mengambil kursi yang ada di depan piano, mendudukinya. Lalu jari-jemarinya menekan-nekan tuts piano. Menghasilkan suara gaduh yang jauh dari indah. Jong Suk duduk disampingnya. Tak menghentikan Chaeri. Dia menatap Chaeri tanpa peduli bunyi bising yang bisa merusak gendang telinganya.

“Lalu, apa kau berniat membatalkan rencana pernikahan kita?” tanya Jong Suk nyaris tak terdengar.

“Akan kulakukan jika kau tak mengajakku kesana.” Seketika ruangan itu menjadi hening kembali. Chaeri tersenyum melihat ekspresi kaget Jong Suk. “Hah, besok aku harus mendatangi kantor imigrasi untuk mengurus passport.” Chaeri berkata seakan dia merasa enggan.

Jong Suk membekap Chaeri, “Aku mencintaimu, Chaeri-ya. Sangat cinta. Gomawo…”

+++++++

Kyuhyun tak habis pikir. Bagaimana bisa dia merelakan waktu libur sehari yang perusahaan berikan agar dihabiskan untuk tidur dengan malah menggunakannya untuk pergi ke rumah Chaeri. Setan apa yang mengendalikan dirinya hingga dia yang semula berniat mengemudikan mobil hanya untuk berjalan-jalan melepaskan penat malah menghentikan mobilnya itu di depan gang tempat tinggal Chaeri.

“Hah, aku sungguhan merindukannya,” rutuk Kyuhyun membentur-benturkan kepalanya pada kemudi.

Hampir 2 jam dia disana, sudah pukul 9 malam kini. Duduk sendirian di dalam mobil sambil menunggu Chaeri yang mungkin akan muncul dari ujung gang setelah pulang bekerja. Kyuhyun berharap bisa melihat gadis itu walau untuk menyapa tampaknya masih cukup sulit untuknya.

Kyuhyun menyerah untuk menunggu. Dia mulai akan menghidupkan mobilnya saat terdengar bunyi deru mesin sepeda motor dari arah gang yang berlawanan darinya. Sepeda motor itu berhenti tepat di depan rumah Chaeri. Kyuhyun memperhatikan sepasang pemuda-pemudi yang menaiki sepeda motor itu lewat kaca spion mobilnya.

Kyuhyun hanya bisa memandang nanar Chaeri dari kejauhan. Dilihatnya gadis itu telah banyak berubah setelah hubungan mereka benar-benar berakhir seminggu yang lalu. Walau Chaeri tampak lebih cantik, tapi Kyuhyun merasa asing. Gadis itu benar-benar berbeda tanpa kacamatanya. Dia bahkan merubah cara berpakaian maupun tata rambutnya. Tak ada lagi poni tipis yang selalu dia gunakan untuk menutup keningnya. Rambut sebahu yang biasa dia gerai kini diikat kuda. Chaeri jauh lebih cantik, segar dan terlihat lebih muda.

Tapi itu bukan seperti Chaeri yang selalu disukainya. Terlebih, senyuman indah dan rona merah yang muncul di kedua pipinya kini bukan lagi disebabkan oleh Kyuhyun.

Rasa sakit hati menggelayuti batin Kyuhyun. Melihat betapa cepatnya gadis itu berubah. Melupakannya. Terlihat berbeda dan bahagia. Sementara dirinya sendiri? Masih dilingkupi perasaan bersalah, kehilangan dan selalu merindukan gadis itu.

Kyuhyun memejamkan matanya ketika melihat Chaeri memberikan ciuman singkat dipipi kekasihnya yang mengantarnya pulang tadi, Lee Jong Suk. Bagai terbakar cemburu. Dia tak terima melihat gadis yang masih sangat dicintainya itu mencium lelaki lain selain dirinya.

Saat dilihatnya Chaeri sudah memasuki pintu rumahnya. Kyuhyun memberanikan diri keluar dari mobilnya. Memandang tajam pada Jong Suk yang tampaknya memang menyadari kalau sedang diperhatikan sedari tadi.

“Aku ingin bicara denganmu!” seru Kyuhyun. Dia menyadari suaranya bergetar hebat saat mengatakan itu.

Jong Suk membuang muka sebentar, terlihat tertawa. Tapi tawa itu hilang ketika dia kembali menatap Kyuhyun dan berkata, “Kalau begitu kebetulan. Aku juga sangat ingin bicara denganmu!”

++++++++

“Seharusnya kau berada di dormmu saat ini. Beristirahat agar tak jatuh pingsan lagi. Bukannya malah berada di depan rumah mantan kekasihmu yang kini menjadi tunanganku.”

Kyuhyun  mendelik mendengar ucapan sombong dan menyinggung yang diucapkan Jong Suk tadi. Bersegera dia meminum coffe milk yang baru saja disediakan pelayan untuk mengendalikan emosinya yang sangat ingin meninju namja dihadapannya ini.

“Terserah aku menggunakan waktu istirahatku dengan cara apa!” ketus Kyuhyun.

Jong Suk menyeringai, “sebagai doktermu, aku hanya mengingatkan.”

“Yaa! Kau bukan dokterku! Kebetulan saja saat itu kau merawatku karena kau tak punya kerjaan!”

“Terserah kau,” kata Jong Suk tak kehilangan senyumnya sambil menyeruput dark coffe pesanannya. “Apa yang ingin kau bicarakan padaku?”

“Bagaimana keadaan Chaeri?” Tanya Kyuhyun pelan.

“Seperti kau lihat tadi. Dia baik. Sangat bahagia. Kami akan segera menikah. Memang itu yang seharusnya terjadi!”

Kyuhyun tak bisa berkata apa-apa mendengar jawaban Jong Suk. Dia membisu. Merasa tak terima namun tak bisa berbuat apa-apa. Dia sudah melepaskan Chaeri dan menyuruh gadis itu kembali bersama Jong Suk. Yah, Chaeri sudah melakukannya dengan sangat baik.

“Apa hanya itu yang ingin kau bicarakan?” Tanya Jong Suk melihat Kyuhyun yang terdiam. Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, Jong Suk melanjutkan. “Baiklah, sekarang giliranku.” Dia menarik nafasnya dalam dan berkata, “Siapa Han Chae Kyeong yang kau maksud dalam igauan yang kau lontarkan saat kau pingsan kemarin?”

Kyuhyun mengalihkan pandangan dari Jong Suk kearah pemandangan dari jendela café tempat mereka berada kini. Dia berkata lirih, “Dia Han Chae Kyeong yang kau dan Chaeri kenal.”

Kyuhyun kembali memandang Jong Suk. Dilihatnya butiran bening mengalir dari mata namja itu. Dengan cepat Jong Suk mengusapnya dan mengendalikan diri. Tapi rona merah menahan sesak airmata terpampang jelas di wajahnya yang berkulit putih pucat.

“Apa hubunganmu dengannya?” Tanya Jong Suk.

“Dia kekasihku. Sebelum bersama Chaeri.”

“Bagaimana bisa ada kebetulan seperti ini,” ucap Jong Suk tak percaya.

“Aku tahu, kalau kau dulu juga kekasihnya.”

“Hanya pura-pura. Tapi dia memanfaatkanku! Gadis itu benar-benar…”

Kyuhyun menyela, “jangan mencoba menghinanya!”

Jong Suk terpaku mendengar bentakan Kyuhyun. Airmata kembali mengalir dari wajah tampannya. Dia kembali meminum coffenya dan ketika dia mengetahui coffenya habis. Dia memanggil pelayan dan memesan lagi.

Kyuhyun merasa aneh dengan emosi Jong Suk yang tak stabil, dia lalu berkata lirih, nyaris terdengar seperti gumaman, “Jangan-jangan kau juga pernah mencintainya?”

“Jangan mengada-ada. Hanya Chaeri gadis yang kusukai selama ini, a-aku…”

Tak perlu dilanjutkan lagi. Kyuhyun tahu apa yang Jong Suk rasakan. Dia tahu kalau namja itu memang pernah mencintai Chae Kyeong.

“Dia meninggal dengan tenang. Dan harapan terakhirnya, agar Chaeri bisa berbahagia. Dia merasa bersalah karena membuat kalian berpisah…” Kyuhyun lalu mengeluarkan selembar kertas dari dalam dompetnya. Menyerahkan pada Jong Suk.

Jong Suk mengambil kertas itu. Dia mengenal tulisan yang tertera rapi disana. Tulisan tangan Chae Kyeong.

“Chaeri unnie kau dulu pernah berkata, kalau kau sangat menyukai berada digoncengan Jong Suk oppa. Kau akan menyandarkan kepalamu ke punggung Jong Suk oppa, untuk mendengarkan merdunya irama jantung pria itu. Bagimu walau cinta tak tersampaikan paling tidak kau bisa merasakan kehidupannya. Aku yang selalu membenci pria tak pernah mengerti hal itu pada mulanya. Sejak ayah meninggalkanku dan ibu saat aku masih kecil karena terbebani dengan diriku yang sakit-sakitan membuatku menutup mata akan indahnya cinta terhadap lawan jenis. Aku hanya memuja ibu dan kau unnie, penyelamat hidupku. Bagiku kalianlah kehidupanku. Hanya dengan melihat kalian tersenyum padaku, saat itulah aku merasakan indahnya kehidupan.

Debaran jantungku ini hanya akan berbunyi indah jika kalian berada disampingku. Menerimaku. Dan Suaranya akan semakin indah saat aku bersamamu, unnie.

Itu adalah suara debaran jantung saat kita merasakan jatuh cinta.

Aku mengerti perasaan unnie, karena aku juga merasakannya.

Rasa bersalah karena aku menyakitimu tak mengubah suara debaran ini.

Saat aku memandangmu dari kejauhan untuk memastikan keadaanmu, suara ini juga akan terdengar indah.

Indah,.. sangat indah…

Kemudian suatu hari, aku menemukan suara debaran itu. Kali ini untuk diriku. Dari sesorang yang mencintaiku dengan tulus tanpa peduli penyakit yang ku derita.

Haruskan aku mengacaukan suara debaran indah darinya itu?

Tidak, aku tak bisa melakukannya. Sudah cukup aku menyakiti orang-orang yang kucintai. Sudah cukup aku menyakitimu unnie. Paling tidak, biarlah aku mendapatkan cinta. Itu menurutku.

Dan unnie, asal kau tahu…

Debaran jantungnya, suaranya sangat indah. Tak kalah dengan keindahan suara yang muncul dari pita suaranya. Dan debaran itu untukku,

Aku rasa, suara seperti itu juga yang selalu kau dengar saat mendekatkan telingamu ke punggung Jong Suk-oppa.

Debaran yang indah karena dia mencintaimu.

Aku menyesal, sangat menyesal menyakiti kalian berdua. Membuat kalian yang saling mencintai berpisah karena kebohongan yang kuperbuat.

Jong Suk oppa tak seperti ayahku. Dia tak akan menyakitimu seperti ayahku yang selalu menyakiti ibuku.

Kalian seharusnya bersama….

Ketika aku mendapatkan kebahagiaan. Aku tak pernah melupakanmu unnie. Karena aku selalu berharap kau juga mendapatkan kebahagiaan. Mendapatkan cinta.

Mianhae unnie, karena aku sudah masuk dalam kehidupanmu. Jeongmal mianhae…”

Jong Suk menghapus airmatanya yang mengalir saat membaca surat itu. Dia mengembalikan surat itu pada Kyuhyun.

“Darimana kau mendapatkan surat itu?! Dari Chaeri?” Tanya Jong Suk.

“Chaeri belum membacanya sama sekali. Aku yang dengan lancang mengambilnya. Dari barang-barang peninggalan Chae Kyeong untuk Chaeri yang sama sekali belum dia buka.” Jelas Kyuhyun.

“Aku yang menyerahkan barang-barang itu. Sebulan setelah Chae Kyeong meninggal. Aku mendapatkannya. Ibunya mengirimkannya padaku. Aku sudah membaca surat itu. Tapi, tak pernah membahasnya pada Chaeri. Karena menurutku biarkan saja dia tahu sendiri dan mengambil keputusan yang terbaik menurut hatinya. Bukan dari permintaan orang lain!”

“Tapi Chae Kyeong menginginkan kau dan Chaeri kembali bersama. Itu maksud dari surat itu!” ujar Kyuhyun. Kemudian bergumam lirih, mengutip surat Chae Kyeong, “kalian harusnya bersama…

“Saat aku mendapatkan surat itu, Chaeri sudah bersamamu. Mana mungkin aku memintanya kembali padaku sementara dia sudah memiliki kekasih.” Jong Suk menggeleng. “Jika aku melakukannya, itu artinya aku menyakitinya lagi.” Jong Suk lalu terdiam. Memicingkan matanya. Kemudian menggeleng sambil berkata, “Jangan bilang kalau kau mengakhiri hubunganmu dan Chaeri karena surat dari Chae Kyeong ini?!”

Kyuhyun menunduk. Tebakan Jong Suk tepat sekali.

Jong Suk mencibir, “Bodoh! Tapi terima kasih. Kau sendiri yang melepaskannya untukku. Akan aku pastikan, Chaeri akan selalu bahagia bersamaku.” Dia lalu bangkit dari kursinya, memandang Kyuhyun remeh. “Aku beruntung. Kau yang menemukan surat itu. Bisa kupastikan jika Chaeri yang membacanya, dia masih akan tetap bersamamu. Selamat malam, kopinya biar aku yang traktir.”

Jong Suk berlalu meninggalkan Kyuhyun yang terpaku ditempatnya. Menyadari kebodohannya. Tapi, semuanya sudah terlambat. Dia sudah begitu banyak menyakiti Chaeri. Gadis itu sudah jauh lebih bahagia dibanding saat bersamanya.

Inilah salah satu keburukan dari hidup. Kau tak akan bisa menerka apa yang terjadi. Tapi yang pasti selalu terjadi adalah bahwa penyesalan selalu datang terlambat.

+++++++

“Oh My God, Park Chaeri. Hah, kenapa kau bisa secantik ini?! Amazing! Pas. Gaunnya pas sekali untukmu!” Hanna berdecak kagum. “Ah, aku harus memotretmu. Jong Suk oppa pasti akan mimisan melihatmu dengan gaun pengantin indah ini!”

Hanna siap memotret Chaeri dengan ponselnya. Tapi gagal karena saat itu juga ada panggilan masuk. Dari kekasihnya Lee Hyuk Jae.

“Hunm, honey. Aku masih sibuk. Kau harusnya melihat Chaeri sekarang. Dia sangat cantik dengan gaun pengantinnya. Sepupuku benar-benar beruntung!”

Chaeri terkekeh mendengar ucapan Hanna. Tinggal 3 hari lagi menuju pernikahan Chaeri dan Jong Suk. Segalanya sudah siap. Gaun pengantin. Gedung resepsi. Undangan pun sudah tersebar. Semuanya dipersiapkan selama sebulan, karena pertengahan bulan depan, Chaeri akan diboyong Jong Suk pindah ke salah satu daerah didekat kaki gunung Himalaya di daerah Mongolia sana. Pernikahan Chaeri dan Jong Suk hanya akan berlangsung sederhana. Hanya orang-orang terdekat yang akan datang. Hanna sendiri baru tiba di Seoul kemarin sore. Sejak tiba, dia belum sekalipun bertemu kekasihnya, si Dancing machine Super Junior Eunhyuk. Baginya membantu persiapan pesta pernikahan –yang-paling-dia-harapkan-terjadi- adalah hal yang paling menyenangkan.

“Cih.”

Hanna menjengit mendengar dengusan Eunhyuk. Dia tahu kalau kekasihnya itu memiliki perasaan yang berbanding terbalik darinya atas pernikahan Jong Suk dan Chaeri. Eunhyuk sama sekali tak terima dan kesal. Karena jelas saja, pernikahan itu akan menyakiti hati dongsaengnya, Cho Kyuhyun. Hanna dan Eunhyuk seringkali bertengkar jika mereka membahas masalah pernikahan Chaeri ini.

“Lebih baik kau tak usah menelponku jika kau masih kesal seperti itu!” bentak Hanna menutup telponnya. Sudah dipastikan setelah ini, Eunhyuk menangis. Mengiba, memohon maaf.

“Kau jahat sekali padanya Hanna-ya,” kata Chaeri. Saat ini dia sedang ditata rambutnya oleh hairstylist, untuk mencari model yang pas untuk gaun yang dikenakannya.

“Biarkan saja.” Hanna memotret Chaeri dan kemudian mengirimkan gambar hasil jepretan kamera ponselnya itu pada Jong Suk, sepupunya. Dia lalu duduk disamping Chaeri yang masih dihias. “Pernikahanmu akan berlangsung 3 hari lagi. Sudah tak ada kesempatan untukmu berubah pikiran.”

Chaeri tak bisa menutupi kegelisahan hatinya. Dia berusaha tersenyum. “Tentu saja. Aku tak akan berubah pikiran.”

“Kau bisa membohongi semua orang. Tapi kau tak bisa membohongiku!”

Chaeri memegangi dadanya. Rasa gelisah itu menyesakkannya. Namun, Hanna menarik tangannya.

“Park Chaeri! Berhenti merasa gelisah karena kau memikirkan namja brengsek itu! Pikirkan Jong Suk oppa! Lagipula untuk apa memikirkan namja yang sudah mencampakkanmu. Mengacuhkanmu berbulan-bulan karena yeoja jahat yang sudah mati! Dia tak pantas kau pikirkan!”

Chaeri berbalik dan berkata pada hairstylistnya, “Unnie, bisa biarkan aku berdua dengan temanku dulu?”

Hairstylist itu mengangguk. Dia pergi membiakan Hanna dan Chaeri bicara berdua.

“Kau pikir gampang membuatku melupakannya? Bahkan dengan menerima Jong Suk kembali kukira akan membuat keadaan seperti semula. Cintaku kembali tumbuh padanya. Tapi tidak, Hanna-ya…” Chaeri menangis. “Hanya dalam waktu sebulan tak mungkin bisa membuat perasaanku pada Cho Kyuhyun berubah. Tapi aku berusaha untuk melupakannya. Jadi kumohon hargai aku!”

Hanna menyeka airmata Chaeri. Menepuk pundaknya. “Aku hanya tak ingin kau tiba-tiba membatalkan pernikahanmu ini. Karena kau masih mencintainya. Aku tak ingin Jong Suk oppa terluka, Chaeri-ya.”

“Itu tak akan terjadi. Aku dan Jong Suk akan menikah. Tinggal di Mongol selama 3 tahun. Dan saat kembali, Cho Kyuhyun, aku bahkan akan lupa siapa dia,” kata Chaeri mengangkat bahu berusaha tersenyum.

Hanna mengangkat jari kelingkingnya. Mengacungkannya pada Chaeri yang disambut gadis itu. Mereka saling mengaitkan jari kelingking tangan kanan mereka. Dan Hanna berseru, “aku pegang ucapanmu itu!”

+++++++++

Chaeri berkali-kali menghela nafas dalam antrian masuk ke gedung pertunjukkan tempat drama musical yang dibintangi Kyuhyun akan dipentaskan. Tiket masuk yang digenggamnya sudah basah karena keringat Chaeri. Gadis itu sangat gugup.

Dia merasa bodoh. Bisa-bisanya dia berada disini, mengantri masuk ke dalam gedung pertunjukan untuk menonton penampilan mantan kekasihnya. Padahal lusa adalah pesta pernikahannya. Dia melihat jari kelingking tangan kanannya. Baru saja kemarin dia mengikat janji dengan Hanna untuk segera melupakan Kyuhyun. Tapi janji itu masih belum bisa dia tepati. Karena jujur saja, dia masih sangat mencintai dan merindukan seorang Cho Kyuhyun.

Chaeri berkali-kali mengutuk dirinya. Dia merasa sangat kejam pada Jong Suk karena belum bisa melupakan Kyuhyun. Chaeri sudah berusaha. Tapi sayang, sulit sekali melepas bayang-bayang Kyuhyun dari pikirannya.

Chaeri bisa merasakan kegugupannya semakin menjadi saat masuk ke ruang pertunjukkan. Dia berkali-kali menghela nafas ketika akhirnya dia berhasil menemukan kursinya. Tapi kemudian sapaan dari orang yang duduk disebelahnya membuat jantungnya bagai terloncat keluar.

“Park Chaeri-sshi?” seru gadis cantik bernama Victoria Song, orang yang menyapa Chaeri tadi. Dia tertawa sambil menarik-narik lengan baju namja yang duduk disampingnya. “Changmin-ah, lihat disebelahku ada siapa?! Dia gadis ‘itu’!” serunya.

Namja itu menoleh. Melepas kacamatanya. Dia tersenyum pada Chaeri dan menjulurkan tangannya yang panjang. “Wow, Kyuhyunnie memberi kita tempat yang bagus! Senang akhirnya bisa bertemu denganmu, Chaeri-sshi!”

“Jadi, kau dan Kyuhyun sudah baikkan? Ah~ dasar bocah itu! Tampaknya dia ingin pamer pada kita!” kata Victoria menyikut lengan Changmin.

“Ani!” sahut Chaeri. Dia bisa melihat ekspresi bingung dari Vic dan Changmin. “Mianhae, kalian salah paham. Aku dan Kyuhyun sudah lama berpisah. Ini hanya kebetulan saja kita bertemu. Lagipula, aku membeli tiket menonton ini sendiri. Bukan dari pemberiannya.”

Belum sempat Changmin dan Victoria memprotes. Seseorang pria yang tampaknya adalah panitia pertunjukkan menghampiri tempat duduk Chaeri dengan membawa sebuket bunga.

“A-apa maksudnya ini?” seru Chaeri kaget.

“Agasshi, mohon maaf mengganggumu. Tapi kau adalah penonton beruntung hari ini. Pada adegan ke 2 babak pertama, pemeran utama pria akan menghampirimu dan kau bertugas memberikan bunga ini. Bagaimana kau sudah mengerti kan? Mohon kerja samanya.”

Setelah menjelaskan itu, panitia itu pergi meninggalkan Chaeri yang hanya bisa terbengong-bengong. Sementara Victoria dan Changmin menertawakan.

“Wah, aku tak sabar melihat ekspresi Kyuhyun jika tahu, kau yang memberikan bunga padanya, Chaeri-sshi!” kata Victoria makin terbahak-bahak. Chaeri yang kesal ditertawakan. Menaruh bunga itu dipangkuan Victoria. “Yaa! Ini tugasmu!” Victoria menaruh bunga itu kembali kepangkuan Chaeri, masih tertawa. Gadis itu lalu menukar tempat duduknya dengan Changmin sambil memeletkan lidahnya pada Chaeri.

“Hah, jangan bertengkar gadis-gadis cantik. Pertunjukkan segera dimulai,” ujar Changmin menunjuk kearah tirai panggung yang sedikit demi sedikit terbuka.

Chaeri hanya bisa meneguk liur untuk mengendalikan rasa gugupnya. Ketika tirai panggung terbuka, dia melihat seorang pria di pentas. Membacakan narasi. Kemudian, pria yang sangat dicintai dan Chaeri rindukan muncul. Cho Kyuhyun dengan suara indahnya membuka cerita. Chaeri begitu menikmati pertunjukan itu. Matanya tak pernah lepas dari pria tampan yang menjadi pemeran utama dipentas itu. Pria itu tampak begitu sempurna. Dia tahu tak hanya dia yang berpikiran seperti itu karena semua penonton yang hadir diruangan itu merasakan hal yang sama. Terhipnotis akan charisma seorang Cho Kyuhyun.

Kemudian  adegan dimana Chaeri akan ikut serta tiba. Lampu sorot mengarah padanya yang sedang memegang buket bunga dengan  rasa gugup tiada tara. Dia tak tahu akan bersikap seperti apa ketika Kyuhyun menghampirinya. Rasa gugup semakin berlipat saat Kyuhyun turun dari panggung dan menuju ke arahnya. Lampu sorot terus menyinari mereka berdua. Dan semua mata yang ada disana tertuju pada mereka.

Jarak Kyuhyun dan Chaeri tersisa kurang dari setengah meter. Tatapan mata keduanya tak pernah putus. Mereka saling pandang dengan menahan rasa sesak, airmata dan rindu.

Chaeri bisa melihat gerakan bibir Kyuhyun yang menggumamkan namanya. Ingin rasanya dia memeluk namja itu. Menciumnya di depan semua orang. Untuk membuktikan kalau perasaan cintanya belum memudar untuk namja itu. Dia bangkit dari bangkunya. Melangkahkan kakinya perlahan mendekati Kyuhyun. Namun namja itu tetap diam seakan tak ingin memperkecil jarak mereka berdua lagi.

Kemudian narasi kembali berbunyi. Kyuhyun sempat mengerjapkan matanya. Tersadar kalau dia tak seharusnya bersikap bingung. Dia harus ingat apa tugasnya sekarang. Berakting sebaik mungkin. Dia berjalan mendekati Chaeri. Melakukan hal yang sesuai dengan naskah. Berlutut di depan gadis itu lalu menerima bunga. Tak lebih. Kemudian melanjutkan aktingnya.

Terlihat bukan, betapa mudahnya perasaan ditutupi. Karena itulah dunia hiburan. Kau tak harus menunjukkan emosimu yang sebenarnya. Berpura-pura seakan tak ada apa-apa itulah yang selalu public figure tunjukkan. Tapi rupanya tak hanya mereka saja yang bisa melakukan itu. Orang biasa pun selalu berpura-pura. Seperti yang Chaeri lakukan. Pada akhirnya dia membiarkan Kyuhyun berlalu begitu saja. Padahal jarak mereka sudah sangat dekat sekali.

+++++++++

Pertunjukkan drama musical itu berakhir setelah memakan waktu sekitar 2 jam. Semua actor dan aktris membungkuk, mengucapkan terima kasih dan hormat pada penonton. Tirai panggung sedikit demi sedikit turun. Chaeri masih duduk dibangkunya. Berharap akan ada encore atau apapun itu. Tak peduli penonton yang lain berlalu meninggalkan kursi mereka. Tapi yang diharapkannya tak ada. Pertunjukkan benar-benar sudah usai. Dan itu artinya, ini terakhir kalinya bagi Chaeri untuk bisa melihat Kyuhyun dalam jarak yang cukup dekat sebelum mengakhiri masa lajangnya lusa.

Airmata Chaeri dengan gampangnya mengalir. Chaeri tak sadar dua orang yang duduk disebelahnya masih diposisi semula.

“Kau pasti ingin bertemu dengannya? Ayo, ikut kami ke backstage,” tanpa perlu meminta persetujuan Chaeri. Victoria menarik tangan gadis itu. Changmin juga membantu Chaeri berdiri dan mendorongnya agar mengikuti langkah cepat Victoria ke belakang panggung. Mereka berdua tersenyum senang. Seakan ini permainan yang menarik bagi mereka. Tapi tidak bagi Chaeri, ini bukan sesuatu yang menyenangkan. Dia tak tahu harus berbuat apa jika bertemu dengan Kyuhyun dibelakang panggung. Yeah, bertemu dengan Kyuhyun yang sebenarnya, yang sedang tidak berakting. Dia tak siap jika kejadian tadi kembali terulang. Kyuhyun tetap mengacuhkannya.

Chaeri bisa merasakan, kakinya bergetar hebat saat memasuki backstage. Melihat para actor dan aktris yang bermain di drama musical tadi sudah mengganti kostum mereka. Euphoria dibelakang panggung penuh dengan sorak sorai kebanggaan dan kebahagiaan. Victoria dan Changmin masih menggiringnya ke ruang ganti Kyuhyun. Dan ketika mereka bertiga sampai di depan pintu ruangan itu. Tanpa mengetuk pintu, Changmin langsung menerobos masuk.

Kyuhyun sudah tak mengenakan kostum perannya tadi. Dia sudah mengganti kostum dengan t-shirt yang ditimpa jas putih. Terlihat lumayan formal, mungkin karena setelah ini dia akan ada pesta dengan rekan-rekan aktornya. Chaeri bisa menangkap dengan jelas ekspresi Kyuhyun yang terkejut, melihat Chaeri bersama dengan kedua sahabat ‘Kyuline-nya’. Tapi perhatiannya teralihkan dengan pelukan Changmin padanya yang sangat erat. Setelah Changmin melepasnya, gantian Victoria yang memeluknya sambil memberikan beberapa tinjuan ke lengan kanannya. Membuat Kyuhyun tertawa dan kemudian mencubit gemas pipi gadis itu.

Chaeri merasa menjadi makhluk asing disana. Melihat keakraban mereka bertiga. Dia ingin pergi darisana. Tapi Victoria masih memegang tangannya. Setelah melepaskan Kyuhyun, dia lalu menarik Chaeri agar semakin mendekati Kyuhyun.

“Yaa. Berikan selamat padanya! Jangan diam saja.” Seru Victoria.

“Mungkin dia malu, karena ada kita disini,” Changmin tertawa menepuk punggung Chaeri. Hampir saja membuat gadis itu jatuh kalau saja Kyuhyun tak mencegahnya.  Dia mencengkram kuat lengan kiri Chaeri saat gadis itu kehilangan keseimbangannya.

Saat itulah mata Chaeri dan Kyuhyun kembali bertemu. Mereka kembali saling pandang. Kyuhyun lalu menarik tangan Chaeri yang masih dipeganginya. Mengajaknya keluar dari ruang ganti itu. Chaeri mengikuti saja kemana Kyuhyun akan mengajaknya, walau dia merasa risih dengan cengkraman Kyuhyun yang teramat kuat dilengannya. Dia bahkan nyaris terseret karena langkah Kyuhyun begitu cepat.

Kyuhyun membuka pintu kearah tangga darurat. Mengajak Chaeri masuk. Tempat itu sepi karena hanya ada mereka berdua disana. Bahkan suara riuh dari ruangan lain tak terdengar. Hanya terdengar suara deru nafas mereka saja. Kyuhyun menghempaskan Chaeri ke dinding. Kemudian memunggungi gadis itu, mengacak rambutnya sendiri dengan gusar.

“Kenapa kau ke tempat ini?!” serunya mengagetkan Chaeri. “Kau harusnya di rumahmu. Mempersiapkan pesta pernikahanmu dengan Lee Jong Suk itu!” dia lalu berbalik, menatap Chaeri dengan mata berkaca-kaca, menggelengkan kepalanya. “Kau tak seharusnya disini, Chaeri-ya.”

Chaeri menunduk. Dia mencoba berlalu. Tapi Kyuhyun kembali menarik tangannya dan mendorongnya lagi ke dinding. Namja itu mencengkram kuat bahu Chaeri hingga gadis itu tak bisa kemana-mana.

“Bukankah kau tak mau aku disini? Jadi lepaskan aku! Biarkan aku pergi!”

“Sudah terlambat!” sahut Kyuhyun. Dia menarik pengikat rambut Chaeri hingga rambut gadis itu tergerai, mencabut penjepit rambut yang digunakan Chaeri untuk merapikan poninya. Membuangnya. Kemudian berkata, “Ini baru Chaeri yang kukenal.” Kyuhyun menurunkan poni Chaeri.

“Chaeri yang kau kenal karena mempunyai penampilan yang mirip dengan kekasihmu sebelumnya, Han Chae Kyeong?!”

Kyuhyun melepaskan cengkramannya di bahu Chaeri. Lalu memegangi pipi gadis itu lembut. “Bukan. Kau jauh lebih indah darinya, Chaeri-ya…”

Airmata Chaeri jatuh. Dia memeluk Kyuhyun. Menangis di dada namja itu. “Aku merindukanmu, Kyuhyun-ah. Kenapa kau tega mempermainkanku seperti ini? Mengharapkanku lalu mencampakkanku. Kenapa kau tega?” dia memukul-mukul  punggung namja itu. Sementara Kyuhyun menciumi rambut Chaeri.

“Aku menyesal melepasmu Chaeri-ya. Tapi ini sudah terlambat.” Kyuhyun bisa merasakan suaranya bergetar saat berkata, “Kau akan menikah dengan Jong Suk.”

“Itu belum terjadi, Kyuhyun-ah. A-aku masih milikmu.”

Kyuhyun melepaskan pelukan Chaeri. Menatap gadis itu, lalu menggeleng. “Jangan gila, Chaeri-ya. Kau tahu bagaimana sakitnya pengkhianatan. Tak akan ada kebahagian dari menyakiti orang yang mencintai kita.” Tangisan Chaeri semakin deras. Kyuhyun kembali memeluknya. Semakin rapat sambil membelai rambut Chaeri. “Kau selalu menangis ketika bersamaku. Sejak awal selalu begitu. Berbeda ketika bersama dengan Jong Suk. Aku bisa melihat kau tertawa riang bersamanya. Kalian lebih banyak memiliki kenangan indah.”

“A-aku sudah tak memiliki perasaan apapun lagi padanya. Aku kembali padanya karena kau! Tak bisakah kau tarik ucapanmu, katakan kau mencintaiku, menginginkanku. Tak ingin aku menikah dengannya. Kumohon, Kyuhyun-ah…”

Kyuhyun tak mengatakan apapun. Dia menuruti permintaan Chaeri, Kyuhyun menunjukkan cintanya melalui tindakan. Melumat bibir Chaeri. Menekan tubuh gadis itu kedinding  dan semakin merapatkan pelukannya pada gadis itu. Chaeri membalasnya, mengalungkan tangannya di leher Kyuhyun agar ciuman mereka semakin dalam. Sudah terlalu lama mereka tak seperti ini sehingga hasrat yang mereka pendam keluar dengan gairah yang memuncak. Meluap-luap, tak terkendali. Tak memperdulikan status mereka kini, semua nafsu itu diatas namakan cinta. Walau sebenarnya cinta yang mereka agungkan itu hanya lebih dari sekedar sikap egois yang ingin memiliki seseorang seutuhnya. Hanya itu.

+++++++++++

“Unnie, oppa… Kyuhyun-oppa dimana?” seru Nanhee saat dia dan Lee Taemin masuk ke ruang ganti Kyuhyun dan melihat hanya ada Changmin dan Victoria sedang bermain kartu.

“Molla,” Changmin menggeleng. Masih asyik dengan kartunya.

“Yaa! Kalian ini darimana? Kenapa tadi kulihat kalian tak ikut menonton pertunjukkan?! Padahal kalian kan sudah janji!” seru Victoria menunjuk Taemin dan Nanhee.

“Mianhae, noona. Tadi macet sekali dari perjalanan dormnya Nanhee kemari. Saat sampai, pertunjukkan sudah jalan 1 jam. Jadi kami makan es cream saja deh.” Taemin tak bisa menutupi rona merah diwajahnya.

Victoria membulatkan mulutnya saat melihat ekspresi malu-malu Taemin. Dia menyenggol lengan Changmin agar ikut memperhatikan wajah maknae SHINee itu. Jelas sekali sedang jatuh cinta dan bisa jadi ini kencan pertamanya dengan seorang gadis. Walaupun sang gadis, Yu Nanhee, sangat jelas tak memiliki ketertarikan pada Taemin. Sungguh malang.

“Aku akan mencari Kyuhyun oppa dulu!” kata Nanhee keluar dari ruangan itu. Dia bertanya pada orang-orang yang berpapasan dengannya. Hingga akhirnya, orang terakhir yang ditanya berkata kalau melihat Kyuhyun masuk ke pintu yang menuju tangga darurat. Nanhee sampai di depan pintu yang dimaksud. Tangannya siap memutar kenop. Tapi diurungkannya saat mendengar suara desahan dari balik pintu itu. Tubuh Nanhee gemetar. Dia mengenal pemilik suara itu. Itu suara Kyuhyun, lalu siapa gadis yang bersamanya?

Kemudian Nanhee mendengar suara nada dering ponsel dari dalam sana. Dia sangat yakin itu bunyi ponsel Kyuhyun. Semakin  lemas tubuh Nanhee membayangkan pria yang dikaguminya sedang bermesraan dengan seorang gadis dibalik pintu dihadapannya ini. Ponsel Kyuhyun berbunyi tiga kali karena belum diangkat sang pemilik.

Pada panggilan keempat, barulah diangkat. Nanhee menangkap dengan jelas suara berat Kyuhyun yang menjawab telpon itu, suaranya terdengar tersengal-sengal, “Ne, PD-nim. Ah~ Ne! Aku akan kesana segera.” Lalu ketika tampaknya panggilan sudah berakhir, Nanhee kembali mendengar Kyuhyun berbicara pada gadis yang sedang bersamanya itu, “Chaeri-ya, kumohon. Tunggu aku disini sebentar saja. Jangan kemana-mana ya, jagy. Aku segera kembali…”

Tubuh Nanhee bagai tersambar petir. Rupanya gadis yang sedang bersama dengan Kyuhyun itu adalah bibinya. Nanhee tak bisa menahan emosinya. Yang dia tahu, bibinya akan menikah dengan orang lain. Tapi kenapa sekarang malah bermesraan dengan Cho Kyuhyun. Ini tak bisa dibiarkan, begitu pikir Nanhee.

Buru-buru dia menyembunyikan dirinya saat dilihatnya kenop pintu berputar. Kyuhyun keluar dari sana sambil merapikan pakaiannya.

“Oh Tuhan, apa yang mereka berdua barusan lakukan?” batinnya. “Kenapa oppa seperti itu? Apakah mereka baru saja melakukan…” Nanhee setengah menjerit saat dia membayangkan Kyuhyun dan bibinya melakukan perbuatan nista. Benar-benar tak bisa dimaafkan. Setelah Kyuhyun cukup jauh, dia bergegas masuk dan mendapati bibinya dibalik pintu itu, seperti dugaannya. Bibinya, Park Chaeri adalah pasangan Kyuhyun saat bermesraan tadi. Seperti yang dilakukan Kyuhyun saat keluar dari tempat ini tadi, Chaeri terlihat sibuk merapikan pakaian dan rambutnya.

“Apa yang barusan kalian lakukan?!” pekik Nanhee menarik tangan Chaeri dan menatapnya tajam. Chaeri terkejut melihat Nanhee dan berusaha berontak dari cengkraman tangan keponakannya itu, “Tak kusangka kau sehina ini bibi! Kau akan menikah lusa dan barusan bermesraan dengan pria lain yang bukan calon suamimu. Darah memang lebih kental daripada air. Kau seperti ibumu. Wanita jalang yang mendewakan perselingkuhan!”

Chaeri yang tak terima mendengar hinaan itu, menampar keras pipi kanan Nanhee dengan tangannya yang bebas hingga meninggalkan bekas di pipi gadis muda itu. Tamparan itu dibalas tak kalah keras oleh Nanhee. Chaeri merasa shock dan terhina.

“Pergi dari sini sekarang sebelum aku melakukan hal yang lebih kasar!” Ancam Nanhee menjambak rambut Chaeri. “Kau mengatakan diriku bocah! Tapi tindakanmu tadi bukan hal yang pantas! Aku merasa malu memiliki bibi sepertimu!”

“Aku juga tak ingin jadi keluargamu sejak awal! Kau pikir aku sudi, memiliki darah yang sama denganmu!” pekik Chaeri mendorong Nanhee ke dinding agar melepaskan rambutnya. “Aku akan tetap disini tak peduli apa yang akan kau katakan dan lakukan padaku! Aku tak peduli lagi!”

Amarah Nanhee sudah sampai ke puncak. Ditariknya tangan Chaeri, memaksa Chaeri mengikutinya menuruni tangga. Cukup mudah dilakukan oleh Nanhee karena tubuhnya lebih tinggi dan kuat daripada bibinya itu. Tapi Chaeri berontak. Berusaha melawan Nanhee yang menyeret tubuhnya. Satu persatu anak tangga mereka turuni. Dengan Chaeri masih memberontak. Hingga akhirnya Nanhee kehilangan keseimbangan. Ini menjadi pilihan bagi Chaeri. Antara menghempaskan tubuh Nanhee kebelakang dan membiarkan dirinya terjatuh seorang diri atau mereka jatuh bersama.

Entah kenapa Chaeri memilih yang pertama. Walaupun kesal dan tak menyukai Nanhee. Nalurinya sebagai seorang bibi tak mungkin membiarkan keponakannya yang seorang idol terluka. Yah, bagaimanapun juga walau saling membenci, mereka tetap keluarga. Darah lebih kental daripada air. Ikatan keluarga lebih erat dari apapun.

Chaeri jatuh terguling lebih dari 10 anak tangga, saat dirinya terguling, dia teringat janjinya pada Hanna yang diucapkannya kemarin.

“Itu tak akan terjadi. Aku dan Jong Suk akan menikah. Tinggal di Mongol selama 3 tahun. Dan saat kembali, Cho Kyuhyun, aku bahkan akan lupa siapa dia.”

Mungkin ini hukuman baginya yang telah melanggar janji. Dia memutuskan membatalkan pernikahannya dengan Jong Suk. Mengikuti Kyuhyun hari ini pulang ke Nowon, ke rumah keluarga namja itu dan bersembunyi disana.

Tubuhnya terhempas keras ke lantai. Kepalanya membentur ubin. Seluruh tulang tubuhnya seakan hancur. Terasa sangat sakit. Termasuk wajahnya. Pandangannya kabur. Walaupun dia masih bisa mendengar suara jerit tangis Nanhee tercampur dengan suara teriakan Kyuhyun memanggil namanya.

Chaeri masih bisa melihat Kyuhyun yang berlari ke arahnya. Menangis disampingnya tak henti-henti memanggil namanya sambil menggenggam tangannya.

“Chaeri-ya, kumohon bertahanlah. Kumohon, bertahanlah…”

Ingin rasanya Chaeri menyahut panggilan namja itu. Tapi dia tak memiliki tenaga untuk berbicara. Dia merasakan airmata mengalir deras ke wajahnya diikuti dengan darah yang tak henti-hentinya mengalir dari pelipisnya.

Dia tak bisa mempertahankan kesadarannya. Chaeri hanya bisa berdoa dalam hati  sebelum kesadarannya benar-benar hilang, “Tuhan, kumohon, jangan membuatku mati dengan cara seperti ini. A-aku ingin hidup, kumohon…”

_ _To Be Continued_ _

Huaa~ aq sadar selain aq author lelet yg g suka update FF cepet2 juga suka bikin crita yg kisahnya sinetron wanna be…

Pokoknya apapun yg terjadi di chap ini ini,  Chap 15 udh dipastikan sbg LAST PART!

tp rencananya bkl ada crita ttng Chae Kyeong sih… pas awal2 dia ma Kyu dulu… tp entarlah… gak tw bs jalan ato gak, br cuman direncanain

OKE RCL YOOOOOOOO…

Like Fanpage Blog ini ya nih linknya

Wonderful Onhee FB , jd bagi yg g bisa komen di sini bisa komen di FBnya blog ini okeeeeeeYYY *niat bener nih org*

trus yang masalah poster FF ini, itulah orang2 yg aq imajinasikan sbg tokoh2 di FF ini, ada lee yeon hee as Chae Kyeong, Han Hyo joo as Chaeri *buaaaaahhahahahahaha.. silahkan muntah deh, kecantikan bener ya imajinasinya*

Oke… pokoknya jangan LUPA KOMEN! KLO GAK KOMEN AQ SUMPAHI DIGIGIT KKOMENG *anjing yesung *buahahahahaha

Sarangheyooooooo

 

109 thoughts on “Chocolate In Love (Chap-14)

  1. nanhee bkin kesel aja nh..gk tw ceritanya antara kyu+chaeri+jung seok jg…sok tw bgt dh!!pe akhrny jd bgni dh…😦
    mdh2n chaeri gpp…kyu-na,jgn slh ambil kputusan lg,ok?mdh-mdhan msh ada ksmptan buat klian blik lg..^^

  2. Gilaa mereka ngelakuin itu di tangga darurat😮
    pas banget ketauan am nanhee , kkkkkk
    sakit nya tuh bagai di tusuk jarum / aih ngomong apa gw coba /
    semoga chaerin gpp deh dan gg akan jdii married , hehehehe

  3. Apa yg kyu sma Chaeri lakuin (?)
    dri awal nanhee mncul ak bneran gg suka sma dia
    Hihi Nanhe ngeselin
    Lnjut bca aja deh ^^

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s