Chocolate In Love (Chap-15/ Final Chapter)


Chocolate In Love (Chap-15/ Final Chapter)

Author : Onmithee

Cast: Cho Kyuhyun, Park Chaeri

Other Cast : Han Chae Kyeong, Lee Jong Suk, Yu Nanhee, Eunhyuk, Im Hanna.

Leigth : 15 part

Genre : Romance, Friendship, Family

Rated : PG 15

CIL

STORY

Mana yang lebih sakit? Hatiku yang melihatmu bersamanya atau dirinya yang terjatuh dan terluka akibat perbuatanku?

Oppa, dia akan menikah dengan pria lain. Tapi kau tetap bersamanya dan tak menerima perasaanku. Wajar aku sakit hati. Ingin dia, walau dia bibiku, pergi dari dunia ini. Aku sangat ingin itu!

Kau mengacuhkanku. Mendorongku agar menjauh sehingga kau bisa menyelamatkannya. Kenapa kalian tak mati bersama saja?!!!

“Nanhee-ya. Sudahlah jangan menangis terus!” Nanhee menoleh, memandang tajam pada Taemin yang menegurnya tadi. Mereka sedang dalam perjalanan pulang menuju dorm Nanhee, di dalam taksi yang membawa mereka dari rumah sakit –tempat dimana Park Chaeri, bibi Nanhee yang sedang mendapatkan tindakan medis setelah kecelakaan yang dialaminya bersama Nanhee. Kondisi Nanhee sendiri baik-baik saja, walau mengalami sedikit memar di betisnya, tapi dia baik-baik saja, tak ada masalah berarti.

“Bibimu akan baik-baik saja. Aku yakin itu!” lanjut Taemin tanpa memperdulikan tatapan sengit Nanhee.

“Oppa! Kau tahu apa? Untuk apa aku mencemaskannya! Aku membencinya! Aku sama sekali tak menangisinya! Asal kau tahu saja…” tukas Nanhee mengusap air mata dengan kedua tangannya.

“Benarkah? Sejahat itukah kau? Demi seorang pria yang tak menganggapmu, kau menjadi sekejam ini?! Walau kau begitu membencinya, Park Chaeri-noona adalah bibimu!”

“Kumohon, oppa! Jangan berkata apa-apa lagi!” Nanhee kembali terisak. Taemin mengacuhkannya. Tatapan pria muda itu lurus ke depan, searah dengan kemana supir taksi membawa mereka melaju. Tapi perasaannya perih. Dia merasa tak berguna berada disisi gadis yang saat ini memenuhi relung hatinya.

+++++

“Kita pulang! Tak ada gunanya disini. Leeteuk-hyung akan marah besar kalau tahu kau tak pulang. Kumohon, Kyuhyun-ah,” desak Eunhyuk berusaha menarik lengan Kyuhyun, mengajaknya bangkit dari kursi yang dari tadi di duduki dongsaengnya itu.

Kyuhyun menggeleng, menepis ajakan tangan Eunhyuk. Matanya menatap nanar pada pintu yang berada tak jauh darinya. Dari sana orang-orang berpakaian medis keluar masuk dengan langkah sigap dan mantap untuk bersegera menolong pasien yang berada di ruang gawat darurat itu. Diantara mereka yang sangat sibuk itu, Kyuhyun melihat ibu Chaeri dan Lee Jong Suk. Mereka memang bekerja di rumah sakit ini, lebih tepatnya lagi bertugas di instalasi rawat darurat. Pantas saja, Chaeri sering mengeluhkan ketidakhadiran ibunya di rumahnya, ternyata ibunya berada di garis depan dalam pemberian pertolongan pada pasien. Sementara Lee Jong Suk, Kyuhyun tak peduli pada pemuda itu, walau sesekali mereka saling melempar pandang. Tentunya pandangan kesal dan mungkin sedikit benci.

“Kau harusnya tenang. Yang menangani Chaeri adalah keluarganya sendiri! Ayolah, kita pergi saja! Bisa gawat kalau ada fans atau wartawan yang melihat kita disini, mereka bisa berpikir yang tidak-tidak.” Eunhyuk masih mendesak, walau tetap tak berguna. Kyuhyun malah menjauh darinya dan mengambil tempat duduk yang lebih dekat dengan pintu IGD, duduk disamping Jungmin yang terlihat sudah mengantuk, anak itu menyandarkan kepalanya di bahu Hanna.

“Kau pulanglah dengan Eunhyuk-hyung. Bawa Jungmin bersama kalian.” Kata Kyuhyun pada Hanna.

“Yaa! Kau ini…” protes Eunhyuk menatap gemas Kyuhyun.

Jungmin menegakkan tubuhnya, menatap Hanna sebentar, lalu menolehkan kepalanya, memandang Kyuhyun. Menepuk bahu Kyuhyun. “Aku yakin, noona akan baik-baik saja. Jadi, hyung, jangan terlalu memaksakan diri menunggu disini. Hyung juga harus istirahat. Kami pulang duluan.”

Jungmin bangkit dari kursinya, berjalan menuju pintu keluar. Disusul Hanna yang tak berkata apa-apa. Gadis itu sama sekali tak mau melihat Kyuhyun, dia berlalu sambil mengamit tangan Eunhyuk untuk mengikutinya. Eunhyuk masih tak ingin pergi, tapi dia juga tak mungkin membiarkan Hanna dan Jungmin pulang berdua saja naik taksi di tengah malam seperti ini. Diapun mengikuti mereka, menyerah untuk mengajak Kyuhyun pulang bersamanya.

Kyuhyun menghela nafas lega setelah ketiga orang itu pergi. Matanya menatap langit-langit ruang tunggu rumah sakit. Kejadian saat Chaeri terjatuh tadi masih teringat jelas. Hangatnya darah yang mengucur dari kening gadis itupun masih terasa ditangannya walau dia sudah berkali-kali membasuhnya. Dia kembali menunduk, menatap lututnya, lalu memejamkan mata, mengatupkan kedua tangannya, kembali berdoa. Berharap Tuhan memberikan segala jalan yang terbaik. Dia kemudian menyandarkan tubuhnya pada kursi, menoleh ke samping kanannya untuk mengetahui siapa orang yang baru saja menghenyakkan tubuh di kursi sebelahnya.

“Padahal ini seharusnya menjadi dinas malam terakhirku di rumah sakit ini, besok aku akan menyerahkan surat pengunduran diri. Lusa menikah, kemudian 3 minggu setelah itu, aku dan istriku pergi ke Mongol bertugas disana untuk beberapa tahun. Ternyata semua hanya tinggal rencana.” Jong Suk menyeringai, menyerahkan segelas kopi hangat pada Kyuhyun. Cukup ragu, Kyuhyun menerimanya. Jong Suk mengangkat gelas kopi miliknya, meminumnya sambil matanya tak henti mengamati Kyuhyun yang terlihat ragu untuk meminum kopi yang diberikannya. “Tenang saja. Aku tak memasukkan racun. Walaupun sebenarnya sangat ingin. Tapi untung saja, aku masih berbaik hati.”  Ujarnya terkekeh.

“Kenapa kau ini? Santai sekali…” rengut Kyuhyun sambil meminum kopi itu.

“Mencoba sedikit tenang bukan hal yang salah ‘kan?! Apa kau justru malah ingin aku menghajarmu? Maaf saja, aku bukan tipe yang mengandalkan adu fisik.”  Jong Suk mengerling pada Kyuhyun yang tak henti menatapnya. “Tak baik jika Chaeri sadar nanti melihat kita dengan wajah memar.”

“A-apa dia akan baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun tak bisa menutupi kegusarannya.

“Tentu saja. Dia gadis yang kuat. Dia pasti bisa bertahan. Lagipula, aku percaya pada kemampuan dr.Lee. Saat di Jepang, aku sudah melihat bagaimana dia menyelamatkan pasien. Terlebih sekarang dia adalah ayah Chaeri. Mana mungkin dia membiarkan putrinya mati ditangannya sendiri.” Jelas Jong Suk.

“Tapi, kondisinya tak parah kan?”

Jong Suk melemparkan pandangan kesal pada Kyuhyun. Bangkit dari kursinya, membuang gelas kopi ke tempat sampah. Lalu berseru, “untuk apa aku menceritakan kondisinya pada orang asing sepertimu?!”

“Kau perlu menceritakannya. Karena kau pasti tahu, saat Chaeri sadar nanti, akulah orang yang paling ingin dia lihat pertama kali.” Tukas Kyuhyun.

Bahu Jong Suk bergetar. Dia berbalik menatap tajam pada Kyuhyun. Jelas emosi yang susah payah dipendamnya terpancing karena ucapan Kyuhyun barusan. Kedua tangannya terkepal. Siap untuk menyarangkan tinju. Namun dia berhasil mengurungkan niatnya untuk menghajar Kyuhyun saat dia mendengar suara langkah kaki menuju ke arahnya.

“Kondisi Chaeri stabil. Dia sudah bisa dipindahkan ke ruang perawatan…” seru Ibu Chaeri. Tersenyum memandangi Kyuhyun dan Jong Suk bergantian.

“Syukurlah…” Kyuhyun dan Jong Suk saling tatap. Tak menyangka mereka berdua bisa kompak mengatakan hal yang sama secara bersamaan.

+++++

“Eughh,” suara yang pertama kali terdengar dari bibir Chaeri setelah tak sadarkan diri selama hampir 10 jam. Kyuhyun yang menemani Chaeri sejak gadis itu dipindahkan dari IGD ke ruang perawatan, tersenyum. Dia hampir tak tidur semalaman, tapi rasa lelah yang meliputinya terobati ketika melihat Chaeri perlahan membuka matanya. Jong Suk yang juga menemani di ruangan itu mendekati tempat tidur Chaeri, menekan tombol yang berada di atas kepala ranjang Chaeri untuk melakukan panggilan ke ruang perawat dan segera saja, seorang perawat wanita masuk ke ruangan Chaeri, memeriksa tanda-tanda vitalnya.

“Kau tangguh sekali, agasshi,” seru perawat itu tersenyum pada Chaeri sambil melepaskan masker oksigen yang terpasang di wajah Chaeri. “Kau mungkin akan kesulitan bergerak, beberapa tulangmu patah.”

“Eugh, a-aku ta-tahu i-itu,” kata Chaeri terbata-bata.

“Dia sudah bisa bicara,” seru Jong Suk.

“Chaeri-ya, syukurlah kau baik-baik saja,” Kyuhyun segera menggenggam tangan kanan Chaeri yang bebas dari selang infuse. Kedua tangan Chaeri memang baik-baik saja, yang patah adalah tulang betis kanan dan dua tulang rusuk bagian kanan. Lehernya terkilir, kepala Chaeri diperban untuk menutupi luka besar di keningnya.

“Na-nanhee…”

“Dia baik-baik saja,” Kyuhyun memutus ucapan Chaeri.

“S-syukur-lah.”

Kyuhyun bisa melihat senyum Chaeri dan kelegaan diwajah gadis itu. Pandangan mereka tak saling lepas walau disana masih ada Jong Suk.

“ehem,” Jong Suk berdehem, untuk menunjukkan pada Chaeri dan Kyuhyun kalau dia masih di ruangan yang sama dengan mereka berdua. Dia sadar kalau dia tak dibutuhkan, tapi egonya masih menginginkan dirinya tak pergi.

“Kyu-hyun-ah, k-kau pu-pulanglah…” ujar Chaeri, Kyuhyun makin mengeratkan genggaman tangannya pada gadis itu walau matanya sesekali beralih dari wajah Chaeri ke wajah Jong Suk yang sedang menatap langit-langit.

“Baiklah, itu karena kau yang memintanya. Tapi aku akan kembali lagi,” kata Kyuhyun. Dia mengecup pipi kanan Chaeri, membuat Jong Suk yang kebetulan melihatnya menjengit dengan tangan terkepal. Marah. Kyuhyun menyeringai melihat ekspresi Jong Suk itu. Sebenarnya dia masih ingin menemani Chaeri, tapi mengingat perjanjiannya semalam dengan Jong Suk bahwa Kyuhyun akan membiarkan Jong Suk bicara dengan Chaeri ketika gadis itu sadar, maka dia memutuskan pergi.

Tak lama setelah Kyuhyun pergi, Jong Suk mengambil alih kursi yang tadi di duduki Kyuhyun. Dia bersedekap, memandangi Chaeri dengan pandangan menghakimi. Membuat Chaeri salah tingkah.

Lalu Jong Suk berkata, “Besok pernikahan kita. Sedangkan keadaanmu seperti ini. Pernikahannya masih ingin dilanjutkan atau dibatalkan?”

Chaeri tak menjawab. Matanya mencoba memandangan kesekeliling ruangan tempat dia di rawat. Dia tak habis pikir, kenapa Jong Suk langsung bertanya tanpa basa basi tentang hal ini padanya. Mengingat kondisi Chaeri masih baru sadarkan diri. Berbicara sedikit saja dia sulit. Sukar untuknya menjelaskan alasan tentang dia yang ingin membatalkan pernikahan.

Tanpa menunggu jawaban Chaeri, Jong Suk berseru, “Aku tahu yang kau putuskan. Melihat kehadirannya, mengetahui dia berada di dekatmu saat kau mengalami kecelakaan ini. Kau ingin membatalkan pernikahan kita, bukan?”

Chaeri tak mampu berkata apa-apa. Kondisinya yang masih tak berdaya seperti sekarang terlalu menyulitkannya untuk membela diri dari tatapan menuduh Jong Suk. Walau tentu saja, tak ada gunanya membela diri karena jelas dia yang salah. Dia berkhianat.

Jong Suk berdiri, memandang tajam Chaeri. Menghela nafas sejenak kemudian berkata, “seperti yang kau lakukan dulu. Saat mengira aku mengkhianatimu. Kau meminta putus. Maka, aku juga akan melakukan hal yang sama sekarang…” dia menunduk sejenak, lalu memandang Chaeri lagi, melanjutkan perkataannya, “… kita berakhir sampai disini Chaeri-ya.”

“J-jong Suk-ah…”

“Sejak awal harusnya aku sadar. Kau memang sudah tak membutuhkanku lagi. Semua yang terjadi pada kita sudah berakhir 7 tahun lalu. Tak mungkin terulang.” Jong Suk terdiam sesaat. Terlihat berusaha menahan air mata yang akan jatuh membasahi wajahnya. “Mianhae…”

Kemudian Jong Suk bergegas keluar dari ruangan Chaeri. Tak kembali. Begitu juga di hari-hari berikutnya selama Chaeri di rawat. Dia sama sekali tak menampakkan dirinya lagi. Seolah, benar-benar ingin tak terhubung lagi.

++++++

Hari ini adalah hari terakhir Chaeri di rumah sakit setelah dirawat selama 20 hari. Kondisinya sudah pulih. Walau kakinya yang patah masih di gips, tapi Chaeri sudah mahir berjalan kesana kemari dengan bantuan tongkat. Luka di dahinya yang cukup besar mendapatkan 7 jahitan. Meninggalkan bekas memang, tapi bisa diatasi dengan bedah plastic. Chaeri sendiri tak menyangka akan melakukan bedah plastic nantinya, dia jadi berminat untuk memperbesar matanya juga jika jadwal operasinya keluar. Tapi niat itu mendapat tentangan dari ibunya. Chaeri tak habis pikir dengan sikap ibunya itu, padahal secara usia dia sudah dewasa untuk melakukan operasi tanpa perlu ijin dari orang tua.

“Eomma… aku ingin melakukannya. Aku tak suka mataku. Terlalu kecil…” rengek Chaeri ketika ibunya sedang mempacking barang-barang untuk kepulangannya.

“Itu ciri khas keluarga kita. Kau boleh operasi yang lain, asal jangan kau ubah matamu!” seru sang ibu.

“Tapi, aku hanya tak suka mataku!”

“Kalau kau ingin tetap mengubahnya. Namamu akan dicoret dalam daftar warisan!” ancam sang ibu.

Chaeri tercengang mendengar ancaman ibunya. Sementara Kyuhyun yang saat itu sedang menjenguk, tertawa. Ibu Chaeri sejenak memperhatikan Kyuhyun. Dia masih tak mengerti tentang hubungan asmara Chaeri kini. Putrinya itu, setahunya kini kembali berhubungan dengan Cho Kyuhyun, sementara Lee Jong Suk yang semula akan menjadi suami putrinya itu, sekarang tak tahu kabarnya. Tak bisa dihubungi setelah mendadak membatalkan pernikahan sehari sebelum pernikahan itu berlangsung. Ibu Chaeri mengerti, kalau yang salah dalam hal ini adalah Chaeri. Tapi, dia tak bisa menyalahkan putrinya karena jujur saja, dia juga tak terlalu menyetujui pernikahan Chaeri dengan Jong Suk, alasan putrinya akan dibawa ke Mongol selama 3 tahun yang membuat dia cukup berat menyetujui pernikahan Chaeri itu. Dia cukup lega karena dengan batalnya pernikahan Chaeri dengan Jong Suk membuatnya tak harus hidup terpisah dengan Chaeri. Terlebih, sejak kembali berhubungan dengan Kyuhyun, Chaeri terlihat lebih bahagia. Dia seakan menemukan sosok putrinya kembali. Chaeri yang ceria walau sedang dalam kondisi tak sehat.

“Yaa, Chaeri-ya.. justru yang paling aku suka itu, matamu yang kecil.” Seru Kyuhyun menyentil hidung Chaeri.

“Kurae?” Chaeri tersenyum manja, menyenderkan kepalanya ke bahu Kyuhyun. Dia lalu melirik ibunya dan berseru, “Eomma, nanti saja beres-beresnya. Keluarlah dulu. Jarang-jarang Kyuhyun menjengukku, jadi biarkan kami berdua saja…” Sang ibu berdecak mendengar ucapan putrinya itu. Dia lalu keluar dari ruang rawat Chaeri. Membuat Chaeri tersenyum penuh kemenangan. Kemudian kedua tangannya mengalung ke leher Kyuhyun. Mendekatkan wajahnya ke pria itu, menciumnya.

“Sepertinya ada yang salah pada otakmu Chaeri-ya,” sela Kyuhyun.

“Hm?”

“Kau agresif sekali sekarang,” kekehnya.

“Agar kau tak memutuskanku lagi…” Jelas Chaeri melepaskan pelukannya. “… aku tak mau kehilanganmu lagi.”

“Arasseo,” kata Kyuhyun mengangkat dagu Chaeri yang menunduk. Membelai lembut pipi gadis itu, membuat semburat merah yang menjadi favorit Kyuhyun dari segala ekspresi Chaeri. “Chaeri-ya, apa yang dipikirkan ibumu saat memberimu nama? Apakah buah cherry yang manis dan menyegarkan itu?”

“Molla,” Chaeri mengangkat bahu. “Kenapa tadi tak kau tanyakan pada ibuku? Ah~ kau bilang menyukai mataku. Tapi aku tahu, yang paling kau suka itu pipiku ‘kan? Setiap kali kau menciumnya, aku merasa kau seperti akan memakanku. Mengerikan. Apakah kau begitu sukanya sama buah Cherry, hingga berbuat seperti itu?”

Kyuhyun menggeleng, “biasa saja. Cherry yang kusuka itu hanya kau! Dan pipimu yang chubby itu memang enak untuk digigit.” Tawa Kyuhyun, tangannya mencubit gemas pipi Chaeri.

“Aw! Sakit!” keluh Chaeri menepis tangan Kyuhyun yang mencubit pipinya.

Kyuhyun masih tertawa, dia lalu menarik tubuh Chaeri. Memeluknya dan berbisik, “Jika kau Cherry-ku, lalu kau menganggapku apa?”

“Coklat.”

“Apa karena aku selalu membuatmu menangis?”

Chaeri menggeleng, “Kenapa berkata seperti itu?”

“Karena Lee Jong Suk. Aku ingat saat aku bertemu dengannya pertama kali di rumahmu. Dia memberimu coklat, kau memakannya dan kemudian menangis. Itu sebabnya aku  tak pernah memberimu coklat. Aku takut kau menangis.” Jelas Kyuhyun.

“Kau memberiku coklat kok. Lupa ya? saat kau melamarku, di taman waktu itu. Aku hampir mati keselek cincin.”

“Itu karena Jungmin bilang, kau sangat menyukai coklat. Makanya, aku mencoba. Tapi, pada akhirnya, kau menangis.”

Chaeri menahan tawa, dia menepuk-nepuk punggung Kyuhyun sambil berkata, “Kau aneh. Padahal aku paling suka dengan coklat. Dan bagiku kau seperti coklat, membuatku merasa senang. Tak membosankan. Kata-kata cintamu bagaikan zat animyde yang terkandung pada coklat, membuatku merasa melayang, terbuai. Tapi ketika kau dingin padaku, sikapmu lebih pahit daripada coklat terpahit, membuatku ingin muntah, muak, tapi aku takut membuangnya karena bahkan rasa pahit itu berasal dari zat yang menyehatkan. Kau seperti coklat dan aku begitu mencintaimu…”

Kyuhyun tersipu, dia menggaruk kepalanya walau tak gatal, “romantis sekali…”

“Itu kata-kata yang aku ambil dari jurus merayu Shin Songsaengnim. Guruku itu hebat sekali, berhasil membuat banyak wanita mabuk kepayang. Walau sayang dia meninggal sebelum dia sempat menikah…”

Mendengar itu, Kyuhyun segera melepaskan pelukannya. Wajahnya cemberut, sementara Chaeri menertawakan.

++++++

From: Jong Suk

‘Aku di depan rumahmu. Bisa kita bicara?’

Perlahan Chaeri bangkit dari tempat tidur. Mengambil tongkat yang membantu menyangga beban tubuhnya ketika dia berjalan. Ini sore pertamanya di rumah setelah dirawat di rumah sakit selama 20 hari. Dia sendirian saja di rumah saat ini karena Jungmin masih belum pulang dari sekolah, sementara ibu dan ayah tirinya bekerja. Dia cukup kesulitan ketika membuka pintu dan berjalan sendirian menuju pagar rumahnya.

“Masuklah,” seru Chaeri ketika membuka pintu pagar rumahnya dan melihat Jong Suk berdiri diluar sana.

“Apa ada orang lain di dalam?” Tanya Jong Suk, Chaeri menggeleng. “Kalau begitu, tak usah. Kau ikut aku saja.”

Chaeri menggeleng, “Mianhae. Tapi, aku menolak pergi denganmu!”

“Besok adalah hari keberangkatanku ke Mongol. Aku ingin bicara banyak hal padamu. Dan aku tak ingin membicarakannya disini!”

Chaeri menunduk, berpikir sejenak tapi Jong Suk tak memberi kesempatan itu. Dia menarik tangan Chaeri, memaksanya untuk masuk ke mobil. Kemudian melajukan mobil itu menuju jalan besar.

“Lee Jong Suk! Kemana kau akan membawaku?” seru Chaeri, marah karena sikap Jong Suk yang seenaknya sendiri.

Jong Suk tak menjawab. Dia tetap mengemudikan mobilnya dengan tenang walau Chaeri meneriakinya. Dia baru menghentikan mobilnya ketika sampai ke tempat tujuannya. Pemakaman, tempat Shin-Songsaengnim dan Han Chae Kyeong dikebumikan.

“Aku hanya ingin kau menemaniku, berpamitan pada Shin-songsaengnim…” Jong Suk menghela nafas sebelum melanjutkan, “… dan Chae Kyeong.”

Jong Suk mengambil sebuket bunga lily dan satu botol shoju di jok belakang mobil. Kemudian membantu Chaeri keluar dari mobil, menuntun gadis itu memasuki area pemakaman. Lalu mereka berhenti di depan makam Shin-songsaengnim.

Jong Suk meletakkan botol shoju di depan makam Shin-songsaengnim. Lalu berkata, “Songsaengnim-annyeonghaseyo… setelah sekian lama, akhirnya aku bisa menemuimu lagi bersama dengan Chaeri. Sebenarnya, ingin sekali kemari bertiga dengan Hanna. Sayang, dia sudah kembali ke Amerika. Aku kemari untuk berpamitan lagi. Kali ini akan pergi cukup lama, tiga tahun. Tapi pasti rasanya akan menyenangkan, seperti yang selalu kau ceritakan pada kami. Tentang petualanganmu di negeri asing, daerah terpencil. Aku akan mengalaminya sebentar lagi. Sayang, Chaeri tak jadi pergi bersamaku. Padahal, aku tahu… itu juga mimpinya selain mendirikan lembaga pendidikan atas namamu…”

Chaeri terpaku mendengar ucapan itu. Impiannya… dia nyaris melupakan semua mimpinya beberapa waktu ini.

“…aku ingat saat aku duduk di kelas 5 SD. Saat songsaengnim memintaku yang saat itu menjabat sebagai ketua kelas agar menjaga seorang gadis yang kelewat egois. Mengatakan padaku, kalau sifat buruk gadis itu karena dia tak memiliki teman. Aku menurutimu saat itu. Mengulurkan tanganku, mengajaknya untuk berteman denganku. Dia kemudian berubah menjadi gadis yang sangat baik, begitu peduli pada orang lain. Tak lagi mementingkan diri sendiri. Aku semakin nyaman bersamanya dan aku sadar, kalau aku tak ingin kehilangannya…” kata Jong Suk tersenyum pada Chaeri. “… aku menepati janjiku padamu songsaengnim, aku menjadi teman Chaeri. Menyayanginya, bahkan begitu mencintainya. Walau dulu aku sempat menyakitinya, tapi sekarang aku akan membuatnya bahagia. Aku akan membahagiakannya dengan membiarkan dia bersama pria yang dia cintai.”

Chaeri tahu, wajahnya sangat basah kini oleh airmatanya. “Jong Suk-ah, mianhae…”

“Untuk apa minta maaf Chaeri-ya? Kau sama sekali tak salah.” Ujar Jong Suk tersenyum. Dia meraih tangan Chaeri, “Ayo, sekarang kita ke tempat Chae Kyeong.”

Chaeri mengangguk, mengusap airmatanya. Setelah member hormat pada makam Shin songsaengnim. Mereka berjalan menuju makam Chae Kyeong yang letaknya tak jauh dari tempat Shin Songsaengnim. Di atas makam Chae Kyeong, Chaeri melihat sebuket bunga yang masih segar. Seperti baru saja dikunjungi.

“Kyuhyun baru kemari,” lirih Chaeri.

Jong Suk meletakkan bunga lily yang dibawanya ke atas makam Chae Kyeong. Lalu berseru, “Kyeong-ah, annyeong. Kau lihat, aku kemari kali ini bersama Chaeri. Tapi bukan berarti kami kembali bersama. Tidak, dia sudah menyerahkan hatinya pada kekasihmu…” Jong Suk memandang Chaeri dan kembali berkata, “… betapa beruntungnya Cho Kyuhyun itu mendapatkan hati kalian berdua. Kyeong-ah, kalau saja kau bisa melihat mata Chaeri sekarang, ada rasa kesal dari pancaran matanya. Apakah karena dia masih membencimu?”

Seolah tahu pertanyaan itu sebenarnya ditujukan padanya, Chaeri berseru, “hanya sedikit kesal.”

“Tak bisakah rasa itu hilang? Berhentilah membenci Chae Kyeong. Karena dia tak pantas mendapatkannya. Chae Kyeong menyayangimu dengan tulus Chaeri-ya. Bahkan lebih murni daripada perasaanku. Dia begitu polos, mencintaimu karena dia mengagumimu.”

“Tapi aku tak suka cara dia meniruku!” tukas Chaeri.

Jong Suk menghela nafas sangat panjang. Dia menatap makam Chae Kyeong sejenak lalu berkata, “Kyeong-ah, mianhae, aku rasa Chaeri perlu tahu tentang hal ini.” Dia lalu mengajak Chaeri untuk duduk, “Sejak kecil Chae Kyeong memiliki penyakit jantung…”

“Aku tahu itu…”

“Lalu, apa kau tahu betapa berat pengobatannya itu?” Tanya Jong Suk yang dijawab Chaeri dengan gelengan, “paling tidak dalam sebulan, dia menghabiskan minimal 20 hari berada di rumah sakit. Yang menjadi temannya hanyalah peralatan medis, karena sang ibu menghabiskan waktu bekerja keras agar bisa memperoleh biaya untuk mempertahankan nyawa anaknya. Tak memiliki teman baik, selalu sendirian karena dianggap beban. Yang mau berteman dengannya hanya seekor anjing, Yunji. Anjing yang pernah kau selamatkan itu. Kemudian ketika dia bertemu denganmu, hatinya berkata kalau kaulah yang akan menjadi sahabatnya. Dia mengikutimu, mencoba menarik perhatianmu tanpa memberitahumu tentang penyakitnya…”

“Sikapnya itulah yang membuatku terbebani,” putus Chaeri.

“Benarkah kau selalu merasa terbebani. Bukankah, kau dulu menerimanya dengan baik. Apakah kau lupa kalau kau pernah menjadi teman yang sangat baik baginya?” Chaeri hanya menunduk mendengar ucapan Jong Suk barusan.

“Kau membencinya, karena kau takut aku jatuh cinta padanya. Hanya itu, Chaeri-ya…” lanjut Jong Suk. “… Aku memang sempat mencintainya, saat kami berkencan pura-pura. Aku sempat lupa pada tujuan awalku, kalau aku berkencan dengannya hanya untuk menarik perhatianmu. Saat dia mengetahui perasaanku, dia menghindar. Menyadarkanku untuk kembali mencintaimu. Aku patah hati saat dia menolakku. Kami langsung putus. Tapi aku selalu memperhatikannya, cara dia menatapmu. Dan aku sangat kesal, saat tahu kalau dia menyukaimu. Aku membalasnya dengan kencan kita. Pernah suatu kali, dia langsung masuk rumah sakit setelah melihatku menciummu. Saat itu aku menjenguknya, mengatakan dengan sombong, kalau kau, Park Chaeri adalah milikku. Selamanya. Kemudian memberitahunya, kalau aku akan mengajakmu liburan bersama. Menginap di kamar yang sama, melakukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh pria dan wanita…”

“… tapi, kau tak datang saat itu. Karena Hanna mengancam akan melaporkannya pada ibumu. Aku menunggumu tanpa kabar, ketika aku pikir kau datang, ternyata yang berdiri di depan pintu kamar adalah Chae Kyeong. Wajahnya pucat, terlihat datang dengan tergesa-gesa. Dia tersenyum meremehkanku. Menertawakan kegagalanku…”

Chaeri memekik. Memutus ucapan Jong Suk, “kenapa kau menceritakan ini?! Cukup. Aku tak ingin dengar apapun lagi!”

Chaeri berusaha bangkit dari duduknya, tapi Jong Suk menahanya. “Aku yang salah Chaeri-ya. Hentikan kebencianmu pada Chae Kyeong. Aku yang salah dalam kejadian itu, aku mencintaimu dan dia disaat bersamaan. Benar. Aku mengkhianatimu. Sehingga saat kau meminta kita berpisah, aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku malah mendatangi Chae Kyeong, berharap dia mengasihiku… aku ingin memiliki kalian berdua, kau yang tangguh dan Chae Kyeong yang rapuh. Tapi aku kehilangan kalian berdua!”

“Kau berkata seperti ini, sama saja seperti kau ingin ku benci lagi! Apa maumu Lee Jong Suk?!” isak Chaeri kebingungan.

Jong Suk tak menjawab. Dia malah berlutut pada Chaeri, “aku hanya mau kau tak merasa bersalah. Pernikahan kita batal, itu bukan salahmu. Tapi salahku karena tak bisa mendapatkan kepercayaanmu lagi, egoku yang tinggi menginginkanmu, tanpa memikirkan kesalahan di masa lalu. A-aku bahkan baru berani mengatakan semua perasaanku. Aku sungguh menyesal.”

“Tak ada gunanya kau mengatakan penyesalan. Pada intinya aku sudah tak mencintaimu lagi.” Tukas Chaeri.

“Aku mengatakan ini agar kau berhenti membenci Chae Kyeong!” balas Jong Suk. “Aku yang salah Chaeri-ya.. bukan dia!” lalu Jong Suk menambahkan, “selama kau membenci Chae Kyeong, hubunganmu dan Kyuhyun tak akan bisa berjalan baik. Chae Kyeong mengukir kenangan kuat di hati pria itu. Saat kau tak sadarkan diri di rumah sakit, Kyuhyun menceritakan padaku, tentang saat-saat dia bersama Chae Kyeong. Hubungan mereka sangat indah, Chaeri-ya. Bahkan lebih indah dari kisah kita. Mereka saling mencintai selama hampir 4 tahun. Hanya maut yang memisahkan. Aku mengatakan ini, hanya agar kau tak bertengkar dengan Kyuhyun karena masalah Chae Kyeong. Ingatlah kenangan indahmu bersama Chae Kyeong agar kau bisa menghargai Kyuhyun. Itu saja maksudku mengatakan ini!”

“Kau mencoba menasehatiku tentang sesuatu yang bukan urusanmu!”

“Aku melakukannya agar kau tak terluka lagi. Kumohon, berhentilah egois.” Jelas Jong Suk. “Kyuhyun pasti tak ingin kau membenci seseorang yang sangat special yang pernah hadir di hidupnya. Aku bukannya sok baik. Tapi ini demi kebahagiaanmu kedepan.”

“Baiklah. Tuan baik hati!” Chaeri memberikan pandangan mencela pada Jong Suk. “antar aku pulang sekarang. Aku butuh istirahat!” titahnya.

“Ada satu hal lagi yang ingin kukatakan padamu, Chaeri-ya,” seru Jong Suk. Dia menyeringai, “rumah Shin Songsaengnim milikku dan aku tak akan pernah menjualnya padamu. Arasseo?!”

Mata Chaeri melotot dan dia memekik,“Apaaaa!!!!”

+++++++

Sebulan berlalu setelah Jong Suk pergi. Gips di kaki Chaeri sudah dilepas sejak dua minggu yang lalu. Chaeri sudah bisa berjalan dengan normal, luka di keningnya pun sudah hilang tak berbekas berkat operasi plastic yang dijalaninya. Chaeri sudah menjalani hari-harinya dengan normal, bekerja, membantu ibunya mengurus rumah tangga dan berkencan dengan kekasihnya, Cho Kyuhyun.

“Kalian ini, bagaimana sih cara kalian merawat Newton hingga tumbuh sebesar ini. Dia sudah seperti seekor kucing!” seru Kyuhyun. Sore ini dia berkunjung ke rumah Chaeri. Seperti hari-hari yang lain, dia memang lebih nyaman berkencan dengan Chaeri di rumah gadis itu.

“Pakannya sesuai aturan kok,” balas Jungmin, selama ini memang dia yang rajin merawat Newton berbeda sekali dengan noonanya yang kelihatan jelas sudah bosan bermain dengan kelincinya itu. “Newton sudah saatnya dikawinkan. Aku sudah bertanya pada dokter hewan dan katanya dia harus dicarikan istri.”

“Lalu, kau mau menternakkannya? Begitu?! Cukup satu saja peliharaan kita, tapi dirawat dengan sungguh-sungguh!” kata Chaeri.

“Noona, tapi sudah saatnya Newton ‘kawin’. Kasihan dia,” kata Jungmin. Matanya melirik pada Kyuhyun minta bantuan.

“Tapi kita akan punya adik kecil sebentar lagi. Tak baik terlalu banyak memelihara hewan di rumah.” Kekeuh Chaeri. “Ahh~ bagaimana kalau kita kebiri saja..”

“Yaa!” seru Kyuhyun dan Jungmin bersamaan. “Kau kejam sekali!”

Chaeri tertawa melihat reaksi Kyuhyun dan Jungmin, “Cuma bercanda kok. Kita pikirkan masalah Newton nanti saja. Sekarang aku lapar. Jungmin-ah, tolong belikan ayam goreng yang di jual di gang depan.”

“Mwo? Kenapa harus aku?” protes Jungmin.

“Nanti dikasih uang tambahan dehh…” sahut Chaeri. Mendengar itu Jungmin bersemangat. Setelah menerima uang belanja, dia bersegera keluar rumah dengan membawa Newton bersamanya. Meninggalkan Kyuhyun dan Chaeri berdua saja di rumah.

“Ngomong-ngomong, memangnya kapan rencana adikmu akan lahir?” Tanya Kyuhyun.

“hmm, mungkin 5 bulan lagi,” jawab Chaeri, matanya mengamati pakaian yang Kyuhyun kenakan. Sangat rapi walau dia hanya mengenakan t-shirt putih lengan pendek dipadu dengan celana kain biru yang membuat pria itu semakin tampan.

“Lalu…” Kyuhyun tampak ragu, dia berusaha memikirkan kata-kata yang tepat, “… apa tak ada keganjilan yang terjadi padamu akhir-akhir ini. Mengingat, apa yang sudah kita lakukan sebelum kau jatuh dari tangga waktu itu…”

“Aku sudah datang bulan. Kau tenang saja,” ujar Chaeri santai sementara mata Kyuhyun melotot, membuat Chaeri bingung, “Waeyo?” tanyanya.

Kyuhyun mencoba rileks lagi, “Ani, hanya saja kalau kau hamil, aku jadi punya alasan untuk segera menikahimu,” katanya sembari menggaruk tengkuk.

“Mwo?!” Chaeri terkejut, gentian kini matanya yang melotot pada Kyuhyun. “Kau sudah gila apa? Biarpun aku hamil, kau tak akan bisa menikahiku secepatnya. Pikirkan karirmu!”

“Kita bisa menikah diam-diam Chaeri-ya! Selama tak terdaftar di catatan sipil, aku tak melanggar kontrak…” Kyuhyun menghela nafas panjang dan berkata, “… harusnya aku bisa lebih mengendalikan diri. Aku menyesal, menyentuhmu sebelum kau resmi menjadi istriku.”

Chaeri menyeringai, “Bagaimana lagi, sudah terlanjur.”

“Karena itulah, ayo kita menikah.” Ajak Kyuhyun. “kau menerima lamaran Jong Suk, tapi kenapa sulit sekali menerimaku?!”

“Karena saat itu pikiranku kacau. Aku hanya mencoba melupakanmu…” Chaeri lalu tertawa nakal pada Kyuhyun, “…kalau denganmu, lebih baik menikahnya nanti saja. Tiga atau lima tahun lagi juga tak masalah, aku rasa justru lebih baik kita menikah setelah kau menyelesaikan wajib militer. Saat itu aku rasa kau sudah bukan idol lagi. Tak punya fans, lalu mulai botak dan perut membuncit.. ahhh~aku sudah tak perlu pusing lagi memikirkan betapa banyaknya gadis yang berminat padamu diluar sana.”

Kyuhyun ternganga mendengar ocehan Chaeri, berseru hampir seperti orang marah, “Ya.. Ya.. benar jika saat itu tiba, kau juga sudah renta, kulit keriput, rambut penuh uban. Kau pikir setelah lima tahun aku akan seperti yang kau bilang? Chaeri-ya, kau tak tahu apa? Justru seorang pria akan semakin gagah setelah selesai wamil, masuk usia 30 itu adalah masa keemasan bagi kami. Jang dong Gun, Song Seung Hun, Won Bin dan lain-lain, mereka justru semakin tampan sekarang. Dan aku juga akan seperti itu!”

“Kurae? Kalau begitu, aku akan menantikan kau yang semakin tampan itu.” Kekeh Chaeri.

“Karena itulah, ayo kita menikah. Segera, kalau perlu minggu ini. Bagaimana?”

Chaeri tersipu, “Ah.. kau ini,” dia memukul bahu Kyuhyun cukup keras membuat namja itu meringis kesakitan sementara Chaeri menutupi wajahnya yang semakin memerah, “Apa kau begitu menginginkanku sehingga begitu terburu-buru?”

Kyuhyun mendesah, “Hah, bisa dibilang begitu. Aku dan Newton sama saja rupanya.”

+++++++

Kyuhyun meletakkan sebuket bunga lily di makam Chae Kyeong. Cukup lama berdiri disana, menatap nisan bertuliskan nama gadis itu. Besok adalah peringatan satu tahun kepergian Chae Kyeong, sementara hari ini Kyuhyun akan melangsungkan pernikahan. Kyuhyun tak menyangka dia bisa menemukan pengganti Chae Kyeong begitu cepat. Dulu dia bahkan berpikir tak mungkin bisa jatuh cinta lagi.

“Sebut aku munafik, Kyeong-ah. Berjanji hanya akan ada kau di hatiku. Tapi nyatanya begitu cepat aku mencintai gadis lain. Tapi aku tak kuasa. Kau mengenalnya, kau juga dulu begitu mengaguminya. Jadi kau mengerti perasaanku. Kau tahu, kalau aku tak bisa lepas dari pesonanya. Senyumnya, ekspresinya, cara bicaranya. Tak ada satupun dari dirinya yang tak membuatku jatuh cinta. Aku mencintainya secara keseluruhan, keberadaannya membuat jantungku berirama indah. Berdetak cepat dan membuat gairahku menggelora.”

Kyuhyun terisak. Dengan cepat dia mengusap matanya yang basah. “Kau pasti merestui kami ‘kan? Kau pasti akan bahagia melihat dia bersamaku, bukan dengan Jong Suk. Aku akan memperlakukan Chaeri lebih baik dari pria itu. Aku akan menjaganya, melakukan apa saja agar dia selalu bahagia. Itu sumpahku, Kyeong-ah.”

Kyuhyun kemudian pergi. Meninggalkan area pemakaman itu, dengan mengendarai mobil dia menuju ke rumah orangtuanya. Ketika dia sampai, kakak perempuannya, Cho Ahra sudah menunggunya di depan gerbang rumah mereka.

“Kau sudah membuat kami lama menunggu!” bisik sang kakak, menarik tangan Kyuhyun untuk segera masuk ke rumah, menuju halaman belakang. Kyuhyun melihat orangtuanya disana berbincang akrab dengan orangtua Chaeri. Jungmin bersenda gurau dengan beberapa member Super Junior yang meluangkan waktu mereka untuk hadir ke pemberkatan pernikahan Chaeri dan Kyuhyun. Walau hanya ada Ryewook, Eunhyuk, Yesung dan Sungmin, Kyuhyun merasa senang hyung-hyungnya itu bisa hadir memberi restu.

Lalu, tatapan Kyuhyun terpaku pada seorang gadis yang mengenakan hanbok berwarna merah menyala. Rambut gadis itu disasak rapi, penampilannya persis seperti pengantin wanita yang selalu Kyuhyun lihat di drama saeguk favoritnya. Chaeri mengenakan pakaian pengantin tradisional, kontras sekali dengan Kyuhyun yang mengenakan stelan jas. Kyuhyun mendekati calon istrinya itu yang saat ini sedang tertawa karena lelucoan yang diceritakan Shim Changmin dan Victoria.

Kyuhyun berdehem agar mereka bertiga menyadari keberadaannya, “Kalian sedang menertawakan apa?” tegurnya.

Changmin segera meletakkan telunjuknya di depan bibir, “sstt, tokoh utama datang…”

“Memang apa yang kalian bicarakan sampai tertawa begitu keras dan tak menyadari kehadiranku?” Kyuhyun menarik Changmin, memegangi wajahnya dengan mata melotot.

“Kyuhyun-ah. Lepaskan dia!” seru Chaeri tertawa, “asal kau tahu, kami hanya bercerita tentang Newton yang sangat ingin kawin, tapi aku malah berpikir untuk mengebirinya. Jadi, aku minta saran pada Changmin dan Vic-unnie. Siapa tahu, mereka punya ide bagus.”

“Kami tidak membicarkan kamu lho. Tak sedikitpun!” tambah Victoria.

Tapi Kyuhyun merasa yang dikatakan gadis itu bohong. Dia melepaskan Changmin. Pria itu segera menarik tangan Victoria untuk menjauh, tapi sebelumnya Changmin sempat membisiki Kyuhyun, “Hati-hati dengan malam pertamamu yaaa…” katanya tertawa dan segera berlari agar tak dipukul Kyuhyun dengan sepatu.

“Kenapa baru datang?” Tanya Chaeri, dia meraih tangan kanan  Kyuhyun, menggenggamnya dengan kedua tangannya. “Aku sempat takut, terjadi suatu hal buruk padamu. Atau, kau tiba-tiba sadar dan tak jadi menikahiku…”

“Itu mana mungkin.”

Chaeri menunduk. Berusaha menyembunyikan rona merah dipipinya. Kyuhyun tersenyum melihatnya. Saat dia hendak membelai rambut Chaeri, dia mendengar ibunya berseru.

“Yaa, ayo kita mulai acaranya.”

++++++

Kyuhyun membuka matanya, perlahan mendudukan diri diatas ranjang. Mencubit pipinya sendiri.

“Sakit. Ini bukan mimpi,” serunya tersenyum. Teringat kembali kejadian kemarin sore di rumah orangtuanya. Dia mengangkat tangan kanannya, memperhatikan cincin yang melingkar indah di jari manisnya. “Hah, tak menyangka menikah hanya dengan pesta sederhana seperti itu.”

Kyuhyun lalu menoleh kearah kiri. Tempat istrinya terbaring semalam sudah kosong. Kyuhyun lalu merebahkan dirinya lagi. Memeluk bantal istrinya. “Chaeri-ya, kenapa kau bangun pagi sekali sihh.” Kemudian Kyuhyun bisa mendengar suara perutnya, “haha.. tentu saja, dia pasti bangun pagi-pagi untuk membuatkan sarapan untuk suaminya yang tampan ini.”

Kyuhyun bersegera bangkit dari tempat tidur. Menutupi tubuhnya yang polos dengan piyama yang dikenakannya semalam. Dia keluar dari kamar menuju dapur dan mendapati Chaeri sedang berkutat dengan masakan. Kyuhyun mendekat dengan perlahan. Berusaha tak menimbulkan bunyi lalu berhenti di dekat kulkas. Menyandarkan tubuhnya tak henti-henti memperhatikan ketelatenan Chaeri ketika memasak.

“Neomu yepposo,” tak sengaja Kyuhyun melontarkan kata-kata itu. Membuat Chaeri menoleh padanya dan tersenyum. Sukses membuat Kyuhyun salah tingkah.

“Hah, baru kali ini kau memujiku cantik,” kata Chaeri lalu kembali ke masakannya. Menyesap sedikit sup kecambah buatannya. Mengangguk puas. Kembali menoleh pada Kyuhyun yang masih salah tingkah dan berseru, “ayo kita makan.” Dia mengangkat panci tapi Kyuhyun mencegahnya, Chaeri tertawa dan berkata. “Kau duduk saja duluan.”

Kyuhyun yang tahu, Chaeri tak butuh bantuannya mengangguk. Dia segera ke meja makan. Cukup tercengang melihat masakan Chaeri yang sudah tersaji disana. Masakan korea lengkap. Dia tak bisa menebak, jam berapa Chaeri bangun untuk menyiapkan semuanya.

“Kenapa? Kau tak suka dengan menu-nya?” Tanya Chaeri.

“Ani, hanya saja. Aku tak menyangka kau menyiapkan ini.”

“Setiap pagi, aku selalu sarapan seperti ini.” Ujar Chaeri, dia melirik rambut Kyuhyun yang kusut, “Kau belum mandi, ya?”

“Ne.” angguk namja itu mengambil sumpit dan menggigitinya.

“Mandi dulu. Aku akan menunggumu!”

“Ah, nanti saja habis makan,” Kyuhyun menyerahkan mangkoknya pada Chaeri, minta diisi nasi. Tapi diurungkannya melihat Chaeri yang melotot. “Baiklah, aku mandi dulu.”

Setelah selesai sarapan, Kyuhyun memutuskan kembali ke kamar. Berharap Chaeri juga mengikutinya, tapi ternyata tidak. Chaeri malah mencuci piring. Saat dia ingin membantu, Chaeri menolak. Kyuhyun termenung sambil memandangi kamarnya. Setelah pemberkatan pernikahan kemarin, dia memang langsung membawa Chaeri ke kediaman pribadinya. Sebuah apartemen sederhana yang terletak dilantai yang sama dengan dormnya. Dia memang sengaja membeli yang dekat dengan dormnya, agar dia bisa sering mengunjungi hyung-hyungnya.

Lamunan Kyuhyun terhenti saat mendengar pintu kamar dibuka. Chaeri berjalan mendekatinya, dia sudah tak mengenakan apron lagi. Dia lalu duduk disamping Kyuhyun, menyenderkan kepalanya ke bahu suaminya itu.

“Sedang memikirkan apa?” tanyanya.

“Kau.” Jawab Kyuhyun.

“Apa yang sedang kulakukan dipikiranmu?”

Kyuhyun tersenyum, mengacak lembut rambut Chaeri yang terurai yang panjangnya kini sudah mencapai punggung. Kemudian berbisik ditelinga Chaeri, “kau sedang melakukan hal yang kau lakukan tadi malam.”

Chaeri tertawa, mencubit gemas perut Kyuhyun. Kemudian mereka beradu, menikmati awal indah pernikahan mereka.

+++++++

One year later…

Teriakan riuh, dentum kembang api, menandai berakhirnya konser SMTown. Chaeri melambai-lambaikan ligthstick berwarna biru saphir dengan penuh semangat, meneriaki nama Cho Kyuhyun berulang kali. Dia melihat suaminya itu berlari kesana-kemari bersama Changmin, melakukan fanservice dengan member Super Junior yang lain, sebelum akhirnya menghilang di belakang stage.

Seperti penonton yang lain, Chaeri enggan bangkit dari kursi. Kembali ke dunia luar, meninggalkan area konser yang membuat semua yang berada disana bagaikan berada dialam mimpi. Ingin tetap di tempat itu, berharap konser dilanjutkan. Tapi itu hanya harapan. Konser selama 4 jam lebih itu memang sudah berakhir. Dengan malas, Chaeri berjalan menuruni tribun. Saat sampai dipintu keluar, dia mendapat pesan masuk. Chaeri tersenyum membaca pesan singkat dari suaminya itu.

From: Newton Appa

My Cherry, akan ada pesta makan-makan setelah ini di restoran XXXX. Hanya pesta dengan Super Junior. Datanglah kesana. Kau pastinya juga belum makan ‘kan? Tunggu aku kalau kau sampai duluan.

Ps: coklat mau mandi dulu. Jangan ngintip! Hehe~

Chaeri bergegas ke restoran yang dimaksud Kyuhyun. Ini bisa menjadi kesempatan baik baginya untuk berbincang akrab dengan member Super  Junior yang lain. Ada hubungan yang cukup kaku sebenarnya diantara Chaeri dengan beberapa member, seperti Leeteuk, Siwon, Donghae dan Shindong walaupun sudah setahun berlalu sejak pernikahan diam-diam Chaeri dan Kyuhyun. Chaeri tahu, keempat hyung suaminya itu menjaga jarak padanya. Setiap bertemu walau menyapa tetapi tak pernah terjadi perbincangan akrab. Seakan mereka tak memberi restu.

Chaeri yang menunggu di depan pintu restoran menyambut member-member SJ yang datang dengan tak henti-henti membungkukkan badan pada setiap orangnya. Bahkan dia membungkuk pada suaminya saking rasa gugup begitu melandanya. Kyuhyun tertawa melihat tingkah Chaeri itu, dia merangkul Chaeri mengajak masuk dan mendudukkan Chaeri disampingnya.

“Leeteuk-hyung dan Heechul-hyung akan tiba segera, kita makan duluan saja. Tak usah menunggu dua orang yang lagi wamil itu,” seru Kang In.

“Yaa, mentang-mentang hyung wamilnya sudah beres,” celetuk Ryewook.

“Bukannya begitu, tapi karena sudah lapar banget,” Kang In menjitak kepala Ryewook.

Seperti biasa, makan malam bersama Super Junior tak ada namanya tenang. Bunyi gelas berdentang, sendok yang bertemu dengan mangkuk berpadu dengan canda, tawa dan ejek.

Chaeri begitu menikmati kemeriahan makan malam itu. Jika berpesta seperti ini, tak pernah ada tatapan risih yang mengarah padanya. Setiap member asyik dengan indahnya kebersamaan mereka. Chaeri menoleh pada Eunhyuk, kemudian menegurnya, “Kau baik-baik saja ‘kan?”

“Seperti kau lihat,” kata Eunhyuk tertawa.

“Kau tak membenci Hanna ‘kan?”

Eunhyuk menggeleng, “Mana mungkin. Kami putus dengan baik-baik kok. Hubungan jarak jauh, memang tak mungkin untuk kami. Pada intinya, jika aku yang tidak bertahan, bisa jadi itu dia. Hanna sudah menemukan pria lain yang mungkin bisa selalu menemaninya disana. Aku rasa, saat dia jujur padaku mengatakan kalau dia menyukai pria lain, itulah yang terbaik. Dia jujur. Tak selingkuh.” Eunhyuk mengusap matanya. Chaeri sadar, dia salah menanyakan hal itu pada Eunhyuk. Padahal pria itu tadi sangat ceria tapi kini malah muram.

“Oppa mianhae…” sesal Chaeri menyerahkan tissue.

“Sudah kubilang ‘kan? Jangan menyinggung itu,” bisik Kyuhyun di telinga Chaeri.

Tak lama, Leeteuk dan Heechul datang. Tapi mereka tak berdua saja. Ada Victoria, Sulli dan Nanhee bersama mereka. Melihat keponakannya itu, Chaeri yang sedang minum, tersedak. Pancaran mata yang ditujukan Nanhee masih memancarkan permusuhan. Padahal Nanhee masih tak tahu kalau Kyuhyun dan Chaeri sudah menikah, kalau anak itu tahu, mungkin aura ingin membunuh yang akan keluar.

“Aku mengajak mereka bertiga kemari, karena kukira pesta akan sepi tanpa ada wanita. Ternyata aku salah, sudah ada wanita disini rupanya,” kata Leeteuk mengambil duduk disamping Ryeowook, tepat didepan Chaeri.

“Nanhee-ya, ayo cepat duduk, kita makan.” Panggil Sulli, dia sudah duduk diapit Heechul dan Victoria. Dekat dengan pintu keluar ruangan. Nanhee tak menghiraukan, dia terus saja berdiri menatap Chaeri dan Kyuhyun bergantian.

“Abaikan saja dia,” Kyuhyun berbisik pada Chaeri.

“Tentu,” Chaeri melanjutkan makannya. Tapi sudut matanya masih mengamati Nanhee. Keponakannya itu, sekalipun tak pernah meminta maaf atas kejadian setahun yang lalu. Chaeri heran, apakah Nanhee sama sekali tak punya rasa bersalah? Jaemin-oppa harusnya memeriksakan kondisi psikis anaknya itu. Percuma saja mempunyai putri sangat cantik, berbakat tapi tak memiliki empati pada orang lain.

Kemudian Nanhee keluar dari ruangan itu, membuka pintu geser ruangan dengan sangat kasar. Semua yang ada di ruangan makan itu terkejut. Bingung dengan sikap Nanhee. Chaeri merasa dia harus bertindak. Dia hendak keluar menyusul, tapi Kyuhyun menahan tangannya.

“Kubilang abaikan dia,” seru Kyuhyun.

“Tadinya aku mau. Tapi, bagimanapun juga aku ini bibinya…”sahut Chaeri, tapi Kyuhyun masih tak melepaskan tangannya, “…aku akan bicara baik-baik dengannya kali ini. Kau tak usah cemas.” Chaeri sangat yakin. Dengan berat hati Kyuhyun membiarakan Chaeri keluar menyusul Nanhee.

Chaeri berjalan mendekati Nanhee yang sepertinya sedang menelpon seseorang.

“Oppa, pokoknya jemput aku sekarang!” titahnya pada orang yang ditelponnya itu. Saat Nanhee berbalik, dia sudah mendapati Chaeri sedang berdiri dihadapannya. “Apa maumu? Ingin pamer?! Kau menang. Aku iri padamu!”

“Bersama dengan orang yang dicintai, itu bukanlah untuk pamer pada orang lain.” Sahut Chaeri.

“Berhenti berbicara omong kosong tentang cinta. Aku tahu yang kalian lakukan, kalian diperbudak nafsu. Jika aku melaporkan pada perusahaan apa yang kau dan Kyuhyun-oppa lakukan saat itu, karir oppa akan hancur. Kau suka akan hal itu?!” tantang Nanhee.

“Kau tak akan melakukannya, Nanhee-ya. Kau tak akan mampu. Karena kau menyayangi Kyuhyun!”

“Tapi kau merebutnya dariku bibi!” pekik Nanhee.

“Dia tak pernah jadi milikmu. Aku juga tak memilikinya. Dirinya adalah miliknya sendiri!” Chaeri tetap tenang disetiap kata yang dia ucapkan.

“Aku sangat menyukainya, aku menjadi seperti sekarang, berjuang menjadi idola yang baik, itu karena aku ingin sepertinya. Bernaung di agensy yang sama agar kami bisa dekat. Aku menyukainya, sangat suka. Kau tak mengerti perasaanku! Aku yang berjuang agar bisa dekat dengannya. Aku yang bekerja keras, semuanya sia-sia, bahkan ketika dia bernyanyi di dekatku, jiwa lagu yang dinyanyikannya bukan untukku. Kenapa dia harus memilihmu? Kenapa bukan aku?” isak Nanhee, tubuhnya meringsut, dia terduduk memeluk lututnya. Chaeri tak tahu harus berkata apa. Dia duduk disamping keponakannya itu. Mengelus rambut panjang Nanhee yang sangat lembut.

“Kau pasti akan bisa melupakan perasaan ini suatu saat nanti, ketika kau bertemu dengan tambatan hati yang bersedia menjadi pelabuhan cintamu. Jangan menangisi pria yang tak memiliki perasaan yang sama denganmu. Kau terlalu istimewa Nanhee-ya. Kelak kau akan mendapatkan, pria terbaik diantara yang terbaik. Kau yang kini menjadi idola adalah berkat keistimewaanmu. Kumohon jangan menangis, jangan menyesal. Airmatamu terlalu mahal jika dibuang demi menangisi pria yang tak mencintaimu.” Ujar Chaeri.

Nanhee tak menjawab, dia masih membenamkan wajahnya dilututnya. Memikirkan ucapan Chaeri. Dia kesal dinasehati oleh pesaing cintanya. Tapi perkataan Chaeri benar. Lelah bagi Nanhee menangisi Kyuhyun yang hanya menganggapnya sebagai dongsaeng. Hubungannya dengan Kyuhyun sekarangpun sangat buruk dampak kecelakaan yang dialami Chaeri dikarenakan ulahnya.

“Bibi a-aku…”

“Nanhee-ya,” seru seorang pria dengan nafas ngos-ngosan mendekati Nanhee dan Chaeri. “Kau tak apa-apa ‘kan?” tanyanya.

“Aku baik-baik saja, Taemin-oppa,” sahut Nanhee wajahnya bersemu. Chaeri tersenyum melihat ekspresi Nanhee itu.

“Kalau begitu ayo pergi, kuantar ke dormmu,” ajak Taemin. Dia meraih tangan Nanhee tapi dia terkejut baru menyadari keberadaan Chaeri disana. “Noona, annyeong haseyo,” sapanya sopan tapi kikuk. Dia menatap Nanhee, melihat mata sembab gadis itu dan dia menduga kalau Nanhee menangis gara-gara Chaeri.

Nanhee meraih tangan Taemin yang terulur padanya. Berseru, “Oppa, ayo kita pergi.” Dia menarik tangan Taemin yang terlihat kebingungan agar cepat mengikutinya. Berjalan sekitar dua meter, Nanhee berhenti. Dia berbalik, tersenyum, “Bibi, aku minta maaf soal kejadian di tangga waktu itu. Tapi paling tidak kau harus berterima kasih padaku, kalau kau tak jatuh dari tangga, pernikahanmu pasti tak akan dibatalkan.”

Chaeri mendengus mendengar ucapan Nanhee itu. Namun, dia lalu tertawa. Keponakannya itu memiliki watak yang kelewat keras, ditambah terlalu egois. Tapi Chaeri bersyukur, dari pandangan mata Nanhee saat meminta maaf  tadi, dia tahu kalau keponakannya itu sangat menyesal.

“Akhirnya dia mengatakannya juga,” kata seseorang disamping Chaeri.

“Victoria-unni,” seru Chaeri.

Victoria tersenyum, dia merangkul pundak Chaeri dan berkata, “Aku selalu mendengar saat dia curhat dengan Sulli. Ingin minta maaf padamu, dia menyesal tapi juga kesal. Bagaimanapun, dia masih terlalu muda. Jatuh cinta pertama kali, dikira harus selalu memiliki. Kita yang sudah lebih tua ini yang harus membimbingnya…”

“Ne, unni, gomapta.”

Mereka lalu saling tersenyum. Victoria mengajak Chaeri masuk, melanjutkan makan malam yang semakin malam menjadi semakin menyenangkan.

++++++

Chaeri duduk ditempat tidurnya, memandangi Kyuhyun yang berada disebrang ruangan. Asyik berkutat dengan game di laptop padahal sekarang sudah pukul 2 dinihari.

“Yeobo, sudah malam. Kau tak lelah? Tidurlah,” kata Chaeri.

“Tidurlah duluan, ini masih seru,” sahut Kyuhyun matanya tak teralihkan dari layar monitor laptop.

Chaeri mendesah. Dia menghempaskan diri, berbaring. Matanya masih belum ingin terpejam. Dia menatap langit-langit, bergumam, “Kapan ya, aku tidak canggung dengan Leeteuk-oppa, Siwon-oppa, Donghae-oppa dan Shindong-oppa. Melihat sorot mata mereka setiap melihatku, bagaikan aku ini alien.”

Kyuhyun terkekeh, sejenak dia mengalihkan matanya dari game-nya ke istrinya. “Yeobo, asal kau tahu, saat kau pergi menyusul Nanhee tadi, hyung-hyungku itu sudah bilang kenapa mereka bisa canggung padamu.”

Chaeri bangkit dari pembaringannya. Bergegas mendekati Kyuhyun. “memang apa alasannya?”

“Iri.” Jawab Kyuhyun pendek.

“Iri?” Chaeri tak mengerti.

“Mereka iri karena belum bisa menikahi kekasih mereka. Sementara aku yang maknae, sudah menikah dengamu. Tentu saja mereka iri dan selalu berharap agar mereka bisa mengikuti jejak kita. Jadi, kau tak usah memikirkan sikap mereka padamu. Tak berbicara dengan merekapun bukan masalah besar ‘kan?”

“Bisa-bisanya, harusnya mereka hanya bersikap dingin padamu. Aku tak salah apa-apa,” rengut Chaeri.

“Hah,” Kyuhyun melirik Chaeri. Dia berkata sombong, “Mana mungkin mereka bersikap dingin padaku. Aku ini dongsaeng mereka paling baik hati. Paling manis.”

Chaeri mencibir, “Astaga.” Dia diam sesaat lalu berseru, “Lalu Henry? Kenapa dia selalu ketakutan setiap melihatku?”

“Aishh, bocah bodoh itu hanya ketakutan kalau kau melaporkannya ke polisi. Kau ingatkan masalahmu dengannya 2 tahun lalu?”

Chaeri tertawa, “Aigoo, tak kusangka orang Kanada seperti dia bisa sepolos itu. Sekarang aku justru ingin berterima kasih padanya, karena telah mempertemukan kita.”

Kyuhyun tersenyum. Dia membelai rambut Chaeri. Kemudian menarik istrinya itu untuk duduk dipangkuannya. “Pertemuan kita pertama kali, bukanlah dua tahun lalu, Chaeri-ya. Tapi lebih lama dari itu,” bisiknya. Chaeri menatap Kyuhyun kebingungan sementara suaminya itu makin semangat membuatnya penasaran, “Ingatnya pelan-pelan saja. Sekarang ayo kita tidur.”

+++++++

Chaeri menatap selembar surat yang ada ditangannya. Amplop dari surat itu berlogo resmi, kepala amplopnya menunjukkan surat itu berasal dari kedutaan besar Vietnam. Surat itu diantarkan oleh Jungmin.

“Semula pihak Jedoong House yang menerimanya, tapi mereka memberikannya padamu. Baru diantarkan tadi pagi ke rumah kita.” Jungmin menjelaskan.

Chaeri menaruh tasnya ke sofa, dia baru saja pulang bekerja. Setelah merebahkan diri ke sofa, dia membuka dengan hati-hati isi surat itu.

“Penghargaan untuk Shin-Songsaengnim, dari pemerintah Vietnam. Negara tempat beliau meninggal, aku diminta mewakili untuk menerimanya…” kata Chaeri setelah dia membaca surat itu.

“Kapan acaranya?” Tanya Jungmin.

“Minggu depan.”

“Noona pasti datang ‘kan?”

Chaeri mengangguk. “Tentu saja.”

Kemudian seminggu berlalu, Chaeri mendatangi kedutaan Vietnam, tempat berlangsungnya acara penghargaan. Ditempat itulah dia mengetahui betapa besar jasa Shin-Songsaengnim bagi pembangunan pendidikan disalah satu desa terpencil Negara itu. Dia juga melihat foto terakhir dari gurunya itu. Wajah Shin-songsaengnim yang tertawa bersama anak-anak desa sebelum wabah ebola menghancurkan perjuangannya.

Airmata Chaeri tanpa dia sadari menetes. Ada penyesalan dibatinnya. Karena sampai sekarang, dia belum mewujudkan impiannya.

++++++++

“Ada apa denganmu. Beberapa hari ini muram sekali?” tegur Kyuhyun saat mereka makan malam bersama diapartemen mereka.

Chaeri menggeleng, “Aku baik-baik saja.”

“Kau pucat, Chaeri-ya. Apa kau sedang hamil?” tebak Kyuhyun.

“Molla.”

“Kalau begitu kita periksa,” Kyuhyun bersemangat.

“Ani..” cegah Chaeri. Dia menghela nafas sebelum mengeluarkan unek-uneknya, “Kyuhyun-ah, bagaimana kalau kita berpisah selama setahun. Tak apa-apa ‘kan?”

“Mwo?!” seru Kyuhyun. Dia bangkit dari kursinya, mendekati kursi Chaeri lalu berlutut memegangi pinggang istrinya itu. “Apa salahku sampai kau ingin berpisah? Apa aku terlalu sibuk? Apa karena aku belum bisa memberimu anak?”

Chaeri menggeleng, “Bukan itu maksudku. Bukan berpisah karena ingin bercerai. A-aku hanya…”

“Hanya apa?!” Pekik Kyuhyun.

“Aku ingin ke Vietnam. Ke desa tempat Shin-Songsaengnim mengabdikan diri kemudian meninggal.”

“Mwo? Kalau ingin mengunjungi, tak perlu sampai setahun ‘kan?”

“Kau tak mengerti maksudku.”

“Aku mengerti maksudmu.” Kyuhyun berdiri, “Aku tak mengijinkanmu pergi ketempat berbahaya seperti itu. Bagaimana kalau wabah yang melanda desa itu kembali? Aku tak siap berpisah lama denganmu. Juga tak siap kalau sampai terjadi hal buruk! Tetaplah disini. Bersamaku!”

“Kau tak mengerti!” pekik Chaeri. “Kau yang sudah mendapatkan impianmu tak akan mengerti. Aku sudah mengubur impianku untuk mendapatkan rumah Shin-songsaengnim gara-gara Jong Suk yang sudah memilikinya terlebih dahulu. Paling tidak, biarkan aku mendapatkan impianku yang lain. Kau tahu itu apa? Bertualang, mengajar di desa kecil seperti yang dulu Shin-songsaengnim pernah lakukan. Paling tidak biarkan aku merasakannya sebentar.”

“Mianhae, Chaeri-ya. Tapi aku tak bisa membiarkanmu pergi…”

Chaeri menunduk. Dia menangis. Menyesal sudah membentak suaminya. Dia lalu bangkit dari kursinya. Memeluk Kyuhyun.

“Aku tahu kau akan mengatakan itu. Kau benar,” Chaeri masih terisak, “Lagipula, aku juga tak sanggup berpisah terlalu lama denganmu.”

Kyuhyun tersenyum lega. Dia mengusap airmata Chaeri. Menciumi wajah istrinya itu.

“Aku rasa kau harus secepatnya mengandung, Chaeri-ya…”

“Kenapa?”

“Agar paling tidak jika pikiran untuk pergi datang lagi, anak kita akan menjadi penghalang utama…” kekeh Kyuhyun.

Chaeri mendengus, “sebenarnya, aku sedang hamil kok.”

Kyuhyun terpaku. Dia mencengkarm bahu Chaeri. Memastikan kalau Chaeri sedang tak bercanda, “sudah berapa lama?” Chaeri mengangkat dua jarinya. “Dua minggu?” Chaeri menggeleng, “Dua bulan?” Chaeri mengangguk. “Yaa, kenapa baru bilang?!”

“Kejutan.”

Kyuhyun tak bisa mengendalikan rasa bahagianya. Dia memeluk Chaeri erat. Mengajaknya berputar-putar. Setelah melepaskannya. Dia menjerit sendiri, “Aku akan menjadi ayah.”

Chaeri tertawa melihat tingkah Kyuhyun. Dia kembali duduk ke kursi. Membiarkan Kyuhyun sibuk mengabari keluarganya. Dia hanya memandangi Kyuhyun.

Impiannya. Chaeri mengira saat mengawali kontrak kencan pura-pura dengan Kyuhyun akan bisa membantunya mewujudkan mimpinya. Tapi semua itu masih sebatas mimpi untuk saat ini. Entah kapan bisa Chaeri wujudkan. Chaeri masih tak menyangka pertemuannya dengan Kyuhyun membawanya pada sesuatu yang dulu tak berani dia impikan. Pernikahan.

Paling tidak biarkan saja cerita cinta ini dia alami. Cinta yang manis, cinta yang pahit. Pertengkaran, cemburu, tangis, tawa, rayuan, rindu semuanya ada dalam cinta. Chaeri sudah mengalaminya, rasa cinta yang bagaikan coklat.

+++++++

8 years ago….

“Unnie.. kita hampir terlambat, palli palli,” Chae Kyeong menarik tangan Chaeri berjalan cepat menuju kereta subway tujuan mereka.

“Hanna akan membunuh kita…”

“Makanya, ayo cepat…”

Kereta tujuan Gangnam sudah hampir melaju. Syukurlah Chaeri dan Chae Kyeong berhasil masuk ke kereta itu beberapa detik sebelum pintu kereta tertutup.

“Ah, sesak sekali. Apa semua orang disini menuju ke Gangnam untuk ikut audisi SMent? Hah, Hanna juga keterlaluan. Demi mengejar Kim Junsu dia rela ikut audisi, padahal lulus audisi tahap awal saja aku tak yakin.”

Chae Kyeong tertawa mendengar gerutuan Chaeri itu. Tak lama kereta mereka sampai di stasiun Gangnam. Mereka turun disana, kemudian keluar dari stasiun, berjalan beberapa meter dan sampailah di gedung SMent.

“Waaa.. banyak sekali yang mau ikut audisi…” gumam Chae Kyeong.

“Hanna tak akan lolos,” ujar Chaeri yakin. Dia mengeluarkan dua batang coklat dari tas selempangnya. Satu dicocolkannya ke mulut Chae Kyeong. “cepat dimakan. Gara-gara udara panas coklatnya sudah mau cair.”

Chae Kyeong mengangguk. Dia masih memperhatikan antrian peserta audisi yang panjangnya mungkin mencapai 10 meter. Sementara Chaeri dia ingin mencari tempat duduk, saat dia berbalik..

BRUKK..

“Aduh…” seru Chaeri dan orang yang menabraknya.

“Kalau jalan lihat-lihat dong!” pekik mereka bersamaan.

“Aigoo, bajuku, kena coklat,” seru pemuda yang menabrak Chaeri itu. Dia berusaha membersihkan baju seragam sekolah yang dia kenakan. Karena berwarna putih, noda coklat itu jelas sekali terlihat.

“Kau sih jalan tak lihat-lihat,” kata Chaeri merasa bersalah. Dia dan Chae Kyeong berusaha membersihkan baju pemuda itu.

“Sudahlah. Aku sudah terlambat latihan. Aku juga minta maaf,” kata pemuda itu. Dia menatap Chae Kyeong dan Chaeri bergantian. Membungkuk, lalu berlari masuk ke gedung SMent.

“Dia trainee… aku menodai baju trainee…” kata Chaeri panik.

“Gwenchana unnie, dia juga tak mempermasalahkan.”

“Chae Kyeong-ah, kau lihat name tag pemuda tadi?”

Chae Kyeong menggeleng. Matanya terus memandang pintu masuk SM, tempat dimana pemuda tadi menghilang, sementara Chaeri memilih duduk. Berusaha menenangkan diri.

“Cho Kyuhyun…” gumam Chae Kyeong, jari-jarinya menuliskan diudara nama pemuda tadi.  Dia lalu menoleh pada Chaeri, “Unnie, bagaimana kalau kita makan dulu, sambil menunggu Hanna selesai audisi?”

Chaeri mengangguk, “ayoo.”

Kedua gadis itu berjalan meninggalkan area luar kantor SMent menuju café yang terletak disebrang kantor itu, sementara dari atap gedung kantor SMent. Pemuda yang tadi bermasalah dengan mereka, memperhatikan.

“Mereka seperti gadis kembar…” gumam Cho Kyuhyun, nama pemuda itu.

–THE END–

Yakk~ akhirnya tamat jugaaa..

Puas gak? Puas gak?

Klo ada tyhpo maklumin az yeee… ngerjainnya buru2 nih *lahh buru2 kok jadinya lama bener?*

Maksudnya, aq sempet mikir beberapa ending smp akhirnya nemu ending kyk gini…

Ada chaeri mati, koma, cacat, dll. Karena aku gak suka sad ending, jadiii… muter otak biar jadi happy…

Dan akhirnyaa.. SELESAI….

Puas gak puas, aq masa bodo dehh.. yg penting makasih banget dah masih mau baca+ komen…

Sarangheyoooooo……

100 thoughts on “Chocolate In Love (Chap-15/ Final Chapter)

  1. KYAAAAA….
    udah publish toh dari kemaren….*cipok mit” oenni*
    setelah menunggu 53 hari…akhir’a END juga…*nari keliling dorm SJ*
    oenni…AKKU SUKAAAAAAAA*wink*…..
    kyu sama chaeri udah ngelakuin ‘itu’ toh….hahaha…kyu nepsong ih O.o
    aigoooo…kasian c’ikan teri musti putus sama hanna…T___T…
    alhamdulillah y…sesuatu…nanhee insyaf juga(?)udah sama taemin z lah…

    POKOKNYA DAE TO THE BAK^^
    *kasih jempol anak” SJ bwt oenni*

  2. eonnie….
    endingnya kenapa begini >,<
    kalo menurut aku terlalu dipaksa utk selesai. padahal sptnya msh bisa jadi bbrp part.
    tp gak apalah.. daripada kelamaan nunggu #ditampol

    • haha~ tau az lu klo aq dah males lanjutin nih ff, makanya endingx dipaksa abiss di part ini..
      klo mw ngeluarin smwx sihhh.. bisa2 malah ada chap ke 16, drpd chap ke 16 bkl gak jelas di pub kpn, mending aq cut cut cut ampe disini az.. hohoho
      mianhae
      *keliatan bener authorx gak niat* #plak

  3. Aaaaaaaa kereeeeeeen, 10 jempol buat authornya ◦°◦”̮♡hϱ♡hϱ♡hϱ♡”̮◦°◦
    Gilaaa endingnya ak suka, rada nyesek klo tiba2 sad ending…..
    Eh, kyu ‘ngelakuin’ itu pas dtangga, aaah kiraen cm cipok2an aja, wah wah pergaulan bebas nie kalian (⌣́_⌣̀)
    aaaah sayang sekali ya chaeri ga bsa mewujudkan impiannya, aaah cob klo terwujud atu ya, pst seneng dech…….

  4. ketinggalannnnnnnn ><
    untung nanheenya sadar iya sih gak mungkin dia tenang udah bikin bibi celaka, da kah sekuel khusus nanhee taemin?????

  5. jujur aja.. GAK RELA FF INI TAMAT😦 #huweeeeeeeeeeeeeeee
    tapi mau gmna lagi ya eonn?? keputusan ada ditangan authornya.. *lirit mitmit eonni😀 #plak! sok kenal😀😀

    KEREN BGT!!!!!!!!!!!!!!!
    part ini bikin aku senyam senyum sendiri!! DAEBAK…BAK..BAK!!!!😀😀

    pokoknya ditunggu FF yang lain.. terutama yang cast nya KYUHYUN-CHAERI🙂
    sukses terus bwt eonni😀

  6. aku kok ngerasa ada yg kurang gt rasa y sama ff ini,,,, udah lama d nanti n baru nongol kyk.y kurang memuaskan,,,, klobdi liat dr part2 sebelum2 y itu daebak bgt apalagi konflik y yg bikin muter otak,,,,, maaf ya authot aku cuma ngutarain perasaan aku abis baca ff ini aja Selebih y keren kok apalagi part2 sebelum y daebak bgt dah……
    tp aku senang ini d buat happy ending kasian jg mereka b’2 apalagi chaeri udah menderita bgt……
    akhir y tamat jg nih ff,,,,, d tunggu karya lain y…..
    ps: jgn marah ya dengan kata2 komen aky,,,, aku emang ngak bisa nulis jd aku cuma penikmat ff n MIAN. ….

  7. daebak abis dweh unnie…
    w ska ending nya…
    tp syang hyuk oppa napa pts ma hanna jdi kasian gara2 ga jdi ma jong souk klie yah..
    jgn dendam donx hanna..
    sequel nya dund unnie

  8. Onnie aku suka banget jalan ceritanya seru,.semua nya terlihat nyata..
    Hebat,.aku udh beberapa kali baca n gk bosen..
    Aku jg ru berana komen hri ini..
    Thor keren lw ni di bkin drama aku dukung banget..hehe
    keren thorr..

  9. Sequelnya mana ?!
    Ini cerita udah paling mix feeling deh, tapi happy ending \(´▽`)/ \(‘-‘\) (/’-‘)/ \(´▽`)/ ! Bahagia …
    Buat cerita kaya begini ya tapi jangan angst sama sad genrenya hehehe …

  10. aku reader baru disini
    setelah baca ff ini bener-bener speechless dah ._.v bingung mau ngomong apa,tp yg pasti 2 hari 2 malem aku baca sampe selese,ff ini ngebuat aku ngakak,senyum ndiri,kesal,kecewa,marah,sakit hati,nyesek dan nangis dlm waktu bersamaan. tp aku paling suka kalo tu ff bkin aku nangis. Tp disini slain air mati sukses meluncur aku juga ngrasain kepedihan hati yg dialami masing2 tokoh. Tapi sedikit agak ga nyaman past part awal2 an soalnya banyak kata yg ga baku gitu.. aishh aku bener2 jatuh cinta pada cerita kisah cinta di ff ini thor. Ga bisa ngomong apa2 selain “WOWWWW KEREN!!!” *mian comment panjang,curhat dikit ._.v*

  11. Omonaaa. . .berasa lg nntn drama korea,feel’nya dpt bgt. . .pernah bertemu di masa lalu,ff’nya daebakkk !!!

  12. Wohoooooo
    Annyeong chingu
    Rini iimnida
    err maap cuma koment di part akhir soalnya kalau uda penasaran mau gimana lagi

    ehem
    chingu kau daebak
    sukses mmbuat aku nangis di 2 part saat mrka putus
    sakitnya perasaan mrka terbawa ama aku hahaha
    aigooooooo
    akhirnya mrka mnikah dan akhirnya ChaeRi hamil
    hubungan yang berawal dari kepura2an berakhir manis
    dan ooh sepertinya Cho Kyuhyun dan Park Chae Ri mmng ditakdirkan untuk bersamaa
    aaah so sweeeeet

    daebak ^^

  13. Aku kembali membaca FF ini, salah satu FF series kesukaanku. Aku lupa apa dulu aku pernah meninggalkan jejak di sini tapi yg pasti aku suka sekali sama chemistry yg dibangun di cerita ini. Semuanya dapet.
    Ide cerita yg sebenernya mainstream tp bs jd sesuatu yg luar dari biasanya stelah dipermak sedemikian rupa.
    Great job! ^^

  14. waaaa begitu ceritanya wkwk pantes aja kan chaekying niruin gayanya chaeri haha xD kren bingits ffnya aku suka jalan ceritanya. taoi ada dibeberapa part penggunaan bahasanya kurang aku suka. seperti di part prtama kalo mereka ngobrol bahasanya jadi aga aneh. bahasa gaul sehari2 kalo di indonesia. .wkak

  15. Huah sungguh melegakan. Thor ada banyak yg mau ku blg sankinkan seneng nya tapi gk tau gmn cra blg hal yg banyak itu kekeke ^^ intinya ff ini sangat membuat jantung olahraga(?) Wkwkw eonni annyeong. Tunggu aku di comen ff selanjutnya. Berhubung ini sdh mlm jd sya akan memimpikan cho kyuhyun sekeluarga(?) Beserta author juga😀 ♥

  16. DAEBAKKKKKKKKKKKKKK

    FF NYA KEREEEEEEEEN ABISSSSSSSSSSS KAGAK NAHAN WUYY,, NGURAS TENAGA BANGET PAS BACA NI FF DARI AWAL AMPE AKHIR.. FF MY SUKSES BIKIN AKU NANGIS GULING-GULING THORRRRRRRRRR.. KU TUNGGU KARYA-KARYAMU SELANJUTNYA.. #capslock jebol😄

  17. ini ff recommended bnget! arghh g nyesel baca nih ff.. suka bnget,ringan ceritanya, feel nya dpet suka deh pkknya haha sukses thor buat aq nangis d part 14^^

  18. Mereka rupanya yadongan di tangga darurat, gue kira cuma ciuman aja, pantas aja desahannya sampe kedengaran sm Nanhee😀 Ternyata alasan ke-4 member itu canggung sm Chaeri cuma krn itu, pantas aja agak heran gitu lho, soalnya kan Siwon pergaulan bebas, eh maksudnya mudah bergaul, ramah-_-
    Nanhee insyaf jg, tu anak ngeselinnya minta di pukul pake centong nasi.
    Part tersedih adalah pas KyuRi putus di hotel, sedih jg krn mereka gagal yadongan disitu ← anjir😄
    FF ini membuat perasaan campur aduk, membuat perut sakit krn ketawa. Walau end-nya emg maksa bgt. Dan Chaeri bikin gedeg krn susah bgt maafin Chae Kyeong.
    Paling suka sm 8 years ago, senang liat Chaeri & Chae Kyeong msh akrab²nya. Dan ternyata pertemuan Kyu sm kedua cewek itu adalah di SMEnt. Hanna emg ga lulus audisi ternyata wkwk. Love ya thor, FF yg ringan tp membahana!

  19. kyaaaaaaa….happy ending…\^o^/ aq sukaaaaaaaa ^^…
    kyu appa,chukae bntar lg jd appa..^^
    thnx bgt udh ngijinin buat baca ff yg keren ini..^^
    n for my “the one and only” cho kyu,,u r the best :* ~saranghae ♥

  20. wah akhirx happy end juga. dan ngk nyangka ternyata dulu mereka pernah bertemu..
    maaf juga ngk bisa coment di semua chapterx.

  21. Kyaa Happy End , Kren mntep dah End nya
    Ciee jd CaeKyeong sma Chaeri udh pernah ktmu sblm dan blm kenal wkwkwk
    Ddaebak lah Author-nim

  22. Hi thor aku reader baru. Sorry baru coment di last part habis aku pikir nanggung kalo di awal hehehe. Ffny keren thor aku sama sekali gak nyangka kalo ceritanya bakal gini, aku kira klonfikny cuma seputar pacaran pura” aja. Pokokny daebak deh thor, walau agak kecewa karna chaeri melakukan ‘itu’ sebelum married tp gpp lah. Sekian dulu dan salam kenal🙂 hehe

  23. Ff nya kereenn. Tapi aku bacanya udah telat dan langsung ke part akhir juga. Hehe.
    Alasan konyol, cuma pengen memastikan, happy ending atau enggak,, cz aku bakal bahagia juga kalau Kyuhyun diakhir juga bahagia. Yey!!
    Klau udah gini, aku bakal tenang baca part lain, meski nanti ada yg ‘greget’. Udah ada jaminannya :v
    Smangat buat karya lainnya, n salam kenal🙂

  24. Huaa.. Udah gk terasa waktu nyampe end.. Maaf eonn cuma bisa coment di part 15. Soalnya klo coment di part” sblmnya.. Kayaknya nanggung. Mana kuota udah nipis lagi ..hihi ^^

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s