Delay Death Chapter 5


Delay Death poster chanLi

Poster by invander09

Title: Delay Death Chapter 5

Author: kaigirlfriend

Main cast: Choi Sulli of f(x) and Park Chanyeol of EXO-K

Support cast: Seohyun of SNSD | Sehun of EXO-K

Genre: romance, fantasy, sad, hurt

Length: Chaptered

Rating: PG-15

Quotes: bisakah aku menunda kematian itu?

Disclaimer : the story is pure mine. the cast not mine. i’m just borrow it.

Sulli POV

Setelah aku selesai menghabiskan makanan, Sehun mengajakku berjalan-jalan.

“oppa, kita mau kemana?” tanyaku pada Sehun.

“ke tempat biasa” jawab Sehun. Aku pun hanya mengikuti Sehun karena sebenarnya aku tidak tahu yang dimaksud dengan ‘tempat biasa’

Ternyata yang dimaksud dengan Sehun sebagai tempat biasa adalah sebuah taman yang merupakan tempat dimana aku dan Sehun pertama kali berkencan.

Author POV

Flashback

1 year ago….

“apa kau sudah lama menungguku?” tanya Sehun pada seorang yeoja yang sedang duduk dibangku taman.

“oppa sudah datang? Aku datang sekitar 10 menit yang lalu” jawab yeoja itu yang tak lain adalah Sulli.

“ah, mian. Aku terlambat, Sulli-ah” kata Sehun meminta maaf kepada Sulli.

“gwenchana, oppa. Aku yang datang terlalu cepat, bukan oppa yang datang terlambat” balas Sulli.

“Sulli-ah, mau permen kapas tidak?” tanya Sehun sambil menunjuk-nunjuk seorang penjual permen kapas yang berada tak jauh dari posisi mereka sekarang.

“terserah oppa saja” jawab Sulli.

Sehun mengeluarkan senyumannya yang menurut Sulli, senyuman itu sangat indah “kalau terserah berarti iya. Kajja!” Sehun menarik pelan tangan Sulli.

Mereka pun membeli permen kapas lalu memakannya bersama-sama sambil berjalan mengelilingi taman. Selama berjalan dengan Sehun, jantung Sulli berdetak begitu cepat sampai-sampai ia takut jika detakan jantungnya yang begitu cepat terdengar oleh Sehun. Sebenarnya ini adalah pertama kalinya Sulli berkencan dan kebetulan ia berkencan dengan cinta pertamanya, Oh Sehun. Ia sudah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk mencintai Sehun tapi baru kemarin ia mengetahui bahwa Sehun juga mencintainya.

Tiba-tiba Sehun menggenggam erat tangan Sulli. Sulli dapat merasakan kalau sekarang jantungnya serasa ingin melompat keluar dan darahnya berdesir sangat cepat sehingga rasanya semua pembuluh darah ditubuhnya ingin pecah.

Sudah cukup! Sulli tak dapat menahan lagi semua rasa yang ada ditubuhnya. Ia mencium pipi Sehun singkat lalu berkata “saranghae oppa” membuat namja itu terkejut. Mungkin Sehun tidak menyangka bahwa Sulli akan berbuat seberani itu padanya karena selama ini Sulli bertindak sangat lugu dan terkesan malu-malu didepannya.

“nado saranghae, Sulli-ah” balas Sehun sambil menampakkan senyumannya yang membuat jantung Sulli serasa benar-benar ingin melompat keluar.

Flashback End

“apa kau masih ingat dengan tempat ini, Sulli-ah?” tanya Sehun sambil menggenggam erat tangan Sulli, persis seperti yang ia lakukan satu tahun lalu pada Sulli. Kehangatan tangannya pun masih tetap sama. Anehnya, jantung Sulli tak berdetak begitu cepat seperti dulu. Padahal hanya waktu saja yang berbeda. Mungkin ini hanya karena Sehun sudah sering menggenggam tangannya, Sulli berusaha menenangkan dirinya dengan kata-kata seperti itu. Ia sangat takut jika rasa cintanya kepada Sehun berkurang atau bahkan ia mulai menaruh hati pada namja lain.

“tentu saja, oppa” jawab Sulli, ia berusaha memaksakan senyumannya tapi yang terjadi adalah senyumannya tampak sangat miris “oh ya oppa, baaimana aku bisa ada dirumahmu?” Sulli mengalihkan pembicaraan.

“kemarin malam ketika aku membawa mobil, aku melihat orang-orang berkerumunan ditepi jalan dekat halte. Aku sangat terkejut karena ternyata kau yang pingsan sehingga dikerumuni oleh orang-orang lalu aku segera membawamu ke rumahku. Sebenarnya aku ingin membawamu kerumah orangtuamu tapi aku baru teringat kalau kau sedang kabur” cerita Sehun panjang lebar.

Sulli mengangguk-anggukan kepalanya “gomawo, oppa. Kau sudah terlalu banyak membantuku”

“tidak usah berterima kasih, Sulli-ah. Seharusnya akulah yang meminta maaf kepadamu. Apa kau benar-benar mau menerimaku lagi setelah aku…. menyakiti hatimu?” tanya Sehun meyakinkan.

“ne, oppa” jawab Sulli singkat.

“Sulli-ah, gomawo. Saranghae” tanpa Sulli duga sebelumnya, Sehun mengecup kilat pipi Sulli. Ini persis seperti yang dilakukan Sulli kepada Sehun satu tahun yang lalu. Tapi untuk kesekian kalinya, Sulli merasa aneh. Tak ada suatu perasaan yang menjalar dihatinya saat Sehun mengecup pipinya, yang ada hanya rasa hambar.

Sulli tak mengerti dengan dirinya sendiri. Ia memang sudah memaafkan Sehun sepenuhnya tapi ia sama sekali tak merasakan apapun saat Sehun melakukan hal-hal seperti: memasak makanan kesukaan Sulli, membawa Sulli ke sebuah tempat istimewa dan bahkan mengecup pipi Sulli! Dulu, saat Sehun melakukan hal-hal seperti itu, Sulli sangat senang dan sering merasa kalau jantungnya benar-benar ingin melompat keluar.

“Sulli-ah, apa kau masih kabur dari rumah orangtuamu?” tanya Sehun tiba-tiba.

“ne, memangnya kenapa oppa?” Sulli menatap bingung kearah Sehun.

“tinggallah bersamaku, Sulli-ah” perkataan Sehun tersebut membuat Sulli kaget bukan main. Bukankah mengajak untuk tinggal bersama sama dengan mengajak untuk menjalin hubungan yang lebih serius?

Harusnya sekarang Sulli merasa sangat senang tapi ia malah biasa saja mendengar perkataan Sehun. Apa mungkin ini efek dari ramuan yang diberikan Victoria Song itu? Atau memang perasaannyalah yang begitu? Entahlah.

Tiba-tiba lintasan kejadian yang Sulli alami selama 16 terakhir ini berkelebat dikepalanya. Mulai dari ia kabur dari rumah, dikhianati Sehun, bertemu dengan Chanyeol, menjadi pembantu dirumah Chanyeol, dipecat Chanyeol lalu yang terakhir ia kembali bertemu dengan Sehun seperti sekarang. Ia merasa semuanya terjadi begitu saja.

“bagaimana, Sulli-ah? Apa kau mau? Aku ingin membuat sebuah keluarga kecil yang bahagia bersamamu. Aku juga sudah bekerja dan kurasa gajiku cukup untuk menghidupi kita berdua. Untuk saat ini, mungkin hidup kita akan sedikit terombang-ambing dan mungkin aku baru akan mendaftarkan keluarga kita secara resmi 6 bulan atau 1 tahun lagi”

Tanpa banyak berfikir, Sulli menjawab “ne, oppa. Aku mau”

Sehun tersenyum –tapi menurut Sulli, senyuman itu biasa saja dan tak membuat jantungnya berdetak begitu cepat seperti dulu- lalu Sehun mempererat genggaman tangannya pada Sulli.

Sulli kini merasa bahwa ia masih punya alasan untuk hidup selama 59 hari lagi dan ia juga cukup yakin bahwa Sehun akan mencintainya dengan tulus serta mau mengorbankan nyawanya untuk Sulli. Walaupun tak bisa Sulli sembunyikan bahwa perasaannya kepada Sehun menjadi hambar. Entah kenapa. Tapi Sulli berusaha kembali mencintai Sehun seperti dulu.

Dan tak terasa sudah 7 hari berlalu sejak Sulli tinggal bersama Sehun. Sulli bukannya kembali mencintai Sehun, malah perasaannya dengan Sehun kian hari kian ‘menghambar’. Ia bukannya tak memaafkan Sehun tapi entahlah…. perasaan Sulli saat ini sangat sulit dimengerti orang lain dan tak bisa dideskripsikan dengan kata-kata. Didepan Sehun, Sulli berpura-pura menunjukkan betapa ia mencintai Sehun seperti dulu. Sehun pun juga begitu.

Parahnya, sekarang Sulli merasa sangat merindukan Chanyeol. Ia merasa dirinya benar-benar gila sekarang karena telah merindukan orang yang sangat membencinya dan mungkin tak mengingatnya lagi. Sulli yang malang.

Chanyeol POV

Tak terasa sudah tujuh hari berlalu sejak aku memecat Sulli. Tujuh hari itu terasa begitu lama bagiku dan selama ini aku dapat merasakan bahwa kinerjaku diperusahaan turun. Aku tak pernah menyangka sebelumnya bahwa yeoja itu berdampak begitu besar bagi hidupku. Harus kuakui bahwa aku sekarang sangat sangat sangat merindukannya. Dan aku berharap ia juga merindukanku seperti aku merindukannya. Pabo Chanyeol! Mana mungkin Sulli juga merindukanmu, yang ada hanyalah dia sangat membencimu karena kau sudah memecatnya tujuh hari yang lalu.

Aku sangat menyesal karena sudah memecatnya, membentaknya dan mendiamkannya selama empat hari. Saat itu aku hanya terbawa emosi saja karena ia pernah bilang bahwa waktunya bekerja disini tinggal 64 hari lagi dan aku sangat tidak rela melepaskannya.

Aku tambah menyesal saat Seohyun menceritakan kejadian yang sebenarnya saat aku memecat Sulli

Flashback

“chagi, kau tampak sangat lelah. Apa kau mengerjakan semua pekerjaan rumah sendiri?” tanya Seohyun yang akhir-akhir ini selalu datang keruang kerjaku dan akhir-akhir ini juga ia selalu memanggilku ‘chagi’. Ia memanggilku seperti itu sejak aku memecat Sulli. Ah, aku benar-benar tidak ingin mengingat kejadian yang membuatku akan menyesal seumur hidup itu!

Aku sendiri memanggil Seohyun sama seperti dulu, hanya memanggil namanya. Aku malas memanggilnya chagi. Rasanya panggilan itu sangat menjijikkan “ne, Seohyun-ah”

“apa ingin kucarikan pembantu?” tawar Seohyun.

“tidak perlu” jawabku dingin. Aku tak tahu sejak kapan aku mulai bersikap dingin kepada Seohyun dan aku juga tak tahu kenapa aku bisa bersikap dingin kepadanya. Benci? Tidak juga. Aku tak punya alasan untuk membencinya. Belum bisa menyukainya? Dari dulu aku memang belum bisa menyukainya tapi aku tak bersikap dingin kepadanya.

“mmm… Chanyeol, bolehkah aku berkata jujur mengenai sesuatu kepadamu?” tanya Seohyun tiba-tiba, ia kembali memanggil namaku.

“tentu saja. Jujur itu baik, bukan?” balasku dengan senyuman yang agak dipaksakan.

“tapi kau jangan marah, ya?” tanyanya memastikan. Saat ia bilang begitu, aku curiga ia akan berkata jujur tentang sesuatu yang tidak mengenakkan.

Aku akan marah jika kejujuranmu menyakitkan tapi jika kejujuranmu tidak berarti dan tidak mengubah apapun, aku tidak akan marah.

“ani” jawabaku setengah berbohong.

Seohyun pun bercerita mengenai kejadian yang sebenarnya saat aku memecat Sulli. Ia bilang bahwa saat itu ia mencari barangnya yang ketinggalan dirumahku dan Sulli memarahinya karena ia sudah memberantakkan rumah untuk mencari barangnya itu.

“Seohyun-ah, kenapa waktu itu kau tidak mengatakan yang sebenarnya saja?” nada bicaraku meninggi.

“mianhae, Chanyeol. Kadang mengatakan yang sebenarnya sangat sulit” Seohyun hanya bisa meminta maaf kepadaku.

Aku memegangi kepalaku. Aku sangat pusing sekarang karena seorang yeoja, Kim Sulli. Aku menyesal telah memecatnya. Arrggh… aku benar-benar ingin memutar waktu.

Flashback End

Tiba-tiba handphone-ku berbunyi. Aku melihat nama meneleponnya yang tak lain adalah Seohyun. Sebenarnya, aku kesal dengannya tapi jika sampai aku menampakkan kekesalanku, ia akan mengadu pada eomma dan habislah aku! Bisa-bisa aku diturunkan jabatan di perusahaan appa.

“yeoboseyo” aku memulai pembicaraan.

“chagi, kau tidak marah kan padaku?” tanya suara diseberang sana, yang dapat dipastikan itu adalah suara Seohyun. Siapa lagi yeoja yang akan memanggilku chagi selain Seohyun?

“ani” balasku datar.

“mmm… apa kau sudah makan chagiya?”

Aku belum makan tapi jika aku bilang begitu pada Seohyun, ia akan mengajakku makan direstoran atau kalau tidak ia akan membuatkanku makanan lalu mengantarkannya ke rumah. Aku sedang tidak ingin melihat wajahnya jadi aku terpaksa berbohong “aku sudah makan”

“oh, baiklah. Kututup dulu telefonnya karena appa menyuruhku mengerjakan sesuatu yang penting. Bye”

Tiiit, sambungan telefonnya ditutup oleh Seohyun. Aku heran dengan Seohyun karena ia berkata ‘appa menyuruhku mengerjakan sesuatu yang penting’ tapi ia malah sempat-sempatnya menelefonku.

Tak butuh waktu lama, aku memutuskan untuk pergi ke supermarket menggunakan mobil. Aku ingin membeli bahan makanan karena persediaan bahan makanan dirumah sudah habis.

Author POV

Chanyeol memutuskan untuk pergi ke supermarket dengan menggunakan mobil. Ditempat lain tapi diwaktu yang sama, Sulli memutuskan pergi ke supermarket yang sama dengan Chanyeol. Ia berencana untuk membuat kejutan kecil-kecilan saat Sehun pulang dari tempat kerjanya.

Mereka masuk kedalam supermarket hampir bersamaan dan keduanya tampak sangat terburu-buru hingga tak sengaja Chanyeol menyenggol bahu Sulli “jwesonghamnida, agassi” Chanyeol meminta maaf.

Sulli menepuk-nepuk bahunya lalu ia menoleh kearah orang itu untuk mengantakan ‘gwenchana’ tapi saat ia menoleh, ia terkejut karena orang yang dilihatnya sekarang adalah orang yang sangat dirindukannya selama seminggu ini. Lidah Sulli terasa kelu untuk berkata-kata.

Chanyeol yang tadi tak menyadari bahwa orang yang disenggolnya adalah Sulli, sekarang sudah menyadarinya. Ia tak menyangka bahwa ia akan bertemu Sulli secepat ini dan ia pun masih tak percaya yang sedang ia lihat didepannya adalah Sulli. Tapi diluar dugaan, Chanyeol langsung menarik Sulli dalam pelukannya dan berkata “bogoshipo”

TBC

5 thoughts on “Delay Death Chapter 5

*Ayo Comment Dunks ^0^/

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s