Delay Death Chapter 4


Delay Death poster

Title: Delay Death Chapter 4

Author: kaigirlfriend

Main cast: Choi Sulli of f(x) and Park Chanyeol of EXO-K

Support cast: Seohyun of SNSD | Naeun of Apink | Sehun of EXO-K

Genre: romance, fantasy, sad, hurt

Length: Chaptered

Rating: PG-15

Quotes: bisakah aku menunda kematian itu?

Disclaimer : the story is pure mine. the cast not mine. i’m just borrow it.

Author POV

“Mwo?” Sulli tak percaya jika dia dipecat. Selama ini, ia yang sering memecat pelayannya. Tapi sekarang malah ia sendiri yang dipecat. Apa mungkin ini hukum karma untuknya? Entahlah.

“sepertinya aku sudah jelas mengatakannya. KAU DIPECAT!” Chanyeol kembali mengulangi kata-katanya tapi kali ini dengan penuh penekanan.

“Chanyeol-ssi, aku tidak menampar Seohyun. Aku hanya hampir menamparnya dan lagi….”

Chanyeol buru-buru memotong perkataan Sulli “AKU TIDAK PEDULI DENGAN ALASANMU. Dari awal kau memang banyak mendatangkan masalah untukku. Mulai dari aku tak jadi makan malam dengan yeojachingu-ku, aku harus membayar biaya rumah sakitmu, aku harus memberimu pekerjaan, kau yang tak bisa mengerjakan pekerjaan rumah tangga dan selalu memasak masakan yang tidak enak. Sekarang kau malah mengacak-acak rumahku dan hampir menampar yeojachingu-ku. Kau puas?”

Sulli memegangi dadanya, ada rasa sesak disana. Tanpa banyak bicara, ia langsung meninggalkan rumah Chanyeol dan berlari entah kemana. Kondisinya saat ini mirip dengan kondisinya saat Sehun mengatakan bahwa dirinya tak menyukai Sulli lagi. Tapi bukan rasa benci yang ia rasakan melainkan rasa bersalah. Ia merasa bersalah karena sudah banyak merepotkan Chanyeol, ia tak menyangka kalau dirinya sebegitu merepotkan bagi Chanyeol.

Kini Sulli sudah lelah berlari. Ia kemudian duduk disebuah halte bus. Tanpa terasa, air mata sudah memenuhi wajahnya. Ia tampak sangat menyedihkan sekarang.

“agassi, anda tidak apa-apa?” tanya seseorang yang duduk disebelah Sulli.

Sulli mengangguk dan memaksakan senyumnya kepada orang itu.

“maaf jika saya lancang tapi apa agassi baru saja mengakhiri hubungan dengan seorang kekasih?” tanya orang itu lagi.

Sulli terdiam. Apa aku terlihat seperti seorang yeoja yang baru diputusi namjachingu-nya? Batin Sulli dalam hati.

“tidak, aku baru saja dipecat dari tempatku bekerja” jawab Sulli jujur.

“ohhhhh” orang itu hanya ber-O ria “hmmm, saya duluan, agassi” kata orang itu begitu melihat bus yang ditunggunya datang.

Sulli tersenyum kecut. Mungkin orang-orang tak akan percaya jika ia menangis karena dipecat dari pekerjaannya dan orang-orang mungkin akan mengira bahwa ia baru saja putus dengan namjachingu-nya. Tapi memang itulah kenyataannya.

Tak berapa lama, Sulli memutuskan untuk berjalan menjauh dari halte bus itu walaupun ia belum mempunyai tujuan. Ia bahkan belum tahu malam ini ia harus tidur dimana. Ia meninggalkan semua barang-barangnya dirumah Chanyeol karena sewaktu ia meninggalkan rumah itu, fikirannya kosong dan ia tak sempat untuk memikirkan apa-apa lagi. Sekarang, mana mungkin ia kembali ke rumah Chanyeol hanya untuk mengambil barang-barangnya yang ketinggalan.

Tiba-tiba Sulli melihat seorang yeoja yang sedang santainya menyeberangi jalan padahal lampu lalu lintas menunjukkan warna hijau “agassi! Awas!” teriak Sulli saat melihat mobil berkecepatan tinggi mendekati yeoja itu. Tapi terlambat karena mobil itu sudah menabrak si yeoja. Sulli baru saja hendak menolong yeoja itu tapi ia menyadari bahwa tak ada orang yang menolong atau sekedar menyadari bahwa ada seorang yeoja yang baru saja tertabrak mobil. Nampaknya hanya Sulli yang menyadari hal itu.

Sulli menoleh ke belakang dan dia sangat terkejut karena yeoja yang dilihatnya tertabrak mobil tadi ada dihadapannya “aaaaa!” teriak Sulli ketakutan. Ia berspekulasi bahwa yang ada dihadapannya sekarang adalah hantu.

“apa kau mengira bahwa tadi aku tertabrak mobil dan sekarang aku sudah menjadi hantu?” tanya ‘hantu’ itu seolah-seolah tahu apa yang difikirkan Sulli.

Sulli malah berkata “tolong jangan ganggu aku, hantu! Aku lebih memilih meninggal karena ditabrak mobil daripada meninggal karena hantu”

“kau salah paham! Aku tidak akan mencabut nyawamu sekarang, aku akan mencabut nyawamu 60 hari lagi” kata si hantu, membuat Sulli bingung.

Si hantu yang tahu bahwa Sulli bingung langsung menjelaskan “baiklah, sebelumnya aku akan memperkenalkan diriku. Naneun Son Naeun imnida. Aku adalah malaikat pencabut nyawa dan aku diutus oleh ahjumma sialan bernama Victoria Song untuk menjadi pencabut nyawamu. Kau mengerti maksudku, kan?”

Sulli mengangguk “oh ya, naneun Choi Sulli imnida. Apa kau benar-benar seorang malaikat pencabut nyawa?” kata Sulli tak percaya.

“ne, apakah aku terlihat terlalu cantik untuk seorang malaikat pencabut nyawa?” kata Naeun narsis.

Sulli hanya bengong. Tak pernah terlintas dibenaknya bahwa malaikat pencabut nyawa seperti yang ada dihadapannya sekarang. Ia berfikir bahwa malaikat pencabut nyawa seperti seorang namja dengan penampilan sangat menyeramkan. Walau begitu Sulli percaya bahwa Naeun benar-benar seorang malaikat pencabut nyawa lewat gerak-geriknya yang aneh. Ia tadi ditabrak mobil tapi tak sampai semenit kemudian ia ada dibelakang Sulli tanpa ada luka dibadannya. Dan lagi, hanya Sulli yang bisa melihat Neun.

“aku tak pernah menyangka bahwa malaikat pencabut nyawa sepertimu” ujar Sulli jujur.

Naeun terkekeh pelan “tapi aku tidak akan mencabut nyawamu jika ada seseorang yang bukan keluargamu mencintaimu dengan tulus dan mau mengorbankan nyawanya untukmu” ungkap Naeun.

Sulli mengangguk-anggukan kepalanya malas “ngomong-ngomong, siapa Victoria Song itu?”

“dia yang memberikan ramuan aneh yang bisa membuatmu meninggal dalam waktu 75 hari itu” jelas Naeun.

“ternyata yang itu. Apa aku bisa meninggal sekarang saja?” tanya Sulli.

Naeun terkejut “aku bisa saja mencabut nyawamu sekarang tapi setidaknya nikmatilah 60 hari sisa hidupmu. Apa kau sudah benar-benar frustasi dengan hidupmu, huh?”

“ne” jawab Sulli singkat. Seketika kepalanya terasa sangat berat dan tahu-tahu dia sudah tergeletak begitu saja dipinggir jalan.

Sulli POV

Aku terbangun dan melihat sekelilingku. Aku sudah ada dikamar yang tak asing lagi bagiku. Aku menatap kearah jendela dan melihat banyak orang berlalu-lalang diluar sana. Ternyata aku masih hidup. Kufikir tadi malam Naeun langsung mecabut nyawaku.

“waktumu tinggal 59 hari lagi. Gunakanlah sebaik mungkin. Oh ya, aku lupa memberitahumu kalau semakin hari badanmu semakin melemah dan disaat-saat tertentu kau akan kehilangan kesadaranmu” terdengar sebuah suara yang berasal entah darimana tapi aku yakin suara itu adalah suara milik Naeun.

Aku berusaha mengingat-ingat kamar ini milik siapa dan jrenggg… saat aku berhasil mengingat pemilik kamar ini, ia (si pemilik kamar) sudah muncul di daun pintu sambil membawa sepiring makanan dan segelas jus wortel.

“ini aku bawakan makanan dan minuman kesukaanmu” katanya.

“kenapa aku bisa ada di kamarmu?” tanyaku tanpa menoleh kepada orang yang aku tanyai.

“nanti saja aku jelaskan sekalian aku mengatakan sesuatu yang sangat penting padamu. Sekarang makanlah dulu makanan yang aku buatkan untukmu” jawab Sehun (NB: pemilik kamarnya adalah Sehun)

“katakan saja sesuatu yang sangat penting itu sekarang! Aku tak ingin berlama-lama disini” aku menaikkan nada bicaraku.

“baiklah, aku minta maaf karena sudah mempermainkanmu kemarin. Aku benar-benar menyesal” ucap Sehun. Dari nada bicaranya, ia sepertinya tulus mengucapkannya.

“hanya itu? Aku sudah memaafkanmu sejak lama” jawabku tulus.

“tidak hanya itu. Sebenarnya … aku juga ingin kita seperti dulu lagi; menjadi sepasang kekasih yang harmonis” pinta Sehun yang secara tak langsung memintaku menjadi yeojachingu-nya lagi.

“kenapa tidak?”

Sehun nampak kaget sekaligus senang “apa itu berarti kau mau menjadi yeojachingu-ku lagi?”

Aku mengangguk kemudian Sehun langsung memelukku “gomawo sudah mau memaafkanmu dan menerimaku sebagai namjachingu-mu lagi, Sulli-ah”

“ne, oppa” kataku senang sambil membalas pelukannya.

Begitulah cinta. Walaupun seseorang sudah menyakiti sebesar dan sebanyak apapun tapi kita tetap bisa memaafkannya.

TBC

2 thoughts on “Delay Death Chapter 4

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s