[un] MISTAKEN WEDDING part 06


 

 

 

AUTHOR     : AISHITA PARK

GENRE        : Romance, Angst

MAIN CAST :

à    Hwang Hye Rin

à    Jung Yun Ho DB5K

à    Cho Kyu Hyun SUPER JUNIOR

è   Kim Jaejoong JYJ

OTHER CAST :

  • Shim Chang Min DB5K
  • Yesung Super Junior
  • Kim Bo Ram as Yesung wife

RATING                  : PG 17, Half NC 21

DISCLAIMER        : THEY ARE BELONGS TO GOD,THEIR PARENT AND

E.L.F WITH CASSIE THEY ARE NOT BELONG

TO SME!

Please rcl ^^ gomawo ^^

——————————————————————————————

Jaejoong menatap cakrawala pagi Tokyo dari pinggiran balkon apartemen mewahnya, senyum tak henti merekah dari wajah yang tak kunjung menua itu, meskipun usia Jaejoong hampir memasuki dekade ketiga. Dipandangnya sekali lagi wajah sempurnanya yang terpantul jelas di kilatan jernih air cangkir di genggaman tanganya.

Tampan! Ani.. cantik..

Pantas saja Jung Yunho sangat mencintainya.

Dan pagi ini dimulai oleh Yunho hingga pagi – pagi seterusnya.

Yah.. mereka sudah hampir bersatu kembali, semenjak pertemuan mereka satu minggu lalu, hampir setiap hari mereka bertemu. Sekalipun, yah.. Yunho masih harus diancam sedikit agar mau menemuinya.

Ini semua demi kebaikan Yunho juga, ancaman kejam itu untuk menyelamatkan remuknya hati Yunho, setelah mengetahui kebenaran dibalik menggelembungnya perut Hyerin. Jaejoong tidak ingin lagi melihat Yunho setengah hidup. Itu cukup terjadi sekali, setelah kematian Inyoung. Bukan dengan Hyerin, yang tengah, mungkin berbahagia dengan janin milik Kyuhyun di rahimnya.

Jaejoong tahu, Yunho masih tersakiti, sayatan luka tiga tahun lalu tidak akan semudah itu menggering. Jaejoong tahu persis, luka itu tidak akan sembuh sebelum dia sendiri yang menyelesaikannya. Yunho merasa terkhianati, sebagai leader harga dirinya terinjak. Dia gagal membawa kelompoknya tetap utuh setelah hubungan tidak wajar diantaramereka mulai tercium oleh sasaeng fans.

Jaejoong menatap sekilas sosok yang kini meringkuk tenang di ranjangnya. Rangkaian Tour SM TOWN benar-benar membawa berkah untuk Jaejoong. Semalam dia berhasil menculik Yunho, tentu dengan sedikit bantuan dari Changmin. Yunho selalu tidak tahan dengan alcohol. Hanya dengan sekali teguk, kesadaran Yunho sudah mencapai ambang batas.

“Changmin-a.. jam berapa sekarang?”

Suara berat Yunho segera mengalihkan perhatian Jaejoong, lelaki itu segera menghampiri Yunho, mengangsurkan segelas air putih, sesuai kebisaan kekasihnya itu setiap matanya mulai melebar, memandangi hari dengan penuh gairah.

“terima kasih, Changmin-a.. pesawat kita berangkat jam berapa?” ucap Yunho, kesadarannya belum pulih penuh. Tidak menyadari siapa pemilik tangan pucat susu dihadapannya itu.

“sudah sejam lalu, Yun-ya.. kau akan kembali ke seoul bersamaku setelah kita menghabiskan sisa libur tiga harimu disini”

Sontak Yunho melebarkan matanya. Itu suara Jaejoong, dan dia menemukan Eomma DBSK itu menyungingkan senyum manis. Tepat di depan wajahnya. Sial! Semalam pasti Changmin sudah mengirimnya ke apartemen Jaejoong. Anak itu semakin menyebalkan! Yunho tahu, Changmin memang tidak menyukai Hyerin setelah dia mengatakan bahwa istrinya itu sedang mengandung. Entah kenapa, sikap manis Changmin berubah seketika. Dia malah medukung Jaejoong untuk mengajuk hati Yunho kembali.

Yunho seharusnya sudah curiga ketika Changmin mengajaknya minum bersama Leeteuk, Sungmin , Minho, Kai, dan beberapa artis SM lainnya. Hanya acara mengakrabkan diri antara Sunbaenim dan Hoobae saja. Kilah Changmin. Yunho percaya saja. Tanpa curiga, dia membiarkan Changmin menuang Sake banyak – banyak untuknya. SIAL! Dia terjebak kali ini.

“kau binggung, Yeobo-ya?”

“aku sudah tahu kronologinya hingga aku berada disini sekarang. Shim Changmin.. jangan berkata apapun lagi, aku masih tidak ingin membahas permintaan maafmu atau semacamnya, kepalaku masih terasa berat”

ditariknya kembali selimut. Percuma melawan, selalu Hyerin ancaman Jaejoong. Yunho belum siap memberitahu Hyerin tentang masa lalunya. Meskipun dia tahu, Hyerin pasti tidak akan peduli, tapi tidak ada seorangpun di dunia ini yang menginginkan bersuami seorang mantan Gay. Termasuk Hwang Hyerin. Anak mereka sekarang sedang berkembang. Hyerin membutuhkan suasana yang baik. Bukan pengeruh pikiran seperti Jaejoong.

“tidur lagi saja, nanti siang aku bangunkan, kita harus ke pantai sore nanti, mimpi indah Yeobo-ya”

“hmm”

“terima kasih, aku yakin kau ingin makan setelah ini, aku siapkan di meja saja”

“hmm”

Jaejoong segera beranjak menuju dapur. Langkahnya terasa sangat ringan. Ah.. rasanya nyaman sekali, kembali menjadi istri Yunho.

================================================================================

<Hyerin POV>

Hari ketiga..

hari ketiga dia tidak memberiku kabar sedikitpun. Sialan laki – laki itu! Setidaknya dia memberitahuku, kemana dia pergi.

Aish! Bukannya aku khawatir atau apa padanya. Perutku semakin membesar, usia kehamilanku mulai memasuki bulan ke empat. Benjolan di perutku sudah mulai tampak. Timbangan badanku saja sudah naik hampir delapan kilo. Iya.. aku mulai membulat seperti gentong air. Dan.. aku belum memberitahu Orangtua juga Mertuaku soal kehamilan ini.

Aku takut jika Eomma ataupun Eommonim berkunjung ke flat kami. Aku masih belum bisa membayangkan reaksi mereka. Aku takut, takut sekali. Jika Yunho ada disampingku itu akan sedikit membuatku tenang. Setidaknya dia yang akan menjawab pertanyaan – pertanyaan bodoh itu.

Aku tahu berita kehamilan ini akan membuat beliau berdua bahagia. Tapi tidak untukku, aku tidak suka mereka mengunjingkan tentang bayi ini. Mulai dari jenis kelamin, nama yang pantas, perlengkapan bayi, biaya persalinan. Argh! Aku benci mendengarnya, ini anak Yunho, bukan Anakku.

Aku kesepian sekali berada di Flat seluas ini. Boram Eonni, yang dimintai tolong Yunho untuk menemaniku, sudah dijemput Yesung Oppa setelah SM Town selesai menggelar tour di jepang tiga hari lalu. Seharusnya lelaki sialan itu juga sudah pulang. Menemaniku disini. Bukan benda kotak bersuara bercahaya yang menyiarkan berita tentang dirinya yang menemani hari – hariku.

Dia sebenarnya punya otak atau tidak sih? Bagaimana jika terjadi sesuatu denganku? Misalnya, jika aku tiba – tiba pendarahan, atau pingsan, Aha! Benar! kan aku tinggal menghubungi Boram Eonni saja, masalah selesai! Jadi apa alasan dia untuk segera pulang? Aku sudah punya dokter 24 jam dan mulut untuk mengaduh pada Boram Eonni. Apa perlunya dia mengurusku? Iya kan?

Kupindahkan asal Chanel televisi di depanku, tidak ada Chanel yang menarik. Aku malah lebih suka melihat CF yang aku bintangi. Okay, sedikit narsis sih. tapi semenjak aku hamil, aku memutuskan untuk mengurung diri di Flat. Membatalkan seluruh kontrak kerjaku, yang dengan senang hati Yunho bayari dendanya. Ancaman kehancuran karierku terlalu mengerikan.

Dan aku tidak mau itu terjadi.

Aku tidak ingin Kyuhyun mengetahui kehamilanku. tindakan pengecut, tapi ini yang terbaik untuk kami. Oh iya, aku juga memutuskan untuk tidak menghubungi Kyuhyun selama enam bulan kedepan. Dengan alasan perceraianku dan Yunho, akan aku proses di waktu itu. Aku sudah mendiskusikannya dengan Kyuhyun via telefon beberapa minggu kemarin. Anehnya, dia tidak terlalu mempermasalahkannya, dia mengerti sekali posisiku. Kekasihku.. dia.. yang terbaik!

Rasa bosan semakin membuatku gila. TV hanya menayangkan gossip, drama, dan berita tak jelas. Aku ingin menonton Film. Tapi aku tidak mungkin pergi ke tempat penyewaan Film dengan perut yang setengah membulat seperti ini. CARI MATI!

Si bodoh punya koleksi Film tidak ya? Sepertinya dia menyimpan koleksi DVDnya di laci bawah televisi, semoga ada film yang cukup bagus. Kubuka perlahan laci kaca di depanku. Mengecek isinya. Dasar narsis! Semua DVDnya berbau DBSK. Tidak ada satupun kepingan cd Film yang kutemukan. Apa boleh buat, kutarik satu keping DVD dari tempatnya. MIROTIC live in concert. Boleh juga.

Lima menit kemudian, mataku malah tidak mau berkedip sedikitpun. Suamiku nampak mempesona dimataku. Setiap tarian dan lagu dia bawakan dengan sempurna. Aish,, ternyata dia tampan loh. Bodohnya aku baru sadar sekarang. Intro wrong number mulai terdengar. Ini lagu favoritku. Semasa DBSK masih berjumlah lima kepala. Yunho membuka lagu bengan RAP khasnya. HAH! Apa-apaan itu? Dia tampil hanya menggunakan Jas tanpa kemeja atau kaos di dalamnya. Perut six packnya tertampang polos begitu saja. AISH! AKU AKUI, dia.. KEREN! Seharusnya hanya aku yang boleh melihat perut itu. Dia suamiku bukan? YAK! HWANG HYERIN! Apa sih yang kau pikirkan!

“AISH! PABBO! PABBO!” gertakku pada diriku sendiri seraya menoyori pelan kepalaku. Kenapa aku bisa memuji dan terpesona pada lelaki itu sih?

“YA.. kenapa kau menyiksa kepalamu seperti itu? Yeobo-ya”

GLEK! Itu suara si bodoh.

Kutolehkan kepalaku perlahan, dan kutemukan sosok Yunho yang lagi – lagi hanya memakai kaos berpotongan di lengannya. Kali ini malah terlampau tipis dan ketat, hingga otot – ototnya agak tersembul dibalik kaos putihnya. Semanjak kapan dia duduk disampingku?. Aku tidak mendegar pintu otomatis apartemen kami terbuka.

“kau rindu padaku, ya?” selorohnya asal

Kupandang sosok leader TVXQ itu. Hampir dua minggu aku tidak melihatnya. Dia.. bertambah tampan. Aish, suamiku seksi sekali! Pikiran kotor mulai merayap di benakku. Andai.. andai.. Yunho.. erh.. mau.. errhh.. membukanya seperti di konser tadi.. itu.. pasti.. ergh.., tidak, seharusnya aku marah padanya, bukan malah terpesona seperti ini. belum selesai aku berpikir, tangannya tiba – tiba saja memeluk tubuhku. Kepalanya tersandar manja di bahuku.

“aku mohon, yeobo-ya.. biarkan aku memelukmu.. lima menit saja” ucapnya dalam satu tarikan nafas. Ada nada penuh kelelahan dari kata – katanya barusan. Ada apa dengannya?

“kau? Apa kau? Baik – baik saja?”

Dia hanya menggeleng lemah. Kupandang wajahnya, matanya sayu dan tidak bergairah. Sebenarnya kemana dia tiga hari ini? Yunho tampak terlihat kacau, garis hitam melingkari matanya. Jelas dia kurang tidur.

“katakan padaku, setidaknya, kau bisa menganggap aku sahabatmu”

“kau.. masih istriku kan?” ucapnya seraya mengecup pelan bahuku. Nafas hangat Yunho menerpa tengukku. Aish.. apa-apaan sih dia? Apa dia mabuk? Kudorong perlahan tubuhn ya. Kedaan ini tidak baik. Sayangnya dia malah mendekapku kedalam pelukannya.

“kau mabuk”

“tidak.. aku sadar sepenuhnya, jawab aku Hyerin-ah.. kau masih istriku kan?” ucapnya, dia membalik badanku, tatapan matanya menikam manik mataku. Tajam, dalam, penuh kemisteriusan. Aku hanya mampu tertunduk. Ada apa sih, sebenarnya dengan dia? Apa dia sedang tidak waras, gara-gara terlambat pulang kerumah selama tiga hari? Entahlah.

Yunho merangkum wajahku, tatapan matanya semakin seduktif. Jarak wajah kami semakin tereleminasi, dan ciumannya mendarat pelan di bibirku. Entah kenapa, aku malah membalasnya. Pagutan Yunho semakin menajdi, dari Perlahan lalu mulai tak terkendalikan.

Tubuhnya bergerak merebah, dan aku mengikutinya. Kami masih berciuman dalam posisi Yunho diatas dan aku dibawah. Ku kalungkan lenganku di lehernya. Meminta lebih dari ciuman kami. Memperdalamnya, hingga kami tidak mampu bernafas. Desahan diantara decapan permainan lidah kami semakin menggila. Tidak ada rasio lagi. Alam bawah sadar kami yang bekerja sekarang.

Aku melepas ciuman kami, dan meminta jeda untuk menggambil nafas. Mataku hanya mampu memandang pasrah mata Yunho. Dia terdiam, tapi tidak dengan tangannya. Jemari Yunho mulai membuka kancing kemejaku. Sementara tanganku juga mulai menarik – narik kasar kaos ketatnya.

“Buka” ucapku parau

aish! Itu tadi suaraku? Kenapa terkesan menggoda sekali? Biarlah. Sudah terlanjur ini, dia suamiku. Aku berhak juga kan? Melihat apa yang dimilikinya? Yunho menghentikan aktifitasnya membuka kemeja hamilku. Sudah terbuka hampir setengah. Tangan itu berpindah ke tubuhnya sendiri, membuka kaosnya, dan membuangnya entah kemana. Mataku memuja apa yang dilihatnya sekarang. Perut itu, dada itu, tanganku menyetuh mereka berngantian secara alamiah. Mata Yunho terpejam menikmati sentuhanku. Dia seperti sangat menantikannya.

“kau suka?” reflex mulutku melontarkan pertanyaan.

“iya..” jawabnya “kubuka lagi kemejamu? Boleh?”

Kuanggukkan kepalaku. Aku terlalu sibuk dengan badannya di mataku. Ini gila.. sempurna sekali.

Yunho masih meneruskan pekerjaanya sementara aku hanya meraba-raba dadanya. Sesekali dia mendesah. Sementara aku merasakan sesuatu mengigiti kecil payudaraku. Gantian aku yang mendesah, rupanya Yunho sudah sejauh itu. Kami sama-sama half naked saat ini. Astaga.. jantungku berdetak lebih cepat. Inikah rasanya menyentuh dan disentuh?.

Ciuman Yunho semakin menurun. Dia meninggalkan banyak sekali Kiss mark di dada dan perutku. Kakiku menggelinjang liar. Mulutku tidak berhenti mendesah. Aku sudah tidak tahan. Dibawah sana ada sesuatu yang ingin keluar. Aku terengah. Saat kurasakan bagian bawahku basah. Yunho berhenti setelah aku melenguh panjang.

“maafkan aku.. seharusnya aku..” matanya menyapu keadaanku sekarang. Dari wajahku hingga perutku yang mulai membuncit. “ seharusnya aku bisa menahannya, mianhe.. Hyerin-ah.. mianhae.. baby-ya” dikecupnya perutku. dia beranjak dari atas tubuhku. Tangannya kembali memakaikan kemejaku. Lalu menarikku untuk duduk. Aku tak mengerti apa yang dipikirkan olehnya. Seharusnya dia meneruskan permainan ini. Sesuatu miliknya dibawah tadi sudah mengeras. Pasti rasanya sangat tersiksa.

“kenapa? Kenapa?” racauku

Yunho memandangku, aku tahu dia ingin lebih. Dan aku.. aku.. AKU JUGA! Setidaknya satu permainan saja. Mungkin karena aku sudah tidak cantik dan badanku sudah tidak berbentuk. Jadi Yunho menghentikannya begitu saja. Argh! Aku butuh pelepasan.

“kenapa harus berhenti” aku mulai terisak “aku tidak cantik lagi? Aku gendut dan bulat? Iya?”

“bukan.. anak kita, ini karena anak kita”

“tidak! Ini karena aku gendut dan bulat”

Yunho segera mendekapku tanpa menjawab keluhanku. Dan aku menangis lebih keras lagi. Aku tertolak! Aku tertolak! Hatiku sakit! Sialan lelaki ini! Aku sudah pasrah dan dia yang memulai. Malah dia yang berhenti sekarang! Sial! Berbagai pikiran menguasai otakku. Mungkinkah hanya gara-gara fisikku yang tidak lagi sempurna, semua akan berakhir. Perceraian kami, hubunganku dengan Kyuhyun, karierku, Yunho, pernikahan ini. Dan.. anak yang tidak akan pernah akan kudapatkan hak asuhnya jika Yunho menceraikanku. Ini semua hanya karena bentuk fisikku! Tangisanku semaikin mengeras. Kupukuli gemas dada Yunho. Dia tak bereaksi kecuali pelukannya yang tambah mengerat. Aku marah sekali padanya. Dia yang memulai membuat suasana panas dan kini dia memadamkannya begitu saja. Aku tidak tahu lagi kapan pukulanku mulai melemah. Yang kurasa mataku memberat karena terlalu lelah menangis.

================================================================================

<Yunho POV>

Akhirnya Hyerin tertidur juga dipelukanku. Wajah sehabis menangisnya terlihat tenang. Astaga..tadi aku hampir saja kehilangan kendali tadi. Mianhae sayang.. otakku sudah tidak waras. Sekembalinya aku dari jepang pagi tadi, aku merasa aku harus membuktikan aku masih normal atau tidak. Tiga hari kuhabiskan bersama Jaeejong dan aku mulai merasakan kejanggalan itu lagi.

Kejanggalan tentang kelelakianku.

Tiga hari Jaejoong memperlakukanku seperti masa – masa saat kami masih bersama. Dia benar – benar kekasih yang baik. Semua kebutuhanku dia siapkan dengan cermat, mulai dari pakaian, makanan, hingga hal kecil seperti menghapus sisa makanan yang belepotan di mulutku. Sebagai namja yang pernah saling menaut perasaan dengannya, tentu aku merasakan getaran itu lagi. Ketergantungan yang menyakitkan bernama cinta. Tadi malam kami hampir saja melakukan hubungan badan. Jaejoong memang benar – benar pencium yang ulung. Dia masih mengingat titik – titik sensitifku.

Aku tahu aku kesepian, istriku sendiri tidak pernah mau kusentuh. Atau malah aku yang tidak berani menyentuhnya dulu. Bayangan tentang malam pertama kami yang membuatku sedikit berhati-hati memperlakukan istriku. Terlebih perjanjian pernikahan itu. Aku mencintai Hyerin , tapi tidak untuk memaksanya melayani nafsuku.

You get the wrong number..

Wrong Number..

Kuraih ponsel di sakuku.

Jaejoong..

Kulepaskan segera batrai ponselku.

Malam ini, aku milik istriku. Seutuhnya!

Hyerin memang Yeoja unik. Apa-apaan pikiranya tadi? Aku tidak melanjutkan cumbuanku hanya gara-gara bentuk fisiknya? Aish.. lucu sekali. Dia kini bahkan terlihat sangat menggoda dengan perut yang semakin berisi. Seksi sekali. Lebih seksi daripada tubuhnya yang dulu.

Kukecup singkat kepalanya. Wangi citroen yang selalu menggodaku. Dia kelelahan sekali. Istriku memang benar-benar cantik. Kugendong perlahan tubuhnya menuju kamarku. Heh.. sedikit lebih berat,tapi ini anak kami. Buah hati kami. Yang membuatnya terlihat mebulat dan berat. Kupandangi puas – puas wajah istriku. Berbaring dengan mendekap Hyerin ternyata lebih menenangkan daripada didekap Jaejoong sekalipun. Mataku mulai ikut memberat, sepertinya tidur bisa sedikit melepaskan penatku dengan masa laluku.

================================================================================

Hyerin membuka matanya perlahan. Kepalanya masih sedikit berat sehabis mengamuk pada Yunho tadi. Lelaki itu benar – benar sialan! Dia sudah panas dan siap menunggu sentuhan yang lebih lagi dari suaminya. Yunho berhenti begitu saja. lihat saja, dia akan membalas lebih dari ini!

Mata nyalang Hyerin menangkap tangan kekar yang medekap perutnya hangat. Si pemilik masih memejamkan mata damai. Masih bertelanjang dada. Aish! Benar – benar menantang untuk dikerjai. Hyerin tersenyum licik. Dia sedikit tahu kelemahan dan titik sensitive pria. Dikecupnya perlahan pipi Yunho, jemarinya tidak berhenti membelai tiap inchi kulit dada Yunho.

Perlahan mata yang digoda itu terbuka. Dan menemukan bibir istrinya, hampir mengecup bibirnya. Kedua mata mereka bersirobok. Baik Yunho atau Hyerin saling menatap dalam diam. Menikmati lekuk wajah masing-masing. Perlahan bibir mereka menaut. Hyerin sudah lupa apa tujuannya. Dia hanya membiarkan bibir Yunho mulai menguasainya. Dalam, dan semakin dalam. Peristiwa sebelumnya terulang lagi. Yunho bersiap melepas pagutannya ketika Hyerin sudah memekik karena ledakan dibawah sana. Hyerin tidak membiarkan tubuh Yunho menjauh. Kakinya melingkari perut suaminya. Dia merasakan tubuh Yunho yang mengeras dibawah sana. Yunho juga harus melepaskannya.

“aku istrimu, lakukan padaku, aku menginginkannya” bisik Hyerin seduktif di tengkuk Yunho.

Lelaki itu mengejang seketika. Suara Hyerin benar – benar berhasil membuatnya terhipnotis. Tangannya bergerak duluan, mencari kaitan hot pants istrinya. Hyerin terdiam membiarkan Yunho bekerja. Dia hanya merespon dengan pelukan yang semakin mengerat. Menanti dengan sabar Yunho selesai bekerja.

“aku sudah melepasnya, kau yakin? Anak kita, masih berkembang”

Hyerin hanya tersenyum. Tangannya turun ke kaki Yunho, melakukan hal serupa. Setelah keadaan mereka sama, Hyerin segera kembali merebah di atas tubuh Yunho. Memeluk leher Yunho, dan merasakan sensasi kulit mereka yang saling melekat tanpa halangan.

“semua akan baik – baik saja, Boram Eonni, bisa membantuku nanti, aku mencintai anak ini, Yun.. aku akan menjaganya, lakukan saja, jangan menahan apapun”

“aku akan menyakitimu, ini melanggar perjanjian kita”

Hyerin mengecup perlahan leher suaminya, tidak ada yang perlu diperdebatkan lagi. Hyerin menginginkan Yunho sekarang. Tidak ada yang lain. Yunho mendesah hebat. Masih mencoba menahan hasratnya sendiri. Rasionya tidak mengijinkan dia melakukan kontak fisik dengan istrinya. Anak mereka belum terlalu kuat berada di rahim ibunya. Tapi rasio selalu kalah dengan perasaan. Detik berikutnya giliran Yunho yang menghabisi leher Hyerin. Tak seinchipun tertinggal.semua penuh tanda merah, merah milik Yunho.

Hyerin hanya mampu pasrah, dia yang memulai, dia yang ingin ini selesai. Diikutinya kemauan Yunho. Perlahan dan tanpa penolakan. Kecupan Yunho sangat lembut. Tidak ada kesan menguasai disana. Lelaki itu tahu istrinya tipe dominan. Tapi hari ini, Hyerin tergeletak lemah dibawahnya. Nafas Yeoja itu turun naik mengikuti setiap sentuhan Yunho. Seolah mereka pasangan baru yang pertama kali melakukan percintaan.

“kau sudah cukup, kukira, haruskah aku..”

“lakukan saja, perlahan, ingat uri aegi” potong Hyerin cepat

Ia dengan segera membuka lipatan pahanya. Tidak ingin lagi Yunho meminta ijin memasukinya. Yunho terkagum dengan apa yang tersaji di depan matanya. Nafas lelaki itu mulai tidak beraturan. Dengan sangat gugup, dia memposisikan tubuhnya diantara lipatan paha istrinya. Perlahan dia mulai memasuki istrinya. Menyatukan milik mereka berdua.

“ahhhhh”

Hyerin mendesah hebat. Ini gila! Sensasi apa ini. Tubuh Yunho baru separuh berada di dalamnya. Hormonnya sudah naik hingga batas maksimal. Wanita itu tidak mampu lagi menahan semuanya. Dia terus meracau dan mendesah-desah. Seprai tempatnya terbaring diremasnya kejam. Kalau bisa dia ingin sekali mengigitnya. Mencoba mengalihkan kegilaan yang menguasainya.  Yunho benar – benar mampu membuatnya liar seperti ini.

Sementara Yunho sudah berhasil menyatukan tubuh mereka. Dia mulai bergerak. Di ikuti gerakan lawan arah Hyerin secara reflex. Yunho sangat Menikmati setiap getaran yang di alirkan Hyerin. Dia ingin mendesah, tapi itu harus ditahannya. Bibirnya benar – benar sialan. Tak bisa mendesah, bibirnya tak bisa diam. Memagut apa saja yang ada di depannya. Sontak Hyerin semakin menjerit kepuasan. Mereka masih saling menguasai dan menikmati setiap apa yang terjadi. Hingga ledakan itu meminta untuk diselesaikan.

Setengah terengah, Yunho menatap Hyerin singkat. Peluh membasahi wajah istrinya itu. Dikecupnya bibir yang selalu membuatnya berpikir pervert. Seiring dengan pelepasan mereka berdua. Mereka meraihnya bersama. Setelah ledakan itu berangsur normal. Yunho segera melepaskan kontak mereka. Lalu memeluk istrinya seraya menarik selimut menutupi tubuh penuh peluh mereka.

“kau hebat” puji Hyerin

“terima kasih”

“ne.. ah.. aku masih ingin beberapa kali lagi , tapi anak kita tidak setuju nampaknya”

“lain kali, kita lakukan lagi. Aku akan menelepon Boram Noona sekarang, ini berbahaya atau tidak”

“tidak perlu, aku sudah menanyakannya, dia bilang tidak apa, asal jangan setiap hari”

“Jinjja?? aku bukan Eunhyuk atau Jonghyun, tenang saja, aku akan menunggumu”

“terima kasih”

“yeobo, kenapa.. ash.. sudahlah aku tidak ingin membahasnya”

“kau pasti bilang ini aneh dan perlu dibahas, sejujurnya perilakuku hari ini berkonsekuensi, Jung Yunho. Kau tidak bisa lagi senaknya meninggalkanku. Seperti tiga hari kemarin. Aku sudah menyerah padamu, kau juga harus menyerah padaku”

“maksudmu?”

“pikiranku akhir-akhir ini semakin gila. Kau tahu, aku sering menemukan diriku tersenyum tanpa aturan ketika teringat tentangmu. Aku belum yakin, aku sudah terjatuh padamu atau tidak. Tapi pada kenyataanya kita telah melakukan hal ini. Aku rasa perjanjian kita batal, kita mulai dari awal, jika kau memang menginginkannya”

Yunho memandang seduktif istrinya. Mata itu kini seperti luluh setelah pengakuannya tadi. Ini gila! Istrinya secara tersirat menginginkan mereka bersama! perasaan bahagia membuncah di dada Yunho. Ini gila! Gila! Akhirnya dia pemenang pertaruhan ini.

“jinja?”

“aku tidak pernah main – main, aku rasa, anak ini perlu seorang ayah, ayah kandungnya”

“kau akan putus dengan Cho Kyuhyun?”

“aku sudah putus dengannya semenjak aku mengandung, pabbo!”

“aish! Kau mengataiku pabbo? Eh.. kau barusan menyatakan perasaanmu pada namja pabbo ini”

“tidak.. aku tidak menyatakan apapun”

“jangan mengelak” jemari Yunho segera bergerak diatas perut Hyerin.

“aku.. akh…hahaha.. lepaskan tanganmu, akh… ahahaha.. aku geli”

“tidak akan.. aku sudah lama sekali ingin melakukan ini padamu”

“ahaaa… hahahaha.. berhenti kubi.. hahahha.. lang”

“tidak,, aku harus balas dendam”

“apa? Ahhha…ahhahhhaaa.. geli”

“kau har..”

Cup! Yunho tidak sempat lagi meneruskan kalimatnya. Hyerin sudah berkuasa lagi atas dirinya, mereka kembali menautkan bibir. Entah untuk berapa kali malam ini.

================================================================================

Kyuhyun memandang jemu siluet Seoul dihadapannya. Namsan tower selalu mengundang kenangan tentang dia dan Hyerin. Membuat nafasnya semakin sesak tak beraturan. Udara musim gugur semakin menusuk tulang. Seandainya bukan Jaejoong yang memintanya bertemu di tempat seperti ini. Dia lebih memilih meringkuk dibawah selimut kamar Dorm. Daripada harus mengenang kekasih yang sudah dihamili oleh leader DBSK itu.

Tapi perjalanan tiga hari YunJae sangat mengusik pikirannya. Beribu rencana sudah tersusun dengan rapi di otak Kyuhyun, jika kencan pembiasaan yang direncanakannya dan Jaejoong berhasil membuat Yunho kembali nyaman dengan Jaejoong. Hanya tinggal selangkah lagi dia akan memiliki Hyerin.

Di otaknya sudah terbayang masa depannya dengan Hyerin. Yah, walaupun dia harus mengakui anak Yunho sebagai anaknya. Itu tidak masalah. Walaupun dia tidak menyukai tangis bayi atau semacamnya. Jika itu anak Hyerin, dia akan dengan senang hati menjaganya. Hitung – hitung latihan.

“Cho Kyuhyun”

Kyuhyun segera tersadar dari lamunannya. Jaejoong sudah berdiri dihadapannya. Pria itu tampak sumringah. Rona merah menghiasi wajah Jaejoong. Kyuhyun hanya mengulaskan senyum evil singkat. Tak usah ditanyapun dia juga tahu, Jaejoong telah berhasil.

“bagaimana kencanmu, Hyung?”

“aish! Kau ini”

Digoda seperti itu, wajah Jaejoong semakin memerah. Bahkan lebih merah dari kepiting rebus.

“ya.. jangan katakan kalian telah.. ”

“tidak! Kami hanya berciuman, tapi hampir”

“hahahahaha”

Tawa Kyuhyun berderai panjang. Puas karena berhasil mengerjai Jaejoong. Sekaligus bahagia rencanya akan berhasil. Tinggal selangkah lagi.

“YAK! Berhenti tertawa, kau kira ini lucu?”

“mianhae, mianhamnida Hyung”

“katakan rencanamu selanjutnya”

“jadi yang tidak sabar malah kau, Hyung”

“tidak ada kata sabar untuk hati Yunho, aku tidak ingin dia terluka, jujur aku sedikit membencimu kemarin, aish.. bagaimana kau bisa menjadikan Yunho mainan”

“dia yang merebut Hyerin dariku, aku tidak ingin ibu anakku termiliki orang lain”

“iya.. iya,, aku mengerti, jadi katakan saja, Cho Kyuhyun. Kita tidak punya banyak waktu untuk berdiskusi, Namsan terlalu ramai”

“kau yang memilih tempat ini Hyung, jangan salahkan aku”

“ahh.. iya.. jadi katakan, sekarang, okay,”

“kau masih tidak sabaran Hyung, baiklah.. bagaimana jika kita memberikan kejutan untuk Yunho dan Hyerin? Kau harus mengambil posisi istri lagi, beranikah kau mendatangi Flat Yunho, berpura mengunjunginya?

“tapi? Apa itu tidak berbahaya?”

“Changmin sudah bersedia membantu, dia akan membuat Hyerin menyadari hubungan kalian, bersikaplah semanja mungkin pada Yunho, biarkan Hyerin merasa tersingkir”

“menarik, apa yeojamu itu bisa memasak?”

“tidak, merebus air saja pancinya pasti gosong”

“parah.. aku saja yang namja bisa membuat perut Yunho mati kekenyangan”

“itu kan kau, biarlah, yang penting, kau harus merebut kembali kekasihmu, berikan Hyerin padaku, itu terjadi secara otomatis”

“egois”

“itu nama tengahku, sudahlah Hyung. Aku ingin mendapatkan Hyerin secepatnya, perutnya semakin membesar. Kau tentu tahu, aku juga ingin sekali menjadi yang pertama melayani kebutuhan Hyerin. Aku ingin melakukannya untuk Hyerin dan anak kami”

“janjikan dulu padaku, kau tidak akan menyakiti Yunho”

“aku janji”

================================================================================

Pagi ini pagi paling tenang untuk Hyerin setelah pernikahan mereka. Entah kenapa kemarin mulutnya bisa lancang mengatakan dia mencintai Yunho. Padahal terpikir saja tidak. Hanya karena melihat wajah super lelah Yunho kemarin. Dia bisa menggarang secara bebas tanpa rasa bersalah sedikitpun. Jatuh cinta memang aneh.

Hyerin bahkan menikmati setiap sentuhan dari Yunho. Bukannya berpikir pervert, tapi perlu diakui, Yunho memang Namja paling terseksi dimata Hyerin saat ini. Entahlah, berada di dekapannya membuat Hyerin tenang setengah mati. Sentuhan Yunho tidak terkesan memiliki. Tetapi memberi, tulus dan tidak menguasai. Tidak seperti Kyuhyun.

Bodoh! Mereka kan memang dua pribadi yang bertolak belakang.

Hyerin tidak mungkin menguasai kedua – duanya. Dan ini saatnya memilih.

suasana terbangun sedikit canggung. Mereka tidak terbiasa membuka mata dengan memandang wajah pasangan masing-masing. Tidur seranjang juga saling berdekapan. Rasanya sama sekali tidak ada nyaman-nyamannya. Tidak ada yang berinisiatif membuka percakapan. Mulut mereka saling terkunci. Hanya mata mereka yang sesekali saling berbicara.

“Yun..”

“Yeo..”

Ucap mereka bersamaan.

“kau dulu”

Lagi – lagi mereka membuka mulut bersamaan. Akhirnya mereka saling terkikik geli.

“ah, aneh sekali rasanya pagi ini. Pertama kali menemukanmu ketika aku membuka mata, rasanya.. canggung, tapi membahagiakan” ucap Yunho membuka percakapan.

“itu yang akan aku ucapkan, huh.. kau mendahuluiku, Oppa”

“Mwo? Oppa?”

“itu aneh?” sesal Hyerin seraya menyambunyikan wajahnya di dada Yunho. Darahnya naik ke ubun-ubun dengan cepat saking malunya.

“wae? Tidak usah malu, itu manis kok, aku menyukainya”

“jinja? Aku boleh memangilmu Oppa? Eh.. semalam aku berpikir keras tentang ini, aku belum mampu memanggilmu Yeobo atau Chagi”

“kita perlahan saja”

“terima kasih, ah.. terima kasih karena kau telah mencintaiku selama ini, mempertahankan pernikahan ini, eh.. ada alasannya kan? Atau hanya karena Uri Aegi saja?”

Yunho terdiam tanpa mampu berkata-kata, otaknya mencerna perlahan setiap kata yang di keluarkan Hyerin. Iya, alasan apa yang membuatnya mampu bertahan seperti ini. Dibilang jatuh cinta pada Hyerin juga benar, tapi untuk mempertahankan pernikahan ini? Apa hanya alasan sebatas kehamilan Hyerin?

“molla, semua berjalan seperti apa yang aku pikirkan, kau dan aku satu, tidak terpisahkan”

“kau mencintaiku atau tidak?”

“tentu saja, kau Yeoja tersempurna yang aku temukan setelah bertahun – tahun aku mencari”

“jangan membual, aku perlu bukti, aku sudah terlalu sakit dengan perpisahan, aku tidak igin lagi terulang. Kita berbeda sekali Yun, mungkin kau tidak akan bisa cocok dengan sifatku, aku egois, manja, kekanakan, tidak bisa masak dan..”

“cukup” potong Yunho cepat

“aku hanya mengingatkanmu soal ini, kau perlu beradaptasi, kau menikahi Yeoja buruk seperti aku”

“lantas apa masalahnya? Aku yang menginginkanmu, tahukah kau, semenjak aku menemukan sosokmu berbalut gaun pengantin itu, aku sudah merasa kau separuh jiwaku yang hilang, kau dan aku memang harus bersama”

Hyerin mencelos. Matanya mulai memanas. Dia memang bodoh, Kesadarannya terlambat. Ada pria setulus ini yang mencintainya, dan dia menyiakannya begitu saja. Memilih jalan yang sulit untuk dirinya sendiri. Andai dia mau menerima Yunho lebih awal. Belajar mencintainya. Mungkin otaknya tak serumit ini.

“hei.. kenapa menangis? Aku menyakitimu? Atau ada yang bermasalah dengan perutmu? Aku perlu menelepon Boram Noona sekarang?”

Hyerin menggeleng cepat. Kekhawatiran Yunho semakin membuat Yeoja itu merasa semakin bersalah. Dia selama ini buta, Yunho pria baik. Seperti penilaian kedua orang tuanya. Tidak ada orang tua yang tega menjerumuskan anaknya sendiri bukan.

“aku lapar” hanya itu yang keluar dari mulut Hyerin. Dia masih ingin menangis. Dan tidak ingin Yunho mengetahuinya.

“ah.. mian.. kau mau makan apa?”

“toast keju dan susu formulaku”

“Baiklah tunggu sebentar disini”

Hyerin hanya mengangguk lemah. Matanya mengawasi setiap gerakan Yunho. Suaminya itu turun dari ranjang lalu meraih celana pendeknya dibawah ranjang mereka. Mengenakannya lalu pergi ke dapur begitu saja. Tanpa memakai kaos. Hyerin menghela nafas jengah. Air matanya mendadak kering dengan sendirinya. Tubuh sixpack Yunho memang seksi. Tapi tidak untuk dipamerkan sepagi ini. Hyerin akhirnya beranjak juga, membersihkan diri di kamar mandi, aish sial! Dia lupa semalam dia tertidur di kamar Yunho. Dia tidak mungkin keluar kamar hanya menggunakan handuk untuk sekedar mengambil baju di kamarnya sendiri. Dia juga tidak mungkin meminta Yunho mengambilkan pakaiannya. Itu memalukan. Masih setengah kebinggungan, mata Hyerin menumbuk lemari putih Yunho. Ahm.. siapa tahu ada kaos atau kemeja Yunho yang bisa menutupi seluruh tubuhnya. Hyerin asyik mengaduk-aduk isi lemari Yunho, dia yakin suaminya itu tidak akan marah.

“Yeo…”

Tiba-tiba suara Yunho merasuki gendang telingganya. Hyerin berbalik dan mendapati lelaki itu terdiam diambang pintu dengan nampan berisi toast dan susu pesanannya. Matanya jelas menyiratkan ketertarikan tersendiri. Entah tersinggung atau semacamnya. Hyerin hanya balik memandang Yunho. Dia merasa tidak enak telah mengaduk – aduk isi lemari orang tanpa ijin.

“mianhae, aku.. tidak bermaksud untuk.. mengacak-acak lemarimu”

“ani.. kau tidak dingin? Handukmu terlepas”

Hanya jawaban Yunho yang terdengar lirih, disusul teriakan Hyerin.

“hWAAAAAA!!!! OPPAAA!! TUTUP MATAMU!”

Yunho tertawa terbahak. Semalam kan mereka sudah saling melihat. Untuk apa malu dan semacamnya.

“YAK! KUBILANG PERGI! OPPAAAA!!!”

“arra.. arra.. eh.. aku menyimpan beberapa potong baju untukmu di rak paling atas, semoga kau suka, aku beli dari Tokyo kemarin”

“ne.. terima kasih, dan tolong pakai bajumu, aku gerah tahu melihatnya”

“gerah? Bagamana jika kita mendinginkannya? Kamar mandi sudah kosong, dan Bathtupnya tinggal aku isi air”

“ANDWAE! PERVERT! JAUH – JAUH DARIKU”

Hyerin segera melemparkan apapun yang bisa dilemparnya. Yunho pervert! Dasar pervert! Umpatnya dalam hati sementara yang di lempari terus tertawa terbahak. puas karena sudah membuat istrinya kalap menahan malu.

Lima belas menit kemudian Hyerin keluar dari kamar Yunho menggenakan blouse pink pastel dipadu mini skirt hitam. Perutnya yang membuncit tertutup sempurna dengan blouse semi balon itu. Hyerin tampak manis dan segar. Segera dia menuju dapur ketika hidungnya mencium bau tteokpogi menguar di udara.

“kau sudah selesai, yeobo-ya?”

“ne.. aigoo, kau memasak lagi Oppa? Seharusnya aku yang memasak kan?”

“gwenchana, kau bisa belajar memasak nanti, kajja.. duduk, dan makanlah, buka mulutmu sayang.. aaa..”

Hyerin segera membuka mulutnya. Masakan Yunho memang benar-benar daebak. Enak dan istimewa.

“mashita.. Oppa, kau ada jadwal kan? Kenapa tidak bersiap?”

“aku menunggu Changmin menjemputku, dia ingin mampir hari ini”

“euh.. begitu..” komentar Hyerin singkat

Hyerin segera menyantap sarapan paginya, sementara Yunho asyik melihat istrinya makan, sesekali menyuapkan beberapa potong daging.

“Oppa, kapan kita memberitahu Eomma dan Eomonim soal uri Aegi?”

“nanti sore bagaimana? Beritahukan saja, aku baru sempat mengantarmu memberi tahu Eommonimdeul, tentang Jung Yun Rin”

“Jung Yun Rin? Nugu?”

Yunho mengelus perut Chaeri singkat,

“ah.. Rin-aa.. Eommamu belum tahu ini kau.. tumbuh yang baik ya sayang”

“mwo? Tidak.. anak ini tidak bernama Korea, dan dia lelaki, bukan perempuan, aku sudah memikirkannya jauh-jauh hari, namanya Hero”

“Hero? Young Woong? Jung Young Woong?”

“ani.. hanya Hero.. tanpa Jung maupun Hwang, dia anak Hyerin dan Yunho bukan milik Grup Hwang ataupun marga Jung”

Yunho menatap istrinya, otaknya terlalu sulit mencerna dan menebak jalan pikiran Hyerin. Apa – apaan kemauan istrinya? Anak itu harus punya marga, bagaimanapun juga dia lahir dan akan tumbuh di Korea. Lagipula, Hero? Nama itu terlalu menyakitkan untuk dia ucapkan.  Seperti membuka memori masa lalunya yang buruk. Lalu menaburkan garam selautan diatas luka hatinya sendiri.

“Oppa? Kau tidak setuju ya? Kenapa diam saja? Tapi aku ingin dia bernama Hero, karena dia pahlawan untukku”

“ah.. ani.. tidak.. aku setuju, Hero itu juga bagus.. dia memang pahalawan kita, yeobo-yaa”

Yunho berusaha mengukir senyuman diwajahnya, sewajar mungkin. Hyerin juga berusaha mengukir lengkungan bibir, sekalipun dia menangkap gelagat aneh Yunho.

“ah.. jadi namanya Hero? Kau belum bisa melupakanku ya? Jung Yunho.. Kekasihku?”

Baik Hyerin maupun Yunho langsung menoleh ke sumber suara, dua orang pria berdiri di ambang pintu dapur mereka, satu lelaki bertubuh tinggi dan satunya berwajah cantik, yah.. Kim Jaejoong, dan Shim Changmin. Yunho tercekat mendapati dua pria itu di Flatnya. Dia merutuki Kebodohannya sendiri, membiarkan Changmin mengetahui password Flatnya.

“oh.. kau Hwang Hyerin bukan?” lanjut Jaejoong santai, yang di panggil hanya mengangguk singkat.

“kau! mulai sekarang menjauhlah dari Jung Yunho! Karena kau tahu, aku akan mengambil apa yang seharusnya jadi milikku! Menyingkirlah sebelum aku bertindak lebih jauh”

Hyerin mengerutkan keningnya, tak mengerti dengan yang Jaejoong katakan. Dia memandang Yunho lekat. Meminta penjelasan.

“dan, tolong ceraikan lelaki dihadapanmu itu secepatnya!”

================================================================================

Huwa…… aballll jelek.. kurang gregett….. mian readerdeul tercinta.. #bowbarengYunho lagi stuck dan ide ga ada sama sekali.. TOT

Mohon kritikan aja kali ini.. sepedas-pedasnya ya..

Gomawoyo ^^

27 thoughts on “[un] MISTAKEN WEDDING part 06

  1. huwaaaaa……..
    akhirnyaaa yg di tunggu2 di publisshh jg….
    huwaaa jaejongg n yunhoo apa yg kaliann lakukaaann….
    huft..pdahal hyerin udh mulai cnta ama yunho…
    di tunggu bngt lnjutannya ia thorr…
    brharap gak lma lnjutannya hehehehe

  2. Hwaaaaaa~ saya suka eonni… bener-bener suka,, lanjut secepatnya yaa…^^ maaf eonni, saya bukan pemberi komentar yang baik^^ yang pasti saya tertarik sama FF eonni…. akhirnya sama yunho yaaa…~ *apacoba? #abaikan

  3. ini juga ngga dilanjutkan eonni?
    aq penasaran ..
    ini bagus eon
    mianhe , sepertiny aq terlalu banyak menuntut. lupakan komenku jika itu membuatmu merasa terganggu eonni

  4. ini juga ngga dilanjutkan eonni?
    aq penasaran ..
    ini bagus eon, mereka sempet gay?
    mianhe , sepertiny aq terlalu banyak menuntut. lupakan komenku jika itu membuatmu merasa terganggu eonni

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s