TITLE : Say I Do (Chapter 5) The Accident


TITLE : Say I Do (Chapter 5) The Accident

GENRE : Romance

CAST :

– SHINee Lee Jinki

– Kim Hyun Wa

CAMEO :

– SHINee Kim Ki Bum

– SHINee Kim Jonghyun

– SHINee Choi Minho

– SHINee Lee Taemin

– Hyun Wa Family

~Jinki POV~

Sepanjang perjalanan pulang, Hyuyu diam saja.

“Hyuyu yah… kau marah?” kataku memecah hening

“Karena?” tanya Hyuyu.

“Molla. Mungkin kau merasa bahwa aku tak cukup jantan dan tak cukup percaya padamu untuk memberitahu bahwa aku adalah anggota SHINee.”

“Merry Christmas Jinki.” Katanya sambil hendak keluar mobil. Aku menatap punggungnya.”Selamat malam.” Lalu menutup pintu.

Aku langsung merasa aneh. Hei, apa itu yang di bangku samping?

Aku meraih kotak itu. Hadiah dari Hyuyu. Aku tersenyum lalu membuka bungkusnya.

“Snow globe.” Gumamku saat melihat kadonya. Snow globe dengan pohon natal dan hati sebagai asesorisnya. Aku membaca note nya.

Pohon Natal berhias lampu. Kaulah penerang Hatiku.

Pohon Natal dengan hati bersalju. Kau lumerkan Salju itu.

Merry Christmas Jinki

Hyun Wa

Aku tersenyum. Tapi senyum itu berubah menjadi merengut.

Snow globe ini memang hadiah natal yang bagus. Sejenak aku lupa kalau agaknya Hyuyu sedikit kesal karena aku tak cukup percaya padanya.

Aku menjalankan mobil ke dorm. Aku butuh nasihat dongsaeng-dongsaeng ku.

~Hyun Wa POV~

Aku membuka pintu masuk. Melepas sepatu dan langsung ke kamar.

Aku duduk di depan meja rias ku saat Seon eonni masuk ke kamarku.

“Hyun Wa yah, kamu tahu kan kalau Jinki itu leader nya boyband SHINee?”

“Ne. aku tahu hubunganku dengannya masih sangat muda, tapi apa dia tidak cukup percaya padaku untuk memberitahukan hal ini sesegera setelah aku pulih?” jawabku

“Mwo? Maksudmu?”

“Jinki baru menceritakannya tadi. Aku heran. Kalau ia tidak cukup percaya padaku, kenapa ia memintaku menjadi pacarnya?”

“Mungkin ia hanya mau memberi kejutan padamu.” Jawab Seon eonni.

“Sekarang aku tahu kenapa ia selalu memakai kacamata setiap pergi denganku.Kurasa ia malu padaku.”

“Jangan berpikiran dangkal!”Seon eonni membentakku. “Kau tak berpikir bahwa ia selalu di intai fans-fans fanatiknya? Mungkin ia juga mencoba untuk menjauhkan mu dari gosip-gosip tidak jelas dari wartawan-wartawan!”

“Eonn, sebaiknya eonn tidur. Aku tak mau terjadi sesuatu dengan bayinya. Eonni sudah 9 bulan membawanya, kasihan kalau bayi nya stress.” Jawabku.

“Hyun Wa,Hyun Wa. Mentang-mentang detektif, ahli forensik, jangan menceramahiku.aku tau yang harus..AW!!! SAKIT!!!”

“Eonni, eonni kenapa?” aku berteriak panik. “Ahjumma!!! Oppa!!! Tolong!!!”

“ARGHHHH!!!!!” Eonni makin keras berteriak “Bayinya…”

“MWO???!!! SEKARANG??!!” Tanyaku.

“Hyun Wa.. tolong.. ambulan…” rintih eonni.

Aku meraih ponsel dan langsung menekan nomor telpon rumah sakit. Kazuko oppa dan ahjuma datang tergopoh-gopoh.

“Yeobo, kenapa? Kau kontraksi?” Tanya Kazuko oppa panik sambil menggendong Seon eonni ke lantai 1.

“Bayinya..” Seon eonni merintih lagi.

NGUING NGUING NGUING NGUING…..Ambulan ribut di luar. 2 petugas rumah sakit langsung memindahkan Seon eonni ke tempat tidur dan mendorong masuk ke dalam ambulans. Ahjumma dan Kazuko oppa ikut ke rumah sakit.

Aku kawatir pada Seon eonni.Maka, aku duduk di ruang tamu sambil menonton TV. Jaga-jaga siap tahu ada telpon dari ahjumma.

“Huh, tidak ada acara menarik.” Akirnya aku memindahkan saluran ke saluran musik.

Ponsel ku mendadak berunyi. Kazuko oppa.

“Yoboseyo?”

“Hyun Wa, kau bisa kesini?”

“Memangnya oppa mau kemana?”

“Aku baru dapat kabar bahwa besok ada rapat mendadak. Dan aku harus kembali ke Jepang besok dengan penerbangan pertama.”

“Mwo?! Istrimu akan melahirkan oppa!”

“Ara!!! Tapi ini mendadak. Aku akan kembali dengan pesawat terakir.”

“Baiklah.”

“Malam ini eomonim akan tinggal di sini. Tapi besok kau yang jaga.”

“Araseo! Baiklah. Aku mau tidur.” Jawabku lalu memutus telpon.

Apa yang dia pikirkan sampai meninggalkan istrinya yang akan melahirkan?!

~Jinki POV~

“Hyung, bisa tolong belikan obat demam? Sepertinya Jonghyun hyung sakit.” Kata Eomma Key.

Aku menempelkan tanganku di dahi Jonghyun. “Panas sekali.” Gumamku. “Minho yah… ambilkan termometer!”

Minho datang membawa termometer digital. TIT TIT TIT TIT……

“39 DERAJAT??!!! Key, beri dia minum yang banyak! Aku beli obat sekarang!” ujarku

“Hyung, aku ikut.” Taemin mengekor di belakangku. Aku terlalu buru-buru sehingga tidak menjawab Taemin.

Aku dan Taemin segera masuk ke mobil ku dan pergi ke apotek terdekat.

***

“Ahgessi, obat demamnya satu.” Kataku.

Ahgessi itu me-nge-scan obat itu dan langsung memasukkannya ke dalam kresek. Apotek itu sudah mau tutup. Jadi hanya tinggal aku dan apoteker itu saja.

“Taeminie, bawa ini ke mobil. Tunggu aku di sana.” Perintahku.

Taemin menurut. Aku membayar obat tapi mendadak alarm berbunyi.

“Ada apa ini?” tanyaku pada diri sendiri.

Sekilas, aku melihat kobaran api besar di belakang apoteker tadi. Api menjalar dengan cepat. Segera saja, api sudah menutupi jalan keluar.

“HYUNG!!!” Teriak Taemin dari luar.

“Taemin, aku tak bisa keluar!” aku balas berteriak “Bawa obatnya ke dorm. Sekarang. Aku menyusul nanti. Kunci sudah di mobil. Lakukan sekarang Taemin!”

“Uhuk.. uhuk.. berhenti berteriak! Kau akan membuat paru-parumu menghirup karbon monoksida. Kau bisa di operasi nanti!” kata apoteker itu sambil menutup mulutnya.

Aku berlari ke lantai 2 apotek itu dengan si apoteker. Sesampai di atas, aku membuka jendela. Di luar sudah ada pemadam kebakaran.

Taemin sudah pergi. Bagus.

“Ahgessi cepat kau duluan!” teriakku saat pemadam kebakaran mengulurkan tangannya.

Api tinggal 5 menit untuk mencapaiku.

Ahgessi itu di turunkan perlahan.

4…

Pemadam menoleh dan menaikkan alat bantu

3…

Aku melompat ke alat bantu. Pemadam kaget melihat aksi nekatku. Dan langsung menurunkanku

2…

Aku sudah di bawah. Api sudah mencapai atap.

1…

GDEBUGGG…

Aku terjatuh dan kehilangan kesadaran.

****

Aku bangun dengan perasaan pusing.

“Tuan?” aku melirik ke kiri. Orang berjas putih.

“Ini di mana? Rumah sakit?”

“Ne. anda pingsan setelah di turunkan dari crane pemadam.” Jawab orang itu.

“Hyung!” Teriak Minho dan Taemin.

“Kalian ngapain di sini? Jonghyun gimana?”

“Jonghyun hyung ada di dorm. Dengan eomma.” Jawab Taemin

“Hyung, gwenchanayo?” tanya Minho

“Apa kalian keluarganya?” tanya orang berjas putih itu.

“Ne, dokter.” Jawab Minho. Jadi orang itu dokter. “Saya adiknya.”

“Kakak anda terlalu banyak menghirup CO2 . Ia masih bisa bertahan hidup, namun masih ada resiko penyakit yang akan datang. Jika penyakit itu kambuh, kakak anda harus segera di operasi.” Kata dokter. Rasanya aku mau pingsan lagi biar aku ngga mendengarkan hal ini.

“Bagaimana kami tahu kalau penyakitnya kambuh dok?” tanya Minho lagi.

Dokter itu menyerahkan pamflet berisi gejala tentang penyakit entah-apa-kaden-namanya itu. Minho mangut-mangut.

“Dok, kakak saya baru bangun sejak tadi malam?” tanya Taemin.

Tadi malam? Berarti ini sudah besok?

“Ne. Karena tak ada nomor yang bisa saya hubungi, Saya menginapkan dia di kamar ini. Untuk sekarang, ia sudah bisa pulang.”

“Jinjja? Cepat sekali dok.”

“Beberapa orang memang cepat. Termasuk kakak kalian. Sekarang saya permisi.” Kata dokter undur diri.

“Taeminie, apa kau sudah memberikan obat pada Jonghyun semalam?”

“Ne. aku dan Minho hyung langsung ke sini.” Jawab Taemin.

“Hyung, kami kawatir sekali.” Jawab Minho.

“Ah, gwencana.. aku baik Minho. Sekarang aku sudah boleh pulang.” Jawabku.

“Aku bantu hyung.” Jawab Taemin.

“Gomawo Taemin ah…” kataku.

Kami bertiga turun ke lobby. Taemin pergi ke kasir membayar biaya opname ku dengan uang dari perusahaan, sementara Minho mengambil mobil di tempat parkir.

Aku duduk di sofa sambil cemberut. Aku benci kalau aku tak bisa melakukan apa-apa.

“Jinki yah?” tanya seorang di sampingku.

Aku menoleh. Seorang yeoja membawa ransel besar. Dan satu yeoja lainnya terlihat ngantuk berat.

“Hyuyu yah… eh.. Hyun Wa yah.. Mal Baek ahjumma!” aku tersentak kaget.

“Kamu ngapain di sini?” kata Hyuyu agak dingin.

“Aku mau nganter ahjumma pulang.”

“Siapa yang sakit?” tanyaku.

“Bayi nya Seon eonni sudah mau keluar.” Jawabnya.

“Jinjja? Seon noona?”

“Ne.”

“Biar aku saja yang mengantar ahjumma pulang. Kau di sini saja bersama Seon noona” cegatku.

“Jinki benar Hyun Wa.” Jawab ahjumma.

“Baiklah. Aku pergi ahjumma.” Jawab Hyuyu sambil ngeloyor masuk lift. Apa ia masih marah ya? Padahal hari ini pagi natal. Masa marah-marah sih?

“Ahjumma.. merry Christmas.” Kataku sambil mengantar ahjumma sampai ke pintu rumah.

“Merry Christmas juga Jinki. Sampaikan untuk dongsaengmu juga.”

“Ne ahjumma.” Jawabku

“Aku kembali ke mobil.

“Langsung ke dorm!” perintahku. ” Sampai dorm, aku mau mandi, makan, tidur!” omelku.

Baik Taemin atau Minho tak ada yang berani menyahut.

TBC

3 thoughts on “TITLE : Say I Do (Chapter 5) The Accident

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s