Delay Death Chapter 1


Title: Delay Death Chapter 1

Author: kaigirlfriend

Main cast: Choi Sulli of f(x) and Park Chanyeol of EXO-K

Support cast: (akan berubah, berkurang dan bertambah sesuai chapter-_-)

Genre: romance, fantasy, sad, hurt

Length: Chapter 1 of – (belum author tentukan sampai chapter berapa)

Rating: PG-15

Quotes: bisakah aku menunda kematian itu?

Disclaimer      : the story is pure mine. Sebelumnya ff ini belum pernah aku publish dimanapun.

Author’s note    : Hai, ini pertama kalinya aku post ff di wp ini. Hope you like this story and don’t be silent readers ^^

Author POV

Disebuah jalanan besar kota Seoul, tampak seorang yeoja sedang menggerek koper besarnya. Beberapa orang yang tak sengaja berpapasan dengan yeoja tersebut menatapnya aneh. Bagaimana tidak, dari gerak-geriknya sudah dapat ditebak kalau yeoja itu barusan kabur dari rumahnya. Koper besar, pakaian lusuh … tidakkah itu menandakan seseorang yang sedang kabur?

“ckck, apa yang kau lakukan nak? Orangtuamu dirumah pasti mengkhawatirkanmu” nasihat seorang ahjussi yang lewat. Tapi orang yang dinasihati acuh tak acuh. Dia bertindak seolah-olah tidak ada satupun orang disekitarnya.

Tak berapa lama, ada ahjussi lainnya datang melewatinya “hey nak, umurmu baru 15 dan kau sudah berani meninggalkan rumahmu. Dasar anak zaman sekarang!”

Untuk yang satu ini, yeoja itu tak bisa bersabar lagi. Ia menghentak-hentakkan kakinya ke aspal trotoar untuk menyalurkan emosi yang selama ini ia pendam dengan cara tak mengacuhkan apapun yang orang katakan dengannya. Ia akhirnya berkata “umurku sudah 17 ahjussi!

“17? Kau masih harus sekolah noona! Tidak sebaiknya kau kabur dari rumah” sela seorang anak laki-lalki berumur sekitar 8 tahun.

Yeoja itu mengelus dadanya, berusaha bersabar. Dalam benaknya sekarang adalah : kenapa semua orang di seluruh pelosok Seoul tahu bahwa ia kabur dari rumah? Apakah ada berita di tv yang memberitahu bahwa anak satu-satunya Choi Cooperation kabut dari rumah? Itu mungkin saja terjadi karena Choi Cooperation adalah salah satu perusahaan paling berpengaruh di Seoul dan ayahnya merupakan pemilik perusahaan itu.

Tak berapa lama, terlihat yeoja tersebut memegangi perutnya. Ya, sudah 6 jam lamanya ia kabur dari rumah dan selama itu pula ia tidak pernah memasukkan apapun ke dalam perutnya. Dengan langkah gontai, ia menuju sebuah rumah lalu menekan bel rumah itu.

Sulli POV

Aku heran kenapa semua orang yang lewat didekatku bisa tahu bahwa aku kabur dari rumah. Bahkan, anak laki-laki yang baru berumur 8 tahun pun tahu bahwa aku kabur dari rumah. Sebenarnya alasanku kabur dari rumah mungkin adalah alasan sepele bagi sebagian orang. Alasanku kabur dari rumah tak lain karena aku merasa orangtuaku sudah tidak mempedulikanku lagi. Mereka tega meninggalkanku dirumah dengan para pelayan hanya untuk urusan bisnis Choi Cooperation. Untuk apa lagi mereka mementingkan perusahaan itu? Bukankah kami sudah kaya? Mungkin menurut mereka perusahaan adalah segala-galanya sedangkan aku bukan apa-apa. Jika mereka mau, mereka bisa saja mengambil banyak anak dari panti asuhan.

Tak berapa lama, aku merasa lapar. Ya, sudah 6 jam lamanya aku kabur dari rumah dan selama itu pula aku tidak pernah memasukkan apapun ke dalam perutku. Dengan langkah gontai, aku menuju sebuah rumah lalu menekan bel rumah itu. Untuk beberapa saat tak ada jawaban dari dalam rumah. Aku pun menekan belnya lagi. Kali ini ada suara ribut dari rumah dan tiba-tiba pintu rumah terbuka. Didepanku sekarang sudah berdiri seorang namja yang aku sayangi melebihi appa-ku sendiri. Namja itu tak lain adalah Oh Sehun, namjachingu-ku.

“apa yang kau lakukan didepan rumahku?” tanyanya dingin. Aku terkejut mendengarnya, ia tak biasanya bersikap seperti ini kepadaku. Belum sempat aku menjawab pertanyaanya, dia sudah menyela “kau pasti baru kabur dari rumah karena merasa orangtuamu sudah tidak mempedulikanmu lagi. Kasihan sekali ya, kau”

Bahuku bergetar dan rasa sakit mulai menghujam dadaku “ada apa denganmu, Sehun?” aku bertanya dengan perasaan takut yang menghantuiku. Aku bukannya takut dengan Sehun melainkan aku takut jika nanti Sehun menjawab bahwa ia ta menyukaiku lagi.

Tiba-tiba keluar seorang yeoja dari rumah Sehun. Yeoja itu seakan-akan menjadi jawaban dari pertanyaanku barusan “kau Krystal kan? Apa mungkin kalian ..”

“ya, kami sudah berpacaran sejak lama” kata Sehun seolah-olah ia sudah mengetahui apa saja yang ingin aku ucapkan.

Mataku mulai berair. Kini, namja yang aku sayangi melebihi appa-ku sendiri menjadi namja yang aku benci melebihi apapun. Aku tak pernah menyangka kalau selama ini ia berselingkuh dengan adik kelasku, Krystal Jung. Sebelumnya memang ada salah seorang temanku yang mengatakan bahwa Sehun berselingkuh dengan Krystal tapi aku tidak percaya karena aku yakin Sehun menyayangiku seperti aku menyayanginya jadi tidak mungkin jika dia berselingkuh. Tapi kini aku percaya.

“apa kau benar-benar tidak menyukaiku lagi?” tanyaku masih berharap kalau ia masih sedikit menyukaiku.

“aku tidak pernah menyukaimu. Dari dulu, aku hanya menyukai Krystal tapi kau terus memaksaku menjadi namjachingu-mu. Awalnya kukira aku bisa menyukaimu tapi nyatanya aku tak pernah bisa menyukaimu” jawaban itu benar-benar tak kuharapkan untuk keluar dari mulut seorang Oh Sehun. Padahal jika ia memang tidak menyukaiku ia cukup mengatakan tidak. Dan apakah selama ini ak memaksanya untuk menjadi namjachingu-ku? Aku tak pernah menyadari itu.

Aku merasa saat ini hatiku teriris-iris. Aku pun pergi dari rumah Sehun tanpa pamit atau mengucapkan kata perpisahan. Aku berjalan tanpa arah karena memang sekarang aku tak punya tujuan hidup lagi. Rasanya aku ingin mati saja. Tak ada lagi orang yang menyayangiku atau sekedar menyukaiku dan aku juga tak punya tempat tinggal lagi jadi untuk apa aku hidup? Tadinya aku berharap Sehun bisa menjadi alasanku untuk tetap hidup tapi ternyata aku salah.

Saat aku berniat membunuh diriku dengan cara membiarkan aku ditabrak oleh kendaraan yang sedang berlalu-lalang, ada seseorang yang tak pernah kulihat sebelumnya menarikku. Aku sontak berkata “siapa kau?”

“apa kau baru kabur dari rumahmu, nak?” tanya yeoja paruh baya yang sama sekali tak pernah kulihat apalagi aku kenal.

“bukan urusanmu, ahjumma!” jawabku kasar.

Ahjumma itu tersenyum licik “pasti kau merasa orangtuamu tidak mempedulikanmu lagi lantas kau kabur dari rumah” aku terbelalak mendengar perkataan ahjumma itu. Ia seperti bisa membaca apa yang orang lain fikirkan “aku benar, kan?” lanjutnya.

Aku ingin berbicara tapi… “apa kau ingin bunuh diri sekarang? Hmmm, kurasa masalahmu bukan itu saja. Kau pasti juga baru dikhianati kekasihmu” ahjumma itu kembali bertanya dan menjawab pertanyaannya sendiri.

Belum sempat aku berkata, ia menyela lagi “jika kau meminum ramuan ini maka dalam waktu 75 hari kau akan mati tapi jika kau menemukan seseorang yang mencintaimu dengan tulus di waktu itu kau tidak jadi mati” ahjumma memberikanku sebotol air.

Aku mengambil botol air itu dan langsung meminumnya. Rasanya hambar dan aku merasa tubuhku melemas saat meminumnya. Aku ingin berterima kasih pada ahjumma tapi ahjumma itu tak ada lagi disampingku. Sudahlah, aku tak peduli siapa dan kenapa ahjumma memberikan ramuan ini padaku. Sekarang aku sedang memikirkan cara menghabiskan 75 hariku.

Tiba-tiba perutku berbunyi. Aku melihat jam dan ternyata sudah 7 jam lamanya aku tidak makan. Aku memutuskan untuk makan ke sebuah restoran yang biasa aku kunjungi. Aku terlalu bersemangat masuk ke restoran hingga tak sengaja aku menabrak seorang namja dan koperku terjatuh menimpa kakinya.

Chanyeol POV

Malam ini aku pergi ke sebuah restoran untuk makan malam bersama yeojachingu-ku, Seohyun. Aku belum benar-benar menyukainya tapi aku yakin lama kelamaan aku pasti akan menyukainya. Aku berpacaran dnegan Soehyun karena perjodohan dari orangtua kami. Orangtua kami sengaja menjodohkan kami agar perusahaan Park Cooperation dan Seo Cooperation bisa menjalin hubungan yang baik. Banyak orang menilai bahwa aku terpaksa berpacaran dengan Seohyun dan aku terpaksa meninggalkan yeoja yang aku sukai. Sejujurnya aku tak sepenuhnya terpaksa berpacaran dengan Seohyun karena dia adalah yeoja yang baik dan cantik. Hampir tak ada kekurangan. Dan juga, aku tidak mempunyai yeoja yang aku sukai.

Saat aku sedang berjalan, tiba-tiba ada seorang yeoja yang menabrakku lalu koper yang dibawanya terjatuh menimpa kakiku “awww… apa kau tidak punya mata, eo?” kataku tersulut emosi.

Yeoja tersebut menatapku sekilas dengan sayu dan tak berapa lama ia ambruk didepanku. Semua orang yang berada direstoran, termasuk aku terkejut melihatnya. Aku berusaha membangunkan yeoja itu “ya agassi! Palli ireona!” tapi ia tak kunjung bangun.

TBC

4 thoughts on “Delay Death Chapter 1

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s