ITLE : Say I Do (Chapter 4) The Christmas Surprise


TITLE : Say I Do (Chapter 4) The Christmas Surprise

GENRE : Romance

CAST :

– SHINee Lee Jinki

– Kim Hyun Wa

CAMEO :

– SHINee Kim Ki Bum

– SHINee Kim Jonghyun

– SHINee Choi Minho

– SHINee Lee Taemin

– Hyun Wa Family

LENGTH : Sequel

 

24 Desember

~Hyun Wa POV~

Nanti malam sudah malam natal. Seon eonni dan Kazuko oppa sedang pergi membeli keperluan makan malam. Mal Baek ahjumma masih di kantor. Dan aku di tinggal sendiri dengan seonggok Pohon natal yang harus di hias. Terbesit di otakku untuk mengenalkan Jinki pada Seon eonni dan Kazuko oppa. Maka aku menelponnya.

“Yobosayo Hyuyu~~ ?” sahutnya riang.

“Jinki yah.. aku ada acara makan malam Natal malam ini di rumah. Kau mau datang?” tanyaku.

“Molla Hyuyu… kurasa tak bisa” mendadak suaranya berubah.

“Mmm… kau ada acara nanti malam?”

“Ne.. aku akan makan malam di rumahku dengan keluargaku.”

“Baiklah.. tak apa..” kataku

“Tapi aku akan mengajakmu pergi ke tempat untuk menyerahkan hadiah natal mu.” Katanya dengan nada misterius. “bersiaplah pukul 9 malam. Aku tau agak malam. Tapi aku pasti datang. Aku harus pergi sekarang. Nanti kutelpon lagi.” Jawabnya lalu menutup telpon.

Aku mengernyit heran. Ah, sudahlah! Lebih baik aku ke salon, creambath,meni-pedi,luluran dan memakai baju baru.

 

 

Sudah jam 7 malam. Aku, Mal Baek ahjumma, Seon eonni, dan Kazuko oppa baru pulang dari acara kebaktian.Dan sekarang kami sudah di rumah, bersiap untuk makan malam dan membuka hadiah natal di bawah pohon natal.

Semua makanan di meja adalah buatan Seon eonni. Dalam rangka natal kali ini, Seon eonni memasak makanan ala Jerman. Jadi ada tart Black Forest, daging schintzel dsb yang tak ku ketahui namanya.

 

Setelah makan malam, aku, Mal Baek ahjumma,Seon eonni dan Kazuko oppa berkumpul di bawah pohon natal dan mengucapkan doa. Setelah berdoa, kami mulai membagikan kado. Seon eonni dan Kazuko oppa memberikan sebuah Ipod untukku. Ahjumma memberikan sebuah pigura kaca berukuran 30 cm x 15 cm dengan patung Menara Eifel sebagai penyangga nya.

“Baju Hamil!! Gomawo saeng!” kata Seon eonni saat membuka kado dariku.

“Sepatu nya bagus, makasi ya Hyun Wa

.” Sembur Kazuko oppa.

“Lipstick? Gomawo Hyun Wa.” Kata ahjumma sambil memelukku.

“Piguranya di pake ya.. buat foto-foto mu sama Jinki.” Kata ahjumma.

“Jinki?” kata Kazuko oppa heran.

“Nugu eomma?” serbu Seon eonni

“Tanya saja sama adik sepupu mu itu.” Jawab ahjumma dengan senyum iseng.

“Hayo.. siapa Jinki?!” kata Kazuko oppa dan Seon eonni.

~I KEEP KEEP BLEEDING LOVE………~

Ringtone Bleeding Love Leona Lewis berkoar dari ponselku. Ada

telpon masuk.

“Siapa Jinki?” tanya Kazuko oppa dan Seon eonni ngga mau kalah dengan keras ringtone ponselku.

Aku tersenyum dan mengisyaratkan agar diam sambil aku mengangkat telpon.

 

“Yoboseyo?” tanyaku.

“Hyuyu~~” ucap Jinki riang di ujung sambungan. “Udah siap?”

 

“Sekarang?” tanyaku tak percaya.

“Ne. sekarang sudah jam 9. Kau ada di dalam?”

“Ne. aku ada di dalam.” Kataku sambil melirik ke arah Kazuko oppa dan Seon eonni yang menatapku dengan tatapan ingin tahu.

“Kalau begitu bukakan pintu.” Jawabnya.

Aku segera berlari ke pintu depan, di ekori dengan Seon eonni. Aku membuka pintu dan menemukan Jinki dengan celana panjang putih dan kemeja biru.

 

~Jinki POV~

Hyuyu membuka pintu secepat mungkin setelah aku memberitahu bahwa aku sudah di luar. Ketika Hyuyu membuka pintu, ia terlihat cantik sekali. Rambutnya di sanggul namun masih ada sedikit rambut yang di biarkan menjuntai di depan telinganya. Ia memakai dress putih pas badan berlengan pendek sepanjang mata kaki dan sepatu pemberianku.

Di belakangnya berdiri seorang yeoja yang tampak hamil. Aku yakin itu bukan Mal Baek ahjumma.

 

“Annyeong. Kamu Jinki ya?” tanya yeoja itu.

“Ne.” jawabku sambil mengulurkan tangan. “Jinki imnida.”

“Seon Hwa imnida. Kakak sepupunya Hyun Wa

.” Jawab yeoja itu sambil menjabat tanganku. “Ayo masuk.” Ajaknya.

“Tak usah. Kami mau pergi.” Jawab Hyuyu.

“Oh.Baiklah. Hyun Wa, jangan pulang larut!” kata Seon noona mengancam.

“Kami pergi dulu. Annyeong.” Ucapku sambil membungkukkan badan.

Aku masuk ke mobil dengan Hyuyu dan melesat pergi.

 

Aku membawanya ke sebuah taman yang sudah sepi. Aku menuntunnya ke sebuah bangku dan duduk bersamanya.

“Tutup mata dulu.” Kataku. Ia menurut. Aku meraih benda itu di saku celanaku dan memakaikannya.

“Jinki yah…” katanya saat membuka mata dan melihat benda yang baru kupasang.

“Merry Christmas.” Kataku sambil memeluknya. “Itu dari emas. Jaga-baik-baik. Karena,suatu saat aku akan membelikanmu bandulnya.”

“Gomawo.” Katanya lagi.

“Kau suka?”

“Ne. Aku suka sekali.”

“Hyuyu yah.. aku masih punya 1 kejutan lagi.” Kataku. “Kau ingat boyband SHINee?” tanyaku.

“Ne. Kenapa dengan SHINee?” tanya nya.

“Hyuyu yah.. waktunya kau tahu yang sebenarnya.” Kataku lalu bersiul keras.

 

~Hyun Wa POV~

Aku menutup mataku. Dan ketika aku membuka mata, ada kalung tanpa bandul menggantung di leherku. “Jinki yah..” panggilku.

“Merry Christmas.” Kata Jinki sambil memelukku. “Itu dari emas. Jaga-baik-baik. Karena,suatu saat aku akan membelikanmu bandulnya.”

Aku terkejut. Emas? Apa yang Jinki pikirkan sampai ia membelikanku emas? “Gomawo.” Kataku lagi dengan pikiran yang masih heran.

“Kau suka?”

“Ne. Aku suka sekali.”

“Hyuyu yah.. aku masih punya 1 kejutan lagi.” Katanya manja. “Kau ingat boyband SHINee?” tanyanya lagi.

“Ne. Kenapa dengan SHINee?” tanyaku. Ngapain pula bawa-bawa nama SHINee?!

“Hyuyu yah.. waktunya kau tahu yang sebenarnya.” Kata Jinki lalu bersiul keras.

 

Jinki mengajakku berdiri.Dan…

“Annyeonghaseo!!!” seru 4 namja di depanku.

“Noona, apa nama noona Hyun Wa?” kata namja yang badannya paling mirip ranting pohon, kerempeng banget dengan nada seperti anak kecil.

“Ne. Wae?” jawabku. Rasanya aku pernah melihat anak ini, tapi dimana ya?

“Hyuyu yah.. ini dongsaeng-dongsaengku. Kamu tahu siapa mereka?” tanya Jinki

“Aku mikir dulu.” Kataku. Aku berpikir keras… aku pernah melihat anak-anak ini, tapi di mana. “Kamu orang yang lari-lari terus nabrak polwan kemaren ya?” tudingku pada namja yang paling tinggi.

Semua menatap aku dan namja yang paling tinggi itu dengan heran.

“Ne. Kok tau?” jawabnya agak kaget.

“Karena yang kamu tabrak itu aku. Aku lagi mengintai tersangka, kau malah menabrakku. Tersangkanya malah lari deh.” Ucapku.

“Noona polisi?” tanya namja yang paling pendek.

“Aniyo. Aku detektif.” Jawabku bangga.

“Hyuyu yah… kamu tau mereka siapa?” tanya Jinki lagi.

Aku berpikir lagi. Tiba-tiba terlintas sebuah ide aneh. “Jinki yah… bantu aku. Berdiri di samping namja yang pendek itu.”

Jinki menurut. Aku tau siapa mereka. “SHINee.” Gumamku lirih.

 

~Jinki POV~

“Hyuyu yah.. ini dongsaeng-dongsaengku. Kamu tahu siapa mereka?” ucapku.

“Aku mikir dulu.” jawabnya. “Kamu orang yang lari-lari terus nabrak polwan kemaren ya?” tudingnya pada Minho.

“Ne. Kok tau?” jawab Minho.

“Karena yang kamu tabrak itu aku. Aku lagi mengintai tersangka, kau malah menabrakku. Tersangkanya malah lari deh.” Jawab Hyuyu.

Sialan si Minho. Enak banget nabrak yeojachinguku!

“Noona polisi?” tanya Jonghyun.

“Aniyo. Aku detektif.” Jawab Hyuyu.

“Hyuyu yah… kamu tau mereka siapa?” aku bertanya lagi.

“Jinki yah… bantu aku. Berdiri di samping namja yang pendek itu.” Katanya sambil menunjuk Jonghyun.

“SHINee.” Gumam Hyuyu lirih.

“Noona daebak!” kata Taemin. “Noona, Taemin imnida.”

“Minho imnida.”

“Key imnida.”

“Jonghyun imnida.” Mereka memperkenalkan diri satu per satu dari yang termuda.

“Onew imnida.” Aku ikut memperkenalkan diriku sendiri.

 

~Hyun Wa POV~

Mereka memperkenalkan diri satu per satu. Sekarang aku tau Jinki di panggil Onew oleh siapa. Sebagian hatiku merasa sedih. Sedih karena ternyata Jinki tak cukup percaya padaku untuk memberitahukan hal ini padaku sesegera setelah ingatanku pulih.

“Hyun Wa imnida.” Kataku sambil menguasai emosi.

Akirnya kami berbincang-bincang untuk beberapa lama. Setelah merasa capek nge ladenin dongsaeng Jinki, aku pamit pulang.

Sepanjang perjalanan pulang aku diam saja dan menoleh ke jalan. Kalau Jinki mengajakku bicara,aku akan segera menutup mata, pura-pura tidur.

“Hyuyu. Sudah sampai.” Kata Jinki. “Ah, ia tidur.”

Aku dengar semua perkataannya. Aku pura-pura tersentak bangun. “Ah, sudah sampai? Baiklah. Selamat malam. Sampaikan salamku untuk dongsaengmu.” Kataku cepat lalu membuka pintu mobil.

“Hyuyu yah… kau marah?” tanya Jinki mendadak. Bagaimana ia bisa tau perasaanku?

“Karena?” tanyaku balik.

“Molla. Mungkin kau merasa bahwa aku tak cukup jantan dan tak cukup percaya padamu untuk memberitahu bahwa aku adalah anggota SHINee.”

Apa dia bisa baca pikiranku?

“Merry Christmas Jinki.” Kataku cuek sambil mengangkat dressku,hendak keluar mobil.

Sebelum keluar mobil, aku sengaja menaruh hadiah Jinki di atas tempat dudukku. “Selamat malam.”

 

TBC

4 thoughts on “ITLE : Say I Do (Chapter 4) The Christmas Surprise

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s