Say I Do (Chapter 7)


TITLE : Say I Do (Chapter 7) Best Friend’s Accident

GENRE : Romance

CAST :

 – SHINee Lee Jinki

 – Kim Hyun Wa

 CAMEO :

 – Park Eun Hu

 – Hyun Wa Co-Worker

 

 

~Hyun Wa POV~

@ South Korea Police And Forensic Lab Departement

Sudah 1 minggu sejak kepergian Seon eonni, Kazuko oppa dan Baby Sora ke Jepang. Dan aku sudah mulai bekerja lagi seperti biasa. Saat ini aku sedang bersiap – siap untuk pergi ke pengadilan untuk menutup sebuah kasus pemerkosaan dan penculikan.

Ponsel bergetar. Jinki.

 

“Yoboseyo Jinki yah?” kataku sambil berjalan ke parkiran kantor.

“Panggil aku yeobo dong…” pintanya memelas.

Apa yang di pikirkan anak ini?! “Mwoya?” tanyaku.

“hahahaha… permintaan yang aneh ya?” jawabnya

 

“Ne. Dan aku akan memanggilmu yeobo kalau kita terikat pernikahan. Atau setidaknya pertunangan.” Jawabku sambil membuka pintu mobil.

“Baiklah.. ayo bertunangan…” jawabnya.

“Hahahaha.. lucu sekali Jinki. Sudah ya, aku mau jalan dulu. Aku harus ke pengadilan.” Kataku lalu memutus sambungan dan menghidupkan mobil. Ada-ada saja!

 

 

~Jinki POV~

“Yeoboseyo Jinki yah?” kata Hyuyu dari ujung.

“Panggil aku yeobo dong..” kataku iseng. Walaupun dalam hati, aku ingin di pangil begitu.

“Mwoya?” katanya.

“Hahahaha.. permintaan yang aneh ya?” tanyaku.

“Ne. Dan aku akan memanggilmu yeobo kalau kita terikat pernikahan. Atau setidaknya pertunangan.” Jawab Hyuyu

“Baiklah. Ayo bertunangan. Jawabku polos

“Hahahaha.. lucu sekali Jinki. Sudah ya, aku mau jalan dulu. Aku harus ke pengadilan.” Jawabnya lalu memutus telpon.

Aku tersenyum mendengar jawabannya. “Hyuyu yah. Cepat atau lambat, kau akan memanggilku “Yeobo” , karena aku akan mengikatmu dalam pertunangan” gumamku sendiri.

“Kau akan bertunangan?!” tanya seseorang dengan nada geram.

Lho??? Kok ada yang nyaut? Tadi aku kan sendiri. Aku berbalik.

“Park Eun Hu sshi.” Jawabku sambil menelan ludah. Entah sudah lama aku putus dengannya, tapi aku selalu malas dan gugup melihat muaknya.

“Kau akan bertunangan?! Andwe!!” bentaknya sambil mendekatiku.

“Ne. tak peduli apa yang kau katakan, Eun Hu. Cintaku padanya lebih kuat dari yang kau kira.” Jawabku.

 

“kumohon Onew ah. Kita bisa mulai dari awal lagi.” Katanya sambil menyerahkan kotak kecil.

Aku membukanya. Cincin couple. Aku segera menutupnya lagi. “Mianhe.” Jawabku sambil beranjak pergi.

“Onew ah!!! Onew ah!!” jeritnya histeris.

aku tetap pergi. Aku yakin dengan pernyataanku tadi. Cintaku lebih kuat dari pada apa pun yang di gambarkan orang.

 

~Hyun Wa POV~

Pengadilan kemarin berjalan sukses. Tersangkanya dihukum penjara 15 tahun. Dan, aku sedang menutup kotak berisi bukti-bukti tentang kasus yang baru saja selesai dan akan ku bawa ke gudang.

Baru saja aku selesai dari gudang, ponselku berbunyi. Ada SMS masuk.

Hyun Wa , Sae Yong, Chang Wuk, Alex Jung, datang ke ruanganku sekarang.

 

@Ruangan Dong Min

“Kalian tangani kasus baru. Ada di temukan mayat di gang di sekitaran kawasan Kang Nam.”kata Dong Min,bosku. “Hyun Wa, kamu kepala detektif. Kamu yang bertanggung jawab.”

“Ne.” jawabku singkat.

 

15 menit kemudian. Di sebuah gang di kawasan KangNam.

“Hyun, korban bernama Park Eun Hu. Lahir 27 Februari 1991.” Kata Chang Wuk mulai memberi laporan padaku padahal aku masih jauh dari mayat korban.

“Masih muda sekali. Sebaya denganku. Masih 20 tahun.” Komentar Alex.

Mwo? Eun Hu? 27 February? “Park Eun Hu? Yang tinggal di kawasan Namsan itu?”

“Ne. Kok tau?” jawab Alex.

Sontak, aku berlari menuju mayat. Begitu aku tiba di depan mayat, air mataku menetes. Aku langsung berlutut di sebelah mayatnya. Sahabatku saat SMP. Park Eun Hu.

 

“E.. Eun Hu.. Eun Hu!!!” aku menangis terisak.

Bawahanku datang menghampiri. Sae Yong, satu-satunya yeoja diantara 3 bawahanku menyeretku menjauh dan menginterogasiku.

“Kau kenal dia?” tanyanya

“Ne. Dia adik kelasku,sahabatku saat SMP.” Jawabku

“Kapan terakir kali kau melihatnya?”

 

“5 tahun yang lalu.”

“Kemana kau kemarin?”

“Bersamamu di pengadilan.” Jawabku.

 

“Mian aku menanyakan ini. Tapi, kita tetap harus mengikuti prosedur.” Jawab Sae Yong.

“Tak apa.” Jawabku. “Alex! Chang Wuk! Kemari!” panggilku.

Bawahan-bawahanku berhenti mengumpulakn bukti dan berjalan ke arahku.

“Ne, noona?” jawab Alex.

“Dia sahabatku. Park Eun Hu. Maka, aku minta kerja sama kalian untuk menangkap pembunuh sahabatku. Kalian selalu bisa di andalkan. Jangan buat aku kecewa kali ini!” perintahku.

“Siap!” jawab bawahanku.

Lalu, mereka membagi tugas. Alex dan Chang Wuk mengumpulkan bukti. Sae Yong menanyai saksi, sementara aku menelpon keluarganya.

 

30 menit kemudian, Kedua orangtua Eun Hu datang.

“Ahjumma, saya Hyun Wa. Sahabat Eun Hu waktu SMP. Ahjumma inget?” tanyaku

“Ah, ne. Hun Wa, ada apa dengan Eun Hu?” tanya ibu Eun Hu histeris

“Ahjumma. Eun Hu.. sudah tiada.”Jawabku

 

“Eun Hu!!!!!” jerit ibu Eun Hu lalu tak sadarkan diri. Sukurlah, badannya ditopang oleh ahjussi, ayah Eun Hu.

“Hyun Wa, ahjussi mohon. Tangkap pembunuh Eun Hu. Jangan biarkan ia lolos.” Jawab ayah Eun Hu sambil bercucuran air mata.

“Ne, ahjussi. Aku akan tangkap dia! Tak peduli apa pun yan terjadi.” Tekadku.

Setelah 1 setengah jam mengumpulkan bukti, mayat di bawa ke lab untuk di autopsi. Aku, Sae Yong, Chang Wuk dan Alex juga kembali ke lab.

“Aku akan memanggil orangtuanya dan orang-orang di kontak nomor telpon di ponselnya.” Kata Chang Wuk setibanya kami di Lab.

“Aku dan Sae Yong akan memeriksa pakaian Miss Park.” Jawab Alex.

“Aku akan ke ruang autopsi (pemeriksaan mayat). Chang Wuk, panggil aku kalau saksi-saksi itu datang.” Jawabku laliu kami berpencar

 

~Jinki POV~

Tadi malam aku bermimpi. Aku menghadiri pemakaman. Hyuyu menangis dan ada beberapa orang yang ku kenal juga menangis seperti orangtua Eun Hu. Ah, sudahlah. Tak penting.

 

TBC

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s