Happy Ghost [Part III/ Last Part]


Author: Diyawonnie

Cast : Kim Heechul, Hankyung and Other Super Junior Member

Leigth : 3 part

Genre : Friendship, Humour

Rated : General

STORY

Super Junior’s Dorm, Korea – Evening

Teuki berkacak pinggang, Hankyung menggeleng-gelengkan kepalanya. Sedangkan Donghae dan Eunhyuk duduk bersimpuh dengan kedua tangan ke atas dan kepala menunduk.

“Apa sih yang ada di pikiran kalian? Masa tingkah seorang idol seperti itu? Lee Donghae, Lee Hyukjae, berapa umur kalian?” tanya Teuki tegas.

“Dua puluh empat, Hyung.”

“Apa pantas seorang namja melompat-lompat di atas sofa beradu bantal?” Teuki mulai mengedarkan pandangannya mengawasi ruang tengah yang sudah berantakan penuh bulu yang berasal dari bantal yang Donghae dan Eunhyuk pukulkan untuk berperang.

Donghae menyikut lengan Eunhyuk, menyalahkan sahabatnya itu.

“Bersihkan!” teriak Teuki. “Hyukjae, jangan cari masalah di dorm orang. Balik sana ke dorm-mu!”

Mereka berdua menurut. Hankyung tidak tertarik melihat mereka menyapu, maka dari itu ia masuk ke kamarnya. Pikirannya dipenuhi oleh bayang-bayang Xiao You.

Jika dari dua hari yang lalu dia kemari, mengapa sampai sekarang dia belum juga menemuiku? Ada apa dengannya? Batinnya.

“Hankyung-ah,” Heechul muncul dari balik tembok dan menghambur ke pelukan Hankyung dan menyerangnya dengan kecupan.

“HYAAA, apa-apaan sih ah!” teriaknya seraya melepaskan diri dari Heechul dan melap pipinya.

Heechul melayang-layang sinting dan gelayutan di lemari, “Aku sudah tahu namanya. Ah, gadis yang manis, cantik, dan lembut. Kalau kau melihatnya…,” ia berpikir sejenak, “…ah jangan deng. Nanti kau ambil.”

“Aish, sudah kubilang aku takkan mungkin menyukai hantu!” Hankyung berbalik menghadap Heechul, “Siapa namanya?”

+++++++

SM Entertainment, Korea – Evening

Yesung tengah merunduk, menenangkan seorang gadis yang tengah berjongkok menundukkan wajahnya menangis di pojokan kantor. Ia iba melihat gadis itu. Gaun putih tanpa lengannya terlihat sangat berkilau di bawah pancaran sebuah sinar lampu. Sudah belasan kali ia pergi bolak-balik dari tempat itu, namun si gadis tetap di tempatnya dan terus menangis.

Agashi, kumohon jangan buat aku cemas! Aku tak tega melihat perempuan menangis. Siapa namamu? Apa ada yang bisa kubantu?”

Gadis itu akhirnya mendongakkan wajahnya. Yesung mematung, ia terpana melihat kecantikan gadis itu. Cuping hidung dan matanya tidak memerah, padahal sudah lama sekali ia menangis. Lantas ia menghapus air matanya. “Yesung-sshi?!” pekiknya.

Yesung mengangguk.

“Berarti kau kenal dengan Hangeng-gege?” tanyanya.

“Tentu saja. Kau kenal dia?”

“Sudah dua hari ini aku mencarinya. Namaku Xiao You, aku sepupunya. Bisakah kau mempertemukanku dengannya? Kumohon!”

Yesung mengangguk, “Ikutlah denganku!”

+++++++

Super Junior’s Dorm, Korea – Evening

“XIXI???!” teriak Hankyung, bibirnya bergetar dan air matanya tiba-tiba meleleh.

“I…iya. Memangnya kenapa?” tanya Heechul takut.

“Pertemukan aku dengannya sekarang juga!”

“Nggak!” Heechul mengentakkan kakinya, “Tuh kan, kau pasti akan mengambilnya dariku.”

“ANTARKAN AKU KE TEMPATNYA SEKARANG JUGA!!!”

Tak ada pilihan lain. Nyali Heechul menciut jika Hankyung sudah marah. Ia tak berani melawan ataupun bicara. Hankyung marah merupakan satu-satunya hal yang paling ia takuti di dunia ini.

Sepanjang perjalanan dari dorm menuju basement, Hankyung tak berhenti menangis. Tubuhnya bergetar hebat. Suara tangisnya tak bisa ia tahan lagi saat sampai di dalam mobil. Raungannya memekakkan telinga Heechul yang sedari tadi mengatupkan mulutnya.

+++++++

Super Junior’s Dorm, Korea – Evening

Yesung mempersilakan Xiao You masuk ke dalam dorm. Ia menyalakan lampu dan segera menuju dapur membuatkan teh hangat untuk Xiao You.

“Aku pulang,” sapa Sungmin. “Ada siapa di dalam?”

“Aku,” sahut Yesung, “Sudah pulang Sungmin-ah? Bagaimana siaranmu?”

Sungmin mengangguk-anggukkan kepalanya, “Lancar, Hyung. Wah, teh apel? Buatku?”

“Enak saja! Ini untuk tamuku tahu.”

“Tamu?” Sungmin mengerutkan dahinya bingung. “Ah ya sudahlah kalau tak boleh minta. Aku mau mandi dulu. Bye, Hyung.”

Yesung menaruh teh itu di sebuah meja kecil di depan sofa tempat Xiao You duduk. Lalu ia berjalan mengambil hpnya dan menekan nomor dorm lantai dua belas.

“Tak ada yang angkat. Mungkin mereka semua sedang pergi.”

“Hubungi Hangeng-gege, kumohon!” pintanya dengan wajah memelas dan air matanya kembali meleleh.

Yesung menurut. Ia menekan nomor Hankyung.

+++++++

Hankyung berlarian di sepanjang koridor kantor SM yang ditemani oleh Heechul. Air matanya masih meleleh. Dengan napas tersengal-sengal ia terus berlarian. Semua lantai dan ruangan sudah mereka periksa, namun hasilnya nihil. Akhirnya mereka menyerah dan duduk di sebuah sofa.

“Biasanya kau melihat dia dimana?!” bentak Hankyung.

Heechul tersentak, “Kau bisa tidak bicara sedikit lembut?”

“Cepat katakan!”

“Tempatnya tak tetap. Ia selalu berpindah-pindah. Memangnya kenapa sih?”

Hankyung menarik napas dalam-dalam, “XIXI ITU XIAO YOU!!!”

Mwo?!” tanya Heechul kaget.

Hp Hankyung bergetar, ia lantas mengambil hpnya dan mengangkat panggilan itu.

Yoboseyo?”

“Hyung, kau dimana?” sapa Yesung.

“Di SM.”

“Cepatlah pulang! Ada yang ingin menemuimu. Namanya Xiao you.”

“MWO?! Baiklah, aku segera pulang.”

Hankyung mematikan panggilan teleponnya dan berlari menuju lift. Heechul dengan gesit melayang menyusul Hankyung.

Sesampainya di apartement, begitu keluar dari lift lantai sebelas ia langsung berlari menuju dorm. Ia tekan belnya tanpa jeda. Yesung membuka pintu dan Hankyung segera menghambur ke dalam.

“Mana dia?” teriaknya. Pandangannya menyapu pelosok dorm. “MANA DIA?!”

Heechul melayang menghampirinya, ia sapukan tangannya pada wajah Hankyung. Sedetik kemudian Hankyung melihat Xiao You tengah duduk di sofa sambil menangis.

“Hangeng-gege…,” Xiao You menghambur ke pelukan Hankyung.

“Xiao You…,” air mata Hankyung kembali meleleh, “…kenapa bisa begini? Apa yang terjadi padamu?”

“Aku dirampok saat akan kemari. Aku melawan perampok itu dan mereka mengejarku. Kemudian aku tertabrak mobil saat sedang berlari. Jasadku sampai sekarang masih ada di rumah sakit. Apa belum ada yang menghubungi keluarga?”

Hankyung mempererat pelukannya, “Sepertinya belum. Xiao You, harus bagaimana aku mengatakannya pada bibi?”

“Kembalikan jasadku ke China. Kumohon…”

“Baiklah…”

Keesokan harinya…

Dengan susah payah Hankyung menyampaikan kabar buruk ini pada keluarganya. Ia kembali ke China untuk mengantarkan jasad Xiao You. Yesung, Heechul, dan Xiao You pun ikut terbang ke sana.

Selama di pesawat, Hankyung terus merunduk. Jerit tangis bibinya masih sangat jelas terngiang di telinganya. Yesung berusaha menghibur dan terkadang membantu Hankyung bagaimana menyiapkan diri ketika berhadapan dengan keluarganya nanti. Walau bagaimanapun, ini semua ada kaitannya dengan dirinya. Xiao You datang ke Korea kan untuk menemui dirinya. Ia sangat ingin sekali bertemu dengan SHINee. Dia meminta Hankyung untuk mempertemukannya dengan boyband ABG tersebut. Selain itu, ia juga sangat ingin berziarah ke makam Heechul, kematiannya membuat Xiao You terpukul.

“Hyaaa, kalian bisa diam tidak? Xiao You, harusnya kau sedih!” teriak Hankyung yang membuat penumpang lainnya tersentak. “Jwaeseong imnida… Jwaeseong imnida…,” ucapnya sambil membungkuk ke berbagai arah.

Xiao You dan Heechul yang tengah asyik melayang-layang berkejar-kejaran langsung membeku. Peringatan Hankyung itu mengingatkan mereka kalau keadaan sedang sangat tak mendukung.

Heechul menarik Xiao You untuk duduk, “Xixi, setelah sampai nanti kau tak boleh menangis, ya! Kan ada aku. Kau harus terus tersenyum. Demi oppa…,” ujar Heechul.

Oppa?” sungut Yesung geli.

+++++++

Super Junior’s dorm, Korea – Day

Heechul melayang-layang penuh kemenangan. Dari satu sudut ke sudut yang lain. Tak hanya ia sendiri, Xiao You pun ikut serta dengannya. Padahal baru saja keluarga Xiao You kehilangan dirinya. Namun rupanya hal itu telah ia lupakan. Ia sangat bahagia karena Heechul memintanya untuk menetap di Korea.

“HYAAA, kalian berdua bisa diam nggak sih?” teriak Hankyung dalam bahasa Mandarin.

Mendapat teriakan seperti itu, Xiao You langsung berhenti melayang dan mendarat di kasur milik Hankyung. Namun Heechul tetap melayang-layang kesetanan.

“Chullie, kau membuatku pusing!” protes Hankyung.

Oppa, turunlah. Lebih baik kita main di luar saja.”

Heechul menurut, ia akhirnya turun juga. Kemudian disambarnya tangan Xiao You untuk membawanya keluar kamar.

“Mau kemana kalian?”

“Jalan-jalan di luar. Habis dari kemarin kau ngomel melulu!” sahut Heechul.

“Hanya berdua? Andwae!” Hankyung melepaskan tangan mereka yang bertaut, “Aku ikut.”

Heechul melongo dan tiba-tiba menyeringai mengerikan, “Hankyungie, kau cemburu ya? Oh, yeobo, tenanglah… Aku masih mencintaimu, kok.”

“Aish, apa-apaan sih kau?” Hankyung berusaha menghindar ketika Heechul mendekat hendak menciumnya. Saat Hankyung lengah, Heechul segera menarik Xiao You menembus tembok. “Hyaaa, kalian… Aish!!!”

+++++++

Donghae membuka pintu dorm ketika berhasil membuka kuncinya. Ia menyalakan lampu dan masuk ke dalam. Hatinya terasa senang sekali begitu melihat sofa putih yang terlihat sangat nyaman. Ia lempar tasnya ke sembarang tempat, lalu merebahkan tubuhnya di sofa tersebut.

“HYAAA, bocah ikan sableng! Tas bututmu menimpuk kepalaku!” teriak Heechul seraya meringis kesakitan. Donghae yang tak bisa mendengar Heechul, tetap asyik memejamkan matanya. Lantas terbesit di otak Heechul untuk menjahili Donghae. Ia mengambil earphone milik Donghae dan menaruhnya di telinga dongsaengnya itu. Kemudian dia ambil ipod dari saku celana Donghae untuk membesarkan volumenya.

“Sedang apa kau, Hyung?” sela Yesung.

“Aish, bocah tengik ini menganggu saja!”

“Siapa yang kau panggil tengik?!” protes Yesung berang.

“Siapa lagi?!”

Donghae bangun karena merasa terganggu oleh teriakan, “Hyung ngapain sih teriak-teriak?”

“Siapa yang terak-teriak, aku sedang berlatih menyanyi,” elak Yesung kikuk.

Donghae melirik Heechul, “Aaaaaa~~~,” ia jatuh terguling dan ngesot menjauhinya, “Kenapa… kenapa ada Heechul-hyung?”

“Kau bisa melihatku?” tanya Heechul kaget.

Hyung, bukannya sudah di neraka? Kenapa mampir lagi kemari?” tanya Donghae tak sopan membuat Heechul naik pitam.

Mworago?! Dasar bocah Mokpo ingusan. Kemari kau! Kucocok hidungmu dengan kaos kaki Hyukjae!” Heechul melayang-layang mengejar Donghae yang lari terbirit-birit, sedangkan Yesung geleng-geleng kepala melihat tingkah mereka.

Xiao You keluar dari kamar Hankyung. Ia melayang lesu dan mendarat di sofa. Yesung heran melihatnya. “Kau kenapa, Xixi?”

“Hangeng-gege…,” Xiao You tak melanjutkan kata-katanya, ia malah menangis.

Yesung iba, ia menghampirinya dan ikut duduk di sofa itu, “Kalian bertengkar?”

“Dia menentang hubunganku dengan Heechul-oppa.”

MWO?! Jadi kalian beneran pacaran?”

“Malah kami mau nikah, Oppa!”

“NIKAH?!” Yesung mebelalakkan matanya yang sipit itu. “Memang bangsa hantu ada KUA-nya, ya?” gumamnya lirih.

+++++++

Tiga bulan kemudian…

Heechul dan Xiao You resmi menjadi suami-istri. Hankyung sebagai pendamping mempelai wanita tak henti-hentinya menangis. Selain itu, Yesung yang berdiri beberapa meter di belakang mereka berlaku sebagai saksi. Sedangkan Donghae tak pernah berdiri jauh-jauh dari Yesung. Ia terus merapatkan tubuhnya ke tubuh hyungnya itu. Hadirnya ribuan hantu yang diundang Heechul benar-benar membuat nyali Donghae menciut.

“Aaahhh~ Akhirnya aku punya istri juga. Annyeong haseyo, kakak ipar!” sapanya pada Hankyung yang dibalas gidikkan hebat darinya.

“Xixi, kenapa menikah dengannya?” rengek Hankyung masih belum rela.

Gege, kenapa masih saja dibahas?”

Heechul datang mendekati Hankyung dan merangkulnya, “Yeobo, jangan cemburu begitu dong! Heekyung masih tetap mengudara, kok.”

“Mengudara? Cih, babo!” ejek Yesung.

Hyung, ayo pulaaangggg,” rengek Donghae saat beberapa hantu gadis mendekatinya, “HYUUUUNGGG…”

“Mereka fansmu, Hae,” ujar Heechul semangat.

“Aniiii… Ayo pulang, Hyung!” Para gadis-gadis hantu itu mulai mengerubungi Donghae, “HYUUUNG, toloooongggg!”

Yesung segera menarik Donghae dari kerumunan hantu. Ia menyeretnya keluar gedung yang belum jadi itu yang disulap menjadi tempat resepsi pernikahan.

Heechul berteriak, “Kami pergi bulan madu keliling dunia. Setelah anak kami lahir, barulah kami kembali!”

Yesung menoleh, “Anak? Itu artinya akan ada Heechul generasi berikutnya? OMO~”

Kaljima! Kaljima!” pinta Hankyung.

“Kami harus pergi. Annyeong haseyo, yeorobun,” pamit Heechul. Mereka pun melesat melayang-layang di udara semakin menjauh.

+++++++

Satu tahun kemudian…

Hankyung kembali ke masa-masa saat Heechul belum comeback menjadi hantu. Tatapan matanya kosong, hatinya pun kosong. Sama sekali tak ada gairah hidup meskipun member Super Junior lainnya berusaha menghiburnya mati-matian. Heechul… Tak ada yang bisa menggantikan posisinya di hati Hankyung. Dia merindukan sosok bawel itu.

BUK!

Sebuah bola berhasil mendarat di bahu kanan Hankyung yang tengah melamun di ruang tengah dorm. Terdengar bunyi gerusukan rusuh. Yesung dan Donghae berlarian masuk ke dalam.

“Kabar duka,” teriak Yesung.

Mwo?” sahut Hankyung lesu, ia mengambil bola basket yang tadi mengenainya, “Kalian jangan main bola di dalam ruangan!”

Yesung dan Donghae mengerutkan alis mereka, “Kami tidak main bola.”

‘’Begini, Hyung. Tadi saat Donghae akan pergi ke mini market, ia melihat…”

ANNYEONG HASEYO…”

Hankyung menoleh. Sekejap saja air mukanya berubah menjadi ceria, “HEECHUL-AH, XIXI. Aigooo~”

Namun Hankyung, Yesung, dan Donghae dikejutkan oleh sosok kecil berumur sekitar tiga tahunan yang dibawa Heechul. Botak, putih, gendut… “Ahjusshi, annyeong haseyo. Kim Andrew imnida. Bangapseumnida.”

Hankyung, Yesung, dan donghae saling pandang. “Kim Andrew?” sahut mereka bersamaan.

“Hahaha~ Dia anak kami. Dia lahir saat kami sedang di Afrika Selatan. Jadi kuberi nama itu,” Heechul menoleh pada Andrew, “Andrew, kau bisa main dengan Donghae-ahjusshi. Oke?”

“Kenapa aku?” protes Donghae.

Andrew berlari ke arah Donghae lalu menindih dan memukulnya berulang-ulang.

“Mirip Boboho!” celetuk Yesung.

“Dia anak kandung kalian?” Tanya Hankyung tiba-tiba.

Xiao You mengangguk, “Bangsa hantu kalo hamil itu hanya satu bulan. Dan setelah lahir, si anak mengalami masa pertumbuhan ngebut.”

“Masa pertumbuhan ngebut?” sahut Hankyung dan Yesung bersamaan.

Heechul dan Xiao You mengangguk.

Hankyung berjalan menghampiri Heechul, “Jangan pergi lagi! Menetaplah di sini. Aku benar-benar tak bisa kehilanganmu, Chullie-ya. Tak ada yang bisa menggantikan posisimu sebagai sahabatku.”

“Tak akan. Selamanya kami akan menetap di sini.”

HYUUUNGGG, JAUHKAN BOCAH SETAN INI DARIKUUU!!!” teriak Donghae.

The End

5 thoughts on “Happy Ghost [Part III/ Last Part]

  1. hahahahahaha..
    Sbenar’a sedih kalau ingat hee-ppa apalagi han-gege..
    Tpi nie FF bener2 kocak..
    Q ga brenti ktawa..
    Daebak..,
    Gomawo.,

  2. oalah… Endingny lucu bgt diya!! Hahaha
    Hantu bs pny anak toh. brarti, icul ga balik2 lagi k akhirat dong?? #plak
    Tp aku jd bgg. Knp yg bs liat cm yeye sama donghae??

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s