One shoot ~ Mine


Wahai readers readersku *what the???* saya muncul dengan FF baru. memang bukan kelanjutan dari FF Say I Do tapi,dijamin aku akan mempublish kelanjutan FF Say I Do secepatnya..
Ini FF Baruku terinspirasi dari video klipnya Taylor Swift yang judulnya Mine. sudah lagu tahun 2010 *atau 2011 ya?* memang,tapi tetep berkesan. Halaaahh.. banyak bacot cang (artinya aku banyak omong)!!! Check My FF.
Tapi.. WARNING!!!
Tinggalkan jejak anda kalo nggak mau kumasukin Black List!! (:

Cast :
– Ok Taecyeon (2PM)
– Choi Chin Mae

Genre :
Apa aja boleh

Length : One Shoot
*Seluruh cerita ini diambil dari sudut pandang Choi Chin Mae*

Aku mengendarai mobilku ke Cafe yg jauh dari keramaian. Aku pergi ke Cafe di tepi pantai.. Hari sudah menunjukkan jam setengah 5 sore. Aku capek dengan pelajaran anatomi tadi. maklum,Mahasiswa kedokteran tingkat akhir.

Aku memasuki cafe tersebut.
Lumayan penuh juga. pikirku. lalu aku mendapatkan sebuah tempat kosong tepat di tengah-tengah Cafe.
Aku segera duduk dan membaca daftar menu yang ada di depanku.
Aku berkutat cukup lama dengan daftar menu itu. Sibuk membolak balik halamannya.
Di sebelahku ada sepasang kekasih sedang cek cok berat. aku hanya bisa geleng geleng kepala melihatnya.
“Ahgessi?” tanya pelayan didepanku.
Kulihat nametagnya. Ok Taecyeon. “Ne?”
“Mau Pesan apa?” tanya seorang pelayan namja. Aku menurunkan buku menu tersebut dan memperhatikan pelayan itu.
Melihat wajah pelayan itu,aku merasa jadi olahraga squad jantung. Deg deg an.
“Jus Strawberry dan sepotong cheesecake.” jawabku

*********

Aku berjalan bersama namjachinguku, Ok Taecyeon. Dialah satu satunya namja yang membuatju olahraga jantung dalam sekali pandang. Kami bertemu setahun lalu. saat aku memesan jus strawberry dan cheesecake sepulang kuliah. Dia pelayan yang melayaniku.

Sedari tadi kami berjalan berdua di tepi pantai. dan menggelar kain pantai berwarna putih dan kami duduk berdekatan sambil bercerita tentang semua drama dalam kehidupan kami sambil sesekali tertawa.

“Apa yang kau pikirkan sekarang?” tanya Taecyeon.
“Molla… mungkin kau.” jawabku
“Saranghae Choi Chin Mae yah.”
“Naddo saranghae Ok Taecyeon ah.” jawabku lalu bersandar ke bahunya.

“Sekarang sudah hampir malam. Ayo kita pulang.” kata Taecyeon.
“Huuuaahh.. aku masih kepingin disini.” jawabku.
“Hea yah.. kalo di pantai sampai malam nanti masuk angin.” jawab Taecyeon.
“Aniyo.. aku mau disini sampai matahari terbenam.” jawabku tak bergerak dari posisiku semula.
“Ya.. sambil jalan kan bisa.. ayolah Chin Mae ah..” bujuk Taec lagi.
“Geure Taec ah.. ” kataku sambil bangkit dan melipat selimut pantai yang kami jadikan tikar tadi.

Dengan membawa lipatan selimut dan berjalan disebelah Taecyeon, namjachinguku ini memang tidak bisa diam.. dia melompat lompat di air seperti lumba lumba (?) saja. aku yang melihatnya hanya bisa tertawa melihat kelakuan namjachinguku ini.

Sudah seminggu aku tidak bertemu dengan Taecyeon. Saat ini aku sedang berada dirumah menonton TV sampai ada yang mengetuk pintuku.
“Taec ah.. ada apa?” tanyaku melihat Taecyeon terengah engah
“Mianhe!!!” jawabnya sambil memelukku.
“Eh? ada apa Taec ah..??” jawabku heran “Kenapa minta maaf?”
“Mianhe aku tidak menghubungi atau mengunjungimu.. Aaaah.. TAECYEON BABBO!!” Teriaknya sambil memukul kepalanya.
“Taec ah… gwencana… aku juga sibuk.” jawabku sambil menahan tangannya yang hendak dipakai memukul kepalanya lagi.
“Seharusnya sesibuk apapun,aku harus tetap mengabarimu.. haah..Babbo!”
“Ani.. kau tidak Babbo. kalau kau tidak babbo mana mungkin kau kesini?”
“tapi aku kawatir denganmu…”
“Babbo atau tidak,aku tidak peduli. yang jelas aku bersamamu Taec ah.” selaku.
“Bogoshipoyo..” kata Taecyeon sambil berbaring dipangkuanku.
“Naddo bogoshipo Taec ah..” jawabku sambil memainkan rambut Taecyeon.
“Bagaimana kalau aku tinggal denganmu saja?” cetus Taecyeon tiba tiba.
“Mwo? apa kata orang nanti??!! bagaimana kalau kau lepas kendali lalu kau… begitu???” jawabku.
“Prinsipku adalah,tidak berhubungan badan sebelum aku dan istriku sah sebagai suami istri.” jawabnya tersenyum.
“yaa… asal kau berjanji,aku tak keberatan.”
Taec memasang senyum sejuta wattnya dan membelai pipiku. “Kalau begitu aku bisa tidur tenang malam ini. kalau kau ada di dekatku.”
“Tapi,kita akan pisah kamar kan?” tanyaku.
“Tentu jhagi.. apapun maumu.” jawabnya

Sabtu berikutnya,Aku membantu Taec memindahkan barang barangnya dari apartemen lamanya.
Sudah 5 dus barang-barang Taec yang kukeluarkan dari mobil. Kardus terakhir sedang dibawa Taec dari mobil ke apartemenku.
Sekarang,ruang tamuku penuh dengan kardus berisi barang barang Taec.
Apartemen Taec ada di daerah kumuh di luar kota. Dan memerlukan waktu 1 jam dari rumahnya ke rumahku. Segitu cintanya dia padaku? Aku memang beruntung mendapat namja seperti Taecyeon.
“Jhagi? kenapa?” tanya Taecyeon yang menyadari aku tersenyum.
“Aku hanya berpikir.” jawabku
“Tentang?”
“Betapa aku beruntung mendapat namjachingu sepertimu Ok Taecyeon ah.” jawabku sambil berjalan memeluknya.
Malam itupun aku membantu Taec membenahi kamar barunya yang berada di seberang kamarku.

Sejak saat itu,kami jadi makin akrab. kami hidup selayaknya Suami Istri. serumah,tapi tidak ada hubungan badan dan masih berpacaran. Kami bahkan sering pergi ke pantai berdua hanya untuk melihat matahari terbenam.

“Chin Mae yah,aku ada urusan. aku akan pulang larut” tulis Taec di memo yang di pasang di papan pengumuman disamping pintu masuk. Aku sedikit cemberut melihatnya.
“Apa Taec tidak ingat ini perayaan 1 setengah tahun kita berpacaran?” keluhku sambil berjalan ke dapur.
“SURPRISE!!! HAPPY ANNIVERSARY CHOI CHINMAE YAH!!” Teriak Taec dari balik meja makan.
“Kukira kau tidak ingat.” jawabku. “Wow.. kau masak semua ini?”
“Tentu. Tentu aku yang masak dan Tentu saja aku ingat hari ini hari jadi kita. aku sudah memasangnya di kalender ponselku.” jawab Taec sambil memelukku.
“Ini..”kataku sambil menyerahkan hadiah.
Kulihat Taec membukanya dengan antusias dan mendapati sebuah buku.
Buku itu mempunyai 2 baris judul. baris pertama bertuliskan 24.05.2009 dan baris kedua bertuliskan Ok Taecyeon dan Choi Chinmae. semua dalam tinta emas.
Buku itu berisi kenangan kami semua dan masih beberapa lembar kosong. sengaja kukosongkan untuk menambah kenangan yang akan kami buat di masa depan.
“Gomawo Hea yah…” jawabnya sambil memelukku dan mengecup pipiku.
“Happy Anniversary Taec ah..” bisikku di telinganya.
“Aku juga punya hadiah untukmu. tapi kau harus menunggu besok malam.”
“Wae?”
“Kau tak perlu tau. tapi,kuyakin kau akan suka itu.” jawab Taec.

Sore keesokan harinya,aku pergi dengan Taec ke sebuah danau. Danau ini sebenarnya adalah objeck wisata. jadi banyak Cafe di pinggir dananu.
Danau ini juga menyiapkan kano untuk disewakan,maka,Taec dan aku menyewa 1.
“Kenapa membawaku kesini?” tanyaku ketika aku dan Taec sudah ada ditengah.
“Untuk berbicara tentu saja.”jawabnya sambil memasang senyum andalannya.
“Kan bisa dirumah kalau hanya bicara.” jawabku.
“Lihat! Ada Taylor Swift!” kata Taec sambil menunjuk daratan dibelakangku.
Taecyeon tau benar kalau aku fans Taylor Swift. Aku memiliki album Taylor Swift dari yang pertama sampai yang terakir. Wajar saja aku lihat kebelakang.
“Mana???” tanyaku sambil celingukan mencari cari sosok Taylor Swift. Lalu,aku sadar,Taecyeon membohongiku karena aku Taylor sedang tur di Italia.
Aku kembali menghadap Taecyeon untuk bertanya dimana tapi kulihat adalah….
“Will you marry me?” tanya Taecyeon sambil memegang cincin berlian.
Aku hanya bisa mangap dan melongo sambil menutupi mulutku dan melihat kearah Taecyeon.
Dengan tampannya,ia memasang senyum sejuta watt dan tatapan mata yang bersahabat.
Dengan cepat aku menganggukkan kepala dan langsung memeluknya.
Taecyeon memasangkan cincin itu pada jari manisku.
“Gomawo Taec ah..” kataku sambil melihat cincinku.
“Gomawo Chinmae yah… Gomawo sudah menjadi bagian dalam hidupku.” jawab Taecyeon sambil mendekatkan hidungnya sehingga hidung kami bersentuhan.

Malam ini aku memasak masakan kesukaanku dan Taecyeon. Aku menoleh kearah jam dinding. Sudah jam 8 malam. tidak biasanya Taecyeon belum pulang jam segini. biasanya jam 6 atau setengah 7 sudah pulang.
Aku memotong motong daging sampai ada sesuatu yang terlempar di meja di belakangku.
Aku berhenti memotong daging dan menoleh kebelakang. Taecyeon baru saja melempar kunci mobil dan jasnya ke meja di belakangku. Kemeja putihnya tampak kusut. Masa iya dia pergi ke tempat  prostitusi? setahuku itu bukan sifatnya.
“Baru habis dari mana? malam sekali baru pulang?” tanyaku sambil menyembunyika kecurigaanku.
“Dari interview. Kenapa kau mau tahu?” jawabnya ketus.
“Ok Taecyeon! aku calon istrimu! bukannya wajar kalau aku harus tahu tentangmu?!” jawabku tersulut emosi.
“Memang! tapi aku tidak ingin diganggu kau tau!” jawabnya.
“Tidak!! aku tidak tau! bagaimana kamu mau aku tahu kalau kau tidak mau tau kalau aku tau?!” jawabku ketus sekarang.
Yang kulihat sekarang adalah Taecyeon bermuka merah karena ucapanku barusan.
“Yaa!! Choi Chinmae!! Berhenti mengeluarkan kehebatanmu dalam permainan kata! Aku frustasi tau!!” bantahnya.
Aku baru mau membuka mulutku untuk membalas ucapannya,tapi dia lebih dulu berbicara.
“Aku tau apa yang ada dipikiranmu sekarang! Kau pasti berpikir cara untuk membalasku kan? Kalau begitu,kenapa kita tidak bermusuhan saja dan batalkan pernikahan yang akan kita rencanakan?!” Bentaknya.
Aku tentu terkejut. Air mataku tidak dapat terbendung lagi. Aku menangis sambil memegangi kepalaku.
“Oppa Nappa!!!” Teriakku sambil menjambak rambutku dengan kedua tanganku sendiri. Aku berlari meninggalkan Taecyeon sendirian.
Rumahku adalah sebuah Beach House yang artinya Rumahku ada didekat pantai. Aku berlari sampai kepantai tempatku dan Taecyeon pacaran pertama kali.
“Mulai sekarang,kau tak usah memanggilku dengan sebutan Taecyeon oppa. Panggil saja aku dengan namaku,Taecyeon.”
“Wae oppa?”
“Kan sudah kubilang,jangan panggil aku Oppa! Panggil aku Taecyeon!”
“Ne.. Tapi kenapa aku harus memanggilmu dengan Taecyeon?”
“Kau tau,kalau orang memanggilku dengan sebutan Oppa,berarti dia tidak begitu dekat denganku. Kau yeojachinguku,aku mau kau memanggilku dengan namaku. Lagipula,kita hanya berjarak 3 bulan,kenapa kau harus memanggilku dengan Oppa?”

Malam itu pula,aku dan Taecyeon memberikan First Kiss kami masing masing.
Kenangan itu terlintas di pikiranku,entah kenapa. Kurasa,aku sudah harus mengucapkan selamat tinggal pada Taecyeon.
Aku teringat bertahun tahun yang lalu. Aku juga keluar pada malam hari demi menghindari orangtuaku yang selalu cek cok dan berakhir pada perceraian.
“Mianhae..” Kata Taecyeon dari belakang sambil mengambil tangan kiriku.
“Mianhe Chinmae yah… aku memang namja brengsek. Jeongmal Mianhe Chinmae yah… aku hanya sedang kesal hari ini.” jawabnya sambil memutar badanku.
Aku masih berlinangan air mata dan tak mau mentapnya,hanya menatap ke bawah.
“Kau mau tau apa yang terjadi hari ini? Akan kuberi tau. Aku tidak lolos audisi film layar lebar itu.Padahal itu sudah impianku. Aku kesal. Aku frustasi. Aku minum minum. Tapi aku bersumpah Chinmae yah… aku tidak main yeoja!” jawabnya sambil memegangi kedua pipiku.
Aku masih terisak.
“Aku frustasi Chinmae yah.. kumohon,kalau belum terlambat,aku minta jangan batalkan pernikahan kita. Aku tidak ingin hidup tanpamu Chinmae yah.”
Akhirnya aku melihat kearah matanya. “Aku juga tak mau hidup tanpamu Taecyeon ah..”
“Apa kau marah? kau biasanya memanggilku Taec bukan Taecyeon…”
“Aniyo yeobo… aku tidak mau marah padamu Taec ah.”jawabku.
“Aku takkan meninggalkanmu sendirian.” jawabnya lalu memelukku

Hari ini aku menikah dengan Taecyeon. Ini sudah 6 bulan sejak aku dan Taecyeon bertengkar.
Aku bahagia sekali. sekarang namaku sudah bukan Choi Chinmae lagi. melainkan Ok Chinmae. Aku bahagia bisa bersatu dengan Taecyeon.
“Sekarang,tiba waktunya bagi kedua pengantin untuk meminum Wine dan melakukan first dance dan first kiss.!!” kata MC pada resepsi pernikahanku.
“Kepada Ok Taecyeon dan Ok Chinmae waktu dipersilahkan.”
Aku dan Taecyeon sepakat untuk membuat resepsi pernikahan dengan gaya abad pertengahann. Jadi tata caranya seperti abad pertengahan,dekorasi abad pertengahan,bahkan bajuku dan Taec seperti keluarga kerajaan abad ke 14. Menggembung di bagian lengan atas dan skinny di lengan bawah.
Taec memberikan aku segelas wine dan melingkarkan lengannya dengan lenganku lalu  meminum winenya.
“Maukah nyonya Ok Chinmae berdansa denganku?” tanya Taec sambil membungkukkan badannya.
“Tentu tuanku..” kataku sambil ikut membungkukkan badan
Kami pun berdansa bersama dan saat lagu selesai,kami mencium pipi masing masing.

“Aaaarggghhh!!!! Arrghh!!!” teriakku.
“Dorong!! Dorong!!” kata dokter yang sedang membantuku bersalin. “Ayo nyonya! Sedikit lagi dorong!! Aaaahh.. sudah.” Kata dokternya.
Seketika,ruang persalinan menjadi gaduh karena tangisan anakku dan Taec.
“Selamat nyonya. anaknya namja.” Kata suster yang menggendong anakku sambil menyerahkan anakku padaku.
“Ayahnya mana?” tanya dokter.
“Dia ada…..”
“Diluar sini!” teriak Taec mendadak masuk.
“Akan kita namakan siapa anak kita?” jawabku sambil menyusui anakku.
“Ok Junsu bagaimana?”
“Yeppeo ireum.”

Aku sudah hamil lagi. Dengan profesiku sebagai dokter dan Taecyeon sebagai aktor,hidup kami pun tercukupi. Sekarang,aku tengah memperhatikan Taec dan Junsu sedang bermain tangkap bola bersama sambil mengelus kandunganku.
“Eomma.. minta air minum.” kata Junsu tiba tiba.
“Junsu? Appa mana?” tanyaku sambil memberikan air pada anakku.
“Diluar.”
“Ada apa??” Taec tiba tiba menyembul dari pintu depan.
“Appa appa… nanti pas Junsu ulang tahun,appa mau kasi apa?”
Aku  memangku Junsu dan duduk disebelah Taec. “Junsu mau apa?”
“Junsu mau temennya Junsu diundang…” jawabnya
Besoknya,aku dan Taec mempersiapkan ulangtahun Junsu yang ke 5.
Junsu sedang bermain bersama temannya. Kami akan memberikan pesta kejutan untuknya.
“Saengil chukkahamnida Ok Junsu!” kataku,Taec,dan semua undangan yang menghadiri pesta kejutan anakku.
“Tiap lilinnya!” para undangan bersorak ramai, maka,Junsu dan Taec meniupnya bersamaan.

“Taec ah,Anak kita akan diberi nama siapa?” tanyaku sepulangnya kami mengantar Junsu ke SD.
“Kalau bayinya Yeoja kita namakan Ok Hea bagaimana?”
“Nama yang indah Taec ah,” kataku sambil mengunci pintu mobil. “Kalau namja juga bagaimana.. AAAKKHHH…” Teriakku
“Waeyo Chinmae ah? Yaa! Yeobo! Ada apa yeobo? Kontraksi ?”
“Ne… Aaaakkgghhhh… Taec ah,bawa aku kerumah sakit. Ppalli!!”
Tanpa banyak omong lagi,Taec sudah ngebut ke Rumah sakit.

Aku melahirkan bayi namja lagi. Kali ini namanya Ok Jaecyeon. Taec  sedang bermain bersama Junsu sekarang. Sesekali menggendong Jaecyeon dengan gembira. Melihat keluargaku sekarang,aku teringat keluargaku bersama orangtuaku.
Mereka bertengkar setiap malam,membuatku menangis dan cemberut setiap hari. Tapi melihat keluargaku bersama Taecyeon sekarang,aku jauh lebih bahagia.

Sekarang Junsu sudah berumur 9 tahun,sedangkan Jaecyon 4 tahun. Aku tengah mendinginkan jus strawberry di dapur.
“Eomma.. ayo kepantai..” bujuk Jaecyeon di sebelah kiriku sambil menarik narik celemekku.
“Ne.. Eomma.. ayo kepantai..” kata Junsu dari samping kananku.
Taec ah.. kau dimana? aku diserbu.. Jeritku dalam hati.
“Appa kan belum pulang.” jawabku sambil berjongkok didepan mereka.
“Mau sekarang!!!!!” sahut mereka berdua.
“APPA PULANG!!!” Teriak Taec dari depan.
“APPA!!!!!!!!!!” Anak-anakku langsung berlari meninggalkanku.
Setelah beberapa saat,Jaecyeon datang lagi padaku.
“Eomma.. Eomma mau ikut ke pantai?” katanya polos.
“Apa Jaecyeon mau eomma ikut kepantai?”
“Ne…!!” jawabnya.
“Geure.. ayo kita kepantai.”
Kami berjalan kepantai dibelakang rumah. Jaecyeon dan hyungnya berlarian sementara aku dan Taecyeon berjalan di air yang sudah mau pasang.
Mendadak,Jaecyeon dan Junsu mendatangiku,dan mencipratiku. Taec juga  ikut ikutan,maka aku dan anak anakku,dan suamiku tentu saja,perang air.

******

“Ahgessi?” tanya pelayan didepanku.
Kulihat nametagnya. Ok Taecyeon. “Ne?”
“Mau Pesan apa?” tanya seorang pelayan namja. Aku menurunkan buku menu tersebut dan memperhatikan pelayan itu.
Melihat wajah pelayan itu,aku merasa jadi olahraga squad jantung. Deg deg an.
“Jus Strawberry dan sepotong cheesecake.” jawabku

9 thoughts on “One shoot ~ Mine

  1. The other day, while I was at work, my cousin stole my iphone and tested to see if it can survive a 40 foot drop, just so
    she can be a youtube sensation. My iPad is now destroyed and
    she has 83 views. I know this is completely off topic but
    I had to share it with someone!

  2. Hi there just stumbled upon your website via Bing after I entered
    in, “One shoot ~ Mine | ♪Wonderful – OnHee♪” or perhaps
    something similar (can’t quite remember exactly). Anyways, I’m glad I found it simply because your subject material is exactly what I’m searching for (writing a university paper) and I hope you don’t mind if I gather some material
    from here and I will of course credit you as the source.
    Thanks.

  3. I’m new to building web sites and I was wondering if having your site title relevant to your content really that crucial? I see your title, “One shoot ~ Mine | ♪Wonderful – OnHee♪ ” does seem to be spot on with what your website is about but yet, I prefer to keep my title less content descriptive and based more around site branding. Would you think this is a good idea or bad idea? Any help would be greatly appreciated.

  4. Great blog! Do you have any hints for aspiring writers?
    I’m hoping to start my own website soon but I’m a little lost on everything.
    Would you recommend starting with a free platform like WordPress or go for a paid option?
    There are so many choices out there that I’m totally overwhelmed .. Any tips? Appreciate it!

  5. Woah! I’m really digging the template/theme of this website. It’s simple, yet effective.

    A lot of times it’s very difficult to get that “perfect balance” between user friendliness and appearance. I must say you have done a excellent job with this. In addition, the blog loads super fast for me on Chrome. Excellent Blog!

  6. Hello there, I’m new to blogging and internet sites in general and was curious about how you got the “www” included in your domain name? I see your domain, “https://onmitheeff.wordpress.com/2012/05/07/one-shoot-mine/” has the www and my domain looks like, “http://mydomain.com”. Do you know the best way I can alter this? I’m using
    Wordpress platform. Thanks a ton

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s