Say I Do (Chapter 3) The Reunion


TITLE : Say I Do (Chapter 3) The Reunions

GENRE : Romance

CAST :

– SHINee Lee Jinki

– Kim Hyun Wa

CAMEO :

– Kim Seon Hwa

– Usaki Kasuko

– Park Eun Hu

– SHINee Kim Ki Bum

– SHINee Kim Jonghyun

– SHINee Choi Minho

– SHINee Lee Taemin

– Super Junior Cho Kyuhyun

– Super Junior Choi Siwon

LENGTH : Sequel

~Hyun Wa POV~

Jinki memelukku sampai aku terangkat beberapa inchi dari tanah.

“Jinki ah…” kataku menyadarkannya.

“Ne?” jawabnya sambil menatap mataku. Dari matanya aku sudah tau bahwa ia belum menyadari perbuatannya.

Aku mendesah. “Aku tak keberatan kau memelukku karena sekarang kau namjachingu ku, tapi, bisa kau turunkan aku?” tanyaku dengan ekspresi yang agak aneh.

Jinki heran. Ia melihat kebawah. Begitu juga denganku. Tiba-tiba ia menolehkan kepalanya dari kakiku ke wajahku dengan cepat sampai aku tidak menyadari bahwa dia akan menoleh ke arahku. Maka,,,…… POP

!!! Lahir lah poppo itu.

“Hyun Wa

yah… kau memberiku… poppo???” tanya Jinki dengan ekspresi wajah yang tidak bisa di baca.

“A…Aniyo…” jawabku gagap. Merasa malu, aku membela diri dengan cepat. “Siapa suruh kau menoleh terlalu cepat? Pipi mu jadi mengenai bibirku kan

?”

“Hyun Wa yah,” katanya sambil memegang tanganku.”Hyun Wa yah… hadap sini dong..” pintanya lagi seperti anak kecil meminta lolipop.

Aku menoleh,dan… POP

!!

Oh tidak! Pipi ku sudah tidak perawan lagi!!! Aku tersadar dengan cepat dan menatap Jinki tajam. “Gara-gara kau, pipi ku sudah tidak perawan lagi! Pipiku hanya untuk pacarku saja tau!” sahutku asal yang penting keras.

“Lah? Aku apa? Siapa suruh menoleh terlalu cepat? Pipimu jadi kena bibirku kan?” jawab Jinki dan mengutip LAGI kalimatku. Dasar tukang jiplak!

Aku tersadar bahwa ia memang pacarku. Aku menunduk malu. (ya iyalah pasti malu!)

“Hayo… malu kan

??” serga Jinki

Aku membalikkan badan. “Nggak tau.. Aku mau ngambek aja.” Jawabku berpura-pura marah.

“Jinjja? Hyun Wa yah, jeongmal mianhae.” Katanya sambil memeluk punggungku dari belakang.

“Lepas.” Jawabku pura-pura ketus.

“Aku mau ngambek aja. Aku ngga mau lepasin.”Jawabnya dengan aksen anak kecil.

Aku berbalik, Jinki meloggarkan pelukannya dan aku mendapati wajahnya terlihat cemas. Ia tak mau melepas pelukannya.

Aku tersenyum. Menyingkirkan rambut yang menutupi matanya dan memeluknya.

“Kenapa kau selalu mengutip perkataanku Jinki yah?” kataku masih dalam pelukannya.

“Ada 2 alasan, akan ku beritahu salah satunya. Karena kata-katamu selalu terngiang di telingaku Hyun Wa yah, dan aku suka.”

“Kapan kau akan memberi tahuku alasan satunya?”

“Jika waktunya sudah tepat.” Jawabnya. “Sekarang masuklah.” Ia melonggarkan pelukkannya.

POP… (tau kan itu suara apa?)

Jinki menatapku heran. “Sampai Jumpa.” Kataku sebelum ia sempat berkata apa-apa. Aku berbalik, hendak membuka kenop pintu.

Hal berikut yang terjadi adalah Jinki menyentakku dan mencium keningku dengan perlahan dan lama.

Begitu ia selesai mencium keningku, ia menatap ke mataku. “Selamat Malam. Mimpikan aku.” Katanya lalu berjalan pergi.

Aku hanya tersenyum dan melambai padanya, lalu membuka kenop pintu dan,…

“Eonni?” tanyaku tak percaya.

Seon Hwa eonni berdiri menyambutku. Di belakangnya berdiri Usaki Kazuko, suaminya.

“Eonni makin gemuk!” seruku.

“Itu karena ia berbadan dua, Hyun Wa

.” Kata Kazuko oppa.

“Oppa!” teriakku sambil memeluk kakak iparku itu.

Wow. Begitu banyak kejadian hari ini. Kira-kira Jinki sedang apa ya? Hei, aku baru saja bersamanya, masa aku sudah kangen? Apa itu artinya…. Aku SANGAT JATUH CINTA padanya???

~Jinki POV~

“Kenapa kau selalu mengutip perkataanku Jinki yah?” katanya.

“Ada 2 alasan, akan ku beritahu salah satunya. Karena kata-katamu selalu terngiang di telingaku Hyun Wa yah, dan aku suka.” Jawabku tersenyum.

“Kapan kau akan memberi tahuku alasan satunya?” balasnya dengan suara meninggi.

“Jika waktunya sudah tepat.” Jawabku. “Sekarang masuklah.”

POP!!

Hyun Wa mencium pipiku. Bibirnya begitu kecil sampai aku hampir tak merasakan popponya. “Sampai Jumpa.” Katanya dan berbalik hendak membuka pintu.

Aku mengambil tangannya,memutarnya dan mencium keningnya. “Selamat malam. Mimpikan aku.” Kataku iseng.

Ia hanya tersenyum dan melambai padaku. Aku melajukan mobilku kembali ke dorm. Sekarang sudah larut malam.

Hp ku bergetar. “Yeobosaeyo Taeminnie?” kataku masih fokus ke jalan sementara telpon ku loudspeaker.

“Hyung, hyung di mana?”

“Aku di jalan. 10 menit lagi sampai.” Jawabku lalu memutus telpon.

****

Di Dorm

Aku membuka pintu dorm, kaget dengan pemandangan sekitar. Semua gelap.

“Apa kaden yang dipikirin manusia-manusia itu? Masa lampu di matiin? Udah tau aku blom dateng!” kataku mencak-mencak sendiri dalam gelap sambil mencari-cari saklar lampu.

Begitu ketemu, aku menekannya, tapi hal pertama yang mampir di pikiranku bukan cahaya lampu, tapi bayangan Hyun Wa saat hari ulang tahunnya.

Aku tersenyum sendiri. Aku masih menatap lantai. Lho? Kok ada tongkat warna putih bentuk nya kayak kaki?

Aku mengikuti arah tongkat itu dari bawah ke atas. Sesampainya di atas…

“WAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!! @#$%^&*()*&^%$#@ ” aku menjerit keras.

Di depanku ada dongsaeng dongsaeng ku. Memakai topeng-topeng ngga jelas. Sukses membuatku berteriak, mereka melepas topeng-topeng sialan itu.

“Wow, hyung. Daebak! Suara hyung tadi ngalahin oktaf suaraku kalo nyanyi.” Canda Jjong.

“Ne. Hyung daebak.. Saengil Chukkae hyung.” Kata Taemin polos.

“Saengil chukkahamnida… saengil chukka hamnida…” mereka mulai menyanyikan lagu ulang tahun itu.

Tiba-tiba, pintu di gedor dengan keras. Seperti ada Atlit Taekwondo sabuk hitam yang akan mendobrak pintu.

Minho dengan santai berjalan ke arah pintu, dan membukanya. Maka, Kyuhyun hyung dan Siwon hyung masuk paksa.

“WOI! SAPA TU YANG BARUSAN TERIAK-TERIAK?????!!!!! Ganggu tau!!!” bentak Kyuhyun hyung.

Semua diam. Hanya Key yang meyikutku

“Jinki sshi.. Aku tau hari ini ulang tahun mu, tapi bisa kau kecilkan dikit suaramu? Aku tak bisa berdoa di dorm.” Kata Siwon hyung.

Kalo cerita ini di buat komik, pasti ada tulisan SHING!!!! Soalnya nggak nyambung banget apa yang di bicarain sama yang terjadi sekarang.

“Mwo? Kau ulang tahun? Kenapa tak bilang?” kata Kyuhyun hyung. Ia mencolek sedikit krim kue dan mengoleskannya dari jidat sampai daguku.

“Hyung!!!” kataku. Aku balas mencolek Kyuhyun hyung, sayangnya, yang kena adalah Minho.

“Ups… Mianhe.” Jawabku.

“Wahahahahaha..” kata Taemin dan Key.

Minho

dengan tenang mengambil kue dam mencolek besar-besar.

Nih, biar semua kena!” katanya sambil berjalan di depan Key,Jonghyun, Taemin dengan tangan penuh krim.

Serentak, kami tertawa, lalu kami berbalik. Menghadap Kyuhyun. Berjalan serempak karena dialah yang memulai perang krim ini. Kyuhyun terkepung. Kami masing-masing memberikan colekan besar. Ternyata benar kata orang. Kyuhyun itu Super Junior Evil Magnae.

Bermenit-menit kemudian, semua orang termasuk Siwon hyung sudah kena krim.Kami berjalan ke kamar mandi dan membersihkan muka.

Di tengah-tengah kegiatan ini, aku mulai memikirkan Hyun Wa lagi. Apa aku SUDAH JATUH CINTA yang dalam padanya ya?

****

21 Desember.

Sudah seminggu sejak hari terakir aku bertemu Hyun Wa. Aku tak ada waktu untuk bertemu dengannya. Akir-akir ini SHINee sangat sibuk. Sekarang 3 hari menjelang Malam Natal, dan aku belum menemukan hadiah natal yang tepat untuk dongsaeng-dongsaengku dan Hyun Wa.

Aku berjalan keluar masuk toko untuk mencari kado yang tepat untuk mereka. Akirnya, aku berhasil mengumpulkan benda benda untuk di jadikan hadiah. Bantal untuk Sleeping King alias Minho. Snow Globe untuk Jonghyun. Jaket Reeb**k (ga boleh nyebut merek ~.^v) untuk Key dan Ransel Reeb**k untuk Taemin. Sedangkan untuk Hyuyu – panggilan sayangku untuk Hyun Wa – belom dapat apa-apa.

Mendadak, terlintas di benakku untuk mengenalkan dongsaeng-dongsaengku pada Hyuyu. Tapi, masa itu saja?

“Onew ah…” kata sesorang sambil menjamah punggungku.

Aku berbalik. Oh Tidak. “Park Eun Hu sshi..” jawabku.Mendadak aku merasa sumpek.

“Aku ingin kembali.. Aku tak tahan lagi.” Katanya tercekat.

“Aku…”

“Aku yakin kau masih sendiri… Kumohon Onew ah..” pintanya lagi.

“Aku tidak bisa..Aku tak punya perasaan padamu lagi Eun Hu sshi.” Jawabku

“Aku bisa menunggu sampai perasaan itu datang lagi. Tetaplah padaku Onew ah.”

“Aniyo… Aku tak bisa. Aku tak sendiri lagi Eun Hu sshi. Aku sudah menyerahkan hatiku pada yeoja lain.” Jawabku.

“Mwo?” katanya shock.

“Ne. Sudah hampir…seminggu dengannya.” Jawabku mantap.

“Andwe! Aku takkan biarkan ini terjadi lebih jauh. Andwe!” jawabnya hampir seperti bentakkan. Ia berbalik dan berjalan cepat.

“Eun Hu sshi!” kataku sambil mengejarnya. Aku harus menyelesaikan masalah ini sehingga tidak terjadi salah paham nantinya.

Aku mencengkram tangannya. Menyentak dan menarik badannya sehingga ia otomatis mendekat padaku. Sangat dekat sampai hidungku hanya berjarak sekitar 15 cm darinya. “Kumohon, jangan lakukan hal bodoh!” pintaku.

“Sudah kubilang kan? Aku akan membuatmu menyesal memutuskanku, dan sekarang kau datang padaku, memohon padaku.”jawabnya dengan senyuman sinis.

“Eun Hu sshi. Kumohon. Sadarlah. Kita sudah selesai. Ayo jalani hidup masing-masing Eun Hu sshi.”

“Andwe. Aku mau hidup bersamamu Onew ah. Aku akui, dulu aku salah, kumohon Onew ah.”

“Kalau kau tak bisa juga berpikir rasional, maka aku akan buat kau tidak bisa melihatku lagi.” Ancamku.

“Aku tak takut.” Balasnya.

“Baik kalau itu mau mu.” Jawabku. Maka, aku meninggalkannya di tengah kerumunan pengunjung mall.

~Hyun Wa POV~

KLIK

Aku bersembunyi di balik pilar. Melihat Jinki mengejar yeoja.

KLIK

Aku melihatnya menarik yeoja itu.

KLIK

DRRRTTT….

Aku mem videokan kejadian selanjutnya. Mulai dari yeoja itu masuk ke dalam pelukan Jinki sampai Jinki pergi.

Cukup sudah bukti untuk hari ini. Semenjak otakku pulih, aku kembali menekuni pekerjaan lamaku. Seorang detektif polisi swasta.

Hari ini, aku berencana membeli hadiah untuk Mal Baek ahjumma, Seon Hwa eonni, dan Kazuko oppa dan, Jinki tentu saja.

Aku terkejut dengan penemuanku. Pada awalnya aku senang bisa bertemu Jinki di sini. Tapi, penemuanku selanjutnya membuatku kecewa.

Aku memang tak tau itu siapa, tapi, yeoja mana yang suka namjachingu nya bersama yeoja lain? Apa lagi kalau yeoja itu tak ku kenal.

Akirnya, aku keluar dari balik pilar dan langsung ke mobil. Sepanjang perjalanan ke tempat parkir, aku menahan tagis. Tapi, setelah sampai di tempat parkir, air mataku tumpah.

Drrrttt… HP bergetar. Telpon Masuk. Jinki.

“Yoboseyo?” jawabku setenang mungkin. Sebagai detektif polisi, tentu aku sudah di beri pelajaran menyamarkan suara.

“Hyuyu~~” sahutnya riang di ujung sambungan.

“Hyuyu?” tanyaku.

“Nama panggilan buat kamu.” Jawabnya tanpa salah.

“Jinki….sshi.. eh,maksudku Jinki yah.. ‘ tanyaku tergagap. “Mana yang akan lebih kau pilih, yeoja chingumu atau mantanmu?” tanyaku.

“Tentu yeojachinguku. Hyuyu yah.. kau meragukan cintaku?” tanyanya.

“A… Aniyo.” Jawabku.

“Bagus. Maka, ku rasa kau akan senang dengan hadiah natalmu.” Jawabnya lalu mematikan telpon.

Aku terdiam sendiri. Menocba melihat dari sisi positifnya. Mungkin itu kerabatnya, siapa tahu kan? Jadi, aku biarkan saja kejadian tadi walaupun bukti tetap tersimpan di memori ponsel.

~Jinki POV~

Aku bergegas ke tempat parkir, di ujung tempat parkir, aku merasa melihat Hyuyu. Tapi, apa benar. Maka, aku menelponnya. Telpon ku diangkat bersamaan dengan yeoja mirip Hyuyu itu juga mengangkat ponselnya. Perkataan yeoja itu sama dengan perkataan Hyuyu. Berarti yeoja itu memang Hyuyu. Aku bergegas menghampirinya. Tapi, nada bicaranya di telpon dan raut mukanya saat ia sampai di depan mobilnya membuatku heran. Nadanya menunjukkan dia baik, sedangkan mukanya seperti menangis..

“Jinki….sshi.. eh,maksudku Jinki yah.. ‘ tanyanya tergagap. “Mana yang akan lebih kau pilih, yeoja chingumu atau mantanmu?” lanjutnya lagi.

Jinki sshi? Bukannya ia memanggilku dengan Jinki yah? Ah… jangan bilang hubungan kami akan berakir secepat ini.

“Tentu yeojachingu ku.” Jawabku “Hyuyu yah… kau meragukan cintaku?”

“Aniyo.” Jawabnya di telpon.

Mendadak.aku merasa, aku tahu hadiah yang tepat untuk Hyuyu. “Bagus. Maka, ku rasa kau akan senang dengan hadiah natalmu.” Balasku dan memutus telpon.

Aku pun melesat ke sebuah toko.

TBC

4 thoughts on “Say I Do (Chapter 3) The Reunion

  1. Yah.. Yah.. Masih anget udah kena konflik..
    Penasaran sama hadiah natal mereka..
    Next chingu.. Aq suka sama ff ini..

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s