Delay Death Chapter 3


Delay Death poster

Title: Delay Death Chapter 3

Author: kaigirlfriend

Main cast: Choi Sulli of f(x) and Park Chanyeol of EXO-K

Support cast: Seohyun of SNSD

Genre: romance, fantasy, sad, hurt

Length: Chaptered

Rating: PG-15

Quotes: bisakah aku menunda kematian itu?

Disclaimer : the story is pure mine. the cast not mine. i’m just borrow it.

Author’s note: sorry for late update, typo, etc. Maaf juga karena sudah menghilang selama sebulan tanpa kabar. Tolong dimaklumi karena aku udah kelas 9 dan banyak banget ujian&tugas yang harus dikerjain ^^

Sulli POV

Aku setuju untuk ikut dengan Chanyeol. Walau aku baru sehari mengenalnya tapi aky yakin dia tidak berbohong, dia akan memberiku tempat tinggal dan pekerjaan. Setelah ia membayar biaya rumah sakit, ia menyuruhku untuk menunggu di lobi karena dia ingin mengambil mobilnya di tempat parkir. Aku sempat khawatir saat menunggu di lobi, mana tahu dia melarikan diri tapi tiba-tiba ada sebuah mobil hitam berhenti depanku dan jendela mobil itu terbuka menampakkan Chanyeol. Aku buru-buru masuk ke mobil itu lewat pintu belakang.

Saat aku masuk ke mobil, Chanyeol menatapku aneh “wae? Apa ada yang salah denganku? Tatapanmu itu sangat mengerikan” tanyaku.

“sebenarnya siapa yang majikan disini?” kata Chanyeol sinis.

“ah, mian” aku meminta maaf. Biasanya aku diantar supir jadi aku kebiasaan duduk dibelakang. Aku tak menyangka kebiasaanku itu akan terbawa sampai kesini. Aku pun langsung pindah tempat duduk ke samping Chanyeol.

Selama perjalanan, aku tak bertanya kemana Chanyeol akan membawaku. Tapi aku terkejut saat Chanyeol berhenti dan menyuruhku masuk ke sebuah rumah mewah “wah, apakah ini rumah untukku? Kau baik sekali, Chanyeol-ssi”

“ya! enak saja! Ini rumahku dan mulai hari ini kau menjadi pem-ban-tu disini. Tugasmu mencuci dan menggosok baju, menyapu seluruh halaman tiap hari, mengepel halaman tiap dua hari sekali, menyapu dan mengepel seluruh bagian di rumah ini seminggu dua kali, menyiram tanaman di kebun belakang, membersihkan rumput liar, membuat sarapan pagi dan jangan lupa untuk membersihkan perabotan” jelas Chanyeol panjang lebar.

Aku terkejut “apa kau tidak punya pembantu yang lain? Masa semua pekerjaan dirumah ini aku yang mengerjakan?”

Chanyeol menatap tajam kearahku “kau kan tidak punya pekerjaan lain. Sebelumnya, aku yang melakukan pekerjaan itu sendirian padahal aku harus mengurus perusahaan juga tapi aku tak pernah mengeluh sepertimu”

Aku terdiam. Sepertinya mulai detik ini aku akan menjadikan seorang Park Chanyeol sebagai idolaku. Selama ini, aku tak pernah membantu appa mengurus perusahaan, aku selalu menyuruh pelayan untuk membersihkan kamarku, aku tak pernah sungguh-sungguh mengikuti pelajaran disekolah. Aku bukanlah anak yang baik dan bisa dibanggakan untuk orangtuaku. Seketika aku merasa bersalah kepada mereka padahal kemarin aku membenci mereka.

“sekarang mulailah bekerja” Chanyeol menepuk pundakku pelan.

Aku langsung bekerja. Aku benar-benar pusing mengerjakan semua pekerjaan rumah ini karena sebelumnya aku tak pernah melakukannya. Chanyeol sesekali melihatku bekerja dan berkata “apakah kau tidak pernah membersihkan rumahmu? Atau jangan-jangan seumur hidup kau tidak pernah punya rumah jadi kau tidak tahu cara membersihkan rumah????”

Chanyeol POV

Sudah sepuluh hari yeoja itu bekerja untukku. Dia mengalami kemajuan pesat tiap harinya. Ia tidak membuat masakan gosong, memecahkan piring, membuatku jatuh karena lantainya terlalu licin dan sebagainya seperti di hari-hari awal ia bekerja.

Pagi ini aku melihat sarapan sudah tertata rapi di meja makan. Aku mencari yeoja itu diseluruh penjuru rumah dan menemukan ia sedang mencoret tanggal kemarin dengan menggunakan pena berwarna merah.

“kau terlalu rajin mencoret tanggal-tanggal di kalander seperti waktumu sangat berharga” kataku.

“hmm.. ya, waktuku tinggal 64 hari lagi” jawabnya.

“waktumu tinggal 64 hari lagi? Apa maksudmu setelah 64 hari itu kau ingin mencari pekerjaan tetap dan berhenti bekerja untukku? Sebegitunya-kah kau membenciku sampai kau ingin cepat-cepat berhenti bekerja disini?” tiba-tiba emosiku naik. Entah apa alasannya aku juga tak mengerti tapi terbesit dihatiku yang terdalam kalau aku tak rela jika yeoja ini berhenti bekerja untukku.

“bukan begitu, Chanyeol-ssi….”

Sebelum yeoja itu menyelesaikan kalimatnya, aku menceletuk seenaknya “siapa namamu?” aku baru ingat kalau aku belum mengetahui nama yeoja itu dan aku bingung memanggil yeoja itu dengan sebutan apa. Rasanya tidak mungkin kalau aku terus menerus memanggilnya ‘kau’

“sudah kubilang sejak sepuluh hari yang lalu kalau namaku Choi Sulli!!” serunya.

Aku tertawa garing “berhentilah membuat lelucon yang sama sekali tak lucu di situasi serius seperti ini! Palli sebutkan namamu yang sebenarnya! Jangan terus mengaku sebagai Choi Sulli, anak dari pemilik Choi Cooperation. Kalau tidak, aku akan melaporkanmu ke polisi karena penipuan”

Aku mendengar Sulli menarik nafas panjang “ne, nae Kim Sulli imnida” jawabnya.

“hanya karena nama belakangmu mirip dengan Choi Sulli, kau lancang sekali menggunakan  marganya” cibirku, kemudian aku pergi meninggalkannya.

Setelah kejadian ini, aku menjadi malas menegur yeoja bernama Kim Sulli itu.

Sulli POV

Empat hari terakhir ini Chanyeol tak pernah menegurku, ia seolah-olah menganggapku tak ada dirumah ini. Aku ingin sekali menegurnya tapi rasa takut dan gengsiku mengalahkan semuanya. Oh ya, empat hari yang lalu aku keceplosan mengatakan kepada Chanyeol bahwa waktuku tinggal 64 hari lagi. Untungnya, Chanyeol tidak menyadari yang aku maksud 64 hari lagi adalah waktu hidupku. Aku benar-benar tak ingin memberitahu ke siapapun mengenai hal ini. Tapi Chanyeol salah sangka dan menduga bahwa 64 hari itu adalah waktuku bekerja disini. Ia langsung marah-marah tak jelas.

Chanyeol juga masih tak percaya kalau aku adalah Choi Sulli, anak dari pemilik Choi Cooperation. Aku pun terpaksa berbohong dengan menyebutkan namaku Kim Sulli.

Pagi ini Chanyeol tak menyentuh sedikitpun sarapannya, ia langsung pergi bekerja tanpa sarapan. Aku jadi khawatir dengannya, bisa-bisa dia sakit. Malam tadi ia juga tak memakan makan malamnya dan alhasil semua makanan tadi malam terbuang sia-sia. Ah! Pabo Sulli! Kenapa kau memikirkan seseorang yang belum tentu juga memikirkanmu?

Aku yang sekarang dengan aku yang dulu sangat berbeda. Dulu, orang lain-lah yang mengkhawatirkanku tapi sekarang akulah yang mengkhawatirkan orang lain. Dulu, aku sama sekali tak bisa memasak dan membersihkan rumah tapi sekarang aku sudah bisa melakukannya. Mungkinkah jika appa dan eomma mengetahui aku yang sekarang … mereka akan bangga dan mempedulikanku?

Ting Tong, bunyi bel rumah membuyarkan lamunanku. Aku menebak-nebak siapa yang bertamu karena selama aku bekerja dirumah ini tak ada tamu yang datang. Ketika aku membuka pintu, muncul seorang yeoja yang sama sekali tak aku kenal. Dari gayanya, yeoja ini sepertinya adalah seorang chaebol.

“chogi yo, agassi ingin mencari siapa?” tanyaku sopan.

“hah? kau? Kenapa kau bisa ada disini? Apa kau tinggal disini bersama Chanyeol?” tanya yeoja itu seolah-olah pernah bertemu denganku sebelumnya.

“ngggg, aku pembantu disini. Sebelumnya apa kita pernah bertemu?” tanyaku lagi.

Yeoja itu nampak mengangguk-anggukan kepalnya “oh, ternyata kau hanya pembantu disini. Oh ya, Seohyun imnida, aku yeojachingu Chanyeol. Aku dan Chanyeol yang waktu itu membawamu ke rumah sakit saat kau pingsan di restoran. Ah, percuma saja aku menceritakannya padamu, pasti kau tidak tahu”

Setelah berkata seperti itu, yeoja yang ternyata adalah yeojachingu Chanyeol bernama Seohyun langsung masuk ke rumah tanpa permisi. Aku kesal dengan Seohyun tapi aku tak tahu aku kesal dengannya karena dia masuk tanpa permisi atau karena dia adalah yeojachingu Chanyeol.

Didalam rumah, Seohyun mengacak-acak semua barang “ya! apa yang kau lakukan? Aku sudah lelah merapikan itu semua”

“diam kau! Apa hakmu melarangku? Kau hanya pembantu disini sedangkan aku adalah yeojachingu Chanyeol yang sebentar lagi akan menikah dengannya. Dengan begitu, aku juga majikanmu!” bentak Seohyun.

Aku mengelus dadaku, berusaha bersabar. Sebelumnya, aku tak pernah merasa direndahkan seperti ini. Aku masuk ke kamarku tapi ketika aku keluar dari kamar betapa terkejutnya aku. Kondisi rumah ini sudah seperti perang dunia II. Karena sudah frustasi, aku hampir menampar Seohyun.

“ya! berani-beraninya kau menampar yeojachingu-ku!” tiba-tiba Chanyeol datang. Aku langsung menarik tanganku.

“ini tidak seperti yang kau lihat, Chanyeol-ssi…” sebelum aku menjelaskan apa yang terjadi pada Chanyeol, Seohyun tiba-tiba memeluk Chanyeol dan berkata “chagi, untung saja kau datang. Yeoja itu hampir membunuhku setelah dia selesai mengacak-acak rumah ini”

Tak aku duga, Chanyeol berkata seperti ini “kau keluar dari rumah ini, karena mulai sekarang kau dipecat!”

“MWO?”

TBC

3 thoughts on “Delay Death Chapter 3

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s