Happy Ghost [Part I]


Nih FF dibuat Diya tahun 2010, seperti biasa aq udh minta ijin bwt di publis disini, sekadar share doang sihh sekalian aku lagi kangen banget ma Heechul dan pasanganya (Hankyung) yang udh pisah 2 tahun lamanya… hikss~

baca FF ini jadi keinget masa-masa pas Gege pergi begitu az… apalagi tgl 11 januari ni GDA… aq jadi makin ingat mesranya HanChul couple pas GDA 2009, momentx indah banget dahhh.. Ya sudah daripada ntar ngegalau gara2 critaku yg terkenang masa lalu, baca az langsung FF ini…

Oke Cap Cusssss

Author: Diyawonnie

Cast : Kim Heechul, Hankyung and Other Super Junior Member

Leigth : 3 part

Genre : Friendship, Humour

Rated : General

 

Super Junior’s Dorm, Korea – Day

“Hankyung-ah, aku sudah memproklamirkan kalau kau adalah pangeran China, maka akulah putrinya. Bagaimana menurutmu?” Tanya Heechul riang.

Hankyung menoleh kemudian tersenyum, “Asal itu membuatmu senang, tak masalah bagiku.”

“Benarkah? Mmm… Kalau aku menulis lagi di minihompy-ku seperti, ‘aku senang Hankyung menerima cintaku’, bagaimana menurutmu?”

“Kubunuh kau!” sahut Hankyung seraya bangkit dari sofa dan pergi menuju dapur untuk mengambil minum.

“Aish, bajingan ini… Cheongmal…”

“Chullie, ayo kita makan di luar!”

“Nggak mau. Kamu bikin nasgor Beijing aja!”

“Ah, males. Ayo cepat pakai mantelmu!”

Bukannya berdiri bersiap pergi, Heechul malah tiduran di sofa.

“Chullie, BURUAN BANGUN PEMALAS!!!” teriak Hankyung seraya menepuk bahu Heechul yang wajahnya tiba-tiba pucat. “Chullie!” panggil Hankyung kaget.

Heechul tak menyahut. Bibirnya yang sudah membiru  gemetar hebat. Tangan dan kakinya sudah sangat dingin untuk ukuran manusia normal.

“Heechul-ah, kau kenapa?”

Heechul memaksakan diri untuk tersenyum, “Na gwaen…chana…”

“Jangan bohong!”

PLEK, kepala Heechul terkulai lemah di tangan besar Hankyung.

“Heechul-ah, andwae! Heechul, HEECHUL-AHHHHH~~”

__________

Super Junior M’s Dorm, China – Morning

“HEECHUL-AH!!!” Hankyung berteriak dan tersentak dari tidurnya.

Hyung, kau tak apa-apa?” Semua member Super Junior M berlarian menghampirinya.

“Kim Hee…chul…,” ujarnya terengah-engah.

Siwon duduk di sampingnya dan meremas pundak hyung yang paling disayanginya itu, “Hyung, kau memimpikannya?”

Hankyung mengangguk, “Persis di saat kematiannya.”

“Hyung, kumohon jangan begini terus…”

“Donghae-ya, baru kali ini aku memimpikannya sejak ia meninggal!” bentak Hankyung.

“Bukan itu maksudku. Sudah hampir tiga bulan semenjak Heechul-hyung tak ada, kau jadi kehilangan semangat hidup. Bagi kami kau sudah seperti mayat berjalan. Sorot matamu benar-benar kosong. Kumohon, Hyung, kembalilah seperti dulu!”

Hankyung tak mendengarkan perkataan Donghae, dia malah turun dari kasur lantas pergi mengambil handuk. “Cepat bersiap! Kita harus segera ke bandara untuk kembali ke Korea.”

Tepat tiga bulan yang lalu, Kim Heechul member tertua kedua setelah Leeteuk, pergi meninggalkan dunia ini. Tak ada yang tahu kalau selama ini dia menyembunyikan penyakitnya itu, bahkan pada keluarganya. Ia simpan semuanya seorang diri. Ia mengembuskan napas terakhirnya di tangan sahabatnya sendiri, Hankyung. Hal ini tentu saja membuat Hankyung menderita. Dia belum siap kehilangan makhluk paling unik itu.

Hari ini kelima member Super Junior M kembali ke Korea tanpa Henry dan Zhoumi. Sepulang dari bandara, mereka kecuali Siwon, langsung pulang ke dorm.

Di sana keadaan semakin sulit bagi Hankyung. Baru kali ini ia kembali ke dorm setelah sepeninggal Heechul. Karena setelah pemakaman tiga bulan lalu, ia memutuskan untuk berkonsentrasi bekerja di China. Tapi kali ini, ia kembali dipaksa melihat sofa putih tempat Heechul meregang nyawa.

“Hankyung-ah,” teriak Leeteuk gembira menyambut dongsaengnya.

Hankyung tersenyum simpul lantas memeluk Leeteuk dan masuk ke kamarnya. Di sana ia langsung berbaring dan menangis. Hidup di Korea lebih sulit karena terlalu banyak kenangan antara dia dan Heechul. Ia mendongak dan menemukan sebuah bingkai foto pemberian fans di atas meja kecil samping kasur. Di foto itu dia dan Heechul tengah berangkulan sambil tertawa lepas. Dia tak kuasa menahan tangisnya.

“Hankyungie,” suara selembut beledu memanggil nama Hankyung.

Hankyung menoleh mencari asal suara, namun tak ada siapapun di kamarnya. Lantas ia melap air matanya dan keluar dari kamar.

“Ada yang memanggilku?” tanyanya pada Leeteuk dan Donghae.

Mereka berdua menggeleng. “Kami mau pergi cari makan. Kau ikut tidak?” Tanya Leeteuk.

“Tidak. Aku di dorm saja.”

Hyung hati-hati, kami akan segera kembali dan membawakanmu makan malam,” ujar Donghae. Mereka berdua pun pergi.

Hankyung berniat kembali ke kamarnya, namun ujung matanya menangkap pintu kamar Heechul. Rasa penasaran menyerang dirinya, ia rindu pada pemilik kamar itu. Tanpa pikir panjang, ia menghampirinya dan memutar kenop pintu.

“Heh babo, kau tuli ya? Kupanggil dari tadi tak menyahut,” umpat Heechul yang tengah asyik mengukir kuku tangannya di atas kasur.

“CHULLIE???!” teriak Hankyung syok, “Bukankah kau sudah…”

Heechul melempar alat ukir kukunya ke sembarang tempat dan melayang menghampiri Hankyung, “Belum pernah lihat hantu? Sekarang kau sudah lihat kalau begitu.” Kemudian dia melayang lagi dan mendarat di depan sebuah cermin besar, “Film-film itu bohong! Mereka bilang kalau bayangan hantu itu tidak terpantul di cermin, tapi buktinya aku bisa bercermin. Omo~ Tak ada hantu setampan diriku. Iya kan, Hankyungie?”

Hankyung tak menjawab. Mulutnya terbuka, matanya melotot, dan napasnya tersengal. Heechul segera melayang secepat kilat mendekatinya, “Kau kenapa? Sekarat? Mau menyusulku?”

Hankyung tersadar dan mengerjap-ngerjapkan matanya tak percaya, “Kenapa kau bisa di sini?”

“Ah, sial masih hidup. Kukira mau mati juga! Memang kenapa, tak suka aku ada di sini? Bukankah kau menderita aku tak ada?”

“Kenapa kau bisa di sini?” ulangnya.

Heecul memutar bola matanya kesal, “Karena aku mengkhawatirkanmu. Tiga bulan ini kau bekerja sangat keras tanpa memedulikan kesehatanmu hanya untuk mengalihkan pikiranmu dariku. Iya kan?”

“Jadi kau ke sini untuk…”

“Menemanimu…”

“Benarkah? Aaahhhh… Heechul-ah, bogoshipo!” teriak Hankyung seraya memeluk Heechul dan mengangkatnya tinggi-tinggi. “Hya, kau ringan sekali.”

“Sebelum memutuskan untuk bertemu denganmu, aku kan diet dulu.”

“Memang hantu bisa diet?”

Heechul mengangguk, “Aku mati-matian nahan nafsu untuk nggak makan kembang kuburan!”

Hankyung tertawa lepas, “Dasar babo!”

__________

Leeteuk merebahkan diri di sofa. Matanya mengantuk setelah perutnya diisi. Sedangkan Donghae langsung menuju kamar Hankyung untuk mengantarkan makanan yang mereka pesankan untuknya. Setelah membuka pintu kamar Hankyung dan tidak mendapati orang yang dituju, Donghae segera berlari menghambur ke arah Teuki yang sedang rebahan.

Hyung! Hankyung-hyung nggak ada di kamarnya!” teriaknya panik.

Teuki membuka sebelah matanya, “Biasa ajah kaleee! Emangnya dia batita? Coba cari di toilet atau di mana kek. Sempit banget pikiranmu!”

“Aish~ Kasar banget sih, Hyung! Begini nih kalo udah mabok. Mabok janda!!!”

“LEE DONGHAE!!!” teriak Teuki kesal, namun matanya tetap terpejam.

Donghae mencari Hankyung ke seluruh pelosok dorm, tetap saja ia tak menemukannya. Ia mulai putus asa dan cemas. Lalu ia melirik pintu kamar Heechul.

Tinggal kamarnya Heechul-hyung yang belum dicek. Tapi masa iya sih Hankyung-hyung ada di sana. Haduh, periksa nggak ya? Serem banget! Batin Donghae.

“Aku pulang,” sapa Shindong. Donghae segera menghampirinya.

Hyung,” panggilnya, “Hankyung-hyung menghilang.”

“Eh, bocah ini sudah pulang dari China rupanya.”

“Siapa yang bocah?!” protes Donghae.

“Kau, siapa lagi? Di dorm ini yang paling bocah kan kau! Uri Kyuhyun kan di dorm bawah!” Shindong meletakkkan tasnya di samping sofa. “Buset dah… Si Teuki-hyung gaweannya mabok-mabokkan mulu. Btw, siapa tadi yang menghilang?”

“Hankyung-hyung… Aku takut dia melakukan hal bodoh. Soalnya tadi pagi sebelum kembali kemari, dia memimpikan Heechul-hyung. Udah gitu ngomel-ngomelin aku lagi.”

“Sukurin! Pasti kamu bawel. Kamar Heechul-hyung udah diperiksa belum?”

Donghae menggeleng, “Aku takut. Hyung, menurutmu arwahnya Heechul-hyung gentayangan nggak?” Donghae merapatkan posisi berdirinya ke tubuh Shindong karena takut.

“Wah, kalau aku sih malah berharap banget dia gentayangan. Dorm ini sepi banget soalnya.”

Hyung ngomong sembarangan ih! Ya udah, kalau gitu yang ngecek kamarnya Heechul-hyung ya Shindong-hyung aja, ya?” rayu Donghae.

“Hihihihi~” Terdengar suara cekikikan dari arah kamar Heechul. Dengan refleks, Donghae langsung melompat ke sofa menindih Teuki.

“HYAAA, Lee Donghae bocah ikan!!!” teriak Teuki. “Bisa diam tidak?!”

Hyung, makanya sadar dong! Jangan teler mulu. Udah tahu keadaan lagi genting begini. Barusan ada suara cekikikan dari kamarnya Heechul-hyung,” jelas Donghae seraya memegang kedua pipinya.

Teuki bangkit dan berjalan menuju kamar Heechul sambil terhuyung, kemudian membuka pintunya. Matanya membelalak ketika dilihatnya Hankyung tengah memakai baju perempuan. “Hankyung-ah, neomu yeppeo,” ujar Teuki sambil cegukan, masih di bawah pengaruh soju.

Shindong dan Donghae datang menyusul.

“Aku cantik, kan? Heechul yang mendandaniku. Ya, kan Chullie?” sahut Hankyung  lantas bertanya pada kursi kosong di sampingnya.

“Hahaha~ Kamu minum soju berapa botol? Aku habis tiga botol lho. Kamu lebih parah Kyungie!” curhat Teuki.

“Aku nggak minum!”

Donghae dan Shindong mengerutkan dahi dan saling berpandangan, kemudian mereka menaruh telunjuk mereka di dahi.

“Chullie, sudah malam. Aku ke kamar ya. Giliranmu dong yang ke kamarku. Oke?”

Donghae, Shindong, dan Teuki sama-sama mengerutkan dahi.

Hyung, kau bicara dengan siapa?” Tanya Shindong.

“Dengan Heechul. Memangnya kalian nggak lihat dia, ya? Padahal badannya udah segede babi gini… AWWW…,” Hankyung memegangi kepalanya.

Hyung, kenapa?” Tanya Donghae cemas.

“Si Chullie nih ngamuk aku ejek babi. Dia jitak kepalaku!”

Donghae berbisik pada Shindong, “Penghuni dorm ini yang waras tinggal kita ya, Hyung?” Ia melirik kursi kosong yang dipakai Hankyung bertanya tadi lalu bergidik dan segera berlari ke kamarnya. “Teuki-hyung, malam ini tidur di sofa aja! Aku nggak mau hyung gerepeh-gerepeh badan aku karena dikira cewek. Aku udah kapok sering banget jadi korban kemabokkanmu! Oke?”

No problemo, Donghae sayang. Hahaha~” sahut Teuki sembari berjalan terhuyung menuju sofa.

__________

Keesokan paginya…

“Chullie, kita mau ke SM. Ikut yuk!” ajak Hankyung.

“Oke… Eh Hankyung, gendong aku! Aku mau mandi.”

“Mana ada hantu mandi!”

“Ada dong! Cuma aku satu-satunya hantu yang selalu rapi, bersih, wangi, dan tampan!” Hankyung tak punya pilihan lain. Ia segera menggendong Heechul karena ia menerima ajakannya untuk ikut ke kantor. “Aku kangen sama Jessica. Eh btw, kalau aku gentayangin dia, bagaimana menurutmu?”

Hankyung memutar kenop pintu dengan Heechul di punggungnya, “Jangan macam-macam! Masih syukur Tuhan mengizinkanmu gentayangan di sini.”

“Aihhh… Kyungie cemburu. Senang mendengarnya. Baiklah, aku takkan macam-macam,” ujarnya seraya mengeratkan pegangannya ke leher Hankyung.

Aish, bocah ini salah paham! Batin Hankyung.

Hyung, kau kenapa? Kok membungkuk seperti itu. Sudah mulai osteoforosis ya?” Tanya Donghae saat melihat Hankyung keluar dari kamar.

“Aku gendong Chullie tahu!”

Hyung, Heechul-hyung itu udah nggak ada!”

“Iya tahu. Dia udah meninggal. Yang aku gendong ini hantunya!”

Spontan Donghae langsung mundur ngesot. “Aku…aku…pergi duluan, Hyung. Annyeong!”

“Pengecut banget deh itu bocah! Dia pikir aku hantu yang mengerikan? Aku ini hantu paling tampan tahu!”

“Sudah sampai kamar mandi, nih. Buruan mandi sana!” Hankyung menurunkan Heechul dan berbalik hendak keluar kamar mandi.

“Kau mau kemana? Mandi ajah bareng aku!” ajak Heechul.

Hankyung berbalik dan membuka bajunya, lantas ia lemparkan baju itu ke wajah Heechul. “Ogah! Kau pikir aku ini cowok apaan?!”

“Cieee, manisnya kalau lagi marah. Nggak jadi deh mandinya. Kau saja yang mandi! Aku mau buat sarapan saja.”

Heechul melayang dengan riang menuju dapur meninggalkan Hankyung yang termangu memandangnya. Baru kali ini ia sibuk di dapur tanpa dihantui jadwal yang padat. Sambil bersenandung ia mengambil sekotak sereal dari dalam lemari dan menumpahkannya ke dua buah mangkuk. Kemudian ia membuka pintu kulkas dan mengambil susu. Saat pintu ditutup, muncul Teuki yang sedang menguap. Heechul berteriak kaget.

“Sial! Sebenarnya yang hantu itu dia atau aku sih? Kenapa malah dia yang bikin aku terkejut?!” protes Heechul.

Teuki yang tidak bisa melihat Heechul, dengan santainya menggucek mata kemudian membuka kulkas dan mengambil air mineral. Saat menaruh air itu di meja, ia melihat ada dua mangkuk sereal dan langsung menghabiskan keduanya.

“HYAAA, JUNGSOO! ITU PUNYAKU DAN HANKYUNG!!!” teriak Heechul kesal.

..to be continued..

 

12 thoughts on “Happy Ghost [Part I]

  1. satu kata NGAKAK ! HAHAHA

    Yaoloh, kasian si chullie, udh cpek2 bikin, malah diembat sma angel teuki, teuki jahat deh, ckck

    Di lanjut yah thor ,, penasaran.. Hihihi =D

  2. Ahh,,, diya oen paling bisa tuhh klo bikin FF lain dr yg lainn,,, Ide ny add aj,,hehehe

    Mitha Oen,,, sumpahhh,, ini Kocakk abisss,,, Aku juga mau tuhh digentayangin sama Chullie oppa,, dan astaga,,, Teukkie oppa mabuk Janda??? Sejak kapan??,,kekeke

    Hmm,, biarpun ngakak-ngakak,, pas udd bacanya jd sedih inget Hankyung Gege,,, woaa,,, Miss to Hanchul,, #kayaknya lebih tepat Hanchur tuh couple,,

  3. Kaget…
    Kaget banget pas dapet kenyataan kalo heenim mati…
    Jd itu alasannya ntu judul…

    Tp bener deh…ini kocak abis..
    Kkk…
    Lanjot ah..

  4. dari bau”nya ff ni berujung sad story deh .. *readers sotoy hahaha ..
    yay .. ketemu ff diya jumma di mari .. (^.^)v aku readers lovers-nya diya jumma lo eonn.. thank to mitha eonni,.. muah..muah..

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s